Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

ELCTROSURGERY UNIT

Disusun Oleh :

Ani Haman (1504008)

STIKES WIDYA HUSADA

TEKNIK ELEKTROMEDIK

SEMARANG
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahiim

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-
Nya berupa nikmat sehat sehingga Makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Salawat dan salam taklupa kami panjatkan kehadirat baginda Raulullah SAW. Makalah ini
berisikan tentang Pesawat Electrosurgical Unit (ESU). Didalam makalah ini banyak hal yang
dapat membantu mahasiswa dalam memahami suatu alat khususnya peralatan elektromedik
dan dapat menunjang praktikum mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan Teknik
Elektromedik.

Tak lupa kami mengharapkan saran dan kritik pembaca demi kesempurnaan karya tulis ini
dimasa mendatang. Terima kasih.Untuk itu dengan segala ketulusan dan kerendahan hati
penyusun menyampaikan terima kasih kepada:

1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada
penulis.
2. Bapak, Ibu, dan kakakku tercinta, yang telah memberikan dorongan moral maupun
material kepada penyusun.
3. Semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung
hingga terselesaikannya makalah ini.

Semarang, 13 Januari 2018

Ani haman
BAB I

PENDAHULUAN

 Latar Belakang
Aplikasi dari teknologi di bidang elektro telah merambah hingga ke dunia
kedokteran. Penggunaan aplikasi teknologi elektro telah membuat dunia
kedokteran berkembang pesat. Berbagai permasalahan di dunia kedokteran yang
semula sulit untuk diselesaikan akhirnya mampu untuk diatasi. Salah satu
diantaranya adalah permasalahan dalam bidang pembedahan. Dalam pembedahan
konvensional, setelah kulit pasien dibedah, maka pada kulit pasien tersebut terjadi
pendarahan dengan proses pembekuan darah yang lambat. Akibatnya akan
fatal, jika proses pembekuan darah terlalu lambat maka proses pendarahan akan
berlanjut dan bisa mengakibatkan pasien kehilangan darah d e n g a n jumlah
b e s a r . P r o s e s p e m b e k u a n d a r a h y a n g l a m b a t p a d a m e t o d e konvensional
diakibatkan karena pisau pembedah hanya berfungsi sebagai pemotong lapisan kulit tapi
tidak bisa mempercepat proses pembekuan darah. Saat ini, ditemukan teknologi
Electrosurgical Unit (ESU).

Electrosurgical Unit (ESU) merupakan sebuah alat bedah yang dalam kerjanya
menggunakan arus listrik dengan frekuensi tinggi, dimana arus listrik ini dialirkan melalui
suatu jaringan. Penggunaan arus listrik berfrekuensi tinggi ini (diatas 300 KHz )juga berguna
untuk memaksimalkan efek panas (termal) serta untuk mencegah terjadinya efek faradik dan
efek ekrolitik. Pemberian arus listrik frekuensi tinggi pada tepi pisau pembedah
membuat proses pembekuan darah pada jaringan yang terpotong men jadi lebih
cepat dibanding metode konvensional. Akibatnya, resiko pasien kehilangan banyak
darah semakin k e c i l . P a d a m a k a l a h i n i , a k a n d i b a h a s l e b i h j a u h
m e n g e n a i a p l i k a s i d a r i Electrosurgical Unit (ESU).
A. Rumusan Masalah
1. Bagaimana prinsip kerja Electrosurgical Unit (ESU)?
2. Petunjuk penggunaan Electrosurgical Unit (ESU)?

B. Tujuan
1. Mengetahui prinsip kerja melalui blog diagram.
2. Mampu menganalisa masalah jika terjadi trouble shooting.
3. Mengerti dan memahami cara perawatan dan perbaikan

C. Manfaat
1. Untuk menambah ilmu pengetahuan mahasiswa mengenai Electrosurgical Unit
(ESU).
BAB II

PEMBAHASAN

 PENGERTIAN ESU (Electrosurgical Unit)

Elektrosurgery Unit (ESU) adalah suatu alat bedah dengan memanfaatkan arus
listrik frekwensi tinggi.Prinsip yang paling mendasar dari suatu ESU adalah mengalirkan arus
listrik melalui suatu jaringan.Pada penggunaan Elektrosurgery Unit,digunakan arus listrik
yang besar dengan frekwensi tinggi yang berguna untuk memaksimalkan efek panas (termal)
dan meredam terjadinya efek faradik dan efek ekrolitik, oleh karena itu dipergunakan
frekwensi diatas 300 KHz.Penggunaan arus listrik didalam pembedahan untuk mengurangi
pendarahan.Namun kerugiannya akan mengakibatkan terjadinya luka bakar , dan
memungkinkan sel-sel jaringan disekitarnya mati. Arus frekwensi tinggi yang dihasilkan oleh
rangkaian akan terjadi pada saat tombol elektroda aktif atau foot switch ditekan, sehingga
arus listrik frekwensi tinggi mengalir dari elektroda aktif kejaringan tubuh dan tersalur
menuju elektroda netral. Salah satu alat penunjang alat kesehatan adalah ESU (electro
surgery unit), yang digunakan pada saat tindakan pembedahan. Pada zaman dulu,
pembedahan dilakukan dengan cara biasa, yaitu dengan pisau bedah. Pembedahan
konvensional ini terkadang menyebabkan pasien banyak mengeluarkan darah. Dengan
menggunakan ESU, pendarahan yang terjadi pada saat tindakan pembedahan dapat
diminimalisir, karena pembuluh darah yang tebuka disekitar luka dapat langsung menutup.
Pada umumnya, pesawat electrosurgery unit bisa menghasilkan berbagai bentuk gelombang
listrik. Perubahan dari bentuk gelombang tersebut akan menghasilkan efek yang berbeda
terhadap jaringan. Penggunaan suatu bentuk gelombang yang kontinyu menyebabkan
terjadinya penguapan atau pemotongan jaringan. Bentuk gelombang kontinyu menyebabkan
terjadinya pemanasan yang sangat cepat.

1. PRINSIP KERJA ESU (Electrosurgical Unit)

Salah satu alat penunjang alat kesehatan adalah ESU (electro surgery unit), yang digunakan
pada saat tindakan pembedahan. Pada zaman dulu, pembedahan dilakukan dengan cara biasa,
yaitu dengan pisau bedah. Pembedahan konvensional ini terkadang menyebabkan pasien
banyak mengeluarkan darah. Dengan menggunakan ESU, pendarahan yang terjadi pada saat
tindakan pembedahan dapat diminimalisir, karena pembuluh darah yang tebuka disekitar luka
dapat langsung menutup.

Alat ini memiliki prinsip kerja merusak jaringan tubuh tertentu dengan memanaskan
jaringan tersebut. Panas didapat dengan cara pemusatan arus listrik frekuensi tinggi pada
jaringan tubuh tertentu dengan menggunakan elektroda sebagai medianya. Adapun jangkauan
frekuensi yang biasa dipakai berkisar antara 500 kHz sampai dengan 2,5 MHz.

Pengoperasian ESU dibagi menjadi 2 (dua) mode, yaitu bipolar dan monopolar. Mode
bipolar biasa digunakan pada bedah minor untuk proses koagulasi (pembekuan). Sebuah
elektroda berbentuk pinset digunakan untuk menjepit jaringan yang tidak diinginkan,
kemudian arus listrik frekuensi tinggi mengalir dari ujung elektroda melewati jaringan tadi
kemudian menuju ujung elektroda yang lain. Pada mode monopolar digunakan dua elektroda
terpisah, yaitu elektroda aktif dan elektroda pasif/ netral dengan permukaan yang lebih luas
yang ditempatkan dekat dengan lokasi yang akan dibedah. Arus listrik akan terpusat pada
elektroda aktif dan elektroda netral didesain untuk mendistribusikan arus listrik dengan
tujuan mencegah kerusakan jaringan. Mode monopolar lazimnya digunakan pada bedah
mayor dengan metode pemotongan/ cutting. Oleh karena itu, mode bipolar lebih banyak
digunakan untuk melakukan pembedahan minor.
Pada umumnya, pesawat electrosurgery unit bisa menghasilkan berbagai bentuk
gelombang listrik. Perubahan dari bentuk gelombang tersebut akan menghasilkan efek yang
berbeda terhadap jaringan. Penggunaan suatu bentuk gelombang yang kontinyu menyebabkan
terjadinya penguapan atau pemotongan jaringan. Bentuk gelombang kontinyu menyebabkan
terjadinya pemanasan yang sangat cepat.

Dalam penggunaan pesawat ESU terdapat beberapa efek yang dapat mempengaruhi jarin -
jaringan biologis pada tubuh yang diakibatkan karena frekuensi tinggi. Dampak yang
ditimbulkan dari frekuensi tinggi itu antara lain :

1) Efek Thermal

Efek Thermal yaitu terjadinya panas pada jaringan tubuh yang disebabkan oleh aliran
frekuensi tinggi yang masuk ke dalam tubuh.

2) Efek Faradik

Efek Faradik ini dapat timbul karena bila suatu otot pada tubuh diberikan arus dengan
frekuensi tertentu maka secara refleks otot akan bergerak akibat rangsangan yang
diterimanya. Untuk menghindari terjadinya efek faradik itu maka frekuensi yang digunakan
sekurang-kurangnya 300KHz,

3) Efek Elektrolitik

Efek Elektrolitik adalah efek yang ditimbulkan karena mengalirnya arus listrik di dalam
jaringan biologis sehingga mengakibatkan terjadinya pergerakan ion-ion dalam tubuh.
2. PETUNJUK PENGGUNAAN ESU (Electrosurgical Unit) SOP
(STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL)

A. PERSYARATAN

1. SDM (Sumber daya manusia) terlatih dan siap.


2. Ruangan steril.
3. Catu daya sesuai dengan kebutuhan alat.
4. Alat layak pakai dan steril.
5. Kotak kontak dilengkapi dengan hubungan pembumian.
6. Aksesoris lengkap dan baik.

B. PERSIAPAN

1. Buka penutup debu (dust cover).


2. Tempatkan alat pada ruang tindakan.
3. Siapkan aksesoris.
4. Siapkan kabel – kabel elektroda.
5. Periksa hubungan alat ke terminal pembumian.

C. PEMANASAN

1. Hubungkan alat dengan catu daya.


2. Hidupkan alat dengan menekan/memutar tombol On/Off ke posisi On.
3. Lakukan pemanasan secukupnya.

D. PELAKSANAAN

1. Atur selector untuk pemilihan mode (monopolar cut, monopolar coag, bipolar).
2. Cek alarm dan pengaktifan pensaklaran untuk handswitch dan footswitch.
3. Atur energi/power sesuai kebutuhan untuk tindakan yang akan dilakukan.
4. Lakukan tindakan.
E. PENGEMASAN / PENYIMPANAN

1. Kembalikan selector ke posisi minimum.


2. Matikan alat dengan menekan/memutar tombol On/Off ke posisi Off.
3. Lepaskan hubungan alat dari catu daya.
4. Lepaskan kabel elektrode (active, netral, footswitch) dari alat.
5. Lepaskan hubungan alat dari terminal pembumian.
6. Bersihkan alat dan aksesoris.
7. Tempatkan aksesoris pada tempatnya.
8. Pasang penutup debu (dust cover).
9. Kembalikan alat pada tempatnya.

F. TROUBLE SHOOTING DAN PERBAIKAN

1. Alat tidak menyala


a. cek kabel power pastikan sudah terhubung dengan jala-jala PLN
b. cek fuse , jika putus ganti yang baru.
2. Elektroda tidak mengeluarkan HF
a. cek elektrodanya, jika rusak ganti yang baru
b. cek modul pembangkit HF, jika rusak ganti modul tersebut.

3. Arus bocor pada elektroda


a. cek elektroda pada alat jika sudah tidak layak pakai segera diganti
b. pastikkan elektroda pasif/ground terpasang

Trouble Shooting ESU YG KEDUA

a. Pada alat ESU merk A kondisi alat masih bagus namun tidak bisa digunakan
untukcutting? Hanya lampu power yang hidup.

Cara Perbaikan

A. Lakukan pengecekan pada kabel power dan diukur menggunakan multitester,


untukmemastikan kabel terhubung.
B. Pasang acesoris, sebelum elektroda dipasang, buzzer akan berbunyi. Setelah
dipasangternyata cutting relay tidak berfungsi.
C. Analisa menggunakan bantuan wiring diagram, pemeriksaan dilakukan
padarangkaian buzzer, tegangan pada trafo,dan setelah dicek semua berfungsi
dengannormal.
D. Selanjutnya yang dicek adalah bagian fuse, ternyata tidak ada tegangan yang
masukke dalam fuse, hal ini menandakan fuse putus dan perlu diganti. Setelah
fuse diganti,alan dicoba dan hasilnya alarm dan relay dapat berfungsi tapi
masih mengalamimasalah karena masih tidak bisa untuk cutting.
E. Alat dalam kondisi yang belum bisa digunkan untuk cutting, selanjutnya
periksarangkaian osilator. Rangkaian osilator berfungsi sebagai penghasil
frekuensi. Ada 10titik pengukuran (MP1-MP10) dalam manual book. Pada
titik pengukuran ini masing-masing titik akan diamati melalui osciloskop,
namun sebelum digunakan osciloskopdikalibrasi terlebih dahulu.
F. Pada Titik pengukuran yang pertama (MP1) sambungkan probe positif pada
MP1 dannegatif pada ground, sesuaikan tegangan dan refrensi dengan manual
book, yaitu berbentuk gelombang kotak dengan tegangan 5,5,V dan frekuensi
700kHz bila belumsesuai atur lebar dan tinggi gelombang pada osiloskop. Dan
setelah dilakukan pengecekan di MP1 ternyata tidak ada masalah.
G. Selanjutnya pengecekan dilakukan di bagian MP2, di pengukuran ini saat
coagulasi jarak puncak ke puncak ( pic to pic) lebih lebar dibandingkan saat
melakukan cuttingdan dalam bentuk gelombang sinus dan selanjutanya
lakukan pengecekan hinggaMP10 dan ternyata seletah sampai di pengukuran
di MP5, output tidak sesuai denganhasil pada manual book, pada MP5
mengalami masalah karena tidak ada intensitas /
H. tidak muncul frekuensi tinggi dan di rangkaian MP5 terdapat potensio, untuk
selanjutnya gunakan potensio tersebut untuk mengatur frekuensi yang
diharapkan.
BLOK DIAGRAM UMUM

 PRINSIP KERJA BLOK DIAGRAM

supply mendapat inputan dari jala – jala PLN, kemudian power supply akan
memberikan tegangan kesemua rangkaian, pada rangkaian osilator sebagai
pembangkit frekwensi dan akan diatur penggunaannya oleh rangkaian kontrol yang
kemudian akan masuk ke rangkaian modulator untuk dimodulasikan dan akan
dikuatkan oleh pre amp dan kemudian dikuatkan lagi oleh rangkaian power amp yang
akan menghasilkan frekwensi tinggi dan akan dikeluarkan melalui patient plate
(elektroda pasif). Sedangkan untuk arus dari supply yang masuk ke HF generator akan
diisolasikan, sehingga mengahasilkan frekwensi tinggi dengan pulsa yang berbeda
untuk cutting, berbentuk sinus yang terendam. Setelah itu rangkaian akan
mengendalikan dalam penggunaannya, bentuk dapat dipilih sesuai kebutuhan baik
untuk cutting maupun untuk coagulasi. Output dari HF generator akan dikeluarkan
melalui elektroda aktif.
WIRING DIAGRAM ESU

 GAMBAR BAGIAN DARI ESU


Gambar 1. Bagian Depan ESU

Gambar 2. Bagian Belakang ESU


Gambar 3. Electroda Handswitch ESU

Gambar 4. Footswitch ESU

Gambar 5. Macam – macam Electroda ESU


BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Hal utama yang harus dilakukan ketika trouble shooting adalah analisa step bystep
dari bagian yang paling utama (luar) seperti catu daya yang masuk, fuse dansebagainya, jika
masih mengalami masalah dapat dicek menuju bagian dalam(komponen). Dalam ESU
praktikum kemarin didapatkan membutuhkan pengecekantitik pengukuran sesuai manual
book. Masalah yang ditemukan saat praktikumkemarin adalah pada fuse yang mati dan MP5.
Pada MP5 tidak muncul frekuensitinggi.

SARAN

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan
dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan
judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca yang dapat memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di
kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada
khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA

http://gonedash.blogspot.co.id/2012/02/electro-surgery-unit-esu-1.html

http://djokosoeprijanto.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-elektro-surgery-unit-esu.html

http://www.wikipedia.org/ESU.html

http://mohamadsofie.blogspot.com/2014/08/electro-surgery-unit-esu.html