Anda di halaman 1dari 23

EKSTRAKSI METODE

PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Indonesia telah dikenal akan kekayaan alamnya yang luar biasa.

Pengobatan herba adalah ramuan turun-temurun dari leluhurnya agar

dipertahankan dan dikembangkan. Bahan bahan herba sendiri diambil dari

tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia baik itu dari akar, daun, buah,

bunga, maupun kulitkaya.

Hampir semua bahan alami yang ada di Indonesia dapat

dimanfaatkan untuk pengobatan herbal selain itu banyak obat dan

pengobatan tradisional juga dengan memanfaatkan minyak atsiri. Pada

mulanya istilah “minyakatsiri” adalah istilah yang digunakan untuk

minyak yang bersifat mudah menguap, yang terdiri dari campuran zat yang

mudah menguap, dengan komposisi dan titik didih yang berbeda-beda.

Minyakatsiri yang mudah menguap terdapat di dalam kelenjar

minyak yang harus dibebaskan sebelum disuling yaitu dengan

merajang/memotong jaringan tanaman dan membuka kelenjar minyak

sebanyak mungkin, sehingga minyak dapat dengan mudah diuapkan

(Suryaningrum, 2009).

Dalam industri kimia unit reaksi dan pemisahan merupakan 2 hal

yang penting. Kedua unit tersebut berperan dalam penentuan kapasitas

pabrik sebagai penghasil produk yang memenuhi spesifikasi produk.

Dalam melakukan pemisahan pada bahan yang mudah menguap digunakan

metode destilasi.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 1


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

Destilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan

kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap

(volatilitas) bahan atau didefinisikan juga teknik pemisahan kimia yang

berdasarkan perbedaan titik didih.Dalam penyulingan, campuran zat

dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali

ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan

menguap lebih dulu. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia

jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori

bahwa pada suatu larutan, masing – masingkomponen akan menguap pada

titik didihnya. Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan

Hukum Dalton (Sarifudin, 2010).

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 2


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 3


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

B. Maksud dan Tujuan

1. Maksud Percobaan

a. Mahasiswa dapat mengetahui cara ekstraksi dengan metode destilasi

b. Mahasiswa dapat mengetahui %K dan %C dari kulit nangka dan

kulit semangka.

2. Tujuan Percobaan

a. Untuk mengetahui prinsip kerja dari ekstraksi metode destilasi

b. Untuk mengetahui %K dan %C dari kulit nangka dan kulit

semangka.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 4


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Destilasi

1. Definisi

Destilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan

bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan

menguap (volatilitas) bahan atau didefinisikan juga teknik pemisahan

kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih.Dalam penyulingan,

campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian

didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik

didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini merupakan

termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan

proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing –

masingkomponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal

distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton (Sarifudin,

2010).

2. Prinsip Kerja

prinsip dasar destilasi uap adalah mendestilasi campuran senyawa

dibawah titik didih dari masing-masing senyawa campurannya. Selain

itu destilasi uap dapat digunakan untuk campuran yang tidak larut

dalam air disemua temperatur, tapi dapat didestilasi dengan air. Uap air

yang dialirkan kedalam labu yang berisi senyawa yang akan

dimurnikan, dimaksudkan untuk menurunkan titik didih senyawa

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 5


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

tersebut, karen titik didih suatu campuran lebih rendah dari pada titik

didih dari komponen-komponennya (Saprudin, 2013)

3. Jenis-Jenis

Menurut Jenis-jenis destilasi adalah sebagai berikut :

a. Destilasi Sederhana

Pada destilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah

perbedaan titik didih yang jauh atau dengan salah satu komponen

bersifat volatil. Jika campuran dipanaskan maka komponen yang

titik didihnya yang lebih rendah akan mmenguap lebih dulu. Selain

perbedaan titik didih, juga perbedaan kevolatilan, yaitu

kecenderungan sebuah subtansi untuk menjadi gas. Destili ni

dilakukan pada tekanan atmosfer. Apikasi destilasi sederhana

digunakan untuk memisahkan campuran air dan alkohol (Anonim,

2012)

b. Destilasi Fraksinasi

Fungsi destilasi fraksinasi adalah memisahkan komponen-

komponen cair, dua atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan

perbedaan titik didihnya. Destilasi ini juga dapat digunakan untuk

campuran perbedaan titik didih kurang dari 20o C dan bekerja pada

tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah. Aplikasi dari

destilasi jenis ini digunakan pada industri minyak mentah, untuk

memisahkan komponen-komponen dalam minyak mentah.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 6


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

Perbedaan destilasi fraksinasi dan destilasi sederhana adalah

adanya kolom fraksinasi. Dikolom ini terjadi pemanasan secara

bertahap dengan suhu yang berbeda-beda pada setiap platnya.

Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian

destilat yang lebih dari plat-plat dibawahnya. Semakin ke atas,

semakin tadak volatil cairannya (Gusti,2013)

c. Destilasi Uap

Destilasi uap digunakan pada campuran senyawa-senyawa

yang memiliki titik didih mencapai 200o C atau lebih. Destilasi uap

dapat menguapkan senyawa-senyawa ini dengan suhu mendekati

100o C dalam tekanan atmosfer dengan menggunakan uap atau air

mendidih. Sifat yang fundamental dari destilasi uap adalah dapat

mendestilasi campuran senyawa di bawah titik didih dari masing-

masing senyawa campurannya. Selain itu destilasi uap dapat

digunakan untuk campuran yang tidak larut dalam air di semua

temperatur, tapi dapat didestilasi dengan air. Aplikasi dari destilasi

uap adalah untuk mengekstrak beberapa produk alam seperti

minyak eucalyptus dari daun eucalyptus, minyak sitrus dari lemon

atau jeruk, dan untuk dekstraksi minyak parfum dari tumbuhan.

Campuran dipanaskan melalui uap air yang dialirkan kedalam

campuran dan mungkin ditambah juga dengan pemanasan. Uap dari

campuran akan naik keatas menuju ke kondensor dan akhirnya

masuk ke labu destilat

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 7


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

d. Destilasi Vakum

Destilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa yang ingin

didestilasi tidak stabil, dengan pengertian dapat terdekomposisi

sebelum atau mendekati titik didihnya, atau campuran yang

memiliki titik didih diatas 150o C. Metode destilasi ini tidak dapat

digunakan pada pelarut dengan titik didh yang rendah jika

kondensornya menggunakan air dingin, karena komponen yang

menguap tidak dapat dikondensasi oleh air. Untuk mengurangi

tekanan digunaan pompa vakum atau aspirator. Aspirator berfungsi

sebagai penurun tekanan pada sistem destilasi ini (Agus, 2012).

4. Keuntungan dan Kerugian

a. Keuntungan (Sumitra, 2010)

1) Membutuhkan sedikit air dalam penyulingan

2) Alatnya sederhana

3) Menghasilkan minyak atsiri dalam jumlah yang cukup banyak

Sehingga efisien dalam penggunaan

b. Kerugian (Sumitra, 2010)

1) Metode ini tidak cocok untuk minyak atsiri yang rusak oleh

panas uap air

2) Membutuhkan waktu destilasi yang lebih panjang untuk hasil

yang lebih banyak

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 8


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

B. Tinjauan Umum Sampel

1. Buah Manggis

a) Klasifikasi

Adapun klasifikasi sereh merah menurut Santoso, 2007

Regnum : Plantae

Divisi : Tracheobiota

Kelas : Monocotyledone

Ordo : Poales

Family : Graminae/Poaceae

Genus : Cymbopagon

Spesies : Cymbopagon nardius (L). Rendle

b) Morfologi

Sereh wangi (Cymbopogon winterianus Jowitt)merupakan

tanaman berupa rumput-rumputan tegak, dan mempunyai akar yang

sangat dalam dan kuat, batangnya tegak, membentuk rumpun.

Tanaman ini dapat tumbuh hingga tinggi 1 sampai 1,5 meter.

Daunnya merupakan daun tunggal, lengkap dan pelepah daunnya

silindris, gundul seringkali bagian permukaan dalam berwarna

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 9


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

merah, ujung berlidah, dengan panjang hingga 70-80 cm dan lebar 2-

5 cm (Segawa, 2007).

c) Kandungan Kimia

Mengandung 0,4 % minyak atsiri dengan komponen yang

terdiri dari sitral, sitronelol (66-85 %), sitronela, dan garniol dan

serai juga mengandung euganol-metil, eter, dan limonene (Agusta,

2002)

d) Khasiat Penggunaan

Sereh wangi memiliki khasiat sebagai obat sinusitis atau

gangguan pernafasan.Ekstrak minyak atsiri dapat digunakan sebagai

obat gosok. Batang umbi sereh dapat direbus dalam air hangat dan

digunakan sebagai wewangian pada bak air mandi, manfaatnya

untuk menyegarkan tubuh serta merelaksasikan otot yang tegang.

Minyak yang dihasilkan dari ekstrak sereh wangidapat digunakan

untuk mengusir nyamuk dan melindungi dari gigitan nyamuk.

Serehwangi (Cymbopogon winterianus Jowitt) sebagai tanaman obat

tradisional, akarnya berkhasiat sebagai peluruhair seni, peluruh

keringat, peluruh dahak (obat batuk), obat kumur,dan penghangat

badan. Daunnya sebagai obat masuk angin, penambahnafsu makan,

pengobatan pasca melahirkan, penurun panas dan peredakejang

(Wibisono, 2011).

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 10


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

2. Buah Semangka

a) Klasifikasi

Adapun klasifikasi tumbuhan salam menurut van Steenis, 2003

sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Superdivisi : Spermatophyta

Class : Dicotyledoneae

Order : Myrtales

Family : Myrtaceae

Genus : Syzygium

Species : Syzygium polyanthum (Wight.) Walp

b) Morfologi

Tumbuhan salam tumbuh di ketinggian 5 m sampai 1.000 m

di atas permukaan laut. Pohon salam dapat tumbuh di dataran

rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.800 m (Dalimarta,

2000). Tumbuhan salam termasuk dalam tumbuhan menahun atau

tumbuhan keras karena dapat mencapai umur bertahun-tahun

(Sumono dan Wulan, 2009; Fahrurozy, 2012).

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 11


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

Daun salam memiliki bentuk daun yang lonjong sampai elip

atau bundar telur sungsang dengan pangkal lancip, sedangkan

ujungnya lancip sampai tumpul dengan panjang 50 mm sampai 150

mm, lebar 35 mm sampai 65 mm, dan terdapat 6 sampai 10 urat

daun lateral. Panjang tangkai daun 5 mm sampai 12 mm (Dit Jen

POM, 1980). Daun salam merupakan daun tunggal yang letaknya

berhadapan. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau muda

dan jika diremas berbau harum (Dalimartha, 2000).

c) Kandungan Kimia

Daun salam mengandung minyak atsiri (sitral, eugenol),

tanin, dan flavonoid (Dalimartha, 2000; Sumono dan Wulan,

2009). Senyawa flavonoid dapat menghambat transportasi asam

amino leusin dan bersifat toksisitas terhadap serangga (BBPPTP

Ambon, 2013). Salah satu golongan flavonoid yaitu rotenon,

mempunyai efek mematikan pada serangga (Utami, dkk., 2010).

d) Khasiat

Berkhasiat untuk menurunkan dislipedemia (Hardhani, 2008),

Menurunkan kadar LDL, menurunkan kadar asam urat (Muhtadi

dkk, 2010),

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 12


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

BAB III
METODE PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan

1. Alat Yang Digunakan

a. Alat destilasi

b. Batang pengaduk

c. Botol

d. Corong gelas

e. Ember

f. Gelas kimia 250 mL dan 500 mL

g. Gelas ukur 100 mL

h. Heating mantel

i. Kain flanel

j. Klem sttif

k. Pisau

l. Telenan

m. Termometer

n. Timbangan digital

2. Bahan Yang Digunakan

a. Aquadest

b. Sereh merah

c. Daun salam

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 13


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

B. Cara Kerja

1. Disiapkan alat yang akan digunakan.

2. Dicuci daun sereh/ daun salam

3. Dirajang dan ditimbang sampel, kemudian dimasukkan kedalam labu

alas bulat yang telah berisi batu didih

4. Diletakkan labu alas bulat pada heating mantel kemudian dihubungkan

labu alas bulat dengan kondensor (alat destilasi)

5. Dikuatkan kondensor dengan klem dan statif, dialirkan air dan

dinyalakan heating mantel pada suhu 8 saat suhu termometer mencapai

100ºC suhu heating mantel diturunkan ke 4

6. Dibiarkan sampel pada labu alas bulat mendidih hingga minyak atsiri

menguap menuju pada erlenmeyer

7. Dimasukkan minyak menguap yang bercampur air kedalam corong

pisah untuk mengambil minyak atsiri

8. Dimasukkan minyak atsiri dalam wadah

9. Dihitung % Kadar senyawa metabolik yang terekstrak dan % Cairan

penyari.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 14


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

BAB IV
DATA PENGAMATAN

A. Tabel Pengamatan

Volume (mL) Berat


Berat
No. Sampel Cairan Ekstrak Ekstrak Residu
Sampel (g)
Penyari Cairan Kental (g)
Sereh 64,47
1. 58,03 gram 250 mL 200 mL -
Merah gram
Daun 84,83
2. 64,42 gram 100 mL 110 mL -
Salam gram

B. Perhitungan

1. Sereh Merah

a. % Kadar senyawa metabolit yang terekstrak

𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑒𝑘𝑠𝑡𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖


%K = 𝑥 100%
𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑒𝑘𝑠𝑡𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖

58,03 𝑔𝑟𝑎𝑚
= 𝑥 100%
64,47 𝑔𝑟𝑎𝑚

= 84,75 %

b. % Cairan penyari

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑒𝑘𝑠𝑡𝑟𝑎𝑘 𝑐𝑎𝑖𝑟


%C = 𝑥 100%
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑐𝑎𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑟𝑖

200 𝑚𝐿
= 𝑥 100%
250 𝑚𝐿

= 80 %

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 15


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

2. Daun Salam

a. % Kadar senyawa metabolit yang terekstrak

𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑒𝑘𝑠𝑡𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖


%K = 𝑥 100%
𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑒𝑘𝑠𝑡𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖

64,42 𝑔𝑟𝑎𝑚
= 𝑥 100%
84, 83 𝑔𝑟𝑎𝑚

= 75, 94 %

b. % Cairan penyari

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑒𝑘𝑠𝑡𝑟𝑎𝑘 𝑐𝑎𝑖𝑟


%C = 𝑥 100%
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑐𝑎𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑟𝑖

110 𝑚𝐿
= 𝑥 100%
100 𝑚𝐿

= 90,90 %

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 16


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

BAB V
PEMBAHASAN

Destilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia

berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan

atau didefinisikan juga teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan

titik didih.

Sampel yang digunakan pada praktikum destilasi ini yaitu sereh merah

dan daun salam. Pemanenan sampel dilakukan pada pagi hari untuk

menghindari penguapan minyak atsiri. Sebelum dilakukan proses selanjutnya

diperlukan perlakuan pendahuluan meliputi sortasi, pencucian, penirisan,

perajangan.

Pengambilan minyak atsiri dilakukan dengan metode destilasi yaitu

dengan prinsip yaitu menggunakan uap air untuk menyari simplisia dengan

pemanasan, uap tersebut menguap kembali bersaa minyak menguap dan

dikondensasikan oleh kondensor sehingga terbentuk molekul-molekul cairan

dan air yang menetes dalam penampung erlenmeyer sehingga terdapat cairan

minyak dan air. Kemudian dimasukkan kedalam corong pisah untuk

memisahkan minyak dan air.

Sehingga diperoleh nilai %K sereh merah yaitu 84,75 %, dan %K daun

salam 75,94 % sedangkan nilai %C sereh merah yaitu 80 % dan nilai %C daun

salam yaitu 90,90%. Hasil dari pemisahan sereh merah yaitu 1 mL dan daun

salam yaitu mL.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 17


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan

bahwa :

1. Sampel dimasukkan kedalam labu alas bulat yang telah berisi batu

didih, kemudian diletakkan labu alas bulat diatas heating mantel dan

dihubungkan dengan kondensor atau alat destilasi. Dibiarkan sampel

pada labu alasbulat mendidih hingga minyak atsiri menguap menuju

pada erlenmeyer. Dimasukkan minyak menguap yang telah bercampur

dengan air kedalam corong pisah untuk memisahkan minyak dan air

tersebut.

2. Diperoleh nilai %K sereh merah yaitu 84,75 %, dan %K daun salam

75,94 % sedangkan nilai %C sereh merah yaitu 80 % dan nilai %C

daun salam yaitu 90,90%

B. Saran

Diharapkan dalam melakukan praktikum mahasiswa

memperhatikan cara kerja dan untuk Dosen/Assisten agar mengarhkan

mahasiswa untuk menghindari kesalah yang dapat terjadi dalam

praktikum.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 18


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Azwar. 2010. Tanaman Obat Indonesia Jilid 3. Salemba Medika :


Jakarta.

Anonim. 1986. Sediaan Galenik. Depkes RI : Jakarta.

Anonim. 2005. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Diabetes Melitus.


Depkes RI : Jakarta.

Ansel, H. C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Edisi IV. UI Press :


Jakarta.

Basur, A. dan Syukri. 2008. Agroteknologi Tanman Buah-buahan. USU


Press : Medan.

Dalimarta, S. 2003. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid II. Trubus


Agriwijya : Jakarta.

Depkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2001. Menuju Indonesia Seha.


Depkes RI : Jakarta.

Hasyim, A. dan Iswari, K. 2012. Manggis Kaya Antioksidan. Pusat Penelitian


dan pengembangan Tanaman Pangan.

Herlina, Widyaningrum. 2011. Kitab Tanman Obat Nusantar Disertai Indeks


Pengobatan. Media Press : Yogyakarta.

Hutapea, J. R., 1994. Inventaris Tanaman Obat Indonesia. Depkes RI : J


akarta.

Kartika, Aindrawati, Dewi, Rahayu. 2014. Pengaruh Penyuluhan Gizi


Terhadap Sikap Pola Asuh Gizi Orang Tua, Anak Usia Dini (AUD) E-
Journal Boga. Universitas Negeri Surabaya : Surabaya.

Rukmana, R. 1994. Bertanam Petsai dan Sawi. Kanisius : Yogyakarta.

Tjitrosoepomo. 1994. Taksonomi Tumbuhan Obat-obatan. UGM Press :


Yogyakarta.

Wijayakusuma, H. 1994. Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia. Prestasi


Intan : Jakarta.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 19


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

LAMPIRAN

1. Sampel

a. Sereh merah

b. Daun salam

2. Penimbangan sampel

a. Sereh merah

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 20


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

b. Daun salam

3. Proses ekstraksi

a. Sereh merah

b. Daun salam

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 21


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

4. Proses pemisahan

a. Sereh merah

b. Daun salam

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 22


EKSTRAKSI METODE
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-II DESTILASI

5. Hasil ekstraksi

a. Sereh merah

b. Daun salam

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA 23

Anda mungkin juga menyukai