Anda di halaman 1dari 3

Bising adalah hal yang tidak disukai, tidak dibutuhkan, dan seringkali suara merusak

yang tidak memberikan informasi apa pun dengan intensitas yang kuat bervariasi pada waktu
yang acak. Suara bising tidak disukai orang yang mendengarkan dan memenuhi suara yang
ingin didengarkan.

Suara adalah bentuk energy yang paling dikenal. Suara diproduksi melalui getaran
suatu benda yang menyebabkan gelombang terkompresi dan merenggang. Walaupun
gelombang suara paling baik disalurkan melalui udara, gelombang suara juga dapat disalurkan
melalui zat padat, zat cair, dan zat gas. Gelombang suara menjadi semakin lemah saat
bergerak menjadi sumber. Saat gelombang ini mecapai telinga, ia akan menimbulkan sensasi
pendengaran. Gelombang suara memiliki berbagai cirri meliputi frekuensi, amplitude, panjang
gelombang, dan intensitas.

Frekuensi

Frekuesi adalah jumlah gelombang per satuan waktu. Frekuensi dinyatakan dalam
siklus per detik (Hertz, Hz) dengan satuan 1 Hz = 1 siklus per detik.

Amplitude

Amplitude suara adalah besarnya jarak gelombang dari titik tengah ke puncak atau
lembah.

Panjang gelombang

Panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak atau dua lembah gelombang
suara. Panjang gelombang terbalik dengan frekuensi.

Intensitas

Intensitas adalah ukuran tingkat suara. Intensitas berbanding lurus dengan kuadrat
amplitude gelombang suara dalam lapangan bebas.
Intensitas mengikuti hukum kuadrat terbalik, berbanding terbalik dengan kuadrat
jarak, misalnya penambahan jarak sebesar dua kali lipat akan mengurangi intensitas sebesar
seperempatnya. Tingkat tekanan suara (sound pressure level, SPL) sebesar 0 dB secara umum
dianggap sebagai tingkat minimal yang masih dapat dideteksi. Tingkat tekanan suara paling
tinggi yang masih bisa ditoleransi adalah di atas 10 juta kali tingkat tekanan suara yang paling
sedikit masih dapat dideteksi. Skala logaritme digunakan untuk menjelaskan rasio dua
intensitas karena jaral angka yan sangat lebar ini sulit diatasi. Satuan Bel digunakan untuk
menjelaskan rasio intensitas tersebut. Satu decibel adalah sepersepuluh satu bel. Satuan ini
adalah perbedaan intensitas minimum yan masih dapat dirasakan. Intensitas suara yang
meningkat sebesar dua kali lipat menyebabkan perubahan tingkat intensitas sebesar 3 dB.
Decibel adalah satuan ukuran yang relative dan secara aritmetika tidak bisa ditambahkan atau
dikurangi.

Jenis kebisingan

Suara dapat diklasifikasikan sebagai gelombang infrasonic (0-20 Hz), gelombang percakapan
(20-16.000 Hz) dan gelombang ultrasonic (di atas 16.000 Hz). Bising pada frekuensi antara 31,5
Hz sampai 8.000 Hz terutama penting karena efeknya terhadap pendengaran. Bising pada
frekuensi antara 300-3.000 Hz mengganggu percakapan harian.

Umumnya, terdapat 4 jenis bising; terus-menerus atau stabil, berfluktuasi, terputus-putus, dan
bising impuls. Bising yang terus-menerus atau stabil adalah suara yang memiliki mutu dan
intensitas konstan dalam jangka waktu tertentu. Variasi bising yang terjadi biasanya kurang
dari 3 dB. Contoh sumber bising yang stabil meliputi generator listrik, mesin cetak, dan mesin
pemintal. Bising yang berfluktuasi adalah bising yang terjadi terus-menerus dengan intensitas
bising yang bervariasi lebih dari 3 dB.

Bising yang terputus-putus adalah bising dengan intensitas yang turun hingga tingkat batas
beberapa kali. Turunnya intensitas ini terjadi dalam jangka waktu satu detik atau lebih,
misalnya bising yang disebabkan gergaji kayu gelondongan. Bising impuls atau bising tubruk
adalah suara dengan perubahan intensitas mendadak setidaknya sebesar 40 dB. Bising ini
berjangka waktu pendek, umumnya kurang dari 0,5 detik. Contoh bising impuls meliputi suara
mesin pembuat lubang dan suara tembakan senjata.
Efek bising

Efek bising dapat berpengaruh terhadap pendengaran maupun pada organ selain
pendengaran. Bising dapat merupakan gangguan dalam pembicaraan pada 30-80 dBA. Bising
dapat menyebabkan hilangnya konduksi pendengaran bila membran timpani mengalami
perforasi atau dislokasi osikel akibat suara impuls yang keras dari ledakan. NIHL timbul akibat
pajanan yang diperpanjang pada 85-120 dBA. Efek terhadap seluruh tubuh dapat dilihat pada
intensitas bising yang lebih besar dari 130 dB. NIHL adalah masalah yang paling bermakna
yang dihadapi pegawai di tempat kerja dengan tingkat kebisingan yang tinggi. Efek bising yang
merusak bergantung pada intensitas kebisingan, jangka waktu pajanan, ciri frekuensi bising,
dan kerentanan individual.