Anda di halaman 1dari 25

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Ruang Lingkup STIK Famika Makassar

STIK Famika Makassar adalah salah satu kampus keperawatan

yang ada di Sulawesi Selatan yang tepatnya di Sungguminasa kab.

Gowa yang beralamat di jalan Matahari no. 5a letak kampus STIK

Famika Makassar sekitar kurang lebih 50 meter dari jalan poros

Malino.

Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Famika Makassar berdiri

pada tahun 2001. Sebelah barat kampus ini terdapat Polsek Somba

Opu dan Perpustakaan daerah Abdul Rasyid Daeng Lurang,

sebelah timur terdapat Rumah sakit umum daerah Syekh Yusuf

Kab. Gowa dan Perkuburan Islam, sebelah selatan terdapat pasar

sentral Sungguminasa Kab. Gowa dan sungai Je’neberang.

Kampus ini juga memililki ruangan lab serta ruangan tempat belajar

mengajar dan mushallah. Saat ini terdiri 23 orang dosen yang terdiri

dari 18 orang tenaga pengajar yang mengajar di pendidikan s1

maupun di profesi ners. Jumlah mahasiswa yang aktif untuk saat ini

adalah 440 orang yang terdiri dari 131 orang dari profesi ners dan

309 dari s1 keperawatan.

46
47

2. Visi dan Misi STIK Famika Makassar

a. Visi

Menjadi program studi ners yang unggul dalam

menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan

kompetensi unggulan bidang komunitas (Home Care), serta

menghasilkan tenaga keperawatan yang handal, terampil,

professional dan kompetitif berlandaskan moral pancasila,

wawasan nusantara dan etika keperawatan pada tahun 2025.

b. Misi

1) Melaksanakan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas

dan bermutu setingkat strata-1 (Ners. S.Kep dengan

kompetensi utama dalam bidang komunitas (Home Care).

2) Melaksanakan penelitian dan kegiatan ilmiah lainnya dalam

rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

keperawatan khususnya dalam bidang komunitas yang

berguna bagi kepentingan masyarakat.

3) Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat sesuai

tuntutan kebutuhan masyarakat dan berbasis penerapan

Home Care.

B. Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini akan memaparkan karakteristik informan,

berdasarkan wawancara mendalam dari 11 informan, yaitu 5 dari

mahasiswa profesi ners dan 6 dari dosen STIK Famika Makassar yang
48

mengacu pada tujuan khusus yang telah di tetapkan mengetahui

kesiapan STIK Famika Makassar terhadap Uji Kompetensi Ners

Indonesia, meliputi kesiapan, metode pembelajaran, sarana dan

prasarana dan try out.

Dari pengumpulan data yang dilakukan mulai tanggal 12 Juni –

10 Juli 2017, diperoleh informasi tentang kesiapan STIK Famika

Makassar dalam menghadapi uji kompetensi ners Indonesia.

1. Tabel Karakteristik Informan

N Kode Umur Jenis Alamat Ket Tanggal


O Informan (tahu kelamin dan
n) waktu
wawanc
ara

1 Tn. RR 23 Laki- Jl. Sira Ners Tanggal


juddin 15 Juni
Laki Pukul
Rani
10.00
WITA

2 Tn. W 39 Laki- Biring Dosen Tanggal


15 Juni
Laki Balang Pukul
Takalar 11.00
WITA

3 Ny. MG 24 Perem Jl. Mat Ners Tanggal


Ahari 15 Juni
Puan Pukul
13.00
WITA

4 Ny. N 26 Perem Pakkat Ners Tanggal


puan To 15 Juni
Pukul
49

15.00
WITA
5 Ny. SY 23 Perem Barom Ners Tanggal
bong 17 juni
Puan Pukul
13.00
WITA

6 Tn. IW 23 Laki- Pakkat Ners Tanggal


To 17 Juni
Laki Pukul
12.00
WITA

7 Tn. PH 35 Laki- BTN Dosen Tanggal


Nusa 04 Juli
Laki Tama Pukul
Runang 13.00
WITA

8 Tn. AA 26 Laki - Jl. Dosen Tanggal


Sahalon 10 Juli
Laki Pukul
11.00
WITA

9 Tn. RM 34 Laki- Jl. Dosen Tanggal


Mappao 14 Juli
Laki dang Pukul
13.00
WITA

11 Tn. FR 34 Laki- Jl. Mat Dosen Tanggal


18 Juli
Laki Ahari Pukul
14.00
WITA
50

11 Ny. YP 48 Perem Jl. Dosen Tanggal


Rappo 18 Juli
puan Pukul
Cini 15.00
WITA

2. Gambaran Umum Karakteristik Informan

Informan 1 :

Tn RR umur 23 tahun, jenis kelamin laki-laki tinggal di jalan

Sirajuddin Rani dan berasal dari Gowa. Telah melaksanakan

pendidikan S1 keperawatan di STIK Famika Makassar dan seorang

mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi bahkan pernah menjadi

ketua senat tahun 2015. Saat ini ia menjenjang pendidikan ners di

STIK Famika Makassar.

Informan 2 :

Tn W umur 39 tahun, jenis kelamin laki-laki, tinggal di Biring

balang takalar. Tn. W merupakan seorang sekretaris dari yayasan

fani mitra karya dan juga dosen mata kuliah ilmu teknologi

komunikasi dan kewirausahaan di kampus STIK Famika Makassar

yang berasal dari Jeneponto.

Informan 3 :

Ny MG umur 23 tahun, jenis kelamin perempuan, tinggal

jalan matahari. Sudah melaksanakan pendidikan S1 keperawatan

di STIK Famika Makassar dan sekarang masih menjenjang

pendidikan ners di STIK Famika Makassar dan salah satu


51

mahasiswa profesi ners yang beragama katolik. Saat melakukan

penelitian MG sementara ini tinggal di kost samping rumah sakit Siti

Fatimah.

Informan 4 :

Ny N umur 26 tahun, jenis kelamin, perempuan, tinggal

pakkatto. Telah melaksanakan pendidikan S1 Kep di Stikes Yapika

dan sekarang sedang melaksanakan pendidikan Ners di STIK

Famika Makassar.

Informan 5 :

Ny SY umur 23 tahun, jenis kelamin perempuan, dan asal

dari Sinjai Borong. Telah melaksanakan pendidikan S1 Kep di Stik

Famika Makassar dan sekarang masih menjenjang pendidikan ners

di Stik famika Makassar. Saat ini Ny SY tinggal bersama suaminya

di Barombong.

Informan 6 :

Tn IW umur 23 tahun, jenis kelamin laki-laki, tinggal di

pakkatto dan salah satu anggota dari organisasi HIPMA Gowa.

Telah melaksanakan pendidikan S1 Keperawatan di STIK Famika

Makassar dan sekarang sedang melaksanakan pendidikan Ners di

STIK Famika Makassar.

Informan 7 :

Tn PH umur 35 tahun, jenis kelamin laki-laki, berasasal dari

Jawa tdan sekarang bertempat tinggal di Btn Nusa Tamarunang


52

bersama istri dan bersama putrinya. Tn PH merupakan salah satu

dosen sekaligus sebagai ketua di STIK Famika Makassar. PH juga

sebagai pendidik di profesi ners dengan 3 mata kuliah departemen.

Informan 8 :

Tn AA umur 26 tahun, jenis kelamin laki- laki yang bertempat

tinggal di Jalan Sahalon dan merupakan alumni dari STIK Famika

Makassar yang mendapatkan gelar wisudawan terbaik pada tahun

2013. Saat ini Tn AA menjadi pendidik atau dosen di STIK Famika

Makassar dan sebagai kapro ners. Dan saat ini masih menjenjang

pendidika S2 nya di salah satu kampus pascasarjana yang ada di

Makassar.

Informan 9 :

Tn RM umur 34 tahun, jenis kelamin laki – laki dan

berprofesi sebagai dosen dan pembantu ketua I di STIK Famika

Makassar. RM berasal dari Flores dan bertempat tinggal di Jalan

Mappaodang Makassar yang telah menjenjang pendidikan S2

jurusan manajemen keperawatan.

Informan 10 :

Tn FR umur 34 tahun, tempat tinggal di Jalan Matahari

merupakan salah satu dosen dan juga sebagai pembantu ketua II

di STIK Famika Makassar. FR berasal dari pangkep dan saat ini

bekerja di puskesmas Sageri.


53

Informan 11 :

Ny YP umur 48 tahun, tempat tinggal di jalan Rappocini,,

jenis kelamin perempuan yang berprofesi sebagai dosen di STIK

Famika Makassar sejak tahun 2001 dan juga sebagai pembantu

ketua III. Saat ini YP menjenjang pendidikan S3 di Universitas

Hasanuddin jurusan Kedokteran. Saat ini Ny YP tinggal bersama

anaknya dan juga memiliki seekor anjing. Selain itu Ny P juga

senang mengumpulkan berbagai macam buku dan mengoleksinya

C. Hasil Analisa Data

Hasil analisa data dalam penelitian ini di susun berdasarkan

wawancara mendalam dari kesebelas informan yang mengacu

pada tujuan khusus yang telah di tetapkan mengetahui kesiapan

STIK Famika Makassar dalam menghadapi uji kompetensi ners

Indonesia. Adapun hasil wawancara dengan informan adalah

sebagai berikut :

a. Kesiapan tentang Uji Kompetensi Ners

Kesiapan merupakan keadaan atau kondisi yang siap

merespon terhadap suatu kegiatan seperti dengan adanya

kegiatan pelaksanaan uji kompetensi ners saat ini.

Adapun hasil penelitian penulis mengenai kesiapan STIK

Famika Makassar ataupun kesiapan mahasiswa profesi nersnya

dalam menghadapi uji kompetensi ners Indonesia adalah

sebagai berikut:
54

Pemahaman kesiapan STIK Famika Makassar dalam

menghadapi uji kompetensi. Dari hasil penelitian yang telah

dilakukan oleh peneliti, didapatkan bahwa STIK Famika

Makassar siap dalam menghadapi uji kompetensi ners

Indonesia. Hal ini berdasarkan kutipan wawancara berikut:

“kalau eeh..bicara kesiapan, menurut saya saja yah, STIK


Famika siap”

(RR, 23 tahun)

Pernyataan dari informan 1, didukung dari pernyataan dari AA,

mengatakan bahwa:

“kalau mengungkit masalah STIK Famika selalu siap”

(AA, 26 tahun)

Tetapi masih ada yang mengatakan belum siap, dengan alasan

tidak adanya latihan-latihan soal yang disediakan oleh kampus.

Seperti yang disampaikan oleh informan 4, mengatakan bahwa:

“kalau menurut saya sih belum siap, eee kampus tidak


menyediakan sebuah wadah untuk mahasiswanya melakukan
apa..latihan-latihan soal”

(N, 26 tahun)

Informan MG juga mengatakan bahwa:

“kalau menurut saya belum siap Famika, karena tidak ada


anu kayak bimbingan khusus, tidak kayak anak-anak bidan
itu bimbingannya dikampus tapi kita tidak ada”

(MG, 23 tahun)
55

Berdasarkan kutipan wawancara diatas, informan MG

menyatakan bahwa STIK Famika belum siap karena tidak

adanya bimbingan yang dilakukan secara khusus yang tidak

seperti bimbingan khusus yang telah dilakukan dari mahasiswa

kebidanan.

Wawancara tentang kesiapan STIK Famika Makassar

sebagian besar mengatakan siap dan adapula yang

mengatakan tidak siap, salah satunya W yang menyatakan

kalau STIK Famika Makassar siap dalam menghadapi uji

kompetensi ners yaitu dalam pengajaran mengupayakan dari

setiap dosen untuk mengajar sesuai dengan apa yang

direncanakan pada saat uji kompetensi nanti . Sebagaimana

dalam dalam kutipan wawancara berikut :

“mengenai kesiapannya dalam hal ini pengajaran, kita


upayakan dari setiap dosen itu mengajar sesuai dengan apa
yang direncanakan nantinya pada saat uji kompetensi”

(W, 39 tahun)

Kemudian dilakukan wawancara mendalam mengenai cara

menyiapkan dan kesiapan profesi ners STIK Famika Makassar

dalam menghadapi uji kompetensi. Sebagaimana kutipan

wawancara berikut :

“….memperbanyak pengetahuan bahan dari uji kompetensi,


ada juga pelatihan-pelatihannya yang diberikan khusus
kepada peserta uji kompetensi”

(W, 39 tahun)
56

Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh salah

seorang profesi ners SY menyatakan bahwa ia siap dalam

menghadapi uji kompetensi dan kesiapan yang dilakukan STIK

Famika Makassar yaitu adanya arahan dari dosen untuk

mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan dari luar kampus

STIK Famika Makassar. Sebagaimana kutipan wawancara

berikut:

“saya siap,...eeh itu kayak, kayaaak dosen na berikanki


usulan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan
dari luar, cuma kita diusulkan untuk ikut”

(SY, 23 tahun)

Dengan demikian secara umum kesiapan menurut

informan penelitian ini adalah STIK Famika Makassar sendiri

sudah siap dalam menghadapi uji kompetensi ners atau dapat

dikatakan kesiapannya itu sudah ada dengan cara memberikan

pelatihan-pelatihan yang hanya di lakukan dari pihak luar dan

bukan dari STIK Famika Makassar.

b. Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran merupakan kesiapan strategi

pembelajaran yang dilakukan oleh STIK Famika Makassar

dalam menghadapi uji kompetensi ners Indonesia. Berdasarkan

wawancara mengenai metode pembelajaran khusus yang

dilakukan STIK Famika Makassar, di dapatkan beberapa

informasi dari sebagian informan yang mengatakan STIK


57

Famika siap dalam pemberian metode pembelajaran dan

bimbingan khusus dalam bentuk grup yang melalui suatu

aplikasi sosial media seperti WhatsApp yang didalamnya

membahas tentang soal-soal kasus uji kompetensi . Hal ini

berdasarkan dari kutipan wawancara berikut:

“metode pembelajarannya ada, juga ada grup pihak


akademika juga memfasilitasi kami, mediasi kami grup
profesi ners dan di grup itupun juga sering membahas eee
soal - soal latihan soal uji kompetensi”

(RR, 23 tahun)

Informan 4 juga berpendapat bahwa ada bimbingan khusus

yang dilakukan STIK Famika. Seperti kutipan wawancara:

“eeh..bimbingan khususnya ada sih dalam bentuk-


bentuk WA”
(N, 26 tahun)

Hal itu juga dinyatakan oleh AA yang mengatakan bahwa:

“ ada, seperti ujian – ujian akhir departemen


mereka itu dikasi soal dan kemudian juga selain disitu, ada
namanya grup WA, kita lemparkan soal disana kemudian kita
bimbing, dan kasi soal – soal latihan tentang uji kompetensi”

(AA, 26 tahun)

Informan yang telah didapatkan dari informan AA, peneliti

juga mendapatkan bahwa STIK Famika juga memberikan suatu

metode pembelajaran dengan memberikan soal setiap selesai

ujian akhir departemen . Hal ini juga didukung dari hasil


58

wawancara yang telah peneliti lakukan kepada informan 3 yang

menyatakan bahwa:

“oh, ya kalau soal metode mungkin mereka pake kalau kita


ujian pas ujian akhir departemen mereka selalu memberikan
soal-soal kasus yang berkaitan dengan UKNI”

(MG, 24 tahun)

Informan FR juga mengatakan hal yang sama bahwa metode

pembelajaran khusus dalam menghadapi UKNI, STIK Famika

Makassar telah melakukan secara intensif, bahwa setelah

selesai departemen, STIK Famika melaksanakan ujian dari

bentuk – bentuk uji kompetensi. Seperti hasil wawancara

berikut:

“metode pembelajaran khusus dalam menghadapi


UKNI STIK Famika Makassar sudah melakukan perubahan
eeh terutama pada laporan - laporan individual termasuk
asuhan keperawatannya eeh berdasarkan kasus - kasus,
kemudian target yang dihadapi, tapi untuk menghadapi
eeh… ujian UKNI di kampus sudah melakukan secara
intensif seperti tadi bahwa setelah selesai departemen, disini
melaksanakan ujian dan ujiannya itu bentuk - bentuk uji
kompetensi”
(FR, 34 tahun)

Tetapi, terdapat juga beberapa informan yang mengatakan

bahwa STIK Famika tidak memberikan metode pembelajaran

khusus ataupun bimbingan khusus. Seperti yang dikatakan IN

bahwa:
59

“kalau menurut saya tidak ada, kalau selama ini saya di


profesi ners belum ada”

(IN, 23 tahun)

Dan SY juga mengatakan hal yang sama, seperti kutipan

wawancara berikut:

“kalau di Famika sendiri sih tidak ada,…tidak ada!”

(SY, 23 tahun)

Walaupun dengan adanya beberapa informan dari

mahasiswa profesi ners yang berpendapat bahwa metode

pembelajaran STIK Famika tidak ada dan adapula yang

mengatakan sudah siap dari beberapa informan baik dari pihak

dosen ataupun mahasiswa itu sendiri, hal ini dapat disimpulkan

bahwa sebagian dari mahasiswa profesi ners kurang informasi

dengan adanya kesiapan metode pembelajaran ataupun

bimbingan khusus yang sudah disiapkan oleh pihak kampus

disebabkan oleh mahasiswa profesi ners tidak sering datang ke

kampus karena masih sibuknya di lapangan atau melakukan

praktek di rumah sakit. Hal ini didukung dari pernyataan dari YP

yang mengatakan:

“mahasiswanya yang anu, tidak mau datang,


sudah ada itu disediakan soal-soal di lab komputer, sama
mahasiswanya itu sendiri juga belum bisa aturki
waktunya”
(YP, 48 tahun)
60

FR juga mengatakan:

“….mahasiswa masih sibuk dilapangan, masalah


waktu dan jarak juga”

(FR, 34 tahun)

Selain itu, adapula mengatakan bahwa ada hambatan

dalam menyiapkan metode pembelajaran khusus dalam

menghadapi UKNI yaitu adanya keterbatasan dari tenaga

pengajar untuk melakukan bimbingan dan kesiapan dari dosen

yang hanya ada beberapa yang mengikuti pelatihan tentang

pembuatan soal-soal uji kompetensi sehingga dosen yang tidak

mengikuti pelatihan tersebut dapat menjadi kendala karena

kurang memahami terhadap model soal uji kompetensi itu

sendiri. Sebagaimana dari hasil wawancara dari RM yang

mengatakan:

“….hanya memang selama ini dengan keterbatasan


dari tenaga yang ada ya, dan jumlah yang ada juga makanya
selama ini untuk lakukan bimbingan itu tidak maksimal
karena tenaga yang dibutuhkan juga disini hanya beberapa
orang saja dan juga masih ada juga yang melakukan
pengajaran di tahap sarjana dan eeh.. kesiapan dari
dosennya sendiri, jadi memang untuk eeh.. kesiapan dari
dosen itu baru beberapa orang yang melakukan pelatihan-
pelatihan yang berhubungan pembuatan soal ya, soal uji
kompetensi ini sehingga juga kendalanya adalah teman-
teman juga atau dosen itu sendiri, kurang memahami
terhadap model soal uji kompetensi itu dan itu juga menjadi
kendala kita”

(RM, 34 tahun)
61

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dari

beberapa informan, hasil menunjukkan bahwa metode

pembelajaran STIK Famika Makassar sudah siap hanya saja

kesiapannya saat ini belum maksimal karena adanya beberapa

hambatan-hambatan baik dari pihak dosen ataupun mahasiswa

profesi ners itu sendiri.

c. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana adalah tempat atau ruang dan alat

yang disediakan oleh STIK Famika Makassar untuk digunakan

dalam melakukan pembelajaran khususnya dalam menghadapi

uji kompetensi ners. Berdasarkan wawancara dengan informan

ditemukan bahwa sarana prasarana STIK Famika Makassar

sudah disediakan dalam menghadapi uji kompetensi ners.

Diantaranya adalah laboratorium komputer saat ini yang baru

disediakan dalam menghadapi uji kompetensi ners yang dimana

sudah dimuatkan soal-soal latihan uji kompetensi .

Sebagaimana pernyataan yang disampaikan oleh informan YP

yang mengatakan:

“ adaji toh, sudah disiapkanji memang kayak lab


komputer dan sudah adami juga itu soal-soalnya di dalam
tentang uji kompetensi…”

(YP, 48 tahun)

Sedangkan informan FR juga mengatakan:


62

“eeeh..sarana prasarananya kita sudah siapkan,


buktinya ada di..di lab komputer dan prodi ners sudah
kasi masukkan soal-soal didalam dan eehm… dan
simulasinya seperti dalam menghadapi uji kompetensi
sesungguhnya”

(FR, 34 tahun)

Selain itu, dilakukannya wawancara mendalam terhadap

masalah kesiapan sarana prasarananya, dimana didapatkan

bahwa sarana prasarana yang disediakan seperti laboratorium

komputer masih membutuhkan tambahan dan membutuhkan

pembenahan karena masih sedikit yang dapat terpakai dan juga

belum digunakannya secara maksimal dalam menghadapi uji

kompetensi ners. Seperti yang dikatakan informan IN:

“….kalau masalah UKNI itu saya perhatikan


kita ujian secara online dan kita lebih membutuhkan
komputer lebih banyak, selama ini lab komputer belum
difungsikan untuk lebih dikhususkan dalam apa…dalam
menghadapi UKNI”

(IN, 23 tahun)

Hal itu juga didukung dari pernyataan dari RM yang

mengatakan sarana prasarana dari STIK Famika Makassar,

belum digunakan secara maksimal. Hal ini terbukti dari hasil

wawancara bahwa:

“sarana prasarana belum digunakan secara maksimal”

(RM, 34 tahun)
63

Dilanjutkan juga pernyataan dari pihak yayasan yang

mengatakan:

“kalau masalah kesiapannya alhamdulillah sudah siap,


dimana kita sudah mulai eee memperbaiki jaringan-jaringan
internet, uuntuk mendukung jalannya praktek kompetensi itu
sebenarnya sudah ada tapi masih dalam pembenahan”

(W, 39 tahun)

Berarti dalam hal ini STIK Famika Makassar sudah siap

dalam sarana prasarananya dalam menghadapi uji kompetensi

ners. Hanya saja pihak civitas belum melaksanakan secara

maksimal karena belum memberlakukan kepada mahasiswa

profesi ners angkatan tahun ini, akan tetapi sudah pernah

melaksanakan pada angkatan tahun – tahun kemarin. Hal ini

terbukti dari kutipan wawancara berikut:

“….saat ini sudah jalan 2 tahun ini, untuk angkatan


profesi ners ners ini eeh.. belum tapi kalau angkatan tahun-
tahun kemarin terakhir ini sudah melakukan….”

(FR, 34 tahun)

d. Try Out

Try out adalah ujian tes yang diadakan untuk menguji coba

dengan berbentuk latihan menjawab soal - soal sebelum

mengikuti uji kompetensi ners Indonesia. Berdasarkan

wawancara dengan informan ditemukan bahwa STIK Famika

belum mengadakan try out tersendiri dan hanya melakukan


64

kerjasama dari pihak luar seperti PPNI sebagaimana kutipan

wawancara berikut:

“…bukan famika”

(PH, 35 tahun)

Lanjut PH menambahkan:

“…kami memberikan try out juga berupa kasus –


kasus pada keperawatan inti yang bekerja sama dengan
PPNI pihak daerah…”

Selain itu, pihak yayasan fani mitra karya mengatakan bahwa

sudah ada perencanaan yang dilakukan dalam mengadakan try

out untuk kampus STIK Famika Makassar itu sendiri. Dan

sekarang hanya arahan yang dapat dilakukan oleh pihak

kampus kepada mahasiswa profesi nersnya setiap ada

pelaksanaan try out dari pihak luar. Sebagaimana W

mengatakan:

“sejauh ini selalu kita arahkan itu, supaya eeh..ada


harapan untuk lulus dan kedepan kita juga akan
mengadakan seperti try out di kampus kita sendiri tapi
saat ini masih perencanaan”
Informan 4 juga mengatakan hal yang sama bahwa:

“diberi sih, ada arahan”

(N, 26 tahun)

Adapun tambahan dari informan yang RM mengatakan:

“selalu memberikan, menginformasikan atau


meberikan pengumuman ya, kapan dibuka try out itu dan
65

mengajak semua untuk bergabung, agar semua mahasiswa


ini memang tidak diwajibkan ya, siapa saja yang ingin karena
ini juga membutuhkan biaya…”

Berdasarkan hasil wawancara tentang try out,

menunjukkan hasil bahwa STIK Famika Makassar selalu

memberikan arahan kepada mahasiswa profesi nersnya dan

para alumninya yang belum lulus uji kompetensi untuk mengikuti

try out akan tetapi tidak mewajibkan untuk mengikuti, perihal

perlunya biaya untuk mengikuti try out tersebut.

D. Pembahasan

1. Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran merupakan model atau gaya belajar

yang dilakukan oleh tenaga pengajar atau institusi pendidikan yang

diberikan kepada mahasiswa dalam mencapai tujuan. Berdasarkan

dari teori M. Sobri Sutikno (2013) yang juga menyatakan bahwa

metode pembelajaran adalah cara – cara menyajikan materi

pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses

pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan.

Selain itu, dengan memberikan model pembelajaran yang khusus,

hal ini dapat mengembangkan pengetahuan peserta didik. Hal ini

didukung dari hasil penelitian Dzulfikri dan Joko (2013) yang

menyatakan model pembelajaran langsung dirancang khusus untuk

mengembangkan belajar siswa tentang mengetahui deklaratif dan

pengetahuan prosedural, yang dimana pengetahuan deklaratif


66

adalah pengetahuan tentang sesuatu, sedangkan pengetahuan

prosedural adalah pengetahuan tentang bagaimana melakukan

sesuatu.

Kesiapan STIK Famika Makassar dari hasil penelitian

menunjukkan pada metode pembelajaran telah siap dalam

menghadapi uji kompetensi ners Indonesia, ini terbukti dari hasil

wawancara langsung dilapangan dari beberapa informan yang

menyatakan bahwa pihak kampus atau dosen – dosen yang

mengajar di keprofesian ners telah memberikan metode

pembelajaran khusus seperti memberikan ujian soal – soal kasus

setelah pembahasan setiap departmen yang termasuk dalam

materi uji kompetensi ners Indonesia. Dan juga kapro ners sudah

menyediakan sebuah grup dengan memanfaatkan sebuah aplikasi

sosial media yang disebut whatssapp yang dimana mahasiswa

dapat melihat atau melatih diri mengerjakan soal – soal kasus

seperti soal di uji kompetensi ners.

Akan tetapi, saat ini STIK Famika Makassar belum

menerapkan metode pembelajaran yang lebih mengkhususkan

suatu metode atau bimbingan kepada mahasiswa profesi ners

dalam menghadapi uji kompetensi ners Indonesia. Sedangkan

menurut asumsi peneliti, metode pembelajaran sangat berpengaruh

terhadap peningkatan prestasi belajar peserta didik. Hal ini

didukung dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Urip


67

Widodo (2013) yang menyatakan bahwa penerapan metode

pembelajaran memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi

belajar siswa. Dari hasil penelitian Joko Widiyanto (2011) juga

menyatakan bahwa terjadinya peningkatan prestasi belajar pada

mahasiswa dikarenakan dosen memberikan sebelum dimulai

proses pembelajaran, mahasiswa diberitahu materi dan

memberikan beberapa referensi mengenai materi yang akan

dipelajari.

2. Sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana merupakan suatu komponen yang

sangat penting dalam menunjang proses pendidikan dalam

memberikan pengajaran. Menurut Administrasi Pendidikan (2014)

juga mengatakan sarana prasarana adalah perlengkapan yang

secara langsung menunjang kegiatan pendidikan dan fasilitas yang

secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau

pengajaran. Hal ini juga di dukung dari hasil penelitian Rika

Megasari (2014) bahwa sarana dan prasarana merupakan salah

satu sumber daya pendidikan yang perlu dan sangat penting

dikelolah dengan baik serta merupakan bagian yang tidak dapat

dipisahkan dari manajemen pendidikan.

Kesiapan sarana dan prasarana yayasan fani mitra karya

yang telah didapatkan oleh peneliti melalui wawancara,

menunjukkan bahwa STIK Famika Makassar siap terhadap sarana


68

dan prasarananya dengan menyediakan laboratorium komputer

dengan jumlah 25 unit yang dapat digunakan untuk ujian online

dalam menghadapi uji kompetensi.

Walaupun yayasan telah menyiapkan sarana prasarananya,

akan tetapi untuk saat ini belum difungsikan secara maksimal. Hal

ini terpaut dari sebagian informan dari profesi ners mengatakan

bahwa sarana prasarana STIK Famika Makassar tidak siap dan

profesi ners saat ini belum pernah menggunakan laboratorium

komputer yang difungsikan untuk lebih di khususkan dalam

menghadapi ujian kompetensi ners Indonesia. Peneliti juga

mendapatkan informasi dari informan kunci yang mengatakan

bahwa STIK Famika Makassar telah memperbaiki jaringan –

jaringan internet yang masih dalam pembenahan dalam

mendukung jalannya praktek kompetensi. Menurut asumsi peneliti,

institusi yang mengelola sarana dan prasarana dengan baik, akan

mendukung terhadap kualitas pendidikan. Hasil penelitian Bory

Darmawan (2014) yang menyatakan pengelolaan sarana dan

prasarana sekolah yang baik akan dapat meningkatkan kualitas

pendidikan.
69

Gambar 1: laboratorium komputer STIK Famika Makassar

3. Try out

Try out merupakan ujian tes yang dilaksanakan untuk

menguji coba atau latihan menjawab soal – soal sebelum mengikuti

ujian yang akan dihadapi. Try out diadakan sebagai media untuk

melatih menjawab soal – soal yang diberikan kepada peserta didik

khususnya pada calon peserta uji kompetensi. Semakin banyak

berlatih maka calon peserta ujian semakin siap. Seperti hasil

penelitian dari Alvin Abdillah (2016) yang mengatakan ada

hubungan yang positif dan signifikan antara try out terhadap

kelulusan uji kompetensi ners Indonesia pada mahasiswa profesi

ners dan mahasiswa yang telah mengikuti try out akan lebih siap

mengerjakan soal ujian karena telah mempunyai gambaran tipe

soal serta lebih tenang dalam proses pengerjaannya sehingga


70

hasilnya akan lebih bagus dari pada mahasiswa yang tidak

mengikuti try out.

Dalam penelitian ini, semua informan mengatakan

mahasiswa profesi ners mengikuti setiap ada pelaksanaan try out

dari pihak luar dan juga STIK Famika Makassar memberikan

arahan kepada mahasiswa profesi nersnya maupun alumni yang

belum lulus uji kompetensi untuk mengikuti try out.

Selain memberikan arahan, STIK Famika Makassar juga ikut

bekerjasama dengan lembaga – lembaga lain seperti PPNI dalam

pelaksanaan Try out. Saat ini STIK Famika Makassar juga sudah

mempunyai wacana untuk melaksanakan try out sendiri.

Kesiapan dari institusi atau pihak kampus sangat

mempengaruhi untuk kelulusan uji kompetensi baik dari kesiapan

metode pembelajaran, sarana dan prasarana ataupun kesiapan

mahasiswa profesi nersnya. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian

Septiani Pratiwi (2010) menyatakan faktor – faktor yang

mempengaruhi hasil uji kompetensi yaitu faktor internal dan

eksternal yang dimana faktor intenalnya adalah dari kesiapan

pribadi peserta uji kompetensi dan faktor eksternalnya yaitu adanya

pembekalan dan persiapan yang dilakukan oleh pihak kampus.