Anda di halaman 1dari 8

BEBERAPA DEFINISI LINGKUNGAN :

• Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan


semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup,

AMDAL
termasuk manusia, dan perilakunya, yang
mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan
kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain;

UKL - UPL
• Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu
untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang
meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan,
pengembangan, pemeliharaan, pemulihan,
pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup;

• Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan


lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana,
yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber
daya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin
kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi
masa kini dan generasi masa depan;

• Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang


merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling
mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan,
stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup;

AMDAL • Pelestarian fungsi lingkungan hidup adalah rangkaian


upaya untuk memelihara kelangsungan daya dukung
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dan daya tampung lingkungan hidup;

• Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan


lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan
manusia dan makhluk hidup lain;

• Pelestarian daya dukung lingkungan hidup adalah


rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan
lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan/atau
dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan,
agar tetap mampu mendukung perikehidupan manusia
dan makhluk hidup lain;

• Daya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan


DASAR HUKUM hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang
masuk atau dimasukkan ke dalamnya;
Undang – Undang Lingkungan Hidup yang menjadi
dasar hukum dan merupakan payung dari seluruh • Pelestarian daya tampung lingkungan hidup adalah rangkaian upaya
kebijakan Lingkungan Hidup : untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat,
energi, dan/atau komponen lain yang dibuang ke dalamnya;
1. Undang-Undang Republik Indonesia no. 4 Tahun 1982
(UULH) Tentang Ketentuan Pokok Pengelolaan • Sumber daya adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas
Lingkungan Hidup sumber daya manusia, sumber daya alam, baik hayati maupun
2. Undang - Undang Lingkungan Hidup no 23 Tahun 1997, nonhayati, dan sumber daya buatan;
dan
3. UU no 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan • Baku mutu lingkungan hidup adalah ukuran batas atau kadar
Hidup makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada
dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam
suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup;

1
• Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya
makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam
lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun PROYEK SIPIL WAJIB AMDAL
sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak 1. PROYEK KE – PU-AN
dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya; a. Real estate : > 25 ha u/kota
metropolitan dan > 100 ha u/kota/kab
• Kriteria baku kerusakan lingkungan hidup adalah ukuran batas b. Jalan tol u/semua besaran
perubahan sifat fisik dan/atau hayati lingkungan hidup yang dapat
ditenggang; c. Jalan Propinsi/kabupaten > 25 Km
d. Pelabuhan dan dermaga : > 300 meter
• Perusakan lingkungan hidup adalah tindakan yang menimbulkan e. Bandar Udara : semua besaran
perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik dan/atau f. Jembatan : bentang > 500 meter
hayatinya yang mengakibatkan lingkungan hidup tidak berfungsi lagi g. Terminal type B dan A
dalam menunjang pembangunan berkelanjutan; h. Bendungan
I. TPA luas > 10 ha
• Konservasi sumber daya alam adalah pengelolaan sumber daya alam
tak terbaharui untuk menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan
sumber daya alam yang terbaharui untuk menjamin kesinambungan 2. DIKNAS : GEDUNG PENDIDIKAN : luas bangunan > 10.000 m2
ketersediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas 3. Diperindag : PUSAT PERDAGANGAN : luas bangunan > 10.000 m2
nilai serta keanekaragamannya; atau luas lahan > 5 ha

• Limbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan;


4. Dinas PARIWISATA :
• Bahan berbahaya dan beracun adalah setiap bahan yang karena Hotel : kamar > 200 kamar
sifat atau konsentrasi, jumlahnya, baik secara langsung maupun 5. Dinas Kesehatan :
tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusakkan
lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta Rumah sakit dengan bed > 200 atau RS type B dan A
makhluk hidup lain;

• Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah sisa suatu usaha


dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau
beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau
jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat
mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup, dan/atau
dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan
hidup manusia serta makhluk hidup lain;

• Sengketa lingkungan hidup adalah perselisihan antara dua pihak


atau lebih yang ditimbulkan oleh adanya atau diduga adanya
pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup;

Pembangunan menyebabkan perubahan bentang alam, dengan


Dampak lingkungan hidup adalah pengaruh perubahan pada berbagai kemungkinan dampak negatif (tidak bermanfaat) serta
lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan; dampak positif (bermanfaat) bagi masyarakat sekitarnya

Analisis mengenai dampak lingkungan hidup adalah kajian mengenai


dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang
direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses Pemrakarsa
pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau berpegang pada prinsip
kegiatan; Pre-cautionary Principle
Organisasi lingkungan hidup adalah kelompok orang yang terbentuk (prinsip kehati-hatian)
atas kehendak dan keinginan sendiri di tengah masyarakat yang tujuan sangat menyadari akan hal ini
dan kegiatannya di bidang lingkungan hidup;
Audit lingkungan hidup adalah suatu proses evaluasi yang dilakukan
oleh penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk menilai tingkat
ketaatan terhadap persyaratan hukum yang berlaku dan/atau Agar pembangunan berwawasan lingkungan dapat tercapai, sebagai langkah
kebijaksanaan dan standar yang ditetapkan oleh penanggung jawab awal Pemilik Proyek wajib menyusun dokumen AMDAL
usaha dan/atau kegiatan yang bersangkutan;

2
Kegiatan usaha yang diperkirakan menimbulkan KEBIJAKAN LH DI INDONESIA PASCA
dampak penting, a.l : OTONOMI DAERAH
pengubahan bentuk lahan dan bentang alam, proses dan kegiatan
• Secara bertahap Pusat memberi kebebasan Kabupaten/Kota
yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan, pence- untuk mengurusi SDA yang ada di wilayah masing masing
maran dan kerusakan lingkungan hidup , serta kemerosotan • Terdapat keterbatasan SDM dan pendanaan sehingga SDA
sumber daya alam dalam pemanfaatannya; (PP No.27 th 1999 ttg yang potensial tidak dapat meningkatkan kesejahteraan
AMDAL) masyarakat
• Terdapat beberapa kegiatan pembangunan yang belum dilepas
oleh Pusat yaitu :
a. Bidang Pertambangan
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 11 tahun 2006 KEGIATAN-KEGIATAN b. Beberapa kegiatan di bidang perhubungan (bandara,
WAJIB AMDAL pelabuhan)

Tujuan Studi ANDAL PENGERTIAN AMDAL


Adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau
Mengidentifikasi komponen kegiatan yang diperkirakan menimbulkan kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi
potensi dampak besar & penting terhadap lingkungan proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau
kegiatan (UULH No 23 tahun 1997)
Mengidentifikasi komponen & rona lingkungan hidup dalam areal
Usaha-usaha yang menimbulkan dampak besar dan penting :
proyek maupun di sekitar proyek yang diperkirakan akan terkena
Pengubahan bentang alam dan bentuk lahan
dampak besar dan penting
Eksploitasi SDA
Memperkirakan dan mengevaluasi dampak besar & penting terhadap Proses dan kegiatan yang secara potensial akan memberikan
lingkungan yang timbul akibat kegiatan pembangunan pemborosan pencemaran dan kerusakan lingkungan
Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan
Memberi rumusan saran tindak lanjut kegiatan pengelolaan dan alam, sosial ekonomi dan budaya serta lingkungan buatan
pemantauan terhadap perubahan kualitas lingkungan yang terjadi, Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi pelestarian
sehingga pemrakarsa sebagai pengelola proyek dapat segera kawasan konservasi SDA dan/atau perlindungan cagar budaya
mengantisipasi dampak besar & penting yang negatif dan dapat lebih Introduksi jenis tumbuh-tumbuhan , jenis hewan dan jasad renik
mengembangkan segala dampak positif. Pembuatan dan penggunaan bahan hayati atau non hayati
Penerapan teknologi yang diprakirakan mempunyai potensi besar untuk
mempengaruhi lingkungan

Kegunaan Studi ANDAL KRITERIA DAMPAK BESAR DAN PENTING


- Bagi Pemerintah
dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan, 1. Jumlah manusia yang terkena dampak
perencanaan pembangunan wilayah serta pedoman untuk memantau 2. Luas wilayah persebaran dampak
efektivitas dan effisiensi pelaksanaan pengelo-laan lingkungan yang 3. Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
dilakukan oleh pihak pemilik proyek
4. Komponen LH lain yang terkena dampak
- Bagi Pihak Pemrakarsa 5. Sifat kumulatif dampak
6. Berbalik atau tidak berbaliknya dampak
sebagai pedoman dalam melakukan pengelolaan danpemantauan
terhadap dampak yang dikirakan terjadi serta acuan untuk lebih
meningkatkan integrasi dan partisipasi masyarakat sekitarnya

- Bagi Masyarakat sekitar proyek


sebagai sumber informasi serta acuan untuk melakukan kontrol upaya
pengelolaan lingkungan yang dilakukan pemilik proyek

3
JENIS – JENIS AMDAL HAL-HAL YANG HARUS DIINGAT
AMDAL TUNGGAL adalah hanya satu jenis usaha dan/atau kegiatan TERKAIT KAWASAN LAHAN BASAH
yang kewenangan pembinaannya di bawah satu instansi yang
membidangi usaha dan/atau kegiatan Ekosistem lahan basah memiliki potensi alami yang sangat
AMDAL TERPADU/MULTISEKTORAL adalah hasil kajian mengenai peka terhadap setiap sentuhan pembangunan yang
dampak besar dan penting usaha/kegiatan terpadu yang direncanakan merubah perilaku air (hujan, air sungai, dan air laut ) pada
terhadap LH dan melibatkan lebih dari 1 instansi yang membidangi bentang lahan itu
kegiatan tersebut
Ekosistem lahan basah sesungguhnya bersifat terbuka
Kriteria kegiatan terpadu meliputi :
untuk menerima dan meneruskan setiap material (slurry)
berbagai usaha/kegiatan tersebut mempunyai keterkaitan dalam
perencanaan dan proses produksinya
yang terbawa sebagai kandungan air
Usaha dan kegiatan tersebut berada dalam satu kesatuan hamparan Ekosistem lahan basah sesungguhnya berperan penting
ekosistem dalam mengatur keseimbangan hidup setiap ekosistem
darat di hulu dan di sekitarnya serta setiap ekosistem
AMDAL KAWASAN adalah hasil kajian mengenai dampak besar dan
penting usaha/kegiatan yang direncanakan terhadap LH dalam satu kelautan di hilirnya
kesatuan hamparan ekosistem zona pengembangan wilayah/kawasan
sesuai dengan RTRW yang ada.

KAWASAN YANG HARUS


Kriteria AMDAL KAWASAN :
 berbagai usaha dan/atau kegiatan yang saling terkait
DILESTARIKAN
perencanaannya antar satu dengan lainnya • Kawasan Gambut :
Kawasan yang unsur pembentuk tanahnya sebagian besar berupa
 berbagai usaha dan/atau kegiatan tersebut terletak sisa-sisa bahan organik yang tertimbun dalam waktu lama. Kawasan
dalam/merupakan satu kesatuan zona pengembangan gambut berfungsi sebagai penambat air (mengendalikan hidrologi
setempat). Kawasan yang dilindungi adalah gambut dengan
wilayah/kawasan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah atau ketebalan 3 meter atau lebih yang terdapat pada bagian hulu sungai
rencana tata runag kawasan dan rawa

 Usaha dan/atau kegiatan tersebut terletak pada kesatuan hamparan • Kawasan Resapan Air :
ekosistem daerah yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air
hujan sehingga merupakan tempat pengisian air murni (aquifer) yang
berguna sebagai sumber air. Kriteria : curah hujan tinggi, struktur
tanah mempunyai permeabilitas tinggi

• Sempadan Sungai :
AMDAL LAHAN BASAH
kawasan sepanjang kanan kiri sungai, termasuk sungai
buatan/kanal/saluran irigasi primer, yang mempunyai
• Panduan penyusunan AMDAL LAHAN BASAH sesuai dengan manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.5 tahun 2000 fungsi sungai
• Salah satu kategori wilayah yang perlu dioptimalkan
pembangunannya adalah kawasan lahan basah
Kriteria sempadan sungai :
Sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar
• TIPELOGI EKOSISTEM terbagi menjadi 3 zona : dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar
Ekosistem rawa pasang surut air payau/asin permukiman
Ekosistem rawa pasang surut air tawar Untuk sungai di kawasan permukiman lebar sempadan
Ekosistem rawa non-pasang surut atau rawa lebak sungai seharusnya cukup untuk membangun jalan inspeksi
yaitu 10 sampai 15 meter

4
BAGAN ALIR PENYUSUNAN AMDAL
Pengumpulan data dan informasi tentang :

kawasan tertentu sepanjang pantai yang mempunyai manfaat  Rencana Usaha dan/atau kegiatan
 Rona Lingkungan Awal

penting untuk mempertahankan dan melindungi kelestarian


fungsi pantai dari gangguan kegiatan ataupun proses alam. Proyeksi perubahan Rona Lingkungan Hidup
Awal sebagai akibat adanya usaha dan/atau
Kriteria : kegiatan

dataran sepanjang tepian yang lebarnya proporsional dengan


Penentuan dampak besar dan dan penting
bentuk dan kondisi fisik pantai minimal 100 meter dari titik tentang lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh
rencana usaha dan/atau kegiatan
pasang tertinggi ke arah darat

Evaluasi dampak besar dan penting terhadap


lingkungan hidup

Rekomendasi/saran tindak untuk pengambil keputusan, perencana


dan pengelola lingkungan hidup berupa :
 Alternatif usaha dan/atau kegiatan
 Rencana Pengelolaan Lingkungan
 Rencana Pemantauan Lingkungan

Kawasan tertentu di sekeliling danau/waduk yang mempunyai


manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi
waduk/danau. Perlindungan terhadap kawasan sungai/waduk
dilakukan untuk melindungi danau/waduk. Kriteria :
sepanjang tepian danau/waduk antara 50-100 meter dari titik pasang tertinggi
ke arah darat Metodologi AMDAL
Kawasan pesisir laut yang merupakan habitat alami hutan bakau
(mangrove) yang berfungsi memberikan perlindungan kepada
perikehidupan pantai dan lautan. Kriteria :
Minimal 130 kali nilai rata-rata perbedaan air pasang tertinggi dan terendah
tahunan diukur dari garis air surut terendah ke arah darat.

• RAWA :
Lahan genangan air secara alamiah yang terjadi secara terus menerus Prosedur Kerja
atau musiman akibat drainase alamiah yang terhambat serta
mempunyai ciri-ciri khusus • Pembentukan dokumen AMDAL meliputi serangkaian
tahapan kegiatan yang dilakukan secara berurutan
TERMASUK DALAM KAWASAN PENGELOLAAN KAWASAN • Proses terdiri dari
LINDUNG • Penapisan
Kawasan hutan lindung Kawasan suaka alam darat
• Pelingkupan
Kawasan bergambut Kawasan mangrove
• Kerangka acuan
Kawasan resapan air Taman Nasional
Sempadan pantai Taman hutan raya • ANDAL
Sempadan sungai Taman wisata alam • Penyusunan RKL dan RPL
Kawasan sekitar waduk/danau Kawasan cagar budaya dan • Penyusunan laporan AMDAL
Kawasan sekitar mata air Ilmu pengetahuan
Kawasan suaka alam laut dan perairan Kawasan rawan bencana

5
TAHAPAN AMDAL DALAM SEBUAH PROYEK
Penapisan Dua tahap

Penapisan Penapisan Satu Tahap


• Bertujuan memilah proyek pembangunan yang perlu
AMDAL dan tidak
• Metode penapisan
• Dengan uraian
• Dengan daftar positif  cenderung lebih mudah
• Langkah penapisan
• Satu tahap ( dengan daftar positif)
• Dua tahap

PELINGKUPAN
 Daftar positif
 Daftar perubahan dan dampak yang dapat
• Bertujuan membatasi penelitian AMDAL pada hal
diakibatkan oleh pembangunan penting untuk pengambilan keputusan
 Bila proyek masuk daftar positif  butuh • Metode identifikasi hal penting ( disebut juga bidang
AMDAL
kepedulian penting) harus mencakup :
 Contoh daftar positif  daftar FEARO
 Memuat dampak yang dapat • Mendapat informasi dari sumber informasi
diakibatkan proyek dengan kriteria • Membangkitkan partisipasi masyarakat
 Prevalensi
 Lama dan frekuensi • Identifikasi hal penting dari faktor ilmiah, teknis
 Risiko
 Nilai penting
 penanggulangan

6
Metode Identifikasi Hal penting Penyusunan RPL dan RKL
 Telaah uraian proyek dan penelitian lapangan daerah  Pengelolaan Lingkungan terdiri atas
rproyek
 Pengelolaan dampak
 Telaah literatur
 Literatur ilmiah  Pemantauan dampak
 GBHN, rencana pembangunan lokal
 Perkembangan informasi  Penanganan dampak
 dll  Metode sesuai dampak yang ditangani
 Wawancara dan kuesioner
 Penelitian partisipasi, observasi
 rapat dan lokakarya  Pemantauan dampak
 Simulasi  Audit lingkungan  hasil RPL dan RKL yang
 Metode delphi disempurnakan

Kerangka Acuan Pelaporan dan penilaian AMDAL


 Menguraikan ketentuan tugas yang harus dulakukan • Dasar hukum
dalam kontrak pelaksanaan • UU Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan
 Disusun berdasar hasil pelingkupan yang telah Lingkungan Hidup dan
dirumuskan
• UU no 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan
 Dampak yang masuk hanya yang dianggap penting
Lingkungan Hidup
 Berisi
• PP Nomor 27 tahun 1999 tentang AMDAL
 Uraian singkat proyek
 Tujuan penelitian dan sasaran • Kep. MENLH Nomor 03 tahun 2001 tentang
Rencana Usaha dan atau kegiatan Wajib AMDAL
 Metode identifikasi dampak penting
 Ruang lingkup penelitian
 Metodologi dan hasil penelitian

ANDAL Kelengkapan dokumen AMDAL


• Kriteria dampak penting • Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan
• Jumlah penduduk yang terkena dampak lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
• Luas wilayah persebaran dampak lingkungan • Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
• Lamanya dampak lingkungan berlangsung • Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
• Intensitas dampak lingkungan • Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
• Banyaknya komponen lingkungan yang terkena
dampak lingkungan
• Sifat kumulatif dampak lingkungan
• Reversibilitas /irreversibilitas akibat dampak
lingkungan.

7
3. Pemrakarsa mengajukan formulir Isian UKL – UPL yang
telah diisi kepada Kantor Lingkungan Hidup
Penilaian AMDAL
4. Kantor Lingkungan Hidup berkoordinasi dengan
 Prosedur instansi yang membidangi usaha untuk melakukan
pemeriksaan formulir isian dalam waktu 7 hari kerja
 Surat permohonan penilaian KA-ANDAL oleh sejak diterimanya formulir di kantor Lingkungan Hidup.
pemrakarsa kegiatan
 Rapat komisi AMDAL dan keputusan tentang penilaian 5. Apabila ada hal-hal yang perlu dilengkapi atau
KA-ANDAL disempurnakan dalam pengisian, maka Kantor
Lingkungan Hidup mengembalikan formulir isian
 Surat permohonan penilaian ANDAL oleh kepada pemrakarsa untuk direvisi selama 7 hari kerja.
pemrakarsa Setelah revisi selesai harus diajukan lagi ke Kantor
 Rapat komisi AMDAL dan keputusan tentang penilaian Lingkungan Hidup.
ANDAL, RKL dan RPL
6. Formulir isian UKL – UPL yang telah lengkap atau tidak
memerlukan revisi lagi, harus segera diberikan
rekomendasi oleh Kantor Lingkungan Hidup selambat-
lambatnya 14 hari kerja sejak diterimanya (lagi) formulir
isian yang telah memenuhi kriteria tersebut.

B. Dokumen UKL – UPL


1. Dokumen UKL – UPL dapat diisi/dibuat oleh
pemrakarsa sendiri atau dengan bantuan konsultan
UKL dan UPL lingkungan dengan mengacu pada prosedur
penyusunan dan penulisan yang ditetapkan sesuai
dengan peraturan yang berlaku
2. Dokumen UKL – UPL harus memuat :
• Identitas pemrakarsa
• Identitas penyusun
• Rencana Usaha dan atau kegiatan
• Informasi lingkungan hidup
• Dampak lingkungan yang akan terjadi
• Program pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup
• Surat pernyataan pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup

UKL – UPL ( UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 3. Draf Dokumen UKL – UPL disampaikan kepada tim
HIDUP – UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP pengarah UKL – UPL di kantor Lingkungan Hidup
A. Formulir Isian UKL – UPL 4. Tim pengarah UKL – UPL berkoordinasi dengan
instansi yang membidangi uasaha dan atau kegiatan
1. Formulir Isian UKL – UPL dapat diisi / dibuat oleh untuk melakukan pemeriksaan Dokumen UKL – UPL
pemrakarsa sendiri atau dengan bantuan konsultan
lingkungan dengan mengacu pada prosedur 5. Apabila terdapat hal yang kurang dalam dokumen
pengisian/penulisan yang ditetapkan sesuai maka tim pangarah wajib memberikan arahan
peraturan yang berlaku. penyempurnaan paling lambat 30 hari kerja sejak
diterimanya draf dokumen di Kantor Lingkungan Hidup
2. Formulir Isian UKL – UPL harus memuat :
6. Pemrakarsa wajib menyempurnakan dokumen UKL –
• Identitas pemrakarsa UPL sesuai arahan Tim pengarah dalam waktu 14 hari
• Rencana usaha dan atau kegiatan sejak diterimanya Berita Acara Pemeriksaan ( BAP )
• Dampak lingkungan yang akan terjadi 7. Dokumen UKL – UPL yang telah lengkap atau tidak
• Program pengelolaan dan pemantauan memerlukan revisi lagi, harus diberikan rekomendasi
lingkungan hidup oleh Kantor Lingkungan Hidup selambat-lambatnya 14
• Tanda tangan dan cap hari kerja sejak diterimanya ( lagi ) dokumen yang
telah memenuhi kriteria tersebut