Anda di halaman 1dari 11

KEPERAWATAN KLIEN DI RUMAH

TUGAS

oleh :
Ananti Destiari Prasinta
NIM 122310101041

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2017
KEPERAWATAN KLIEN DI RUMAH

TUGAS

Diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Klien di Rumah


.Pembina Mata Kuliah: Ns. Kushariyadi, M.Kep

oleh :
Ananti Destiari Prasinta
NIM 122310101041

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2017
1. Tatalaksana Perawatan Klien di Rumah
Pasien/ klien yang memperoleh pelayanan keperawatan di rumah dapat
merupakan rujukan dari klinik rawat jalan, unit rawat inap rumah sakit, maupun
puskesmas, namun pasien/ klien dapat langsung menghubungi agensi pelayanan
keperawatan di rumah atau praktek keperawatan per orangan untuk memperoleh
pelayanan. Mekanisme yang harus di lakukan adalah sebagai berikut:
a. Pasien / klien pasca rawat inap atau rawat jalan harus diperiksa terlebih
dahulu oleh dokter untuk menentukan apakah secara medis layak untuk di
rawat di rumah atau tidak.
b. Selanjutnya apabila dokter telah menetapkan bahwa klien layak dirawat di
rumah, maka di lakukan pengkajian oleh koordinator kasus yang merupakan
staf dari pengelola atau agensi perawatan kesehatan dirumah, kemudian
bersama-sama klien dan keluarga, akan menentukan masalahnya, dan
membuat perencanaan, membuat keputusan, membuat kesepakatan mengenai
pelayanan apa yang akan diterima oleh klien, kesepakatan juga mencakup
jenis pelayanan, jenis peralatan, dan jenis sistem pembayaran, serta jangka
waktu pelayanan.
c. Selanjutnya klien akan menerima pelayanan dari pelaksana pelayanan
keperawatan dirumah baik dari pelaksana pelayanan yang dikontrak atau
pelaksana yang direkrut oleh pengelola perawatan dirumah. Pelayanan
dikoordinir dan dikendalikan oleh koordinator kasus, setiap kegiatan yang
dilaksanakan oleh tenaga pelaksana pelayanan harus diketahui oleh
koordinator kasus.
d. Secara periodic koordinator kasus akan melakukan monitoring dan evaluasi
terhadap pelayanan yang diberikan apakah sudah sesuai dengan kesepakatan.

Persyaratan pasien / klien yang menerima pelayanan perawatan dirumah


a. Mempunyai keluarga atau pihak lain yang bertanggungjawab atau menjadi
pendamping bagi klien dalam berinteraksi dengan pengelola
b. Bersedia menandatangani persetujuan setelah diberikan informasi (Informed
consent)
c. Bersedia melakukan perjanjian kerja dengan pengelola perawatan kesehatan
dirumah untuk memenuhi kewajiban, tanggung jawab, dan haknya dalam
menerima pelayanan.

Berikut tahapan mekanisme pelayanan Home Care :


a. Proses penerimaan kasus
1) Home care menerima pasien dari rumah sakit, puskesmas, sarana lain,
keluarga
2) Pimpinan home care menunjuk menejer kasus untuk mengelola kasus
3) Manajer kasus membuat surat perjanjian dan proses pengelolaan kasus
b. Proses pelayanan home care
1) Persiapan
a) Pastikan identitas pasien
b) Bawa denah/ petunjuk tempat tinggal pasien
c) Lengkap kartu identitas unit tempat kerja
d) Pastikan perlengkapan pasien untuk di rumah
e) Siapkan file asuhan keperawatan
f) Siapkan alat bantu media untuk pendidikan
2) Pelaksanaan
a) Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan.
b) Observasi lingkungan yang berkaitan dengan keamanan perawat
c) Lengkapi data hasil pengkajian dasar pasien
d) Membuat rencana pelayanan
e) Lakukan perawatan langsung
f) Diskusikan kebutuhan rujukan, kolaborasi, konsultasi dll
g) Diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang akan
dilakukan
h) Dokumentasikan kegiatan
3) Monitoring dan evaluasi
a) Keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal
b) Kesesuaian perencanaan dan ketepatan tindakan
c) Efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan oleh pelaksanan
4) Proses penghentian pelayanan home care, dengan kreteria :
a) Tercapai sesuai tujuan
b) Kondisi pasien stabil
c) Program rehabilitasi tercapai secara maximal
d) Keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien
e) Pasien di rujuk
f) Pasien menolak pelayanan lanjutan
g) Pasien meninggal dunia

2. Tahapan Proses Keperawatan Klien Di Rumah


Home Care atau perawatan klien di rumah adalah pelayanan kesehatan
yang berkesinambungan dan komprehensif & diberikan kepada individu,
keluarga, di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan,
mempertahankan, memulihkan kesehatan/memaksimalkan kemandirian dan
meminimalkan kecacatan akibat dari penyakit. Layanan diberikan sesuai dengan
kebutuhan pasien/keluarga yang direncanakan, dikoordinir, oleh pemberi layanan
melalui staff yang diatur berdasarkan perjanjian bersama. Pada saat klien dan
keluarga memutuskan untuk menggunakan sistem pelayanan keperawatan
dirumah (Home Care), maka klien dan keluarga berharap mendapatkan sesuatu
yang tidak didapatkannya dari pelayanan keperawatan dirumah sakit.
Tahapan proses dalam memberikan pelayanan kesehatan (keperawatan) di
rumah adalah sebagai berikut :
1) Fase Pre-inisiasi (Persiapan)
Pada fase pertama ini, perawat mendapatkan data tentang keluarga yang
akan dikunjungi dari puskesmas atau ibu kader. Perawat perlu membuat
laporan pendahuluan untuk kunjungan yang akan dilakukan. Kontrak
waktu kunjungan perlu dilakukan pada fase ini.
2) Fase Inisiasi (Perkenalan)
Fase ini mungkin memerlukan beberapa kali kunjungan. Selama fase ini
perawat dan keluarga berusaha untuk saling mengenal dan bagaimana
keluarga menanggapi suatu masalah kesehatan.
3) Fase Implementasi
Pada fase ini, perawat melakukan pengkajian dan perencanaan untuk
mengatasi masalah kesehatan yang dimiliki oleh klien dan keluarga.
Lakukan intervensi sesuai rencana. Eksplorasi nilai-nilai keluarga dan
persepsi keluarga terhadap kebutuhannya. Berikan pendidikan kesehatan
sesuai dengan tingkat pendidikan klien dan keluarga serta sediakan pula
informasi tertulis.
4) Fase terminasi
Pada fase ini perawat membuat kesimpulan hasil kunjungan berdasarkan
pada pencapaian tujuan yang ditetapkan bersama keluarga. Menyusun
rencana tindak lanjut terhadap masalah kesehatan yang sedang ditangani
dan masalah kesehatan yang mungkin dialami oleh keluarga sangat
penting dilakukan pada fase terminasi. Tinggalkan nama, alamat, dan
nomor telepon perawat agar mudah dihubungi jika sewaktu-waktu klien
membutuhkan.
5) Fase Pasca-kunjungan
Sebagai fase terakhir hendaknya perawat membuat dokumentasi lengkap
tentang hasil kunjungan untuk disimpan di pelayanan kesehatan,
dokumentasi tersebut harus memenuhi aspek lengkap (complete), jelas
(clear), dan dapat dibaca (legible).

Di dalam tahapan proses keperawatan terdapat standard praktek perawatan


kesehatan di rumah, yaitu :

Standar I Organisasi Pelayanan Kesehatan Rumah

Semua pelayanan kesehatan di rumah direncanakan, disusun, dan


dipimpin oleh seorang kepala/manajer perawat profesional yang
telah dipersiapkan dengan kompetensi dalam pemberian
pelayanan/asuhan keperawatan dalam kesehatan masyarakat dan
termasuk proses administrasi dan pendokumentasian.

Standar II Teori

Perawat menetapkan konsep teoritis sebagai dasar keputusan dalam


melaksanakan praktek/asuhan keperawatan.

Standar III Pengumpulan Data

Perawat secara terus menerus mengumpulkan, dan


mendokumentasikan data yang luas, akurat dan sistematis.

Standar IV Diagnosa

Perawat menggunakan data dari hasil observasi dan penilaian


kesehatan klien untuk menentukan diagnosa keperawatan.

Standar V Perencanaan

Perawat mengembangkan rencana-rencana tindakan guna


menentukan tujuan pemberian asuhan keperawatan. rencana
didasarkan pada perumusan diagnosa keperawatan dan
menggabungkan nilai-nilai dalam upaya pencegahan penyakit,
tindakan pengobatan/kuratif dan tindakan rehabilitasi perawatan.

Standar VI Intervensi

Perawat dipedomi oleh intervensi keperawatan untuk memberikan


rasa kepuasan, memulihkan status kesehatan, memperbaiki, dan
memajukan kesehatan, serta mencegah komplikasi dan penyakit
lanjutan yang memerlukan tindakan rehabilitasi.

Standar VII Evaluasi

Perawat secara terus-menerus mengevaluasi respon klien dan


keluarga dalam penanganan guna menetapkan kemajuan terhadap
hasil yang telah dicapai dan meninjau kembali data dasar diagnosa
perawatan dan perencanaan yang telah disusun (ANA, 1986)
LAMPIRAN

1. Tahapan Proses Keperawatan Klien di Rumah


DAFTAR PUSTAKA

Bastable, Susan B. 2002.Perawat Sebagai Pendidik : Prinsip-Prinsip Pengajaran


dan Pembelajaran. Jakarta : EGC

Bukit, Evi Karota. 2008. Perawatan Kesehatan di Rumah. Diakses pada tanggal
25 Agustus 2014 pukul 20.38 melalui
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3585/1/Eva%20Karota%2
0Bukit.pdf

Effendi, Ferry & Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas : Teori


dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Moh Zein.2011.Artikel Home Care : Peluang Profesi Perawat.diakses pada


tanggal 25 Agustus 2014 pukul 20.46 WIB melalui
http://www.poltekkesmalang.ac.id/media.php?module=detailartikel&id=62
&halaman=364
Potter&Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep , proses, dan
praktik, Vol 1, Eds 4. Jakarta: EGC