Anda di halaman 1dari 2

DURANTE ANESTESI

( Selama Anestesi Berlangsung )


No Dokumen: No Revisi : Halaman:
RSUD.A.DJEMMA
435/27/03/4/2017 0 1/2
MASAMBA

Tanggal Terbit: Ditetapkan Oleh

STANDAR 10 September 20117 Direktur RSUD A. Djemma Masamba

PROSEDUR
OPERASIONAL
dr.H.Hariadi., M.Kes
NIP. 19620804 198812 1 002

PENGERTIAN Suatu pelayanan yang diberikan kepada pasien mulai dari pasien
dipindahkan kemeja operasi sampai pasien selesai di operasi ( tutup luka
operasi )
TUJUAN Terlaksananya pelayanan medis di Kamar Bedah secara optimal dan
terkoordinasi dengan baik
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RSUD A. Djemma Masamba
NO : 435/2/088/RSUD/X/2016. Tentang Kebijakan Pelayanan Anestesi
dan Bedah RSUD A. Djemma Masamba:
“selama pemberian anestesi, fisiologis setiap pasien terus menerus
dimonitor dan dituliskan dalam rekam medis pasien.”
PROSEDUR a. Pantau kedalaman anestesi dengan memperhatikan respon otonomik
b. Kedalaman anestesi yang cukup agar pasien tidak mengalami rasa
nyeri, tidak mengalami stres otonomik dan pembedahan dapat
berjalan baik, serta untuk mencegah pasien ingat dan merasakan
proses pembedahan ( Awarness)
c. Jaga fungsi vital (pernafasan, sirkulasi dan perfusi organ) tetap
berada dalam batas normal
d. Tahapan anestesi dipertahankan dengan mengatur vaporizer ( untuk
anestesi inhalas)i atau infus untuk anestesi intra vena
e. Pertahankan saturasi oksigen >95 %
f. Tekanan darah dipertahankan agar tidak berfluktuasi lebih dari 25%
atau 15-20 MmHg dari nilai waktu sadar
DURANTE ANESTESI
( Selama Anestesi Berlangsung )

No Dokumen: No.Revisi: Halaman:

RSUD.A.DJEMMA 435/27/03/4/2017 0 2/2


MASAMBA

PROSEDUR g. Pertahankan perfusi hangat, kering dan merah, tidak teraba keringat
dan tidak keluar mata bila kelopak mata terbuka
h. Irama jantung dipertahankan pada irama sinus yang teratur,
fluktuasi tidak lebih dari 25% nilai waktu sadar
i. Jika terjadi aritmia, pastikan oksigenasi baik (periksa aliran oksigen
dan jalan nafas/tube) , pastikan ventilasi ventilasi baik (periksa
gerak dada dan soda lime) dan pastikan tidak ada manipulasi bedah
yang memicu aritmia (refleks vagal atau refleks occucardiac )
j. Produksi air seni 0,5 – 1,0 ml/kgbb/jam
k. Pemantauan fungsi vital tubuh, diulang tiap 5’ atau lebih sering jika
kondisi klinis pasien tidak stabil
l. Jika digunakan pelumpuh otot namun pembedahan tidak
memerlukan apnea, usahakan pasien masih sedikit bernafas (tidak
total blok)

UNIT TERKAIT KAMAR OPERASI