Anda di halaman 1dari 8

Penjalaran Gelombang Seismik

Gelombang seismik adalah gelombang elastik yang menjalar ke seluruh bagian dalam
bumi dan melalui permukaan bumi, akibat adanya lapisan batuan yang patah secara tiba-tiba
atau adanya suatu ledakan. Gelombang gempa yang dipancarkan oleh sumbernya akan menjalar
ke segala arah dengan tipe, kecepatan dan arah penjalaran bervariasi tergantung pada sifat fisis
dan dimensi medium. Untuk medium yang paling sederhana yaitu medium yang homogen,
isotropik dan elastik sempurna, maka gelombang gempa menjalar sebagai sinar yang berbentuk
garis lurus.
Gelombang gempa yang menjalar pada struktur bumi yang terdiri dari banyak lapisan
dengan kecepatan konstan akan sampai pada stasium pencatat gempa melalui tiga cara, yaitu
gelombang langsung, dipantulkan dan gelombang dibiaskan, hal ini tergantung pada jarak
episenter gempa dan nilai perbedaan kecepatan pada masing-masing lapisan.
Untuk kasus sederhana yaitu struktur bumi terdiri dari dua lapisan dan sumber gempa
terletak pada lapisan pertama, maka penjalaran gelombang gempa dapat dilihat pada gambar di
bawah ini:

Dalam pembahasan berikut,

A. Gelombang Crustal
Gempa bumi yang berjarak kurang dari 10o penjalaran gelombangnya mempunyai
cara-cara tertentu. Gelombang seismik yang menjalar melalui lapisan tersebut ada yang
langsung, ada pula yang dibiaskan melalui batas lapisan. Gelombang-gelombang seismik
tersebut adalah:
a) Pg dan Sg  gelombang P dan S yang melalui lapisan granit dan langsung menuju ke
stasiun.
b) P* dan S*  gelombang P dan S yang melalui Conrad diskontinuitas.
c) Pn dan Sn  gelombang P dan S yang melalui Mohorovicic diskontinuitas.
d) pPn dan sPn  gelombang P dan S yang dipantulkan dua kali masing-masing lewat
permukaan dan lapisan batas moho.
Suatu gelombang seismik yang menjalar pada batas dua lapisan yang berbeda
kecepatan rambatnya akan menjalar pada lapisan yang berkecepatan lebih besar. Untuk
menjelaskan penjalaran gelombang ini dapat diperhatikan gambar berikut dengan
anggapan permukaan datar dan model lapisan sederhana.

Gelombang seismik menjalar dari sumber gempa (fokus), ada yang langsung tercatat
oleh stasiun (S2) ada yang dipantulkan oleh lapisan moho dan tercatat di stasiun (S1),
serta ada yang melalui lapisan moho dan dicatat oleh stasiun (S3). Gelombang P dan S
yang langsung melalui lapisan crustal ini berturut-turut diberi simbol Pg dan Sg atau ada
yang memberi nama P dan S, dimana notasi – menunjukkan lapisan granit.
Gelombang yang dipantulkan diberi masing-masing notasi PmP dan SmS dan yang
melewati lapisan moho diberi notasi Pn dan Sn. Gelombang Pn dan Sn pada lapisan kerak
kontinental tidak akan tercatat oleh stasiun-stasiun yang jarak kritisnya kurang dari 100
km.
Penjalaran gelombang modeldi atas menunjukkan model sangat sederhana,
kenyatannya bahwa lapisan kerak masih terbagi lagi oleh lapisan granit dan basal,
disampingn itu batas permukaan tidak rata dan kadang-kadang ada kemiringannya. Untuk
itu model yang lebih realistic diperlihatkan pada gambar berikut:
Pada model ini gelombang langsung adalah gelombang yang hanya dicatat pada
jarak episenter yang sangat lokal sekitar puluhan km yaitu pada stasiun S1, dimana
gelombang P dan S diberi notasi strip atas atau dengan simbol P dan S. sedang Pg dan Sg
adalah gelombang yang telah dibiaskan seolah-olah melalui batas diskontinuitas lain
masih pada lapisan granit. Gelombang yang dibiaskan melalui lapisan batas diskontinuitas
Conrad diberi notasi asterisk atau b (P*, S* atau Pb, Sb) yang menunjukkan lapisan basalt.
Gelombang yang dibiaskan melalui lapisan moho notasinya tetap sama seperti
model terdahulu, yaitu Pn dan Sn. Keempat macam jenis gelombang tersebut mempunyai
jarak kritis masing-masing sekitar 10 km, 100 km, 150 km, dan 200 km, dan kecepatan
gelombang P pada ketiga lapisan tersebut berturut-turut kebawah adalah sekitar 6,2
km/dt, 6,6 km/dt, dan 8,0 km/dt.
Sebagai pedoman dalam pembacaan seismogram biasanya dari beda waktu tiba
gelombang S dan P atau (S-P). Jika (S-P) kurang dari 20 detik kelompok gelombang P dan
S yang pertama datang biasanya berturut-turut sebagai gelombang pPn dan sPn. Prinsip
penjalaran gelombang pantul permukaan ini terlihat pada gambar berikut.
Model-model di atas berlaku untuk lapisan di atas kontinen, sedang pada model
samudra biasanya tidak ada lapisan granit.
Dari kasus tersebut diatas dapat digambarkan kurva waktu jalar terhadap jarak
episenter (ES) untuk gelombang langsung, dipantulkan, dan dibiaskan sebagai berikut:

Terlihat pada gambar di atas, bahwa pada jarak ES1 hanya akan mencatat
gelombang langsung dan gelombang yang hanya dipantulkan. Pada jarak episenter lebih
besar atau sama dengan EXCr stasiun akan merekam gelombang yang dibiaskan di
samping gelombang yang langsung maupun yang dipantulkan. Jarak EXCr ini dikenal
sebagai jarak kritis.
Dari kurva tersebut dapat dianalisis bahwa gelombang yang dipantulkan tidak
pernah tiba lebih awal di stasiun pencatat. Pada jarak lebih besar atau sama dengan jarak
Cross Over (EXCo), gelombang yang lebih dahulu sampai di stasiun pencatat dan
sebaliknya untuk jarak yang lebih kecil dari EXCo maka gelombang yang langsung akan
sampai lebih dahulu.
Sebagai petunjuk analisis pembacaan seismogram, prinsip-prinsip berikut dapat dipakai:

 Periode domain gelombang crustal seperti Pg, P*, Pn, Sg, S*, Sn, dsb. umumnya adalah
kurang dari satu detik. Dalam hal ini catatan terbaik jika dilihat pada seismograf
periode pendek.
 Amplitude gelombang S lebih besar dari P, dan biasanya terbaca jelas pada komponen
horizontal.
 Pada jarak episenter kurang dari 200 km (tergantung pada model struktur kerak dan
kedalaman fokus), gelombang yang pertama datang adalah Pg dan jika lebih dari 200
km gelombang yang datang lebih dulu adalah Pn.
 Gempa permukaan (sangat dangkal) yang jarak episenternya kurang dari 600 km,
sering menimbulkan gelombang permukaan Rayleigh (Rg) dan kelihatan jelas pada
catatan seismograf komponen vertikal.
 Gempa lokal dan regional yang tidak besar lamanya catatan dalam seismogram
(duration time) hanya beberapa menit.
 Untuk memudahkan pembacaan sebaiknya dilakukan dengan banyak stasiun, agar
dapat membandingkannya.

B. Gelombang Bodi Pada Jarak Episenter 10o-103o


Penjalaran gelombang bodi melalui kulit bumi dengan hiposenter di permukaan,
terlihat pada gambar berikut. Gelombang P langsung yang sampai di permukaan bebas
dapat dipantulkan sekali atau lebih menjadi gelombang P dan S. Sebagai contoh
gelombang P yang dipantulkan sekali oleh permukaan bebas menjadi PP dan PS.
Gelombang PP yang dipantulkan lagi oleh permukaan bebas melalui mantel disebut PPP,
sedang gelombang PS yang dipantulkan kembali oleh permukaan disebut PSP.
Gelombang P langsung yang dipantulkan oleh permukaan bebas dapat terurai
menjadi gelombang P dan S, demikian pula gelombang S juga dapat terurai menjadi
gelombang P, oleh karena itu gelombang S yang langsung dan dipantulkan sekali, dua kali
atau oleh permukaan bebas melalui mantel berturut-turut menjadi SS, SSS, dst.
Gelombang P langsung yang dipantulkan dua kali oleh permukaan bebas, dapat
menghasilkan empat kemungkinan, yaitu PPP, PPS, PSP, dan PSS. Pemantulan gelombang
yang dapat dipantulkan sampai dua kali atau lebih biasanya terjadi jika jarak episenternya
lebih dari 40o, untuk jarak lebih dari 40o pemantulannya lebih kompleks lagi. Gelombang
yang dipantulkan oleh lapisan diskontinuitas inti luar-mantel diberi notasi c. Sebagai
contoh ScP adalah gelombang yang menjalar ke bawah dari hiposenter kemudian
dipantulkan oleh inti luar dan tercatat di permukaan bumi sebagai gelombang P. Jenis-
jenis gelombang ini biasanya tercatat pada jarak episenter kurang dari 40 o.
Untuk gempa yang hiposenternya dalam, penjalaran gelombang bodi dapat dilihat
pada gambar berikut. Gelombang langsung dari fokus ke permukaan diberi nama dengan
huruf kecil, yaitu p untuk gelombang longitudinal dan s untuk gelombang transversal.
Untuk yang dekat dengan episenter gelombang langsung yang dipantulkan oleh
permukaan dapat tercatat 4 kemungkinan, yaitu pP, sP, pS, dan sS. Pada gempa dalam
amplitude untuk fase pP biasanya lebih besar dan gelombang sP dapat lebih besar dari
pP.

Selain dipantulkan oleh permukaan bebas atau inti luar, gelombang bodi dapat pula
dipantulkan oleh lapisan diskontinuitas pada mantel atas. Dalam hal ini diberi notasi d
(depth atau kedalaman sumber gempa dengan satuan km). sebagai contoh P650d adalah
gelombang P yang dipantulkan oleh lapisan diskontinuitas yang dalamnya 650 km.
C. Gelombang Bodi Pada Jarak Episenter Lebih Dari 103o
Pada jarak episenter lebih dari 100o, amplitude gelombang P langsung akan meluruh
secara dramatis, dan pada jarak sekitar 140o akan kembali tampak. Jarak episenter antara
103o-140o disebut shadow zone, dimana pada jarak ini tidak ada gelombang P langsung
yang tercatat. Gelombang langsung yang terakhir mengalami proses difraksi oleh lapisan
batas inti-mantel.
Gelombang difraksi ini diberi simbol Pc atau Pdif. Gelombang Pc mempunyai
amplitude yang kecil dan periode panjang yang kadang-kadang dapat tercatat sampai
jarak lebih dari 160o. Untuk shadow zone gelombang S langsung adalah antara 103 o
sampai -103o atau antara 103o – 257o dan simbol untuk gelombang difraksinya Sc atau
Sdif. Penjalaran gelombang yang terkait dengan shadow zone ini terlihat pada gambar
berikut.

Gelombang P yang melewati inti luar diberi notasi dengan huruf K, yaitu singkatan
dari Kernwellen ahli seismologis Jerman yang menemukan pertama kali. Tingkah laku
gelombang ini terlihat pada gambar dibawah ini. Gelombang langsung yang melewati
mantel, kemudian dibiaskan pada inti luar dan keluar lagi melalui mantel ini dapat
terbentuk empat macam, yaitu PKP, PKS, SKP, dan SKS.
Gelombang K adalah termasuk gelombang P karena gelombang S tidak bisa
melewati inti luar, dan sebab inilah material inti luar berbentuk cair. Gelombang PKP
sering disingkat dengan notasi P’. Gelombang P yang melewati inti dalam diberi notasi I,
dan dalam hal ini juga dapat terbentuk empat macam, yaitu PKIKP, PKIKS, SKIKP, dan SKIKS.
Untuk gelombang S yang melewati inti dalam diberi simbol J, namun dalam prakteknya
juga digunakan simbol I.
Gelombang yang menjalar melewati inti dalam, bisa dipantulkan hanya
menyinggung inti dalam dan juga dapat dipantulkan sekali atau lebih oleh batas inti
dalam-inti luar. Jika tidak sempat masuk ke dalam inti dalam tapi setelah sampai batas
inti dalam-inti luar langsung keluar maka diberi simbol I, contohnya PKiKP. Dalam hal
gelombang P yang menjalar melewati inti dalam dan memantul sekali, dua kali atau lebih
dan terakhir keluar di permukaan berupa gelombang P, maka berturut-turut diberi simbol
PKIKP, PKIIKP, dst. Penggambaran gelombangnya terlihat pada gambar dibawah.