Anda di halaman 1dari 3

PERSIAPAN PRA ANESTESI

( Sebelum Anestesi )

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman:


RSUD.A.DJEMMA 435/09/03/4/2017 - 1/3
MASAMBA

Tanggal terbit: Ditetapkan Oleh


STANDAR 10 September 20117 Direktur RSUD A. Djemma Masamba
PROSEDUR
OPERASIONAL dr.H.Hariadi., M.Kes
NIP. 19620804 198812 1 002

PENGERTIAN Suatu persiapan baik alat dan obat-obatan yang diperlukan sebelum
tindakan pembiusan dimulai (baik local maupun general).
TUJUAN Terlaksananya pelayanan medis di Kamar Bedah secara optimal dan
terkoordinasi dengan baik
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RSUD A. Djemma Masamba. NO :
435/1/078/RSUD/X/2016 Tentang Kebijakan Pelayanan Anestesi dan
Terapi Intensif di RSUD A. Djemma Masamba:
“Setiap petugas yang ikut dalam tim pelayanan anestesi ( Dokter
spesialis/dokter umum/perawat anestesi/perawat) , mampu melakukan
berbagai tehnik sedasi, pengaturan frekuensi minimum, monitoring yang
tepat, mengenal type monitoring yang digunakan, mengenal zat reversal
serta respon terhadap setiap komplikasi yang mungkin timbul selama
anestesi berlangsung”.
PROSEDUR 1. Perawat anestesi/perawat kamar bedah harus mengecek rencana
operasi setiap hari pada papan rencana operasi agar mengetahui
rencana operasi yang ada sepanjang hari tersebut.
2. Identifikasi ulang pasien yang dating keruang persiapan kamar operasi
baik pasien rawat inap maupun pasien one day surgery (ODS) yang
meliputi : Identitas pasien (Nama, Umur, Jenis kelamin, diagnose,
dokter operator, dokter anestesi, jenis operasi, lokasi operasi dll),
Gelang pasien, Hasil-hasil
PERSIAPAN PRA ANESTESI
( SebelumAnestesi )

No Dokumen: No.Revisi: Halaman:


RSUD.A.DJEMMA 435/09/03/4/2017 0 2/3
MASAMBA

PROSEDUR 3. laboratorium, rontgen, EKG, Consultasi medic dengan dokter


penunjang lain serta pemeriksaan penunjang jika ada, Surat Informasi
bedah dan anestesi serta Surat Izin Operasi ( Inform concern), Obat-
obat dan persiapan darah jika ada.
4. Dokter anestesi berkolaborasi dengan dokter bedah dalam menentukan
tindakan anestesi baik untuk pasien rawat inap maupun untuk pasien
one day surgery.
5. Dokter bedah/operator melakukan sendiri tindakan anestesi apa bila
pasien direncanakan operasi dengan anestesi local ( LA )
6. Perawat anestesi memeriksa mesin anestesi berfungsi baik dan layak
untuk digunakan sesuai prosedur
7. Cek keter sediaan gas anestesi (O2 , N2O ,AIR ) ke sentral gas, pastikan
gas anestesi cukup.
8. Siapkan obat-obat anestesi :
 Obat general maupun obat spinal/epidural anestesi sesuai standart
rumah sakit
 Obat-obat local anestesi sesuai standart rumah sakit
 Obat analgesia sesuai standart rumah sakit
 Obat antibiotic sesuai standart rumah sakit
 Zat reversal sesuai standart rumah sakit
 Obat-obat emergensi untuk kegawat daruratan sesuai standart
rumah sakit.
9. Cek danPeriksa mesin monitoring pasien, pastikan berfungsi dengan
PERSIAPAN PRA ANESTESI
( SebelumAnestesi )

No Dokumen: No.Revisi: Halaman:


RSUD.A.DJEMMA 435/09/03/4/2017 0 3/3
MASAMBA

PROSEDUR baik.
10. Siapkan peralatan intubasi apa bila pasien akan dilakukan general
anestesi seperti :
 ETT semua ukuran
 laryngoscope dan blade semua ukuran
 mandrain semua ukuran
 gudel semua ukuran
 suction tube
11. Siapkan peralatan spinal/epidural anestesi apa bila pasien akan
dilakukan anestesi tersebut seperti :
 Spinocen/jarum spinal no. 25-27
 Epidural cateter
 Spinal/epidural set( kassa steril, duk lobang, sarung tangan steril)
Siapkan alat resusitasi manual dan DC Shock untuk kegawat daruratan.
12. Cek dan periksa mesin suction, pastikan berfungsi baik.
13. Siapkan formulir pencatatan dan pelaporan tindakan medis yang
sudah diisi dengan identitas masing-masing pasien untuk
menghindari terjadinya kesalahan pencatatan dan pelaporan, serta
untuk memonitor keadaan pasien secara berkesinambungan selama
proses perioperatif dan sedasi.

UNIT TERKAIT KAMAR OPERASI