Anda di halaman 1dari 11

Nyeri pada Injeksi Propofol: Manfaat Parasetamol dan

Lidocain
H. Khouadja1,2, H. Arnous1, K. Tarmi1, D. Beletaifa1, A. Brahim1,

W. Brahem1, J. Sakhri2, K. Ben Jazia1

Abstrak

Latar belakang dan tujuan: propofol tetap menjadi obat yang paling umum
digunakan untuk induksi anestesi umum, meskipun menyebabkan nyeri yang
scukup besar pada saat injeksi. Tak ada metode satu pun yang dapat mengurangi
ketidak nyamanan ini. Kami bermaksud untuk mengetahui efek parasetamol iv
pretreatment terhadap nyeri saat injeksi propofol. Materi dan metode: penelitian
ini dilakukan secara acak prospektif studi double-blind yang dilakukan pada 180
pasien, dengan kesan ASA I atau II yang dijadwalkan untuk menjalani operasi
elektif. Mereka secara acak dikelompokkan dalam 3 kelompok, satu kelompok
masing-masing 60 orang. Kelompok I, II, III diberikan terapi awal dengan 40 mg
lidocaine dalam salin, 10 mg parasetamol, dan 10 ml salin, secara berurutan.
Semua pasien dipasangkan abocath no. 18 yang dimasukan ke dalam pembuluh
darah superfisial bagian radial. Setelah 2 menit terjadi sumbatan pembuluh darah,
seperempat dari jumlah dosis propofol yang disuntikan pada pembuluh darah
dalam kurun waktu 20 detik. Selama injeksi kedua pretreatment larutan dan
propofol, peneliti secara acak menilai derajat nyeri pada pasien menggunakan 4
poin verbal rating scale (VRS) (0=tidak ada, 1=ringan, 2=sedang, 3=berat). Uji
X2 dan uji kruskal-Wallis digunakan untuk uji statistik. Untuk semua analisis,
perbedaan dianggap signifikan bila P < 0,05. Hasil: ketiga kelompok sebanding
dalam hal karakteristik pasien. Adanya kejadian nyeri pada injeksi propofol
dalam plasebo, parasetamol i.v. dan lidocain pada kelompok I, II, III sebesar 85%,
36%, 21% secara berurutan (p<0,05). Intensitas dan keparahan nyeri pada induksi
propofol sebanding antara kelompok parasetamol dan lidocain. Kesimpulan:
pretreatment menggunakan parasetamol i.v. diketahui efektif dalam mengurangi
nyeri pada injeksi propofol.

Kata kunci

Propofol, injeksi, nyeri, paracetamol, lidocaine, anestesia

Pendahuluan

Propofol ( 2 , 6-diisopropylphenol ) masih menjadi pilihan utama untuk


induksi dan pemeliharaan anestesi umum karena onsetnya yang cepat , durasi
pendek , mudah titrasi , dan baik mengenai efek sampingnya (1). Namun, selama
induksi nyeri pada pembiusan merupakan persoalan yang mengganggu pasien.
Kejadian yang telah dilaporkan berkisar antara 28%-90% (2 ). Patofisiologi dari
nyeri ini menunjukan sampai saat ini salah satu dan kombinasi lebih dari satu
dari 3 dari mekanisme yang diajukan . pertama dengan cara menghubungkan nyeri
untuk memicu daerah kallikrein-kinin cascade. Cara lain yang disarankan adalah
rangsangan nosiseptor dari reseptor bebas di ujung saraf yang terletak di antara
intima dan lapisan media dinding pembuluh darah. Cara ketiga dengan
menghubungkan nyeri dengan pH dan konsentrasi propofol (3).

Akibatnya, beberapa intervensi telah meneliti untuk mengurangi nyeri


yang terkait dengan injeksi propofol. Termasuk penambahan lidokain pada
propofol, pendinginan atau pemanas obat, dengan terapi awal efedrin,
ondansetron, metoklopramid, opioid, thiopental, ketamine, ketorolac,
deksametason [3]-[6] .

Sejak, terapi awal menggunakan injeksi lidocain 0,5 mg/kg i.v. dalam
hubungannya dengan sumbatan pembuluh darah disarankan sebagai intervensi
paling efektif [7]-[9].

Paracetamol (n-acetyl-p-amino-phenol) banyak digunakan untuk


menghilangkan rasa nyeri. Meskipun mekanisme aksi adalah paracetamol belum
jelas, kemungkinan besar dampak klinis yang timbul dari aksi central. Belum
lama ini, telah ditunjukan kelemahan efek perifer dengan memblok sebagian
impuls pada reseptor bradikinin sensitif yang responsif terhadap seluruh impuls
nosiseptor.

Mekanisme ini bertujuan untuk mendorong kita meneliti efek dari


paracetamol i.v. terhadap nyeri pada injeksi propofol. Untuk itu kami
membandingkan efek pemberian paracetamol i.v. dengan lidocain untuk
mencegah nyeri pada pemberian propofol selama induksi anestesi.

Metode

Setelah mendapat persetujuan Komite Etik lokal dan telah memperoleh


persetujuan pasien, secara lisan maupun tulisan, kami melakukan penelitian secara
acak antara bulan Juli 2011 dan November 2012 di Rumah Sakit pendidikan
Farhat Hached. Kami menggunakan 180 pasien, status ASA I atau II, yang
dijadwalkan untuk anestesi umum pada operasi elektif. Pasien dialokasikan ke
salah satu dari tiga kelompok masing-masing 60. Tak satu pun dari pasien yang
mendapatkan premedikasi sebelum memasuki ruang operasi. Setelah pemantauan
rutin, abocath no. 18 dimasukan ke dalam pembuluh darah radial superfisial dan
tourniquet pneumatik (dikembangkan dengan tekanan 70 mmHg) ditempatkan
pada lengan atas, untuk menghambat aliran pembuluh darah. Semua pasien
diberikan terapi awal sebelumnya selama 10 detik (detik). Dengan salah satu obat
premedikasi: 10 ml salin normal (Kelompok I), 40 mg lidocaine diencerkan
sampai 10 ml (Kelompok II), atau 100 mg (10 ml) parasetamol (Kelompok III).
Setelah 2 menit, oklusi ini dirilis dan seperempat dari total dosis propofol
(Propofol 1% lipuro® B Braun) dimasukan melalui iv selama 20 detik. Selama
injeksi propofol atau premedikasi, peneliti mengevaluasi nyeri menggunakan
empat skala poin pada skala vocal (VRS) (0 = tidak ada, 1 = ringan, 2 = sedang,
dan 3 = berat) dan memperhatikan setiap tanda-tanda perilaku terkait. Tanda-
tanda perilaku dianggap sebagai VRS = 3, ketika pasien mengeluarkan air mata,
menarik lengan, respon vokal yang kuat atau tanggapan disertai dengan wajah
meringis. Setelah induksi anestesi dilanjutkan.

Dalam waktu 24 jam setelah operasi, dilakukan pemeriksaan pada tempat


suntikan untuk menilai apakah terdapat nyeri, edema, atau reaksi alergi oleh ahli
anestesi pada kelompok yang .

Variabel hasil primer adalah kejadian nyeri sedang sampai berat yang
dilaporkan. Berdasarkan laporan sebelumnya, kami menyarankan parasetamol
dapat mengurangi timbulnya nyeri pada induksi propofol, sebesar 50%
dibandingkan dengan salin. Ukuran sampel 180 mencapai 80% kekuatan untuk
menentukan perbedaan yang signifikan antara kelompok-kelompok di "Alpha"
dari 0,05 dengan menggunakan dua derajat kebebasan uji X2. Karakteristik klinis
antara kelompok dibandingkan menggunakan satu arah ANOVA atau uji Kruskal-
Wallis. Insiden nyeri sedang / berat dan jumlah pasien yang melaporkan injeksi
propofol, kejadian tanda-tanda perilaku, dan efek samping lainnya adalah
dibandingkan dengan menggunakan analisis chi-square. P <0,05 dianggap
signifikan.

Hasil

Dari 180 pasien yang diteliti untuk kelayakan, tidak ada yang dikeluarkan
dari penelitian. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam data demografi antara
kelompok (Tabel 1). Secara keseluruhan hasil untuk kejadian dan intensitas nyeri
saat injeksi cairansolusi pretreatmen dalam tiga kelompok yang ditunjukkan pada
Gambar 1, Gambar 2. Tidak ada perbedaan pada insiden nyeri antara tiga
kelompok (10% kelompok I, 6,7% kelompok II dan 5% kelompok III (p> 0,05).
Pretreatmen dengan lidocain menyebabkan nyeri ringan di 5% dan nyeri sedang
dalam 2% dari pasien. Pretreatmen dengan larutan garam yang diproduksi nyeri
ringan di 8% dan nyeri sedang dalam 2% dari pasien. Ketika kami mengevaluasi
pretreatmen dengan parasetamol, intensitas nyeri adalah ringan hanya 5% dari
pasien.

Data insiden dan beratnya nyeri pada induksi propofol disampaikan pada
(Tabel 2). Dari seluruh insiden nyeri 85% pada kelompok kontrol, 21,7% pada
kelompok lidocain, dan 36,6% pada kelompok parasetamol. (p < 0,05). Intensitas
nyeri berat 35% pada pasien dalam kelompok kontol, 8,3% pada kelompok
parasetamol, dan 1,7% pada kelompok lidocain (p < 0,01). Saat kami bandingkan
nyeri pada induksi propofol di kelompok II dan III, tingkat keparahan dan
intensitas nyeri yang sama (masing-masing 21,7% dan 36,6%, p = 0,21%)
Gambar 3. Kami tidak mengamati adanya komplikasi seperti nyeri, edema, ruam
atau reaksi alergi pada tempat suntikan dalam 24 jam pertama setelah operasi pada
ketiga kelompok.
Pembahasan

Dalam peneliatian ini, kami menemukan bahwa parasetamol i.v. efektif


dalam mengurangi kejadian nyeri selama injeksi propofol i.v. tetapi, ketika
dibandingkan dengan lidocain, parasetamol tidak membuktikan manfaat apapun
untuk mengurangi nyeri pada induksi propofol.

Efek samping ini menjadi masalah besar bagi para ahli anestesi dan pasien.
Walaupun bukan merupakan komplikasi serius, nyeri pada injeksi propofol telah
menjadi peringkat ke tujuh sebagai masalah yang paling serius dalam masalah
klinis anastesi saat ini menurut ahli anaestesi di Amerika [11].
Mekanisme yang menyebabkan nyeri pada injeksi propofol masih kurang
dapat dipahami [6]. Hal ini diduga ada hubungannya dengan jumlah propofol
dalam fase larut. Komponen inti melibatkan stimulasi langsung dari nosiseptor
dan ujung saraf bebas. Komponen penunda yeri, muncul setelah 30 menit, yang
disebabkan oleh kelompok bradikinin terkait dengan aktivitas sistem plasma
kallikrein-kinin [12]. Bradikinin menyebabkan vasodilatasi lokal dan perubahan
permeabilitas yang mungkin disebabkan oleh peningkatan kontak antara fase larut
propofol dan ujung saraf bebas, yang akan menyebabkan nyeri pada saat injeksi.
Ando, et al. mengatakan bahwa nyeri pada induksi propofol terjadi karena respon
terhadap prostanoids, partikel prostaglandin E2 [13].

Faktor intrinsik yang berhubungan dengan nyeri pada injeksi lipid


propofol termasuk suhu (baik pendinginan atau pemanasan), tempat suntikan
(seperti pembuluh darah yang besar) dan pelarut (rantai sedang trigliserida/ rantai
panjang trigliserida dengan rantai panjang trigliserida) [3]. Faktor-faktor ini,
seperti pemanas dan rantai sedang trigliserida/ pelarut rantai panjang trigliserida ,
serta pH yang rendah, diketahui dapat menurunkan konsentrasi propofol bebas
dalam fase terlarut, dan dengan demikian dapat mengurangi nyeri pada induksi
propofol [4] [14] - [16]. Dalam penelitian ini, kami memilih untuk menggunakan
Propofol-lipuro®, yang merupakan emulsi propofol 1% dalam campuran rantai
panjang dan trigliserid rantai sedang (Lipofudin_ MCT 10% B Braub Ltd,
Melsungen, Jerman). Selain itu, konsentrasi propofol bebas dalam fase terlarut
berkurang, saat pencampuran Lipofudin dan penelitian ini menjelaskan bahwa
Propofol-lipuro® dapat mengurangi nyeri saat injeksi [17] [18].

Sifat nyeri bisa sangat hebat, rasa terbakar dan menyakitkan. Dalam
penelitian kami, nyeri hebat (VRS = 3) dilaporkan sebesar 35% dari pasien
kelompok kontrol.

Berbagai cara telah dilakukan untuk melemahkan rasa nyeri pada injeksi
ini. Termasuk memberikan opioid, lidocaine, prilocaine, thiopental, ketamin,
metoclopramide, ondansentrondan efefedrin sebelumnya. Cara ini tidak dapat
menghilangkan rasa nyeri sepenuhnya, tetapi dapat menurunkan kejadian atau
keparahan nyeri saat injeksi. Dari berberapa agen, lidocainlah yang paling umum
digunakan dalam praktek klinis [19]. Cara yang paling umum digunakan sehari-
hari adalah dengan penambahan injeksi lidocaine 10-40 mg segera sebelum
injeksi propofol. Dalam hal ini lodocaine dapat menurunkan pH emulsi lipid dari
propofol, yang selanjutnya dapat menurunkan konsentrasi propofol bebas dalam
fase terlarut [20]. Namun, dosis maksimum lisensi lidocaine adalah 10 mg, yang
sering terlampai, dan penambahan lidocaine dapat mengganggu pencampuran
emulsi propofol dengan risiko yang berpotensi menjadi penyebab emboli lemak
paru [17]. Lidocaine juga dapat menyebabkan gangguan kardiovaskukar,
neurologik dan komplikasi lain. Namun, dengan dosis kurang dari 1 mg/kgBB
dapat digunakan dengan aman [20].

Untuk mengurangi nyeri pada injeksi propofol, lidocaine dapat digunakan


sebagai pretreatmen. Hal ini diduga injeksi lidocaine sebelumnya berperan pada
sebagian besar anestesi umum. Sasaki, et al. mencatat bahwa efek analgetik dari
injeksi awal dengan lidocaine dapat meningkat biladigunakan bersama dengan
tourniquet [21]. Analisis yang dilakukan oleh Picard dan Kramer menegaskan
bahwa pemberian lidocaine harus menggunakan tourniquet karet sebelum
pemberian injeksi propofol sehingga efektif dalam pencegahan nyeri [22]. Selain
itu, Kaya, et al. Menunjukan bahwa perlakuan awal dengan pemberian lidocaine
ditambah dengan menyumbat aliran pembuluh darah dengan pemberian tekanan
selama 60 detik dapat mengurangi kejadian nyeri pada induksi propofol secara
signifikan dibandingkan dengan pemberian lidocaine tanpa penyumbatan aliran
darah [8].

Dalam penelitian ini, kami menerapkan pemberian lidocaine 40 mg


ditambah penyumbatan aliran darah selama 120 detik. Hasil penelitian kami
menunjukan efek yang menguntungkan dari penambahan lidocaine untuk
mikroemulsi propofol dalam mengurangi nyeri saat injeksi.

Parasetamol (N-asetil-p-amino-fenol) adalah obat yang ditoleransi dengan


baik yang telah terbukti manfaatnya. Disamping terkenalnya obat ini, mekanisme
parasetamol sampai mencapai efek masih diperdebatkan. Obat ini memiliki efek
antipiretik dan analgetik tetapi tidak memiliki efek anti-inflamasi. Mekanisme
kerja analnesik dari parasetamol adalah multifaktorial. Meskipun mekanisme yang
tepat belum jelas, efek klinis kemungkinan becar muncul dari kerja pusat. Lokasi
yang tepat dan cara kerja pada sistem saraf pusat (SSP) masih kurang baik
didefinisikan dan bahkan kontroversial. Obat ini memiliki efek yang lemah pada
bagian perifer, yang baru-baru ini dibuktikan. Bekerja pada bagian perifer dengan
memblok impuls pada kemoreseptor bradikinin yang sensitif.

Banyak penelitian yang telah difokuskan pada penghambatan parasetamol


oleh enzim COX karena efek analgesik dan antipiretik yang sama dengan aspirin,
pola dasar non-steroid anti-inflamasi (NSAID). Namun parasetamol tidak
memiliki aktivitas anti-inflamasi yang signifikan, juga tidak menghambat
produksi pro-pembekuan tromboksan A2 (HAYEREN). Dalam penelitian terbaru,
Lee dan kawan-kawan menunjukan bahwa parasetamol selektif terhadap
penekanan prostaglandin perifer (PG) E2 dan meningkatkan ekspresi gen COX-2
pada peradangan akut [23].

Dalam penelitian kami, keseluruhan kejadian nyeri selama injeksi propofol


i.v. sebesar 85% pada kelompok kontrol, 21,7% pada kelompok lidocain dan
36,6% pada kelompok parasetamol (p < 0,05). Dalam penelitian terbaru, Canbay,
et al. telah menemukan bahwa injeksi i.v. parasetamol (50 mg) efektif, meskipun
tidak sebesar lidocaine dalam menurunkan kejadian nyeri selama injeksi i.v.
propofol [24]. Para penulis menunjukan bahwa kejadiannya sekitar 64% pada
kelompok saline, 22% pada kelompok parasetamol dan 8% pada kelompok
lidocain [25].

Dalam penelitian lain oleh Ozkan, et al., mereka menemukan bahwa


injeksi i.v. parasetamol dengan dosis 100 mg pada pretreatmen dengan
menggunakan tourniquet sama efektifnya dengan pemberian lidocaine, dalam
mengurangi insiden nyeri selama injeksi i.v. propofol. Selanjutnya, mereka
mengamati perlakuan awal dengan parasetamol dan tourniquet lebih efektif
daripada tanpa pencegahan nyeri pada injeksi [25].

Dalam sebuah penelitian prospektif secara acak dari 250 pasien yang
dijadwalkan untuk operasi elektif menggunakan sumbatan pembuluh darah
dengan tourniquet, Borazan, et al. membandingkan efektivitas dati pemberian
analgesik dengan dosis parasetamol yang berbeda (0,5 mg.kg-1, 1 mg.kg-1, 2
mh.kg-1) untuk mengurangi insiden dan keparahan nyeri pada injeksi propofol dan
membandingkan parasetamol dengan lidocaine (0,5 mg.kg-1). Mereka
menyimpulkan bahwa premedikasi dengan parasetamol 0,5 mg.kg-1, 1 mg.kg-1, 2
mh.kg-1 dan lidocaine 0,5 mg.kg-1 dapat menurunkan nyeri pada injeksi propofol
bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Parasetamol 1 mg.kg-1 dan lidocaine
0,5 mg.kg-1 sama-sama efektif, sedangkan premedikasi dengan parasetamol 2
mg.kg-1 merupakan yang terapi paling efektifdalam mengurangi nyeri pada injeksi
propofol [9].

Pada penelitian ini kami mengamati bahwa pemberian awal 100 mg


parasetamol dan lidocaine 40 mg dengan tourniquet selama 120 detik secara
signifikan dapat mengurangi nyeri pada injeksi propofol bila dibandingkan
dengan kelompok plasebo (p < 0,01). Namun, tidak ditemukan perbedaan yang
signifikan antara pemberian parasetamol 100 mg dan 40 mg lidocaine pada
tingkat keparahan nyeri pada induksi propofol (p > 0,05).

Adanya keterbatasan penelitian kami yang mungkin telah mempengaruhi


hasil penelitian kami. Pertama, penelitian ini menggunakan dosis tunggal
parasetamol (100 mg). Dosis yang lebih besar terkait dengan berat badan pasien
dapat meningkatkan nyeri pada induksi propofol. Kedua, keterbatasan tenaga
peneliti untuk mendeteksi perbedaan dalam kejadian nyeri sedang sampai berat
antara kelompok parasetamol dan lidocaine. Akhirnya, keterbatasan penelitian
tentang evaluasi nyeri vaskular berikut penggunaan propofol yaitu dengan
menggunakan dosis propofol subhipnotik sehingga penilaian terhadap nyeri dapat
membingungkan.
Kesimpulan

Kesimpulannya, meskipun mungkin tidak banyak manfaat dalam praktek


anestesi kita sehari-hari, mungkin dengan pemberian terapi awal parasetamol i.v.
dengan penggunaan tourniquet dapat lebih efektif dalam mengurangi nyeri yang
disebabkan oleh injeksi propofol dan dapat menjadi alterternatif yang efisien
untuk penggunaan lidocaine.

Referensi

Abdo El Hamd, M. (2013) The Clinical Pharmacology of Propofol: A Brief


Review. Open Journal of Anesthesiology,
3, 367-373. http://dx.doi.org/10.4236/ojanes.2013.38078
[2] Tan, C.H. and Onsiong, M.K. (1998) Pain on Injection of Propofol.
Anaesthesia, 53, 468-476.
http://dx.doi.org/10.1046/j.1365-2044.1998.00405.x
[3] Kim, K., Kim, Y.S., Lee, D.K., Lim, B.G., Kim, H.Z., Kong, M.H., Kim, N.S.
and Lee, I.O. (2013) Reducing the Pain
of Microemulsion Propofol Injections: A Double-Blind, Randomized Study of
Three Methods of Tourniquet and Lidocaine.
Clinical Therapeutics, 35, 1734-1743.
http://dx.doi.org/10.1016/j.clinthera.2013.09.018
[4] Jalota, L., Kalira, V., George, V.E., Shi, Y.Y., Hornuss, C., Radke, O., Pace,
N.L. and Apfel, C. (2011) Prevention of
Pain on Injection of Propofol: Systematic Review and Meta-Analysis. British
Medical Journal, 342, d1110.
http://dx.doi.org/10.1136/bmj.d1110
[5] Lee, S.K. (2010) Pain on Injection with Propofol. Korean Journal of
Anesthesiology, 59, 297-298.
http://dx.doi.org/10.4097/kjae.2010.59.5.297
[6] Ahmad, S., De Oliveira Jr., G.S., Fitzgarald, P.C. and McCarthy, R.J. (2013)
The Effect of Intravenous Dexamethasone
and Lidocaine on Propofol-Induced Vascular Pain: A Randomized Double-
Blinded Placebo-Controlled Trial. Pain Research
and Treatment, 2013, Article ID: 734531.
[7] Madenoglu, H., Yildiz, K., Dogru, K. and Boyaci, A. (2003) Efficacy of
Different Doses of Lidocaine in the Prevention
of Pain Due to Propofol Injection: A Randomized, Open-Label Trial in 120
Patients. Current Therapeutic Research,
64, 310-316. http://dx.doi.org/10.1016/S0011-393X(03)00066-3
H. Khouadja et al.
87
[8] Kaya, S., Turhanoglu, S., Karaman, H., Ozgiin, S. and Basak, N. (2008)
Lidocaine for Prevention of Propofol Injection-
Induced Pain: A Prospective, Randomized, Double-Blind, Controlled Study of the
Effect of Duration of Venous
Occlusion with a Tourniquet in Adults. Current Therapeutic Research, 69, 29-35.
http://dx.doi.org/10.1016/j.curtheres.2008.02.005
[9] Borazan, H., Erdem, T.B., Kececioglu, M. and Otelcioglu, S. (2010)
Prevention of Pain on Injection of Propofol: A
Comparison of Lidocaine with Different Doses of Paracetamol. European Journal
of Anaesthesiology, 27, 253-257.
http://dx.doi.org/10.1097/EJA.0b013e328330eca2
[10] Anderson, B.J. (2008) Paracetamol (Acetaminophen): Mechanisms of
Action. Pediatric Anesthesia, 18, 915-921.
http://dx.doi.org/10.1111/j.1460-9592.2008.02764.x
[11] Macario, A., Weinger, M., Carney, S. and Kim, A. (1999) Which Clinical
Anesthesia Outcomes Are Important to
Avoid? The Perspective of Patients. Anesthesia and Analgesia, 89, 652-658.
[12] Sim, J.Y., Lee, S.H., Park, D.Y., Jung, J.A., Ki, K.H., Lee, D.H. and Noh,
G.J. (2009) Pain on Injection with Microemulsion
Propofol. British Journal of Clinical Pharmacology, 67, 316-325.
http://dx.doi.org/10.1111/j.1365-2125.2008.03358.x
[13] Ando, R. and Watanabe, C. (2005) Characteristics of Propofol-Evoked
Vascular Pain in Anaesthetized Rats. British
Journal of Anaesthesia, 95, 384-392. http://dx.doi.org/10.1093/bja/aei184
[14] Wallentine, C.B., Shimode, N., Egan, T.D. and Pace, N.L. (2011) Propofol in
a Modified Cyclodextrin Formulation:
First Human Study of Dose—Response with Emphasis on Injection Pain.
Anesthesia and Analgesia, 113, 738-741.
[15] Yamakage, M., Iwasaki, S., Satoh, J.I. and Namiki, A. (2005) Changes in
Concentrations of Free Propofol by Modification
of the Solution. Anesthesia and Analgesia, 101, 385-388.
http://dx.doi.org/10.1213/01.ANE.0000154191.86608.AC
[16] Baker, M.T. and Naguib, M. (2005) Propofol: The Challenges of
Formulation. Anesthesiology, 103, 860-876.
http://dx.doi.org/10.1097/00000542-200510000-00026
[17] Kam, E., Abdul-Latif, M.S. and McCluskey, A. (2004) Comparison of
Propofol-Lipuro with Propofol Mixed with Lidocaine
10 mg on Propofol Injection Pain. Anaesthesia, 59, 1167-1169.
http://dx.doi.org/10.1111/j.1365-2044.2004.03964.x
[18] Le Guen, M., Grassin-Delyle, S., Cornet, C., Genty, A., Chazot, T., Dardelle,
D., Liu, N., Dreyfus, J.F., Mazoit, J.X.,
Devillier, P., Alvarez, J.C., Sessler, D.I. and Fischler, M. (2014) Comparison of
the Potency of Different Propofol
Formulations: A Randomized, Double-Blind Trial Using Closed-Loop
Administration. Anesthesiology, 120, 355-364.
[19] Tarmiz, K., Ferhi, F., Toumi, M., Slama, A. and BenJazia, K. (2009)
Efficacicité d’une faible dose de kétamine dans la
réduction de la douleur liée à l’injection de propofol. Annales Française
Anesthésie Réanimation, 28, 177-178.
http://dx.doi.org/10.1016/j.annfar.2008.12.014
[20] Kim, H.S., Cho, K.R., Lee, J.H., Kim, Y.H., Lim, S.H., Lee, K.M., Cheong,
S.H., Kim, Y.J., Shin, C.M. and Lee, J.Y.
(2010) Prevention of Pain During Injection of Microemulsion Propofol: A
Lication of Lidocaine Mixture and the Optimal
Dose of Lidocaine. Korean Journal of Anesthesiology, 59, 310-313.
http://dx.doi.org/10.4097/kjae.2010.59.5.310
[21] Sasaki, T., Okamura, S. and Kisara, A. (1999) Effect of Lidocaine on Pain
Caused by Injection of Propofol: Comparison
of Three Methods at Two Injection Rates. Journal of Anesthesia, 13, 14-16.
http://dx.doi.org/10.1007/s005400050015
[22] Picard, P. and Tramèr, M.R. (2000) Prevention of Pain on Injection with
Propofol: A Quantitative Systematic Review.
Anesthesia & Analgesia, 90, 963-969. http://dx.doi.org/10.1213/00000539-
200004000-00035
[23] Lee, Y.S., Kim, H., Brahim, J.S., Rowan, J., Lee, G. and Dionne, R.A. (2007)
Acetaminophen Selectively Suppresses
Peripheral Prostaglandin E2 Release and Increases COX-2 Gene Expression in a
Clinical Model of Acute Inflammation.
Pain, 129, 279-286. http://dx.doi.org/10.1016/j.pain.2006.10.020
[24] Canbay, O., Celebi, N., Arun, O., Karagöz, A.H., Sarıcaoglu, F. and Özgen,
S. (2008) Efficacy of Intravenous Acetaminophen
and Lidocaine on Propofol Injection Pain. British Journal of Anaesthesia, 100, 95-
98.
http://dx.doi.org/10.1093/bja/aem301
[25] Ozkan, S., Sen, H., Sizlan, A., Yanarates, O., Mutlu, M. and Dagli, G. (2011)
Comparison of Acetaminophen (with or
without Tourniquet) and Lidocaine in Propofol Injection Pain. Bulletin of Clinical
Psychopharmacology, 21, 100-104.
http://dx.doi.org/10.5455/bcp.20110408022041