Anda di halaman 1dari 19

INTERPROFESSIONAL EDUCATION

(IPE)

Pedoman untuk Mahasiswa IPE Klinik

Interprofessional Education Unit


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
2017

1
Kata Pengantar

Dengan memanjatkan Puji Syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, dan
dengan kerendahan hati, buku Pedoman Interprofessional Education (IPE) Klinik
untuk Pembimbing ini disusun. Adapun maksud disusunnya pedoman untuk
pembimbing dan mahasiswa adalah untuk memberikan informasi terkait IPE Klinik
kepada seluruh pembimbing dan mahasiswa IPE Klinik, memberikan tuntunan
terhadap seluruh pembimbing dan mahasiswa yang mana tidak semuanya memiliki
pemahaman yang sama terhadap IPE Klinik dan pelaksanaannya, serta memberikan
kesempatan kepada pembimbing dan mahasiswa untuk memberikan feedback terhadap
pelaksanaan IPE Klinik.
Kami menyadari bahwa semua memerlukan proses. Kami berharap dengan
pedoman ini maka proses perbaikan demi perbaikan akan terus terjadi secara dinamis
dan menguntungkan bagi pendidikan. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak
Dekan FK Unud atas dukungannya yang sangat besar, Bapak PD I dan PD III yang
juga turut memberikan dukungan, Ketua PSPD, KPSIK, KPS Farmasi, Ketua Unit IPE,
Kordik jenjang profesi PSPD, PSIK dan Farmasi, para pegawai dan semua pihak yang
terlibat. Tidak ada kata sempurna bagi manusia, kami memohon maaf bila ada
kesalahan baik kata-kata, perbuatan maupun pemikiran-pemikiran kami. Semoga IPE
bisa berjalan dengan sebaik-baiknya dan semoga bermanfaat bagi semua.

Denpasar, Juli 2017


Penyusun

Dr. Desak Ketut Indrasari Utami,SpS


NIP 197104172008122002
(Koordinator IPE Klinik FK Unud)

2
PEDOMAN PEMBIMBING IPE KLINIK

METODE PEMBELAJARAN : “INTERPROFESSIONAL CASE


PRESENTATION”

I. Latar Belakang

Tuntutan terhadap luaran kesehatan yang baik semakin gencar dan menjadi
perhatian masyarakat luas. Kompleksitas suatu penyakit seringkali melibatkan
beberapa profesi dalam penanganan seorang pasien. Agar tercapai luaran yang
baik maka diperlukan suatu kerja tim yang baik pula. Kerja tim akan berjalan
dengan baik bila diantara profesi tersebut terjalin komunikasi yang efektif dan
koordinasi yang baik. Kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi diantara
berbagai profesi akan terjadi bila pada saat masa pendidikan mahasiswa dari
berbagai profesi diberikan kesempatan untuk belajar bersama dan bekerja dan
berinteraksi bersama dalam praktek klinis.
. Apakah Interprofessional Education (IPE)?. Menurut WHO
Interprofessional education (IPE) “occurs when two or more professions learn
about, from and with each other to enable effective collaboration and improve
health outcomes” (WHO, 2010). 
Di dalam IPE (Interprofessional Education)
pasien/klien/komunitas menjadi “center” dari penerapan IPE. IPE akan
berdampak pada terbentuknya Interprofessional Practice yang lebih baik
sehingga akan berpengaruh terhadap luaran kesehatan yang lebih baik pula.
Selain itu ada beberapa argumen dan penelitian yang menunjukkan bahwa
perbaikan Interprofessional Practice berkaitan dengan moral kerja dan
kepuasan yang lebih tinggi pada profesi kesehatan (Barr et al, 2005, Day et al
2006, DeLoach 2003 ,Reeves et al 2008). Kegagalan kerjasama interprofesi
disebabkan oleh kakunya batas profesi, kurang memahami peran profesi lain,
komunikasi yang kurang baik dan koordinasi kerja tim yang masih lemah
(Pethybridge 2004, Reeves 2004, Skjorshammer 2001).. Pada awal tahun 1988,
World Health Organization menekankan bahwa apabila profesi kesehatan
belajar bersama dan belajar berkolaborasi sebagai mahasiswa, maka mereka
cenderung bekerjasama lebih efektif dalam tim klinik atau tugas tertentu. Untuk
itu, maka perlu untuk mengembangkan program IPE pada mahasiswa FK
Unud baik di tingkat akademik maupun tingkat profesi.

3
Dengan semakin bertambahnya informasi dan pengetahuan mengenai
Interprofessional Education (IPE) di kalangan akademisi Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana, dan semakin tingginya keinginan untuk meningkatkan
pelayanan kesehatan di rumah sakit pendidikan, maka sangat dibutuhkan
adanya tindakan nyata penerapan IPE di dalam kurikulum pendidikan,
khususnya dalam praktek klinik yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat
profesi. Penyusunan konsep ini masih jauh dari sempurna. Konsep ini
merupakan langkah awal dari keinginan yang sempurna dari seluruh akademisi.
Konsep ini juga akan semakin berkembang dari waktu ke waktu, seiring dengan
bertambahnya pengetahuan dan pengalaman.

II. Core Kompetensi

Adapun kompetensi yang ingin dicapai dalam IPE (CIHC, 2010)

1. Komunikasi interprofesional (InterprofessionalCommunication)


2. Role Clarification
3. Patient/client/family center
4. Team functioning
5. Collaborative leadership
6. Interprofessional conflict resolution

III. Tujuan Pembelajaran (Learning Objectives)

Umum : untuk membangun pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta didik


tentang interprofessional team serta mempersiapkan peserta didik agar nantinya
mampu melakukan praktik kolaborasi (Collaboration practice) untuk
meningkatkan derajat kesehatan individu/masyarakat
Khusus :

1. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap peranan


dan nilai-nilai dari profesinya dan profesi kesehatan lainnya
2. Mengembangkan sikap respek peserta didik terhadap peranan dan nilai-nilai
dari profesi kesehatan lainnya
3. Memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk belajar secara
berkolaborasi dengan profesi kesehatan lainnya

4
4. Menanamkan pengertian dan konsep tentang pelayanan yang berpusat kepada
pasien/klien/keluarga/komunitas
5. Mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif, kerja tim dan
leadership skills dalam konteks interprofessional
6. Mengembangkan sikap / perilaku yang positif dalam konteks nilai-nilai
kolaborasi dan kerja tim di bidang kesehatan
7. Memahami dari berbagai perspektif mengenai sistim kesehatan dan sistim
sosial di tempatnya bertugas, dan bagaimana berkontribusi ke dalam sistim
tersebut

IV. Learning Outcome


Setelah mengikuti kegiatan IPE Klinik maka peserta didik diharapkan MAMPU
:
1. Melakukan komunikasi interprofessional yang efektif, cerdas, bermartabat,
dan bertanggung jawab
2. Memahami peranan profesinya sendiri, juga memahami peranan dan
lingkup profesi kesehatan lainnya, serta mampu bekerjasama dan
menghormati profesi lain dengan sebaik-baiknya.
3. Memahami dan mampu memberikan pelayanan kesehatan dengan konsep
berpusat kepada pasien/klien/keluarga/ komunitas
4. Melakukan kerjasama tim yang baik dan meningkatkan fungsi tim dengan
berbagai profesi kesehatan lainnya dan yang berkaitan dengan pelayanan
kesehatan.
5. Melakukan prinsip-prinsip kepemimpinan yang kolaboratif dengan
menerima dan membagi informasi baik dari dan ke
pasien/klien/keluarga/pihak lain, mampu mengolah informasi tersebut serta
mengambil keputusan yang tepat .
6. Menerapkan strategi untuk menghadapi dan menyelesaikan konflik/masalah
yang timbul/mungkin timbul di dalam tim dengan mendengarkan dan
menghormati pendapat orang lain, melakukan klarifikasi dengan baik bila
terjadi kesalahpahaman sehingga konflik dapat diselesaikan dengan baik.
7. Bersikap dan berprilaku yang positif dengan menjunjung nilai-nilai
Pancasila dan mematuhi norma-norma yang berlaku umum.

5
V. Strategi Pembelajaran (Learning Strategy) dengan Interprofessional Case
Presentation
Strategi pembelajaran merupakan cara untuk mencapai kompetensi yang
diharapkan. Ada banyak cara untuk itu, namun yang terpenting adalah strategi
tersebut mampu laksana dan didukung oleh segenap civitas akademika.
Strategi yang mudah, murah, tidak monoton, menarik dan sangat
memungkinkan untuk diterapkan. Dalam IPE Klinik, ada beberapa strategi
yang akan kita laksanakan, yang dalam kesempatan ini akan diuraikan metode :
Interprofessional Case Presentation
Teknis Pelaksanaan :
1. Peserta :
Peserta adalah seluruh mahasiswa dari Program Studi (dari FK dan Farmasi)
yang sebelumnya sudah menyatakan siap terlibat dalam kegiatan IPE KLinik
dan sudah memberikan daftar nama mahasiswa jenjang profesi yang akan
mengikuti kegiatan ini.
Mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari beberapa
program studi (minimal 2 profesi yang berbeda)  dilakukan oleh sekretariat
IPE.
Masing-masing kelompok akan dibimbing oleh beberapa pembimbing dari
prodi yang terlibat.
Tugas Peserta :
1. Mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan ketentuan yang ditetapkan dalam
pelaksanaan IPE Klinik
2. Mencari informasi mengenai rekan satu timnya agar selanjutnya dapat
melakukan komunikasi selama kegiatan IPE
3. Berperan aktif dalam keseluruhan proses kegiatan Interprofessional Case
Presentation
4. Memahami Learning Outcome yang ingin dicapai
5. Memahami sistem penilaian yang akan diterapkan (lihat lampiran)
6. Mahasiswa mencetak lembar presensi dan penilaian yang ada pada
lampiran untuk kepentingan timnya.
7. Membuat self reflection (refleksi diri) kegiatan Interprofessional Case
Presentation IPE Klinik

6
Self reflection : menguraikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan selama
pelaksanaan kegiatan IPE Klinik ,yang bersifat subyektif.
8. Memberikan feedback mengenai segala aspek dalam penyelenggaraan IPE
Klinik
2. Pembimbing :
Pembimbing adalah dosen di lingkungan Fakultas Kedokteran dan Jurusan
Farmasi FMIPA Universitas Udayana.
Pembimbing secara suka rela menyatakan kesediaan sebagai pembimbing dan
ikut terlibat secara aktif di dalam kegiatan IPE Klinik.
Pembimbing telah menandatangani surat kesediaan sebagai pembimbing.
Pembimbing memperoleh SK sebagai pembimbing
3. Kasus yang dipresentasikan :
1. Kasus yang dipresentasikan adalah kasus riil yang dijumpai pada saat
pendidikan fase klinik.
2. Kasus dapat diambil dari pasien rawat inap, rawat jalan, atau kasus di
masyarakat (intinya adalah kasus riil).
3. Jenis kasus dipilih yang kompetensi 3 dan 4 SKDI
4. Mahasiswa dalam satu kelompok mendiskusikan dengan tim kelompoknya
kasus apa yang akan mereka cari dan laporkan.
5. Kasus sebaiknya melibatkan semua profesi dalam timnya.
6. Masing-masing kelompok hanya perlu membuat 1 laporan kasus (hanya
melaporkan kasus yang ada / ditemukan, tidak mengintervensi pasien secara
langsung).
7. Format laporan kasus seperti terlampir
8. Laporan kasus dapat dilengkapi dengan dokumentasi pasien, situasi, dan bisa
juga dengan video (bila tidak melanggar aturan/mendapatkan ijin melalui
informed consent), yang dipresentasikan kepada tim pembimbing pada jadwal
yang telah disepakati.
4. Waktu pelaksanaan :
 Waktu pelaksanaan (uraian kegiatan) secara spesifik disepakati oleh
pembimbing dan tim kelompok yang dibimbing (fleksibel).
 Batas waktu pengumpulan nilai ditentukan oleh sekretariat IPE Klinik  nilai
sudah masuk sebelum Ybs selesai menjalani fase klinik

7
 Minimal waktu yang disediakan adalah 3 bulan sejak dibentuknya kelompok
atau waktu terpendek stase klinik dari prodi yang terlibat
5. Tempat pelaksanaan :
 Kegiatan dilakukan di kampus atau tempat kerja (RS) yang disepakati oleh tim
pembimbing dan tim kelompok mahasiswa (fleksibel).
6. Penilaian :
 Penilaian oleh pembimbing berdasarkan Rubrik Penilaian IPE dan nilai lain
seperti kedisiplinan, kemampuan membuat self reflection (refleksi diri), serta
kemampuan mempresentasikan kasus. Semua nilai akan dicantumkan di dalam
FORM Penilaian IPE Klinik sebagai nilai final.
 Penilaian dengan menggunakan Rubrik Penilaian IPE dilakukan bila semua
mahasiswa bimbingan hadir dalam waktu yang sama untuk mempresentasikan
kasusnya dan berdiskusi (tidak terpisah-pisah)  poin interprofessional
 Minimal penilaian dilakukan sebanyak 2x (pertemuan ke 3 dan 4), kemudian
diambil rata-rata nilai dan dimasukkan ke dalam FORM Penilaian IPE.
 Rubrik penilaian dan Form penilaian seperti yang tercantum pada lampiran.
Periode yang dimaksud adalah dari bulan apa sampai bulan apa (contoh :
Agustus 2017 - Nopember 2017)
7. Feedback :
 Feedback merupakan bagian yang tak kalah pentingnya dalam setiap proses
pendidikan. Feedback atau umpan balik dapat diberikan oleh mahasiswa
kepada dosen, dari dosen kepada mahasiswa, dari mahasiswa dan dosen kepada
pengelola IPE, dan sebaliknya. Semua bertujuan untuk ke arah perbaikan dan
kemajuan yang positif. Feedback mengenai sumber daya manusia (SDM)
termasuk pembimbing dan pengelola (IPE Unit), terhadap PROSES, maupun
terhadap HAL LAINNYA.

8
Lampiran 1

NO Waktu Kegiatan Penanggung Lokasi dan


jawab waktu

1 Pertemuan I 1. Perkenalan dosen pembimbing Pembimbing Menyesuaikan


dan mahasiswa
2. Berdiskusi tentang rencana
kegiatan yang akan dilakukan di
Klinik dan output yang diharapkan
dari hasil kegiatan dengan
mahasiswa (mengacu pada core
competency IPE)
3. Membuat target dan jadwal
pelaksanaan kegiatan IPE klinik
dengan menyesuaikan waktu
antara dosen pembimbing dan
mahasiswa.

2 Pertemuan II Mahasiswa melakukan kunjungan ke lokasi Pembimbing Menyesuaikan


pasien/kasus klinik (RS, Poliklinik, Family
atau di masyarakat) untuk melihat
pasien/kasus yang akan diangkat bersama
(kompetensi 3 dan 4), lalu disampaikan
kepada pembimbing  dilengkapi dengan
dokumentasi kunjungan

3 Pertemuan III Mahasiswa membuat laporan kasus dan Pembimbing Menyesuaikan


mendiskusikan dengan dosen pembimbing
 nilai bimbingan IPE Klinik I (lembar
evaluasi IPE)

4 Pertemuan IV 1. Mahasiswa melakukan presentasi Pembimbing Menyesuaikan


studi kasus dengan dosen
pembimbing (bisa diselipkan
penguasaan keilmuan masing-
masing prodi)  nilai IPE klinik II
(lembar evaluasi IPE)
2. File Laporan kasus disetorkan 1
copy untuk arsip di Pengelola IPE

URAIAN KEGIATAN IPE KLINIK


INTERPROFESSIONAL CASE PRESENTATION

9
Lampiran 2

Laporan Kasus IPE Klinik


Interprofessional Case Presentation

Nama Mahasiswa / NIM/ Prodi


1.
2.
3.

Nama Pembimbing / NIDN / Prodi


1.
2.

Interprofessional Education Unit


Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Denpasar Bali Indonesia
2017

10
I. Identitas Kasus
1. Nama :
2. Tempat/tgl lahir :
3. Alamat tinggal :
4. Pendidikan :
5. Pekerjaan :
6. Status perkawinan :
7. Jenis kasus sesuai SKDI (kompetensi) :
8. Lokasi kasus diambil (RS, poliklinik, Puskesmas, dll) :

II. Keluhan utama :

III. Anamnesis (auto/hetero)

IV. Hasil pemeriksaan Fisik

V. Hasil pemeriksaan Penunjang

VI. Diagnosis

VII. Permasalahan kesehatan yang dijumpai pada kasus (perspektif masing-


masing prodi yang terlibat, bisa masalah diagnosis, pemeriksaan, terapi,
konseling dan sebaginya)

1. Program Studi Pendidikan Dokter :


a. ….
b. …. dst
2. Program Studi Ilmu Keperawatan :
a. …
b. …. Dst
3. Program Studi / Jurusan Farmasi :
a. …
b. …. Dst
4. (tergantung Prodi yang terlibat)

VIII. Pemecahan masalah masing-masing Prodi (sesuai permasalahan di atas)

IX. Diskusi

X. Pemecahan masalah secara Interprofessional (kesimpulan)

XI. Tindak lanjut / saran

XII. Dokumentasi laporan kasus

11
Lampiran 3

PRESENSI KEGIATAN IPE KLINIK


“INTERPROFESSIONAL CASE PRESENTATION”
IPE Klinik FK Unud 2017

Hari Pertemuan I Tanda tangan Tanda tangan Keterangan


/tanggal mahasiswa pembimbing
Nama Mahasiswa / NIM / Prodi
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

Denpasar, ……………………………………2017
Pembimbing (Nama/NIDN/NIDK/Prodi) Tanda tangan

1. …………………………………………………………………………………..

2. …………………………………………………………………………………..

3. . …………………………………………………………………………………..

12
Hari Pertemuan II Tanda tangan Tanda tangan Keterangan
/tanggal mahasiswa pembimbing
Nama Mahasiswa / NIM / Prodi
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

Denpasar, ……………………………………2017
Pembimbing (Nama/NIDN/NIDK/Prodi) Tanda tangan

1. …………………………………………………………………………………..

2. …………………………………………………………………………………..

3. . …………………………………………………………………………………..

13
Hari Pertemuan III Tanda tangan Tanda tangan Keterangan
/tanggal mahasiswa pembimbing
Nama Mahasiswa / NIM / Prodi
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

Denpasar, ……………………………………2017
Pembimbing (Nama/NIDN/NIDK/Prodi) Tanda tangan

1. …………………………………………………………………………………..

2. …………………………………………………………………………………..

3. . …………………………………………………………………………………

14
Hari Pertemuan IV Tanda tangan Tanda tangan Keterangan
/tanggal mahasiswa pembimbing
Nama Mahasiswa / NIM / Prodi
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

Denpasar, ……………………………………2017
Pembimbing (Nama/NIDN/NIDK/Prodi) Tanda tangan

1. …………………………………………………………………………………..

2. …………………………………………………………………………………..

3. . …………………………………………………………………………………..

15
Lampiran 4

RUBRIK PENILAIAN INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) KLINIK


FK UNUD/RSUP SANGLAH DENPASAR

Nama Mahasiswa :
NIM :
Prodi :
Tanggal :

Kurang Sedang Baik Sangat baik


Kategori Dimensi (minimal) (developing) (competent) (mastery)
Kompetensi 1 2 3 4

1.Komunikasi 1. Respek terhadap orang lain


2. Merespon pertanyaan
3. Penggunaan bahasa verbal
4. Penggunaan bahasa non verbal

2. Kolaborasi 1. Berkolaborasi dengan orang lain


2. Membagi informasi yang dimiliki
kepada orang lain

3. Peran dan 1. Menunjukkan peran dan tanggung


Tanggung jawab jawab profesinya
(Role and 2. Memahami peran dan tanggung
Responsibilities) jawab profesi lain
3. Menunjukkan kemampuan
professional dalam mengambil
keputusan

1. Mencari masukan dari pasien/klien,


4. Pendekatan dan keluarga
yang berfokus
kepada 2. Mengintegrasikan kondisi-kondisi di
pasien/klien- sekitar pasien seperti nilai-nilai dan
keluarga secara
kepercayaan dalam membuat rencana
“collaborative”
perawatan

3. Memberikan informasi pelayanan


kesehatan dan pilihan-pilihan kepada
pasien/klien dan keluarga

4. Sebagai partner bagi pasien/klien dan


keluarga di dalam pengambilan
keputusan

16
5. Fungsi tim 1. mengetahui hubungan antara fungsi
(team tim dan kualitas pelayanan
functioning)
2. menunjukkan peran sebagai bagian
dari tim

3. berperan aktif dalam diskusi tim

6. Manajemen 1. menggali cara pandang orang lain dan


konflik pendapat orang lain
(conflict
managemen/ 2. melakukan klarifikasi dengan baik
resolution) (respectful) bila terjadi
kesalahpahaman

3. menjadi pendengar aktif bila ada


orang lain yang berbicara

4. menggunakan strategi yang tepat


dalam menyelesaikan konflik

Nilai rubrik Jumlah keseluruhan skor x 1,5 = …… - - - -


IPE
Penilai Nama :
(PEMBIMBING) NIDN :
Prodi :
Tanda tangan :

* D.K. Indrasari Utami / IPE Klinik / 2017


Lampiran 5

17
FORM PENILAIAN HASIL PROGRAM
INTER-PROFESSIONAL EDUCATION (IPE)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

IDENTITAS MAHASISWA
Kelompok : IPE Klinik periode :
Nama :
NIM :
Program Studi :
Semester :
ASPEK-ASPEK YANG Nilai Hasil Sumber
: Bobot
DINILAI 10 - 100 10 - 100 Nilai
Kedisiplinan (attitude) : 0.15 Individu
Self Reflection + rerata Rubrik : 0.35 Individu
IPE
Presentasi kasus : 0.25 Kelompo
Laporan kasus : 0.25 k
Kelompo
Hasil Akhir Dengan Angka : Total Nilai akhir k
Hasil Akhir Dengan Huruf : Nilai Dengan
Huruf

Mengetahui, Denpasar,
Ketua Dosen Pembimbing

Keterangan Kategori Nilai:


A ≥ 80
B+= 71-79
B = 65-70
C+ = 60-64
C = 55-59
D+ = 50-54
D = 40-49
E ≤ 39

18
FORMAT REFLEKSI DIRI

Nama Mahasiswa :
NIM :
Kelompok :
Pembimbing :

NO PERNYATAAN REFLEKSI
1 Komunikasi

2 Kolaborasi

3 Peran dan tanggungjawab

4 Manajemen konflik

5 Pengambilan keputusan

6 Berbagi pengetahuan dan


ketrampilan

7 Respect

Feedback :

19