Anda di halaman 1dari 17

NUTRITION CARE PROCESS (NCP)

PENYAKIT SEPSIS
Laporan
disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Dietetik Infeksi

Oleh :

Sonya Rosa

101611223014

(KELOMPOK 3)

UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

PRODI ILMU GIZI

2017
SOAL STUDI KASUS

Tn. H, seorang remaja berusia 16 tahun mengalami pelvic fracture akibat


kecelakaan sepeda motor dan dirawat di unit ICU dengan kondisi sepsis. Status
gizi dihitung saat MRS didapatkan tinggi badan dari hasil perhitungan pasien
bedridden yaitu 162 cm; namun berat badan pasien tidak dapat diketahui karena
posisi yang tidak memungkinkan untuk ditimbang.

Data biokimia diketahui Hb 11 mg/dl, protein darah 4,3 g/dl, albumn 1,2
g/dl, leukosit count >17000 cells/cu.mm. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan
pasien mengalami pale cojuctiva, scaly skin, pressure ulcers dan pitting pedal
edema. Suhu tubuh 380C, heart rate 95/min dan repiratory rate 25/min. Pasien
direncanakan akan menjalani split skin grafting (SSG) dari kulit paha dan kaki
pada minggu ke-4 setelah dirawat.

Sehari-hari px merupakan siswa SMA dengan aktivitas fisik yang cukup


tinggi karena mengikuti beberapa kegiatan ekstrakurikuler. Pola makanan pasien
sebelum MRS 3x sehari makanan utama 2-3 kali snack. Hasil recall dari orang tua
sehari sebelum MRS adalah sbb :

07.00 Apel 2 bh
Roti gandum 3 slice
Keju 2 slice
Madu 1 sdm
Susu milo 1 gelas
12.00 Nasi putih 3 centong
Udang goreng tepung 5 bh
Omelet mie 1 porsi
Air puth 1 botol 330 ml
15.00 sereal corn flakes 1 mangkok
Susu dancow 1 gelas
18.00 nasi goreng jawa 1 porsi
Telur dadar 1 porsi
Air putih 2 gelas
20.00 jeruk 1 bh
Mangga ½ bh

Saat di RS hari ke 1-27, px belum melakukan SSG dan dietisen menerapkan fase
pertama pemberian makanan berupa oral dan suplemen tinggi protein cereal pulse
mix formula sebanyak 800 ml/hari. Buatlah NCP untuk pasien diatas dan jelaskan
bagaimana pemberian makan yang tepat pada fase pertama dan fase setelah SSG.
Pelvic
Diet Fase 1 Inflamasi
fracture

Intake tidak Hiperkataboli Resiko fracture


adekuat sme terbuka

Terbentuknya
Malnutrisi port de ‘entree

Infeksi bakteri
Sistem Penurunan
imun nilai lab
Aktivasi limfosit
di aliran darah

Aktivasi perfusi
pembuluh darah
untuk limfosit
membunuh bakteri

Lolosnya bakteri Terjadi peradangan


dan masuk ke sistemik/sepsis
dalam aliran darah

Aktivasi macrophage
dan sel leukosit
Aktivasi Endotoxin (LPS) Aktivasi immune
mast cell menyerang cell
endothelial sel (macrophage)
netrofil Leukosit >17000

Leukositopeni
Endotoxin (LPS) Aktivasi immune
Aktivasi cell
menyerang
mast cell (macrophage)
endothelial sel
netrofil

Sekresi Vasodilasator
(Nitrid oxide)
Sekresi sitokin
histamin (TNF, IL-1)

Vasodilatasi
pembuluh darah

Perfusi darah
menurun

Keluarnya cairan dari


dalam pembuluh darah

Edema
PERENCANAAN TERAPI DIET

IDENTITAS PASIEN
NamaPasien : Tn. H Pekerjaan : Pelajar
Umur : 16 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki
ASSESMEN GIZI
DATA PENGUKURAN ANTROPOMETRI (ANTHROPOMETRIC MEASUREMENT)
Perhitungan TB estimasi bedridden = 162 cm
BB tidak diketahui
Menggunakan berat badan estimasi, berdasarkan Rumus Hamwi, Method :
BB Estimasi = 48 + (10/2,5 x 2,7)
= 48 + 10,8
= 58,8 kg

Kesimpulan: Berat badan pasien ditentukan dengan berat badan estimasi menggunakan Rumus Hamwi
Method yaitu 58,8 kg.

DATA BIOKIMIA/ PEMERIKSAAN MEDIS/ TERAPI MEDIS YANG DIPEROLEH


(BIOCHEMICAL DATA, MEDICAL TEST, and PROCEDURES)
Pemeriksaan laboratorium pasien
NilaiLaboratorium Kadar Nilai Normal Keterangan
Hb 11 mg/dl 13-16 mg/dl Rendah
Albumin 1,2 g/dl 4,0 -5,8 g/dl Rendah
Protein darah 4,3 g/dl 6,0 – 8,0 g/dl Rendah
Leukosit count >17000 cells/cu.mm 3200-10.000 cells Tinggi
Kesimpulan: Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium pasien mengalami anemia, hipoalbuminemia,
hipoproteinemia, dan leukosit count tinggi.

DATA KLINIS DAN FISIK(PHYSICAL EXAMINATION)


Pemeriksaan fisik-klinis pasien
 Pale conjuctiva,
 Scaly skin,
 Pressure ulcers,
 Pitting pedal edema.
 Suhu tubuh : 380C (Demam) → standar: 36,5 – 37,50C
 Heart rate : 95/min (Takikardia) → standar: 60 – 88x/ menit
 Repiratory rate : 25/min. (Takipnea) → standar: 12 – 20x/ menit
 Pasien mengalami pelvic fracture akibat kecelakaan sepeda motor dan dirawat di unit ICU dengan
kondisi sepsis.
 Pasien direncanakan akan menjalani split skin grafting (SSG) dari kulit paha dan kaki pada
minggu ke-4 setelah dirawat.

Kesimpulan: Berdasarkan pemeriksaan fisik dan klinis pasien mengalami demam, takikardi dan takipnea
dan mengalami pelvic fracture dengan kondisi sepsis.

DATA RIWAYAT DIET/ MAKAN (FOOD/ NUTRITIONHISTORY)


Pola makan pasien SMRS adalah 3x sehari makanan utama dan 2-3 kali snack.

Data hasil recall asupan makan di rumah: Kebutuhan pasien berdasarkan perhitungan:
 Energi = 2103,5 kkal Energi = 2564,10 kkal
 Protein = 69,7 gram Protein = 96,10 gram
 Lemak = 54,9 gram Lemak = 71,22 gram
 Karbohidrat = 332,6 gram Karbohidrat = 384,61 gram

Persentase asupan dibandingkan dengan kebutuhan pasien :


 Energi = 82,03%
 Protein = 72,52%
 Lemak = 77,08%
 Karbohidrat = 86,47%

Saat di Rumah Sakit :


Saat di RS hari ke 1-27, px belum melakukan SSG dan dietisen menerapkan fase pertama pemberian
makanan berupa oral dan suplemen tinggi protein cereal pulse mix formula sebanyak 800 ml/hari.

Kesimpulan: Sebelum masuk rumah sakit, pasien makan teratur 3 kali sehari dan 2-3 kali snack. Hasil
recall asupan makan yang dibandingkan dengan kebutuhan pasien sebelum masuk rumah sakit adalah
asupan energi 82,03%, asupan protein 72,52%, asupan lemak 77,08% dan asupan KH 86,47. Saat di RS
Px diberi suplemen tinggi protein cereal pulse mix formula sebanyak 800 ml/hari.

RIWAYAT PASIEN (CLIENT HISTORY) : Medication & supplement use, medical/health history, and
Social, personal/ family history, nutrition knowledge, perception & behaviour.
Riwayat Personal
1. Diagnosa Medis : pelvic fracture dengan sepsis
2. Riwayat penyakit :
a. Sekarang: -
b. Dahulu: -
c. Keluarga : -
3. Sosial Ekonomi :
4. Sehari-hari px merupakan siswa SMA dengan aktivitas fisik yang cukup tinggi karena mengikuti
beberapa kegiatan ekstrakurikuler
Kesimpulan: Pasien memiliki aktifitas yang cukup tinggi di sekolah.
DIAGNOSIS GIZI
PROBLEM ETIOLOGI SIGN/SIMPTOM
NI.5.1 Peningkatan kebutuhan Suhu tubuh 380C (demam), albumin, protein
Peningkatan Kebutuhan Zat akibat adanya sepsis darah, Hb rendah, leukosit tinggi,
Gizi Energi dan Protein peningkatan RR yaitu 25/min (takipnea),
peningkatan HR yaitu 95/min (takikardia).
NC.2.2 Adanya sepsis Kadar albumin 1,2 g/dl, protein darah 4,3
Perubahan nilai g/dl dan leukosit count > 17.000 cells/cu.mm
Laboratorium
RUMUSAN DIAGNOSA GIZI
1. Peningkatan kebutuhan zat gizi energi dan protein berkaitan dengan peningkatan kebutuhan akibat
adanya sepsis ditandai dengan suhu tubuh 380C (demam), albumin, protein darah, Hb rendah, leukosit
tinggi, peningkatan RR yaitu 25/min (takipnea), peningkatan HR yaitu 95/min (takikardia).
2. Perubahan nilai laboratorium berkaitan dengan adanya sepsis ditandai dengan kadar albumin 1,2 g/dl,
protein darah 4,3 g/dl dan leukosit count > 17.000 cells/cu.mm.
INTERVENSI GIZI
Tujuan intervensi gizi :
Tujuan Sebelum Melakukan SSG :
 Membantu meminimalisir proses katabolisme.
 Memberikan makanan tinggi protein, tinggi energi untuk mengatasi sepsis.
 Memberikan makanan cukup vitamin C ,vitamin K, Fe sebagai cadangan keadaan pendarahan dan
stress.
 Memberikan makanan sesuai keadaan pasien.
Tujuan Setelah Melakukan SSG :
 Membantu mengganti protein dan zat besi yang hilang akibat pendarahan.
 Membantu mencegah terjadinya infeksi lebih lanjut, dengan meningkatkan vitamin C, Vitamin A,
Vitamin K, dan Zn.
 Mempercepat masa penyembuhan luka dengan diet tinggi protein, energi dan zat besi.
 Membantu mencapai suhu tubuh, kadar lab (albumin, protein darah, Hb) normal.
 Memberikan makanan sesuai keadaan pasien secara bertahap.
Prinsip dan Syarat Diet :
Fase pemberian sebelum SSG :
 Energi menggunakan rumus Ireton Jones, 1992 yaitu 1923 kkal.
 Protein Tinggi 2 kg/BB yaitu 117,6 gram, untuk mengatasi sepsis.
 Lemak cukup 25% dari kebutuhan yaitu 42,73 gram, diutamakan lemak kombinasi LCT dan
MCT.
 Karbohidrat cukup 51% dari kebutuhan yaitu 264,41 gram sebagai cadangan glikogen.
 Vitamin C cukup yaitu 90 mg dari kebutuhan.
 Vitamin K cukup yaitu 55 mg dari kebutuhan.
 Zat besi cukup yaitu 15 mg dari kebutuhan.
Fase pemberian setelah SSG :
 Energi menggunakan rumus Harris Benedict yaitu 2573 kkal.
 Protein tinggi 2 kg/BB yaitu 111,6 gram.
 Lemak cukup 20% dari kebutuhan yaitu 41 gram
 Karbohidrat cukup 55% dari kebutuhan yaitu 254 gram.
 Vitamin C tinggi, yaitu 100 mg dari kebutuhan.
 Vitamin A tinggi, yaitu 600 mg dari kebutuhan.
 Vitamin K tinggi yaitu 100 mg dari kebutuhan.
 Fe tinggi yaitu 30 mg dari kebutuhan.
 Zn tinggi yaitu 17 mg dari kebutuhan.

PERHITUNGAN KEBUTUHAN GIZI


Perhitungan kebutuhan Anak usia 16 tahun sebelum masuk rumah sakit (Krause, edisi 14) :
EER = 88,5 – (61,9 x umur (thn)) + AF x (26,7 x BB) + (903 x TB (m)) + 25
= 88,5 – (61,9 x 16) + 1,26 x (26,7 x 58,8) + (903 x 1,62) + 25
= 2564,10 kkal
Protein = 15% x 2564,10 / 4 = 96,15 gram
Lemak = 25% x 2564,10 / 9 = 71,22 gram
KH = 60% x 2564,10 / 4 = 384,61 gram

Perhitungan kebutuhan pada Fase Sebelum SSG menggunakan rumus Ireton Jones, 1992 :
IJEE = 629 – 11 (A) + 25 (W) – 609 (O)
= 629 – 11 (16) + 25 (58,8) – 609 (0)
= 629 – 176 + 1470
= 1923 kkal
Protein = 2 gr /kg BB x 58,8 kg (25%) = 117,6 gram
Lemak = 20% x 1923 / 9 = 42,73 gram
KH = 55% x 1923 / 4 = 264,41 gram

Vitamin C = 90 mg/hari
Vitamin K = 55 mg/hari
Zat besi = 15 mg/hari

Perhitungan kebutuhan pada Fase Setelah SSG menggunakan rumus Harris Benedict :
REE = 66 + 13,7 (BB) + 5 (TB) – 6,8 (U)
= 66 + 13,7 (58,8) + 5 (162) – 6,8 (16)
= 1572,76 kkal
TEE = REE x AF x IF
= 1572,76 x 1,2 x 1,4
= 2642,23 kkal

Protein = 2 gr/kg bb x 58,8 kg = 117,6 gram


Lemak = 20% x 2642,23 / 9 = 58,71 gram
KH = 55% x 2642,23 / 4 = 363,30 gram

Vitamin C = 100 mg/hari


Vitamin A = 600 mg/hari
Vitamin K = 100 mg/hari
Zat besi = 30 mg/hari
Zn = 17 mg/hari

Macam Diet & Bentuk Makanan Cara Frekuensi Makan Jumlah Yang
Atau Formula Yang Diberikan Pemberian Diberikan
- Fase sebelum SSG Per oral Sebelum SSG: E = 1923 kkal
Makanan diberikan bentuk Diberikan 6 kali pemberian P = 117,6 gr
lunak ditambah dengan formula porsi kecil dan sering L = 42,73 gr
enteral KH = 264,41 gr

Setelah SSG: E = 2642 kkal


- Fase setelah SSG Diberikan makan lumat 1 P = 117,6 gr
Makanan diberikan dalam kali pemberian, kemudian L = 58 gr
bentuk lumat (saring), lunak lunak secara bertahap KH = 363 gr
(secara bertahap), kemudian sebanyak 5 kali porsi kecil
biasa. dan sering

MONITORING DAN EVALUASI


FASE SEBELUM SSG
Parameter yang Waktu Metode yang Target Pencapaian
Dimonitor Digunakan
Asupan Makan (asupan Setiap hari Comstock Asupan makan Energi, protein dan
energi, protein, zat gizi Zat gizi mikro terpenuhi ± 90%
mikro) dari kebutuhan.
Suhu tubuh Setiap hari Pengukuran suhu Suhu tubuh normal 36,5 – 37,50C
tubuh dengan
termometer
FASE SETELAH SSG
Nilai lab albumin, Hb, ± 1 bulan setelah Pemeriksaan Nilai lab albumin 4,0 -5,8 g/dl
dan protein darah diberikan terapi diet laboratorium Nilai lab Hb 13-16 mg/dl
Nilai lab protein darah 6,0 – 8,0
g/dl
Tanda-tanda Vital Setiap Hari Pengukuran tanda Suhu tubuh normal 36,5 – 37,50C
(suhu tubuh, HR,RR) vital (termometer, Heart Rate 60-88x/menit
tensimeter) Respiratory Rate 12-20x/menit
Asupan makan (energi, Setiap hari Comstock Asupan makan Energi, protein dan
protein dan zat gizi Zat gizi mikro terpenuhi ± 90%
mikro) dari kebutuhan.
KONSULTASI GIZI
 Tempat : Ruang Rawat Inap
 Waktu : 30 menit
 Sasaran : Pasien dan keluarga
 Metode : konseling gizi serta tanya jawab
 Topik : Makanan yang tepat untuk pasien infeksi.
 Alat Bantu : Leaflet dan tabel bahan penukar
 Tujuan :
1. Menjelaskan masalah yang dialami pasien.
2. Meminta kesediaan pasien untuk menjalankan diet.
3. Menjelaskan tujuan dan prinsip diet.
4. Merekomendasikan untuk memberikan makanan tinggi energi, protein dan zat gizi mikro (Fe,Zn,
vitamin C, Vitamin A, vitamin K) untuk penyembuhan, secara bertahap.
 Manfaat :
1. Agar pasien mengetahui dan mematuhi terapi diet yang diberikan.
2. Agar keluarga pasien dapat membantu kesembuhan pasien.
 Materi :
1. Pemahaman dasar mengenai pengaturan makanan untuk infeksi.
2. Penjelasan tentang pola hidup yang sehat.
3. Penjelasan mengenai infeksi dan penjelasan mengenai bahan makanan yang diperbolehkan dan
yang tidak diperbolehkan untuk penyakit infeksi.
MENU SEBELUM SSG
Berat Energi Protein Lemak KH Serat Vit. A Vit. K Na Kalium Kals Fe zinc
Waktu Menu Bahan Makanan
g kcal g g g g µg µg mg mg mg mg mg
nasi tim beras putih giling 40 144,4 2,7 0,2 31,8 0,3 0 0 32,4 3,2 0,2 0,4
Semur ayam daging ayam 75 213,7 20,2 14,2 0 0 29,3 54,8 136,5 9,8 1 1,3
dan putih telur Putih telur 65 32,5 6,8 0 0,6 0 0 106,6 92,9 3,9 0 0
minyak kelapa 5 43,1 0 5 0 0 0 0 0 0 0 0
Makan Pagi tahu 50 38 4,1 2,4 0,9 0,6 0 3,5 60,5 52,5 2,7 0,4
Pepes Tahu jamur
jamur putih 5 1,4 0,1 0 0,3 0,1 0 0,1 17,8 0,3 0,1 0
bayam merah 25 9,3 0,9 0,1 1,8 0,2 129,8 2,8 137,5 52,8 0,8 0,1
Bening bayam
jagung kuning 15 16,2 0,5 0,2 3,8 0,4 2 2,5 37,3 0,3 0,1 0,1
Buah pisang ambon 50 46 0,5 0,3 11,7 1,2 4 0,5 198 3 0,2 0,1
SUB TOTAL MAKAN PAGI 544,4 35,8 22,3 50,9 2,8 164,9 0 170,8 713 125,7 5,1 2,5
Persentase Makan Pagi 23,20% 29,80% 40,00% 18,40% 18,60% 26,60% 0,00% 26,00% 33,30% 37,50% 38,20% 17,00%
Berat Energi Protein Lemak KH Serat Vit. A Vit. K Na Kalium Kals Fe zinc
Waktu Menu Bahan Makanan
g kcal g g g g µg µg mg mg mg mg mg
SNACK 1 Enteral Peptisol 63 250,9 8,8 1,9 27,1 0,6 2,1
SUB TOTAL SNACK 1 250,9 8,8 1,9 27,1 0 0 0 0 0 0 0,6 2,1
Persentase SNACK 1 10,70% 7,40% 3,40% 9,80% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 4,30% 14,50%
Berat Energi Protein Lemak KH Serat Vit. A Vit. K Na Kalium Kals Fe zinc
Waktu Menu Bahan Makanan
g kcal g G g g µg µg mg mg mg mg mg
Nasi Tim beras putih giling 40 144,4 2,7 0,2 31,8 0,3 0 0 32,4 3,2 0,2 0,4
daging sapi 50 134,4 12,4 9 0 0 0 26,5 170 2 0,9 2
Rolade daging telur ayam 15 23,3 1,9 1,6 0,2 0 28,5 18,6 18,9 7,5 0,2 0,2
Carrot fresh 10 2,6 0,1 0 0,5 0,4 157,4 4,7 6 29 4,1 0,2 0,1
Putih Telur 65 32,5 6,8 0 0,6 0 0 106,6 92,9 3,9 0 0
Semur Putih Telur
kecap 5 3 0,5 0 0,3 0 0 279,3 10,6 1 0,1 0
Makan Siang tempe kedele murni 75 149,3 14,3 5,8 12,8 1 0,8 4,5 275,3 69,8 1,7 1,3
Tempe oseng
minyak kelapa 5 43,1 0 5 0 0 0 0 0 0 0 0
gambas / oyong
25 5 0,2 0,1 1,1 0,3 7,3 0,3 48 6,8 0,1 0,1
mentah
Sup oyong Tomato red fresh 10 1,7 0,1 0 0,3 0,1 8,4 0,9 0,6 24,2 1,4 0,1 0
bihun 10 38,1 0 0 9,1 0,1 0 0,9 0,3 0,2 0,1 0
Buah jeruk manis 100 47,1 0,9 0,1 11,8 2,4 8 0 181 40 0,1 0,1
SUB TOTAL MAKAN SIANG 624,5 40 21,8 68,4 4,7 210,3 5,6 443,3 882,6 139,8 3,6 4,3
Persentase Makan Siang 26,60% 33,30% 39,10% 24,70% 31,30% 34,00% 54,40% 67,40% 41,20% 41,70% 27,20% 29,20%
Berat Energi Protein Lemak KH Serat Vit. A Vit. K Na Kalium Kals Fe zinc
Waktu Menu Bahan Makanan
g kcal g g g g µg µg mg mg mg mg mg
SNACK 2 Enteral Peptisol 63 250,9 8,8 1,9 27,1 0,6 2,1
JUMLAH 250,9 8,8 1,9 27,1 0 0 0 0 0 0 0,6 2,1
Persentase SNACK 2 10,70% 7,40% 3,40% 9,80% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 4,30% 14,50%
Berat Energi Protein Lemak KH Serat Vit. A Vit. K Na Kalium Kals Fe zinc
Waktu Menu Bahan Makanan
g kcal g g g g µg µg mg mg mg mg mg
Nasi Tim beras putih giling 40 144,4 2,7 0,2 31,8 0,3 0 0 32,4 3,2 0,2 0,4
Pesmol Ikan ikan kakap 50 41,9 9,1 0,3 0 0 5,5 31 97,5 5,5 0,2 0,3
Carrot fresh 10 2,6 0,1 0 0,5 0,4 157,4 4,7 6 29 4,1 0,2 0,1
ketimun mentah 10 1,3 0,1 0 0,3 0,1 2,1 0,2 14,4 1,4 0 0
Makan Tahu 30 22,8 2,4 1,4 0,6 0,4 0 2,1 36,3 31,5 1,6 0,2
Cah Tahu
Malam
minyak kelapa 3 25,9 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0
Sup makaroni makaroni 20 70,6 2,4 0,4 14,2 0,9 0 0,6 15,6 3,6 0,3 0,3
kentang 10 9,3 0,2 0 2,2 0,2 0 0,5 39,1 0,5 0 0
Jus jambu jambu biji 100 50,9 0,8 0,6 11,9 5,4 79 3 284 20 0,3 0,2
gula pasir 15 58 0 0 15 0 0 0,2 0,3 0,2 0 0
SUB TOTAL MAKAN MALAM 427,7 17,8 6 76,3 7,5 244 4,7 43,5 548,6 70 2,9 1,5
Persentase Makan Malam 18,20% 14,80% 10,80% 27,60% 50,10% 39,40% 45,60% 6,60% 25,60% 20,90% 21,90% 10,20%
Berat Energi Protein Lemak KH Serat Vit. A Vit. K Na Kalium Kals Fe zinc
Waktu Menu Bahan Makanan
g kcal g g g g µg µg mg mg mg mg mg
SNACK 3 Enteral Peptisol 63 250,9 8,8 1,9 27,1 0,6 2,1
SUB TOTAL SNACK 3 250,9 8,8 1,9 27,1 0 0 0 0 0 0 0,6 2,1
Persentase SNACK 3 10,70% 7,40% 3,40% 9,80% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 4,30% 14,50%
TOTAL 2349,2 120 55,9 276,9 15 619,3 10,3 657,5 2144,2 335,5 13,3 14,8
MENU SETELAH SSG
Bahan Berat Energi Protein Lemak KH Serat Vit. A Vit. K Vit. C Fe zinc
Waktu Menu
Makanan g kcal g g g g µg µg mg mg mg
tepung terigu 30 109,2 3,1 0,3 22,9 0,8 0 0 0,4 0,2
mentega 5 35,5 0 4 0 0 37,5 0 0 0
Makan Pagi Sup Labu Kuning labu kuning 50 19,5 0,4 0,3 4,4 1,4 200,5 5 0,2 0,2
(Makanan Saring) Krim susu 75 87,5 2,3 7,5 2,5 0 90 7,5 0,8 0,1 0,3
pepaya 100 39 0,6 0,1 9,8 1,8 135 62 0,1 0,1
SUB TOTAL MAKAN PAGI 290,6 6,5 12,2 39,6 4 463 7,5 67,8 0,7 0,8
Persentase Makan Pagi 11,60% 5,00% 16,10% 11,80% 16,90% 41,90% 39,00% 43,20% 5,30% 5,90%
Bahan Berat Energi Protein Lemak KH Serat Vit. A Vit. K Vit. C Fe zinc
Waktu Menu
Makanan g kcal g g g g µg µg mg mg mg
tepung beras 25 90,2 1,7 0,2 19,9 0,2 0 0 0,2 0,3
Bubur sumsum Santan cair 50 53,1 0,5 5,1 2,3 1,4 0 0,5 0,3 0,2
Snack 1
gula merah 20 75,2 0 0 19,5 0 0 0 0,4 0
Putih Telur putih telur 60 30 6,3 0 0,6 0 0 0 0 0
SUB TOTAL SNACK 1 248,4 8,5 5,2 42,2 1,6 0 0 0,5 0,9 0,5
Persentase SNACK 1 9,90% 6,60% 6,80% 12,60% 6,50% 0,00% 0,00% 0,30% 6,80% 3,50%
Bahan Berat Energi Protein Lemak KH Serat Vit. A Vit. K Vit. C Fe zinc
Waktu Menu
Makanan g kcal g g g g µg µg mg mg mg
beras putih
Nasi tim giling 60 216,5 4 0,4 47,7 0,5 0 0 0,4 0,7
daging sapi 70 188,2 17,4 12,6 0 0 0 0 1,2 2,9
putih telur 35 17,5 3,7 0 0,3 0 0 0 0 0
Frikadel daging
kecap 10 6 1 0 0,6 0,1 0 0 0,2 0

Makan Siang roti tawar 20 54,8 1,8 0,6 10,4 0,6 0 0 0,1 0,2
tempe 50 99,5 9,5 3,8 8,5 0,7 0,5 0 1,1 0,9
tempe bb kuning
minyak kelapa 3 25,9 0 3 0 0 0 0 0 0
Sup kentang + kentang 25 23,2 0,5 0 5,4 0,4 0 3,3 0,1 0,1
wortel
wortel 25 6,5 0,2 0,1 1,2 0,9 393,5 11,8 1,8 0,5 0,2
Buah jus alpukat 60 47,5 0,3 2,3 7,1 0,9 1,2 1,2 0,2 0,1
SUB TOTAL MAKAN SIANG 685,6 38,5 22,8 81,2 4 395,2 11,8 6,2 3,8 4,9
Persentase Makan Siang 27,30% 29,90% 30,00% 24,20% 16,90% 35,70% 61,00% 4,00% 29,60% 37,40%
Bahan Berat Energi Protein Lemak KH Serat Vit. A Vit. K Vit. C Fe zinc
Waktu Menu
Makanan g kcal g g g g µg µg mg mg mg
kacang hijau 50 58 3,8 0,3 10,4 3,3 1 0 1,3 0,6
roti tawar 50 137 4,4 1,5 26 1,4 0 0 0,3 0,4
Bubur Kc. Hijau
santan cair 50 53,1 0,5 5,1 2,3 1,4 0 0,5 0,3 0,2
Snack 2 gula merah 15 56,4 0 0 14,6 0 0 0 0,3 0
putih telur 65 32,5 6,8 0 0,6 0 0 0 0 0
semur putih telur
kecap 10 6 1 0 0,6 0,1 0 0 0,2 0
Buah jeruk manis 110 51,8 1 0,1 13 2,6 8,8 58,3 0,1 0,1
SUB TOTAL SNACK 2 394,6 17,6 6,9 67,4 8,7 9,8 0 58,8 2,5 1,4
Persentase Snack 2 15,70% 13,70% 9,10% 20,10% 36,80% 0,90% 0,00% 37,50% 19,10% 10,80%
Bahan Berat Energi Protein Lemak KH Serat Vit. A Vit. K Vit. C Fe zinc
Waktu Menu
Makanan g kcal g g g g µg µg mg mg mg
beras putih
Nasi tim
giling 50 180,4 3,3 0,3 39,8 0,4 0 0 0,3 0,6
daging ayam 75 213,7 20,2 14,2 0 0 29,3 0 1 1,3
Tumis Ayam
mentega 5 35,5 0 4 0 0 37,5 0 0 0
tempe 100 199,1 19 7,7 17 1,4 1 0 2,3 1,8
Makan Malam Pepes tempe bb terik
telur ayam 10 15,5 1,3 1,1 0,1 0 19 0 0,1 0,1
bayam segar 25 9,3 0,9 0,1 1,8 0,2 129,8 8,3 0,8 0,1
Bening bayam jagung kuning 25 27 0,8 0,3 6,3 0,7 3,3 1,5 0,2 0,1
labu siam
mentah 25 5 0,2 0,1 1,1 0,3 7,3 1,5 0,1 0,1
SUB TOTAL MAKAN MALAM 685,5 45,8 27,7 66 3 226,9 0 11,3 4,8 4,1
Persentase Makan Malam 27,30% 35,60% 36,50% 19,70% 12,70% 20,50% 0,00% 7,20% 36,90% 31,30%
Bahan Berat Energi Protein Lemak KH Serat Vit. A Vit. K Vit. C Fe zinc
Waktu Menu
Makanan g kcal g g g g µg µg mg mg mg
tepung susu
Snack 3 susu hangat skim 30 110,4 10,7 0,6 15,4 0 3,3 3,3 0 1,3
buah pisang ambon 100 92 1 0,5 23,4 2,4 8 9 0,3 0,2
SUB TOTAL SNACK 3 202,4 11,7 1,1 38,8 2,4 11,3 0 12,3 0,3 1,5
Persentase snack 3 8,10% 9,10% 1,50% 11,60% 10,10% 1,00% 0,00% 7,80% 2,30% 11,00%
TOTAL 2507,2 128,5 76 335,3 23,7 1106,2 19,3 156,8 13 13,2
PANGAN FUNGSIONAL UNTUK PENDERITA SEPSIS
Sumber Pangan Fungsional Unsur Pangan / Zat Aktif Cara Kerja Zat Aktif
Putih telur Albumin Penyembuhan luka,untuk
pertumbuhan dan
perkembangan jaringan-
jaringan tubuh.
Tomat, paprika, kentang, Vitamin C, likopen, klorofil Sebagai kofaktor dalam
bayam,jeruk, strawberry, brokoli produksi kolagen, mencegah
pecahnya luka-luka yang
sudah sembuh.
Sayuran berdaun hijau, brokoli, Vitamin K, omega 3 Agen utama pembekuan
anggur, alpukat, kiwi darah
Kacang panjang, asparagus, tahu , Zat besi Proses sintesis kolagen,
jamur untuk hidroksi proline dan
lisin, jika kekurangan zat
besi akan mengganggu
penyembuhan luka.
Tempe Fitosterol, tembaga Membantu enzim lysyl
oxidase untuk memproduksi
kolagen dan elastin yang
berfungsi agar
penyembuhan luka lebih
cepat.