Anda di halaman 1dari 4

Struktur Keuangan dan Utang Internasional

A. Pendahuluan
Struktur keuangan berkaitan dengan jumlah hutang dan modal sendiri yang
digunakan untuk membiayai aktiva perusahaan. Struktur keuangan yang efektif mampu
menciptakan perusahaan dengan keuangan yang kuat dan stabil. Dalam struktur keuangan
dan utang internasional sebuah perusahaan memiliki struktur keuangan optimal yang
ditentukan oleh paduan utang dan ekuitas tertentu yang meminimalkan biaya modal
perusahaan untuk tingkat risiko binis tertentu pula. Jika risiko bisnis dari proyek baru
berbeda dengan risiko dari proyek yang sudah ada, bauran optimal dari utang dan ekuitas
akan berubah untuk mengenali tradeoff antara risiko bisnis dan keuangan.
Pertumbuhan perusahaan menjadi salah satu tanda dalam menilai kemampuan
perusahaan untuk membayar utang-utangnya dan kemudahan perusahaan untuk
memperoleh pendanaan eksternal. Pertumbuhan perusahaan dapat mempengaruhi
kepercayaan kreditor terhadap perusahaan dan kesediaan pemodal untuk memberikan
pendanaan melalui utang jangka panjang. Struktur atau komposisi keuangan harus diatur
sedemikian rupa sehingga terjamin stabilitas finansial perusahaan, memang tidak ada
ukuran yang pasti mengenai jumlah dan komposisi keuangan dari tiap-tiap perusahaan,
tetapi pada dasarnya pengaturan struktur keuangan dalam perusahaan harus berorientasi
pada tercapainya stabilitas finansial dan terjaminnya kelangsungan hidup perusahaan.

B. Struktur Keuangan Optimal dan MNE


Teori domestik mengenai struktur keuangan optimal harus dimodifikasi oleh empat
varibael untuk mengakomodasi kasus MNE. Variabel-variabel tersebut adalah
1. Ketersediaan modal.
2. Diversifikasi arus kas.
3. Risiko pertukaran valuta asing.
4. Harapan investor portofolio internasional.
C. Struktur Keuangan Anak Perusahaan Luar Negeri
1. Keunggulan utama Lokalisasi
a. Struktur keuangan yang teralokasi mengurangi kritik mengenai anak perusahaan di
luar negeri yang telah beroperasi dengna proposri utang yang terlalu tinggi.
b. Struktur keuangan yang teralokasi membantu manajemen mengevaluasi
pengembalian atas investasi ekuitas relative terhadap pesaing lokal dalam industri
yang sama.
c. Dalam perekonomian di mana tingkat bunga relative tinggi Karena kelangkaan
modal, dan sumber daya riil dimanfaatkan sepenuhnya.
2. Kelemahan utama lokalisasi
a. Sebuah MNE diharapkan untuk memiliki keunggulan komparatif dari perusahaan
lokal dalam menghadapi ketidaksempurnaan pasar modal nasional melalui
ketersediaan modal yang lebih baik dan kemampuan untuk diverisifkasi risiko.
b. Rasio utang terkonsolidasi sepenuhnya berada di luar negeri dari kisaran
diskresioner rasio utang yang dapat diterima di dalam area daftar dari kurva biaya
modal. MNE tidak mampu mengimbangi utang tinggi di satu anak perusahaan
luar negeri dengan utang yang rendah di anak perusahaan luar negeri atau
domestic lainnya pada biaya yang sama.
c. Rasio utang suatu anak perusahaan di luar negeri hanyalah pemanis, Karena
kreditur akhirnya mengacu ke perusahaan induk.
3. Membiayai Anak Perusahaan Luar Negeri
a. Sumber pendanaan Internal
Dana yang dikumpulkan secara internal oleh anak perusahaan luar negeri yaitu
dari penyusutan dan biaya-biaya non kas dan laba ditahan.
b. Sumber pendanaan eksternal
Sumber pendanaan eksternal dibagi dalam tiga kategori yaitu: utang dari negara
tempat perusahaan induk, utang dari negara di luar negara tempat perusahaan
induk, dan ekuitas lokal.

D. Pasar Utang Internasional


Pasar utang internasional menawarkan peminjam berbagai jenis jangka waktu jatuh
tempo, struktur pembayaran kembali, dan mata uang denominasi yang beragam. Tiga
sumber dari pendanaan utang di pasar internasional adalah pinjaman bank internasional
dan kredit sindikasi, pasar Euronote, serta pasar obligasi internasional.
1. Pinjaman bank dan kredit sindikasi.
a. Pinjaman bank internasional.
Pinjaman bank internasional secara tradisional didapatkan di pasar Eurocurrency.
Faktor kunci yang menarik deposan dan peminjam ke pasar pinajaman Eurocurrency
adalah rentang tingkat bunga yang sempit dalam pasar itu.
b. Eurocredit.
Eurocredit adalah pinjaman bank ke MNE, pemerintah yang berdaulat dan berbagai
institusi internasional, serta bank-bank lain yang berdenominasi dalam mata uang
Eurocurrency dan ditawarkan oleh bank-bank di negara-negara selain di negara mata
uang pinjaman itu berdenominasi.
c. Kredit Sindikasi
1) Beban bunga actual dari pinjaman itu, biasanya dinyatakan sebagai rentang dalam
basis poin atas suatu basis tingkat bunga variable seperti LIBOR.
2) Commitment fee yang dibayarkan pada bagian yang tidak digunakan dari kredit itu.
2. Pasar Euronote
Meskipun ada banyak produk keuangan yang berbeda, namun dapat dibagi menjadi dua
kelompok utama, underwritten facilities dan non- underwritten facilities. Underwritten
facilities digunakan bagi penjulan euronote dalam sejumlah bentuk yang berlainan.
Nonunderwritten facilities untuk penjualan euro-commecial paper dan euro medium-
term notes.
3. Pasar obligasi internasional
Meliputi berbagai instrument inovatif yang diciptakan oleh para bankir investasi
yang imajinatif, yang tidak terbelenggu oleh kendali dan regulasi yang mengatur pasar
modal domestik. Semua obligasi internasional masuk ke dalam dua klasifikasi generik,
yaitu:
a. Euorobond
1) Penerbitan langsung dengan tingkat bunga tetap
2) Floating rate note
3) Penerbitan terkait ekuitas
b. Obligasi asing
4. Beberapa Ciri Unik Pasar Eurobond
a. Tidak adanya campur tangan regulasi
b. Pengungkapan yang tidak begitu cepat
c. Status pajak yang menguntungkan

E. Pembiayaan Proyek
Empat hal yang penting untuk kesuksesan pembiayaan proyek:
1. Pemisahan proyek dari investornya
2. Proyek tunggal jangka panjang dan padat modal
3. Kemampuan memperkirakan arus kas dari komitmen pihak ketiga
4. Proyek yang terbatas dengan umur hidup yang terbatas.

Kesimpulan

Daftar Pustaka

Eiteman, David K., Arthur I. Stonehill, and Michael H. Moffet. 2007. Manajemen Keuangan
Internasional. Edisi Kesebelas jilid 1. Jakarta: Erlangga.