Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

TEKNOLOGI TEPAT GUNA PELAYANAN KEBIDANAN


(Sistem Teknologi Tepat Guna Pada Persalinan)

Dosen:
Triatmi Andri Yanuarini, M.Keb

Oleh Kelompok 8

1. Dia Lova (P17321175044)


2. Nungky Maulidiatur R.P (P17321175045)
3. Eka Suryani Arifin (P17321175046)
4. Erik Farisdiana (P17321175047)
5. Mariyatul Miswanti (P17321175048)
6. Lidya Putri Kartika D (P17321175049)
7. Syafrina Dwi Afifah U (P17321175050)
8. Nunung Angriani (P17321175051)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI D-IV KEBIDANANALIHJENJANGKEDIRI
TAHUN 2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam rangka meningkatkan sistem usaha pembangunan masyarakat
supaya lebih produktif dan efisien, diperlukan teknologi. Pengenalan
teknologi yang telah berkembang di dalam masyarakat adalah teknologi yang
telah dikembangkan secara tradisional, atau yang dikenal dengan "teknologi
tepat guna" atau teknologi sederhana dan proses pengenalannya banyak
ditentukan oleh keadaan lingkungan dan mata pencaharian pokok masyarakat
tertentu.
Pertumbuhan dan perkembangan teknologi, ditentukan oleh kondisi dan
tingkat isolasi dan keterbukaan masyarakat serta tingkat pertumbuhan
kehidupan sosial ekonomi masyarakat tersebut. Untuk memperkenalkan
teknologi tepat guna perlu disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu kebutuhan
yang berorientasi kepada keadaan lingkungan geografis atau propesi
kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Teknologi yang demikian itu
merupakan barang baru bagi masyarakat dan perlu dimanfaatkan dan
diketahui oleh masyarakat tentang nilai dan kegunaannya. Teknologi tersebut
merupakan faktor ekstern dan diperkenalkan dengan maksud agar masyarakat
yang bersangkutan dapat merubah kebiasaan tradisional dalam proses
pembangunan atau peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Masalah kesehatan merupakan salah satu masalah yang tidak dapat
dilepaskan dari kehidupan pedesaan. Masih banyak desa-desa terutama desa
tertinggal yang jauh dari perilaku hidup sehat. Sementara itu, kesehatan
merupakan salah satu variabel pengukuran dari Indeks Pembangunan
Manusia (IPM), dan mayoritas masyarakat Indonesia tinggal di Pedesaan
sehingga menjadi hal yang wajar apabila IPM Indonesia masih bernilai
sangat rendah. Kesehatan merupakan aspek penting dan menjadi salah satu
kebutuhan yang mendasar dalam kehidupan masyarakat menjadi salah satu
hak yang seharusnya didapatkan oleh semua masyarakat termasuk masyarakat
desa.
Keterbatasan financial menjadi hambatan masyarakat desa dalam
mengakses sarana kesehatan. Selain itu umumnya program ataupun teknologi
kesehatan dari pihak luar kadang kala tidak sesuai dengan keadaan
masyarakat desa serta sulit diterapkan oleh masyarakat desa. Oleh karena itu
perlu adanya Teknologi Tepat Guna (TTG) kesehatan yang dapat membantu
masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatannya.
Teknologi tepat guna adalah teknologi yang didesain dengan
mempertimbangkan aspek lingkungan, etik budaya, sosial, dan ekonomi bagi
komunitas. Ciri-ciri teknologi adalah (1) mudah diterapkan (2) mudah
dimodifikasi (3) untuk kegiatan skala kecil (4) padat karya (5) sesuai dengan
perkembangan budaya masyarakat (6) bersumber dari nilai tradisional (7)
adaptif terhadap perubahan lingkungan.
Adanya Teknologi Tepat Guna Kesehatan diharapkan dapat
menjembatani masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan hidup sehat.
Maka, perlu kiranya melihat kondisi penerapan Teknologi Tepat Guna,
khususnya bidang kesehatan yang berkembang di masyarakat dan melihat
sejauh mana teknologi tersebut berhasil mewujudkan kondisi masyarakat
yang sehat.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat durumuskan masalah
yaitu “Bagaimana Sistem Teknologi Tepat Guna pada Persalinan”

1.3 Tujuan Penulisan

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas adalah, adapun


tujuan penulisan masalah ini adalah untuk mengetahui konsep dasar dari
teknologi tepat guna dalam praktik kebidanan.
BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 SYSTEM
2.1.1 P4K (Program Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan
Komplikasi)
P4K dengan Stiker adalah merupakan suatu kegiatan yang di
fasiliotasi oleh Bidan di desa dalam rangka peran aktiv suami, keluarga
dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan
persiapan menghadapi komplikasi bagi ibu hamil, termasuk
perencanaan penggunaan KB pasca persalinan dengan menggunakan
stiker sebagai media notifikasi sasaran dalam rangka meningkatkan
cakupan dan mutu pelayanan kesehatanbagi ibu dan bayi baru lahir.
a. Adapun Tujuan khusus adanya program P4K adalah :
1. Terdatanya status ibu hamil dan terpasangnya stiker P4K disetiap
rumah ibu hamil yang memuat informasi ttg : lokasi tempat
tinggal ibu hamil, identitas ibu hamil, taksiran persalinan,
penolong persalinan, pendamping persalinan, fasilitas tempat
persalinan, calon donor darah, transportasi yg akan digunakan
serta pembiayaan.
2. Adanya perencanaan persalinan
3. Terlaksananya pengambilan keputusan yang cepat dan tepat bila
terjadi komplikasi selama, hamil, bersalin maupun nifas.
4. Meningkatnya keterlibatan tokoh masyarakat baik formal maupun
non formal, dukun, kelompok masyarakat, dalam perencanaan
dan pencegahan komplikasi dengan stiker, KB pasca salin dengan
perannya masing-masing
b. Manfaat
1. Mempercepat berfungsinya desa siaga
2. Meningkatkan cakupan pelayanan ANC sesuai standart
3. Meningkatnya cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan terampil
4. Meningkatnya kemitraan bidan dan dukun
5. Tertanganinya kejadian komplikasi secara dini
6. Meningkatnya peserta KB pasca salin
7. Terpantaunya kesakitan dan kematian ibu dan bayi.
8. Menurunnya kejadian kesakitan dan kematian ibu serta bayi
c. Komponen P4K dengan stiker
Fasilitas aktif oleh Bidan :
1. Pencatatanibu hamil
2. Dasolin/ tabulin
3. Insyirah Pekanbaru
4. Donor darah
5. Transport/ ambulan desa
6. Suami/ keluarga menemaniibu pada saat bersalin
7. IMD
8. Kunjungan nifas
9. Kunjungan rumah
d. Operasional P4K dengan stiker di tingkat Desa
1. Memanfaatkan pertemuan bulanan tingkat desa/ kelurahan
2. Mengaktifkan forum peduli KIA
3. Kontak dengan ibu hamil dan keluarga dalam pengisian stiker
4. Pemasangan stiker dirumah ibu hamil
5. Pendataan jumlah ibu hamil di wilayah desa
6. Pengelolaan donor darah dan sarana transportasi/ ambulan desa
7. Penggunaan, pengelolaan, dan pengawasan tabulin/ dasolin
8. Pembuatan dan penandatanganan amanat persalinan.

2.1.2 Tabulin
a. Tabungan Ibu Bersalian (Tabulin)
Tabungan ini sifatnya insidensial, keberadaannya terutama
pada saat mulainya kehamilan dan dapat berakhir pada saat seorang
ibu sudah melahirkan. Tabungan ini akan sangat membantu terutama
bagi ibu hamil dan keluarganya pada saat menghadapi persalinan
terutama masalah kendala biaya sudah dapat teratasi.Secara
psikologis ibu akan merasa tenang menghadapi saat persalinan dan
karena pengelolaan. Tabulin ini biasanya oleh tokoh masyarakat atau
petugas kesehatan, maka akan menjamin akses ibu kepada petugas
kesehatan. Perlindungan pembiayaan kesehatan sendiri seharusnya
dimiliki setiap orang pada setiap fase kehidupannya.
b. Tujuan
1. Menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia
2. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama ibu hamil
3. Memotivasi masyarakat terutama ibu hamil, menyisihkan
sebagian dananya untuk ditabung sebagai persiapan persalinan
c. Manfaat Tabulin
Keberhasilan pemberdayaan perempuan di sektor kesehatan
juga terlihat pada indicator persalinan yang di tolong medis.
Intervensi yang dilakukan adalah mengiatkan penyuluhan
masyarakat , khususnya di pedesaan dan menyediakan lebih banyak
lagi pusat “ pelayanan Kesehatan Masyarakat “ bersama tenaga
medisnya. Pemberdayaan perempuan di sector kesehatan telah
berhaisl meningkatkan usia harapan hidup perempuan. Salah satu
kegiatan ini adalah membuat tabungan ibu bersalin ( tabulin ).
Tabulin adalah salah satu program kesehatan yang dinilai
sangat positif karena langsung menyentuh masyarakat. Tabungan
yang bersifat social ini sangat membantu warga, terutama yang
ekonominya lemah. Program ini sangat tepat dan efektif dalam
upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.Warga tidak akan merasa
terbebani dalam mendukung program tersebut karena penggalangan
dana tabungan di lakukan melalui pola jimpitan ( sejenis iuran
sukarela ).
Adapun manfaat dari tabulin, antara lain :
1. Sebagai tabungan atau simpanan itu yang digunakan untuk biaya
persalinan atau sesudah persalinan.
2. Ibu dan keluarga tidak merasa terbebani terhadap biaya
persalinan.
Keberhasilan pemberdayaan perempuan di sektor kesehatan
juga terlihat pada indikator persalinan yang ditolong medis.
Intervensi yang dilakukan adalah menggiatkan penyuluhan ke
tengah masyarakat, khususnya di pedesaan dan menyediakan
lebih banyak lagi pusat “Pelayanan Kesehatan Masyarakat”,
bersama tenaga medisnya. Pemberdayaan perempuan di sektor
kesehatan telah berhasil meningkatkan usia harapan hidup
perempuan.
Salah satu kegiatan isi adalah membuat tabungan ibu
bersalin (Tabulin), Tabulin adalah salah satu Program Kesehatan
yang dinilai sangat positif langsung menyentuh masyarakat.
Tabungan yang bersifat sosial ini sangat membantu warga,
terutama mereka yang berekonomi lemah. Program ini sangat
tepat dan efektif dalam upaya meningkatkan kesehatan
masyarakat. Warga tidak akan merasa terbebani dalam
mendukung program tersebut karena penggalangan dana tabungan
dilakukan melalui polajimpitan (sejenis iuran sukarela)
Melalui Tabulin, bumil diharapkan bisa menabung
sehingga saat melahirkan tidak mengalami kesulitan biaya
persalinan karena sudah ada dana tabungan tersebut. Tabulin
merupakan upaya yang sangat baik untuk menurunkan angka
kematian ibu. Meskipun demikian, cara ini belum 100 %
menjamin ibu hamil selamat dari maut.
Tabungan Bersalin (Tabulin) sudah dimulai sebelum ada
desa Siaga. Kita menerangkan ke Ibu Hamil dan keluarganya
tentang kegunaan Tabulin, meskipun orang kaya. Justru orang
kaya tersebut harus memberikan contoh kepada orang-orang yang
tidak mampu menabung, dan ibu hamil tersebut diberikan buku
yang dibawa setiap pemeriksaan. Tabungan itu dibentuk
berdasarkan RW atau Posyandu. Bila Posyandu di suatu tempat
ada empat, maka tabungannya ada empat di desa tersebut.
Kita juga harus menentukan jumlah tabungan ibu hamil
setiap minggunya dan memberi penjelasan kepada ibu hamil
betapa pentingnya manfaat Tabulin sehingga ibu hamil
mempunyai kesadaran untuk membayar Tabulin. Banyak sekali
hal yang sebenarnya kelihatan kecil atau sepele, seperti
menyiapkan tabungan, kemudian menyiapkan tetangga yang bisa
mengantar pada saat terjadinya persalinan secara tiba-tiba. Hal ini
bisa menginspirasi banyak masyarakat agar di masa mendatang
Tabulin dapat tersosialiasai dengan baik di masyarakat.
d. Tahapan Tabulin
1. Ibu yang sudah mengetahui kehamilannya, diminta mulai
menabung untuk persalinannya.
2. Tabulin merupakan tabungan keluarga, bukan tanggung jawab ibu
yang harus menyisihkan uang untuk persalinannya, tetepai suami
juga harus menabung untuk danapersalinan. Terutama bagi
keluarga yang penghasilannya tunggal (suami yang
berpenghasilan). Jadi perlu ada kesepakatan dengan suami.
3. Jika ibu hamil menngalami kesulitan menyampaikan kepada
suami, maka anggota SIAGA (Siap Antar Jaga) lain perlu
membicarakannya dengan para suami dalam pertemuan-
pertemuan desa, pertemuan para bapak, ataupun pendekatan
secara individual.
4. Waktu perkiraan persalian sudah dapat diketahui sehingga ibu
atau keluarga mampumemperkirakan kapan dana akan digunakan.
Jika simpanan tidak berupa uang, ibu dankeluarga harus bisa
memperkirakan kapan simpanan bisa diuangkan, misalnya
menjual hasil panen, menjual ternak.
5. Tabulin dalam bentuk uang, dapat disimpan dibank, dirumah, atau
pada bidan.Tabulin dapat diisi dengan mencicil. Tabulin yang
disimpan pada bidan dapat dititipkan pada saat pemeriksaan
kehamilan. Peran kader disini adalah menyarankan atau
memotivasi ibu-ibu agar mempunyai persiapan persalinan.

2.1.3 Ambulan desa


Gambar Ambulans Desa

Ambulans desa adalah mobil milik warga yang secara sukarela


disiagakan untuk membantu ibu hamil yang telah tiba masa
persalinannya atau ibuhamil yang diharuskan untuk memeriksakan diri
ke fasilitas yang lebih memadai dari apa yang ada di tempat ia tinggal.
a. Tujuan Ambulance Desa:
1. Tujuan Umum
Membantu mempercepat penurunan AKI karena hamil, nifasdan
melahirkan.
2. Tujuan Khusus
Mempercepat pelayanan kegawat daruratan masa1ah kesehatan,
bencana serta kesiapsiagaan mengatasi masalah kesehatan yang
terjadi atau mungkin terjadi
b. Sasaran Ambulance Desa
Pihak-pihak yang berpengaruh terhadap perubahan prilaku
individu dan keluargayang dapat menciptakan iklim yang kondusif
terhadap perubahan prilaku tersebut. Semuaindividudankeluarga
yang tanggap dan peduli terhadap permasalahan kesehatan dalam
halini kesiapsiagaan memenuhi sarana transportasi sebagai ambulan
desa.
c. Kriteria Ambulance Desa
1. Kendaraan yang bermesin yang sesuai standart ( mobil sehat ).
2. Mobil pribadi,perusahaan, pemerintah pengusaha .
3. ONLINE (siap pakai)
d. Indikator Proses Pembentukan Ambulance Desa
1. Ada forum kesehatan yang aktif
2. Gerakan bersama atau gotong royong oleh masyarakat dalam
upaya mencegah danmengatasi masalah kesehatan, bencana serta
kegawatdaruratan kesehatan denganpengendalian faktor resikonya
3. UKBM berkualitas
4. Pengamatan dan pemantauan masalah kesehatan
5. Penurunan kasus masalah kesehatan bencana atau
kegawatdaruratan kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati,Eny Retna. 2009.Asuhan Kebidanan Komunitas.Yogyakarta: Nuha


Medika
AWHONN (2011).Health information technology for the perinatal setting.
JOGNN, 40 :383-385.Doi: 10.1111/j.1552-69090.2011.01246.
Jurnal Sosio teknologi Edisi 13 tahun 7, April 2008
Mubarak, Wahit Iqbal dan Nurul Chayatin. 2008. Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia
Teori & Aplikasi dalam Praktik. Jakarta: Kedokteran EGC
Syafruddin, dkk, 2009.Buku Ajar Ilmu Kesehatan Masyarakat Untuk Mahasiswa.
CV. Trans Info Media : Jakarta
http://bappeda.kutaikartanegarakab.go.id/bidang/Inkesra_4_2008_Kesehatan.pdf.
diakses pada tanggal 24 Januari 2018.