Anda di halaman 1dari 3

PEMODELAN MATEMATIKA PADA BIDAMG FISIKA (PEGAS)

Perilaku penjalaran gelombang pada sistem fisis dapat dipelajari pada Sistem Gerak Pegas.
Pemodelan Sistem Gerak Pegas menerapkan Hukum Newton II. Sistem Gerak Pegas yang
dibahas adalah sistem yang terdiri atas pegas, massa peredam dan gaya luar. Pemodelan
Sistem Gerak Pegas menghasilkan Persamaan Diferensial orde-2. Berikut uraiannya:

Sistem gerak pegas diilustrasikan dengan benda bermassa m yang tergantung pada suatu
pegas, ditunjukkan pada Gambar Sistem Gerak Benda pada Pegas. Pemodelan sistem gerak
pada Gambar, didasarkan pada Hukum Newton II, yaitu:

𝐹 = 𝑚 .𝑎
dengan:
𝐹 = gaya-gaya yang bekerja pada benda
𝑚 = massa benda
𝑎 = percepatan gerak benda

Gaya-gaya yang bekerja pada benda yang tergantung pada pegas:


1. 𝐹𝑔 = 𝑚. 𝑔 , 𝐹𝑔 adalah gaya tarik gravitasi benda, m = massa benda dan g = gravitasi. Arah
gaya ini ke bawah karena pengaruh gravitasi. Gaya ini sering disebut sebagai berat
benda.
2. 𝐹𝑠 = −𝑘 (𝑦 + ∆𝐿), 𝐹𝑠 dalah gaya pegas, k = konstanta pegas, y= posisi benda, ΔL =
perubahan panjang pegas. Arah gaya pegas ke atas dan ke bawah. Jika pegas ditarik 𝐹𝑠
negatif, arah gaya ke atas dan jika pegas ditekan 𝐹𝑠 positif, arah gaya ke bawah.
𝑑𝑦
3. 𝐹𝑑 = −𝑑. 𝑑𝑡 , 𝐹𝑑 gaya redam, arah gaya berlawanan dengan gerak benda, d = konstanta
𝑑𝑦
redaman, 𝑑𝑡
= kecepatan benda. Jika d > 0 sistem disebut Sistem Teredam (Damped
Systems), jika d = 0 sistem disebut Sistem Takteredam (Undamped Systems)
4. 𝐹𝑒 = 𝐹 (𝑡), 𝐹𝑒 = gaya eksternal, arah gaya dapat ke atas atau ke bawah. Penerapan gaya
ini langsung pada benda atau pegas.
Gambar sistem gerak benda pada pegas

Gambar Sistem Gerak dengan Peredam


B. Sistem Gerak dengan Peredam dan Gaya Luar F(t)
Berdasarkan Hukum Newton II di atas maka:

𝐹 = 𝑚 .𝑎
𝑑2 𝑦
F adalah gaya-gaya yang bekerja pada benda, 𝑎 = adalah percepatan benda
𝑑𝑡 2
sehingga:
𝑑2𝑦
𝐹𝑞 + 𝐹𝑠 + 𝐹𝑑 + 𝐹𝑒 = 𝑚.
𝑑𝑡 2
atau

𝑑𝑦 𝑑2𝑦
𝑚 . 𝑔 + −𝑘 (𝑦 + ∆𝐿) − 𝑑. + 𝐹(𝑡) = 𝑚. 2
𝑑𝑡 𝑑𝑡
Untuk sistem dalam kesetimbangan 𝑚 . 𝑔 = 𝑘∆𝐿, sehingga persamaan menjadi

𝑑𝑦 𝑑2𝑦
−𝑘𝑦 − 𝑑. + 𝐹(𝑡) = 𝑚. 2
𝑑𝑡 𝑑𝑡
atau

𝑑2𝑦 𝑑𝑦
𝑚. 2 + 𝑑. + 𝑘𝑦 = 𝐹(𝑡)
𝑑𝑡 𝑑𝑡
Model persamaan terakhir menghasilkan persamaan diferensial orde-2. Persamaan diferensial
orde-2 di atas menggambarkan sistem gerak benda pada pegas. Jika F(t) =0 (tanpa gaya
eksternal) sistem disebut sistem gerak bebas (unforced), jika F(t)≠ 0 disebut sistem gerak
paksa (forced). Jika d = 0 maka sistem disebut sistem takteredam (undamped) dan jika d> 0
maka sistem disebut sistem teredam (damped).