Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Kemoterapi dan Persiapan Pasien Kemoterapi


Sub Pokok Bahasan :
1. Pengertian Nutrisi dan Kemoterapi
2. Syarat kemoterapi
3. Fungsi Nutrisi
4. Efek Kemoterapi
5. Makanan/minuman yang bagus untuk pasien yang dilakukan
kemoterapi.
6. Makanan/minuman yang dilhindari untuk pasien kemoterapi
Tempat : Ruang Mawar III
Sasaran : Keluarga dan pasien dengan pemberian tindakan kemoterapi
Hari/Tanggal : Sabtu, 16 Desember 217
Waktu : Pukul 09.00 WIB – 09.30 WIB

I. PENDAHULUAN

Kanker ovarium merupakan tumor dengan histiogenesis yang beraneka ragam, dapat
berasal dari ketiga (3) dermoblast (ektodermal, endodermal, mesodermal) dengan sifat-sifat
histiologis maupun biologis yang beraneka ragam (Smeltzer & Bare, 2002).

Secara keseluruhan mayoritas massa ovarium bersifat jinak dan memiliki risiko seumur
hidup untuk berkembang menjadi kanker ovarium sebesar 2%. Usia merupakan factor yang
paling penting dalam menentukan risiko keganasan. Massa adneksa sering ditemukan
selama usia reproduksi. Selama tahap kehidupan ini, massa tersebut biasanya disebabkan
oleh kista ovarium fungsional, neoplasma ovarium jinak, atau perubahan pascainfeksi pada
tuba fallopii. Pada anak perempuan yang berusia dibawah 20 tahun dan wanita diatas 50
tahun, 10% massa yang teraba bersifat ganas. Sekitar 85-90% kanker ovarium terjadi pada
wanita pascamenopause.

Lebih dari 90% keganasan testis merupakan tumor sel germinal, sedangkan 65-70%
keganasan ovarium merupakan kanker sel epitel. Tumor sel germinal pada testis memiliki
deteksi dini yang baik dan angka kesembuhan yang tinggi. Kanker sel epitel ovarium
biasanya terdeteksi setelah terjadi penyebaran intraperitoneal luas. Pada saat tersebut,
penyembuhan hamper tidak dapat terjadi.

Kemoterapi telah digunakan sejak tahun 1950-an. Biasa diberikan sebelum atau sesudah
pembedahan. Tujuannya adalah membasmi seluruh sel-sel Kanker sampai ke akar-akarnya,
sampai ke lokasi yang tidak terjangkau pisau bedah. Paling tidak untuk mengontrol sel-sel
Kanker agar tidak menyebar lebih luas. Pengobatan Kanker tergantung pada jenis atau tipe
Kanker yang diderita dan dari mana asal Kanker tersebut. Umur, kondisi kesehatan umum
pasien serta system pengobatan juga mempengaruhi proses pengobatan kanker.

Pada kasus Kanker Pengobatan utama adalah melalui :


1. Pembedahan atau Operasi.
2. Kemoterapi atau dengan cara pemberian Obat-obatan.
3. Radioterapi atau Penggunaan Sinar Radiasi
Pada kenyataannya Secara umum biasanya digunakan lebih dari satu macam cara pengobatan di
atas, misalnya Pembedahan yang diikuti oleh Kemoterapi atau Radioterapi, bahkan kadang
pengobatan digunakan dengan 3 kombinasi (Pembedahan, Kemotarapi dan Radioterapi). Pada
dasarnya Tujuan utama dari Pembedahan adalah mengangkat Kanker secara keseluruhan karena
Kanker hanya dapat sembuh apabila belum menjalar ketempat lain. Sedangkan Kemoterapi dan
Riadiasi tidak bukan dan tidak lain bertujuan untuk membunuh sel-sel Kanker atau
menghentikan pertumbuhan sel-sel Kanker yang masih tertinggal.

II. Tujuan
a. Tujuan Intruksional Umum
Klien dan keluarga klien mampu memahami tentang efek kemoterapi serta pemberian
nutrisi pada pasien pasca kemoterapi.

b. Tujuan Intruksional Khusus


Klien dan keluarga mampu dapat memahami dan menjelaskan tentang nutrisi pada
pasien kemoterapi secara spesifik lagi seperti:
1. Pengertian
2. Fungsi Nutrisi
3. Efek Kemoterapi
4. Makanan yang bagus untuk pasien yang dilakukan kemoterapi
5. Makanan/minuman yang dihindari untuk pasien kemoterapi
III. Manfaat
a. Manfaat Teoritis
Pengobatan kemoterapi pada gangguan sistem reproduksi wanita yaitu mengenai Ca
Ovarium. Pengobatan kanker ovarium dengan kemoterapi merupakan pengobatan
bantuan yang utama untuk kanker ovarium. Kemoterapi merupakan pelengkap
operasi dan tujuannya adalah kesembuhan klinis yang berarti tidak ada lagi sel
kanker pada pemeriksaan fisik, pencitraan, atau tes darah
b. Manfaat Praktisi
Tulisan ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi praktisis keperawatan agar
dapat meningkatkan dan mengembangkan asuhan keperawatan pada pasien yang
menjalani perawatan kemoterapi pada pasien yang mengalami Ca Ovarium.

c. Metode
Ceramah dan tanya jawab.

d. Alat dan Bahan


Lembar balik dan leaflet

e. Materi
1. Pengertian
2. Fungsi Nutrisi
3. Efek Kemoterapi
4. Makanan yang bagus untuk pasien yang dilakukan kemoterapi
5. Makanan yang dihindari untuk pasien kemoterapi
f. Kegiatan Penyuluhan

No Kegiatan Pendahuluan Waktu Kegiatan Peserta


1 Pendahuluan 5 menit
- Menjawab salam
- Memberi salam
- Memberi pertanyaan apersepsi
- Menjawab pertanyaan
- Mengkomunikasikan pokok
- Mendengarkan
bahasan
- Mengkomunikasikan tujuan - Mendengarkan
- Kontrak waktu
- Eksplorasi pengetahuan pasien
dan keluarga
2 Kegiatan Inti 15 Menit
- Menyimak
- Memberikan Penjelasan
- Bertanya
Tentang materi
- Memberikan Kesempatan klien
atau keluarga untuk bertanya.
3 Penutup 10 menit
- Memberikan kesimpulan atas - Menyimak
materi yang telah disampaikan
- Mengucapkan terima kasih
- Mendengarkan
kepada klien dan keluarga
- Memberikan salam penutup - Menjawab salam

IV. Evaluasi
1. Evaluasi Struktural
a) Materi yang akan disampaikan sudah siap satu hari sebelum penyuluhan
b) Alat dan tempat siap
c) Klien dan keluarga serta perawat siap
2. Evaluasi Proses
a) Klien bersedia untuk menyimak apa yang disampaikan perawat
3. Evaluasi Hasil
Klien dapat menerangkan kembali sesuai pemahamannya tentang apa yang telah di
sampaikan oleh perawat mengenai meliputi:
a) Pengertian nutrisi
b) Fungsi Nutrisi
c) Efek Kemoterapi
d) Makanan yang bagus untuk pasien yang dilakukan kemoterapi
e) Makanan yang dihindari untuk pasien kemoterapi
V. Lampiran
A. Pengertian
Kemoterapi adalah penggunaan zat kimia untuk melawan penyakit. Kemoterapi
adalah tindakan/terapi pemberian senyawa kimia (obat kanker) untuk mengurangi,
menghilangkan atau menghambat pertumbuhan parasit atau mikroba di tubuh pasien
(hospes). Kemoterapi sebagai salah satu cara terapi kanker dengan menggunakan obat
untuk membunuh atau meinimalkan proliferasi sel kanker.
Kemoterapi adalah suatu bentuk terapi kanker yg mengalami kemajuan cepat &
aplikasi baru. Bahan-bahan kemoterapi adalah obat sitotoksik yg bekerja dalam berbagai
cara pada sel-sel spesifik selama berbagai fase siklus kehidupan sel. Kemoterapi hampir
tidak perah dilakukan bersama dengan terapi pembedahan karena untuk menghindari efek
toksik dari kontak dengan obat-obat tersebut yg terdapat di dalam darah & cairan tubuh
pasien (Gruendemann, 2006).
Nutrisi adalah ikatan kimia yang yang diperlukan tubuh untuk melakukan
fungsinya yaitu energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-
proses kehidupan (Soenarjo, 2000).
Nutrisi adalah proses dimana tubuh manusia menggunakan makanan untuk
membentuk energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan dan untuk berlangsungnya
fungsi normal setiap organ dan jaringan tubuh (Rock CL, 2004).
Nutrisi adalah suatu proses organism menggunakan makanan yang dikonsumsi
secara normal melalui proses degesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme
dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan
(Supariasa, 2001).

B. Syarat Kemoterapi
Syarat Pemberian Kemoterapi dan persiapan kemoterapi :
1. Keadaan umum harus cukup baik, Usia <70 tahun
2. Memahami tujuan dan efek samping yang terjadi
3. Semua hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil yang normal
4. Mendapat persetujuan baik dari pasien maupun dari keluarga. Hal ini sangat penting,
karena kemoterapi merupakan salah satu pengobatan pada kanker yang membutuhkan
biaya yang mahal, memiliki efek samping yang sangat besar pada kondisi pasien
nantinya, dan termasuk obat yang berbahaya.

C. Fungsi nutrisi
Ada tiga fungsi pokok makanan bagi tubuh, yaitu:
1. Sebagai Sumber Energi
Energi yang tersimpan di dalam makanan adalah energi kimia. Di dalam tubuh, energi
kimia tersebut akan mengalami perubahan menjadi energi otot melalui serangkaian
reaksi metabolisme. Energi dihasilkan dari makanan yang mengandung
karbohidrat, lemak, dan protein. Karbohidrat adalah sumber energi utama
manusia.
a. Sebagai bahan Penyusun Komponen Tubuh
Tubuh manusia tersusun atas biomolekul-biomolekul, antara lain karbohidrat,
lemak, protein, asam nukleat, dan vitamin. Senyawa-senyawa tersebut merupakan
penyusun komponen seluler tubuh. Untuk dapat menyusun komponen seluler
tubuh, diperlukan sumber energi dari luar tubuh yaitu makanan. Selain itu,
komponen-komponen sel yang rusak juga harus diregenerasi. Untuk mengganti
maupun membangun sel-sel tubuh, diperlukan makanan yang berasal dari luar
tubuh.
b. Sebagai Pelindung tubuh Terhadap Lingkungan Yang Buruk
Zat-zat makanan dapat berfungsi sebagai pelindung tubuh dari lingkungan yang
tidak menguntungkan. Lemak digunakan untuk melindungi tubuh dari hawa
dingin. Beberapa vitamin berfungsi sebagai senyawa antioksidan, yaitu senyawa
yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas
reaktif membentuk radikal bebas tak reaktif yang relatif stabil. Antioksidan dapat
melindungi sel-sel tubuh dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif.
Mineral kalium dan natrim digunakan untuk menjaga keseimbangan tekanan
osmosis sel. Untuk menetralkan senyawa asing (antigen), tubuh membentuk
antibodi yang merupakan suatu protein. Protein antibodi ini dibentuk dari asam
amino yang berasal dari makanan.

D. Efek kemoterapi
Efek samping kemoterapi dapat muncul ketika sedang dilakukan pengobatan atau
beberapa waktu setelah pengobatan. Efek samping kemoterapi yang bisa timbul adalah:
1. Lemas
Efek samping kemoterapi yang umum timbul. Timbulnya dapat mendadak atau
perlahan. Tidak langsung menghilang dengan istirahat, kadang berlangsung hingga
akhir pengobatan.
2. Mual dan Muntah
Ada beberapa obat kemoterapi yang lebih membuat mual dan muntah. Selain itu ada
beberapa orang yang sangat rentan terhadap mual dan muntah. Hal ini dapat dicegah
dengan obat anti mual yang diberikan sebelum/selama/sesudah pengobatan
kemoterapi. Mual muntah dapat berlangsung singkat ataupun lama.
3. Efek samping kemoterapi pada pencernaan
Beberapa jenis obat kemoterapi berefek diare. Bahkan ada yang menjadi diare disertai
dehidrasi berat yang harus dirawat. Sembelit kadang juga merupakan efek samping
kemoterapi yang terjadi pada pasien.
a) Bila diare: kurangi makanan berserat, sereal, dan sayur. Minum banyak untuk
mengganti cairan yang hilang
b) Bila susah BAB: perbanyak makanan berserat, olahraga ringan bila
memungkinkan
c) Sariawan
Beberapa obat kemoterapi menimbulkan penyakit mulut seperti terasa tebal atau
infeksi. Kondisi mulut yang sehat sangat penting dalam kemoterapi
4. Efek samping kemoterapi Pada Darah
Beberapa jenis obat kemoterapi dapat mempengaruhi kerja sumsum tulang yang
merupakan pabrik pembuat sel darah, sehingga jumlah sel darah menurun. Yang
paling sering adalah penurunan sel darah putih (leokosit). Penurunan sel darah terjadi
pada setiap kemoterapi dan tes darah akan dilaksanakan sebelum kemoterapi
berikutnya untuk memastikan jumlah sel darah telah kembali normal.
Penurunan jumlah sel darah dapat mengakibatkan :

a) Mudah terkena infeksi


Hal ini disebabkan oleh Karena jumlah leokosit turun, karena leokosit adalah sel
darah yang berfungsi untuk perlindungan terhadap infeksi. Ada beberapa obat
yang bisa meningkatkan jumlah leokosit.
b) Perdarahan
Keping darah (trombosit) berperan pada proses pembekuan darah. Penurunan
jumlah trombosit mengakibatkan perdarahan sulit berhenti, lebam, bercak merah
di kulit
c) Anemia
Anemia adalah penurunan jumlah sel darah merah yang ditandai oleh penurunan
Hb (hemoglobin). Karena Hb letaknya di dalam sel darah merah. Akibat anemia
adalah seorang menjadi merasa lemah, mudah lelah dan tampak pucat.
d) Kulit dapat menjadi kering dan berubah warna Lebih sensitive terhadap matahari.
Kuku tumbuh lebih lambat dan terdapat garis putih melintang.

E. Makanan/minuman yang bagus pada pasien yang dilakukan kemoterapi


1. Daging
Daging dapat meningkatkan haemoglobin dan kaya zat besi. Selain itu, daging mudah
diserap oleh usus sehingga tidak menyebabkan pencernaan tersumbat. Namun, jangan
berlebihan makan daging karena dapat membuat risiko serangan jantung bertambah.
Konsumsilah daging rendah lemak dengan menu diet yang seimbang. Batasi porsi
daging dengan hanya menyantap 3-5 ons saja setiap kali makan. Serta hindari makan
lebih dari 6 kali porsi daging setiap minggunya
2. Sayuran
Sayuran merupakan salah satu makanan penambah darah. Akan tetapi, tidak semua
sayuran dapat mengurangi anemia. Sayuran penambah darah antara lain bayam, ubi,
kacang polong hijau, kacang merah, kol, lobak, kentang, brokoli dan sawi. Dari
sekian banyak sayuran, ubi adalah obat alami terbaik untuk meningkatkan jumlah sel
darah merah. Ubi mengandung zat besi, mengaktifkan sel-sel darah merah dan
menambah oksigen ke dalam darah.
a. Buah-buahan
Buah-buahan seperti kismis, plum, apel, anggur dan melon, tidak hanya
memperlancar aliran darah, tapi juga menambah jumlah sel darah merah. Buah
jeruk dan limau juga menambahkan zat besi ke tubuh Anda.
b. Kacang-kacangan
Beberapa jenis kacang dapat mengatasi kekurangan darah, terutama kacang
almond. 1 ons kacang almond setiap hari memberikan 6 persen zat besi ke dalam
tubuh. Di samping itu, harga kacang almond relatif lebih murah daripada kacang
lainnya.
c. Sereal roti
Gandum membuat badan lebih sehat sehingga perlu dimasukan ke dalam daftar
diet Anda. Gandum juga mempunyai banyak kandungan zat besi yang
mengurangi risiko Anda terkena anemia berat.
d. Kuning telur
Cara mengatasi anemia dengan mengomsumsi telur Anda dapat merebus 1 kuning
telur ayam kampung bersama daun bawang merah dan campurkan air secukupnya
setelah itu, kemudian dimakan atau dikonsumsi secara teratur 2 kali sehari secara
teratur.

Jenis-jenis makanan yang dapat dikonsumsi selama kemoterapi adalah cukup luas.
Beberapa jenis makanan dapat digunakan untuk mengatasi reaksi lebih jauh yang
disebabkan oleh kemoterapi dan masalah nutrisi yang lebih jauh lagi. Makanan-
makanan ini termasuk :
a. Cairan encer, termasuk jus buah, gelatin, es buah, kopi dan teh. Biasanya lebih
baik dikonsumsi setelah operasi, sambil menungguh pulihnya sistem
pencernaan.
b. Cairan kental, seperti susu, yoghurt, es krim, milkshakes, sereal panas, atau
pudding. Merupakan perkembangan dari konsumsi cairan encer pada poin 1.
Jenis makanan ini lebih ditujukan pada pasien yang mengalami kesulitan
menelan akibat penyempitan tenggorokan.
c. Makanan lembut, tidak termasuk buah mentah, makanan dengan kulit, serta
kacang-kacangan. Ditujukan bagi pasien yang mengalami sembelit ataupun
tersumbatnya jarigan pembuangan yang disebabkan oleh rasa sakit maupun
konsumsi obat penghilang rasa pusing.
d. Makanan tanpa laktosa, yaitu makanan tanpa susu seperti pudding, eskrim dan
milkshakes. Produk susu yang dapat dikonsumsi adalah yang telah melalui
proses seperti keju cheddar, dan yoghurt. Cara makan ini dianjurkan bagi
pasien yang tidak dapat mentoleransi laktosa, merasa kembung, sakit perut
dan diare setelah memakan makanan dengan kandungan laktosa seperti diatas.

Untuk menjaga agar anda makan dengan teratur meskipun anda memiliki gejala
dibawah, maka beberapa tips yang akan berguna bagi anda adalah :

1. Hilangnya selera makan

a. Rencanakanlah menu makan harian anda sebelum anda makan.

b. Pilihlah makanan dengan kalori dan protein tinggi


c. Selalu sediakan makanan ringan sebagai snack
d. Paling sedikit konsumsilah 1/3 dari protein harian yang anda butuhkan
ketika sarapan.
e. Makanlah 5-6 kali sehari
f. Cobalah sesuatu yang baru
2. Kesulitan untuk menelan makanan
a. Pilihlah makanan lembut yang mudah dikunyah
b. Kunyahlah makanan anda sampai halus
3. Sembelit
a. Tingkatkanlah jumlah makanan berserat tinggi
b. Minumlah banyak cairan
c. Pada beberapa kasus, dengan jumlah cairan yang lebih banyak, dapat
mencoba mengkonsumsi makanan berserat rendah

F. Makanan/minuman yang tidak dianjurkan untuk orang kemoterapi


Selama menjalani kemoterapi sebaiknya menghindari makanan-makanan yang terlalu
asam, berbumbu tajam, berlemak (santan) atau pedas, karena makanan ini akan
menambah mual dan dapat memperberat luka pada lambung yang terjadi akibat
pemberian kemoterapi. Demikian pula karena alasan yang sama, hindari minuman yang
mengandung soda atau alcohol, kopi, dan rokok

DAFTAR PUSTAKA

Gruendemann, B. 2006. Keperawatan Perioperatif. Jakarta. ECG.


Soenarjo.2000. Pengertian Nutrisi Menurut Beberapa Ahli dan Jenis-jenis Nutrisi.
Diakses tanggal 3 februari 2012 dari http://www.diwarta.com/420. Visitor :
Dede pukul 15.30 WIB
Manuaba, I. 2004. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi. Jakarta.
EGC.
Otto, S. 2005. Buku Saku Keperawatan Onkologi. Jakarta. ECG.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22667/4/Chapter%20II.pdf

PRE PLANNING PENDIDIKAN KESEHATAN

KEMOTERAPI

DI RUANG MAWAR III RSUD dr. MOEWARDI


Oleh :

NURUL HIDAYANI

(070116B056)

PROGRAM PENDIDKAN PROFESI NERS

UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

UNGARAN

2017