Anda di halaman 1dari 7

TUGAS KULIAH

POTENSI GEOWISATA DI DAERAH ASAL

Oleh :
Linda Mahadita (111.130.079)
Yohanes Baptis Abhiyoga (111.130.101)

Dosen pengampu:
Ir. Heri Riswandi S,T.

PROGRAM DIKLAT TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL

1
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
2015

2
I. LATAR BELAKANG
Kabupaten Bantul adalah salah satu kabupaten di Porpinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta yang memiliki banyak wisata alam yang menarik dan potensial. Salah
satu potensi wisata tersebut berada di Kecamatan Dlingo, Pleret Bantul
Yogyakarta yang Memiliki objek yaitu di Mangunan, Tebing Batupasir dan air
terjun Lepo.

II. LETAK DAN KESAMPAIAN DAERAH


Wisata Kebun Buah
Mangunan berada di Kecamatan
Dlingo, Bantul DI Yogyakarta
kesampaian daerah tersebut dari
Keraton Yogyakarta sekitar 39 menit
lama perjalanan dengan
menggunakan kendaraan pribadi.
Dari keratin Yogyakarta kami
menuju kearah Jl. Parangtritis setelah
itu belok ke kiri di perempatan ring
road, lalu sesampainya di perempatan Terminal Giwangan belok ke kanan, setelah
itu lurus terus hingga menuju ke daerah Imogiri, sesampainya disana belok ke kiri
mengikuti petunjuk jalan ke Mangunan.

III. PEMBAHASAN
1. Genesa sungai meander
Meander adalah bentuk sungai yang berkelok-kelok yang terjadi akibat
adanya pengikisan dan pengendapan.
Pembentukan meander diawali oleh aliran air
sungai di hulu yang memiliki volume dan
tenaga yang cukup kecil, sehingga pada bagian
ini sungai belum mengalami pengikisan dan
aliran sungai akan berusaha menghindari
segala penghalang. Kemudian pada bagian

3
tengah sungai dan hilir mulai terjadi pengendapan dan erosi secara terus-
menerus. Air mulai mengalir dengan kecepatan yang berbeda, ketika
mengalir pada lekukan pada suatu kelokan sungai. Air yang melewati
lekukan yang menjorok keluar (cut bank) akan menyebabkan terjadinya
erosi secara terus-menerus. Cut bank merupakan zona tanah yang tererosi
oleh aliran sungai dalam pembentukan meander. Sehingga erosi ke arah
samping (erosi lateral) yang terjadi dalam waktu yang lama akan
menyebabkan cut bank semakin melebar. Sementara itu, di sisi lekukan
yang lain akan terjadi pengendapan yang menyebabkan terbentuknya point
bar. Point bar merupakan proses sedimentasi yang dominan di dalam alur
sungai. Bentuk dan ukuran point bar bervariasi tergantung pada besarnya
alur sungai serta berkembang pada bagian lengkung dalam (inner band)
alur sungai. Fenomena ini bila terjadi secara berulang-ulang akan
membentuk kelokan pada sungai. Dan apabila proses ini terjadi pada
beberapa bagian sungai, maka akan membentuk sungai yang berkelok-
kelok yang disebut sebagai meander. Bagian-bagian dari meander antara
lain :
 Neck, yaitu bagian leher dari meander
 Spur, yaitu bagian kepala dari meander
 Undercut, yaitu bagian dari lengkung meander
 Slip off slope, yaitu bagian lengkung meander yang selalu
mendapat sedimentasi.
Meander yang terbentuk hasil pengikisan dan pengendapan ini dapat
berupa beberapa macam, di antaranya adalah :
 Meander mendalam Meander mendalam adalah meander yang terjadi
karena adanya erosi vertikal dan lateral, sehingga pengikisannya
melebab dan mendalam.
 Meander berteras Meander berteras yaitu meander yang terjadi
karena adanya pengangkatan yang bertingkat-tingkat, sehingga pada
tepi-tepi lembah pada sisi kiri dan kana terjadi teras-teras.

4
 Meander lembah Meander lembah ialah meander yang terdapat pada
lembah yang sudah mencapai stadium dewasa, lebar dari meander
lembah ini dua puluh kali lebar sungai.
 Meander bebas Meander bebas adalah meander yang jalur
meandernya tidak tertentu. Meander ini terjadi pada sungai yang
sudah mencapai stadium tua dan banyak sekali bekasbekas yang
ditinggalkan.
 Meander pengikisan Meander pengikisan adalah meander yang
terjadi karena adanya pengangkatan atau penurunan permukaan laut
(adanya peubahan gravitasi atau erosi basis) sehingga akan
mengakibatkan erosi vertikal aktif kembali.

2. Bentuk sungai meander di Mangunan

Dari foto diatas kita mengetahui bahwa Di Daerah Mangunan kita dapat
mengamati kelokan sungai dengan jelas. Meander pada daerah tersebut terbentuk
karena dipengaruhi oleh morfologinya. Karena morfologi disekitar sungai lebih
resisten maka sungai tersebut membelokan arah alirannya menjadi seperti
sekarang.

5
Selain itu dari atas kita dapat melihat jalan diseberang sungai dan pemandangan
yang indah dan jarang didapatkan di sekitar kota.
3. Genesa terbentuknya air terjun
Pembentukan air terjun terbentuk karena aktivitas erosi dari aliran air,
mengalir diatas lapisan batuan bervariasi dari yang memiliki tingkat erosi
yang berbeda. Aliran air yang melintas di atas lapisan batuan lunak akan
memiliki tingkat erosi yang lebih tinggi, dibandingkan dengan daerah lain
dengan lapisan batuan keras. Kejadian tersebut menyebakan peningkatan
kecepatan. Air sungai yang membentuk arus yang lebih cepat ke arah
bawah menuju ke dasar sungai. Seiring dengan waktu, air sungai tersebut
perlahan-lahan membentuk ngarai atau jurang pada hilir sungai. Formasi
tersebut mengarahkan pembentukan gua dangkal untuk menampung
berbagai materi dan air yang jatuh. Terjadilah pengikisan dasar air terjun
oleh abrasi. Akibat proses tersebut, terbentuk cekungan yang dalam atau
sering disebut ngarai.

 Air terjun terbentuk karena beberapa factor yaitu :


 Adanya sesar turun yang menyebabkan airnya keluar ke
permukaan menjadi mata air
 Adanya perbedaan topografi yang membuat air keluar
 Adanya perbedaan liitologi terutama di daerah kars karena sifatnya
yang mudah larut.
 Adanya kekar disekitar sesar yang membuat air merembes keluar

6
DAFTAR PUSTAKA

Rovicky, 2008. https://rovicky.wordpress.com/2008/06/09/gumuk-pasir-sand-


dune/. Diakses 6 Desember 2015
http://earthy-moony.blogspot.co.id/2012/01/apa-itu-meander-sungai.html
https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/nature-and-outdoor/air-
terjun-lepo/photo-gallery/4/
http://geografiupi2010.blogspot.co.id/2012/11/pembentukan-air-terjun_7.html