Anda di halaman 1dari 35

PENANGANAN BATUBARA

(TAMBANG MENUJU PELABUHAN TARAHAN)

Oleh:

KELOMPOK V
Andika Saputra Pratama R (073001300006)
Chaerul Andre Fauzy (073001300021)
Febri Pribadi Setyo (073001300036)
Herlin Eflin Natalia Lerebulan (073001300047)
Jennifer Julian (073001300059)
Muhammad Fahrezy Lubis (073001300071)
Okky Leonardy Tajudin (073001300082)
Shan Riwanto Utomo (073001300093)
Haryo Bhimo Cheto (073001300105)
Fakhri Luthfi (073001300118)
Muhammad Alghifar (073001300077)
Guruh Immanul Shadiq (073001300041)

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
UNIVERSITAS TRISAKTI

JAKARTA
2014
i

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. bahwa penulis telah
menyelesaikan Laporan tentang Penanganan Batubara dari Tambang Menuju
Pelabuhan Tarahan.

Dalam Penulisan Laporan ini penulis merasa masih banyak kekurangan-


kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak
sangat diharapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Dalam penyusunan Laporan ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.
Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan Laporan ini tidak
lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala
yang penulis hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih
kepada:

1. Dosen Kuliah Kerja yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada


penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.
2. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi
berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai.

Semoga Laporan ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi
pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang
diharapkan dapat tercapai, Amin.

Jakarta, 2015

Penyusun
ii

Daftar Isi

Kata Pengantar........................................................................................................................ i

Daftar isi................................................................................................................................. ii

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang masalah.............................................................................................. 1


1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ........................................................................................................ 2
1.4 Kegunaan Penulisan ................................................................................................... 2

Bab II Tinjauan Pustaka


2.1 Tentang Perusahaan .................................................................................................... 3

Bab III Pembahasan

3.1 Profile Perusahaan

3.1.1 Sejarah dan Lokasi Perusahaan .................................................................. 6

3.1.2 Visi dan Misi .............................................................................................. 9

3.1.3 Struktur Organisasi di PT Bukit Asam (Persero) Tbk ............................. 10

3.1.4 Produksi Batubara di PT Bukit Asam (Persero) Tbk ............................... 15

3.1.5 Spesifikasi Market Brand Batubara Produk PT. BA ............................... 17

3.1.6 Sarana dan Prasarana Pelabuhan .............................................................. 18


iii

3.2 Teori

3.2.1 Penanganan Batubara (Coal Handling) .................................................... 21

Bab IV Penutup

4.1 Kesimpulan ............................................................................................................... 30

Daftar Pustaka ...................................................................................................................... 31


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

PT. Bukit Asam Tbk (PT. BA) adalah perusahaan terbuka yang bergerak
di bidang energi yang berbasis batubara. Pada tahun 2013 hasil produksi mencapai
lebih dari 20 juta ton per tahunnya dan akan meningkat lagi pada tahun-tahun
berikutnya untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen. Pengangkutan
batubara dari pertambangan di Muara Enim menuju pelabuhan Tarahan yaitu
menggunakan moda transportasi kereta api jenis Babaranjang (Batubara
Rangkaian Panjang).

Pemilihan moda kereta api dalam pengangkutan disebabkan kondisi


jalan lintas Sumatera yang sering mengalami kerusakan, selain itu angkutan
sungai terutama yang melalui sungai Musi terhambat adanya sedimentasi pada
dasar sungai (Firda Rosa, 2013).

Bandar Lampung sebagai kota yang yang mempunyai potensi dalam hal
pengembangan dermaga, dipilih oleh PT. BA dikarenakan teluk Lampung
memiliki kedalaman yang ideal untuk mobilisasi pengangkutan batubara antar
pulau. Sebagai kota yang dilalui kereta Babaranjang Bandar Lampung mendapat
keuntungan berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibayarkan oleh PT.
BA. Namun dampak yang ditimbulkan yaitu kemacetanyang diakibatkan
panjangnya gerbong kereta dan hampir semua jalur rel yang dilewati merupakan
perlintasan sebidang yang mana rawan akan kecelakaan lalu lintas terlebih jika
kereta api melintas pada saat jam sibuk (peak time).

1
2

1.1 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di jelaskan diatas, maka


dapat diambil suatu rumusan masalah. Yaitu:

1. Apakah yang dimaksud dengan Kereta Baranjang (Batubara


Rantai Panjang)
2. Bagaimanakah Transportasi Menggunakan Kereta
3. Bagaimanakah penerapan dan pengaplikasian pada Kereta
4. Bagaimana proses penanganan yang dilakukan

1.3 Tujuan Penulisan

Berdasarkan uraian diatas, penulis bertujuan agar dapat mengetahui


dan menentukan keefektifan dan effisien dalam penanganan batubara.

1.4 Manfaat Penulisan

Dalam penulisan Laporan ini, Penulis berharap dapat memberikan


kegunaan-kegunaan yang penting. Diantaranya:

1. Keefektifan dan effisien transportasi batubara menggunakan


kereta
2. Mengetahui dampak dari metoda proses penanganan batubara
3. Mengetahui proses Penanganan batubara
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tentang Perusahaan

PT Bukit Asam (Persero)Tbk. memiliki 2 (dua) unit produksi penambangan,

yaitu Unit Penambangan Batubara Tanjungenim yang berada di Sumatera

Selatan dan Unit Penambangan Batubara Ombilin di Sumatera Barat.

Batubara hasil penambangan Tanjung Enim diangkut menggunakan Kereta

Api ke Dersus Batubara Tarahan dan Kertapati untuk selanjutnya dikirim ke

costumer. Sedangkan batubara hasil dari Tambang Ombilin diangkut

menggunakan Kereta Api atau Truk ke Dersus Telukbayur.

Dermaga khusus batubara PTBA di Tarahan dan Kertapati merupakan

dermaga yang dibangun, dioperasikan dan digunakan untuk kepentingan

sendiri guna menunjang pengiriman batubara, sedangkan Dersus Batubara

Telukbayur tidak hanya digunakan untuk kepentingan sendiri juga

digunakan oleh kontraktor-kontraktor batubara yang berada di Sumatera

Barat. Kegiatan di dersus batubara PTBA hanya untuk pemuatan batubara ke

kapal dan merupakan control check tahap akhir dari alur pengangkutan

batubara dari tambang. Karena dersus sebagai tempat pengendalian kualitas

terakhir sehingga di dersus juga terdapat

3
4

merupakan ROW material yang harus ada perlakuan/penanganan khusus

(Crushing dan Blending) agar sesuai dengan spesifikasi yang diminta

konsumen.

Dermaga Khusus Batubara Tarahan

Dermaga Khusus Batubara Tarahan secara geografis terletak di sekitar

perairan Teluk Lampung, berada pada koordinat 050 - 31' - 40" LS / 1050 -

20" - 40" BT (dalam peta) dan untuk posisi labuh pada koordinat 050 - 31' -

05 LS / 1050 - 20' - 21 BT dengan daerah perairan laut seluas 67.500 M2

dan luas daratan sebesar 42,5 Ha. Sedangkan secara administrative berada di

wilayah Kotamadia Dati II Bandarlampung, Propinsi Dati I Lampung,

dengan jarak sekitar 15 KM arah selatan dari pusat kota Bandarlampung.

Dersus Tarahan memiliki satu dermaga dan tiga lokasi penumpukan

batubara dengan data-data sebagai berikut :

• Panjang dermaga : 175 M

• Ukuran kapal

Panjang (max LOA) : 228,50 M

Lebar (Min BEAM) : 32,30 M

• Jumlah tambatan : 2 Dolphins dan 4 Bolards

• Kedalaman laut : 12,00 M - Tropical Draft

• Kedalaman laut sekitar : 13,60 M - 20,00 M

• Ketinggian kapal untuk penyandaran : Max. 15,50 M - Abt 18.850 Ballast


5

Depan 5,85 M / Belakang 6,95 M

• Batas maksimum luas bawah : 1,00 M

• Local density air laut : Abt. 1.020 - 1.021

• Jenis barang dan stowage factor : Curah - Abt. 43,50 CF/MT

• Posisi maksimum air ballast : Saat labuh penuh, sandar dikurangi

hingga di bawah 12,00 M

• Fasilitas pemuatan : 1 unit Shiploader

Jangkauan luar (max) : 30,00 M (elevasi 150)

Ketinggian (max) : Abt. 15,50 M di atas MHWS

Pergerakan maksimum : Sejauh 130,00 M Approx

Kemampuan muat per hari : < 45.000 DWT - 30.000 M/Tons

> 45.000 DWT - 20.000 M/Tons

• Situasi pasang surut

MHWS : 1,50 M

Mean tide : 0,95 M

MLWS : 0,25 M

• Kapasitas dermaga : 12 juta tpy

Selama periode 1994 - 1998 Dersus Tarahan dapat melalukan batubara

sebanyak 30.136.924 Ton dan tercatat di tahun 1998 merupakan pencapaian

angka pengapalan tertinggi yakni sebanyak 7.648.684 Ton atau 64 % dari

kapasitas dermaga.
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Profile Perusahaan

Nama Tempat Perusahaan : PT Bukit Asam (Persero)

Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan

Alamat : Jalan Soekarno-Hatta

KM. 15 Tarahan Bandar Lampung

Luas Areal : 42,5 Ha

Tahun Berdiri : 1986

Jumlah Pekerja : 335 orang

3.1.1 Sejarah dan Lokasi Perusahaan

PT Bukit Asam (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara

(BUMN). Didirikan tanggal 2 Maret 1981, berdasarkan peraturan

pemerintah No. 42 tahun 1980 tanggal 15 Desember 1980, dengan

kantor pusat Tanjung Enim, Sumatera Selatan. PT Bukit Asam

memiliki tiga pelabuhan batubara yaitu: Pelabuhan Batubara Tarahan

di Bandar Lampung, Dermaga Batubara Kertapati di Palembang

Sumatera Selatan dan Pelabuhan Batubara Teluk Bayur di Padang

Sumatera Barat.

6
7

PT Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan merupakan pelabuhan/dermaga

terbesar yang dimiliki PT Bukit Asam (Persero) Tbk. dengan luas areal

42,5 Ha. PT Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan terletak ±18 km dari

kota Bandar Lampung dan ±6 km di sebelah selatan Pelabuhan Panjang.

Beroperasi sejak tahun 1986 sebagai Terminal Untuk Kepentingan

Sendiri (TUKS), yang pada awalnya disiapkan untuk pengapalan

batubara hasil produksi tambang di Tanjung Enim dengan tujuan PLTU

(Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Suralaya Propinsi Banten.

Batubara yang diterima maupun yang akan dikapalkan melalui Unit

Pelabuhan Tarahan dilakukan pengujian kualitas di laboratorium

penguji batubara, untuk memastikan bahwa batubara yang dikirim

kepada konsumen sesuai spesifikasi yang diminta. Untuk meningkatkan

reputasi, laboratorium PT Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan sudah

disertifikasi ISO 17025 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN)

mengenai System Standart Laboratorium penguji dan kalibrasi sejak tahun

2002. Dermaga Pelabuhan Tarahan memiliki kedalaman laut -17 M, dan

mampu disandari kapal berkapasitas 80.000 DWT. Dermaga ini

diperuntukkan sebagian besar

memenuhi kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya

Provinsi Banten dengan menyeberangi laut ±100 km. Selain untuk PLTU

Suralaya, Pelabuhan Tarahan juga melayani domestik dan ekspor ke


8

beberapa negara Asia seperti : India, China, Jepang, Taiwan, Pakistan,

Vietnam serta daratan Eropa : Spanyol, Jerman, Inggris, Kroasia,

Belanda, dan Italy.

Untuk mengatasi keterbatasan angkutan batubara dari pusat penambangan

di Tanjung Enim dengan kereta api babaranjang, PT Bukit Asam unit

pelabuhan Tarahan telah menyiapkan dermaga tongkang batubara dan alat

untuk mengisi batubara ke tongkang (barge loading) yang mampu

disandari tongkang 10.000 DWT yang berlokasi disamping dermaga

utama.
9

3.1.2 Visi dan Misi

Visi : Menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli


lingkungan.

Misi : Mengelola sumber energi dengan mengembangkan kompetensi

korporasi dan keunggulan insani untuk memberikan nilai tambah

maksimal bagi stakeholders dan lingkungan.

Makna : mempersembahkan sumber energi untuk kehidupan dunia dan

bumi yang lebih baik.

Nilai-nilai :

- Visioner

- Integritas

- Innovative

- Profesional

- Sadar Biaya dan Lingkungan


10

3.1.3 Struktur organisasi di PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

Gambar 3.1 Struktur organisasi PT Bukit Asam Tarahan

Sumber : Humas PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

1. Aspek manajemen di PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

1. Komitmen kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja Keselamatan

dan kesehatan kerja adalah tanggung jawab semua pihak oleh sebab

itu PT Bukit Asam (Persero) Tbk. bersama pihak terkait bertekad

menciptakan lingkungan kerja yang sehat, bebas cidera dan

melakukan kegiatan operasional sesuai kaidah yang berlaku. Untuk


11

mewujudkan hal tersebut diatas PT Bukit Asam (Persero), Tbk. Unit

Pelabuhan Tarahan berkomitmen untuk :

1. Menciptakan keteladanan dalam penerapan disiplin yang dimulai dari diri

sendiri, membudayakan perilaku aman dan mengembangkan kompetensi

melalui pembinaan sikap kerja yang efektif.

2. Mencegah insiden melalui identifikasi, analisis, dan eliminasi bahaya

maupun terencana.

3. Mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku baik nasional

maupun internasional.

4. Melakukan pengukuran kinerja K3 dan perbaikan secara berkesinambungan.

b. Upaya pemantauan lingkungan di Unit Pelabuhan Tarahan meliputi

kegiatan sebagai berikut :

1) Pemantauan kualitas air di seluruh outlet Kolam Pengendapan Lumpur


(KPL).

2) Pemantauan biota laut untuk mengetahui keanekaragaman hayati

yang hidup di laut sekitar pelabuhan.

3) Pemantauan kualitas udara berkaitan dengan kadar debu di area

pelabuhan dan diluar area pelabuhan.

4) Mengukur tingkat kebisingan akibat mobilisasi peralatan.

5) Pemantauan keselamatan kerja dan tingkat kecelakaan kerja.


12

6) Pemantauan kebersihan lingkungan dan pembuangan sampah.

7) Pemantauan tenaga kerja lokal yang diserap oleh kegiatan penerangan

batubara di Unit Pelabuhan Tarahan.

PT Bukit Asam untuk kedepannya akan menargetkan 25 juta ton pertahun

pada tahun 2015 berdasarkan pada rencana strategis PT Bukit Asam, jika

jadwal yang sudah direncanakan terealisasi dengan baik, maka rencana PT

Bukit Asam untuk target produksi 50 juta ton pertahun akan tercapai. Semua

itu untuk menuju PT Bukit Asam emas di tahun 2020.

2. Pengembangan Komunitas

PT Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan sangat menginginkan suatu

kehidupan yang harmonis dengan masyarakat disekitarnya, dengan

memanfaatkan setiap potensi yang ada sehingga tercipta hubungan timbal

balik yang positif, dan masing-masing pihak akan menjaga kelangsungan

hubungan tersebut. Kepedulian perusahaan dalam pengembangan

komunitasnya diwujudkan dalam bentuk program pemitraan dan program

bina lingkungan.

a. Program kemitraan antara lain berupa :

1) Memberikan pinjaman lunak kepada usaha kecil dan koperasi.


13

2) Memberikan pelatihan dan mengikutsertakan pameran bagi mitra binaan

yang memiliki.

b. Program Bina Lingkungan 6 (enam) sektor :

1) Bencana alam.

2) Bidang pendidikan atau pelatihan.

3) Peningkatan kesehatan masyarakat.

4) Pengembangan sarana dan prasarana umum.

5) Bantuan sarana ibadah.

6) Pelestarian alam.

c. Program Bina Wilayah :

Memberikan bantuan yang sifatnya strategis atas kebijakan pemerintah

setempat dan semua keputusan kewenangan Direksi.

3. Ketenagakerjaan

Adapun karyawan di PT Bukit Asam pelabuhan batubara Tarahan adalah

sebagai berikut :

a. Karyawan tetap

Karyawan tetap berjumlah 335, terdiri dari 320 laki-laki dan 14

perempuan, dan 1 cuti besar.


14

b. Karyawan harian koperasi/honorer

Karyawan harian koperasi berjumlah 288 orang.

c. Karyawan kontrak waktu tertentu

Karyawan kontrak waktu tertentu sebanyak 2 orang (dokter

perusahaan), terdiri dari 1 laki-laki dan 1 perempuan.

4. Sistem Pengupahan Karyawan

Sistem pengupahan di PT Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan ialah

karyawan menerima gaji setiap bulannya dan perusahaan akan

memberikan bonus pada pekerja ketika perusahaan mencapai target, untuk

tahun ini target perusahaan adalah 12 juta ton per tahun dan akan

meningkat menjadi 25 juta ton per tahun pada tahun 2015. Dengan target

besar mencapai 50 juta ton per tahun untuk menuju PT Bukit Asam emas

di tahun 2020.
15

3.1.4 Produksi Batubara di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

3.1.4.1 Alur Proses

a. Batubara dari tambang batubara Tanjung Enim Sumatera Selatan diangkut

dengan Kereta Api Babaranjang (Kereta Api Batubara Rangkaian Panjang)

ke Pelabuhan Batubara Tarahan Lampung dengan jarak tempuh kurang lebih

420 km. Setiap rangkaian kereta api babaranjang terdiri dari 45-60

gerbong yang masing-masing gerbong berisi 50 ton batubara.

b. Setibanya di Pelabuhan Batubara Tarahan, rangkaian kereta api ini

menuju ke RCD (Rotary Car Dumper) I-IV yaitu alat penumpahan

gerbong, dimana gerbong- gerbong yang bermuatan batubara satu persatu

akan dibalikkan guna menumpahkan isinya. Operasi penumpahan batubara di

RCD dilakukan secara otomatis.

c. Dari RCD I, II, III, IV batubara diangkut dengan ban berjalan (Belt

Compeyor) ke mesin penghancur batubara pertama (Primary Crusher)

dimana batubara akan dipecahkan menjadi bongkahan-bongkahan yang lebih

kecil.

d. Selanjutnya batubara akan dibawa dengan menggunakan ban berjalan ke

tempat penimbunan batubara yang disebut Stock Pile. PT. Bukit Asam

memiliki 4 unit Stock Pile dengan kapasitas stock batubara sebagai berikut :
16

1. Stock Pile I 
± 60.000 ton

2. Stock Pile II 
± 250.000 ton

3. Stock Pile III


± 250.000 ton

4. Stock Pile IV


± 250.000 ton

e. Penimbunan batubara pada Stock Pile I, II, III, IV untuk memenuhi

kebutuhan domestik di wilayah Lampung, juga untuk memenuhi

kebutuhan batubara PLTU Suralaya dan kegiatan ekspor.

f. Pemuatan batubara dari tempat penimbunan (Stock Pile) ke dalam kapal

dilakukan dengan mempergunakan Bulldozer yang mendorong batubara

dari tempat penimbunan kedalam sumur pengambilan (Reclaim Pit) untuk

selanjutnya dibawa ke mesin penghancur batubara kedua (Secondary Crush),

dimana bongkahan batubara akan dipecahkan lagi sampai butirannya sesuai

dengan spesifikasi ukuran yang dikehendaki oleh pemesan. Untuk

pengambilan batubara dari Stock Pile I dan II tidak menggunakan Bulldozer

tetapi menggunakan Steacker Recleamer.

g. Batubara yang sudah dipecah di secondary crusher kemudian diangkut

dengan ban berjalan ke mesin pemuat kapal dan selanjutnya akan

memuatkannnya ke dalam kapal, kapasitas pemuat kapal ini adalah 5000 ton

batubara/jam.
17

3.1.5 Spesifikasi market brand batubara produk PT Bukit Asam Tabel

3.1 Tabel Spesifikasi batubara PT Bukit Asam

Sumber: “PT Bukit Asam ; http://ptba.co.id/id/about/marketing”

3.1.5.1 Sertifikasi yang sudah diimplementasikan di PT Bukit

Asam Unit Pelabuhan Tarahan

a. ISO 9001:2000

Sertifikasi dari AFAQ AFNOR Prancis mengenai sistem Manajemen


Mutu.

b. SNI ISO/IEC 1705:2008

Sertifikasi dari Komite Akreditasi Nasional mengenai

Sistem Standart Laboratorium Penguji dan Kalibrasi .

c. ISO 14001:2004

Sertifikasi dari AFAQ Prancis mengenai sistem Manajemen


18

Lingkungan. d. ISO 18001:2007

Sertifikasi dari TUV NORD mengenai OHSAS (Occupatinal Health and

Safety Assement Series).


e. SMK3

Sertifikasi dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI

mengenai Sistem Manajemen Keselamatan Kerja.

f. ISTOK PILES Code

Sertifikasi dari Dirjen Hubungan Laut Mengenai International Ship and

Port Facility Security Code.

3.1.6 Sarana dan Prasarana Pelabuhan

3.1.6.1 Mesin Utama

a. RCD (Rotary Car Dumper) 1 dan 2 adalah alat penumpahan

gerbong, dimana gerbong-gerbong yang bermuatan

batubara satu persatu akan dibalikkan guna menumpahkan

isinya.

b. RCD (Rotary Car Dumper) 3 dan 4 adalah alat penumpahan

gerbong, Dimana gerbong-gerbong yang bermuatan batubara

dibalikkan 2 gerbong secara bersamaan.

c. Fasilitas coal handling batu bara:

1) Dumper adalah untuk pembongkaran.


19

2) Apron feeder adalah untuk pengangkutan batubara yang sudah

ditumpahkan dari gerbong kereta api ke Stock Pile I.

3) Car clamp adalah penjepit gerbong kereta api.

4) Water spray adalah untuk membersihkan debu yang keluar dari

bongkaran gerbong.

5) Positioned arm adalah untuk membawa gerbong ke RCD.

6) Sensor adalah untuk menentukan pas atau tidaknya RCD.

7) Control room adalah ruangan control.

8) Chair feeder adalah rantai.

d. Belt Conveyor adalah ban berjalan yang digunakan untuk

membawa batubara ke mesin penghalus atau membawa batubara

menuju dermaga.

e. Crusher adalah mesin penghalus batubara dari belt conveyor

menjadi partikel yang kecil.

f. Stacker Reclaimer adalah gabungan di satu mesin dengan roda timba di


mesin.

g. Barge loading adalah alat pengisian batubara ke kapal tongkang.

h. Ship loader adalah alat pencurah batubara ke kapal atau tongkang.


20

3.1.6.2 Sarana Penunjang Pelabuhan

Sarana penunjang yang digunakan PT Bukit Asam dalam kegiatan

produksi batubara antara lain; Bulldozer, Excavator, Whell Loader, Mobil

Vacuum, Truck Crain, Tangki, Dump Truck, Forklift.

Sedangkan alat pengangkutan batu bara ke konsumen adalah; Kapal,

Tongkang, Dump Truck.


21

3.2 Teori

3.2.1 Penanganan Batubara (Coal Handling)

Fungsi penanganan batubara ialah membawa batubara dari tempat

pembongkaran ke peralatan pembakaran (firing equipment). Apakah itu

sederhana atau rumit tergantung pada cara batubara itu diterima, dimana

letak PLTU dan apakah yang diharapkan dari sistem dipandang dari segi

kapasitas, fleksibilitas, kenyamanan, dan sebagainya.

Untuk mencapai kondisi yang berbeda dan keperluannya, telah tersedia

berbagai peralatan penanganan mekanis yang dapat digabung dalam

beberapa cara.Langkah penanganan batubara dibagi menjadi beberapa

langkah khusus, seperti terlihat pada Gambar 1.


22

Gambar 1. Diagram Alir Suatu Penanganan Batubara

Tiap langkah dijelaskan fungsinya masing-masing, langkah-langkah yang dapat

digabungkan dan peralatan yang biasanya digunakan dalam masing-masing

langkah diberikan pula. Urutan langkah-langkah dalam Gambar 1, dilukiskan

hampir mendekati keadaan dalam praktek, tetapi beberapa pekerjaan seperti

preparasi atau penimbangan, dapat ditangani pada titik selain dari yang

ditunjukkan dalam gambar. Suatu gambaran keadaan yang paling sederhana

adalah jika batubara diterima dari Truck.Truck langsung menuangkan batubara ke

dalam suatu Bin dan dengan Screw Conveyor batubara dibawa ke stoker.Dalam

Gambar 1 sistem tersebut dilukiskan sebagai(1c - 6 - 7 - 9).


23

Gambar 2. Penanganan batubara bersih dan batubara kotor dari tambang

(Sumber PT.Kaltim Prima Coal)

Dalam suatu sistem industri yang relatif sederhana, Lori Kereta Api

menuangkan batubara ke dalam Track Hopper, dan suatu Bucket Elevator

mengangkat batubara ke Plant Bunker. dari sini, batubara mengalir melalui

Chute ke Stoker Hopper ( 1a - 2 - 4 - 6 - 7 - 9). Jika dimisalkan kapasitas

boiler industri dikembangkan dan bunker diperbesar, untuk membagikan

batubara sepanjang bunker yang lebih besar, ditambahkan suatu horizontal


24

conveyor.Ini berarti penambahan alat angkut, meskipun aliran dalam gambar

tetap mengikuti arah (1a - 2 - 4 - 6 - 7 - 8 - 9).

Untuk menghindarkan keterlambatan pengapalan, ditambahkan penyimpanan

di luar dan dengan menggunakan Bulldozer untuk membangun tumpukan

serta digunakan pula portable conveyor.Karena digunakan tumpukan diluar,

maka urutan penanganan batubara menjadi (1a - 2 - 5 - 4 - 6 - 7 - 8 - 9).

Gambaran penanganan batubara yang kompleks diberikan berikut ini,

batubara diterima dari kereta api dan tongkang.Suatu menara batubara

membongkar tongkang dan suatu conveyor membawa batubara ke crusher

house (1b - 2 - 4 - 3).Suatu rotary car-dumper membongkar pengiriman

batubara dari kereta api ke Hopper yang memasok conveyor lainnya yang

juga membawanya ke crusher house (1a -2 - 4 - 3).Crusher house ini

bertindak sebagai suatu titik pemindah untuk membawa batubara ke PLTU

atau ke peralatan untuk membangun tumpukan di luar dan mengambil

kembali dari tumpukan tersebut.Jadi untuk menangani langsung ke PLTU,

keseluruhan alir adalah (1a(1b) - 2 - 4 - 3 - 4 - 6 - 7 - 8 - 9).Bila batubara

ditumpuk dan diambil lagi, prosedurnya menjadi (1a(1b) - 2 - 4 - 3 - 4 - 5 - 4

- 6 - 7 - 8 - 9).

Batubara adalah bahan bakar padat yang mengandung abu, oleh karena itu

pemanfaatan batubara akan melibatkan biaya tinggi untuk alat yang

diperlukan bagi penanganan (coal handling) dan pembakaran batubara. Itu


25

semua bertujuan untuk mengeliminir debu dan abu. Penanganan batubara

memerlukan pengamanan, karena ada beberapa masalah dalam penanganan

batubara antara lain:

a. Batubara dapat terbakar sendiri

b. Batubara dapat menimbulkan ledakan

c. Batubara dapat menimbulkan pencemaran, kalau ada angin kencang

debunya beterbangan kemana-mana

TERBAKAR SENDIRI

Batubara dapat terbakar sendiri setelah mengalami proses yang bertahap yaitu:

1. Tahap pertama : mula-mula batubara akan menyerap oksigen dari udara

secara perlahan-lahan dan kemudian temperature batubara akan naik

2. Tahap kedua : sebagai akibat temperature naik kecepatan batubara

menyerap oksigen dari udara bertambah dan temperature kemudian akan

mencapai 100-1400C

3. Tahap ketiga : setelah mencapai temperature 1400C, uap dan CO2 akan

terbentuk

4. Tahap keempat : sampai temperature 2300C, isolasi CO2 akan berlanjut

5. Tahap kelima : bila temperature telah berada diatas 3500C, ini berarti

batubara telah mencapai titik sulutnya dan akan cepat terbakar


26

SEBAB-SEBAB TERBAKAR SENDIRI

Batubara merupakan bahan bakar organic dan apabila bersinggungan

langsung dengan udara dalam keadaan temperature tinggi (misalnya musim

kemarau yang berkepanjangan) akan terbakar sendiri.

Keadaan ini akan dipercepat oleh :

a. Rekasi eksothermal (uap dan oksigen diudara), hal ini yang paling sering

terjadi

b. Bacteria

c. Aksi katalis dari benda-benda anorganik

Sedangkan kemungkinan terjadinya terbakar sendiri terutama antara lain :

a. Karbonisasi yang rendah (low carbonization)

b. Kadar belerangnya tinggi (>2%). Ambang batas kadar belerang sebaiknya

1,2% saja.

PENANGGULANGAN BATUBARA YANG TERBAKAR SENDIRI

Bilamana batubara ditimbun ditempat penimbunan yang tertutup (indoor

storage) maka harus dibuat peraturan agar gudang penyimpanan tersebut

bersih dari endapan-endapan debu batubara, terutama yang ditemukan

dipermukaan alat-alat. Dengan demikian maka perlu ada perawatan yang

terus menerus dan konstan. Apabila tempat penimbunan ini terbuka (outdoor
27

storage) maka sebaiknya dipilihkan tempat yang rata dan tidak lembab, hal

ini untuk menghindari penyusupan kotoran-kotoran (impurities). Untuk

batubara yang berzat terbang tinggi perlu dipergunakan siraman air

(sprinkler). Penyimpanan batubara yang terlalu lama juga membahayakan,

paling lama sebaiknya 1 bulan.

TINGGI ONGGOKAN

Tingginya onggokan tumpukan batubara memang sulit untuk ditentukan

sebab masing-masing tempat penimbunan memiliki kondisi sendiri-sendiri

antara lain iklim, kelembaban, penyinaran.

PENGECEKAN DINI TERHADAP GEJALA TERBAKAR

a. Pengecekan Temperatur

Untuk mengetahui temperature maksimum dari onggokan batubara dapat

ditentukan 1-2m dibawah permukaan dari tumpukan. Caranya : buat lubang

vertical dibantu dengan pipa berperforasi. Kegunaan pipa agar lubang tidak

tertimbun batubara lagi sedang kegunaan perforasi agar temperature didalam

lubang sama dengan temperature dalam onggokan.

b. Batubara dapat menimbulkan ledakan

Ledakan debu batubara disebabkan oleh :

1. Ukuran partikel debu : <20>


28

Volatile (%)
Volatile
= ---------------------------------------
ratio
Volatile (%) + Fixed carbon
(%)

Apabila volatile ratio >0,12 maka kemungkinan terjadinya ledakan debu

batubara selalu ada. Bila komponen abu dalam debu batubara >70-80% maka

tidak perlu takut bahaya ledakan. Kondisi untuk meledak akan terjadi bila

partikel-partikel halus cukup waktu mengembangnya (floating time). Juga

adanya gas-gas pembakar dalam udara dapat membantu terjadinya

peledakan.

c. Cara penanggulangan ledakan

1. Gunakan gas inert (gas N2). Gas ini cukup mahal harganya, selain itu juga

cepat menguap sehingga selalu harus diperiksa valve pressurenya.

Tempatkan tabung gas N2 ini didalam tempat penyimpanan batubara gerus

(pulverized coal bin), juga dibagian filter (B/F)

2. Dilakukan pembersihan secara periodic untuk menghindari pembentukan

endapan debu batubara

3. Menghilangkan kemungkinan sumber tercapainya titik sulut batubara

(ignition point) didalam instalasi

4. Perhatikan, dicari dan temukan sumber kebakaran sedini mungkin

5. Dalam hal timbunan batubara ditutupi dengan plastic usahakan agar

konsentrasi O2 kurang dari 12%. Pada timbunan terbuka, penggunaan

siraman air dengan menggunakan sprinkler system yang otomatis akan


29

sangat membantu dalam usaha mencegah kebakaran batubara.

Caranya : control operator panel (CPO) di pipa ditaruh didalam timbunan

batubara kemudian distel pada temperature tertentu. Apabila temperature

timbunan batubara meningkat dan melebihi temperature yang distel di COP,

maka sprinkler otomatis akan bekerja sendiri menyirami timbunan batubara

tersebut.

Perawatan debu batubara

Lembaran plastic penutup timbunan batubara adalah yang terbaik,

diusahakan tidak menggunakan plastic berwarna gelap. Timbunan

dipadatkan dengan bulldozer untuk mengurangi hadirnya oksigen didalam

sela-sela batubara. Pada timbunan batubara terbuka permukaan timbunan

sebaiknya disemprot dengan cairan yang mengeraskan permukaan. Cairan ini

adalah produk tambahan dari pengilang minyak.


BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Pelabuhan meningkat dengan makin meningkatnya tujuan hidup masyarakat

instansi/perusahaan, bahkan pemerintah negara seperti berikut ini :

• Untuk meningkatkan kegiatan ekonomi didaerah belakang(interland) dan untuk menunjang

kelancaran perdagangan antar pulau dan untuk di berikan kepada konsumen.

• Untuk mendukung kelancaran produksi suatu perusahaan PT.BA. Pelabuhan tarahan

dibutuhkan untuk melancarkan pemasaran hasil-hasil produksinya,atau mendatangkan bahan

baku untuk keperluan produksinya. Bahkan ada pelabuhan laim yang digunakan untuk

melayani perusahaan dalam berproduksi.

• Untuk sebagai alat transportasi “material tambang” baik yang akan dijual atapun yang akan

diolah di daerah lain

30
Daftar Pustaka

http://digilib.unila.ac.id/5326/14/BAB%20I.pdf [diakses tanggal 06 Mei 2015]

http://id.wikipedia.org/wiki/Bukit_Asam

http://pusdiklat-minerba.esdm.go.id/index.php/kerjasama/item/198-penanganan-
batubara-coal-handling

http://artikelbiboer.blogspot.com/2009/11/penanganan-batubara-coal-handling.html

http://paulspeltar.blogspot.com/2009/03/dermaga-khusus-pt-bukit-asam-
persero.html

31