Anda di halaman 1dari 2

Perkenalan

Karies disebabkan oleh sebagian kecil spesies yang sudah dikenal seperti Streptococcus mutans,
Lactobacillus, dan Actinomyces.

Terdapat 3 isu penting 1) sensitivitas deteksi 2) pengambilan sampel 3) hubungan penemuan terhadap
patogenik dan flora komensal

Prinsip:

Oratest berdasarkan tingkat “deplesi” oksigen oleh mikroorganisme dalam sampel ekspektoran susu.
Dalam kondisi normal, enzim pada bakteri, aerobik dehydrogenase, memindahkan electron atau proton
ke oksigen. Sekali oksigen digunakan oleh organisme aerobik, metilen biru berperan sebagai penerima
electron dan berkurang menjadi leukometilen biru.

Dengan demikian, pengurangan metilen biru menunjukkan aktivitas metabolik pada organisme aerobik.

Oratest dilakukan pada seluruh mulut yang dibilas dengan susu steril, yang berfungsi untuk meluruhkan
mikroorganisme dan juga menyediakan substrat untuk metabolisme lebih lanjut. Warna putih pada susu
memungkinkan pengamat mendeteksi pembentukan leukometilen biru.

Cara kerja:

Interpretasi:

Penelitian dilakukan pada 50 anak, 25 dengan karies gigi dan 25 tanpa penyakit oral. Waktu rata-rata
diambil untuk berubahnya warna dari biru ke putih adalah 55.6 +/- 2.31 menit pada kelompok I
sedangkan 278.5 +/- 1.50 menit untuk kontrol kelompok II
Hal ini semakin membuktikan hipotesis bahwa semakin tinggi infeksi, semakin sedikit waktu yang
dibutuhkan untuk perubahan warna ekspektoran, yang mencerminkan tingkat mikroba oral yang lebih
tinggi.

Dalam penelitian ini, ketika semua 50 subjek dikelompokkan bersama, korelasi signifikan ditemukan
anatara waktu yang dibuthkan untuk perubahan dan indeks plak. Nilai Oratest lebih tinggi, menurunkan
nilai indeks plak (γ = 0.58, P = 0.001).