Anda di halaman 1dari 13

Laporan Praktikum Teknologi Beton Kelompok III

LABORATORIUM STRUKTUR BETON


Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PAULUS
Kampus Daya Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 13 Daya (0411) 586748, 586702, 588091
Kampus Cendrawasih Jl Cendrawasih No. 65 (0411) 855397, 873259 Makassar Indonesia

PEMERIKSAAN BERAT JENIS AGREGAT HALUS


SNI 03-1970-1990/SK SNI M 10-1989-F

No. Contoh : Tgl. dikerjakan : 3 AGUSTUS 2017


Sumber Contoh : Dikerjakan oleh : Kelompok V
Jenis Contoh : Pasir Asisten : Abraham Bonggatibo, ST.

Observasi I

A. Berat Contoh SSD (Jenuh Air) 500 gram


B. Berat Contoh Kering Oven 491 gram
C. Berat Piknometer Berisi Air 658 gram
D. Berat Piknometer + Air + Benda Uji SSD 971 gram
E. Berat Piknometer
B
Apparent Specific Gravity = 2,758
BC-D
B
Bulk Specific Gravity (kering) = 2,626
CA-D
A
Bulk Specific Gravity (SSD) = 2,674
CA-D
A-B
Persentase Absorsi Air = x 100 % 1,833 %
B

Bab II. 4. Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus


Laporan Praktikum Teknologi Beton Kelompok III

Observasi II

A. Berat Contoh SSD (Jenuh Air) 500 gram


B. Berat Contoh Kering Oven 495 gram

C. Berat Piknometer Berisi Air 672 gram


D. Berat Piknometer + Air + Benda Uji SSD 1007 gram
E. Berat Piknometer 164,87 gram

B
Apparent Specific Gravity = 3,094
BC-D
B
Bulk Specific Gravity (kering) = 3
CA-D
A
Bulk Specific Gravity (SSD) = 3,03
CA-D
A-B
Persentase Absorsi Air = x 100 % 1,01 %
B

RATA RATA
ASG I  ASG II
Apparent Specific Gravity = 2,926
2
BSG I  BSG II
Bulk Specific Gravity (kering) = 2,765
2
BSG I  BSG II
Bulk Specific Gravity (SSD) = 2,987
2
PAA I  PAA II
Persentase Absorsi Air = 1,422 %
2

Mengetahui oleh: Diperiksa/Disetujui oleh:


Pelaksana Praktikum, Asisten

Desi Sandy, ST., MT Abraham Bonggatibo, ST.

Bab II. 4. Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus


Laporan Praktikum Teknologi Beton Kelompok III

4. PEMERIKSAAN BERAT JENIS AGREGAT HALUS

A. Tujuan Percobaan

Menentukan berat jenis (specific gravity) dan penyerapan (absorption)

dari agregat halus menurut prosedur ASTM C128. Nilai ini diperlukan untuk

menetapkan besarnya komposisi volume agregat dalam adukan beton.

B. Teori Dasar

Standar ini untuk menentukan berat jenis dan penyerapan air agregat

halus. Agregat halus adalah agregat yang ukuran butirannya lebih kecil dari

4,75 mm (Saringan No.4). Berat jenis dapat dinyatakan dengan berat jenis

curah kering, berat jenis curah pada kondisi jenuh kering permukaan atau berat

jenis semu. Berat jenis curah (jenuh kering permukaan) dan penyerapan air

berdasarkan pada kondisi setelah (24+4) jam direndam di dalam air. Cara uji

ini tidak ditujukan untuk digunakan pada pengujian agregat ringan.

Nilai-nilai yang tertera dinyatakan dalam satuan internasional (SI) dan

digunakan sebagai standar.

Standar ini dapat menyangkut penggunaan bahan, pelaksanaan dan

peralatan yang berbahaya. Standar ini tidak memasukkan masalah keselamatan

yang berkaitan dengan penggunaannya. Pengguna standar ini bertanggung

jawab untuk menyediakan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan dan

keselamatan serta peraturan dan batasan-batasan dalam menggunakan standar

ini.

Bab II. 4. Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus


Laporan Praktikum Teknologi Beton Kelompok III

C. Peralatan

1. Timbangan dengan ketelitian 1 gram

2. Piknometer dengan kapasitas minimum 500 gram,

3. Cetakan kerucut pasir dan Pengalas berupa kaca,

4. Tongkat pemadat dari logam untuk cetakan kerucut pasir,

5. Oven,

6. Talam logam yang berguna sebagai tempat benda uji,

7. Koran.

8. Corong

9. Saringan No.4

C. Prosedur Praktikum

1. Ambil benda uji yang lolos saringan no.4 sebanyak 1000 gram kemudian

masukkan kedalam wadah dan rendam dalam air selama 24 jam.

2. Setelah direndam selama 24 jam, benda uji dimukakan dengan kertas Koran

sampai diperoleh kondisi SSD dengan indikasi contoh tercurah dengan baik.

3. Sebagian dari contoh benda uji yang sudah kering permukaan dimasukkan

pada “metal sand cone mold” dengan tiga kali pemasukkan yang masing

pemasukkan sebanyak 1/3. Benda uji dipadatkan dengan tongkat pemadat

(tamper). Jumlah tumbukan adalah 25 kali (tumbukan pertama dan kedua

sebanyak 8 kali, dan tumbukan ketiga sebanyak 9 kali. Kondisi SSD contoh

benda uji diperoleh ketika butiran-butiran pasir longsor atau runtuh saat

cetakan diangkat, tapi masih dalam keadaan berbentuk.

Bab II. 4. Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus


Laporan Praktikum Teknologi Beton Kelompok III

4. Timbang Piknometer kosong dan catat beratnya

5. Setelah itu isi Piknometer kosong dengan air sampai penuh kemudian

timbang dan catat beratnya.

6. Setelah itu isi Piknometer kosong dengan contoh benda uji seberat 500

gram yang sudah kering permukaan tadi, kemudian isikan air sampai 90%

penuh. Bebaskan gelembung-gelembung udara dengan cara menggoyang

Piknometer.

7. Timbang piknometer yang berisi air dan pasir.

8. Kemudian rendam piknometer dengan suhu air (23) ° C selama 24 jam.

9. Pisahkan contoh benda uji dari Piknometer dan keringkan suhu (213-

230)°F. Langkah ini harus diselesaikan dalam waktu 24 jam atau 1 hari.

10. Timbang agregat halus yang telah dikeringkan dengan menggunakan oven.

E. Perhitungan

Diketahui data-data hasil percobaan sebagai berikut :

Observasi I :

Berat Contoh SSD (Jenuh Air) (A) = 500 gram

Berat Contoh Kering Oven (B) = 491 gram

Berat Piknometer Berisi Air (C) = 658 gram

Berat Piknometer + Air + Benda Uji SSD (D) = 971 gram

B
Apparent Specific Gravity =
B  C - D

491
=
491  658 - 971

Bab II. 4. Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus


Laporan Praktikum Teknologi Beton Kelompok III

= 2,758

B
Bulk Specific Gravity (Kering) =
C  A - D

491
=
658  500 - 971

= 2,626

A
Bulk Specific Gravity (SSD) =
C  A - D

500
=
658  500 - 971

= 2,674

A - B
Persentase Absorpsi Air = x 100 %
B

500 - 491
= x 100 %
491

= 1,833 %

Observasi II :

Berat Contoh SSD (Jenuh Air) (A) = 500 gram

Berat Contoh Kering Oven (B) = 495 gram

Berat Piknometer Berisi Air (C) = 672 gram

Berat Piknometer + Air + Benda Uji SSD (D) = 1007 gram

B
Apparent Specific Gravity =
B  C - D

495
=
495  672 - 1007

= 3,094

Bab II. 4. Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus


Laporan Praktikum Teknologi Beton Kelompok III

B
Bulk Specific Gravity (Kering) =
C  A - D

495
=
672  500 - 1007

= 3

A
Bulk Specific Gravity (SSD) =
C  A - D

500
=
672  500 - 1007

= 3,03

A - B
Persentase Absorpsi Air = x 100 %
B

500 - 495
= x 100 %
495

= 1,01 %

Rata–rata :

Apparent Spesific Gravity = 2,926

Bulk Specific Gravity (Kering) = 2,765

Bulk Specific Gravity (SSD) = 2,987

Persentase Absorpsi Air = 1.422 %

Bab II. 4. Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus


Laporan Praktikum Teknologi Beton Kelompok III

F. Kesimpulan :

1. Menurut ASTM C.128 :

Nilai specific gravity (berat jenis) dari agregat halus berkisar antara 1,60

sampai 3,20, dari data hasil percobaan diperoleh 2,765 (memenuhi syarat

ASTM C.125) sedangkan spesifikasi absorpsinya berkisar antara 0,20 % -

2,00 %, dari data hasil percobaan diperoleh 1,442 % (memenuhi syarat

ASTM C.128)

2. Hubungan antara Specific Gravity (berat jenis) dengan absorpsi (daya

serap) adalah berbanding terbalik, dimana semakin besar nilai Specific

Gravity (berat jenis) agregat maka semakin kecil daya serap air agregat

tersebut.

Saran :

1. Dalam pelaksanaan praktikum sebaiknya dalam kondisi tertib.

2. Sebaiknya dalam pelaksanaan praktikum harus hadir tepat waktu sesuai

jadwal.

3. Sebaiknya menggunakan alat yang layak digunakan, agar hasil yang

diperoleh lebih akurat.

4. Diperlukan ketelitian dalam pelaksanaan praktikum, agar hasil yang

diperoleh lebih akurat.

5. Kepada praktikan agar lebih memperhatikan arahan asisten.

6. Diharapkan kepada praktikan maupun asisten agar tetap menjaga

kebersihan laboratorium.

Bab II. 4. Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus


Laporan Praktikum Teknologi Beton Kelompok III

G. Gambar Alat

Timbangan dengan ketelitian 1 Pikonometer


gram

Cetakan kerucut Kaca

Bab II. 4. Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus


Laporan Praktikum Teknologi Beton Kelompok III

Tongkat pemadat Oven

Talam Koran

Bab II. 4. Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus


Laporan Praktikum Teknologi Beton Kelompok III

Corong Saringan No. 4

Gambar kegiatan Gambar kegiatan

Bab II. 4. Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus


Laporan Praktikum Teknologi Beton Kelompok III

Corong Saringan No. 4

Gambar kegiatan Gambar kegiatan

Bab II. 4. Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus


Laporan Praktikum Teknologi Beton Kelompok III

H. Referensi

 Pedoman Pelaksanaan Praktikum Beton, Dr. Ir. Jonie Tanijaya, MSc,

Universitas Kristen Indonesia Paulus, Makassar, 2004.

 SNI 03-1970-1990 Metode Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Agregat

Halus

Bab II. 4. Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus