Anda di halaman 1dari 25

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengaman Sepeda Motor


Sepeda motor merupakan barang mewah yang saat ini menjadi sebuah
kebutuhan, akan tetapi untuk menjaga keamanan sepeda motor tersebut perlu
adanya pengamanan tambahan, maka dari itu dari pabrikan sepeda motor sudah
menanamkan kunci kontak sebagai pengamannya yang berfungsi sebagai pemutus
aliran listrik. Hingga saat ini kunci kontak tidak banyak membantu dalam
mengamankan sepeda motor secara maksimal dan biasanya para pemilik motor
menambahkan pengamanan tambahan seperti kunci gembok.

2.1.1. Kunci Kontak


Setiap kendaraan bermotor dilengkapi dengan kunci kontak yang berfungsi
sebagai pemutus sistem kelistrikan yang terhubung pada kendaraan tersebut
sehingga pada posisi off semua sistem kelistrikan di dalam kendaraan mati secara
total. Kunci kontak pada setiap kendaraan dibuat berbeda, hal ini dimaksudkan
agar keamanan dari kendaraan tersebut terjamin. Seiring dengan perkembangan
teknologi dan untuk menciptakan keamanan lebih maka kunci kontak pada sepeda
motor saat ini dilengkapi dengan lock magnet yang berfungsi sebagai penutup
lubang kunci. Lock magnet ini akan secara otomatis metutup ketika stang sepeda
motor dikunci untuk beberapa jenis sepeda motor.

Gambar 2.1
Kunci Kontak Sepeda Motor

5
6

Kunci kontak untuk sepeda motor dibedakan berdasarkan sistem


pengapiannya, untuk sepeda motor dengan pengapian full DC terdapat dua kabel
keluaran pada kunci kontak dan biasanya digunakan untuk sepeda motor matik
seperti yamaha mio, honda beat, honda vario, honda scoopy dll. Untuk sepeda
motor dengan pengapian AC–DC keluaran kabel kunci kontak

lebih dari dua dan biasanya digunakan untuk sepeda motor non matik seperti
yamaha vixion, honda tiger, honda supra x, dan lain-lain.

2.1.2. Kunci Gembok


Kunci gembok merupakan pengamanan tambahan yang banyak digunakan
oleh pengguna sepeda motor. Jika dilihat dari bentuknya kunci gembok bervariasi
sesuai dengan kebutuhan. Kunci gembok yang digunakan sebagai pengaman
ganda pada sepeda motor terbuat dari baja yang tahan terhadap benda keras
lainnya seperti gergaji, palu dan lain-lain. Akan tetapi biasanya kunci gembok
jarang digunakan karena proses pemasangannya yang ribet.

Gambar 2.2
Kunci Gembok Sepeda Motor

2.2. Mikrokontroller AVR ATMega328


Mikrokontroler adalah suatu trobosan dalam teknologi mikroprosesor dan
mikrokomputer, perbedaannya mikrokontroler hanya digunakan untuk menangani
suatu aplikasi tertentu. Perbedaan mikrokontroler lain terletak pada perbandingan
7

RAM dan ROM. Komputer mempunyai RAM dan ROM yang besar, tetapi pada
mikrokontroler sangat terbatas. ROM digunakan oleh mikrokontroller untuk
menyimpan program sedangkan RAM untuk menyimpan data sementara.
Mikrokontroller terdiri dari ALU (Arithmetic and Logical Unit), CU (Control
Unit), PC (Program Counter), SP (Stack Pointer), register-register, sebuah
rangkaian pewaktu dan rangkaian penyela (interrupt). Mikrokontroller juga
dilengkapi dengan beberapa piranti pendukung lain seperti ROM (Read Only
Memory), RAM (Random Access Memory), decoder, port komunikasi
input/output serial dan atau paralel dan tambahan khusus seperti interrupt handler
dan timer/counter.

Gambar 2.3
Konfigurasi pin ATmega328

AVR adalah mikrokontroller CMOS 8-bit buatan Atmel berbasis arsitektur


RISC (Reduced Instruction Set Computer). Kebanyakan instruksi dikerjakan pada
satu siklus clock, AVR mempunyai register general-purpose, timer/counter
fleksibel dengan mode copare, interupt internal dan eksternal, serial UART,
programmable Watchdog Timer, dan mode power saving. Beberapa diantaranya
mempunyai ADC dan PWM internal. AVR juga mempunyai In-System
Programmable Flash on-chip yang mengijinkan memori program untuk
8

deprogram ulang dalam system menggunakan hubungan serial SPI. Chip AVR
yang digunakan untuk tugas akhir ini adalah ATmega328.

Gambar 2.4
Blok Diagram Mikrokontroller ATmega328

2.3. Mikrokontroller basis Arduino


2.3.1. Pengertian
Arduino adalah kit elektronik atau papan rangkaian elektronik open source
yang di dalamnya terdapat komponen utama yaitu sebuah chip mikrokontroler
dengan jenis AVR dari perusahaan Atmel. Mikrokontroler itu sendiri adalah chip
9

atau IC (integrated circuit) yang bisa diprogram menggunakan komputer. Tujuan


menanamkan program pada mikrokontroler adalah agar rangkaian elektronik
dapat membaca input, memproses input tersebut dan kemudian menghasilkan
output sesuai yang diinginkan. Jadi mikrokontroler bertugas sebagai ‘otak’ yang
mengendalikan input, proses dan output sebuah rangkaian elektronik.
Mikrokontroler juga dipakai untuk keperluan mengendalikan robot. Baik robot
mainan, maupun robot industri. Karena komponen utama Arduino adalah
mikrokontroler, maka Arduino pun dapat diprogram menggunakan komputer
sesuai kebutuhan kita.

Gambar 2.5
Modul Arduino UNO

Spesifikasi :
* Microcontroller ATmega328
* Operating Voltage 5V
* Input Voltage (recommended) 7-12V
* Input Voltage (limits) 6-20V
* Digital I/O Pins 14 (of which 6 provide PWM output)
* Analog Input Pins 6
* DC Current per I/O Pin 40 mA
* DC Current for 3.3V Pin 50 mA
10

* Flash Memory 32 KB of which 512 byte used by bootloader


* SRAM 2 KB
* EEPROM 1 KB
* Clock Speed 16 MHz

2.3.2. Kelebihan Arduino


Apabila dibandingkan dengan mikrokontroler basis yang lain, arduino
memiliki beberapa kelebihan diantaranya sebagai berikut :
 Tidak perlu perangkat chip programmer karena di dalamnya sudah ada
bootloader yang akan menangani upload program dari komputer.
 Sudah memiliki sarana komunikasi USB, sehingga pengguna Laptop yang
tidak memiliki port serial/RS323 bisa menggunakan nya.
 Bahasa pemrograman relatif mudah karena software Arduino dilengkapi
dengan kumpulan library yang cukup lengkap.
 Memiliki modul siap pakai (shield) yang bisa ditancapkan pada board Arduino.
Misalnya shield GPS, Ethernet, SD Card, dll.

2.3.3. Open Source


Hardware maupun software Arduino adalah open source. Artinya kita bisa
membuat tiruan atau clone atau board yang kompatibel dengan board Arduino
tanpa harus membeli board asli buatan Italy. Kalaupun kita membuat board yang
persis dengan desain asli, kita tidak akan dianggap membajak (asalkan tidak
menggunakan trade mark ‘Arduino’). Chip pada Arduino sudah dilengkapi
dengan bootloader yang akan menangani proses upload dari komputer. Dengan
adanya bootloader ini kita tidak memerlukan chip programmer lagi, kecuali untuk
menanamkan bootloader pada chip yang masih blank.

2.3.4. Bahasa Pemograman


Bahasa pemrograman Arduino adalah bahasa C/C++. Tetapi bahasa ini
sudah dipermudah menggunakan fungsi-fungsi yang sederhana sehingga pemula
pun bisa mempelajarinya dengan cukup mudah. Untuk membuat program Arduino
11

dan mengupload ke dalam board Arduino, anda membutuhkan software Arduino


IDE (Integrated Development Enviroment) yang bisa di download gratis di
http://arduino.cc/en/Main/Software

Compile &
Upload ke
Arduino Board

Serial Monitor

Status Area

Gambar 2.6
Arduino Software

Walaupun bahasa pemrograman Arduino adalah bahasa C/C++, tetapi


dengan penambahan library dan fungsi-fungsi standar membuat pemrograman
Arduino lebih mudah dipelajari dan lebih manusiawi. Misalnya mengirimkan nilai
HIGH untuk pin 10 pada Arduino cukup menggunakan perintah dengan fungsi
digitalWrite(10, HIGH); Sedangkan kalau menggunakan bahasa C aslinya adalah
PORTB |=(1<<2);
12

2.3.5. Library Gratis


Tersedia library yang sangat banyak untuk menghubungkan Arduino dengan
macam-macam sensor, aktuator maupun modul komunikasi. Misalnya library
untuk mouse,keyboard, servo, GPS, dsb. Berhubung Arduino adalah open source,
maka library-library ini juga open source dan dapat di download gratis di website
Arduino. Komunitas open source yang saling mendukung Software Linux, PHP,
MySQL atau WordPress perkembangannya begitu pesat karena merupakan
software open source dimana ada komunitas yang saling mendukung
pengembangan proyek. Demikian juga dengan Arduino, pengembangan hardware
dan software Arduino didukung oleh pencinta elektronika dan pemrograman di
seluruh dunia. Contoh, interface USB pada Arduino Uno mengambil dari LUFA
project. Library dan contoh-contoh program adalah sumbangan dari beberapa
programmer mikrokontroler, seperti Tom Igoe, dsb
.
2.3.6. Koneksi USB
Sambungan dari komputer ke board Arduino menggunakan USB, bukan
serial atau parallel port. Sehingga akan mudah menghubungkan Arduino ke PC
atau laptop yang tidak memiliki serial/parallel port. Arduino Uno menggunakan
chip AVR ATmega 328 yang memiliki fasilitas PWM, komunikasi serial, ADC,
timer, interupt, SPI dan I2C. Sehingga Arduino bisa digabungkan bersama modul
atau alat lain dengan protokol yang berbeda-beda.

2.4. Komunikasi data serial


Komunikasi data serial merupakan proses pengiriman bit-bit yang tidak
dilakukan sekaligus melalui saluran pararel, tetapi setiap bit dikirimkan satu
persatu melalui saluran tunggal. Pengiriman data secara serial harus ada
sinkronisasi atau penyesuaian antara pengirim dan penerima agar terjadinya
ketepatan dan kebenaran data ketika terjadi proses komunikasi antara pengirim
dan penerima.
Dalam teknik komunikasi serial dikenal istilah format data serial. Format
data serial terdiri dari parameter-parameter yang dipakai untuk menentukan
13

bentuk data serial yang akan dikomunikasikan. Berikut beberapa macam format
data serial yang dapat digunakan, dimana elemen-elemennya terdiri dari :
1. Kecepatan mobilisasi data per bit (Baud rate)
Laju perpindahan data serial seringkali dinyatakan dalam satuan baud. Laju
baud dalam kanal komunikasi merupakan laju tercepat dari perpindahan bit.
Kecepatan transmisi (Baud Rate) merupakan suatu hal yang sangat penting
dalam komunikasi data seri asynchron, mengingat dalam komunikasi data seri
asynchron clock tidak ikut dikirimkan, sehingga harus diusahakan bahwa
kecepatan transmisi mengikuti standard yang sudah ada.
2. Jumlah bit data per karakter (data length)
Dalam komunikasi data serial mode asynchronous biasanya berlangsung
transmisi data yang dikemas dalam bentuk karakter. Dalam satu karakter
diperbolehkan terdiri dari beberapa variasi jumlah bit. Dari sekian variasi yang
diperbolehkan diantaranya adalah terdiri dari 7 bit dan 8 bit (panjang data
karakternya saja). Kedua variasi ini adalah yang paling sering digunakan
dalam komunikasi data serial.
3. Parity yang digunakan
Bit parity adalah bit yang digunakan sebagai alat pemerikasaan kesalahan
sederhana dalam proses transmisi data digital. Bit parity ini akan diletakkan
setelah susunan bit data. Kemungkinan dari jenis parity ini ada tiga macam,
yaitu : parity ganjil, parity genap dan tanpa parity (tidak diikutkan dalam
pemeriksaan kesalahan).
4. Jumlah stop bit dan start bit
Pada komunikasi data serial pada mode asynchronous, port serial yang
menerima karakter serial harus tahu kapan karakter itu diawali dan kapan
karakter itu diakhiri. Dari hal tersebut, maka dalam proses komunikasi data
serial juga disertakan bit awal dan bit akhir. Jika tidak ada karakter yang
dikirim, maka bit tanda yang selalu bernilai 1 akan dikirim terus-menerus. Bit
awal (start bit) yang selalu bernilai 0 (nol) akan menandai awal dari
pengiriman suatu karakter. Setelah bit awal, maka selalu diikuti bit data dan
bit parity jika ada.
14

Gambar 2.7
Format Data Komunikasi Serial

Salah satu diantara beberapa standar untuk komunikasi serial adalah


RS-232. Komunikasi RS-232 dilakukan secara asinkron (asynchronous), yaitu
komunikasi serial yang tidak memiliki clock bersama antara pengirim dan
penerima, masing-masing dari pengirim maupun penerima memiliki clock sendiri.
Yang dikirimkan dari pengirim ke penerima adalah data dengan baud rate tertentu
yang ditetapkan sebelum komunikasi berlangsung.

Gambar 2.8
Bentuk Gelombang Komunikasi Serial

Pada gambar 2.8. diatas memperlihatkan bentuk gelombang komunikasi


serial dengan 8-bit data, tanpa parity, 1 stop bit. Pada keadaan stanby, jalur RS-
232 ditandai dengan mark state atau Logika HIGH. Pengiriman data diawali
dengan start bit yang berlogika 0 atau LOW, berikutnya data dikirimkan bit demi
bit mulai dari LSB (Least Significant Bit) atau bit ke-0. Pengiriman setiap byte
diakhiri dengan stop bit yang berlogika HIGH. Untuk kondisi LOW setelah stop
bit, ini adalah start bit yang menandakan data berikutnya akan dikirimkan. Jika
tidak ada lagi data yang ingin dikirim, maka jalur transmisi ini akan dibiarkan
dalam keadaan HIGH.
15

2.5. GSM (Global System for Mobile Phone Communication)


GSM (Global System for Mobile Communication) adalah sebuah sistem
telekomunikasi terbuka, tidak ada pemilikan (non-proprietary) yang berkembang
secara pesat dan konstan. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk
internasinal roaming. Ini memberikan sebuah sistem yang standart tanpa batasan
hubungan pada lebih dari 159 negara. Dengan GSM satelit roaming, pelayanan
juga dapat mencapai daerah-daerah yang terpencil. SMS diciptakan sebagai
bagian dari standart GSM. Seluruh operator GSM network mempunyai Message
Centre, yang bertanggung jawab terhadap pengoperasian atau manajemen dari
berita-berita yang ada.
Bila seseorang mengirim berita kepada orang lain dengan handphonenya,
maka berita ini harus melewati Message Centre dari operator network tersebut,
dan MC ini dengan segera dapat menemukan si penerima berita tersebut. MC ini
menambah berita tersebut dengan tanggal, waktu dan nomor dari si pengirim.
Apabila handphone penerima sedang tidak aktif, maka MC akan menyimpan
berita tersebut dan akan segera mengirimnya apabila handphone penerima
terhubung.

2.6. SMS (Short Message Service)


Layanan SMS sangat populer dan sering dipakai oleh pengguna Hand
Phone. SMS menyediakan pengiriman pesan text secara cepat, mudah dan murah.
Kini SMS tidak terbatas untuk komunikasi antar manusia pengguna saja, namun
juga bisa dibuat otomatis dikirim/diterima oleh peralatan (komputer,
mikrokontroler, dsb) untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Namun untuk
melakukannya, kita harus memahami dulu cara kerja SMS itu sendiri.
Short Message Service (SMS) adalah protokol layanan pertukaran pesan
text singkat (sebanyak 160 karakter per pesan) antar telepon. SMS ini pada
awalnya adalah bagian dari standar teknologi seluler GSM, yang kemudian juga
tersedia di teknologi CDMA, telepon rumah PSTN, dan lainnya.
Jaringan GSM yang terintegerasi dengan layanan SMS memiliki tambahan
subsistem, seperti gambar 2.8. dibawah ini :
16

Gambar 2.9
Elemen Pendukung SMS
Keterangan :
1. SME (Short Message Entity), merupakan tempat penyimpanan dan
pengiriman pesan yang akan dikirimkan ke MS tertentu.
2. SMSC (Short Message Service Center) fungsi untuk menerima pesan dari
MSE dan melakukan forwarding kealamat MS yang dituju.
3. SMS-GMSC (Gateway MSC for Short Message Service), yaitu fungsi dari
MSC yang mampu menerima pesan dari SC, kemudian mencari informasi
ruting ke HLR, selanjutnya mengirim ke VMSC dimana pelanggan
tersebut berada.
4. SMS-IWMMSC (Internetworking MSC for Short Message Service), yaitu
fungsi dari MSC yang mampu mengirim pesan dari PLMN dan
meneruskannya ke SC. HLR dan VLR ( Home/Visitor Locator register )
merupakan nomor yang teregistrasi dalam MSC.
5. BSS ( Base Service Station ) untuk melayani subscriber.
6. SS7 ( Signalling System 7 ) ialah sistem pensinyalan yang dipakai dalam
SMS gateway.
7. Alur pengiriman SMS pada standar teknologi GSM adalah sebagai berikut:
17

Gambar 2.10
Alur Pengiriman SMS
Keterangan:
1. BTS - Base Transceiver Station
2. BSC - Base Station Controller
3. MSC - Mobile Switching center
4. SMSC - Short Message Service Center
Ketika pengguna mengirim SMS, maka pesan dikirim ke MSC melalui
jaringan seluler yang tersedia yang meliputi tower BTS yang sedang meng-handle
komunikasi pengguna, lalu ke BSC, kemudian sampai ke MSC. MSC kemudian
mem-forward lagi SMS ke SMSC untuk disimpan. SMSC kemudian mengecek
(lewat HLR - Home Location Register) untuk mengetahui apakah hand phone
tujuan sedang aktif dan dimanakah hand phone tujuan tersebut.
Jika Hand Phone sedang tidak aktif maka pesan tetap disimpan di SMSC
itu sendiri, menunggu MSC memberitahukan bahwa Hand Phone sudah aktif
kembali untuk kemudian SMS dikirim dengan batas maksimum waktu tunggu
yaitu validity periode dari pesan SMS itu sendiri. Jika Hand Phone tujuan aktif
maka pesan disampaikan MSC lewat jaringan yang sedang meng-handle penerima
(BSC dan BTS).

2.7. AT Command
AT Command adalah perintah-perintah SMS yang digunakan pada telepon
selular seperti pengiriman, pemeriksaan, dan penghapusan SMS. Pada Tugas
18

Akhir ini AT Command yang digunakan adalah AT Command untuk mengirim


SMS. AT Command untuk SMS ini sama untuk semua tipe telepon selular.

2.7.1. AT Command untuk Komunikasi Port


AT Command sebenarnya hampir sama dengan perintah >(prompt) pada
DOS (Disk Operating System). Perintah-perintah yang dimasukkan ke port
dimulai dengan kata AT, lalu kemudian diikuti oleh karakter lainnya yang
mempunyai fungsi terhadap perintah suatu SMS.

2.7.2. AT Command untuk SMS


Beberapa AT Command yang penting dan sering digunakan untuk SMS
adalah sebagai berikut:
a. AT+CMGS=n
Digunakan untuk mengirim SMS.
n=jumlah pasangan heksa PDU SMS dimulai setelah nomor SMS-Centre.

b. AT+CMGL=n
Digunakan untuk memeriksa SMS.
 n=0 adalah untuk memeriksa SMS baru di inbox
 n=l adalah untuk memeriksa SMS lama di inbox
 n-2 adalah untuk memeriksa SMS unsent di outbox
 n=3 adalah untuk memeriksa SMS sent di outbox
 n=4 adalah untuk memeriksa semua SMS
c. AT+CMGD=n
Digunakan untuk menghapus SMS.
n=nomor referensi SMS yang akan dihapus.

2.8. GSM/GPRS shield


2.8.1. Pengertian
Modul IComSat v1.1 merupakan GSM/GPRS shield untuk arduino dan dibuat
berdasarkan modul SIM900 Quad-Band GSM/GPRS. Modul ini dikontrol melalui
19

perintah AT Commands (GSM 07.07,07.05 dan SIMCOM enhanced AT


Commands), dan kompatibel dengan Arduino / Iteaduino dan Mega.

Gambar 2.11
Modul SIM900 GSM/GPRS shield IComSat v1.1

Spesifikasi :
• Quad-Band 850/900/1800/1900MHz
• GPRS multi-slot calss 10/8
• GPRS mobile station class B
• Compliant to GSM phase 2/2+
• Class 4 (2W@850/900MHz)
• Class 1 (1W@1800/1900MHz)
• Control via commands (GSM 07.07, 07.05 and SIMCOM enhanced
AT Commands)
• Short message service
• Free serial port selection
• All SIM900 pins breakout
20

• RTC supported with Super Cap


• Power on/off and reset function supported by Arduino interface
.
Tabel 2.1
Fungsi konektor IComSat v1.1
Interface Pin Description
1 VDD*
2 GND
3 GPIO1
4 GPIO2
5 GPIO3
GPIOs 6 GPIO4
7 GPIO5
8 GPIO6
9 GPIO7
10 GPIO8
11 GPIO9
12 GPIO10
13 GPIO11
14 GPIO12
15 GND
16 VDD*
1 GND
2 DTR
3 RI
4 DCD
UART
5 CTS
6 RTS
7 TXD
8 RXD
21

1 GND
2 GND
3 IIC_SCL
4 IIC_SDA
IIC&PWM
5 PWM2
6 PWM1
7 GND
8 GND
1 GND
2 PERKEY
Debug_Port
3 DBG_RXD
4 DBG_TXD
VDD* = 3.0V
Note 1 : port level operasi adalah 3.0V

2.8.2. Pemasangan (Installation)


UART Multiplexer (For free UART connection setting)
• Gunakan jumper untuk menghubungkan pin TXD dan RXD SIM pada
arduino D0-D7

Gambar 2.12
UART Multiplexer
• Gambar 2.13 merupakan konfigurasi untuk menghubungkan SIM900
dengan ATMega328 pada Arduino

Gambar 2.13
Connect the Arduino Board
22

• Gambar 2.14 merupakan konfigurasi untuk menghubungkan SIM900


dengan FT232RL dan FT232RL dengan PC menggunakan port USB,
biasanya digunaka serial software pada PC untuk mengontrol SIM900.

Gambar 2.14
Connect the UART Interface as FT232
• Gambar 2.15 merupakan konfigurasi untuk menghubungkan pin TXD dan
RXD dengan pin yang lain dari D0-D1 menggunakan software-serial
library untuk mengontrol modul SIM900.

Gambar 2.15
an example for software-serial connection

2.8.3. Tombol Com (Com Switch)


Tombol Com digunakan untuk memilih komunikasi port UART atau port
Debug pada modul SIM900 dengan bentuk seperti pada gambar 2.16. dibawah :

Gambar 2.16
Com Switch SIM900
23

2.9. Transistor
Transistor adalah komponen dengan arus, tegangan atau daya keluarannya
dikendalikan oleh arus masukan. Maksudnya adalah transistor akan aktif bila ada
arus masuk ke dalam basis dan melewati sambungan basis emiter, maka arus
positif dari kolektor akan menghubung singkat antara kolektor dan emiter. Di
dalam sistem komunikasi, transistor digunakan sebagai penguat untuk
memperkuat sinyal. Di dalam untai elektronis komputer transistor digunakan
untuk saklar elektronis laju tinggi.
Ada dua jenis transistor, yaitu transistor sambungan bipolar (bipolar junction
transistor, BJT) dan transistor efek medan (field effect transistor, FET). Transistor
memiliki komponen tiga terminal yaitu Basis (B), Kolektor (C), dan Emiter (E).
Ada dua jenis transistor yaitu pnp dan npn.

Gambar 2.17
Simbol transistor (a) pnp dan (b) npn
Tanda anak panah menunjukan arah aliran arus bila sambungan basis diberi bias
maju.

2.9.1. Transistor Sebagai Switch


Dalam sistem elektronika, sebuah transistor selain berfungsi sebagai
penguat juga dapat berfungsi sebagai sebuah saklar atau switching. Berikut ini
adalah contoh implementasi transistor sebagai switching untuk sebuah relay:
24

Gambar 2.18
Relai dengan dua saklar kontak : S1 normal terbuka, S2 normal Tertutup

Pada Gambar 2.18. menunjukkan sebuah kumparan relay yang


mengoperasikan dua kontak terpisah yaitu S1 (terbuka normal) dan S2 (tertutup
normal). Pada saat kumparan dilewati arus searah, S1 menutup dan S2 membuka.
Setelah arus menghilang, kedua kontak kembali ke keadaan semula. Dengan
demikian diperlukan suatu untai antarmuka untuk menyediakan arus guna
mengoperasikan relay seperti pada Gambar 2.18.

Gambar 2.19
Untai penggerak relay

Pada saat logika 1 diberikan ke untai antarmuka melalui kaki basis,


transistor T1 akan dibias maju atau dalam keadaan saturasi, menghasilkan arus
yang melewati kumparan relay dan akan menggerakkan relay tersebut. Kontak S1,
tertutup. Transistor ini akan bekerja dan menggerakkan relay jika transistor
sedang dalam kondisi saturasi, dimana dalam kondisi ini besarnya arus basis (IB)
25

tidak sama dengan nol atau basis sedang dialiri oleh arus yang besar dan arus pada
kolektor (IC) serta emiter (IE) juga besar.
Jika sebuah transistor berada dalam keadaan saturasi, transistor tersebut
seperti sebuah switch yang tertutup dari kolektor ke emiter. Jika transistor
tersumbat (cutoff), transistor seperti sebuah switch yang terbuka. Pada saat logika
0 diumpankan ke untai, T1 mati dan arusnya menjadi nol. Kumparan akan
kehilangan energinya, sehingga relay akan kembali ke keadaan normal dengan
kontak S1 terbuka. Jadi dalam rangkaian tersebut transistor digunakan sebagai
saklar (switching) untuk mengaktifkan suatu relay. D1 adalah dioda pelindung
yang disisipkan untuk mencegah timbulnya tegangan lebih pada transistor yang
mungkin muncul pada kolektornya disebabkan oleh gaya gerak listrik balik yang
dibangkitkan oleh kumparan pada saat transistor mati.

2.10. Relay
Relay merupakan saklar elektromagnetik yang dapat membuka dan menutup
untuk kemudian dapat mengendalikan suatu peralatan elektris maupun peralatan
elektronis. Prinsip kerja relay secara umum adalah merubah arus listrik yang
mengalir dalam kumparan menjadi medan magnet sehingga inti yang berada di
tengah kumparan berubah menjadi magnet dan mampu menarik pelat logam,
karenanya terminal-terminal saklar yang semula bersifat normally open akan
menutup dan sebaliknya terminal-terminal yang semula bersifat normally close
juga akan membuka.
Selain digunakan sebagai saklar, relay juga berfungsi sebagai pemisah
(isolator) antara rangkaian digital yang bertegangan rendah dengan rangkaian
yang bertegangan tinggi 220 Volt dan berdaya besar (arus yang melewatinya
besar), sehingga apabila terjadi hubung singkat pada rangkaian elektris maupun
elektronis, rangkaian digital tidak akan mengalami kerusakan. Pada relay
umumnya terdapat nilai tegangan yang harus diberikan pada terminal kumparan
supaya relai dapat bekerja dengan nilai tegangan dan arus maksimum yang dapat
melalui terminal saklar. Misalnya pada relay terdapat nilai 12 Vdc, 220 Volt dan 5
Ampere, maka untuk mengaktifkan saklar dibutuhkan tegangan sebesar 12 Vdc
26

dan arus 5 Adc sehingga kumparan pada terminal-terminal saklar akan


menghantarkan tegangan 220 Volt.
Berdasarkan arus yang bekerja dapat dibedakan menjadi dua, yaitu relay AC
dan relay DC. Relay AC bekerja dengan arus bolak balik sehingga tidak dapat
digunakan untuk men-driver dalam proyek peralatan elektronik, sedangkan relay
DC bekerja dengan arus searah yang dapat digunakan untuk men-driver dalam
proyek pengamanan sepeda motor dan dapat juga men-driver peralatan pengaman
atau beban AC melalui perantara peralatan elektronik yang telah disesuaikan.

Gambar 2.20
Relay yang ada di pasaran

2.11. Klakson
Klakson adalah trompet elektromagnetik atau sebuah alat yang membuat
pendengarnya waspada. Biasanya klakson dipasang pada kereta, mobil, kapal dan
bahkan sekelas sepeda motor untuk mengkomunikasikan sesuatu, klakson
digunakan untuk memberi tahu pendengarnya bahwa ada kendaraan yang datang,
mengingatkan akan kemungkinan bahaya yang terjadi, ingin mendahului, atau
menyatakan perasaan emosional.

Gambar 2.21
Klakson standar sepeda motor
27

Suara khas dari klakson ketika ditekan berasal dari sebuah elektromagnet
yang digunakan untuk menggerakan baja spiral. Jika elektromagnet tersebut diberi
arus, spiral tersebut bergerak ke arah magnet. Ketika spiral berpindah di titik
maksimum ke arah magnet, sambungan dilepaskan yang menyebabkan arus
berhenti untuk beberapa saat dan menyebabkan baja spiral tersebut mengendur.
Setelah itu, elektromagnet kembali begerak ke arah besi. Siklus ini terjadi
berulangkali dan menyebabkan baja spiral berosilasi kembali yang menghasilkan
suara klakson tersebut.

2.12. Lampu Sein (Signal Lamp)


Lampu sein atau biasa disebut dengan lampu riting merupakan salah satu
komponen terpenting dari sebuah kendaraan. Lampu sein berfungsi sebagai
indikator pada kendaraan ketika berbelok yang dibuat dengan tujuan untuk
mengurangi resiko kecelakaan. Lampu sein sekarang ini menjadi salah satu
kelengkapan yang wajib dimiliki oleh semua kendaraan. Lampu ini berwarna
kuning yang akan menyala berkedip-kedip ketika dihidupkan. Dipiih warna
kuning sebagai warna lampu sein karena warna kuning kelihatan dari jauh di siang
hari atau pun malam hari. Selain itu ketika hujan warna kuning juga tetap dapat
dilihat dengan jelas.

Gambar 2.22
Lampu sein Sepeda Motor
28

2.12.1. Flasher
Flasher adalah komponen pemberi sinyal positif (+) yang memiliki
frekuensi tetap, misalnya 2,5 kali per detik. Karena flasher memberikan sinyal
positif (+), maka bohlam yang mendapat sinyal positif (+) dari flasher tersebut
akan hidup dengan sendirinya, sehingga lampu sein akan menyala secara periodik.
Pada umumnya flasher memiliki dua tipe:
1. Flasher electronic
Dalam prosesnya flasher electronic memanfaatkan rangkaian timer/rangkaian flip-
flop yang dapat memberikan sinyal on/off.

2. Flasher bimetal
Flasher bimetal memanfaatkan pemuaian metal akibat dari pemanasan. Cara
kerjanya cukup sederhana, plat warna merah mengalami pemanasan akibat adanya
kumparan yang melilit plat warna merah tersebut. Ketika memuai maka plat akan
melengkung yang mengakibatkan terminal kontak berpisah. Ketika terminal
kontak berpisah maka plat akan mengalami pendinginan dan mulai menyusut.
Ketika plat menyusut, terminal kontak akan kembali bersentuhan yang
mengakibtakan terjadi arus pemanasan lagi. Begitu terus berulang-ulang hingga
dimatikan.

2.12.2. Saklar sein


Saklar merupakan sebuah perangkat yang berfungsi untuk memutuskan
atau menghubungkan aliran listrik. Saklar pada sein bertugas untuk membagi
sinyal positif (+) dari flasher yang akan ditujukan untuk bohlam kanan atau kiri.
Saklar sein pada umumnya terdiri atas tiga terminal, yaitu satu terminal yang
berada di tengah dan dua terminal pembagi yang berada di kiri dan kanan. Alat ini
bekerja sesuai dengan perintah, ketika saklar di geser ke kanan maka terminal
yang berada di tengah akan menyalurkan sinyal positif (+) ke terminal sebelah
kanan yang kemudian diteruskan ke bohlam kanan. Sehingga lampu sein sebelah
kanan akan menyala berkedip-kedip. Begitu juga sebaliknya, jika saklar di geser
ke kiri maka terminal yang berada di tengah akan menyalurkan sinyal positif (+)
29

ke terminal sebelah kiri yang kemudian diteruskan ke bohlam bagian kiri.


Sehingga menyalalah lampu sein sebelah kiri.

2.12.3. Bohlam
Bohlam merupakan satu dari komponen lampu sein. Karena jika tidak ada
bohlam maka lampu sein tidak akan menyala walau saklarnya dihidupkan. Setiap
bohlam memiiliki spesifikasi yang berbeda. Jadi seandainya bohlam rusak atau
mati, diganti dengan bohlam yang memiliki spesifikasi yang sama. Karena jika
watt dari bohlam yang diganti lebih kecil akan terjadi kedipan yang lebih cepat
dari biasanya. Atau jika diganti dengan watt yang lebih besar maka akan merusak
flasher.

2.13. Kelistrikan Sepeda Motor


Kelistrikan sepeda motor adalah seluruh rangkaian kelistrikan yang ada pada
kendaraan sepeda motor. Kelistrikan sepeda motor berfungsi sebagai pendukung
kerja kendaraan, yang mencakup kelistrikan bodi (sistem penerangan, lampu
panel/indikator dan kelengkapan kelistrikan lainnya).
Sumber listrik utama kendaraan ini sering digunakan baterai, namun ada juga
yang menggunakan flywheel magnet (alternator), sebagai penghasil pembangkit
listrik arus bolak- balik atau AC (alternating current). Bagian-bagian yang
termasuk sistem kelistrikan pada sepeda motor antara lain:
a. Sistem starter
b. Sistem pengapian (ignation system)
c. Sistem pengisian (charging system)
d. Sistem penerangan (lighting system) seperti lampu kepala/depan (headlight),
lampu belakang (tail light), lampu rem (brake light), lampu sein/tanda belok
(turn signal lights), klakson (horn) dan lampu-lampu instrumen/indikator.