Anda di halaman 1dari 3

TUGAS I

SI – 4231 BANGUNAN AIR

Dosen:
Dr. Ing. Ir. Sri Legowo Wignyo Darsono

Oleh :

15015035 – Lathifa Shofi Rahmawati

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2018
Taman Akuarium Air Tawar
Oleh Lathifa Shofi Rahmawati (15015035)

Sejarah dari Museum Taman Akuarium Air Tawar TMII (Taman Mini Indonesia Indah)
dibangun sejak tahun 1992 dan diresmikan pada tanggal 20 april 1994 . Taman Akuarium ini
merupakan taman biota air tawar terbesar dan terlengkap ke dua di dunia serta terbesar di
asia. Menyimpan 6.000 ekor 126 spesies, terdiri atas beragam jenis, baik dari berbagai
perairan indonesia maupun belahan dunia lain, meliputi tanaman air, reptilia, crustacea, dan
ikan. Taman akuarium ini dilengkapi museum, perpustakaan, auditorium, akuarium
nusantara, pojok reptilia, lorong gurame, dan ruang karantina yang dibangun di bagian
belakang untuk pengembangbiakan koleksi dan menampung hasil dari petani yang dapat
diperjualbelikan kepada pengunjung, masyarakat umum, penampung ikan, dan eksportir.

Bangunan ini menempati area tanah seluas 5.500 m2 dilengkapi dengan 21 akuarium dinding
dan 50 lebih akuarium lepas. Taman Akuarium Air Tawar merupakan salah satu bangunan
kebanggaan bangsa Indonesia yang di bangun di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah
(TMII), Cipayung , Jakarta Timur. Bangunan ini mempunyai Tema “Indonesia dan Dunia Air
Tawar”, fakta lain mengenai bangunan ini adalah merupakan aquarium terbesar kedua di
dunia. Terlihat segar dan sangat indah semua itu di karenakan bangunan ini didominasi oleh
warna hijau. Terletak di atas danau buatan yang menambah keeksotisan bangunan tersebut.
Dari gambar ini bisa terlihat fasad bangunan yang di cat finishing dengan menggunakan
warna-warna yang berani dan mencolok, gunanya untuk menarik minat pengunjung dari
dewasa maupun anak-anak agar tertarik untuk berkunjung ke dalam museum Akuarium Air
Tawar.

Selain itu, TAAT juga dilengkapi dengan ruang karantina untuk menampung dan merawat
ikan-ikan yng sakit. Ruang karantina teresebut juga digunakan untuk pengembangbiakan ikan
dan perternakan pakan alami. Di tempat ini, pengunjung akan mendapat informasi tambahan
tentang membudidayakan ikan.

Pada TAAT terdapat fasilitas penunjang, seperti auditorium sebagai ruang serbaguna dan
tempat pemutaran film dokumenter. Adanya perputakaan sebagai pusat informasi
mengenai biota air tawar yang membantu kita untuk lebih memahami akan koleksi yang
ada.

Selain itu TAAT juga dijadikan salah satu tempat penelitian dan observasi oleh para peneliti.
Banyak dari kalangan akademisi yang melakukan penelitian di tempat ini. Baik untuk tugas
perkuliahan, tugas akhir, skripsi dan sebagainya.

Untuk menunjang sarana tersebut, TAAT menyediakan wahana konsultasi penyelesaian


skripsi dan laporan penelitian dengan bekerja sama dengan Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian yang mengakomodasi penelitian yang berhubungan dengan biota
hayati air tawar. Dengan konsep wahana ini, TAAT juga sekaligus dapat menjadi pangkalan
data tentang biologi dan keanekaragaman biota air tawar.