Anda di halaman 1dari 12

Hidrokelektomi Pada Dewasa

Pendekatan pembedahan melalui skrotum

Pada tindakan pembedahan dengan pendekatan skrotum, insisi dapat dilakukan di

samping mediana raphe secara vertikal (pararaphe) atau insisi transversal. Teknik

hidrokeletomi memiliki berbagai macam variasi dan nama, secara garis besar

hidrokeletomi dibagi menjadi dua teknik yaitu dengan teknik eksisi dan teknik

dengan plikasi. Teknik-teknik hidrokelektomi tersebut yang populer dilakukan

adalah teknik Jaboulay (eksisi) dan teknik plikasi Lord.

Pada teknik Jaboulay, dilakukan eksisi pada kantong hidrokel secara tipis

dengan meninggalkan sisa lapisan kantong yang cukup banyak sehingga dapat

dijahit bersamaan setelah dlakukan eversi kantong kebelakang testis dan funikulus

spermatikus. Teknik ini sangat berguna untuk kantong hidrokel yang lebar, berat

dan tipis.

Teknik plikasi Lord dapat digunakan pada dinding hidrokel yang tipis

namun tidak dianjurkan untuk digunakan pada kantong yang lebar, panjang dan

tebal karena teknik ini akan meninggalkan ikatan-ikatan lipatan dari jaringan yang

diplikasi pada skrotum. Prinsip teknik Lord dilakukan dengan membuka kantong

hidrokel, mengeluarkan testis dari kantong, menjahit tepi kantong hidrokel dan

dengan menggunakan jahitan interrupted, secara radial dijahit untuk plikasi

kantong.
Gambar 3. Pendekatan skrotal:

A. teknik Jaboulay, B. teknik plikasi Lord

Langkah-langkah pendekatan pembedahan melalui skrotum:


- 1. Insisi dilakukan di paramediana raphe, sepanjang 6-10 cm pada
permukaan anterior skrotum diatas bagian dari hidrokel.
- 2. Insisi lapis demi lapis dari kulit, lapisan otot dartos, fasia cremaster

hingga tampak lapisan parietal dari tunica vaginalis dimana lapisan ini
adalah dinding luar dari kantong hernia.
- 3. Insisi dinding luar hidrokel, cairan hidrokel dievakuasi dengan

menggunakan suction
- 4. Kantong hidrokel dipisahkan dari skrotum, setelah lalu dibuka secara

utuh sehingga tampak jelas bagian funikulus spermatikus dan testis..


- 5. Pada teknik Jaboulay, dinding kantong hidrokel dipotong dengan

gunting dengan hanya menyisakan batas dinding sekitar 2 cm dari


testis, epididimis dan funikulus spermatikus tepi dinding hidrokel
yang tersisa lalu dijahitkan dibelakang testis dan funikulus
spermatikus dengan jahitan interrupted atau dapat menggunakan
jahitan continues (untuk meminimalisir rembesan darah dari tepi
luka), sehingga bagian kantong hidrokel tereversi.
- 6. Pada teknik plikasi Lord, dilakukan jahitan plikasi (terbentuknya

lipatan-lipatan seperti plika) di sekitar dinding hidrokel dengan jahitan


interupted
- Dilakukan kontrol perdarahan untuk mencegah terjadinya hematoma,
- 7. Testis dan funikulus spermatikus ditempatkan kembali pada skrotum

secara hati-hati untuk menghindari pluntiran, bila perlu dilekatkan ke


bagian dasar dinding skrotum dengan satu hingga dua
jahitan absorbable.
- 8. Fasia dartos ditutup dengan jahitan interupted absorbable. Lalu

dipasang drainase Penrose pada celah insisi yang telah dibuat (jika
diperlukan), untuk mengurangi resiko terjadinya hematom
- 9. Kulit ditutup dengan jahitan subkutan.
Gambar 4. Teknik operasi Jaboulay
Gambar 7. Teknik plikasi Lord

beberapa teknik hidrokeletomi lainnya adalah sebagai berikut:


- 1.Teknik Von Bergmann : tepi luka dinding hidrokele yang telah
dieksisi dijahit bersamaan namun tidak dilakukan
penjahitan kebelakang testis (eversi) seperti teknik Jaboulay
- 2. Teknik Winkelmann : teknik ini sama dengan teknik Jaboulay, istilah
ini biasa dipakai di Jerman
- 3. Teknik Andrew : dikenal dengan bloody technique dikarenakan
dilakukan dengan cara tunika vaginalis digunting, lalu dieversi
mengeliling testis, namun tepi luka tidak dijahit. Kemudia dimasukan
kembali ke skrotum dan ditutup lapis demi lapis.
Pendekatan pembedahan melalui inguinal

Laki-laki yang didiagnosa dengan hidrokel, dimana dicurigai adanya keganasan,

sebaiknya dilakukan pembedahan dengan pendekatan inguinal agar dapat

mengendalikan funikulus spermatikus untuk persiapan kemungkinan dilakukan

orchiektomi.

Gambar 7. Pendekatan hidrokelektomi melalui inguinal (dewasa)

Langkah-langkah Teknik Inguinal Dewasa:


- 1. Insisi pada kuadran bawah abdomen sepanjang 4-6 cm, ke arah lateral
dari titik tepat di atas tuberkulum pubikum.
- 2. Insisi menembus kutis, subkutis, fascia camper, fascia scarpa.
Aponeurosis musculus obliqus externus terlihat.
- 3. Aponeurosis musculus obliqus externus telah diincisi, tampak
kantung hidrokel dan spermatical cord. Spermatical cord dipreservasi
lalu keluarkan isi kantong hidrokel (cairan) dengan pungsi
menggunakan spuit atau diberikan insisi pada dinding kantong
hidrokel lalu dimasukan suction.
- 4. Kantong hidrokel yang telah dinsisi kemudian dapat dilanjutkan

dengan penjahitan yang digunakan pada teknik Jaboulay atau teknik


Lord.
- 5. Testis dan spermatic cord dikembalikan ke tempat awal.

- 6. Aponeurosis musculus oblique externus dijahit, lapis demi lapis

ditutup.
- 7. Kulit dijahit dengan jahitan subcuticular.

Hidrokelektomi pada Anak

Pada beberapa penelitian , temuan intraoperasi pada anak usia di bawah 10 tahun

terbanyak adalah hidrokel komunikans dimana merupakan indikasi dilakukan

teknik ligasi tinggi. Hidrokel komunikans kerap disertai dengan hernia inguinalis

sehingga diperlukan tindakan herniorafi . Sebaliknya, pada anak usia di atas 10-12

tahun, 80-86% temuan intraoperasi adalah hidrokel nonkomunikans sehingga

pendekatan melalui skrotum sudah dapat dilakukan. Tidak dianjurkan penanganan

hidrokel pada anak dengan menggunakan aspirasi-skleroterapi.

Langkah-langkah Teknik Inguinal (Ligasi Tinggi pada Anak):


- 1. Insisi pada kuadran bawah abdomen sepanjang 2-4cm, ke arah
lateral dari titik tepat di atas tuberkulum pubikum.
- 2. Fascia superfisialis telah diinsisi. Aponeurosis musculus obliqus

externus terlihat.
- 3. Aponeurosis musculus obliqus externus telah diinsisi, tampak
kantung hidrokel dan cord. Lalu keluarkan isi kantong
hidrokel (cairan).
- 4. Aponeurosis oblique externus dijepit, memperlihatkan musculus

cremaster dan fascia spermaticus interna melapisi kantung dan cord.


- 5. Kantung yang melalui canalis inguinalis dan annulus inguinalis

externa dipisahkan dari cord di bawahnya. Ujung distal telah dibuka


sebagian. Ujung proximal akan dilakukan high ligation pada leher
kantung.
- 6. Ujung proksimal kantung diangkat. Retroperitoneal fat pad yang

selalu ada dan merupakan indikasi titik untuk high ligation. Jahitan
dilakukan pada leher kantung. Setelah dijahit, jahitan kedua dilakukan
pada distal dari jahitan pertama untuk memastikan ligasi yang
permanen.
- 7. Aponeurosis musculus oblique externus dijahit, lapis demi lapis

ditutup.
- 8. Kulit dijahit dengan jahitan subkutis.
Gambar. Teknik hidrokelektomi pada Anak

Penatalaksanaan Post Operasi Hidrokel

Penyembuhan post-operasi hidrokel biasanya cepat, pasien dapat dilakukan rawat

jalan 4-6 jam pasca operasi. Namun beberapa kondisi tertentu dapat dilakukan

observasi di rawat inap 1-2 hari. Analgetik lini pertama dapat digunakan untuk

mengatasi nyeri post operasi. Antibiotik diindikasikan pada kasus hidrokel yang

disertai infeksi.

Apabila menggunakan drainase, dapat dilepas 48-72 jam pasca operasi

karena angka kejadian hematom pasca operasi rata-rata akan munculi pada 48 jam

pasca operasi. Pasca operasi, dapat digunakan scrotal support untuk melindungi

skrotum dari mobilisasi yang berlebihan.

Pada prinsipnya, hidrokelektomi dapat dilakukan tanpa rawat inap, pasien

dapat kembali bekerja setelah tingkat kenyamanan memungkinkan (biasanya 1-3


hari post-operasi). Sekitar 2 minggu setelah operasi, posisi mengangkang (naik

sepeda) harus dihindari untuk mencegah perpindahan testis yang mobile keluar

dari skrotum, dimana dapat terjebak oleh jaringan ikat dan mengakibatkan

cryptorchidism sekunder. Pada dewasa, aktivitas olahraga harus dibatasi selama 4-

6 minggu.

Komplikasi

Komplikasi tersering pada operasi hidrokelektomi adalah hematoma. Komplikasi

pada hidrokeletomi terjadi pada 19% kasus. Komplikasi yang dapat terjadi selain

hematoma adalah infeksi, bengkak yang persisten, rekurensi dan nyeri kronik.

Tindakan skleroterapi dapat berdampak negatif fertilitas sehingga pemilihannya

harus dihindari pada pasien yang masih produktif secara seksual.