Anda di halaman 1dari 1

SOAL KASUS 1.

KASUS DESA C
Desa C dulunya subur. Akibat pola pertanian yang salah maka desa tersebut kini tandus.
Seorang petugas dari Dinas Pertanian dikirim untuk memperbaiki keadaan. Setelah melihat
daeranya petugas mengambil keputusan untuk mengambil tindakan darurat, yaitu membuat
terasering dan penghijauan kembali. Segera dibuat rencana mendatangkan alat-alat modern
dan minta bantuan pangan untuk upah para pekerja dalam program itu.
Rencana tersebut mendapat tanggapan dan bantuan positif dari semua pihak. Program
terasering dilaksanakan , masyarakat ikut bekerja menyelesaikan tugas yang ditentukan
pimpinan proyek. Setiap orang yang bekerja mendapat upah, mereka senang. Dengan cara
ini proyek berjalan cepat selesai.
Sebelum petugas pergi meninggalkan desa, ia berpesan agar proyek dipelihara dan dijaga
dari berbagai gangguan. Setahun kemudian petugas mampir ke Desa C untuk melihat
proyek terasering. Ternyata teras yang dibuat dahulu sudah 75% RUSAK. Tidak ada tanda-
tanda bahwa masyarakat ikut memeliharanya.

KASUS DESA T
Desa T dilewati sebua sungai yang kadang-kadang banjir bila hujan. Petugas pengairan
yang baru saja dipindah ke desa itu mulai mengadakan pendekatan kepada masyarakat
lewat berbagai pertemuan. Segala informasi dan usulan bermunculan untuk menghindari
banjir.
Akhirnya disepakati membangun dam. Ide tersebut dibicarakan dengan kepala desa dan
berbagai tokoh masyarakat, lalu dimusyawarahkan dengan masyarakat. Segera disusun
rencana bersama masyarakat. Bahan yang dapat diperoleh di daerah disediakan oleh
masyarakat. Sedang sisanya dimintakan bantuan dari pemerintah.
Setelah semua siap, pembuatan dam segera dilakukan. Masyarakat membantu sepenuh-
nya. Dalam waktu 3 bulan dam selesai dan segera memberi manfaat kepada masyarakat
bila hujan turun tidak lagi banjir sehingga petani dapat terus panen.
Dua tahun kemudian dam masih nampak bagus, sebab masyarakat menjaga dan
mengurusnya. Bila ada kerusakan diperbaiki bersama.

PERTANYAAN DISKUSI
1. Apakah ada perbedaan pendekatan antara petugas di Desa C dan Desa T? Jelaskan.
2. Menurut anda, Faktor-faktor apa yang menyebabkan proses perencanaan di desa C dan
di desa T direspon berbeda oleh masyarakat?
3. Berdasarkan kasus di desa C dan di desa T, setujukah anda bahwa perencanaan
memegang peranan penting dalam sebuah proses pembangunan? Jelaskan
argumentasinya.
4. Menurut anda, apakah ada perbedaan model perencanaan di desa C dan model
perencanaan di desa T ? jelaskan perbedaannya
5. Langkah-langkah apa yang sebaiknya diambil petugas di Desa C sehingga proyek
terasering berasil?
mbv