Anda di halaman 1dari 6

TAMAN BURU GUNUNG MASIGIT KAREUMBI

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia


Dosen pengampu : Febrina Nadelia, S.Pd, M.Hum

oleh :
Ahmad Sadid Dliyaul Haq 17121043
Cakra Sila Sakti 17121048

PRODI SISTEM INFORMASI


FAKULTAS TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS INFORMASI DAN BISNIS INDONESIA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunianya
sehingga penulis bisa menyelesaikan teks ini tepat pada waktunya. Tak lupa kami
kirimkan shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW.
Beserta keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh insan yang dikehendaki-Nya.
Teks ini ini disusun bertujuan untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah
Bahasa Indonesia umum yang kami berjudul “Taman Buru Gunung Masigit
Kareumbi”.
Teks ini mengenai tempat wisata yang di dalamnya terdapat jenis paragraf
deskripsi, eksposisi, persuasi, dan argumentasi.
Dalam proses penyusunan teks ini, kami mendapatkan bantuan serta
bimbingan dari beberapa pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih
kepada. Ibu Febrina nadelia, S.Pd, M.Hum., selaku dosen mata kuliah Bahasa
Indonesia umum.
Kami cukup menyadari bahwa teks ini masih jauh dari sempurna. Karena
itu kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan
makalah di penyusunan makalah yang akan datang. Harapan kami semoga teks
mengenai tempat wisata ini bermanfaat dan memenuhi harapan berbagai pihak.
Aamiin.

Bandung, Januari 2018

Penyusun

i
TAMAN BURU GUNUNG MASIGIT KAREUMBI

Paragraf Deskripsi :

Sejuknya kawasan Masigit Kareumbi, Suara burung-burung yang terdengar


merdu, air yang jernih mengalir di sebuah sungai-sungai kecil, dan Pohon-pohon
pinus di Masigit Kareumbi menjulang tinggi.

Di kawasan Masigit Kareumbi terdapat rumah pohon, rumah pohon


bentuknya adalah rumah panggung, tersedia lima rumah pohon yang berkapasitas
maksimal 5 dan 8 orang di dalamnya, selain rumah pohon di Masigit Kareumbi juga
terdapat rumah rusa, sesuai dengan namanya, pengunjung yang bermalam yang
menggunakan rumah rusa ini maka akan sangat dekat alias bertetangga dengan
satwa asli hutan ini yang sudah sangat langka yaitu enam ekor rusa tutul, dan di
Masigit Kareumbi terdapat camping ground yang areanya sangat luas dan di salah
satu sudut sudah tersedia toilet-toilet, camping ground ini biasa digunakan untuk
acara-acara seperti pramuka, makrab dan acara yang lainnya.

1
Paragraf Eksposisi :

Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi memiliki luas sekitar 12.420,70


hektar. Kawasan lokasi wisatanya masuk ke dalam 3 wilayah administratif, yaitu
Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Garut. Sebagian besar wilayah masigit
kareumbi masuk ke wilayah Sumedang dan Garut, dan itu bisa dibuktikan dengan
letak geografisnya Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi yang terletak di di 6°
51′ 31” sampai 7° 00′ 12” Lintang Selatan dan 107° 50′ 30″” sampai 108° 1′ 30”
Bujur Timur.

Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi lokasi geografisnya adalah


pergunungan, ketinggian Gunung Kareumbi puncaknya berada di posisi 1.763
mdpl, menjadikan kawasan wisata hutan di jawa barat ini termasuk hutan tipe iklim
C dengan suhu rata-rata kawasan 23°c. asal usul sejarah dari nama tempat ini, yaitu
“Masigit” diambil dari nama pasir yang ada di sebelah timur kawasan, dan
“Kareumbi” adalah nama gunung di sebelah baratnya. Taman Buru Gunung Masigit
Kareumbi ini adalah merupakan kawasan daerah aliran Sungai (DAS) Cimanuk,
yang mana merupakan penyangga sumber air bagi Sungai Citarum, sungai terbesar
di Jawa barat.

Paragraf Persuasi :

Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi memang memiliki keindahan


eksostis, tetapi yang di sayangkan, sebagian wisatawan masih banyak yang tidak
taati peraturan yang terdapat di kawasan masigit kareumbi, seperti para pengunjung
membuang sampah sembarangan di kawasan masigit kareumbi. Maka dari itu kita
sebagai pengunjung tempat wisata dimanapun janganlah membuang sampah
sembarangan.

Sampah adalah sebagian kecil benda yang erat dalam kehidupan kita sehari-
hari. Coba bayangkan bila banyak pengunjung membuang sampah di kawasan
masigit kareumbi maka kawasan ini akan berubah menjadi kawasan yang tidak asri
dan sejuk lagi, padahal di kawasan masigit kareumbi ini sudah terdapat tulisan-
tulisan ajakan untuk tidak membuang sampah sembarangan di kawasan Masigit

2
Kareumbi seperti “Buanglah sampah pada tempatnya” dan “Jagalah kebersihan”.
Jika pengujung sering membuang sampah sembarangan di kawasan masigit
kareumbi, coba bayangkan tempat wisata ini akan penuh dengan sampah yang
berserakan. Maka dari itu cintailah dirimu sendiri dengan membuang sampah pada
tempatnya. Karena tempat atau lingkungan yang bersih membuat kita sehat seperti
pepatah atau pribahasa yang mengatakan “Bersih pangkal sehat”.

Paragaraf Argumentasi :

Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi memang memiliki pemandangan


yang indah, tetapi pengunjung ke tempat wisata kawasan masigit kareumbi ini
masih sepi atau tidak seramai tempat wisata yang ada di lembang atau ciwidey
(rancaupas), masyarakat luar masih belum mengetahui tempat wisata Taman Buru
Gunung Masigit Kareumbi dan buruknya sistem ticketing atau biaya masuk ke
tempat wisata ini tidak konsisten, maksud dari tidak konsisten disini yaitu, masih
adanya pungli (pungutan liar).

Oleh karena itu sebaiknya pengelola Taman Buru Gunung Masigit


Kareumbi ini segera mengambil tindakan yang tepat untuk mengurangi masalah
tersebut, misalnya dengan cara mempromosikannya. Selanjutnya masalah pungli
seharusnya pengelola dari perhutani bisa mengatasinya dengan setiap hari
membuka tempat wisata ini jangan hanya di hari sabtu dan minggu saja.

3
DAFTAR PUSTAKA

Mardiana, Dian. 2016. “Taman Buru Gunung Gunung Masigit Kareumbi –


Tempat Wisata Di Bandung” [Daring]. Tersedia :
https://tempatwisatadibandung.info/taman-buru-gunung-
masigit-kareumbi/amp/ [30 Desember 2017]