Anda di halaman 1dari 2

1. Dari pada selisih manfaat dan biaya ada 3 alternatif proyek.

Apa maksud proyek A,B,


dan c ?
2. Apa saja yang perlu di pertimbangkan biaya yang akan di keluarkan manfaat yang
akan di capai ?
3. Kenapa untuk rasio manfat dari biaya pada tingakat marginal itu sama dengan satu di
berikan nilai yang konstan ?
4. Jelasakan aspek kelayakan ?
5. Jelaskan cara memilih suatau proyek yang layak jika dilihat dari para meter
penyelesaian dari B/C, B/C. B-C, RR ?
6. Mengapa manfaat tidak langsung merupakan phenamenom yang kontrovesial ?

Jawab :
1. 3 alternatif proyek A,B dan C dengan sya simpulakan bahwa proyek A, B dan C sama
pengertian dengan LPA, LPB DAN LPC.
 LPA ( Proyek A) adalah sebuah untuk lapis pondasi agregat kelas A.
 LPB ( Proyek B) adalah lapis pondasi agregat kelas B.
 LPC (Preyek C) adalah lapis pondasi agregat kelas C, disini yang dimaksud
dengan lapis pondasi agregat adalah lapis perkerasan atau pondasi yang terdiri
dari bahan utama berupa agregat atau batu (material granular).

2. Yang harus di pertimbangkan dalam mengelurkan biaya yang harus di capai adalah
kita harus evalusi pryek juga dikenal dengan studi kelyaka proyek atau bisnis
merupakan pengajian suatu usulan proyek (go project) atau tidak (no go project)
dengan berdasrkan berbagai aspek kajian. Tujuana adalah mengetahu apakah suatu
proyek dapat dilaksanakan dengan berhasil ,sehingga dapat menghindari
keterlanjutan investasi modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak
menguntungkan.

 Monetizing impacts meukur sejauh mana biaya-biaya yang di keluarkan


memberikankan kompesasi yang wajar dengan hasil yang di perolah.
 Voluing inputs mengukur sejauh mana biaya-biaya yang dikeluarkan memberikan
kopesasi yang wajar dengan hasil yang di peroleh.
 Valuing outcomes menilai sejauh mana hasil yang didapat melalui pendekatan
opportunity cost atau survey willingness to pay.
 Oportuny cost pemeilihan sumber daya yang paling efisien, yang di ukur melalui
penilaian sejauh mana sumber daya itu telah mengakibtkan hilangnya kesepaktan
untuk di gunakan untuk menghasilkan hal lain.

3. nilai tidak konstan karena suku bunga mempengaruhi nilai rasio,aitu semakin tinggi
tingkat suku bunga maka rasio manfaat dan biya akan semakin kecil,dan sudah di
ketahui pada bingkar suku bunga 9,4% rasio itu sama dengan 1 sehingga proyek ini
dapat di mkatakan marginal.
4. Aspek kelayakan ilalah ukuran terhadap barbagai hal kelayakan pada materi, alat, dan
bahan , lokasi , dan sosial budaya masrakat sekitar.

5. Di dalam penerapan pada sebuah proyek atau kegiatan investasi bisa dikatakan layak
untuk di jalankan apabila diperoleh jumlah B/C > 1, sedangkan sebuah proyek akan
dikatakan tidak layak bila hanya diperoleh jumlah B/C < 1. Di dalam penerapan pada
sebuah proyek , maka pengertian lain dari analisis benefit cost ratio (BCR) tehadap
suatu keadaan merupakan suatu analisis yang diperlukan untuk melihat sampai sejauh
mana perbandingan antara lain manfaat terhadap nilai biaya jika dilihat pada kondisi
nilai saat ini / present valur (PV). Perhitungkan analisis BCR akan dilakukan dengan
cara melihat tingkat suku bunga yang sedang terjadi , di mana jika nilai BCR pada suku
bunga yang berlaku > 1, maka proyek dikatakan layak secara ekonomis dan bisa
dikatakan untuk dimulai.

6. Dikatakan phenamenom yang kontroversial atau fenomena yang kontroversial manfaat


biaya tidak langsung di ukur dengan cara menfsirkan nilai sebenarnya dari barang itu
dengan patokan harga pasar jadi biasa dikatakan bahwa nilai dari manfaat lansung
masih kontroversial atau bisa di bilang belum pasti.

KESIMPULAN
Dari 6 pertanyaan yang telah di jawab dapat di simpulkan :
1. Penjelasan mengenai 3 alternatif proyek,yaitu LPA adalah sebuah lapis pondasi
agregat kelas A (proyek A), LPB dalah lapis pondasi agregat kelas B(proyek B)LPC
adalah lapis pondasi agregat kelas C ( proyek C). Yang dimkasud pondasi agregat
adalah lapis perkerasan atau pondasi yang terdiri dari bahan utama (material
granular)
2. Hal yang harus di pertimbangkan dalam mengeluarkan biaya,yaitu kita harus
mengefaluasi suatu proyek agar kita dapat mengetahui suatu proyek dapat
dilaksankan dengan berhasil
3. Rasio dikatakan sama dengan 1,karena nilai tidak konstan dan dapat mempengaruhi
nilai rasio.
4. Aspek kelayakan merupakan ukuran terhadap berbagai hal kelayakan pada
materi,alat,bahan,lokasi dan sosial budaya.
5. Proyek dikatakan layak untuk dijalankan apa bila diperoleh jumlah B/C
>1,sedangkan proyek dikatakan tidak layak jika hanya diperoleh jumlah B/C <1.
6. Dikatakan phenamenom kontroversial karna dalam mencari nilai sebenarnaya kita
menafsirkan harga barang dengan mengmbil patokan dari harga pasar.