Anda di halaman 1dari 21

PEMBINAAN CALON PESERTA

OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN) BIDANG BIOLOGI


KONTINGEN JAWA TENGAH
TAHUN 2017

PAKET C

PETUNJUK :

1. Soal terdiri dari dua topik: (1) Genetika & Evolusi dan (2) Ekologi

2. Setiap soal berisi 4 pernyataan yang harus ditentukan Benar (B) atau Salah (S).
 Jika menjawab 4 pernyataan dengan benar, maka akan mendapat nilai 1
 Jika menjawab 3 pernyataan dengan benar, maka akan mendapat nilai 0,6
 Jika menjawab 2 pernyataan dengan benar, maka akan mendapat nilai 0,2
 Jika menjawab 1 pernyataan dengan benar, maka akan mendapat nilai 0
 Tidak ada sistem minus

3. Jawaban ditulis pada lembar jawaban yang disediakan (terlampir) dan dikirim melalui email
ke syailendra.ks@gmail.com dengan format excel (.xlsx) sebelum Senin 01 Mei 2017 pukul
23.59
Format Judul file : JawabanPaketC_NamaLengkap_(nama samaran). Contoh : Jawaban
PaketB_Syailendra Karuna_tabungeppendorf

4. Berikut ini cara menuliskan jawaban:


a. Download dan buka file template.xlsx (terlampir pada email)
b. Tulis data seperti pada gambar di bawah :

Contoh :

5. Kalkulator dapat digunakan selama pengerjaan soal

TIM ALUMNI OSN BIOLOGI JAWA TENGAH


2017
GENETIKA & EVOLUSI

1. Frekuensi alel golongan darah ABO pada suatu populasi manusia adalah p(IA) = 40%, p(IB) =
40% dan p(i) = 20%. Asumsikan populasi berada dalam kesetimbangan HW.
Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!
A. Pada populasi ini, jumlah individu bergolongan darah A dan B sama banyaknya
B. Pada populasi ini, jumlah individu bergolongan darah A dan AB sama banyaknya
C. 64% individu pada populasi memiliki antibodi anti-B.
D. Lokus gen ABO terletak pada kromsom autosomal karena frekuensi golongan darah pada
pria sama dengan frekuensi pada wanita.

2. Tujuh populasi memiliki frekuensi genotip sebagai berikut. Asumsikan bahwa tidak terjadi
migrasi ke dalam dan ke luar dari populasi.

Tentukan apakah penryataan berikut benar atau salah!


A. Populasi 1, 3, dan 6 berada dalam kesetimbangan Hardy-Weinberg.
B. Frekuensi alel A pada Populasi 5 lebih tinggi daripada pada populasi 4.
C. Pada Populasi 7, jika diketahui bahwa laju mutasi A  a sebesar 5 x 10-6 dan populasi
sudah berada dalam kesetimbangan Hardy-Weinberg, maka koefisien seleksi terhadap
genotip a/a adalah 0.102
D. Jika pada Populasi 4, fitness relatif individu A/A (WA/A) = 1, WA/a = 0.8, dan Wa/a = 0.6, maka
pada generasi berikutnya frekuensi alel A adalah 0.743.

3. Pada percobaan genetika, Syailendra mendapatkan satu botol kultur berisi 800 ekor
Drosophila. Di dalam botol kultur tersebut terdapat 8 kelas fenotip jumlah individu sebagai
berikut.

Sifat miniatur yaitu ukuran sayap yang lebih kecil dari normal, sedangkan ebony merupakan
karakteristik warna tubuh mengkilap coklat. Populasi lalat tersebut dapat diasumsikan telah

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 1


Jawa Tengah
berada dalam kesetimbangan Hardy-Weinberg. Syailendra kemudian memasukkan 50 ekor
lalat jantan ebony dan 50 ekor lalat betina miniatur. Populasi lalat tersebut dibiarkan saling
mengawini secara acak.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


A. Frekuensi alel resesif untuk gen miniatur pada lalat jantan lebih besar dibandingkan
dengan lalat betina.
B. Variasi genotip lalat jantan wildtype sama besar dengan lalat betina wildtype.
C. Sifat miniatur pada lalat buah dipengaruhi setidaknya oleh 2 buah gen yang terletak pada
autosom.
D. Frekuensi alel resesif ebony pada populasi baru hasil percampuran adalah 0.39.

4. Suatu organisme memiliki 4 gen (A, B, C, & D) dengan 2 alel untuk masing-masing gen. Satu
Individu heterozigot untuk keempat gen disilangkan dengan individu homozigot resesif. Dari
persilangan tersebut dihasilkan 3288 anak dengan fenotip berikut ini (lihat tabel).

Tentukan apakah penryataan berikut enar atau salah!


A. Keempat lokus tersebut terpaut secara genetik
B. Jarak antara gen dan gen D adalah 9 cM
C. Jarak antara gen D dan gen C adalah 10,5 cM
D. Interfensi terjadi dengan nilai kurang dari 0,25. Interferensi = 1 – (frekuensi DCO yang
diamati/frekuensi DCO yang diharapkan)

5. Anda ingin memetakan gen-gen A, B, C, D, dan E melalui dua kali persilangan testcross.
Sebelumnya anda telah mengetahui bahwa gen D memisah secara bebas dengan gen E.
Persilangan pertama dilakukan anatara homozigot AA BB CC DD EE x aa bb CC dd EE.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 2


Jawa Tengah
Persilangan anatar F1 dengan homozigot resesif menunjukkan bahwa F 1 menyumbangkan
gamet dengan komposisi sebagai berikut.

Anda kemudian melakukan persilangan berikutnya antara AA BB CC DD EE x aa BB cc DD ee,


menyilangkan F1 dengan homozigot resesif, dan memperoleh komposisi gamet F 1 berikut.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


A. Gen C dan E berada pada kromosom yang sama dan terpisah oleh jarak 40cM.
B. Gen A memiliki jarak yang lebih dekat kepada gen B daripada kepada gen C.
C. Gen D terletak pada kromosom yang berbeda dari gen E.
D. Tidak terdapat indikasi terjadinya interferensi pada persilangan pertama.

6. Seotang peneliti menemukan 5 protein baru yang berperan sebagai faktor transkripsi gen X
pada bakteri. Kelima protein tersebut diberi nama Msl5, Zam51, Msl12, Sdb33 dan KrlD.
Percobaan dilakukan dengan melakukan knockout pada gen penghasil kelima protein tersebut
kemudian dilakukan pengukuran mRNA gen X.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 3


Jawa Tengah
Untuk mengetahui lebih dalam mengenai interkasi dari protein tersebut dilakukan isolasi dari
masing-masing protein. Urutan asam amino penyusunprotein tersebut dianalisis. Berikut ini
ditampilkan urutan tujuh asam amino dari asam amino ke 40 dari protein KrlD normal.
N- ...Ser-Thr-Asn-Phe-Arg-Gly-Cys... -C
Pada mikroba wildtype dengan laju ekspresi gen X 100% didapatkan urutan asam amino ke 40
protein KrlD sebagai berikut:
N- ...Ser-Thr-Leu-Thr-Phe-Ala-Asp... -C

Tentukan apakah pernyataan berikut atau salah!


A. Protein KrlD berperan secara independen dalam menghambat transkripsi gen.
B. Diperlukan interaksi Zam51 dengan Sdb33 agar ekspresigen berjalan secara optimal.
C. Bakteri dengan triple mutan gen msl12- krlD zam51- kemungkinan menghasilkan laju
transkripsi sebesar 50%
D. Pada mikroba wildtype terdapat delesi nukleotidak A sehingga protein KrlD menjadi tidak
fungsional.

7. Sekitar 50 tahun yang lalu, Charles Yanofskyt mempelajari sekuens trp synthetase dari E. coli.
Protein wild-type (1) memiliki Gly pada posisi 38. Ia memngisolasi 2 mutan trp inaktif : 2 dan
3. Mutan 2 memiliki Arg pad aposisi 38, sedangkan mutan 3 memiliki Glu. Mutan 2 dan 3
ditumbuhkan pada medium minimal (tanpa triptofan). Koloni yang dapat tumbuh mengalami
mutasi balik (reverse mutation) yang mengembalikan fungsi trp synthetase. Asam amino pada
posisi 38 diidentifikasi dan digambarkan pada Gambar A. Semua perubahan asam amino
disebabkan oleh mutasi 1 pasang basa. Tabel kodon genetik dapat dilihat di Gambar B.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 4


Jawa Tengah
Tentukan apakah pernyataan di bawah benar atau salah!
A. Mutan 2 dihasilkan dari subsitusi basa pertama dari kodon
B. Strain 7 dan 8 kemunhkinan besar memiliki sekuens yang sama dengan wildtype
C. Kodon pada strain 10 adalah 5’-GUA-3’
D. Kodon pada strain 6 adalah 5’-AGC-3’

8. mRNA pada sitoplasma sel-sel eukaryota sering membentuk loop (lengkung) yang tertutup
karena sirkulasi (melingkar).
Tentukan apakah pernyataan berikut atau salah!
A. Sirkulasi terjadi karena ikatan fosfodiester antara ujung 5’ dan ujung 3’ dari mRNA.
B. Sirkulasi meningkatkan stabilitas mRNA.
C. Sirkulasi meningkatkan kecepatan pergerakan ribosom.
D. Pengaturan sirkulasi merupakan suatu mekanisme regulasi pasca transkripsi.

9. Tentukan apakah penryataan berikut benar atau salah!


A. Satu jenis kanker colon dapat disebabkan oleh alel resesif meskipun pola penurunannya
menyerupai pola penurunan alel dominan.
B. Pada seorang pasien, sel normal hanya memliki satu alel p53 yang termutasi, tetapi sel
kanker memiliki dua alel p53 termutasi. Dapat disimpulkan bahwa alel p53 kedua
terbentuk dari konversi gen.
C. Beberapa kanker dapat diobat yang menyebabakan demetilasi. Pada kanker ini, gen-gen
yang terlobat kemungkinan besar merupakan onkogen
D. Inversi kromosom dapat menyebabkan onkogen baru.

10. Pad Dedi mengkloning coding sequence (CDS) suatu gen ke dalam vektor plasmid dan diberi
nama pVN2016. CDS disisipkan ke dalam plasmid ini pada sisi pengenalan restriksi SacII yang
ada di daerah multi cloning site (MCS) di dlaam gen lacZ dari vektor (Gambar A). CDS yang
disisipkan memiliki sisi pengenalan restriksi PstI yang ada pada 0,8 kb sebelum stop codon.
Untuk mebgidentifikasi ukuran dan arah dari insert CDS, Pak Dedi memotong plasmid ini

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 5


Jawa Tengah
dengan berbagai enzim restriksi dan hasil pemotongannya ditunjukkan pada gambar di
bawah.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


A. CDS berukuran 2,6 kb dan memiliki sisi pengenalan EcoRI di abgian 0,5 kb dari salsah satu
ujungnya.
B. SpeI dapat digunakan untuk menentukan arah/orientasi CDS.
C. CDS memiliki arah yang sama dengan lacZ.
D. Jika plasmid pVN2016 dipoting dengan kedua enzim SpeI dan EcoRI dalam Tango buffer
(EcoRI dan SpeI masing-masing memotong pad aefisiensi 100% dan 20%), lima fragmen
berukuran 0,5; 0,8; 1,3; 2,1; dan 3,0 kb dapat dideteksi oleh elektroforesis gel dengan
asumsi bahwa fragmen berukuran kurang dari 50 bp tidak akan terlihat.

11. Seleksi yang bergantung pada frekuensi (frequency-dependent selection, FDS) adalah suatu
proses evolusi yang menggantungkan fitness dari suatu fenotipe pada frekuensinya (relatif
terhadap fenotipe lainnya) di dalam populasi tertentu. Pada seleksi (FDS) positif, fitness suatu
fenotipe meningkat seiring dengan semakin banyaknya fenotip tersebut dijumpai dalam
populasi. Sebaliknya, pada seleksi (FDS) negatif, fitness fenotipe menurun seiring dengan
semakin banyaknya fenotip tersebut dijumpai dalam populasi.
Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!
A. Alel ketidakcocokan sendiri (self-compatibolity) pada tumbuhan merupakan contoh dari
FDS negatif.
B. Persebaran virus baru pada populasi manusia dikontrol oleh FDS negatif
C. Kecenderungan Papilio memnon betina yang menyerupai Papili coon yang tidak dapat
dimakan predator merupakan contoh dari FDS positif
D. Persebaran gen yang mernghasilkan warna peringatan (warning coloration) pada spesies
yang beracun dikontrol oleh FDS positif.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 6


Jawa Tengah
12. Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!
A. Suatu alel resesif sempurna bersifat letal pada kondisi homozigot dan jika alel dominan
bermutasi menjadi alel resesif dengan laju 10-6, frekuensi alel letal saat populasi mencapai
kesetimbangan seleksi mutasi adalah 0,001.
B. Jika frekuensi suatu alel resesif sempurna adalah 0,2 dan nilainya sama dari satu generasi
ke generasi kaerna heterozigot yang lebih unggul, nilai intensitas seleksi terhadap
homozigot dominan adalah 0,025
C. Seleksi yang menguntungkan alel-alel resesif kurang efektif dibandingkan seleksi yang
menghilangan alel-alel resesif.
D. Pada populasi berukuran besar dan melakukan perkawinan acak, frekuensi alel resesif
autosom letal adalah 0,2. Frekuensi alel ini pada generasi berikutnya berubah menajdi ,07
jika kematian terjadi sebelum reproduksi.

13. Terdapat dua populasi slamander yang hidup di dua sisi gunung yang berbeda. Satu populasi
hidup di tepian sungai yang tertutup dedaunan di dalam hutan rindang. Warna individu-
individu dalam populasi ini kebanyakan coklat dengan totol-totol hijau. Populasi lainnya hidup
di tepian sungai besar yang berpasir cerah. Individu dalam populasi ini kebnayak berwarna
coklat muda.
Tentukan tekanan seleksi yang bisa (B) dan tidak bisa (S) menyebabkan perbedaan warna
kedua subspesies salamander ini!
A. Predasi
B. Kompetisi
C. Musim kawin
D. Suhu

14. Duplikasi gen memiliki kontribusi penting terhadap proses spesiasi. Gen-gen hasil duplikasi
dalam suatu spesies seringkali memiliki fungsi baru yang berebda dari gen awal,
mengakibatkan subpopulasi tersebut memisah dari spesies asalnya. Di sisi lain, spesiasi dapat
berlangsung tanpa perlu didahului oleh duplikasi gen sehingga fungsi gen awal tetap
dipertahankan pada spesies-spesies yang mewarisinya.
Diagram berikut menunjukkan sejarah evolusioner famili gen hipotetik GN. Perhatikan
bagaimana pohon famili gen GN (kanan) dapat direkonstruksi dari proses evolusi GN melalui
spesies dan duplikasi pada diagram (kiri). Ingat bahwa setiap “takson” pada pohon famili GN
menunjukkan gen-gen yang berbeda (“SpA Gn1” tidak sama dengan “SpC GN1” karena
dimiliki oleh spesies yang berbeda).

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 7


Jawa Tengah
Pada tahun 2012, voordeckers et al mempelajari suatu famili besar dari gen-gen enzim
glukosidase pada fungi yang diketahui telah mengalami beberapa kali duplikasi gen sepanjang
sejarah evolusinya. Dengan mengurutkan asam amino pada enzim-enzim glukosidase dari
berbagai spesies, dapat direkontruksi pohon famili gen glukosidase berikut.

Perhatikan hubungan kekerabatan antara gen-gen glukosidase pada K. thermotolerans (Kthe)


dengan S. cerevisiae (Scer) yang telah ditandai pada pohon di atas. Hint: Rekonstruksi proses
evolusi famili gen glukosidase pada Kthe dan Scer seperti contoh untuk famili gen GN.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


A. Munculnya spesies yang sama pada klad (clade) yang berbeda dalam suatu pohon famili
gen mengidentifikasi duplikasi gen telah berlangsung.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 8


Jawa Tengah
B. Gen-gen yang mengkode ancMAL dan ancMA1-4 merupakan hasil duplikasi langsung dari
gen yang mengkode ancMALS.
C. Pada posisi ancMALS, terjadi spesiasi yang memisahkan K. thermotolerans dengan S.
cerevisiae.
D. Duplikasi gen berlangsung setidaknya dua kali sebelum terjadi proses spesiasi yang
memisahkan K. thermotolerans dan S. cerevisiae.

15. Embrio tikus yang mengalami trisomi untuk setiap 30 kromosom yang berbeda-beda dipantau
selama perkembangan embrio. Usia bertahan hidup embrio dipetakan vs ukuran kromsom
trisomi yang dimilikinya sebagaimana disajikan pada gambar di bawah ini.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


A. Kromsom 19 mungkin mengkode lebih sedikit transkrip daripada yang lain seperti yang
ditunjukkan pada gambar.
B. Jumlah seluruh materi genetik dari kromsom tambahan menentukan tingkat keparahan
dari kelainan yang disebabkan oleh tidak seimbangnya kromosom.
C. Dengan asumsi bahwa gen-gen pada kromsom 1 dan 10 memiliki konstibusi yang sama
terhadap perkembangan embrio, kerapan gen pada kromosom 1 bisa jadi lebih rendah
dari kerapatan gen pada kromosom 10.
D. Gen-gen pda kromosom 12 mungkin lebih penting bagi perkembangan embrio daripada
gen-gen yang pada ada pada kromsom 13.

16. Pada Drosophila melanogaster, warna mata dikode oleh gen yang terletak pad akromsom X.
Alel normal dari gen ini (X+) bersifat dominan mengkode warna mata merah, sedangkan alel
mutan (Xw) mengkode mata putih. Dalam suatu percobaan, seorang peneliti imenyilangkan
lalat betina mata putih (XwXw) dengan jantan mata merah (X+Y); dekitahui bahwa lalat yang
digunakan memiliki jumlah set autosom normal. Dia menduga bahwa persilangan tersebut
akan menghasilkan anakan dengan fenotip jantan bermata putih dan betina bermata merah.
Namun ternyata, ditemukan lalat berfenotip jantan bermata merah dan betina bermata putih
di antara anakan yang dihasilkan.
Tentukan apakah pernyataan di bawah benar atau salah!

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 9


Jawa Tengah
A. Fenomena tersebut dapat terjadi akibat adanya peristiwa gaga berpisal saat
pembentukan gamet pada parental jantan
B. Fenomena tersebut dapat terjadi akibat adanya peristiwa gaga berpisal saat
pembentukan gamet pada parental betina
C. Anakan berfenotip betina bermata putih memiliki genotip X wXwY
D. Anakan berfenotip jantan bermata merah memiliki genotip X +Y

17. Pada beberapa serangga dalam ordo Hymenoptera,jenis kelamin pada suatu individu
ditentukan melalui sistem haplodiploidi. Jumlah set kromosom yang dimiliki oleh suatu
individu menjadi penentu jenis kelamin. Individu jantan berkembang dari telur yang tidak
terfertilisasi sedangkan betina berkembang dari telur terfertilisasi. Sel dari individu jantan
hanya memiliki satu set kromsom yang diwariskan dari induk betinanya. Berbeda dengan
jantan, individu betina merupakan organisme diploid yang mewarisi dua set kromsom dari
kedua orang tuanya.
Tentukan apakah penryataan berikut benar atau salah mengenau hubungan genetis di antara
kerabat dari organisme dengan sistem haplodiploidi!
A. Saudara (siblings) memiliki kesamaan genetik (average genetic elatedness) sebanyak 50%
karena mereka memiliki kemungkinan sebesar 50% untuk mewarisi alel yang sama dari
masing-masing orang tua.
B. Kesamaan genetik di antara saudara betina (sisters) adalah sebesar 25%.
C. Kesamaan genetik di antara saudara janatan (brothers) adalah sebesar 50%.
D. Kesamaan genetik di antara saudara jantan (brothers) lebih tinggi dibandingkan di antara
saudara betina (sisters).

18. Diagram di bawha ini menunjukkan pola penurunan dari suatu penyakit langka:

Tentukan apakah penryataan berikut benar atau salah!


A. Penyakit tersebut pasti memiliki nilai penetransi (penetrance) kurang dari 1.
B. Pola penurunan penyakit tersebut dapat dijelaskan melalui penurunan sifat oleh satu gen
(single-gene inheritance).
C. Penyakit tersebut diturunkan secara komplementer.
D. Jika individu II-3 dan II-4 memiliki anak lagi, anaknya kemungkinan besar tidak akan
menderita penyakit tersbeut.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 10


Jawa Tengah
19. Posisi sentromer dpaat dipetakan menggunakan tetrad linier pada beberapa fungi. Jika tidak
terjadi pindah silang antara gen E dan sentromer, spora yang dihasilkan tersusn sebagai eeEE
atau Eeee (contoh, Gambar A). Jika terjadi pindah silang antara gen E dan sentromer, spora
yang dihasilkan tersusub sebagai eEeE atau EeEe (Gambar B). Terdapat banyak jenis pindah
silang yang melibatkan 2, 3, dan 4 untau kromatid seperti yang digambarkan Gambar C.

Strain ab disilangkan dengan strain a+b+ dan 100 tertrad liner diisolasi dan dipisah
menghasilkan 6 kelas di bawah :

Tentukan apakah penryataan berikut benar atau salah!


A. Lokus a dan b berada pada lengan kromsom yang sama
B. Class 4 melibatkan double crossover 4 untai
C. Class 6 melibatkan double crossover 3 untai, satu terjadi di antra gen a dan sentromer dan
di antara sentromer dan gen b
D. Class 5 melibatkan double crossover 2 untai

20. Ikhsan merupakan seorang mahasiswa S2 Biologi di Universitas Stanford. Untuk mendapatkan
gelar Master, dia melakukan penelitian dengan burh Finch (Geospiza fortis) di Pulau Daphne
Major, Kepulauan Galapagoz. Kedua induk burung Finch dan seluruh anakannya diukur
kedalaman paruhnya. Pengukuran dilakukan pada tahun 1976 (titik merah) dan 1978 (titik
biru). Hasil pengukuran ditunjukkan sebagai berikut.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 11


Jawa Tengah
Jessica merupakan kolega Ihsan yang juga sedang melakukan penelitian dengan tema yang
sama. Namun, Jessica menggunakan mencit sebagai hewan percobaannya. Jessica mengukur
berat badan dan panajng ekor pada induk mencit dan anakannya pada umur yang sama. Nilai
yang didapat kemudian ditentukan nilai rata-ratanya baik pada induk maupun anakan.
Hipoteiss yang diajukan berat tidak dipengaruhi oleh faktor genetik sama sekali. Berikut ini
beberapa kemungkinan grafik yang dapat dihasilkan dari hasil pengukuran Jessica.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


A. Kekebalan paruh pada G. Fortis lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan daripada
faktior genetik.
B. Peningkatan ketebalan paruh rata-rata populasi G. Fortis pada tahun 1978 dapat
disebabkan karena tinggi curah hujan.
C. Grafik panjang ekor pada mencit sesuai dengan hipoteissi Jessica maka hasil pengukuran
digambarkan dengan grafik C.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 12


Jawa Tengah
D. Jika korelasi pengukuran antara induk dengan anakannya memiliki kemiringan 0.9 maka
karakter tersebut ditentukan oleh kurang lebih 90% faktor lingkungan.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 13


Jawa Tengah
EKOLOGI

21. Ikan guppie jantan (Poecilia reticulata) memiliki polymorphism dalam bentuk pola warna
kompleks yang bervariasi dengan tekanan dari predator. Pola warna tersebut menunjukkan
kesetimbangan antara penyamaran dari deteksi oleh predator dan kemampuan untuk dapat
dilihat oleh lawan jenis bagi kebutuhan reproduksi.
Tiga kolam percobaan digunakan untuk mempelajari fenomena ini. Kolam tersebut memiliki
kondisi mirp dengan habitat alami dari ikan guppy dan diisi pula dengan predator mereka,
Rivulus hartii dan Crenicichia alta.
Satu kolam merupakan kolam kontrol tanpa predator sedangkan dua kolam lainnya
dutambahkan salah satu musuh alami mereka. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa
C. alta lebih berbahaya dibandingkan R. hartii.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


A. Penurunan fitness P. reticulatai diakibatkan oleh pola perwarnaan.
B. Seleksi seksual untuk pola pewarnaan P. reticulata tidak dapat disimpulkan dari data.
C. Pola pewarnaa P. reticulata mungkin berguna untuk melarikan diri dari R. hartii.
D. Kedua predator mungkin menggunakan cara yang berbeda untuk mencari P. reticulata.

22. Rumput Poa dapat ditemukan pada habitat yang sama dengan rumput stipa pada padang
tumput. Rumput Poa lebih disukai oleh hewan ternak dan herbivora liar sedangkan rumput
Stipa relatif tidak dimakan.
Fatin menumbuhkan rumput Poa pada jarak yang berbeda dengan rumput Stipa, dengan dan
tanpa pembatas rumput (root barrier). Kedua rumput ini mendapatkan frekuensi grazing
(pemangsaan oleh herbivora) yang berbeda.
Fatin selanjutnya mengamati pertumbuhan dari rumput Poa.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 14


Jawa Tengah
Pada percobaan yang lain, Andrea mencatat kepadatan Poa jantan dan betina pada level
grazing yang berbeda.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


A. Jarak ke rumput yang kurang disukai (Stipa) mempengaruhi biomassa Poa jantan dan
betina pada lokasi tanpa grazing.
B. Tanaman pada lokasi dengan grazing baik jantan maupun betina, secara umum akan
menghasilkan biomassa lebih besar saat tumbuh di dekat Stipa. Hal ini menunjukkan efek
positif dari Stipa untuk kedua jenis kelamin.
C. Parubahan rasio seks dari populasi dipengaruhi oleh intensitas grazing.
D. Perubahan rasio seks dari populasi dipengaruhi oleh intesitas grazing.

23. Kambing diberi makan alfalfa dan sisa jagung. Pada t = 0 hari, kambing juga diberi makan biji-
biji Mimosa. Adanya biji Mimosa yang viable pada feses kambing diuji dengan
mengecabahkan biji yang termakan oleh kambing yang dibandingkan dengan biji kontrol.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 15


Jawa Tengah
Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!
A. Biji Mimosa dapat bertahan sampai 3 hari dalam sistem pencernaan kambing.
B. Saluran pencernaan kambing menurunkan daya germinasi biji.
C. Jumlah biji yang keluar paling banyak setelah 24 jam dicerna.
D. Kambing dapat bertindak sebagai penyeba biji Mimosa.

24. Peneliti telah mengembangkan model untuk menghitung umur dari 4 spesies pohon yang
terancam pada hutan sub-tropis di Vietnam (Gambar di bawah).
Umur pohon diduga dengan mengukur jumlah lingkaran pada kayu dan diameter batang pada
ketinggian dada (Diameter of Breast Height, DBH). Laju pertumbuhan dikategorikan
berdasarkan perubahan pada DBH dari 10 hingga 1000.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


A. Kategori terkecil memberikan informasi paling akurat untuk menduga umur dari pohon P.
kwangtungenesis.
B. Akurasi pendugaan umur dengan kategori 10 lebih baik dibandingkan kategori 100 pada
pohon dari spesies D. elatum.
C. Penentauan umur pohon menggunakan model kelompok 10 DBH mendapatkan umur
pohon yang lebih muda dari seharusnya.
D. Bagi pohon dari spesies D. elatum, pendugaan umur dengan kategori DBH 100 atau 1000
memiliki akurasi yang tinggi, sementara bagi spesies C. macrolepsis hanya kategori 100
yang membeirkan dugaan umur mendekati umur sesungguhnya.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 16


Jawa Tengah
25. Untuk memahami efek dari berbagai faktor pada tumbuhan (Agrimonia rostellata dan Trillium
erectum) pada ekosistem hutan, seorang peneliti menanam bibit kedua tanaman tersebut
pada suatu daerah penelitian dan mengamati proporsi dari benih yang tumbuh. Komponen
yang diujikan adalah tanaman asli dan tanaman bukan asli, keberadaan bekicot, dan
kelimpahan cacing tanah. Hasil dari percobaan ini ditunjukkan pada gambar di bawah.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


A. Penghilangan bekicot (slug) dari lokasi penanaman memberikan efek positfi terhadap
kelulushidupan dari benih pada kondisi populasi cacing tanah yang padat.
B. Efek yang diberikan oleh bekicot juga ditemukan oleh faktor lain, seperti interaksi benih
dengan tanaman tidak asli (non-native) dan kelimpahan cacing tanah.
C. Kelimpahan cacing tanah yang tinggi memberikan efek positif terhadap kelulus hidupan
beih Agrimonia rostellata dan Trillium erectum.
D. Tanaman bukan asli (non native) dan keberadaan bekicot bersama-sama menurunkan
kelulushidupan benih Agrimonia rostellata dan Trillium erectum.

26. Diketahui bahwa ukuran populasi beruang madu di Kalimantan sudah sangat berkurang
karena sebagian besar individu diburu. Selain itu, habitat mereka sudah sangat mengecil
karena pembukaan hutan secara besar-besaran.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah terkait dengan popilasi beruang madu
tersebut!
A. Variasi genetik beruang madu akan meningkat seiring dengan perkawinan antara individu
dalam populasi.
B. Resiko kepunahan suatu populasi yang berukuran kecil akan semakin meningkat karena
ketidakmampuan beradaptasi terhadap linngkungan.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 17


Jawa Tengah
C. Resiko kepunahan berunag madu akan sangat dipengaruhi keragaman genetik dalam
populasinya.
D. Reproductive fitness berunag madu akan berkurang dalam ukuran populasi yang kecil.

27. Di bawha ini adlaah grafik yang menggambarkan penggunaan sumber daya alam oleh
organisme A dan B terkait dengan konsep relung ekologi (niche) yang mencerminakan
peranan suatu organisme di dalam ekosistem. Relung ini dapat mennetukan kisaran kondisi
lingkungan yang mendukung hidup organisme tersebut.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


A. Relung dasar (fundamental niche) organisme A dinyatakan oleh garis putus-putus pada
grafik.
B. Relung dasar organisme selalu memiliki ukuran yang lebih besar daripada relung nyata
(realized nichei).
C. Relung nyata spesies A berubah karena terdapat kompetisi sumber daya dengan spesies
B.
D. Faktor biotik dan abiotik akan menentukan ukuran relung dasar dan relung nyata suatu
organisme.

28. Gambar di bawah ini merupakan model dari metapopulasi.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 18


Jawa Tengah
Tentukan benar atau salahnya pernyataan-pernyataan berikut ini!
A. Patchy model menunjukkan bahwa kepunahan lokal dapat terjadi secara keseluruhan
karena fragmentasi habitat dapat menurunkan kerapan populasi lokal.
B. Metapopulasi dapat menjaga kestabilan ukuran populasi karena terdapat perpindahan
dari suatu area ke area lainnya.
C. Mainland-island model menggambarkan suatu area yang berukuran besar berperan
sebagai sumber pemasok organisme ke area-area kecil. Di dalam area yang berukuran
besar tersebut dapat terdiri dari satu atau lebih populasi organisme yang mampu
bertahan.
D. Ketika dispersal suatu populasi tidak dapat terjadi, maka model-model metapopulasi di
atas tidak dapat digunakan.

29. Salah satu metode yang digunakan untuk mengestimasi ukuran populasi adalah metode
Capture Mark Recapture (CMR). Pernyataan di bawha ini adalah asumsi yang digunakan pada
saat melakukan estimasi menggunakan metode ini.
Tentukan benar atau salahnya asumsi berikut ini!
A. Semua individu baik yang tertanda maupun yang tidak tertanda memiliki peluang sama
untuk ditangkap.
B. Setelah penangkapan dan kemudian diberi tanda, individu-individu yang bertanda harus
bisa berbaur dengan populasi alaminya.
C. Populasi harus stabil dan setelah ditandai dan dilepaskan ke habitatnya, individu
diperbolehkan berpindah tempat.
D. Tanda yang diberikan kepada individu tertangkap tidak boleh mempengarui
keberlangsung hidupnya.

30. Suatu organisme dari spesies tertentu akan memiliki respon spesifik terhadap kondisi
lingkungan. Berikut ini adalah satu gambaran dari respon organisme terhadap suhu
lingkungan.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah terkait preferensi organisme terhadap
suhu!
A. Zona A dan E merupakan zona stress fisiologis di mana suhu terlalu tinggi atau terlalu
rendah sehingga tidak ada organisme yang dapat hidup.
B. Kondisi suhu yang dinotasikan B merupakan suhu yang dapat ditoleransi oleh organisme
tanpa stress.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 19


Jawa Tengah
C. Kisaran suhu optimum (Optimum range temperature) bagi organisme ini ditunjukkan oleh
kepadatan individu yang tinggi di dalam populasi.
D. Jika faktor abiotik yang dilihat adalah pH, maka respon yang diberikan akan sama seperti
gambar di atas.

Alumni OSN Biologi Pra-OSP Paket A | 20


Jawa Tengah