Anda di halaman 1dari 11

MUSDALIFAH

E011171003

KOMUNIKASI EFEKTIF
A. Definisi Komunikasi Efektif
Kemampuan berkomunikasi merupakan suatu proses penyampaian informasi
dari komunikator ke komunikan melalui saluran/media dengan harapan
mendapatkan umpan balik atau respon. Pengertian komunikasi efektif adalah
saling bertukar informasi, ide, kepercayaan, perasaan dan sikap antara
dua orang (komunikator dan komunikan) atau berupa kelompok yang
hasilnya sesuai dengan harapan dari respon yang diterima, dengan persepsi
dan frekwensi yang sama, dan mampu menghasilkan perubahan sikap
(attitude change) dengan penyampaian informasi, menghibur, ataupun
membujuk pada orang yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Dengan kata
yang lebih sederhana, pengetian komunikasi efektif berarti bahwa
komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama
tentang suatu pesan.
Pengertian komunikasi efektif ini dapat tercapai dengan memaksimalkan
pesan verbal dan non verbal serta mengetahui bagaimana pesan itu
tersampaikan. Dalam hal komunikasi non verbal, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan untuk terjadinya komunikasi yang efektif antara lain lingkungan
dan suasana yang nyaman dan tepat, jarak antara komunikator dan
komunikan, posisi tubuh, ekspresi wajah dan kualitas suara yang tepat dan
sesuai dalam menyampaikan informasi.
Dan hal yang sangat penting untuk meningkatkan pengertian komunikasi
efektif ini yaitu kemampuan menjadi pendengar yang baik, sehingga
komunikator dapat memahami, bertanya dan menjawab dengan tepat. Apabila
seseorang tidak memiliki kemampuan mendengar yang baik maka hambatan
komunikasi akan sangat mudah terjadi dan kesalahpahaman akan sangat
mudah timbul.
Dengan kemampuan berkomunikasi efektif yang baik dan elegan, pesan yang
ingin disampaikan dapat diterima dengan baik juga oleh teman bicara,
sehingga respon yang didapat pun terhindar dari kesalahpahaman dan salah
pengertian. Komunikasi efektif merupakan hal yang sangat penting dalam
berinteraksi dengan orang lain, dan setiap mahluk pasti selalu melakukan
komunikasi dengan caranya sendiri, karena itulah keterampilan komunikasi
efektif mutlak harus dimiliki oleh siapapun, baik dalam lingkup keluarga,
organisasi, dan juga pekerjaan.
Dengan pengertian komunikasi efektif diatas, kebutuhan seseorang untuk
dapat berinteraksi dengan orang lain atau kelompok maka perlu mengikuti
pelatihan komunikasi efektif, sehingga dapat melatih, mengasah dan
meningkatkan kemampuan komunikasi dan menyampaikan informasi atau
pesan yang jelas dan dapat dipahami dengan mudah oleh teman bicaranya.
B. Bentuk-bentuk Komunikasi
1. Komunikasi personal : komunikasi personal ada dua macam, yaitu
komunikasi dengan diri sendiri dan komunikasi antar pribadi. Komunikasi
dengan diri sendiri adalah proses komunikasi yang terjadi dalam
diri individu (dengan diri sendiri). Komunikasi dengan diri sendiri terjadi
karena terjadinya pemberianmakna pada obyek. Obyek yang diamati
mendapatkan rangsangan panca indra kemudianmengalami proses
perkembangan dalam pikiran manusia. Komunikasi antar pribadi adalah
proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih
secaratatap muka.Bentuk khusus dari komunikasi ini adalah Komunikasi
Diadik (Dyadic).
2. Komunikasi kelompok
Komunikasi kelompok dibagi menjadi dua bentuk, yaitu Komunikasi
kelompok kecil (small group communication) dan komunikasi kelompok
besar (large group communication). Komunikasi kelompok kecil adalah
proses komunikasi yang berlangsung antara tiga orang atau lebih secara
tatap muka dimana anggota-anggotanya saling berinteraksi satu sama lain.
Tidak ada jumlah batasan anggota yang pasti, dua sampai tiga orang atau
duapuluh sampai tiga puluh orang tetapi tidak lebih dari lima puluh orang.
Komunikasi kelompok kecildengan sendirinya melibatkan pula
komunikasi antar pribadi. Contoh komunikasi kelompok kecil adalah
ceramah, diskusi panel, simposium, forum, seminar, dan lain-lain.
Komunikasi kelompok besar adalah proses komunikasi dimana pesan-
pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan
khalayak yang lebih besar dan tidak dikenali satu persatu.disebut juga
komunikasi pidato, komunikasi retorika, public speaking atau komunikasi
publik.
3. Komunikasi organisasi
Komunikasi organisasi terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan
informal, dan berlangsung dalam jaringan komunikasi yang lebih
besardaripada komunikasi kelompok. Melibatkan komunikasi diadik,
komunikasi antar pribadi dankomunikasi publik.
4. Komunikasi massa
Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa,
baik cetak (surat kabar, majalah) atau elektronik (radio, televisi), yang
dikelola olehsuatu lembaga yang ditujukan kepada sejumlah besar orang
yang tersebar di banyak tempat,anonim dan heterogen. Proses komunikasi
yang berlangsung dimana pesannya dikirim darisumber yang melembaga
kepada khalayak yang sifatnya massal melalui alat-alat yang
bersifatmekanik seperti; radio, televisi, surat kabar dan film
C. Jenis-jenis Komunikasi efektif
1. Komunikasi berdasarkan Penyampaian
Pada umumnya setiap orang dapat berkomunikasi satu sama lain karena
manusia tidak hanya makhluk individu tetapi juga makhluk sosial yang
selalu mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi dengan sesamanya.
Namun tidak semua orang terampil berkomunikasi, oleh sebab itu
dibutuhkan beberapa cara dalam menyampaikan informasi. Berdasarkan
cara penyampaian informasi dapat dibedakan menjadi 2 ( dua ), yaitu :
a. Komunikasi verbal ( Lisan )
 Yang terjadi secara langsung serta tidak dibatasi oleh jarak ,
dimana kedua belah pihak dapat bertatap muka. Contohnya dialog
dua orang.
 Yang terjadi secara tidak langsung akibat dibatasi oleh jarak.
contohnya komunikasi lewat telepon.
b. Komunikasi nonverbal ( Tertulis )
 Naskah , yang biasanya digunakan untuk menyampaikan kabar
yang bersifat kompleks.
 Gambar dan foto akibat tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata atau
kalimat.
2. Komunikasi berdasarkan Prilaku
Komunikasi bedasarkan prilaku dapat dibedakan menjadi :
 Komunikasi Formal , yaitu komunikasi yang terjadi diantara
organisasi atau perusahaan yang tata caranya sudah diatur dalam
struktur organisasinya. Contohnya seminar.
 Komunikasi Informal , yaitu komunikasi yang terjadi pada sebuah
organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur
organisasi serta tidak mendapat kesaksian resmi yang mungkin
tidak berpengaruh kepada kepentingan organisasi atau perusahaan.
Contohnya kabar burung , desas-desus, dan sebagainya.
 Komunikasi Nonformal , yaitu komunikasi yang terjadi antara
komunikasi yang bersifat formal dan informal , yaitu komunikasi
yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi
atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota
organisasi atau perusahaan tersebut. Contohnya rapat mengenai
ulang tahun perusahaan.
3. Komunikasi berdasarkan Kelangsungannya
Berdasarkan Kelangsungannya , komunikasi dapat dibedakan menjadi :
 Komunikasi Langsung , yaitu proses komunikasi dilakukan secara
langsung tanpa bantuan perantara orang ketiga ataupun media
komunikasi yang ada dan tidak dibatasi oleh adanya jarak.
 Komunikas Tidak Langsung , yaitu proses komunikasinya
dilaksanakan dengan bantuan pihak ketiga atau bantuan alat - alat
media komunikasi.

4. Komunikasi Berdasarkan Maksud Komunikasi


Berdasarkan maksud komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut :
 Berpidato
 Memberi Ceramah
 Wawancara
 Memberi Perintah alias Tugas
Dengan demikian jelas bahwa inisiatif komunikator menjadi hal penentu ,
demikian pula kemampuan komunikator yang memegang peranan
kesuksesan proses komunikasinya.
5. Komunikasi Berdasarkan Ruang Lingkup
Berdasarkan Ruang Lingkupnya , komunikasi dapat dibedakan sebagai
berikut :
a. Komunikasi Internal
Komunikasi internal dapat dibedakan menjadi 3 ( tiga ) macam , yaitu:
 Komunikasi vertikal yang terjadi di dalam bentuk komunikasi dari
pemimpin kepada anggota , seperti perintah , teguran , pujian , dan
sebagainya.
 Komunikasi horizontal yang terjadi di dalam ruang lingkup
organisasi atau perusahaan diantara orang - orang yang memiliki
kedudukan sejajar .
 Komunikasi diagonal yang terjadi di dalam ruang lingkup
organisasi atau perusahaan diantara orang - orang yang memiliki
kedudukan berbeda pada posisi tidak sejalur vertikal.
b. Komunikasi Eksternal
Komunikasi yang terjadi antara organisasi atau perusahaan dengan
pihak masyarakat yang ada diluar organisasi atau perusahaan tersebut.
Komunikasi eksternal dimaksudkan untuk memperoleh pengertian ,
kepercayaan , bantuan dan kerjasama dengan masyarakat.
Komunikasi dengan pihak luar bisa berbentuk :
 Eksposisi , pameran , promosi, dan sebagainya.
 Konperensi pers.
 Siaran televisi , radio dan sebagainya.
 Bakti sosial.
6. Komunikasi Bedasarkan Jumlah Yang Berkomunikasi
Komunikasi berdasarkan Jumlah yang berkomunikasi , dapat dibedakan
menjadi :
 Komunikasi Perseorangan , yaitu komunikasi yang terjadi dengan
cara perseorangan atau individu antara pribadi dengan pribadi
mengenai persoalan yang bersifat pribadi juga.
 Komunikasi Kelompok , yaitu komunikasi yang terjadi pada
kelompok mengenai persoalan - persoalan yang menyangkut
kepentingan kelompok. Perbedaanya dengan komunikasi
perseorangan yaitu komunikasi ini lebih terbuka dibandingkan
dengan komunikasi perseorangan.
7. Komunikasi Berdasarkan Peranan Individu
Dalam komunikasi ini , peranan individu sangat mempengaruhi
kesuksesan proses komunikasinya. Berikut beberapa macam komunikasi
berdasarkan peranan individu, diantaranya :
 Komunikasi antar individu dengan individu yang lain. Komunikasi
ini terjadi secara nonformal maupun informal , individu bertindak
sebagai komunikator mampu mempengaruhi individu yang lain.
 Komunikasi antar individu dengan lingkungan yang lebih
luas. Komunikasi ini terjadi karena individu yang dimaksud
memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengadakan hubungan
dengan lingkungan yang lebih luas.
 Komunikasi antar individu dengan dua kelompok atau lebih. Pada
komunikasi ini individu berperan sebagai perantara antara dua
kelompok atau lebih, sehingga dituntut kemampuan yang prima
untuk menjadi penyelaras yang harmonis.
8. Komunikasi Berdasarkan Jaringan Kerja
Didalam suatu organisasi atau perusahaan , komunikasi akan terlaksana
berdasarkan sistem yang ditetapkan dalam jaringan kerja.Komunikasi
berdasarkan jaringan kerja ini dapat dibedakan menjadi :
 Komunikasi jaringan kerja rantai , yaitu komunikasi terjadi
menurut saluran hirarki organisasi dengan jaringan komando
sehingga mengikuti pola komunikasi formal.
 Komunikasi jaringan kerja lingkaran , yaitu komunikasi terjadi
melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti pola lingkaran.
 Komunikasi jaringan bintang , yaitu komunikasi terjadi melalui
satu sentral dan saluran yang dilewati lebih pendek.
9. Komunikasi Berdasarkan Ajaran Informasi
Komunikasi berdasarkan Ajaran Informasi dapat dibedakan menjadi :
 Komunikasi satu arah , yaitu komunikasi yang berjalan satu pihak
saja (one way Communication).
 Komunikasi dua arah , yaitu komunikasi yang bersifat timbal balik
(two ways communication).
 Komunikasi ke atas , yaitu komunikasi yang terjadi dari bawahan
terhadap atasan.
 Komunikasi ke bawah , yaitu komunikasi yang terjadi dari atasan
terhadap bawahan.
 Komunikasi kesamping , yaitu komunikasi yang terjadi diantara
orang yang mempunyai kedudukan sejajar.
D. Hambatan-hambatan Komunikasi Efektif
Hambatan komunikasi Di dalam komunikasi selalu ada hambatan yang dapat
mengganggu kelancaran jalannya proses komunikasi . Sehingga informasi
dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan
jelas oleh penerima pesan atau receiver. Menurut Ron Ludlow & Fergus
Panton, ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif
yaitu adalah:
1. Status effect
Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap
manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus
tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan
tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau
pendapatnya.
2. Semantic Problems
Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator
sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada
komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus
benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab kesalahan
pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah
pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang
pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscommunication).
Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti
contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi
keledai dan lain-lain.
3. Perceptual distorsion
Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan
yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara
mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi
terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu
dengan yang lainnya.
4. Cultural Differences
Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan ,
agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa
suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang
memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “jangan” dalam
bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan
kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup.
5. Physical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses
berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau
kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.
6. Poor choice of communication channels
Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam
melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya
sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan
muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang
buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti
dengan jelas.
7. No Feed back
Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada
receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang
terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang
manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para
karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak
memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan
gagasan seorang manajer.
E. Unsur-unsur Komunikasi
Untuk dapat berkomunikasi secara efektif kita perlu memahami unsur-unsur
komunikasi, antara lain:
1. Komunikator.
Pengirim (sender) yang mengirim pesan kepada komunikan dengan
menggunakan media tertentu. Unsur yang sangat berpengaruh dalam
komunikasi, karena merupakan awal (sumber) terjadinya suatu
komunikasi.
2. Komunikan
Penerima (receiver) yang menerima pesan dari komunikator, kemudian
memahami, menerjemahkan dan akhirnya memberi respon.
3. Media
Saluran (channel) yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai
sarana berkomunikasi. Berupa bahasa verbal maupun non verbal,
wujudnya berupa ucapan, tulisan, gambar, bahasa tubuh, bahasa mesin,
sandi dan lain sebagainya
4. Pesan.
Isi komunikasi berupa pesan (message) yang disampaikan oleh
Komunikator kepada Komunikan. Kejelasan pengiriman dan penerimaan
pesan sangat berpengaruh terhadap kesinambungan komunikasi
5. Tanggapan.
Merupakan dampak (effect) komunikasi sebagai respon atas penerimaan
pesan. Diimplentasikan dalam bentuk umpan balik (feed back) atau
tindakan sesuai dengan pesan yang diterima.
F. Tujuan Komunikasi Efektif
 Tujuan dari Komunikasi Efektif sebenarnya adalah memberi kan
kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi
informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh
pemberi informsi lebih jelas dan lengkap, serta dapat dimengerti dan
dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau komunikan.
 Agar pengiriman informasi dan umpan balik atau feed back dapat
seimbang sehingga tidak terjadi monoton. Selain itu komunikasi efektif
dapat melatih penggunaan bahasa nonverbal secara baik.
Dengan berkomunikasi, kita dapat menjalin hubungan, saling pengertian
dengan orang lain karena komunikasi memiliki beberapa fungsi yang sangat
penting, di antaranya adalah:
1. Fungsi informasi.
Untuk memberitahukan sesuatu (pesan) kepada pihak tertentu, dengan
maksud agar komunikan dapat memahaminya.
2. Fungsi ekspresi.
Sebagai wujud ungkapan perasaan / pikiran komunikator atas apa yang dia
pahami terhadap sesuatu hal atau permasalahan.
3. Fungsi kontrol.
Menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, dengan memberi
pesan berupa perintah, peringatan, penilaian dan lain sebagainya.
4. Fungsi sosial.
Untuk keperluan rekreatif dan keakraban hubungan di antara komunikator
dan komunikan.
5. Fungsi ekonomi.
Untuk keperluan transaksi usaha (bisnis) yang berkaitan dengan finansial,
barang dan jasa.
Sumber :
http://reframepositive.com/pengertian-komunikasi-efektif/
https://setitikmendunia.wordpress.com/artikel-komunikasi/komunikasi-efektif/
http://www.ilmusahid.com/2015/09/pengertian-komunikasi-
tujuankomunikasi.html
https://silabus.org/komunikasi-efektif/