Anda di halaman 1dari 16

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :


PROSEDUR TETAP TANGGAL TERBIT DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR

dr. H. HASMUDIN, Sp.B


NIP: 19650510 199703 1008
1. Pemeriksaan Darah Rutin
DEFENISI Pemeriksaan darah rutin adalah tes yang dilakukan permintaan dokter untuk
mengetahui adanya kelainan pada komponen darah dengan menggunakan Alat
hematologi analyzer
METODE Impedance
PRINSIP
Sampel/specimen Darah EDTA non Hemolisa
Cara kerja PRA ANALITIK
Persiapan Pasien: tidak ada persiapan khusus

Persiapan Sampel:
1. Sampel darah EDTA sebaiknya dilakukan selambatnya 2 jam
2. Sampel dapat disimpan sampai 24 jam di kulkas dengan suhu 4°C
3. Anamnesa perludengan diperhatikan riwayat perdarahan, obat yang di
minum dan transfusi darah
Prinsip tes:
- Tes hemoglobin:
Metode :sianmethemoglobin
Prinsip: hemoglobin yang dilepaskan akibat lisis eritrosit akan bereaksi dengan
kalium sianida membentuk campuran sianmethoglobin kromogenik yang
kemudian diukur dengan spektrofotometer.
- Tes RBC
Metode: Impedans
Prinsip: Sampel yang akan diencerkan dengan larutan elektrolit dialirkan
melalui micro-apertura yang telah dikalibrasi. Dua elektroda yang diletakkan
di masing-masing sisi apertura di aliri oleh aliran listrik secara kontinyu. Pada
saat melewati apertura, tahanan listrik diantara dua elektroda akan
meningkat sesuai volume sel.
- MCV dan MCH
Prinsip: dihitung langsung pada histogram RBC
- RDW
Prinsip: dihitung langsung dari histogram RBC
- Hematokrit
Prinsip: dihitung berdasarkan perbandingan persentase volume eritrosit/
volume darah.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU

PROSEDUR TETAP NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :


Alat dan bahan:
Alat:
1. Tabung reaksi dan rak
2. Alat automatik mythic, orphee
Bahan:
1. Sampel darah EDTA
2. Reagen
Mythic Diluent digunakan pada proses perhitungan sel darah merah dan
dihitung jenis sel.

Mythic Lytic digunakan untuk melisiskan sel-sel darah dan menentukan


Konsentrasi Hb
Mythic cleaner digunakan sebagai bahan pembersih

ANALITIK
Cara kerja:
1. Pastikan reagent sudah terpasang dengan baik (diluent, lyse, cleaner) dan
waste
2. Pastikan power supply sudah terhubung dengan baik
3. Tekan tombol power (on/off)
4. Masukkan nama operator pada kolom log in dengan menekan kolom “A..Z”
5. Masukkan password (123 atau kosongkan) lalu tekan VALID
6. Tekan START UP, lampu akan menyala berwarna merah (alat melakukan
cleaning dan check background) tunggu sampai lampu berwarna hijau kembali
7. Tekan RUN SAMPLE, needle akan kluar secara otomatis
8. Masukkan ID, PID, SID bila perlu
9. Masukkan sample pada needle sambil menekan tombol (start cycle). Tunggu
sampai lampu berhenti kerkedip dan needle naik
10. Alat akan melakukan analisa sampel (lampu menyala merah)
11. Hasil akan keluar pada layar dan akan tercetak pada printer secara otomatis

Nilai Normal WBC 4,0 – 10,0 10³/mm³


RBC 4,00 – 6.00 10³/mm³
Hb 12.0 – 16.0 g/dl
Hm 37.0 – 48.0 %
MCV 80 – 97 µm³
MCH 26.5 – 33.5 pg
MCHC 31.5 – 35.0 g/dl
RDW 10.0 – 15.0 %
PLT 150 – 400 10³/mm³
MPV 6.5 – 11.0 µm³
PCT 0.150 – 0.500 %
PDW 10.0 – 18.0 %
Lymfosit % 20.0 – 40.0
Monosit % 2.0 – 8.0
Netrofil % 52.0 -75.0
Eosinofil % 0.0 – 3.0
Basofil % 0.0 – 1.0
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU

PROSEDUR TETAP NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :

PEMERIKSAAN HEMATOLOGI METODE MANUAL

1.PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN
Tujuan Mengukur kadar hemoglobin

Prinsip Hemoglobin di ubah menjadi hematin asam, warna yang terjadi dibandingkan
secara visual dengan standard dalam alat itu.

Alat Hemometer set

Reagen Larutan HCl 0,1 N

Bahan
pemeriksaan a. Darah vena yang sudah diberi antikoagulan
b. Darah kapiler

a. Masukkan hcl 0,1 n sebanyak 2 mm kedalam tabung pengencer hemometer


b. Isaplah darah (kapiler,EDTA atau oxalat) dengan pipet hemoglobin sampai tanda
20 ul.
c. Hapuslah darah yang melekat pada sebelah luar ujung pipet.
d. Catatlah waktunya dan segerahlah alirkan darah dari pipet kedalam dasar tabung
pengencer yang berisi HCL itu. Hati-hati jangan sampai terjadi gelembung udara.
e. Angkatlah pipet itu sedikit, lalu isap asam HCL yang jernih itu kedalam pipet 2
atau 3 kali untuk membersikan darah yang masi tinggal dalam pipet.
Cara kerja
f. Campurlah isi tabung itu supaya darah dan asam bersenyawa; warna campuran
menjadi coklat tua.
g. Tambahkan air setetes demi setetes, tiap kali di aduk dengan batang pengaduk
yang tersedia. Persamaan warna campuran dan batng standard harus di capai
dalam waktu 3-5 menit setelah saat darah dan HCL di campur. Pada usaha
mempersamakan warna hendaknya tabung di putar demikian garid baggi tidak
terlihat,
h. Bacalah kadar hemoglobin dengan gram/100 ml darah.

Pelaporan
Kadar Hb = gram %

Nilai normal
Laki-laki dewasa : 12,0 – 16,0 g %
Wanita dewasa : 12,0 – 14,0 g %
Wanita hamil : 11,0 – 14,0 g %
Anak-anak (3-6 th) : 12,0 – 14,0 g %
Bayi : 13,5, - 19,5 g %
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU


PROSEDUR TETAP NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :
2.Hitung Leukosit
Tujuan Menghitung jumlah leukosit dalam darah

Prinsip Darah diencerkan dulu, lalu dihitung jumlah leukosit dalam volume pengeceran
tertentu. Dengan mengalikan terhadap faktor penghitung diperoleh jumlah leukosit
dalam satuan volume darah.
Alat a. Pipet 20 ul dapat berupa pipet sahli atau pipet semi otomatis
b. Kamar hitung improved neubauer yang dilengkapi dengan kaca penutup khusus
c. Pipet pasteur
d. Mikroskop dengan lensa obyektif 10 x
e. Conter tally (bila ada)
Cara kerja a. Pipetlah 0,38 ml larutan turk dengan pipet berskala. Masukan dalam sebuah wadah kecil
dari kaca/plastik
b. Hisaplah darah yang akan diperiksa dengan pipet sahli sampai tepat pada garis 20 ul
c. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada bagian luar pipet dengan kertas
saring/tissue secara tepat
d. Masukan ujung pipet tersebut kedalam wadah yang berisi larutan turk. Bilaslah pipet
tersebut dengan larutan turk sebanyak 3 kali. Kemudian wadah ditutup dengan karet
penutup/kertas parafilm dan kocok dengan membolak-balik wadah minimal 2 menit.
e. Ambil kamar hitung yang bersih, kering dan letakan dengan kaca penutup terpasang
mendatar diatasnya
f. Dengan pipet pasteur teteskan 3-4 tetes larutan dengan cara menyentuhkan ujung pipet
pada pinggir kaca penutup. Biarkan kamar hitung terisi secara perlahan-lahan dengan
sendirinya.
g. Meja mikroskop harus dalam posisi horizontal. Turunkan lensa atau kecilkan diapgragma.
Aturlah fokus terlebih dahulu dengan memakai lensa obyektif 10 x sampai garis bagi
dalam bidang besar tampak jelas.
h. Hitung semua leukosit yang terdapat dalam 4 bidang besar pada sudut-sudut seluruh
permukaan (1, 3, 7 dan 9)
i. Mulailah menghitung dari sudut kiri atas terus kekanan, kemudian turun kebawah, dari
kanan ke keri, lalu turun lagi kebawah dan mulai lagi dari kiri kekanan dan seterusnya.
Cara seperti ini berlaku untuk keempat bidang besar.
j. Sel-sel yang letaknya menyinggung garis batas sebelah atas dan kiri harus dihitung.
Sebaliknya sel-sel yang menyinggung garis batas sebelah bawah dan kanan tidak dihitung

Pengenceran darah dalam pipet = 20 x, sedangkan luas tiap bidang besar = 1 mm2 dan
Perhitungan tinggi kamar hitung = 1/10 mm.
Leukosit dihitung dalam 4 bidang besar sehingga jumlah luasnya = 4 x 1 mm2 = 4 mm2.
Jumlah leukosit/ul darah = jumlah leukosit yang dihitung x faktor perhitungan.
20
Faktor perhitungan = 50
4𝑥1𝑥0,1
Jadi Jumlah leukosit per ul darah = jumlah leukosit yang dihitung dalam 4 bidang x 50.

Pelaporan Jumlah leukosit = ....... /mm3

Nilai normal
4.000 – 11.000/mm3 darah
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU


PROSEDUR TETAP NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :
3.Pemeriksaan Hitung Eritrosit
Tujuan Menghitung jumlah eritrosit dalam darah

Prinsip Darah diencerkan, kemudian dihitung jumlah eritrosit yang ada dalam volume
pengenceran tertentu. Dengan mengkalikan terhadap faktor perhitungan
diperoleh jumlah eritrosit dalam satuan volume darah.
Alat
a. Pipet 20 ul dapat berupa pipet sahli atau pipet semi otomatis
b. Kamar hitung improved neubauer yang dilengkapi dengan kaca penutup khusus
c. Pipet pasteur
d. Mikroskop dengan lensa objektif 10 x, 40 x
e. Counter tally ( bila ada)
Reagen Larutan hayem :
Natrium sulfat (berair kristal) 5 g
Natrium khlorida 1 g
Merkuri khlorida 0,5 g
Akuades ad 200 ml
Saringlah larutan-larutan sebelum memakainya
Bahan
pemeriksaan a. Darah vena dengan antikoagulan
b. Darah kapiler
Cara kerja a. Hisaplah darah yang akan diperiksa dengan pipet sahli sampai tepat pada garis 20
ul.
b. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada bagian luar pipet dengan kertas
saring / tissue
c. Masukan ujung pipet tersebut kedalam wadah yang berisi larutan hayem.
Bilaslah pipet tersebut dengan larutan hayem sebanyak 3 x. Kemudian wadah
ditutup dengan karet penutup kertas para film dan kocok dengan membolak-
balik wadah minimal 2 menit.
d. Ambil kamar hitung yang bersih, kering dan letakan dengan kaca penutup
terpasang mendatar diatasnya.
e. Dengan pipet pasteur teteskan 3-4 tetes larutan dengan cara menyentuhkan
ujung pipet pada pinggir kaca penutup. Biarkan kamar hitung tersisi secara
perlahan-lahan dengan sendirinya.
f. Meja mikroskop harus dalam posisi horizontal. Turunkan lensa atau kecilkan
diaphragma. Aturlah fokus terlebih dahulu dengan memakai obyektif 10 x
kemudian ganti dengan lensa obyektif 40 x sampai garis bagian dalam bidang
kecil dibagian tengah tampak jelas.
g. Hitunglah semua eritrosit yang terdapat dalam bidang kecil (bidang A,B,C,D dan
E) yang terbagi lagi dalam 16 bidang kecil-kecil.
h. Mulailah menghitung dari sudut kiri atas, terus kekanan kemudian turun
kebawah, dari kanan kekiri, lalu turun kebawah dan mulai lagi dari kiri kekanan
dan seterusnya. Cara seperti ini berlaku untuk kelima bidang kecil
i. Sel-sel yang letaknya menyinggung garis batas sebelah atas dan kiri harus
dihitung. Sebaliknya sel-sel yang menyinggung garis batas sebelah bawah dan
kanan tidak dihitung
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU


PROSEDUR TETAP NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :
Pengencerah darah dalam pipet eritrosit = 200 x sedangkan luas tiap bidang kecil
Pelaporan = 1/400 mm2 dan tinggi kamar hitung = 1/10 mm.
Eritrosit dihitung dalam 5 x 16 bidang kecil-kecil sehingga jumlah luasnya = 80 x
1/400 mm2 = 1/5 mm2.
Faktor perkalian = 5 x 10 x 200 = 10.000
Jadi jumlah eritrosit = N x 10.000/mm3 darah
N = jumlah eritrosit yang dihitung dalam 5 bidang.

Pelaporan Jumlah eritrosit = /mm3

Nilai normal Pria : 4,5 – 5,5 juta/mm3 darah


Wanita : 4 – 5 juta /mm3 darah

Kesalahan yang
dapat terjadi Sama seperti kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada waktu menghitung
jumlah leukosit.

4.Hitung trombosit
Tujuan Menghitung jumlah trombosit dalam darah

Prinsip Darah diencerkan, lalu dihitung jumlah trombosit dalam volume pengeceran
tertentu.
Dengan mengalikan terhadap faktor perhitungan diperoleh jumlah trombosit
dalam satuan volume darah.

Alat a. Pipet 20 ul dapat berupa pipet sahli atau pipet semi otomatis
b. Kamar hitung improve neubauer yang dilengkapi dengan kaca penutup khusus
c. Pipet pasteur
d. Mikroskop dengan lensa objektif 40 x dan okuler 10 x
e. Counter tally (bila ada)
f. Cawan petri
g. Pipet mikro 500 ul

Reagen Larutan pengencer : larutan amonium oksalat 1 %


Amonium oksalat 10 g
Akuades 1000 ml
Kocok dan karus disaring melalui filter 0,22 dan disimpan pada suhu 40C.

Bahan
pemeriksaan a. Darah vena dengan antikoagulan
b. Darah kapiler
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU


PROSEDUR TETAP NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :
Cara kerja
a. Pipetlah 0,38 ml reagen pengencer dengan pipet mikro. Masukan dalam wadah
kecil dari kaca/plastik.
b. Isaplah darah yang diperiksa dengan pipet sahli sampai tepat pada garis 20 ul
c. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada bagian luar pipet dengan kertas
saring/tissu
d. Masukan ujung pipet tersebut kedalam wadah yang berisi larutan amonium
oksalat. Bilaslah pipet tersebut dengan larutan pengencer sebanyak 3 x
e. Ambil kamar hitung yang bersih, kering dan letakan dengan kaca penutup
terpasang mendatar diatasnya
f. Dengan pipet pasteur teteskan 3-4 tetes larutan dengan cara menyentuhkan
ujung pipet pada pinggir kaca penutup. Biarkan kamar hitung terisi secara
perlahan-lahan dengan sendirinya.
g. Letakan kamar hitung yang sudah terisi tersebut dalam cawan petri yang
didalamnya ada kertas saring basah dan biarkan tertutup selama 10-30 menit
supaya trombosit mengendapt.
- Pakailah lensa obyektif 40 x dan okuler 10 x
h. Turunkan lensa kondensor dan meja mikroskop harus dalam Periksa dalam
mikroskop.
- posisi horizontal
i. Hitung semua trombosit yang terdapat pada area seluas 1 mm2 (bidang A) yang
terdapat ditengah-tengah kamar hitung improve neubauer.

Perhitungan Pengenceran darah ialah 20 x


Volume yang dihitung : 1 mm2 x 0,1 mm = 0,1 mm3
𝑁
Jumlah trombosit /ul darah = 0,1 𝑥20
= N x 200
N = jumlah trombosit yang dihitung pada 1 bidang

Pelaporan Jumlah trombosit : ............ /mm3

Nilai normal 150.0 – 400.000/mm3 darah

5.Apusan Darah Tepi


PRA ANALITIK
Persiapan Pasien: tidak ada persiapan khusus

Persiapan Sampel:
- Darah segar akan memberikan morfologi dan hasil pewarnaan yang optimal
pada sediaan apusan
- Darah EDTA ( Etilen Diamin Tetra Asetat) dapat dipakai karena tidak
berpengaruh terhadap morfologi eritrosit dan leukosit serta mencegah
trombosit bergumpal. Tes sebaiknya dilakukan dalam waktu kurang dari 2
jam. Tiap 1 mg EDTA digunakan untuk 1 ml darah vena.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU


PROSEDUR TETAP NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :
Prinsip tes:
Prinsip sediaan apus: Dibuat apusan darah pada kaca objek.
Prinsip pewawarnaan didasarkan pada sifat kimiawi dalam sel yang sifatnya
alkalis. Demikian pula sebaliknya. Pewarnaan sediaan apus menggunakan prinsip
Romanowsky yaitu menggunakan dua zat warna yang berbeda yang terdiri dari
Azure B ( trimethylthionin) yang bersifat basa dan Eosin Y
(tetrabromofluorescein) yang bersifat asam seperti yang dianjurkan oleh the
International Council for Standardization in Haematology, dan pewarnaan yang
terdiri dari Azure B ( trimethylthionin) yang bersifat basa dan Eosin Y
(tetrabromofluorescein) yang bersifat asam seperti yang dianjurkan oleh the
International Council for Standardization in Haematology, dan pewarnaan yang
dianjurkan adalah Wright-Giemsa dan May Grunwald-Giemsa (MGG).

Alat dan bahan:


Alat : Kaca objek yang dipakai harus bersih dan kering.
Bahan :
1. Larutan MGG (May Grunwald) yang telah siap pakai (Merk), komposisinya:
eosin, metilen biru
2. Larutan Giemza yang telah siap pakai (Merk), komposisinya: azur, eosin,
metilen biru.
3. Larutan buffer, pH 6,4 yang terbuat dari: 26,5 cc Na2HPO2 2H2O +KH2PO4
sampai 100 cc.
4. Rak pewarnaan
5. Pipet tetes
6. Pengatur waktu
ANALITIK
Cara kerja:
Teteskan 1 tetes darah dengan diameter mm diatas kaca sediaan ± 2 cm dari tepi.
Letakkan kaca tersebut di atas meja dengan tetesan darah di sebelah kanan.
1. Dengan tangan kanan letakkan kaca perata isebelah kiri tetesan darah
2. Gerakkan kaca perata ke kanan hingga menyentuh tetesan darah
3. Biarkan darah menempel dan menyebar rata di pinggir kaca perata
4. Segera geserkan kaca tersebut ke kiri dengan sudut 30 - 45° jangan menekan
kaca perata tersebut ke bawah
5. Biarkan sediaan tersebut kering di udara lalu tuliskan tanggal pembuatan
sediaan dan nama pasien dengan pensil kaca.
Pewarnaan sediaan apus:
1. Letakkan sediaan apus yang telah di fiksasi di atas rak pewarnaan
2. Genangi sediaan apus dengan zat warna MGG yang telah siap pakai lalu
biarkan 2 menit
3. Tambahkan larutan buffer pH 6,4 sama banyak dengan larutan MGG yang
telah diberikan sebelumnya. Tiup agar larutan dapat tercampur rata dengan
zat warna. Biarkan selama 2 menit
4. Sisa air di buang
5. Genangi dengan larutan Giemsa 5% yang terbuat dari larutan buffer pH 6,4
6. Letakkan sediaan dan biarkan mengering sendiri.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU


PROSEDUR TETAP NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :
6.Hitung Jenis Leukosit
Tujuan Menghitung jumlah tiap-tiap jenis leukosit dalam darah.

Prinsip
Terdapat perbedaan morfologi leukosit dan daya serap masing-masing jenis
leukosit terhadap zat warna
Alat
a. Mikroskop
b. Kaca objek yang kering, bebas debu dan lemak
c. Differential counter
d. Pengatur waktu (timer)
e. Rak pengecetan
f. Rak pengering
g. Minyak imersi
h. Kaca penggeser
i. Pinsil kaca

Reagen a. Larutan GIEMSA(1 gram giemsa stok+54 ml gliserol+85 metanol absolute,di gerus
sampai larut kemudian di saring)
Zat warna wright 1 g, gerus
Metanol absolut 600 ml, tambahkan sedikit demi sedikit sampai larut.
Tutup rapat, dan simpan ditempat gelap selama 2-3 minggu.
Saring sebelum dipakai
b. Larutan penyangga dengan pH 6,4
- Na2HPO4 2,56 g
- KH2PO4 6,63 g
- Akuades sampai volumenya 11

Bahan
pemeriksaan a. Darah vena dengan antikoagulan
b. Darah kapiler
c.
Cara kerja a. Pembuatan sediaan apus darah
- Teteskan satu tetes darah diatas kaca objek ± 2 cm dari tepi. Letakan kaca
tersebut diatas meja dengan darah disebelah kanan.
- Dengan tangan kanan letakan kaca penggeser disebelah kiri tetesan darah
- Gerakan kekanan hingga menyentuh tetesan tersebut
- Biarkan darah menempel dan menyebar rata dipinggir kaca penggeser
- Segera geserkan kaca tersebut kkekiri dengan sudut 300 – 450. Jangan menekan
kaca penggeser tersebut ke bawah.
- Biarkan sediaan tersebut kering diudara, lalu tulislah nama pasien, tanggal, pada
bagian tabel dari sediaan dengan pinsil kaca.
Ciri-ciri sediaan apus yang baik :
- Panjang apusan ± ½ - 2/3 panjang kaca.
- Apusan makin ke ujung makin tipis
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU


PROSEDUR TETAP NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :
b. Pewarnaan sediaan apus
- Letakan sediaan yang akan diwarnai pada rak pewarna dengan lapisan darah
diatas. Kemudian teteskan kurang lebih 20 tetets larutan wright sampai seluruh
sediaan tertutup dan biarkan selama 2 menit
- Tanpa membuang larutan wright, teteskan sama banykanya larutan penyangga
ke atas sediaan dan biarkan 5 menit, sambil ditiup sekali-sekali agar merata.
- Tanpa membuang larutan pewarna dan penyangga, siramlah sediaan itu dengan
akuades sampai bersih.
Tarulah sediaan dalam sikap lurus pada rak pengering. Biarkan kering pada suhu
kamar.
Basofil : 0 – 1%
Pelaporan Eosinofil : 1 – 3%
Batang : 2 – 6%
Segmen : 50 – 70%
Limfosit : 20 – 40%
Monosit : 2 – 8%

7.LAJU ENDAP DARAH


Tujuan Untuk mengetahui kecepatan pengendapan sel-sel darah dalam waktu 1 jam

Prinsip Daerah vena yang sudah diberi antikoagulan bila didiamkan dalam waktu 1 jam,
maka sel-sel darah akan mengendap.
Alat
a. Tabung
- Panjang 300 mm
- Garis tengah bagian dalam 2,5 mm
- Skala dari 0 – 200 mm
- Kedua ujung tabung terbuka
b. Rak tabung westergren
- Untuk menempatkan tabung dalam keadaan vertikal
- Bagian bawah terdapat karet untuk menutup tabung
- Dibagian atas terdapat pegas untuk menekan tabung kebawah
c. Karet pengisap
d. Pengatur waktu (timer)
e. Pipet ukur 2 ml
f. Wadah

Reagen Larutan natrium sitrat 3,8% (natrium sitrat anhidrat)

Bahan a. Daerah vena


pemeriksaan
Cara kerja a. Masukan 0,4 ml larutan natrium sitrat 3,8 % ke dalam wadah
b. 1,6 ml darah yang akan diperiksa dimasukan kedalam wadah yang berisi natrium
sitrat
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU


PROSEDUR TETAP NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :
c. campur baik-baik larutan ini dengan gerakan melingkar secara perlahan-lahan
d. Isap campuran darah tersebut kedalam pipet westergren dengan bantuan
karet penghisap sampai garis bertanda 0 mm.
e. Letakan pipet westergren tegak lurus pada rak tabung westergren selama 1
jam (pasang pencatat waktu). Tepat 1 jam pertama, baca tingginya lapisan
plasma dari 0 sampai batas plasma dengan endapan darah.
Pelaporan Laju endapan darah : .....mm/jam

Nilai normal Laki-laki : 0 – 10mm/jam


Wanita : 0 – 20mm/jam

8.HEMATOKRIT

Tujuan Mengukur konsentrasi sel darah merah dalam darah

Prinsip Bila darah disentrifus akan terjadi pemadatan dari sel-sel darah merah.
Ketebalan/tinggi kolom sel darah diukur dan dinyatakan sebagai presentase
terhadap seluruh darah.

Alat a. Sentrifus mikro hematokrit


b. Tabung kapiler yang didalamnya dilapisi dengan heparin
c. Skala hematokrit

Bahan a. Darah vena yang sudah diberi antikoagulan


pemeriksaan b. Darah kapiler

Cara kerja a. Isi tabung kapiler dengan darah EDTA hingga mencapai ¾ bagian dari tabung
(untuk darah kapiler digunakan tabung kapiler yang berlapis heparin).
b. Tutup ujung tabung tempat masuk darah dengan bahan penutup khusus
(cristoseal)
c. Letakan tabung kapiler ke dalam sentrifus mikrohematokrit dengan ujung yang
tertutup disebelah luar.
d. Pusingkan dengan kecepatan 16.000 rpm selama 3 -5 menit
e. Setelah diangkat terlihat adanya 3 lapisan yang terdiri dari lapisan sel darah
merah, buffy coat dan lapisan plasma

Cara kerja f. Isi tabung kapiler dengan darah EDTA hingga mencapai ¾ bagian dari tabung
(untuk darah kapiler digunakan tabung kapiler yang berlapis heparin).
g. Tutup ujung tabung tempat masuk darah dengan bahan penutup khusus
(cristoseal)
h. Letakan tabung kapiler ke dalam sentrifus mikrohematokrit dengan ujung yang
tertutup disebelah luar.
i. Pusingkan dengan kecepatan 16.000 rpm selama 3 -5 menit
j. Setelah diangkat terlihat adanya 3 lapisan yang terdiri dari lapisan sel darah
merah, buffy coat dan lapisan plasma
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU


PROSEDUR TETAP NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :
Perhitungan Baca nilai hematokrit (tinggi lapisan kolom sel-sel darah merah) dengan
menggunakan skala hematokrit.

Pelaporan Hematokrit : .......%

Nilai normal
Laki-laki : 40-5 %
Wanita : 37-45%
Bayi : 44-64%

Kesalahan yang a. Meletakan ujung kapiler hematokrit yang tidak tertutup disebelah dalam
dapat terjadi sentrifus
b. Adanya gelembung udara
c. Adanya bekuan darah

Catatan a. Jika tidak ada cristoseal, ujung kapiler dapat ditutup dengan cara membakar
diatas nyala api
b. Kalau skala hematokrit tidak ada, perhitungan dapat dilakukan dengan cara
mengukur tinggi kolom darah merah dibagi dengan tinggi seluruh kolom darah
dikalikan 100%

9.MASA PENDARAHAN (BT/BLEEDING TIME)


Tujuan Menilai faktor-faktor hemostatis yang letaknya ekstravaskuler

Prinsip Mencatat lamanya perdarahan pada luka yang mengenai kapiler

Alat a. Sfigmomanometer
b. Lanset
c. Pencatat waktu (stop watch)
d. Kertas saring
e. Kapas alkohol

Cara kerja Cara Ivy


a. Bersihkan bagian voler lengan bawah dengan alkohol 70% dan biarkan mengering
b. Kenakan ikatan sfigmomanometer pada lengan atas dan pompa sampai tekanan
40 mm Hg. Selama percobaan berlangsung tekanan harus tetap setinggi itu
c. Tegangkan kulit lengan bawah dengan sebelah tangan dan tusuk dengan lanset
darah pada 1 tempat kira-kira 3 jari dibawah lipat siku sampai 3 mm dalamnya
d. Jika terlihat darah mulai keluar, jalankan pencatat waktu
e. Isap tetes darah yang keluar itu tiap 30 detik memakai sepotong kertas saring,
jagalah jangan sampai menekan kulit pada waktu mengisap darah
f. Hentikan pencatat waktu pada waktu perdarahan berhenti

Cara Duke
a. Bersihkan cuping telinga dengan kapas alkohol 70 % dan biarkan mengering
b. Tusuk dengan lanset pada bagian bawah cuping telinga
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU


PROSEDUR TETAP NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :
c. Bersamaan dengan keluarnya darah jalankan pencatat waktu
d. Isap darah yang keluar tiap 30 detik memakai sepotong kertas saring jagalah
jangan sampai menekan kulit pada waktu mengisap darah
e. Hentikan pencatat waktu pada waktu pendarahan berhenti

Perhitungan Masa pendarahan = jumlah bercak darah dalam kertas saring kali 30 detik.

Pelaporan Masa pendarahan = .......... menit

Nilai normal Cara Ivy : 1 – 7 menit


Cara Duke : 1 – 3 menit

Kesalahan yang Kertas sering menyentuh luka tusukan


dapat terjadi

Catatan a. Pada cara Ivy jika perdarahan berlangsung terus lebih dari 10 menit dan pada
cara Duke lebih dari 5 menit maka pemeriksaan tidak usah diteruskan dan
perdarahan dihentikan. Perdarahan dihentikan dengan menekan bekas tusukan
dalam kapas alkohol yang sudah diperas
b. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan teliti, ulangi tes ini 2 x atau 3 x dan
kemudian ambil harga rata-rata
c. Tusukan tidak boleh dilakukan tepat diatas vena
d. Tusukan tidak boleh terlalu dalam atau terlalu dangkal
e. Tekanan darah selama pemeriksaan (cara Ivy) harus tetap

10.PERCOBAAN PEMBENDUNGAN (RUMPLE LEED)


Tujuan Menguji ketahanan dinding kapiler darah

Prinsip Memeriksa dan menghitung petekia yang timbul akibat pembendungan vena

Alat Tensimeter

Cara kerja
a. Lakukan pembendungan pada lengan atas dengan memasang tensimeter dengan
tekanan antara nilai sistolik dan diastolik
b. Pertahankan tekanan ini selama 10 menit (jika percobaan ini dilakukan sebagai
lanjutan perdarahan cukup dipertahankan selama 5 menit)
c. Lepaskan bendungan dan tunggu sampai tanda-tanda statis darah lenyap
d. Periksa adanya petekia dikulit lengan bawah bagian voler, kira-kira 4 cm dari siku,
pada daerah dengan garis tengah 5 cm.

Perhitungan Hitung jumlah petekia pada lengan voler bagian bawah

Pelaporan
Negatif/positif
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU


PROSEDUR TETAP NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :
Catatan
a. Seandaninya didaerah tersebut tidak ada petekia tetapi jauh didistl ada, hasil
percobaan ini positif juga
b. Jika pada waktu dilakukan pemeriksaan masa perdarahan sudah terjadi petekia
berarti percobaan pembandungan sudah positif hasilnya dan tidak perlu
dilakukan tersendiri

Catatan
Tabung yang dipakai sebaiknya berlapis silikon

11.MASA PEMBEKUAN (CT/CLOTTING TIME)


Tujuan Mengukur aktivitas faktor-faktor pembekuan darah

Prinsip Mengukur waktu yang diperlukan darah untuk membeku, (modifikasi Lee and
White)

Alat a. Tabung reaksi ukuran 8 x 75 mm (4 buah)


b. Rak tabung
c. Pencatat waktu (stop watch)
d. Semprit (10 mm) dengan jarum suntik berukuran No. 20-21
e. Penangas air

Bahan Darah vena segar


pemeriksaan
Cara kerja a. 4 tabung reaksi diberi nomor 1,2,3 dan 4 letakan pada rak, masukan kedalam
penangas air 370C
b. Lakukan pungsi vena, pencatat waktu dijalankan bersamaan dengan terlihatnya
darah masuk kedalam semprit ± 5 ml. Isap darah ± 4 ml
c. Isi ke 4 tabung berurutan dengan 1 ml darah perlahan-lahan melalui dinding
tabung
d. Tiap 30 detik tabung pertama diangkat dari rak, miringkan dan lihat apakah telah
terjadi bekuan
e. Setelah darah dalam tabung pertama membeku, lakukan hal yang sama pada
tabung kedua dan catat waktu terjadinya bekuan
f. Kerjakan hal yang sama pada tabung ketiga dan keempat, catat waktunya

Perhitungan Jumlah waktu yang dibutuhkan oleh darah sejak darah masuk dalam seprit
sampai terjadi bekuan pada tabung 2,3 dan 4 dibagi 3.
Perhitungan dilakukan dengan pembulatan sampai dengan 0,5 menit.
Contoh : 1,20 menjadi 1,5.

(𝑡2 − 𝑡0) + (𝑡3 − 𝑡0) + (𝑡4 − 𝑡0)


𝑡𝑠 =
3
Keterangan :
ts : masa pembekuan darah penderita
t0 : saat darah masuk semprit
: saat pencatat waktu mulai dijalankan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TES HEMATOLOGI

RSUD KOTA BAUBAU


PROSEDUR TETAP NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :
t2 : waktu yang dibutuhkan tabung 2 untuk membeku
t3 : waktu yang dibutuhkan tabung 3 untuk membeku
t4 : waktu yang dibutuhkan tabung 3 untuk membeku

Pelaporan Masa pembekuan : ............... menit

Nilai normal 5 – 15 menit

Kesalahan yang a. Diameter tabung tidak tepat


dapat terjadi b. Jumlah darah tidak tepat 1 ml
c. Terlambat menjalankan dan menghentikan pencatat waktu
d. Kesulitan pungsi vena
e. Penangas air tidak stabil pada 370C