Anda di halaman 1dari 3

Nama : Danang Yudhoprakosa

NIM : 16208241023

AKULTURASI YANG MENIMBULKAN PROGRES PADA MASYARAKAT

1. Pendahuluan

 Masyarakat dinamis merupakan masyarakat yang secara terbuka dapat menerima


unsur unsur luar/baru atau perubahan sosial dalam perkembangan kehidupan
sosialnya.

 Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok
manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu
kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke
dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan
kelompok itu sendiri.

 Perubahan sosial progres merupakan suatu perubahan sosial yang menuju ke arah
kemajuan, sehingga memberikan keuntungan bagi kehidupan sosial masyarakat.

Jadi sesuai judul topik pembahasaan di atas, dengan adanya akulturasi yang
terjadi di kehidupan masyarakat nantinya akan membawa dampak positif yang besar
sehingga menimbulkan suatu perubahan sosial dalam bentuk progress pada kehidupan
masyarakat.

Dengan kata lain perubahan yang terjadi membawa keuntungan bagi kehidupan
masyarakat. Masyarakat memperoleh kemudahan-kemudahan melalui perubahan-
perubahan yang terjadi. Dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya manusia akan
menghadapi hambatan dan tantangan.

Berikut merupakan pembahasan tentang akulturasi yang dapat menimbulkan


progess atau kemajuan pada masyarakat :
2. Pembahasan

 Ada salah satu contoh kebiasaan adat yeng di dalamnya terdapat akulturasi
budaya. Seperti halnya membagi rezeki pada saat hari raya. Ini merupakan hasil
dari proses akulturasi dengan budaya Tionghoa serta Islam. Memberikan dengan
ketulusan hati adalah bagian terpenting saat menjalankan kewajiban menjadi
manusia. Bahkan lebih indah lagi kalau segala kebajikan yang kalian lakukan di
hari raya. Menjalankan tradisi ini menjadi bagian dari melakukan kebajikan.
Tradisi ini bahkan diwariskan leluhur serta terus berlangsung karena memilikig
nilai-nilai moral bertujuan baik. Salah satu yang menjadi tradisi pada saat Lebaran
yaitu berbagi rezeki.

 Seni bangunan sebagai salah satu contoh akulurasi terlihat dari bangunan candi.
Ini sebagai wujud akulturasi antara budaya asli Indonesia dengan budaya Hindu-
Budha. Candi sendiri adalah bentuk perwujudan akulturasi yang terjadi diantara
Indonesia dengan India. Candi yang termasuk hasil bangunan pada zaman
megalitikum yaitu bangunan punden berundak. Bagian ini mendapat pengaruh
langsung dari budaya Hindu Budha. Contoh lainnya seperti yang bisa kita lihat
pada candi borobudur. Di candi ini memiliki berbagai macam barang yang
dikubur yang sering disebut dengan bekal kubur. Ini yang membuat candi tidak
hanya berfungsi sebagai makam saja tetapi juga sebagai rumah dewa. Sedangkan
pada candi Budha, malah dijadikan tempat pemujaan dewa, sehingga tidak akan
kalian temukan peti pripih maupun abu jenazah yang ditanam di sekitar candi atau
didalam bangunan stupa.

 Akulturasi juga terjadi pada seni musik yang bisa kalian lihat pada musik qasidah
atau gamelan saat upacara Gerebeg Maulud. Untuk seni tari kalian bisa
melihatnya pada tari Seudati, dimana tarian ini diiringi sholawat nabi. Lalu ada
kesenian Debus yang biasanya diawali dengan pembacaan Al Qur’an serta
berkembang pesat di Banten, Aceh, dan Minangkabau.
 Seni sastra yang ada Indonesia pada zaman Islam juga banyak terpengaruh sastra
Persia. Di Sumatra, contohnya mempunyai karya sastra berisikan pedoman-
pedoman hidup. Seperti cerita Amir Hamzah, Bayan Budiman serta 1001 Malam
yang terkenal itu. Hasil akulturasi pada seni sastra, diantara lain sebagai berikut.
Suluk merupakan kitab yang membentangkan serta menekankan pada ajaran
tasawuf, seperti Suluk Wujil, Suluk Sukarsa. Lalu ada Hikayat yang merupakan
saduran cerita wayang. Selanjutnya ada Babad, merupakan hikayat yang berisikan
sejarah. Seperti Babad Tanah Jawi yang berisikan sejarah Pulau Jawa. Dan
terakhir adanya Kitab-kitab lain yang berisikan ajaran moral serta tuntunan hidup,
misalkan Taj us Salatin.
 Yang terakhir mendapatkan akulturasi adalah peralatan hidup, peralatan hidup
sendiri terdiri dari rumah serta perabotan didalamnya. Dimana perabotan serta
bentuk rumah di Indonesia dihasilkan dari proses akulturasi Indonesia dengan
bangsa China. Yang mana kalian bisa menemukan berbagai macam porselen mulai
dari peralatan makan hingga guci.

3. Kesimpulan

Demikian itulah beberapa ulasan dari contoh-contoh akulturasi bentuk budaya


yang ada di Indonesia yang bisa kita ketahui bagaimana contoh-contohnya itu bisa terjadi
dalam kehidupan sehari-hari kita. Secara tidak langsung, proses –proes akulturasi tersebut
telah memberikan suatu progress yang besar dalam peradaban manusia. Tetapi kembali
lagi ke pola perilaku masyarakatnya sendiri. Apakah mereka dapat menyaring dan
mengambil hikmah sehingga dapat memaknai proses-proses akulturasi di atas dapat
memberikan dampak positif bagi mereka.

Daftar Pustaka :

https://materiips.com/contoh-akulturasi-budaya
http://saga-sigi.blogspot.co.id/2016/01/bentuk-bentuk-perubahan-sosial-beserta-Contohnya-di-
Kehidupan-Sehari-hari.html