Anda di halaman 1dari 3

SIFAT – SIFAT AQUIFER

Tolman (1937) dalam Wiwoho (1999:26) mengemukakan bahwa air tanah dangkal pada

aquifer dengan material yang belum termampatkan di daerah beriklim kering menunjukan

konsentrasi unsur-unsur kimia yang tinggi terutama musim kemarau. Hal ini disebabkan oleh

adanya gerakan kapiler air tanah dan tingkat evaporasi yang cukup besar. Besar kecilnya material

terlarut tergantung pada lamanya air kontak dengan batuan.Semakin lama air kontak dengan

batuan semakin tinggi unsur-unsur yang terlarut di dalamnya.

Disamping itu umur batuan juga mempengaruhi tingkat kegaraman air, sebab semakin

tua umur batuan, maka semakin tinggi pula kadar garam-garam yang terlarut di dalamnya.

Todd (1980) dalam Hartono (1999:7) menyatakan tidak semua formasi litologi dan kondisi

geomorfologi merupakan aquifer yang baik.

Berdasarkan pengamatan lapangan, aquifer dijumpai pada bentuk lahan sebagai berikut:

a.Lintasan air (water course),

materialnya terdiri dari aluvium yang mengendap di sepanjang alur sungai sebagai bentuk lahan

dataran banjir serta tanggul alam. Bahan aluvium itu biasanya berupa pasir dan karikil.

b.Lembah yang terkubur (burried valley) atau lembah yang ditinggalkan (abandoned valley),

tersusun oleh materi lepas-lepas yang berupa pasir halus sampai kasar.
c.Dataran (plain),

ialah bentuk lahan berstruktur datar dan tersusun atas bahan aluvium yang berasal dari berbagai

bahan induk sehingga merupakan aquifer yang baik.

d.Lembah antar pegunungan (intermontane valley),

yaitu lembah yang berada diantara dua pegunungan, materialnya berasal dari hasil erosi dan

gerak massa batuan dari pegunungan di sekitarnya.

e.Batu gamping (limestone),

air tanah terperangkap dalam retakan-retakan atau diaklas-diaklas. Porositas batu gamping ini

bersifat sekunder.

f. Batuan vulkanik,

terutama yang bersifat basal. Sewaktu aliran basal ini mengalir , ia mengeluarkan gas-gas.

Bekas-bekas gas keluar itulah yang merupakan lubang atau pori-pori dapat terisi air.

Macam-macam aquifer

a. Aquifer Bebas (Unconfined Aquifer)

Yaitu lapisan lolos air yang hanya sebagian terisi oleh air dan berada di atas lapisan

kedap air. Permukaan tanah pada aquifer ini disebut dengan water table (preatiklevel),

yaitu permukaan air yang mempunyai tekanan hidrostatik sama dengan atmosfer.
b. Aqifer Tertekan (Confined Aquifer)

Yaitu aquifer yang seluruh jumlahnya air yang dibatasi oleh lapisan kedap air, baik yang

di atas maupun di bawah, serta mempunyai tekanan jenuh lebih besar dari pada tekanan

atmosfer.

c. Aqifer Semi tertekan (Semi Confined Aquifer)

Yaitu aquifer yang seluruhnya jenuh air, dimana bagian atasnya dibatasi oleh lapisan

semi lolos air dibagian bawahnya merupakan lapisan kedap air.

d. Aquifer Semi Bebas (Semi Unconfined Aquifer)

Yaitu aquifer yang bagian bawahnya yang merupakan lapisan kedap air, sedangkan

bagian atasnya merupakan material berbutir halus, sehingga pada lapisan penutupnya

masih memungkinkan adanya gerakan air.

Dengan demikian aquifer ini merupakan peralihan antara aquifer bebas dengan aquifer

semi tertekan.