Anda di halaman 1dari 4

Dimensi intelektual dalam memahami kehidupan dunia

kehidupan dunia dan segala sesuatu yg berkaitan dengan rahasia-rahasianya adalah


bagian penting yang menyibukan fikiran sepanjang sejarah manusia, yaitu dari fase
awal mula peradaban manusia dimulai, manusia masih memberi perhatian yang
khusus terutama di jaman atau fase matrealisme yang dengannya nanti peradaban
manusia terbentuk.

Manusia sudah berusaha memecahkan masalah-masalah penting dari awal sejarahnya


dengan akal budi nya. Hingga akhirnya pesan ilahiah yang dikirim melalui utusan
tuhan pun datang sebagai petunjuk serta rahmat untuk seluruh manusia.

Manusia sudah berfifkir dari awal sejarahnya sampai hari ini untuk menemukan
jawaban dalam beberapa masalah-masalah pokok yang akan mengarahkan manusia
dalam pembentukan pemahaman yang khusus dalam memahami kehidupan. Dari
isu/masalah yang dihadapi manusia kemudian di pelajari, diteliti dan difikirkan secara
mendalam yaitu : gagasan tentang ketuhanan, sifat kosmik/alam semesta, hakikat
kematian, kebangkitan, sifat dzat manusia, posisi manusia dalam semesta, kebaikan
dan keburukan, hubungan individu dengan masyrakat.

Dari penjelasan diatas ada dua pemahaman yang mendasar : yang pertama
pemahaman kebenaran yang sumbernya dari Allah swt dengan media para Nabi dan
Rasul serta kitab samawi, yang kedua pemaham yang didapat dari pandangan2,
pendapat2 yang bermacam macam yang di dapatkan manusia dengan jalan berbagai
macam penelitian, seputar kehidupan dunia dan yang berkaitan dengan nya.

Akan kita jelaskan dua pemahaman di atas, dan akan kita mulai dari pemahaman
islam, yaitu bagaimana islam memahami kehidupan.1

Pemahaman Islam dalam kehidupan dunia

Pemaham islam mengenai kehidupan dunia meliputi 3 pokok masalah,


Yang pertama adalah, penggambaran/permisalan Allah swt tentang sifat kehidupan
dunia serta segala yang berlaku didalam nya dari kenikmatan syahwatiah, tipudaya,
penuh dengan hal hal yang menarik lagi menggoda, sesuai dengan firman Allah Swt
QS Al An’am ayat 32
َ‫َّار اآل ِخ َرة ُ َخي ٌْر ِللَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَال ت َ ْع ِقلُون‬ ٌ ‫َو َما ْال َحيَاة ُ الدُّ ْنيَا ِإال لَ ِع‬
ُ ‫ب َولَ ْه ٌو َولَلد‬
)٣٢(
32. dan Tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka2. dan sungguh
kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?

1
QS AlBaqarah ayat 38-39
2
Maksudnya: kesenangan-kesenangan duniawi itu hanya sebentar dan tidak kekal. janganlah orang
terperdaya dengan kesenangan-kesenangan dunia, serta lalai dari memperhatikan urusan akhirat.
Yang kedua adalah, pandangan Manusia terhadap kehidupan. Diantara nya adalah
manusia yang mengetahui hakikat kehidupan dunia dan rahasianya, manusia jenis ini
tidak mengejar dunia kecuali hanya sekedarnya saja, dan mengambil sesuatu dari
kehidupan dunia yang bisa membuatnya bahagia di kehidupan selanjutnya, yaitu
akhirat. Mereka sadar bahwa dunia hanya ujian bagi mereka.

ُ ُ‫يز ْالغَف‬
)٢( ‫ور‬ ُ ‫س ُن َع َمال َو ُه َو ْال َع ِز‬
َ ‫ت َو ْال َحيَاة َ ِليَ ْبلُ َو ُك ْم أَيُّ ُك ْم أ َ ْح‬
َ ‫الَّذِي َخلَقَ ْال َم ْو‬
( yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik
amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,)

Yang kedua adalah jenis manusia yang kurang memahami kehidupan, mereka jauh
dari Allah dan pesan-pesannya, melihat dunia hanya dengan syahwat dan nafsu
semata, mereka menjadikan dunia tujuan hidup mereka, padahal manusia itu sendiri
bagi Allah swt lebih mulia dari kehidupan dunia.

Allah swt menyeru manusia melalui ayat-ayat Al-Quran untuk menggunakan


kehidupan dunia adalah untuk kehidupan mereka di akhirat, tetapi sebagian manusia
enggan dan mereka memilih kehidupan dunia yang penuh dengan syahwat dan nafsu.

ِ ‫ظا ِه ًرا ِمنَ ْال َح َيا ِة الدُّ ْن َيا َو ُه ْم َع ِن‬


)٧( َ‫اآلخ َر ِة ُه ْم غَافِلُون‬ َ َ‫َي ْعلَ ُمون‬
7. mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang
(kehidupan) akhirat adalah lalai.

Pokok Masalah yang ketiga adalah, sebagian takdir/tujuan manusia dalam cara dia
melihat kehidupan dunia, maka ada manusia yang mampu memahami kehidupan
dunia serta dia berjalan dijalannya yang benar, dia hanya menggunakan dunia dan apa
yang ada didalamnya dari kenikmatan hanya sebagai alat untuk sampai pada tujuan,
inilah manusia yang menang di alam ujian atau kehidupan duniawi, dia menjadikan
tujuannya adalah akhirat. Mereka menggunakan akal budinya dengan baik maka
jadilah kehidupan dunia mereka hanya media untuk sampai pada kehidupan akhirat yg
penuh nikmat.

Dan sebagian yg lain nya adalah mereka (manusia) yang tersesat disebabkan jauh dari
petunjuk samawi, mereka tdk mampu menggunakan akal budi yang sudah diberikan
Allah kepada mereka dengan cara yg benar, mereka melihat dunia sebagai tujuan
bukan perantara.

Dan dari kenyataan ini semua kita bisa membuat beberapa pertanyaan penting untuk
mereka yang tersesat dari hakikat kehidupan, dan status mereka sebagai makhluk
dunyawi serta ukhrawi

 Apakah manusia yang bebas adalah mereka yang menggunakan dunia sebagai
jalan untuk merealisasikan tujuan mereka, atau sebaliknya dunia yang
menggunakan mereka sebagai budak dari kehidupan dunia
 Apakah manusia yang tersesat dan bodoh adalah mereka yang menguasai dunia
atau dunia yang menguasai hidup mereka
 Apakah manusia yang ‘alim/faham ialah mereka yang mengetahui hakikat
kehidupan dunia kemudian mengarahkannya untuk mengejawantahkan tujuan
mereka, atau mereka yang terperangkap dalam kenikmatan dunia yang hina dina
 Siapakah yang memuliakan logika manusia dan menjadikan logikanya sebagai
pengikut dari syahwatnya atau mereka yang mejadikan logika/akal budinya
sebagai media yang mengarahkan manusia kepada etika dan perilaku nya yang
baik

Sesungguhnya pertanyaan2 ini tidak membutuhkana kedalaman ilmu atau


kemempuan yang tinggi uttuk menjawabnya, jawabannya sudah sangat jelas
sebagaimana jelasnya pertanyaan2 diatas.

Dan bilamana sudah jelas dan terang benderang perbedaan antara pemburu
kenikmatan duniawi dan pengejar akhirat, pertanyaan besarnya adalah. Apa yang
harus dilakukan oleh seorang mukmin dalam rangka menyelaraskan akhlak, etika,
serta perilakunya di dunia agar tercapai pada ridho Allah swt, maka Allah Swt sudah
mengarahkan dan jelas sekali memberi sinyal dari beberapa firmanya bisa di lihat
pada ayat berikut ini

‫َّللاِ ذَ ِل ُك ْم َخي ٌْر لَ ُك ْم‬ َ ‫ا ْن ِف ُروا ِخفَافًا َوثِقَاال َو َجا ِهدُوا ِبأ َ ْم َوا ِل ُك ْم َوأ َ ْنفُ ِس ُك ْم فِي‬
َّ ‫سبِي ِل‬
)٤١( َ‫ِإ ْن ُك ْنت ُ ْم ت َ ْعلَ ُمون‬
41. Berangkatlah kamu baik dalam Keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu
dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu
mengetahui.

Selain ayat-ayat AlQuran di beberapa Hadits Rasul pun banyak yang mengisyaratkan
untuk manusia agar melalui jalan yang benar dan lurus, agar memahami kehidupan
sesuai dengan apa yg di perintahkan Allah swt, tidak memberikan perhatiannay terlalu
besar kepada dunia saja, tidak lebih dari kemampunnya.

‫ أخذ رسول هللا صلى هللا عليه وسلم‬: ‫عن ابن عمر رضي هللا عنهما قال‬
(‫ أو عابر سبيل‬، ‫ ( كن في الدنيا كأنك غريب‬: ‫ي فقال‬
ّ ‫بمنكب‬
Dari Ibn Umar r.a., katanya : "Rasulullah s.a.w. telah memegang bahuku dan bersabda :
('Anggaplah dirimu di dunia ini sebagai seorang perantau, atau pengembara.') HR Bukhari

‫ي َع ْن ْال َع َال ِء َع ْن ا َ ِب ْي ِه‬


َّ ‫ع ْبد ُ ْال َع ِزي ِْز َي ْع ِنى الد ََّر َاو ْر ِد‬ َ ‫َحدَثَنَا قُت َ ْي َبةُ ْب ُن‬
َ ‫س ِع ْي ٍد َحدَثَنَا‬
‫سلَّ َم الدُّ ْن َيا ِس ْج ٌن ْال ُمؤْ ِم ُن‬
َ ‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو‬
َ ِ‫س ْو ُل هللا‬ ُ ‫َع ْن ا َ ِب ْي ُه َري َْرهَ قَا َل قَا َل َر‬
‫َو َجنَّةَ ْال َكا ِف ِر‬
Artinya “telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada
kami Abdul Aziz addarawardi dari al a’la dari ayahnya dari abu hurairah berkata Rasullulloh
SAW bersabda : Dunia itu penjara orang mukmin dan surga orang kafir”