Anda di halaman 1dari 19

STANDAR 2

Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu

2.1 Sistem Tata Pamong

Tata pamong program studi harus mencerminkan pelaksanaan good university


governance dan mengakomodasi seluruh nilai, norma, struktur, peran, fungsi, dan
aspirasi pemangku kepentingan program studi. Kepemimpinan program studi harus
secara efektif memberi arah, motivasi dan inspirasi untuk mewujudkan visi,
melaksanakan misi, mencapai tujuan dan sasaran melalui strategi yang dikembangkan.

Tata pamong (governance) merupakan sistem untuk memelihara efektivitas peran para
konstituen dalam pengembangan kebijakan, pengambilan keputusan, dan
penyelenggaraan program studi. Tata pamong yang baik jelas terlihat dari lima kriteria
yaitu kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan adil.

Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama,
serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam
program studi. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan
dengan ada dan tegaknya aturan, tatacara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika
mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan
prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem tata
pamong (input, proses, output dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin
terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan,
dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas.

Jelaskan secara ringkas sistem dan pelaksanaan tata pamong di program studi untuk
membangun sistem tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab
dan adil dalam mewujudkan visi, melaksanakan misi, mencapai tujuan dan melaksanakan
strategi pencapaian sasaran.

Sistem pelaksanaan tata pamong di Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf (PSDSBS)
FK UNDIP bertujuan untuk menjamin terwujudnya visi, terlaksananya misi, tercapainya
tujuan dan berhasilnya strategi yang digunakan secara kredibel, transparan, akuntabel,
bertanggungjawab dan adil. Adapun untuk mencapai hal tersebut didukung oleh adanya
struktur organisasi bagian/departemen yang sesuai tertera dalam lampiran. Di dalam

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 13
struktur tersebut memuat struktur organisasi secara umum yang meliputi Ketua, Sekretaris,
Ketua Program Studi, dan Sekretaris Program Studi.
1. Kredibilitas
Kredibilitas tata pamong PSDSBS FK UNDIP ditunjukkan pada pemilihan pimpinan
Ketua program studi ilmu bedah saraf dengan nomor SK 145/SK/UN7.P/KP/2016 sesuai
dengan kaidah yang berlaku berdasarkan Peraturan Universitas Diponegoro nomor 2 tahun
2010 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Pimpinan Program Pascasarjana,
Pimpinan Lembaga, dan Pejabat Lain Pada Universitas Diponegoro. Pimpinan program
studi memiliki karakter seorang pemimpin (jujur, adil dan teladan). Ketua Program Studi
tersebut selanjutnya menyusun Struktur Organisasi yang sesuai guna mendukung kinerja
Prodi dalam hal mengembangkan program – program kegiatan untuk mencapai tujuan
sesuai yang tertera pada Renstra PSDSBS FK UNDIP 2017-2022. Sehingga PSDSBS FK
UNDIP menjadi program studi yang dipercaya oleh masyarakat.
2. Transparan
Dalam penyusunan program kegiatan dan anggaran, PSDSBS FK UNDIP bersifat
transparan. Hal ini ditunjukkan dengan proses penyusunan Rencana Bisnis Anggaran
(RBA) yang melibatkan seluruh komponen (program studi dan tenaga kependidikan)
dibawah koordinasi Dekan dan Wakil Dekan FK UNDIP dan mengacu kepada Renstra FK
UNDIP. Dalam lingkup kegiatan akademik, PSDSBS FK UNDIP juga terbuka dalam
penilaian untuk menjaga transparansi. Semua peraturan akademik dituangkan dalam bentuk
SOP yang disebarkan ke seluruh sivitas akademika.
3. Akuntabel
Akuntabilitas pelaksanaan kegiatan di PSDSBS FK UNDIP selalu terjaga dengan
dibuatnya manual standar mutu akademik internal yang dimonitoring dan dievaluasi pada
setiap rapat staff, dan juga dievaluasi oleh Tim Penjaminan Mutu. Selain itu PSDSBS FK
UNDIP juga didukung oleh tegaknya aturan, etika dosen, etika tenaga kependidikan,
sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan. Aspek keuangan
menyatu dengan laporan keuangan Fakultas Kedokteran UNDIP.
4. Bertanggung Jawab
PSDSBS FK UNDIP dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Tiap sub bagian
memiliki prosedur operasional standar yang telah ditetapkan dan dilaksanakan berupa
manual prosedur bagi residen dan Pedoman Praktek Klinis (PPK) untuk pelayanan medik.
Terdapat uraian tugas, fungsi, dan tanggung jawab dari masing-masing pihak sesuai dengan
struktur organisasi yang dibentuk, sehingga mendukung terwujudnya organisasi yang

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 14
bertanggung jawab. Masing - masing memiliki tanggung jawab sesuai dengan tugas
pokok dan fungsinya (TUPOKSI). Azas tanggung jawab dapat dilihat dari rapat
tahunan dimana Ketua Program memaparkan rencana kerja tahunan dan menyampaikan
laporan pelaksanaan tugas tahun sebelumnya dihadapan Dekan.
5. Adil
Keadilan ditunjukkan dengan pemberian penghargaan dan sanksi sesuai dengan
peraturan yang berlaku di panduan akademik bedah. Penghargaan dan sanksi ini dapat
diberikan pada seluruh civitas akademika sesuai peraturan yang berlaku baik dosen, tenaga
kependidian maupun mahasiswa residen. Pembinaan dan sanksi diberikan kepada tenaga
kependidikan/pendidik/residen yang memiliki kinerja dan atitude yang kurang
memuaskan atau melanggar norma/aturan yang berlaku.

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 15
Ketua Bagian Bedah
1. Merencanakan, melaksanakan, mengembangkan, mengendalikan dan mengevaluasi
sumber daya dosen sesuai dengan bidang ilmu.
2. Menyusun rencana dan program ditingkat bagian
3. Menyampaikan rencana anggaran pengembangan kompetensi dan profesionalisme
dosen ketingkat program studi
4. Menjamin kompetensi dan profesionalisme dosen dalam melaksanakan tugas sesuai
jabatan akademiknya.
5. Berkoordinasi dengan program studi dalam hal penempatan dosen pengampu mata
kuliah untuk menjamin mahasiswa agar mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai
kurikulum.
6. Mengembangkan, mengevaluasi dan monitoring kemajuan karir akademik dosen untuk
mendukung pengembangan pendidikan.
7. Mengkoordinasikan kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan
dosen sesuai bidang kompetensinya dalam rangka merealisasikan target kinerja
lembaga.
8. Melaksanakan kerjasama pemanfaatan kepakaran dosen oleh pihak lain seperti
pemerintah, pemerintahan daerah, swasta atau masyarakat.
9. Memfasilitasi publikasi karya ilmiah dosen
10. Memberikan laporan pelaksanaan tugas kepada dekan melalui wakil dekan bidang
akademik dan kemahasiswaan atau wakil dekan sumber daya dibawah koordinasi ketua
departemen.

Ketua Program Studi

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 16
1. Merencanakan, melaksanakan, mengembangkan, mengendalikan dan mengevaluasi
mutu pembelajaran untuk mencapai kompetensi lulusan yang diharapkan.
2. Menyusun rencana, program, dan anggaran ditingkat program studi
3. Menyelenggarakan dan mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kurikulum
4. Berkoordinasi dengan ketua bagiandalam hal penempatan dosen pengampu mata kuliah
dan menjamin mahasiswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai
kurikulum.
5. Menjamin mutu pendidikan dalam rangka terwujudnya program studi yang unggul dan
bereputasi.
6. Melaksanakan evaluasi dan monitoring pelaksanaan pembelajaran untuk menjamin
dihasilkannya lulusan unggul dan studi tepat waktu.
7. Melaksanakan kegiatan penalaran, riset, kompitisi, minat bakat dan pengabdian kepada
masyarakat yang sesuai dengan kompetensi utama program studi yang berorientasi
pada peningkatan prestasi
8. Melaporkan penyelenggaraan pembelajaran kepada dekan melalui wakil dekan bidang
akademik dan kemahasiswaan dibawah koordinasi ketua departemen.

Kepala Kelompok Staf Medik


1. Menyusun dan mengelola perencanaan program pelayanan, pendidikan, penelitian.
2. Menyusun dan mengkoordinasikan perencanaan kebutuhan SDM pelayanan,
pendidikan dan penelitian dalam rangka pengembangan pelayanan.
3. Penyusunan standar kriteria indikator medis dan pedoman pelayanan medis bersama-
sama komite medik
4. Pengkoordinasian pelaksanaan pelayanan, pendidikan dan penelitian serta upaya
pengembangan pelayanan
5. Penyelenggaraan pengelolaan pelayanan, pendidikan dan peneliian serta upaya
pengembangan pelayanan.
6. Pelaksanaan program peningkatan mutu medis dan keperawatan dalam bidang
keilmuan dan pelayanan
7. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan Departemen
8. Penyelenggaraan pengelola manajemen klinik, manajemen operasional dan manajemen
keuangan
9. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan Departemen

Koordinator Pendidikan
1. Mengkoordinasikan kegiatan akademik dan pendidikan dokter, Sp1 dan Sp2
2. Menentukan kapasitas sumber daya pendidikan dan penghitungan unit cost pendidikan
dokter
3. Memantau dan mengevaluasi proses kegiatan pendidikan tingkat S1, Sp1 dan Sp2
4. Mengembangkan program pendidikan dokter, Sp1 dan Sp2 dilingkungan FK UNDIP/
RSDK

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 17
5. Melaksanakan kegiatan pendidikan Spesialis Bedah Saraf untuk tingkat Sp1, Sp2
berpedoman pada katalog profesi
6. Berkoordinasi dengan kopelmas dalam pengaturan kegitan diunit pelayanan
departemen
7. Menentukan kapasitas sumber daya pendidikan dan penghitungan unit cost pendidikan
untuk Sp1 dan Sp2
8. Mengembangkan program – program pendidikan pasca Dokter di lingkungan FK
UNDIP/ RSDK sesuai dengan perkembangan.

Koordinator Penelitian dan Pengembangan


1. Mengkoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan penelitian dan pengembangan
pelayanan di Departemen
2. Memantau dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan pelayanan di
departemen
3. Mengkorrdinasikan kegiatan penulisan/ publikasi ilmiah nasional, regional, dan
internasional bagi seluruh staf medis maupun peserta program pendidikan
4. Menyusun standard an kriteria indikator kinerja penelitian dan pengembangan
pelayanan
5. Mengelola dan untuk pengukuran indikator kinerja
6. Mengendalikan mutu serta pengukuran indikator kinerja penelitian dan pengembangan
pelayanan Bedah Saraf
7. Melaporkan seluruh kegiatan penelitian dan pengembangan pelayanan departemen

Koordinator Administrasi Keuangan


1. Menyusun standar, kriteria, kebijakan dan pedoman penyelenggaraan administrasi
keuangan
2. Menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan administrasi,
keuangan dan akuntansi, pengelolaan logistic, pengelolaan asset, humas dan SDM
kesehatan dan non kesehatan
3. Memantau, mengevaluasi dan menilai serta kinerja administrasi dan kinerja keuangan
4. Menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan penyusunan RBA dan unit cost
5. Menjaga, memilahara dan mengawasi likuiditas keuangan agar operasional pelayanan
tidak terganggu
6. Menyelenggarakan dan mengawasi pengeluaran dan pendapatan agar tidak terjadi
penyimpangan
7. Menyelenggarakan dan mengawasi pengeluaran serta biaya agar tidak terjadi
pemborosan dan biaya tinggi.
8. Menyelenggarakan dan mengawasi kegiatan manajemen piutang agar tidak terjadi
piutang yang tertagih.
9. Menyelenggarakan system pembukuan dan pencatatan
10. Membuat laporan pengelolaan kegiatan manajeme keuangan departemen.

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 18
Koordinator Pelayanan Masyarakat
1. Mengendalikan pelayanan kesehatan Bedah Saraf yang bersifat spesifik dan subspesifik
di Departemen
2. Memberikan pelayanan Kesehatan Bedah Saraf dengan kualitas prima serta senantiasa
mengikuti perkembangan ilmu kedokteran
3. Mengkoordinasikan pelayanan Bedah Saraf dengan Kepala Instalasi Medik,
Departemen medik dan unit pelayanan terpadu di lingkungan RSUP Dr. Kariadi
4. Mengawasi semua sarana dan prasarana pelayanan medis agar selalu dalam keadaan
baik, lengkap, aman serta siap dan layak pakai.
5. Melaksanakan evaluasi terhadap semua kegiatan pelayanan medis di Departemen
6. Mengelola data dan pengukuran data indikator medis
7. Menyelenggarakan asuhan klinik dan mengatur tenaga dokter spesialis, tenaga
kesehatan lain dan tenaga non kesehatan

Administrasi Umum
a. agenda surat masuk
b. agenda surat keluar
c. penyimpanan arsip
d. pembuatan program kerja
e. pendapatan inventaris ruang
f. membuat dan menyusun usulan kenaikan pangkat
g. pembuatan kegiatan rencana tahunan
h. absensi staf dan karyawan

Administrasi Pendidikan
a. Agena surat masuk dan surat keluar
b. Pembuatan program PPDS
c. Penyimpanan berkas aktif dinamis
d. Ujian Mid dan semesteran
e. Ujian institusi
f. Ujian tulis nasional
g. DLB
h. Stase tamu / mahasiswa
i. Fellowship Spine
j. Penerimaan PPDS
k. Keuangan PPDS
l. Evaluasi rotasi sub spesialisasi PPDS 2 bulanan
m. Evaluasi semesteran PPDS tiap 6 bulan
n. Evaluasi program kerja

Administrasi keuangan
a. Pengaturan cash flow keuangan unit
b. Pendistribusian gaji honor departemen
c. Penyusunan anggaran biaya berdasar RKT
d. Evaluasi cashglow unit
e. Klaim Jasa Medis

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 19
f. Surat masuk dan keluar bagian keuangan

2.2. Kepemimpinan
Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam
program studi, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati
bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat.

Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi


yang realistik, kredibel, serta mengkomunikasikan visi kedepan, yang menekankan pada
keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif
bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan,
tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi. Dalam
menjalankan fungsi kepemimpinan dikenal kepemimpinan operasional, kepemimpinan
organisasi, dan kepemimpinan publik. Kepemimpinan operasional berkaitan dengan
kemampuan menjabarkan visi, misi ke dalam kegiatan operasional program studi.
Kepemimpinan organisasi berkaitan dengan pemahaman tata kerja antar unit dalam
organisasi perguruan tinggi. Kepemimpinan publik berkaitan dengan kemampuan
menjalin kerjasama dan menjadi rujukan bagi publik.

2.2.1. Jelaskan tingkat pendidikan KPS PSDSBS FK UNDIP


Riwayat Pendidikan :
SD Sermo II Kulonprogo 1986
SMP I Kokap Kulonprogo 1989
SMA II Yogyakarta 1992
S1 UNDIP Semarang 1998
Sp1 Bedah Saraf FK- UNAIR 2010

2.2.2 Berikan profil singkat KPS PSDSBS FK UNDIP


Nama : dr. Muhamad Thohar Arifin, PhD, PAK, Sp.BS (K)
Tempat/tgl Lahir : Kulonprogo, 14 April 1974
Pekerjaan : Ketua Program Studi Bedah Saraf ,
Staf Bagian Anatomi FK UNDIP
Status kawin : Kawin
Nama Istri : dr. Kanti Yunika, Sp. THT-KL
Riwayat Pendidikan :
SD Sermo II Kulonprogo 1986
SMP I Kokap Kulonprogo 1989
SMA II Yogyakarta 1992
S1 UNDIP Semarang 1998
Doctor of Philosophy Hiroshima Univeristy Japan 2007
Sp1 Bedah Saraf FK- UNAIR 2010

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 20
Organisasi yang diikuti :
Nasional
Ikatan Dokter Indonesia (IDI), 1998 – sekarang (Anggota)
Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia, 1995 – sekarang (Anggota)
 Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI), 1995 – sekarang (Anggota)
 Departemen Bedah Saraf RSDK, 2014 – sekarang (Ketua)

Internasional
 Congress of Neurological Surgeons (CNS)
 International Parkinson and Movement Disorder Society

Penghargaan yang pernah didapat:


 Bakti Karya Husada Tri Windu yang diberikan pada tanggal 17 juli 2013

KEGIATAN ILMIAH 3 tahun terakhir


DALAM NEGERI/ NASIONAL
Sebagai peserta
 Pelatihan Clinical Teacher untuk Dokter Pendidik Klinis. 8-9 januari 2014
 Pelatihan Cara Uji klinik yang Baik (Good Clinical Practice). 23 – 25 Januari
2014
 Kursus Training of Trainers ATLS . 8-9 April 2015
 Workshop Essential Spine of Instrumentation: Cervical-Thoraco Lumbo-
Sacral. 24 April 2015
 Workshop on Stem Cell Technique. 25-26 Maret 2015
 Kongres Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia XIV, “Anatomy in
The Future: From Macroscopic to Nano”. 27-28 Maret 2015
 Seminar Ilmiah dalam PIT PERSPEBSI ke-21. 10-12 Maret 2016
 Training of Trainer (TOT) Reviewer Internal Penelitian Hibah Penelitian FK
Undip Tahun 2016. 16 Juni 2016

Sebagai pembicara
 Simposium Update Penatalaksanaan Epilepsi Refrakter, RSUP dr. Kariadi
Semarang. 14 Juni 2014
 Pembicara Ilmiah dalam PIT PERSPEBSI ke-19. 31 Oktober – 1 Nopember
2014
 Workshop Neuroimaging (Pertemuan Ilmiah Perdossi Joglosemarmas ke 27).
12 Juni 2015
 Seminar Ilmiah dalam PIT PERSPEBSI ke-21. 10-12 Maret 2016
 Seminar Kemajuan Teknologi Terkini dalam Pengobatan Perkinson, Epilepsi
dan Nyeri Tulang Belakang, RS Telogorejo Semarang. 6 Maret 2016
 Pembicara Ilmiah dalam PIT IKABI. 28-29 Juli 2017
 Seminar Manajemen Terkini Sindroma Coroner Akut & Era Baru Dalam
Pelayanan Bedah Saraf Yang Terdepan di Indonesia”. 7 Oktober 2017

Sebagai moderator

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 21
 The 11th Asian Congress of Neurological Surgeons (ACNS) 2016 in
conjunction with The 21st Annual Scientific Meeting of Indonesian Society of
neurological Surgeons (PERSPEBSI). Surabaya, 10-12 Maret 2016

LUAR NEGERI/ INTERNASIONAL


 Neurosurgeon Fellowship: Stereotaxy & Functional Neurosurgery and
Stereotactic Radiosurgery, Jepang. 6 Januari – 3 Maret 2016
 The 11th Asian Congress of Neurological Surgeons (ACNS) 2016 in
conjunction with The 21st Annual Scientific Meeting of Indonesian Society of
neurological Surgeons (PERSPEBSI). Surabaya, 10-12 Maret 2016
 2nd AIIMS-NBRC-DBT Epilepsy Surgey & Neurobiology Workshop. India, 1-3
september 2016
 10th Asian Epilepsy Surgery Congress 2016. Korea, 4-5 November 2016
 Neurovascular Workshop Bach Mai Hospital, Hanoi, Vietnam. 2 Desember
2016
 1st Asian SEEG course. Singapura, 21-24 april 2017.
 The 17th ASEAN Congress of Neurological Society Surgery and the 7 th
National Congress of Indonesian Society of Neurological Surgeons (ISNS) in
conjunction with The 1st International Fujita Bantane Interim Meeting.
Indonesia, 19-22 Juli 2017
 International Conference on Translational Medicine and Health Science
(ICTMHS), Indonesia, 27 – 28 Oktober 2017.

Kegiatan Kemasyarakatan
 Pelatihan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim dengan metode
IVA. PERABOI. Hotel Grandian Brebes. 6-10 Maret 2017
 Pelatihan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim dengan metode
IVA. PERABOI. Hotel Arra Blora. 21-25 November 2016
 Pelatihan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim dengan metode
IVA. PERABOI. PMI Tegal. 7-11 November 2016
 Pelatihan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim dengan metode
IVA. PERABOI. Hotel Amantis Demak. 17-21 Oktober 2016
 Pelatihan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim dengan metode
IVA. PERABOI. Aula Badan Kepegawaian Daerah Pemalang. 20 September
2016
 Pelatihan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim dengan metode
IVA. PERABOI. Mess Kesehatan Bandungan Semarang. 23 Agustus 2016
 Pelatihan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim dengan metode
IVA. PERABOI. Pemalang. 26 April 2016
 Workshop deteksi dini ca mamma dan ca serviks. Semarang. 21 September
2015

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 22
2.2.2. Jelaskan Kompetensi profesi dan publikasi jurnal KPS PSDSBS FK UNDIP.
KPS PSDSBS FK UNDIP berkompetensi untuk mengajar kepada peserta didik dan
peserta didik PSDSBS FK UNDIP dibidang Ilmu Bedah Saraf serta berkompetensi
untuk menangani pasien-pasien bedah saraf.

Kompetensi:
1. Sertifikat Dokter Spesialis Bedah Saraf Kolegium Bedah Saraf Indonesia 19 Juni
2010
2. Pelatihan Clinical Teacher untuk Dokter Pendidik Klinis. 8-9 Januari 2014
3. Kursus Training of Trainers ATLS . 8-9 April 2015

Adapun jurnal-jurnal yang telah di publikasikan:


Karya ilmiah
Tahun Judul Penerbit/ Jurnal
Simple yet Reliable Pre-Surgical Evaluation for International Journal of
2016 TLE in Countries with Limited Resources , Based Epilepsy Vol 3, Issue 1
on Experience on 450 TLE Cases Page 62
International Journal of
Selective Amigdalo-Hippocampectomy , How i
2016 Epilepsy Vol 3, Issue 1
Do it
Page 62
Pengaruh Pemberian Phosphodiesterase Type 5
Journal Kedokteran
2015 Inhibitor Pada Tikus Sprague Dawley Jantan yang
Diponegoro
Dilakukan Torsi-Detorsi Testis
Prediktor Kejadian Kejang Paca Operasi Bedah Journal Kedokteran
2012
Epilepsi Lobus Temporal Diponegoro
Survivin Subcellular Localizaation in High-grade
Astrocytomas : Simultaneous Expression in Both
2007 Journal of Neuro-Oncology
Nucleus and Cytoplasm is Negative Prognostic
Marker
Prognosis of Cerebellar Glioblastomas:
Anticancer Research,
Correlation Between Prognosis and
International Journal of
2006 Immunoreactivity for epidermal Growth Factor
cancer Research and
Receptor Compared with Supratentorial
Treatment
Glioblastomas.
Cytoplasmic, but not Clear, p16 Expression may
2006 Signal Poor Prognosis in High-grade Journal of Neuro-Oncology
Astrocytomas
Apparent Diffusion Coefficient of Human Brain RSNA Radiology,
2005
Tumor at MR Imaging Neuroradiology

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 23
2.2.3 Jelaskan pola kepemimpinan dalam program studi, mencakup informasi tentang
kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi, dan kepemimpinan publik.

Karakter kepemimpinan yang kuat adalah pemimpin yang mampu memprediksi masa depan,
merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistik, kredibel, serta mengkomunikasikan visi
kedepan, yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia. Selain itu mampu
memberi support secara mental maupun intelektual kepada bawahan dan memberi arahan.

 Kepemimpinan publik
Karakter kepemimpinan publik yang kuat dicerminkan dengan adanya interaksi antara
pimpinan bagian bedah saraf dengan instansi lain dan menjadi rujukan publik. Cerminan dari
karateristik kepemimpinan publik yang kuat pada PSDSBS FK UNDIP adalah
penyelenggaraan seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan yang berskala nasional, menjadi
penguji nasional, mengadakan visitasi dan membuat MOU dengan RS jejaring.

 Kepemimpinan operasional
Kepemimpinan operasional dicerminkan dengan kemampuan ketua program studi dalam
menjabarkan visi dan misi ke dalam kegiatan operasional program studi. Ketua Program Studi
melaksanakan kepemimpinan yang berorientasi pada peningkatan akademik untuk
menghasilkan lulusan yang berkualitas serta meningkatkan kompetensi dan kemampuan pada
pasar global. Ketua program studi juga menata program kerja, menata organisasi operasional
program studi yang terstruktur, jelas dan berkesinambungan yang menjamin seluruh
komponen PSDSBS FK UNDIP dapat secara terarah mewujudkan visi dan misi. Dalam
melakukan penataan tersebut, Ketua program studi membuat instrumen-instrumen yang
menjadi acuan seluruh komponen PSDSBS FK UNDIP. Instrumen tersebut berupa Buku
Panduan Akademik, Buku manual prosedur, dan buku-buku manual lain yang tujuannya tidak
lain adalah menyamakan persepsi untuk menyatukan arah dari berbagai komponen PSDSBS
FK UNDIP untuk mencapai Visi dan Misi. Ketua Program Studi juga secara berkala
melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum yang merefleksikan kebutuhan pasar
regional, nasional, dan international. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan
belajar mengajar.

 Kepemimpinan organisasi
Karakter kepemimpinan organisasi yang kuat dicerminkan dengan adanya pengalaman
organisasi yang mumpuni dari seorang pemimpin. Pengalaman ini tercermin pada
pangkat/jabatan/golongan yang disandang seorang pemimpin, track record pemimpin, serta
proses kaderisasi yang dilaluinya. Pemilihan pemimpin pada suatu institusi harus jelas dan
mempunyai aturan tertentu yang tertuang dalam peraturan syarat-syarat pengangkatan dan
LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 24
pemberhentian pimpinan, mengacu pada kaidah hierarki lembaga yang menaungi PSDSBS
FK UNDIP yaitu Peraturan Universitas Diponegoro no. 2 tahun 2010. Dalam melaksanakan
jabatannya Ketua Program Studi selalu melibatkan dan menghimpun semua potensi
sumber daya yang ada antara lain staf, bagian/laboratorium, sarana fisik, dan perpustakaan.

2.3 Sistem Pengelolaan


Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi mencakup perencanaan,
pengorganisasian, pengembangan staf, pengawasan, pengarahan, representasi, dan
penganggaran.

Jelaskan pelaksanaan sistem pengelolaan program studi serta dokumen pendukungnya.


1. Perencanaan dan Pengorganisasian

- Bidang Pendidikan
Hal ini dicirikan dengan adanya dokumen:
(1) Renstra unit pengelola program studi Universitas Diponegoro
(2) Rencana Pengembangan program studi Bedah Saraf FK UNDIP
(3) Renstra KSM Bedah Saraf RSDK
(4) Renstra Program Studi Bedah Saraf FK UNDIP
(5) Kalender Akademik Universitas Diponegoro
(6) Standart Operating Procedure (SOP)
Proses belajar mengajar masing-masing bidang pengembangan.
1. Diskusi ilmiah : Melakukan presentasi dengan permbacaan naskah ilmiah /journal/
reading /text book reading dilakukan sesuai jadwal masing-masing jadwal materi per
semester
2. Bed side teaching (saat di unit rawat inap)
3. Diskusi kasus dilaksanakan saat diskusi ilmiah yang dilaksanakan 2 kali tiap minggu
pada masing-masing bidang pengembangan.
4. Presentasi tehnik operasi setiap akan melakukan jenis operasi bimbingan elektif
untuk kasus tertentu.
5. Asistensi bimbingan Sebelum melakukan operasi bimbingan elektif diwajibkan
mengikuti asistensi untuk setiap kasus.
6. Operasi bimbingan Dilaksanakan setelah dinyatakan lulus pada saat presentasi teknik
operasi oleh senior pembimbing dan dilaksanakan minimal 1 (satu) kali.
7. Operasi mandiri Dilaksanakan untuk setiap kasus dengan pencapaian sejumlah kasus
sesuai katalog yang berlaku.
8. Pembaca proposal penelitian akhir, pembacaan hasil penelitian akhir

Program Kerja Mingguan KPS


SUB BAGIAN SENIN SELASA RABU KAMIS JUM’AT
 BEDAH SARAF LAPORAN LAPORAN Diskusi
JAGA JAGA Ilmiah

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 25
POLIKLINIK POLIKLINIK
POLI POLI POLI POLI POLI
UMUM UMUM UMUM UMUM UMUM

Program kerja rutin bulanan KPS

Mgg I Mgg II Mgg III Mgg IV


SENIN
X X X X

SELASA
X X X X

RABU Forum Ilmiah


X Rapat Staff I Rapat Staff II
Rutin
KAMIS
X X X X

JUMAT X X X X

X = kegiatan sesuai jadwal kegiatan mingguan

Program kerja tahunan KPS tahun 2016


BULAN MINGGU I MINGGU II MINGGU III MINGGU IV
Januari

Pebruari Ujian Ilmu Ked Pelatihan Bela Negara


Dasar, OSCA,
Kursus USG
Kognitif, Profesi
Maret

Paket Kursus Bedah

April Dasar Wound & Stoma,


LLL, BSSI,
PERIOPERATIVE
Kursus USG
Paket kursus
P2B2 PABI Lampung, bedah lanjut
Mei DSTC, BSS II,
4-6 Mei
endoscopy &
colonoscopy

Ujian Ilmu Ked


Juni Dasar, OSCA, BULAN SUCI RAMADHAN
Kognitif, Profesi

Juli
KURSUS USG , 25-28 Juli

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 26
Agustus PIT IKABI, Medan
8-12 Agustus

Ujian Ilmu Ked Dasar,


September OSCA, Kognitif,
Profesi
Oktober

Nopember Ujian Ilmu Ked Dasar,


OSCA, Kognitif,
Profesi
Desember Brain and Spine
Seminar &
workshop Update
2017

- Bidang Penelitian :
Penelitian makalah dan karya akhir yang terbagi dalam 4 kategori dengan pembagian
sebagai berikut:
 Tinjauan kepustaakaan (dipresentasikan di institusi)
 Laporan kasus (emergency + elektif) dipresentasikan di forum nasional/ internasional
 Laporan serial kasus (dipresentasikan di forum nasional/ internasional)
Penyusunan rencana penelitian dilakukan oleh coordinator penelitian PPDS Bedah Saraf
dan residen. Di proyeksikan agar penelitian dapat dipublikasikan di journal terakreditasi
baik nasional maupun internasional
- Bidang Pengabdian pada masyarakat
1. Penyusunan rencana pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh staf dan peserta
didik
2. Dalam situasi bencana alam, peserta didik dapat dikirim untuk pertolongan,
berkoordinasi dengan rumah sakit dan pihak terkait.

2. Pengembangan staf

a. Pendidikan : Tergantung dari kebutuhan divisi-divisi baik yang sudah ada atau yang
akan di kembangkan.
b. Penelitian : Didasarkan pada arah pengembangan keilmuan Ilmu Bedah Saraf
c. Pengabdian masyarakat : Diberi tugas kepada satu tim yang mengatur pengelolaan
pengabdian masyarakat di Departemen Bedah Saraf.
d. Manajemen internal : memberikan tugas kepada satu tim yang bertugas melayani
kebutuhan masyarakat, melakukan rekruitmen dan pembinaan SDM.

3. Pengawasan : dilakukan oleh KPS-SPS

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 27
 Bidang Pendidikan : Monitoring dan evaluasi proses belajar mengajar
 Bidang Penelitian : Monitoring dan evalusi penelitian meliputi, proposal,
pelaksanaan dan hasil akhir penelitian.
 Bidang pengabdian masyarakat : monitoring dan evaluasi kegiatan pengabdian
masyarakat meliputi rencana, pelaksanan dan hasil
 Bidang manajemen Internal : monitoring dan evaluasi kegiatan secara keseluruhan,
berkala dan laporan akhir tahun.

4. Representasi

Pimpinan Program studi merupakan representasi dari institusi dalam berbagai acara yang
melibatkan program studi ilmu bedah. Sehubungan dengan hal tersebut, pengangkatan
pimpinan program dipilih dari orang yang sesuai dengan bidang tugas dan
kemampuannya.

5. Penganggaran

Anggaran yang menyangkut kegiatan akademik telah disusun dalam RBA oleh Program
Studi, dan diteruskan ke fakultas untuk pendapat pengesahan. Kegiatan akademik yang
menyangkut dana dan tidak ada di RBA tidak dapat dilaksanakan.

2.4 Penjaminan Mutu


Upaya penjaminan mutu meliputin adanya organisasi yang bertanggung jawab, strategi,
tujuan, standar mutu, prosedur, mekanisme, sumber daya ( manusia dan non-manusia),
kegiatan, sistem informasi, dan evaluasi yang dirumuskan secara baik, dikomunikasikan
secara meluas dan dilaksanakan secara efektif untuk semua unsur PPDS – Bedah Saraf.
2.4.1 Upaya Penjamin mutu PPDS Bedah Saraf FK UNDIP
 Pada Program Studi, organ yang terlibat dalam MMA (manajemen mutu akademik
adalah Pimpinan {Program Studi / Departemen dan Tuim Penjamin Mutu
Akademik/QA FK UNDIP)
 Pimpinan Program Studi terdiri atas Ketua dan Sekretaris bertanggung jawab atas :
1. Tersusunnya spesifikasi Program Studi
2. Terlaksananya proses pembelajaran yang bermutu sesuai dengan spesifikasi
program studi
3. Terlaksananya evaluasi pelaksanaan proses pembelajaran
4. Tindakan perbaikan proses pembelajaran
1. Tim penjamin Mutu Akademik adalah sebuah badan di tingkat Program Studi /
Departemen yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proses penjaminan mutu
akademk di Program Studi / Departemen dengan tanggung jawab :
- Standar mutu program studi
- Kompetensi lulusan

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 28
- Karakteristik Program Studi
- Manual dan prosedur penjaminan mutu akademik program studi / Depatemen

Penilaian TPMA
STANDAR MUTU :
- Manjemen Mutu Akademi : standar mutu akademik berpedoman nahwa
penyelenggaraan keguiatan akademik dilakukan secara mandiri, efisien, efektif dan
akuntabel untuk memenuhistandar permintaan dan kepuasan pemangku
kepentingan. Standar mutu akademik dibedakan anatar standar mutu pengelola
MMA dan standar mutu penyelenggaraan MMA yang meliputi perencanaan,
pelaksanaan dan pengawasan .
- Kurikulum dan peserta PPDS : ruang lingkup kurikulum mencakup :
Kompetensi lulusan, materi / isi pembelajaran, sumberbelajar, strategi dan metoda
pembelajaran. Beban dan masa studi dan sistem evaluasi hasil belajar.
1. Program studi / Departemen merupakan penanggung jawab utama dalam
menciptakan, mengembangkan, merevisi dan melaksanakan kurikulum
2. Program studi / Departemen mempunyai tim / unit kurikulum program studi yang
bertrugas merencanakan dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum
3. Pelaksanaan kurikulum sesuai dengan pedoman kurikulum
4. Pengawasan mutu : dilaksanakan
5. Peninjauan kurikulum secara periodik
6. Produk lulusan, jumlah dan mutu lulusan sesuai dengan rencana
- Standar mutu individu dosen
7. Profesionalisme yang tinggi
8. Almalan terbaik dalam pengajaran
9. Malamn terbaik dalam penelitian
10. Amalan terbaik pengabdian dan pelayanan pada masyarakat
11. Amalan akademik yang integrative
12. Manajemen Dosen :
13. Managing ability
14. Managing opportunity
15. Managing motivation
- Sarana dan Prasarana
16. RS Pendidikan dan RS Jejaring
17. Fasilitas belajar : Kelayakan dan keberagaman. SOP, Dokumentasi, Perpustakaan
digital, Media pembelajaran
18. Perencanaan dan pengadaan prasarana dan sarana
19. Monitoring dan Evaluasi sarana prasarana
- Riset dan pengabdian pada masyarakat
20. Standarmutu pengabdian dan pelayanan riset (standar riset, standar penelitian,
standar manajemen penelitian)
21. Standar mutu pengabdian dan pelayanan pada masyarakat (standar mutu p2M,
standar mutu pelaksanaan P2M, standar mutu manajemen P2MA)
PROSEDUR PENJAMINAN MUTU :
LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 29
Manajemen mutu akademik FK UNDIP mengikuti pola kerja “Roda Deming”. Roda
ini terdiri dari 4 komponen pokok yaitu, PLAN (Perencanaan), DO (Pelaksanaan), CHECK
(Evaluasi), ACTION (tindakan koreksi) dengan menjalankan proses ini akan tercapai satu
kondisi penyempurnaan mutu secara berkesinambungan (continuos quality improvement).

2.4.2 Evaluasi PPDS Bedah Saraf


Metode evaluasi yang dipergunakan :
1. Ujian tulis
2. Ujian lisan
3. Telaah catatan kegiatan (log book)
4. Ujian ketrampilan
5. Penilaian dari RS jejaring
6. Karya ilmiah dan penelitian akhir
7. Pengamatan terus menerus
a. Semester :
a. Evaluasi / ujian rotasi tiap bagian *setiap 2 bulan) : bobot 30%
b. Ujian akhir semster : bobot 40%
b. Akhir Pendidikan :
a. Ujian Istitusi : Tulis & Oral
b. Ujian Board Nasional : Tulis & Oral
c. Panduan Ujian Board Nasional
d. Pelaksanaan Ujian Board Nasional dilakukan dua kali dalam satu tahun.
System penilaian akhir dilakukan dengan kriteria-kriteria
Tabel 1. Sistem penilaian ujian nasional board bedah saraf
Ujian Tulis Tahap I

MCQ OCSE PA Bedah Bedah Saraf PEnilaian


Saraf Trauma Klinik
Elektif
Angka Angka Angka Angka Maks Dasar
Maks Maks Maks Angka 200 Angka Maks
200 200 100 Maks 200 100

Tabel 2. Angka, Nilai mutu, Markah dan Interoretasinya pada system penilaian peserta
program
ANGKA NILAI MARKAH INTERPRETASI
MUTU
85-100 4.00 A Baik Sekali
80-84 3.70 A- Baik
75-79 3.30 B+
70-74 3.00 B Cukup NBL
65-69 2.70 B-

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 30
60-64 2.30 C+
55-54 2.00 C Kurang
50-54 1.70 C-
40-49 1.0 D
<40 0 F

Untuk menghitung IPK dipakai rumus


IPK : (SKS x Nilai Modul)
 SKS Seluruhnya

LAM-PTKes : Buku III Borang Akreditasi Program Studi Dokter Spesialis Bedah Saraf 2017 31