Anda di halaman 1dari 19

FORMAT PENGKAJIAN

ASUHAN KEPERAWATAN INDIVIDU (LANSIA)

A. Pengkajian Keperawatan
Tujuan pengkajian pada lansia adalah untuk mengidentifikasi kekuatan dan keterbatasan
klien sehingga intervensi yang efektif dan tepat dapat diberikan untuk meningkatkan
fungsi optimal dan mencegah ketidakmampuan dan ketergantungan.Pengkajian
keperawatan pada lansia terdiri dari pengkajian riwayat kesehatan, pengkajian status
fungsional, pengkajian status kognitif dan afektif, pengkajian status sosial.
1. Pengkajian Riwayat Kesehatan
a. Identitas/ data Biografis Klien
Nama, TTL, pendidikan terakhir, golongan darah, agama, status perkawinan, alamat,
telepon, jenis kelamin, orang yang paling dekat yang dapat dihubungi, hubungan
dengan usila, alamat dan jenis kelamin orang/ keluarga tersebut.
b. Riwayat Keluarga
2. Genogram (berikan umur 3 generasi)

p
x

Keterangan:
:Laki – laki :Perempuan meninggal
:Laki – laki meninggal : Pasien
:Perempuan :Garis serumah

c. Riwayat Pekerjaan
Status pekerjaan saat ini, pekerjaan sebelumnya, sumber-sumber pendapatan, alamt
pekerjaan, jarak tempat kerja dari rumah, alat transportasi.
d. Riwayat Lingkungan Hidup
Type tempat tinggal/ panti, jumlah kamar, jumlah orang yang tinggal di rumah/
panti, derajat privasi, tetangga terdekat, alamat/ telepon, kondisi panti
e. Riwayat Rekreasi
Hobby/ minat, liburan/ perjalanan, kegiatan di panti
f. Sumber/ System Pendukung yang digunakan
Pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, jarak dari rumah/ panti, perawatan sehari-
hari oleh keluarga.
g. Kebiasaan Ritual
Agama, pola istirahat tidur, kebiasaan ibadah, kepercayaan, ritual makan
h. Status Kesehatan Saat Ini
Keluhan kesehatan saat ini, pengetahuan/ pemahaman dan penatalaksanaan masalah
kesehatan, diagnose medis, alasan masuk panti, PQRST (Provokative, Quality,
Region, Severity Scale, Timming), obat-obatan, alergi (obat, makanan, kontak
substansi, faktor lingkungan), nutrisi.
i. Status Kesehatan Masa Lalu
Penyakit masa kanak-kanak, penyakit serius/ kronik, trauma, perawatan di RS,
operasi, riwayat obstetric.

j. Pemeriksaan Fisik
a) Keadaan umum
Keadaan umum klien, tingkat kesadaran, nilai GCS, TTV, TB, BB, IMT, status
gizi.
b) Integument
Lesi/ luka, turgor kulit, kondisi kuku
c) Hemopoetik
Perdarahan/ memar abnormal, pembengkakan kelenjar limfe, anemia, riwayat
transfuse darah.
d) Kepala
Sakit kepala, lesi/ luka, rambut (kondisi rambut, warna, persebaran), keadaan
kulit kepala( gatal, ketombe, kutu, dsb).
e) Mata
Nyeri, bengkak/udema, kabur, pemakaian alat bantu penglihatan, riwayat infeksi
pada mata, visus, fungsi penglihatan, lapang pandang, reflex cahaya, gerakan bola
mata, tanggal pemeriksaan paling akhir.
f) Telinga
Fungsi pendengaran, pemakaian alat bantu pendengaran, riwayat infeksi,
kebiasaan perawatan telinga, tanggal pemeriksaan paling akhir.
g) Hidung
Fungsi penciuman, obstruksi, mendengkur, nyeri, alergi, riwayat infeksi
h) Mulut dan tenggorokan
Lesi/ ulkus, serak, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, perdarahan gusi, karies,
riwayat infeksi, pola menggosok gigi, masalah, dan kebiasaan membersihkan gigi
palsu, tanggal pemeriksaan
i) Leher
Kekakuan, nyeri/ nyeri tekan, benjolan/ massa, pembesaran kelenjar thyroid

j) Payudara
Benjolsan/ massa, nyeri/ nyeri tekan, bengkak, keluar cairan dari putting susu,
pola pemeriksaan payudara, tanggal mamografi paling akhir.
k) Dada
Batuk, sesak nafas, hemoptysis, sputum, mengi, asma/ alergi pernafasan, inspeksi
(bentuk dada, gerakan rongga dada, tarikan dinding dada, penggunakan otot bantu
pernafasan, dada lebih tinggi/ rendah/ sama dengan perut), perkusi (sonor/ redup,
batas paru, batas jantung), palpasi (pergerakan rongga dada, fremitus kanan kiri),
auskultasi (suara nafas, penumpukan cairan/ secret, suara nafas tambahan), nyeri/
ketidaknyamanan dada, dyspnea pada saat aktifitas, dyspnea pada saat tengah
malam
l) Abdomen
Pemeriksaan abdomen (IPPA), nyeri ulu hati, hematemesis melena, dsb.
m) Reproduksi
Lesi, testikuler, nyeri pelvic, benjolan/ massa pada daerah kelamin, riwayat
penyakit kelamin, impotensi, perubahan hasrat seksual, masalah aktivitas seksual,
riwayat infeksi, riwayat menstruasi (menarche, tanggal periode menstruasi
terakhir), dsb.
n) Musculoskletal
Nyeri sendi, kekakuan, pembengkakan sendi, kram, kelemahan otot, masalah cara
berjalan, penggunaan alat bantu mobilisasi, pola kebiasaan latihan atau aktifitas,
udema, kekuatan otot, pergerakan, riwayat jatuh.
o) System syaraf
Riwayat kejang, tremor/ spasme, refleks, riwayat cedera kepala, masalah memori,
paresis, masalah koordinasi.

k. Status Fisiologis
1) Bagaimana postur tulang belakang lansia?
2) Bagaimana kecepatan berjalan lansia dan kekuatan tonus otot?
3) Tanda-tanda vital dan status gizi
4) Pengkajian head to toe
l. Status Pertumbuhan Dan Perkembangan
No Test koordinasi Keterangan Nilai
1 Berdiri dengan postur normal; 4
2 Berdiri dengan postur normal, menutup 4
mata
3 Berdiri dengan satu kaki kiri : 3
kanan : 3
4 Berdiri, fleksi trunk dan berdiri ke 4
posisi netral
5 Berdiri, lateral dan fleksi trunk 4
6 Berjalan, tempatkan tumit salah satu 4
kaki didepan jari kaki yang lain
7 Berjalan sepanjang garis lurus 4
8 Berjalan mengikuti tanda gambar pada 4
lantai
9 Berjalan mundur 4
10 Berjalan mengikuti lingkaran 3
11 Berjalan pada tumit 2
12 Berjalan dengan ujung kaki 2
JUMLAH 45

Kriteria penilaian :

4 : Bila mampu melakukan aktivitas dengan tanpa bantuan

3 : Bila mampu melakukan aktivitas dengan sedikit bantuan untuk mempertahankan


keseimbangan

2 : Bila mampu melakukan aktivitas dengan bantuan sedang sampai maksimal utuk
mempertahankan keseimbangan

1 : Bila tidak mampu melakukan aktivitas

Interpretasi :

42-48 : Mampu melakukan aktivitas dengan lengkap

28-41 : Mampu melakukan aktivitas dengan sedikit bantuan untuk mempertahankan


keseimbangan

14-27 : Mampu melakukan aktivitas dengan bantuan sedang sampai maksimal untuk
mempertahankan keseimbangan

< 14 : Mampu melakukan aktivitas

3. Pengkajian Psikososial
a. Hubungan dengan orang lain :
b. Kebiasaan lansia berinteraksi :
c. Stabilitas emosi :
1) Masalah emosional
Pertanyaan tahap 1
a) Apakah klien mengalami susah tidur
b) Apakah klien merasa gelisah
c) Apakah klien murung menangis sendiri
d) Apakah klien sering was-was atau kuatir
Lanjutkan pertanyaan tahap 2 jika lebih dari satu atau sama dengan jawaban 1
ya. Klien mengalami susah tidur dan sering merasa kuatir memikirkan anak-
anaknya dan cucunya.
Pertanyaan tahap 2
a) Keluhan lebih dari 3 bulan atau lebih dari 1 bulan 1 kali dalam satu bulan
b) Ada masalah atau banyak pikiran
c) Ada gangguan atau masalah dengan orang lain
d) Menggunakan obat tidur atau penenang atau anjuran dokter
e) Cenderung mengurung diri ?
Lebih dari 1 atau sama dengan 1 jawabannya ya, maka masalah emosional ada
atau ada gangguan emosional Klien mengatakan banyak pikiran ± sdh 1 bulan
ini

4. Pengkajian Status Fungsional


a. Pola fungsi kesehatan Gordon
1) Pola penatalaksanaan kesehatan/ persepsi sehat
a) Pola sehat – sejahtera yang dirasakan (keluhan)
b) Pengetahuan tentang gaya hidup dan berhubungan dengan sehat
c) Pengetahuan tentang praktik kesehatan preventif
d) Ketaatan pada ketentuan media dan keperawatan
2) Pola nutrisi-metabolik
a) Pola makan dan cairan
b) Tipe makanan dan cairan
c) Peningkatan/ penurunan BB
d) Nafsu makan
e) Makanan kesukaan dan makanan yang tidak disukai
f) Alegi makanan
3) Pola eliminasi
a) Defekasi, berkemih
b) Penggunaan alat bantu
c) Penggunaan obat-obatan
4) Pola aktivitas – latihan
a) Pola aktivitas, latihan dan rekreasi
b) Kemampuan untuk mengusahakan aktivitas sehari-hari (merawat diri,
bekerja, dll).
Kemampuan Perawatan Diri Nilai Skor
0 1 2 3 4
Makan/ minum
Mandi
Toileting
Berpakaian
Mobilitas di tempat tidur
Berpindah
Ambulasi/ ROM

Keterangan:
1. = tergantung total
2. = dibantu orang lain dan alat
3. = dibantu orang lain
4. = alat bantu
5. = mandiri
5) Pola tidur dan istirahat
a) Pola tidur – istirahat dalam 24 jam
b) Kualitas dan kuantitas tidur
6) Pola kognitif – perseptual – keadekuatan alat sensori
a) Penglihatan, perasa, pembau
b) Kemampuan bahasa, belajar, ingatan, dan pembuatan keputusan
7) Pola persepsi – konsep diri
a) Sikap klien mengenai dirinya
b) Persepsi klien tentang kemampuannya
c) Pola emosional
d) Citra diri, identitas diri, harga diri dan peran diri
8) Pola peran dan tanggung jawab
a) Persepsi klien tentang pola hubungan
b) Persepsi klien tentang peran dan tanggung jawab
9) Pola seksual – reproduksi
a) Kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan klien terhadap seksualitas
b) Tahap dan pola reproduksi
10) Pola koping dan toleransi stress
a) Kemampuan mengendalikan stress
b) Sumber pendukung
11) Pola nilai dan keyakinan
a) Nilai, tujuan, keyakinan
b) Spiritual
c) Konflik

5. Pengkajian ADL Indeks KATZ


Penentuan kemandirian fungsional dapat mengidentifikasi kemampuan dan
keterbatasan klien sehingga dapat memilih intervensi yang tepat.Kemandirian pada
aktivitas kehidupan sehari-hari dapat diukur dengan menggunakan INDEKS
KATZ.Indeks kemandirian pada aktivitas kehidupan sehari-hari berdasarkan pada
evaluasi fungsi mandiri/ tergantung dari klien dalam mandi, berpakaian, pergi ke kamar
mandi, berpindah, kontinen, dan makan.
INDEKS KATZ
Score Kriteria
A Kemandirian dalam hal makan, kontinen, berpindah, ke kamar kecil,
berpakaian dan mandi
B Kemandirian dalam semua aktifitas hidup sehari-hari, kecuali satu
dari fungsi tersebut
C Kemandirian dalam semua aktifitas hidup sehari-hari, kecuali mandi
dan satu fungsi tambahan
D Kemandirian dalam semua aktifitas hidup sehari-hari, kecuali mandi,
berpakaian dan satu fungsi tambahan
E Kemandirian dalam semua aktifitas hidup sehari-hari, kecuali mandi,
berpakaian,ke kamar kecil dan satu fungsi tambahan
F Kemandirian dalam semua aktifitas hidup sehari-hari, kecuali mandi,
berpakaian, berpindah, dan satu fungsi tambahan
G Ketergantungan pada enam fungsi tersebut
Lain- Ketergantungan pada sedikitnya dua fungsi, tetapi, tidak dapat
lain diklasifikasikan sebagai C, D, E, F dan G

1. Tingkat Kemandirian Dalam Kehidupan Sehari-Hari (Indeks Barthel)


Nilai
No Jenis Aktifitas Penilaian
Bantuan Mandiri
1 Makan 5 10
2 Minum 5 10
No Jenis aktifitas Nilai Penilaian
Bantuan Mandiri
3 Berpindah dari kursi roda ke tempat 5-10 15
tidur & kebalikannya
4 Kebersihan diri: cuci muka, 0 5
menyisir, mencukur
5 Aktivitas dikamar mandi (toileting) 5 10
6 Mandi 5 15
7 Berjalan dijalan yang datar (jika 0 5
tidak mampu berjalan, lakukan
dengan kursi roda)
8 Naik turun tangga 5 10
9 Berpakaian termasuk mengenakan 5 10
sepatu
10 Mengontrol defekasi 5 10
11 Mengontrol berkemih 5 10
12 Olah raga/latihan 5 10
13 Rekreasi/pemanfaatan waktu luang 5 10
JUMLAH

Keterangan:
1. Skor 60 : Ketergantungan penuh
2. Skor 65-125 : Ketergantungan ringan
3. Skor 130 : Mandiri

2. Pengkajian Status Kognitif dan Afektif


a. Pengkajian Short Portable Mental Status Questionaire (SPMSQ)
SPMSQ merupakan skala penilaian yang digunakan untuk mendeteksi kerusakan
dan derajat kerusakan intelektual.SPMSQ terdiri dari 10 item meliputi tes
orientasi, memori yang di hubungkan dengan kemampuan merawat diri, dan
kemampuan matematika.Fungsi intelektual yang dikaji berguna untuk membuat
keputusan terkait dengan kapasitas perawatan diri.
SPMSQ merupakan instrumen yang mudah diingat, walaupun pelaksanaan tes
dilakukan secara lisan.Tes ini dapat dilakukan pada usila dengan setting
perawatan akut, komunitas, dan jangka panjang.
Instruksi untuk pewawancara:
Sebelum melakukan screening pastikan tidak ada kalender, majalah, akte
kelahiran, atau media lain yang bias digunakan klien untuk menjawab pertanyaan.
Pertanyaan 1 : Benar jika klien mampu menyebutkaan bulan, tanggal, dan tahun
secara benar
Pertanyaan 2 : Benar jika klien mampu menjawab dengan tepat
Pertanyaan 3 : Benar jika klien mampu mendeskripsikan lokasi dimana dia
berada. Nama kota, panti, atau nama RS yang disebutkan klien yang dapat kita
terima.
Pertanyaan 4 : Benar jika mampu menyebutkan nomer telepon yang benar
(diklarifikasi).
Pertanyaan 5 : Benar jika klien mampu menyebutkan hari, tanggal, dan tahun
Pertanyaan 6 : Benar jika klien mampu menyebutkan usia yang sesuai dengan
hari kelahiran klien.
Pertanyaan 7 : Benar jika klien mampu menyebutkan minimal nama belakang
presiden saat ini.
Pertanyaan 8 : Benar jika klien mampu menyebutkan minimal nama
presiden sebelumnya.
Pertanyaan 9 : Tidak perlu verifikasi.
Pertanyaan 10 : Benar jika klien mampu menyelesaikan hitungan sampai habis.
No Pertanyaan Benar Salah
1 Tanggal berapa hari ini ?
2 Hari apa sekarang ?
3 Apa nama tempat ini?
4 Dimana alamat anda ?
5 Berapa nomer telepon anda ?
Dimana alamat anda? (jika klien
tidak mempunyai nomer telepon)
6 Kapan anda lahir ?
7 Siapa presiden Indonesia ?
8 Siapa presiden Indonesia
sebelumnya ?
9 Siapa nama ibu anda ?
10 30 – 5 = ?? dst
Jumlah

Data yang akan didaptkan sangat tergantung dengan tingkat pendidikan klien.
Faktor tersebut harus kita masukkan sebagai bahan pertimbangan evaluasi.
Untuk memudahkan penilaian, tingkat pendidikan dibagi dalam 3 tingkatan:
Level I : jika klien hanya mempunyai pendidikan dasar (SD)
Level II : jika klien mempunyai riwayat pendidikan tingkat menengah atau klien
menyelesaikan pendidikan tingkat menengah (SMP dan SMA)
Level III : klien dengan pendidikan tinggi (Dipolma I, II, III, S1, S2, S3)

Interpretasi hasil SPMSQ dengan pendidikan pada level II


Salah 0 – 2 : fungsi intelektual utuh
Salah 3 – 4 : kerusakan intelektual ringan
Salah 5 – 7 : kerusakan intelektual sedang
Salah 8 – 10 : kerusakan intelektual berat

Interpretasi hasil SPMSQ dengan pendidikan level I


Toleransi: tambahkan toleransi 1 jawaban Salah pada klien yang berpendidikan
level I
Salah 0 – 3 : fungsi intelektual utuh
Salah 4 – 5 : kerusakan intelektual ringan
Salah 6 – 8 : kerusakan intelektual sedang
Salah 9 – 10 : kerusakan intelektual berat

Interpretasi hasil SPMSQ dengan pendidika level III


Urangi jumlah jawaban Salah pada klien dengan pendidikan Level III
Salah 0 – 1 : fungsi intelektual utuh
Salah 2 – 3 : kerusakan inteektual ringan
Salah 4 – 6 : kerusakan intelektual sedang
Salah 7 – 10 : kerusakan intelektual berat

b. Pengkajian Mini Mental State Exam (MMSE)


Identifikasi aspek kognitif dari fungsi mental
Aspek kognitif Nilai Nilai Kriteria Ket
maksimal klien
Orientasi 5 Menyebut dengan benar
waktu :
a. Tahun
b. Musim
c. Tanggal
d. Hari
e. Bulan
Orientasi ruang 5 Dimana sekarang kita
berada :
a. Negara
b. Propinsi
c. Kabupaten
d. Panti
e. Wisma
Registrasi 3 Sebutkan nama objek
yang telah disebut oleh
pemeriksa : (Contoh)
a. Gelas
b. Sendok
c. Piring
Perhatian dan 5 Minta klien meyebutkan
kalkulasi angka 100 – 15 sampai
5 kali :
a. 85
b. 70
c. 40
d. 25
Mengingat 3 Minta klien untuk
kembali mengulangi 3 obyek
pada no. 2 (Pada
registrasi diatas)
a. Gelas
b. Sendok
c. Piring
Bahasa 9 Tunjukan klien benda,
tanyakan apa namanya
(sambil menunjuk
benda tersebut):
(Contoh)
a. Jam tangan
b. Pensil
c. Meja
d. kursi

Minta klien untuk


mengulangi kata berikut
“tak ada, jika, dan, atau,
tetapi”
Klien menjawab
……………….
Minta klien untuk
mengikuti perintah
berikut yang terdiri dari
3 langkah:
- Ambil kertas di
tangan anda
- Lipat dua dan taruh
dilantai.
- Perintahkan pada
klien untuk hal
berikut (bila
aktifitas sesuai
perintah nilai 1
point) “tutup mata
anda”
- Perintahkan pada
klien untuk menulis
satu kalimat dan
menyalin gambar

Interpretasi nilai :
24 – 30 : Tidak ada gangguan kognitif
18 – 23 : Gangguan kognitif sedang
0 – 17 : Gangguan kognitif berat

B. Analisa Data
No Data Masalah Etiologi
1 DS:
DO:
2 DS:
DO:
3 DS:
DO:

C. Prioritas Diagnosa Keperawatan


Apabila masalah telah diidentifikasi, maka disusun daftar masalah yang ditemukan,
kemudian diprioritaskan.
D. Perencanaan Keperawatan
No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional
Keperawatan (NOC) (NIC)

E. Implementasi dan Evaluasi


No. Dx Tgl/ jam Implementasi Evaluasi

S:

O:

A:

P:

BAB IV

PROSES BIMBINGAN
A. Metode
Selama profesi Keperawatan Gerontik, proses pembimbingan praktik akan dilakukan
melalui tahapan : orientasi, latihan, dan umpan balik, dengan masing-masing tahapan akan
terdiri dari beberapa kegiatan seperti pada tabel
Tabel I
Kegiatan Pembelajaran Profesi Keperawatan Gerontik
Tahapan Kegiatan
Orientasi pendahuluan Penjelasan profesi, orientasi lapangan, laporan
Latihan Ujian kasus individu, pendidikankesehatan, terapi
aktivitas, terapi modalitas, laporan dokumentasi,
asuhan keperawatan, mini riset,pre dan post
conference
Umpan balik Responsi pasca ujian, responsi pasca intervensi
pendidikan kesehatan, terapi aktivitas dan terapi
modalitas, seminar mini riset, masukan dan LP dan
laporan asuhan keperawatanpre dan post conference

B. Tata Tertib
1. Ketentuan umum:
a. Setiap mahasiswa wajib mengikuti semua kegiatan profesi 100%
b. Setiap mahasiswa wajib sopan dan menghargai pembimbing maupun mahasiswa
lain
c. Bagi mahasiswa yang ingin ke luar ruangan harus meminta izin preseptor klinik
terlebih dahulu
d. Bagi mahasiswa yang berhalangan hadir karena alasan yang penting pada waktu
profesi dan mendapat ijin dari koordinator stage keperawatan gerontik harus
mengganti pada hari lain yang disepakati dengan koordinator stage keperawatan
gerontik
e. Mahasiswa tidak diperkenankan merorok di area/kawasan Panti Sosial Tresna
Wredha
2. Ketentuan Khusus
a. Penampilan:
1) Hanya diperkenankan memakai cincin kawin dan anting tusuk kecil model
sederhana
2) Tidak menghias muka secara mencolok
3) Kuku pendek
4) Rambut disanggul/ ditekuk (pakai harnet) atau model pendek tidak
menyentuh leher baju seragam
5) Menggunakan pakaian sopan dan polos berwarna biru tua, jilbab bewarna
putih. Dianjurkan untuk memakai sepatu warna hitam dengan hak tidah
lebih dari 3 cm, tidak dianjurkan menggunakan sepatu hak tinggi.
b. Waktu praktik dan kehadiran
1) Mahasiswa praktik dari jam 08.00-14.00 setiap hari Senin-Sabtu
2) Mahasiswa yang terlambat 15 menit hadir wajib mengganti jam praktik 1
jam
3) Mahasiswa yang terlambat 1 jam hadir wajib mengganti jam praktik 1 shift
4) Mahasiswa wajib mengisi daftar hadir
c. Pengumpulan tugas
1) Tugas dikumpulkan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati
2) Tugas dan laporan dibuat sesuai dengan format yang telah disediakan
3) ASKEP dibuat 2 minggu 2 askep
4) Laporan pendahuluan 2 minggu 2 laporan pendahuluan
5) Terapi Modalitas 2 minggu / 2 Terapi Modalitas
6) Terapi Aktivitas 2 minggu/ 2 Terapi Aktivitas
7) Mini Riset 1 kali
8) Laporan Pendahuluan di tulis tangan dengan format yang sudah ada
9) ASKEP tulis tangan sesuai dengan format
10) Resume tulis tangan sesuai format
d. Sanksi Pelanggaran Tata Tertib
Bagi mahasiswa yang melanggar tata tertib praktik dikenakan sanksi berupa :
1) Teguran atau peringatan lisan dan tulisan
2) Mengganti jam praktik apabila mahasiswa terlambat hadir
3) Tugas yang terlambat dikumpulkan akan dikurangi nilainya
4) Tidak lulus dalam stase keperawatan gerontik
e. Kelengkapan
Mahasiswa diwajibkan membawa APD dan Nursing kit
f. Persiapan Seminar Besar
1) Mahasiswa menyusun panitia seminar dan berkoordinasi dengan bagian
diklat untuk persiapan undangan dan kelengkapan persiapan
2) Mahasiswa wajib berkoordinasi dengan bagian diklat untuk persiapan
tempat, alat, dan spanduk

C. Tempat Praktik
Praktik mahasiswa dilaksanakan selama 2 minggu dari tanggal 05 sampai dengan 18
Desember 2016. mahasiswa akan berpraktik di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera
Landasan Ulin Banjarbaru.

BAB IV
PROSES PELAKSANAAN PRAKTIK

A. Proses Pelaksanaan Praktik


Proses pelaksanaan praktik profesi Keperawatan Gerontik melalui tahapan : pra
interaksi, orientasi, kerja, terminasi proses, dan terminasi akhir sesuai pada tabel 2.
Tabel 2.
Proses Pelaksanaan Praktik
Tahap Waktu Kegiatan Kegiatan
Kegiatan Mahasiswa Pembimbing
Klinik

Pra interaksi Setiap hari Membuat laporan Menyiapkan/


sebelum pendahuluan memberi
melaksanakan berdasarkan kasus informasi tentang
praktik individu, kelompok yang akan dirawat.
lansia. Memahami Mengevaluasi
laporan pendahuluan. pemahaman
mahasiswa tentang
laporan
pendahuluan.
Pre Conference
Orientasi Hari pertama - Memperkenalkan Mengobservasi
praktik pada awal diri, kegiatan
pertemuan setiap menyampaikan mahasiswa-
hari praktik tujuan orientasi mahasiswa.
- Evaluasi/ validasi Mengobservasi
keadaan individu, dan memberikan
kelompok umpan balik.
Tahap kegiatan Waktu Kegiatan Mahasiswa Kegiatan
pembimbing
klinik
Mengingatkan
kontrak yang lalu
(topik, tujuan, waktu,
hasil yang
diharapkan)
Kerja Setiap hari praktik - Melakukan Membimbing
pengkajian Memvalidasi
- Merumuskan kegiatan
- Memvalidasi mahasiswa
diagnosis
keperawatan
- Melakukan
intervensi
- Melakukan
evaluasi proses
(tergantung pada
tahap proses
keperawatan)
Terminasi Pada akhir Mengevaluasi hasil Membimbing
Proses pertemuan setiap pertemuan
hari praktik
Membantu Memvalidasi
modifikasi tindakan kegiatan
Membuat kontrak mahasiswa
untuk pertemuan
berikutnya (topik
waktu, persiapan)
Terminasi Akhir Pada akhir praktik Mengevaluasi hasil Memvalidasi hasil
praktik secara kegiatan
keseluruhan yang mahasiswa.
telah dicapai individu
dan kelompok.
Presentasi hasil
kegiatan-kegiatan

Secara umum, proses pelaksanaan praktik setiap hari terdiri dari: pre conference,
praktik, post conference.