Anda di halaman 1dari 12

5.

Buatlah Assesment Fisioterapi pemeriksaan sampai dengan evaluasi pada kasus


Frozen Shoulder repetitive injury
Jawab :

Assesment Fisioterapi Pemeriksaan Sampai Evaluasi Pada Kasus Frozen


Shoulder Kiri Repetitive Injury

ANAMNESIS FISIOTERAPI

Nama : Tn.S

No. :-

Umur : 38 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Jl. Kartika chandra Kirana

Pekerjaan : PNS

Diagnosa : Frozen Shoulder e.c capsulitis

Tgl. Pemeriksaan : 16 Desember 2017

B. PHYSIOTHERAPY ASSESSMENT (CHARTS)

1. Chief of Complain

Nyeri bahu kiri ssat di gerakan

2. History

RPS : Nyeri pada bahu kurang lebih satu bulan yang lalu, saat pasien selesai

bermain voly. Selama itu pasien tidak berobat kedokter. Sekarang pasien

merasa nyeri tertusuk ,tidak menjalar ke lengan dan tidak ada rasa keram-

keram saat di gerakan bahunya ke atas dan kebelakang. Pasien merasa

kesulitan memangakai baju dan aktifitas toileting. Nilai VAS yang

dirasakan :8

Pemeriksaan. radiologi : -

Pemeriksaan. Laboratorium :-

RPD : HT (-), DM (-), Kolesterol (-), Peny. Jantung (-),


3. Asimetris

a. Pemeriksaan Umum

Kesadaran : CM

Kooperatif

Tekanan Darah : 120/80 mmHg

89ut7uitoiyo;iuou0kp[Nadi : 80 x/ menit

Pernapasan : 24 x/menit

b. Observasi

 Statis

 Inflamasi (-)

 Deformitas (-)

 Oedem (-)

 Dinamis

 Tampak penderita tidak mampu mengangkat lengan kiri.

 Pola napas : normal

 Tes Orientasi

 Pasien diminta untuk menepuk kedua tangan keatas

IP : lengan kiri pasien tidak dapat mengngkat lebih jauh

 Pasien diminta untuk menyetuh saku celana kana

IP : Pasien tidak dapat melakukan karna nyeri

 Pasien menyentuh perut dalam keadaan bahu abbduksi

IP : Pasien tidak dapat melakukannya karnya nyeri.


c. PFD

Sendi Move Aktif Pasif Nyeri TIMT

Gerak

Dx Sin Dx Sin A P

Fleksi Mampu Mampu Mampu Mampu - - -

Ekstensi Mampu Mampu Mampu Mampu - - -

Rotasi kiri Mampu Mampu Mampu Mampu - - -


Cervical
Rotasi kanan Mampu Mampu Mampu Mampu - - -

Lateral kiri Mampu Mampu Mampu Mampu - - -

Lateral kanan Mampu Mampu Mampu Mampu - - -

Mampu Tidak Tidak + + +


Fleksi Mampu
Mampu Mampu

Ekstensi Mampu Mampu Mampu Mampu - - -

Tidak Tidak +
Abduksi Mampu Mampu + +
Mampu Mampu
Shoulder
Adduksi Mampu Mampu Mampu Mampu - - -

Tidak Tidak +
Endorotasi Mampu Mampu + +
Mampu Mampu

Tidak Tidak +
Eksorotasi Mampu Mampu + +
Mampu Mampu
d. Palpasi

 Nyeri tekan (+)

 Spasme (+) upper Trapezius kiri

 Kontur kulit : normal

 Suhu afebris

4. Restrictive (Keterbatasan)

 ROM Shoulder sinistra terbatas

ROM
Sendi Move Aktif Pasif End Feel
Normal

Shoulder Fleksi 0-165o 0-700 0-800 Hard

Sinistra Ekstensi 0-60o 0-60o 0-60o Soft

Abduksi 0-90o 0-45o 0-50o Hard

Adduksi 0-45o 0-45o 0-45o Soft

Eksorotasi 0-90o 0-30o 0-30o Hard

Endorotasi 0-70o 0-50o 0-55o Hard

 ADL

Pasien perlu bantuan saat memelihara diri seperti memkai dan melepaskan baju.

Pasien meraskan gangguan ADL toileting.

 Pekerjaan

Semenjak sakit pasien merasa terganggu pekerjaannya.

5. Tissue Impairment

 Arthogenik  frozen shoulder capsuler sinistra.

 Miogenik  spasme pada upper trapezius sinistra


6. Spesifik Tes

 Joint play movement: (+) arah caudal, anterior dan posterior.

 Appley Scratch test : (+)

 Tes kompresi shoulder : (+)

 Vas : 8

 ROM Shoulder sinistra terbatas

ROM
Sendi Move Aktif Pasif End Feel
Normal

Shoulder Fleksi 0-165o 0-700 0-800 Hard

Sinistra Ekstensi 0-60o 0-60o 0-60o Soft

Abduksi 0-90o 0-45o 0-50o Hard

Adduksi 0-45o 0-45o 0-45o Soft

Eksorotasi 0-90o 0-30o 0-30o Hard

Endorotasi 0-70o 0-50o 0-55o Hard

7. Diagnosa Fisioterapi

Gangguan fungsi gerak shoulder sinistra berupa Frozen shoulder e.c capsulitis satu

minggu yang lalu.

Problem Fisioterapi :

1. Nyeri garak

2. Spasme otot Trapezius

3. Ketrbatasan ROM, Fleksi, abduksi, ekso dan endorotasi

4. Gangguan ADL
8. Program Fisioterapi

1) Tujuan Jangka Panjang

Mengembalikan Fungsi gerak sholder sinistra

2) Tujuan Jangka Pendek

 Menghilangakn nyeri

 Menghilangkan spasme

 Menambah ROM shoulder sinistra

 Meningkatkan ADL

9. Intervensi

A. PRIMER

a. Elektrotherapy (Interferensial )

Tujuan : Menghilangkan rasa nyeri

Dosis :

F : 1x/terapi

I : 10 mA

T : 2 pad

T : 10 menit

b. Manual Terapi ( Joint movement tekhnik )

F : 1x terapi

l : 3x repeti

T : osicilasi

T : 30s
B. SEKUNDER

a. Electroterapi (HFC)

Tujuan : Meningkatkan elastisitas jaringan

F : 1x/ terapi

I : 30 HZ

T : CEM

T : 10 menit

c. Manual Therapi (NMT)

Tujuan : menghilangkan spasme

F : 1x/ hari

I : 30%/3x tekanan

T : SCS

T : 90s

c. Mobilisasi Shoulder

( Traksi dan Translasi )

Tujuan : Meningkatkan ROM

F : 1x/terapi

I : 30Hz

T : CEM

T : 10 menit

( Passif streching exc.)

F : 1x/terapi

I : 8x repetisi

T : sliding

T : 5 menit
C. KOMPLEKS ( exercise)

Passif exec.

F : 1x/hari

I : 5x repetisi

T : PROM

T : 5 menit

10. Evaluasi

Tanggal Hasil Evaluasi

3/1/2018  VAS : 5

 ROM Shoulder sin:

Fleksi : 0- 1400

Abduksi : 0-700

Eksorotasi : 0-600

Endorotasi : 0-600

9/1/2018  VAS : 3

 ROM Shoulder sin:

Fleksi : 0- 1500

Abduksi : 0-900

Eksorotasi : 0-700

Endorotasi : 0-600

 Spsme : berkurang
SOAL FT OLAHRAGA ALIH JENJANG

1. Kenapa fisioterapi olahraga sangat dibutuhkan dewasa ini beri penjelasan 5 (lima) alasan
yaitu:
 Banyak atlit/olahragawan yang
tidakdapatmempertahankanprestasinyadalamkurunwaktu yang lama akibat :

 Cidera yang dialamiterjadi proses penyembuhan yang tidaksempurna.

 Cidera akut yang dialami men-dapat pengobatan yang salah

 Cidera yang pernah terjadi ter-ulang kembali

 Perlunya peran Fisioterapi terhadap atlit yang mengalami cidera agar atlit dapat
kembali berprestasi dalam ca-bang olahraga yang ditekuni

 Fisioterapi olahraga berperan mem-bantu olahragawan/olahragawati un-tuk


mencapai penampilan (performa) puncak, memberikan pencegahan ci-dera,
pengobatan/pemulihancidera.

 Fisioterapi olahraga harus bekerja tim dgn pelatih, dokter olahraga&profesi


kesehatan lainnya.

 Fisioterapi Olahraga merupakan bagian dari tim kesehatan dalam olahraga.

 Tim kesehatanlainnya :dokterolahra-ga, paramedis, masseur, ahligizi& psi-kolog.

 Fasilitaspendukung : ambulance &fa-silitas emergency, ruang kesehatan, obat2an,


alat2 fisioterapi& massage.

 Tim ini harus bekerjasama dengan baik terhdpt atlit&offisial.


2. Jelaskan fisioterapi olahraga pada :
a. Promotif
- Pengadaan media informasi
- Pendataan kelompok olahraga
- Peretemuan sosialisasi, advokasi tentang kesehatan olahraga
- Penyuluhan kelompok tentang kesehatan olahraga
- Pelatihan teknnis tentang kesehatan olahraga

b. Preventif
- Memberikanpenyuluhantentangmasalahkesehatanolahragatermasuk doping.
- Melakukanpemeriksaankesehatanawal. padasaatseleksiatlit
- Melakukanteskemampuanfisikmaksimaldantespsikologi.
- Membantupelatihmenyusun program latih-an.
- Menyiapkansarana&prasaranapendukungtimkesehatan.
- Menyiapkan&mengawasiatlituntuklatihan&pertandingan.
- Mengawasimasalahgizidan hygiene atlit.
- Meningkatkanpengetahuandanketrampilantimkesehatan.

c. Curatif
- Memberikanpengobatanumum.
- Melakukankonsultasispesialis.
- Melakukanpsikoterapi.
- Melakukanpertolonganpertamapadacederaolahraga.
- MelakukanrujukankeRumahSakitTerde-kat.
- Melakukanfisioterapi, terapilatihandan massage.
- Melakukanperbaikanmasalah hygiene &gizi

3. Jelaskan program latihan untuk mencegah cedera olahraga!


- Lakukan pemanasan dan pendinginan, pemanasan membantu menyiapkan tubuh
untuk berolahraga dan akan meningkatkan denyut jantung dan mengendorkan
otot serta sendi secara bertahap. Sedangkan pendinginan dilakukan untuk
menurunkan kembali denyut jantung ke normal dengan melakukan jalan santai 5-
10 menit.
- Lakukan Peregangan, lakukan peregangan sebelum dan setelah selesai
berolahraga. Karena peregangan dapat meningkatkan fleksibilitas dan
mengurangi resiko terjadinya cedera otot.
- Mulailah dengan perlahan dan jangan memaksakan diri. Mulailah dengan
perlahan dan tingkatkan intensitas waktu, dan frekuensi olahraga secar bertahap.
- Melakukan olahraga yang bervariasi. Jangan melatih suatu kumpulan otot tertentu
dengan berlebihan, maka dapat menyebabkan terjadinya cedera otot dan
peradangan pada tendon.
- Mengetahui kelemahan. Menyesuaikan jenis olahraga dengan keadaan kesehatan
tubuh.
- Banyak minum air putih. Minumlah air putih sebelum, selama, dan stelah selesai
berolahraga agar tidak terjadi dehidrasi.

4. Sebutkan dan jelaskan 5 komponen Physical Fitness Health Ralated Fitness dan 6 Skill
Related serta berikan contoh masing-masing!
Jawab :
5 Komponen Physical Fitness Health Related Fitness
- Cardiorespiratoryendurance/fitness adalah kemampuan jantung dan kapsitas paru-
paru dalam melakukan aktivitas kerja dalam waktu lama tanpa mengalami
gangguan yang berarti
- Komposisitubuh adalah jumlah dari seluruh bagian tubuh manusia yang terdiri
dari massajaringan bebas lemak (Lean Mass Body) dan jaringan lemak atau
adiposa, jaringan bebas lemak terdiri dari jaringan otot, tulang, dan cairan ekstra
seluler. Susunantubuh yang digambarkansebagaiduakomponen, yaitu
:lemaktubuhdanmasatubuhtanpalemak.
- Komposisitubuhmeliputiduahal :
IndeksMasaTubuh (IMT)
IMT = BeratBadan (Kg)
TinggiBadan (m)2
Persentase lemak tubuhPerbandingan antara berat lemak tubuh dengan berat
badan
- Muskuloskeletal :
Fleksibilitas adalah Kemapuan sendi untuk melakukan gerakan dalam ruang gerak
sendi secara maksimal
Kekuatan otot adalah Kemampuan otot atau sekelompok otot untuk melakukan satu
kali kontraksi secara maksimal melawan tahanan / beban.
- Endurance otot adalah suatu kemampuan otot untuk melakukan suatu gerakan
secara terus menerus dalam waktu yang lama, dalam tempo sedang sampai cepat
tanpa merasa kelelahan atau merasa sakit
6 Komponen Skill Related Fitness
- Agility/kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi tubuh dengan
cepat yang dilakukan bersama-sama dengan gerakan lainnya.
- Keseimbangan adalah Kemampuan mempertahankan sikap dan posisi tubuh
secara tepat pada saat berdiri (static balance) atau pada saat melakukan gerakan
(dynamic balance)
- Koordinasi adalah Kemampuan untuk melakukan gerakan dengan sangat tepat
dan efisien
- Kecepatan adalah Kemampuan berpindah dari suatu tempat ketempat lain dalam
waktu paling singkat
- Power adalah Gabungan antara kekuatan dan kecepatan yang dilakukan dengan
mengerahkan gaya (forece) otot maksimum dengan kecepatan maksimum

Kecepatan reaksi/ Reaction time adalah Waktu yang dipergunakan antara munculnya
stimulus / rangsangan dengan mulainya suatu jawaban / reaksi