Anda di halaman 1dari 19

RPP Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah : SMK PGRI 2 CIMAHI


Kompetensi Keahlian : Akuntansi
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Materi Pokok : Perhitungan Pajak Penghasilan
Sub Materi Pokok : Pajak Penghasilan Pasal 23
Pertemuan : 7-8
Kelas / Semester : XI Akuntasi / 3 dan 4
Waktu : 2 X 45 menit

I. Standar Kompetensi
Mengelola administrasi pajak
II. Kompetensi Dasar
Menghitung jumlah pajak yang harus dibayar
III. Indikator
a. Menjelaskan tentang PPh Pasal 23
b. Memahami PPh Pasal 23
IV. Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah proses kegiatan belajar mengajar selesai, diharapkan :
a. Siswa dapat menjelaskan tentang PPh Pasal 23
b. Siswa dapat memahami PPh Pasal 23
V. Materi Pembelajaran
1. Pengertian
Pengertian pajak menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, S.H dalam bukunya “Dasar-dasar
hukum pajak dan pajak pendapatan”(1990;5) menyatakan bahwa “pajak adalah iuran rakyat
kepada kas negara berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapatkan jasa timbal yang
langsung dapa ditunjukkan dan dapat digunakan untuk membayar pengeluaran umu”. Sedangkan
menurut Prof. Dr. PJA. Andriani bahwa “pajak adalah iuran kepada negara yang dapat
dipaksakan dan terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan, dengan demikian
tidak mendapat prestasi kembali yang langsung ditunjukkan dan yang gunanya adalah untuk
membiayai pengeluaran umum berhubungan dengan tugas negara untuk menyelenggarakan
pemerintahan.
Dari pengertian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur yang melekat pada
pajak yaitu :
1. Pajak dipungut berdasarkan undang-undang serta aturan pelaksanaannya
2. Sifatnya dapat dipaksakan. Hal ini berarti pelanggaran atas aturan perpajakan akan berakibat
adanya sanksi
3. Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukkan adanya kontraprestasi individual secara
langsung oleh pemerintah
4. Pajak dipungut oleh negara baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemungutan
pajak tidak boleh dilakukan oleh pihak swasta yang orientasinya adalah keuntungan
5. Pajak dipungut bagi pengeluaran – pengeluaran pemerintah, yang bila dari pemasukkannya
masih terdapat surplus, diperlukan untuk membiayai public investment

2. Retribusi dan Sumbangan


a. Retribusi
Retribusi pada umumnya mempunyai hubungan langsung dengan kembalinya prestasi karena
pembayaran tersebut ditujukan semata-mata untuk mendapatkan suatu prestasi tertentu dar
pemerintah. Misalnya karcis masuk terminal, karcis masuk tol dsb.
b. Sumbangan
Pengertian sumbangan ini tidak boleh dicamput adukkan dengan retribusi, dalam retribusi dapat
ditunjuk yang menikmati kontrapersepsi secara langsung yaitu pembayar retribusi. Sedangkan
sumbangan yang mendapatkan merasakan imbalan/manfaat langsung adalah penerima
sumbangan. Misalnya sumbangan bencana alam, pengungsi dsb.

3. Tarif dan Objek PPh Pasal 23


1. 5% dari jumlah bruto atas:
a) dividen kecuali pembagian dividen kepada orang pribadi dikenakan final, bunga, dan royalti;
b) hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong PPh pasal 21.
2. 2% dari jumlah bruto atas sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta
kecuali sewa tanah dan/atau bangunan.
3. 2% dari jumlah bruto atas imbalan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi dan jasa
konsultan.
4. 2% dari jumlah bruto atas imbalan jasa lainnya, yaitu:
a) Jasa penilai;
b) Jasa Aktuaris;
c) Jasa akuntansi, pembukuan, dan atestasi laporan keuangan;
d) Jasa perancang;
e) Jasa pengeboran di bidang migas kecuali yang dilakukan oleh BUT;
f) Jasa penunjang di bidang penambangan migas;
g) Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas;
h) Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara;
i) Jasa penebangan hutan
j) Jasa pengolahan limbah
k) Jasa penyedia tenaga kerja
l) Jasa perantara dan/atau keagenan;
m) Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga, kecuali yang dilakukan KSEI dan KPEI;
n) Jasa kustodian/penyimpanan-/penitipan, kecuali yang dilakukan oleh KSEI;
o) Jasa pengisian suara (dubbing) dan/atau sulih suara;
p) Jasa mixing film;
q) Jasa sehubungan dengan software komputer, termasuk perawatan, pemeliharaan dan perbaikan;
r) Jasa instalasi/pemasangan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC, dan/atau TV kabel,
selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan
mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi
s) Jasa perawatan / pemeliharaan / pemeliharaan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC,
dan/atau TV kabel, selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang
konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi
t) Jasa maklon
u) Jasa penyelidikan dan keamanan;
v) Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer;
w) Jasa pengepakan;
x) Jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media massa, media luar ruang atau media lain
untuk penyampaian informasi;
y) Jasa pembasmian hama;
z) Jasa kebersihan atau cleaning service;
aa) Jasa katering atau tata boga.
5. Untuk yang tidak ber-NPWP dipotong 100% lebih tinggi dari tarif PPh Pasal 23
6. Yang dimaksud dengan jumlah bruto adalah seluruh jumlah penghasilan yang dibayarkan,
disediakan untuk dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemerintah,
subjek pajak dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan
perusahaan luar negeri lainnya kepada Wajib Pajak dalam negeri atau bentuk usaha tetap, tidak
termasuk:
a) Pembayaran gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain sebagai imbalan
sehubungan dengan pekerjaan yang diabayarkan oleh WP penyedia tenaga kerja kepada tenaga
kerja yang melakukan pekerjaan, berdasarkan kontrak dengan pengguna jasa;
b) Pembayaran atas pengadaan/pembelian barang atau material (dibuktikan dengan faktur
pembelian);
c) Pembayaran kepada pihak kedua (sebagai perantara) untuk selanjutnya dibayarkan kepada pihak
ketiga(dibuktikan dengan faktur tagihan pihak ketiga disertai dengan perjanjian tertulis);
d) Pembayaran penggantian biaya (reimbursement) yaitu penggantian pembayaran sebesar jumlah
yang nyata-nyata telah dibayarkan oleh pihak kedua kepada pihak ketiga (dibuktikan dengan
faktur tagihan atau bukti pembayaran yang telah dibayarkan kepada pihak ketiga).
Jumlah bruto tersebut tidak berlaku:
1. Atas penghasilan yang dibayarkan sehubungan dengan jasa katering;
2. Dalam hal penghasilan yang dibayarkan sehubungan dengan jasa, telah dikenakan pajak yang
bersifat final;

4. Penghitungan PPh Pasal 23 terutang menggunakan jumlah bruto tidak termasuk PPN
Dikecualikan dari Pemotongan PPh Pasal 23:
1. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank;
2. Sewa yang dibayar atau terutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan hak opsi;
3. Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai WP dalam
negeri, koperasi, BUMN/BUMD, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan
bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat:
a) dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan;
b) bagi perseroan terbatas, BUMN/BUMD, kepemilikan saham pada badan yang memberikan
dividen paling rendah 25% ( dua puluh lima persen) dari jumlah modal yang disetor;
c) Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya
tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma dan kongsi termasuk
pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif;
d) SHU koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya;
e) Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada badan usaha atas jasa keuangan yang berfungsi
sebagai penyalur pinjaman dan/atau pembiayaan.
5. Saat Terutang, Penyetoran, dan Pelaporan PPh Pasal 23
1. PPh Pasal 23 terutang pada akhir bulan dilakukannya pembayaran, disediakan untuk dibayar,
atau telah jatuh tempo pembayarannya, tergantung peristiwa yang terjadi terlebih dahulu.
2. PPh Pasal 23 disetor oleh Pemotong Pajak paling lambat tanggal sepuluh bulan takwim
berikutnya setelah bulan saat terutang pajak.
3. SPT Masa disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat, paling lambat 20 hari setelah Masa
Pajak berakhir.
Dalam hal jatuh tempo penyetoran atau batas akhir pelaporan PPh Pasal 23 bertepatan dengan
hari libur termasuk hari sabtu atau hari libur nasional, penyetoran atau pelaporan dapat dilakukan
pada hari kerja berikutnya.
6. Bukti Pemotong PPh Pasal 23
Pemotong Pajak harus memberikan Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 kepada Wajib Pajak
Orang Pribadi atau badan yang telah dipotong PPh Pasal 23.
7. Perhitungan PPh Pasal 23
PT Cipta Mandiri merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan. Perusahaan ini didirikan
pada tahun 2005, beralamat di Jl. Kresek Indah No. 33, Jakarta Timur. NPWP:
01.444.666.1.541.000. Pada bulan Januari 2009, Pembayaran honorarium dan imbalan lain
sehubungan dengan PPh pasal 23 adalah sebagai berikut:
1. Menyewa truk dari PT Transport Tycoon yang beralamat di Jl. Raya No. 20, NPWP:
01.232.565.0.888.000; untuk mengangkut mesin cetak ke Semarang. Nilai kontrak Rp 5.000.000
2. Membayar bunga pinjaman kepada Bank Mandiri Jakarta sebesar Rp 1.000.000 bank Mandiri
beralamat di jalan Wolter Mongisindi No. 75 Jakarta.
3. Membayar biaya penyimpanan surat saham di PT KSEI sebesar Rp 5.000.000
4. Membayar royalti kepada beberapa penulis, antara lain
Nama Alamat NPWP Jumlah Royalti
Abubakar Elsira Jl. Raya No.1 04.111.333.1.541.000 Rp 20.000.000
Ratna Manikam Jl. Raya No.3 04.111.112.1.552.000 Rp 5.000.000
M. Lestari Jl. Raya No.4 Rp 10.000.000

Motinggo Daina Jl. Raya No.5 Rp 6.000.000

5. Membayar jasa perbaikan mesin produksi yang telah rusak sebesar Rp 15.000.000 kepada PT
Maju Jaya yang beralamat di Jl. Raya No. 7. NPWP: 01.444.777.2.555.000
6. Membayar fee sebesar Rp 23.000.000 kepada KAP Wijaya & Co., yang beralamat di Jl.
Kepodang No.9. NPWP: 04.323.233.2.541.000
7. Membayar sewa mesin produksi selama 1 bulan, karena mesin yang dimiliki rusak dan sedang
diperbaiki, kepada PT Mandala Offset yang beralamat di Jl. Raya No. 8. NPWP:
01.111.111.1.541.000 sebesar Rp 6.000.000
8. Membayar jasa konsultan manajemen kepada Mr. Chou En Lai dari Hongkong yang berada di
Indonesia selama 5 bulan sebesar Rp 208.000.000. Tidak ada Tax Treaty/P3B antara Indonesia
dengan Hongkong
9. Membayar tagihan jasa reparasi dan pemeliharaan mesin diesel kepada CV Teknik sebesar Rp
1.100.000 (termasuk PPN). CV Teknik bertempat kedudukan di Jl. Raya No. 10 dan tidak
memiliki NPWP
10. Membayar Jasa perancang logo yang dilakukan oleh PT Kreasi; yang bertempat kedudukan di Jl.
Raya No. 11. NPWP: 01.232.333.1.441.000. Di dalam perjanjian kerja sebelumnya telah
disepakati besarnya tagihan total yang harus dibayar oleh PT Disain Indah adalah sebesar Rp
75.000.000. Rp 50.000.000 untuk material bahan stiker logo, ditambah Rp 25.000.000 sebagai
jasa perancangannya.
Penjelasan :
1. PPh 23 = 2% x jumlah bruto = 2% x Rp 5.000.000 = Rp 100.000
2. Sesuai dengan Undang-undang No. 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, penghasilan yang
dibayar atau terutang kepada bank dikecualikan dari pemotongan PPh pasal 23
3. Sesuai dengan Undang-undang No. 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, biaya
penyimpanan surat saham di PT KSEI dikecualikan dari pemotongan PPh pasal 23
4. Royalti dikenakan PPh 23 dengan tarif sebesar 15% dari jumlah bruto:
a) Abubakar Elsira-PPh 23 = 15% x Rp 20.000.000 = Rp 3.000.000
b) Ratna Manikam-PPh 23 = 15% x Rp 5.000.000 = Rp 750.000
c) M. Lestari-PPh 23 = 15% x Rp 10.000.000 = Rp 1.500.000
d) Motinggo Daina-PPh 23 = 15% x Rp 6.000.000 = Rp 900.000
e) Wiro Sableng-PPh 23 = 15% x Rp 30.000.000 = Rp 4.500.000
5. PPh 23 = 2% x Rp 15.000.000 = Rp 300.000
6. PPh 23 = 2% x Rp 23.000.000 = Rp 440.000
7. PPh 23 = 2% x Rp 6.000.000 = Rp 120.000
8. Pemberian jasa konsultan manajemen yang dilakukan oleh Subjek Pajak luar Negeri yang tidak
mempunyai perjanjian perpajakan (Tax Treaty) dengan Indonesia dan melebihi jangka waktu 60
hari akan dianggap sebagai bentuk usaha tetap (BUT). Sesuai dengan Pasal 2 ayat (5) huruj m;
"pemberian jasa dalam bentuk apapun oleh pegawai atau oleh orang lain, sepanjang dilakukan
lebih dari 60 hari dalam jangka waktu 12 bulan.
PPh 23 = 2% x Rp 208.000.000 = Rp 4.160.000
9. PPh 23 = Rp 1.100.000 x 100/110 x 4% = Rp 40.000
10. PPh 23 = 2% x Rp 25.000.000 = Rp 500.000
VI. Metode Pembelajaran
a. Metode Ceramah
b. Metode Simulasi
c. Metode Pemberian Tugas
d. Metode Tanya Jawab

VII. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam
Nilai
Awal  Guru memeriksa daftar hadir siswa.
Karakter:
Alokasi  Guru menyampaikan apersepsi mengenai materi yang - religius
10 menit terkait.
Eksplorasi Nilai
 Guru menjelaskan tentang pengertian PPh Pasal 23 Karakter:
 Guru menjelaskan tentang PPh Pasal 23 - berpikir logis
- santun
Elaborasi
 Membiasakan siswa membaca dan menulis melalui tugas-
tugas tertentu yang bermakna mengenai PPh Pasal 23 Nilai
 Memberikan kesempatan berpikir, menganalisis, Karakter:
menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut - mandiri
- berpikir logis
 Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan
- cinta ilmu
kolaboratif materi PPh Pasal 23
- kerjasama
 Memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat untuk
- kerja keras
Kegiatan Inti meningkatkan prestasi belajar terutama dalam materi PPh - kreatif
Alokasi Pasal 23
- percaya diri
60 menit  Siswa berdiskusi untuk menyelesaikan soal tersebut - kritis
 Siswa mengadakan simulasi pencatatan kedalam PPh Pasal
23 dan menyampaikan hasilnya didepan kelas.
 Tanya jawab apabila ada kesulitan dan ada materi yang
belum dipahami oleh siswa.

Konfirmasi Nilai
 Guru melakukan tanya jawab tentang hal-hal yang belum Karakter:
dimengerti siswa - berpikir logis
 Guru bersama siswa meluruskan masalah, memberikan - kerjasama
penguatan, dan membuat kesimpulan dari tanya jawab - kreatif
- percaya diri

Kegiatan  Guru bersama dengan siswa bersama-sama membuat


Penutup kesimpulan tentang materi yang telah diberikan Nilai
 Guru memberikan tugas kepada siswa Karakter:
 Guru memberikan informasi mengenai materi pembelajaran - Religius
Alokasi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya. - Santun
Waktu  Guru memberikan kata-kata penutup.
20 menit

VIII. Media/Sumber Pembelajaran


a. Media Pembelajaran
Papan tulis, spidol, LKS, Infokus
b. Sumber Pembelajaran
Buku Mengelola Administrasi Pajak
IX. Evaluasi
(Terlampir)
X. Penilaian
a. Prosedur penilaian-penilaian acuan patokan (KKM)
1. Penilaian proses belajar
 Sikap dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran baik dalam bertanya, menjawab
pertanyaan (soal) maupun dalam menyampaikan pendapat yang berkaitan dengan materi. (Ranah
Afektif dan Ranah Kognitif).
 Penugasan menjawab pertanyaan tertulis secara terstruktur. (Ranah Psikomotor).
2. Penilaian Hasil Belajar
b. Hasil dan Bentuk Tes
1. Simulasi
2. Studi Kasus
c. Kriteria Penilaian

No Kriteria Jawaban Kriteria


Penilaian
1 Soal no.1 20
2 Soal no.2 20
3 Soal no.3 20
4 Soal no.4 20
5 Soal no.5 20
Nilai = Skor Total
A. Kognitif (70%)
C1 = Pengetahuan C5 = Sintesis
C2 = Pemahaman C6 = Evaluasi

Indikator Ranah Instrumen Skor C3 =


1. Membuat format Persamaan C1 Buatlah Format 10 Penerapan
Akuntansi dariPersamaan Akuntansi C4 =
2. Mencatat transaksi ke C4 Studi Kasus : Persamaan 90 Analisis
dalam Persamaan Akuntansi Akuntansi

JUMLAH SKOR 100

B. Afektif (30%)

Aspek Yang Dinilai Jumlah


No. Nama Siswa Nilai
1 2 3 4 5 Skor

1
2

3
Keterangan :
Aspek Yang Dinilai
1. Tidak terlambat mengikuti pelajaran
2. Mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk

3. Santun dalam berkomunikasi

4. Aktif dalam pembelajaran

5. Perhatian

Kriteria skor: Kriteria penilaian:


1 = sangat kurang 17 – 20 = A ( sangat baik)
2 = kurang 13 – 16 = B (baik)
3 = cukup 9 – 12 = C (cukup)
4 = baik 5 – 8 = D (belum tuntas)
0 – 4 = E (tidak tuntas)

Cimahi, Mei 2013

Guru Mata Pelajaran/ Praktikan


Dosen Luar Biasa

Drs. Riza Munandar


NUPTK:7153.7416.4420.0013 Dede Azis
NIM. 0906629
LAMPIRAN
PT Perdana merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan buku-buku pendidikan perguruan
tinggi. Perusahaan ini didirikan tahun 1995, beralamat di Jl. Trumojoyo No. 100 Jakarta, NPWP
01.555.444.1.541.000. Pembayaran honorarium dan imbalan lainnya sebuhungan dengan
pemotongan PPh Pasal 23 selama bulan Januari 2009 adalah sebagai berikut :
1. Membayar bunga pinjaman kepada Bank Mandiri Jakarta sebesar Rp. 1.000.000 bank Mandiri
beralamat di Jalan Wolter Monginsindi No. 75 Jakarta.
2. Membayar royalty kepada beberapa penulis, yaitu
Nama Alamat NPWP Jumlah Royalti
Adisti Jl. Melati No.7 04.111.333.1.001.000 Rp 20.000.000
Jakarta
Kinanti Jl. Mawar No.23 04.333.444.1.001.000 Rp 5.000.000
Jakarta
Nabila Jl Anggrek No. 145 04.232.555.1.001.000 Rp 10.000.000
Jakarta

3. Membayar jasa perbaikan mesin produksi yang telah tusak sebesar Rp 15.000.000 kepada PT
Galileo yang beralamat di Jl. Salemba Raya No.245 Jakarta NPWP. 01.446.577.2.541.000
4. Membayar fee sebesar Rp 23.000.000 kepada Kantor Akuntan Dwiyanto dan Co. yang
beralamat di Jl Lada No.56 Jakarta NPWP. 04.323.233.2.541.000
5. Membayar sewa mesin produksi selama 1 bula karena mesin yang dimiliki rusak dan sedang
diperbaiki kepada PT Sejahtera yang beralamat di Jl. Adi Sucipto No.34 Jakarta NPWP.
01.111.333.1.541.000 sebesar Rp 6.000.000.
JAWABAN
1. Pembayaran bunga sebesar Rp 1.000.000 kepada Bank Mandiri tidak dipotong pajak karena
penghasilan yang dibayarkan atau teruta ng kepada Bank merupakan pengecualian dari
pengenaan PPh Pasal 23.
2. Pemotongan PPh Pasal 23 untuk masing-masing penulis sebagai berikut :
Nama Penghasilan Bruto PPh Pasal 23
Adisti Rp 20.000.000 15% x Rp 20.000.000 = Rp 3.000.000
Kinanti Rp 5.000.000 15% x Rp 5.000.000 = Rp 750.000
Nabila Rp 10.000.000 15% x Rp 10.000.000 = Rp 1.500.000

3. Pembayaran imbalan jasa perbaikan mesin kepada PT Galileo sebesar Rp 15.000.000 dipotong
PPh Pasal 34 sebagai berikut :
Tarif 2% x penghasilan bruto
2% x Rp 15.000.000 = Rp 300.000
Bukti pemotongan PPh Pasal 23 No.04/01/2009
4. Pembayaran fee kepada Kantor Akuntan Dwiyanto dan Co sebesar Rp 23.000.000 dipotong PPh
Pasal 23 sebagai berikut :
Tarif 2% x penghasilan bruto
2% x Rp 23.000.000 = Rp 440.000
Bukti pemotongan PPh Pasal 23 No.05/01/2009
5. Pembayaran sewa mesin produksi PT Sejahtera sebesar Rp 6.000.000 dipotong PPH Pasal 23
sebesar :
Tarif 2% x penghasilan bruto
2% x Rp 6.000.000 = Rp 120.000
Bukti pemotongan PPh Pasal 23 No.06/01/2009
Bukti pemotongan yang dilampirkan dalam kasus ini merupakan satu lampiran SPT Masa yang
diserahkan oleh pemotong pajak yaitu PT Perdana. Bukti pemotongan dibuat rangkap ke -3,
lembar ke-1 untuk wajib pajak, lembar ke-2 untuk Kantor Pelayanan Pajak dan lembar ke-3
untuk pemotongan pajak.

9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

TAHUN PELAJARAN 2013/2014

( No.: 4 )

Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Depok, Sleman

Kompetensi Keahlian : Akuntansi

Mata Pelajaran : Menyiapkan Surat Pemberitahuan Pajak

Kompetensi dasar : Menyiapkan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan


Kelas/Semester : XII Ak 1 / 5

Alokasi waktu : 2 x 45 menit (September minggu ke-4, Oktober minggu 1 – 4)

Pertemuan Ke : 1, 2, 3, 4, 5

Karakter : Rasa Ingin Tahu, jujur, mandiri

1. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih


mendalam dan meluas dari Perhitungan neto fiscal dan SPT
Tahunan WP.Badan
2. Sikap atau tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara,
bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain dalam menyajikan
Perhitungan neto fiscal dan SPT Tahunan WP.Badan

A. Standar Kompetensi :
12. Menyiapka Surat Pemberitajhuan Pajak (SPT)

B. Kompetensi Dasar :
12.4 Menyiapkan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan

C. Indikator
12.4.1. Laporan keuangan disiapkan
12.4.2. Penjelasan atas Laporan keuangan sebagai dasar penyesuaian fiskal
12.4.3. Bukti pemotongan PPh diidentifikasi
12.4.4. PPh kurang bayar disetor tepat waktu
12.4.5. SPT Tahunan PPh WP Badan disajikan dan disampaikan tepat waktu

D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menyiapkan Laporan keuangan
2. Siswa mampu menyajikan Perhitungan neto fiskal dari Penjelasan Laporan keuangan
3. Siswa mampu mengidentifikasi Bukti pemotongan PPh (SPT Tahunan)
4. Siswa mampu menyajikan PPh kurang bayar tepat waktu (SSP)
5. Siswa mampu menyajikan dan menyampaikan SPT Tahunan PPh WP Badan disajikan
dan disampaikan tepat waktu.

E. Materi Pembelajaran
1 Laporan keuangan, Tambahan penjelasan Laporan keuangan
2 Perhitungan neto fiskal
3 Bukti pemotongan PPh
4 PPh kurang bayar, SSP
5 SPT Tahunan WP. Badan, Mekanisme pelaporan

F. Metode Pembelajaran
Metode kontekstual dengan teknik tanya jawab, diskusi, latihan soal, penugasan

G. Langkah-langkah Pembelajaran.

Tahap Kegiatan Pembelajaran Wakt


Pembela Guru Peserta Didik u
jaran
Awal 1. Memberi salam 1. Menjawab salam 10’
2. Menyampaikan puji 2. Peserta didik mengikuti
syukur kepada Tuhan dengan khidmat, amin
YME
3. Melakukan pengkondisian 3. Mendengarkan dan
kelas dan menyampaikan memperhatikan
topik serta tujuan
pembelajaran

Inti Eksplorasi: 10’


1. Meminta peserta didik 1. Peserta didik mencermati
mencermati proses: proses:
a. Menyusun a. Menyusun Perhitungan
Perhitungan neto neto fiskal
Fiskal b. Mengisi SPT Tahunan
b. Mengisi SPT Tahunan WP Badan form 1771
WP Badan form 1771 dan Lampiran I sd VI
dan Lampiran I sd VI c. Mengisi SSP
c. Mengisi SSP
, 2. Mencermati modul/buku
2. Meminta peserta didik pelajaran dan membuat
mencermati modul/buku catatan tentang
pelajaran dan membuat Perhitungan neto fikcal,
catatan tentang SPT Tahunan WP Badan,
Perhitungan neto fiskal, SSP
SPT Tahunan WP Badan, 50’
SSP

Elaborasi 1. Menjawab latihan soal


1. Meminta peserta didik membuat :
mengerjakan latihan soal: a. Menyusun
a. Menyusun Perhitungan Perhitungan neto
neto Fiskal Fiskal
b. Mengisi SPT Tahunan b. Mengisi SPT Tahunan
WP Badan form 1771 WP Badan form 1771
dan Lampiran I sd VI dan Lampiran I sd VI
c. Mengisi SSP c. Mengisi SSP
d. Menunjuk salah satu d. Siswa yang ditunjuk
siswa untuk Mendemonstrasikan
mendemonstrasikan menyusun Perhitungan
Perhitungan neto fiskal, neto fiskal, mekanisme
mekanisme penyajian dan penyajian dan
penyampaian SPT penyampaian SPT
Tahunan WP. Badan Tahunan WP Badan 10’

Konfirmasi
1. Meminta siswa lain untuk 1. Siswa lain menanggapi
menanggapi hasil hasil penyajian jawaban
penyajian jawaban soal soal
2. Meminta peserta didik 2. Menyimpulkan hasil
untuk menyimpulkan penyajian dan
hasil penyajian jawaban penyampaian jawaban
soal serta memberikan soal
apreseasi terhadap peserta
didik yang mampu
memberikan penjelasan
kepada teman-temannya
yang kurang paham.
3. Memberikan penguatan 3. Memperhatikan dan
dari hasil jawaban soal: menanyakan hal-hal yang
a. Menyusun Perhitungan mungkin belum jelas
neto Fiskal
b. Mengisi SPT Tahunan
WP Badan form 1771
dan Lampiran I sd VI
c. Mengisi SSP

Akhir 1. Menyampaikan tugas 1. Memperhatikan tugas yang 10’


kepada peserta didik yaitu disampaikan guru untuk
menyusun Perhitungan menyusun Perhitungan neto
neto fiskal, SPT Tahunan fiskal, SPT Tahunan WP
WP Badan, SSP Badan, SSP

2. Guru mengakhiri 2. Menjawab salam


pembelajaran dengan
member salam kepada
peserta didik.

6. Sumber, Alat dan Bahan Pembelajaran :


Sumber:

1. Sumber belajar :
1 Akuntansi SMK Seri D Hendi Somantri Armico, Bandung 2011
(Perpustakaan)

2 Modul Mengelola Sri Mulyani, S.Pd CV. Ha Ka MJ Solo


Administrasi Pajak
(LKS)

3 Mengelola Dra. Nita Kristyaningrum Citra Pustaka


Administrasi pajak mandiri, Surakarta
(LKS)
4 Menyiapkan Surat Tim Andalan CV. Merah Putih
Pemberitahuan Pajak

5 Hand Out Sri Hartini, S.Pd Mandiri (fotocopy) 2013

2. Alat dan Media pembelajaran :


Alat : Papan Tulis dan kelengkapannya, Kalkulator, Proyektor dan Laptop
Media : Modul, Power Point, Form 1771 dan Lampiran I sd VI, Form SSP

B. Penilaian :
No. Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Bentuk Instrumen
Instrumen

1 Menyusun Perhitungan neto fiskal Tes Tertulis Esey Terlampir

2 Mengisi SPT Tahunan WP.Badan Tes Tertulis Esey Terlampir


Form 1771 dan Form Lampiran
1771- I sd VI, serta Form SSP

FORMAT PENILAIAN ESEY

Skor 10-100

SPT Form Total


No Nama Perhitungan Form Nilai Deskripsi
Form 1771- I Skor
Neto Fiskal SSP
1771 - VI

50 10 30 10 100 100 Kompeten


Skor 10-100

SPT Form Total


No Nama Perhitungan Form Nilai Deskripsi
Form 1771- I Skor
Neto Fiskal SSP
1771 - VI

Total

Nilai = Total Skor : 1

Nilai Maksimal = 100

Keterangan:

1. Nilai < 79,99 deskripsi = Kompeten


2. Nilai 80 -100 deskripsi = Belum Kompeten

Nilai akhir = Nilai tes tertulis

Contoh: 50+(10+30+10 ) = 100 = 100


LEMBAR PENGAMATAN
1 1

INTERNALISASI NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA

Bersahabat/Komunikatif

Kelas:.............

Aspek yang dinilai

Berkomunikasi Saling menghargai


Total Skor

Deskripsi

No Nama Siswa dengan bahasa dan menjaga


Nilai

yang santun kehormatan

(1-4) (1-4)
Pedoman Penilaian

Nilai = Total skor : 2

Nilai maksimal =8:2=4

LEMBAR PENGAMATAN

INTERNALISASI NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA

Rasa Ingin Tahu

Kelas:.............

Aspek yang dinilai

Bertanya atau
Bertanya kepada membaca sumber
Total Skor

Deskripsi
teman atau guru di luar buku teks
No Nama Siswa

Nilai
tentang materi tentang materi
yang dipelajari yang terkait
dengan pelajaran

(1-4) (1-4)
Pedoman Penilaian

Nilai = Total skor : 2

Nilai maksimal =8:2=4

Keterangan:

1. Diberi nilai 1 (BT: Belum Terlihat)


Apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku/karakter yang
dinyatakan dalam indikator.

2. Diberi nilai 2 (MT: Mulai Terlihat)


Apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku/karakter
yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten

3. Diberi nilai 3 (MB: Mulai Berkembang)


Apabila peserta didik sidah memperlihatkan berbagai tanda perilaku/karakter yang dinyatakan
dalam indikator dan mulai konsisten

4. Diberi Nilai 4 (MK: Membudaya)


Apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku/karakter yang dinyatakan dalam
indikator secara konsisten.

Depok, 11 Juli 2013

Mengetahui

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Drs. Eka Setiadi Sri Hartini, S.Pd..

NIP. 19591208 198403 1