Anda di halaman 1dari 6

RINGKASAN

AGAMA ISLAM

BAB 12 Hijrah ke Madinah sebuah


kisah yang membanggakan
BAB 13 Al Khulafau Ar Rasyidin
Penerus Perjuangan Nabi saw

Kelas VIIE

Nur Alayli
Anjanie Ardhana Adiyuka

Tidak kerja :
Yudistira
BAB 12
Hijrah ke Madinah sebuah kisah yang
membanggakan

A. Sebab-sebab Rasulullah Hijrah

Setelah Nabi Muhammad saw berdakwah dengan berbagai cara, walau


kafir Quraisy juga banyak cara untuk menghentikan dakwah Nabi
Muhammad saw.
Bertahun-tahun Rassul berdakwah menyerukan agama Islam, tapi
pengikutnya hanya sedikit. Saat Rasul sedng membutuhkan dukungan
motivasijustru istriya dan pamannya, Siti Khadijah dan Abu Thalib
berpulang ke rahmatullah dengan waktu hampir bersamaan. Pristiwa yang
membuat sedih itudisebut amul husni (tahun duka cita).
Ditengah kesedihan Rasul mengalami peeristiwa luar biasa Isra’ Mikraj
pada 27 Rajab 621 M (setahun sebelum hijrah ke Madinah), pada saat itu ia
menerima perintah shalat 5 waktu dalam sehari semalam.
Setelah peristiwa tersebut ia meneruskan dakwah dan mengabarkan
peristiwa itu, namun kafir Quraisy menganggap Rasul telam melakukan
pembohongan dan terus merencanakan hal buruk pada Rasul. Setelah
Allah SWT merekun Rasul untuk hijrah, rasul pun hijrah ke Madinah.

B. Berita Gembira dari Kota Yastrib

Awalnya, pada tahun 622 M, Nabi Muhammad saw bertemu 6 orang


Yastrib dari Kabilah Khazraj yang berziarah ke Mekkah, lalu Rasul mengajak
mereka untuk masuk Islam, ternyata mereka menerima dengan baik ajakan
Rasul dan memberi tahu pada penduduk Yastrib.

Pada 621 M, 6 orang utusan Kabilah Khazraj dan Aus mendatangi Nabi
Muhammad saw, lalu mereka masuk Islam dan melakukan perjanjian di
Aqabah isinya “Kami tidak akan mempersekutukan Allah SWT dengan
sesuatu yang lain. Kami tidak akan mencuri, berzina, dan membunuh anak-
anak. Kami tidak akan saling memfitnah dan kami tidak akan mendurhakai
Nabi Muhammad saw” .

Selanjutnya pada 622 M orang yastrib datang dengan maksud masuk


Islam dan melakukan perjanjian Aqabah 2 sekaligus mengundang Rasul
untuk hijrah ke Yastrib. Perjanjian tersebut, diikuti 75 orang Yastrib dan
Rasul didampingi pamannya Hamzah. Isinya sama, hanya jumlah orang yang
tambah. Hal tersebut menyatakan bahwa Islam lebih berkembag pesat di
Yastrib, ia memerintahkan pengikutnya untuk hijran, sedangkan Rasul, Abu
Bakar, dan Ali bin Abi Thalib. Tetap di Mekkah.

Rencana hijrah Rasul di dengar kafir Qurais, maka karna itu untuk
menyuruh pemuda yang dapat membunuh Rasul akan diberi hadiah, maka
karna itu para pemuda pada malam hari mengepung rumah Rasul. Pada
malamnya Rasul menyuruh Ali untuk berbaring di tempat tidur nya dan
memakai selimut, dan atas izin Alah SWT Rasul dapat keluar dngan selamat.

C. Perjalanan Hijra Rasulullah saw

Pada larut malam Nabi Muhammad mendatangi Abu B akardan


mengajaknya berhijrah mereka keluar lewt jendela belakan dan bertolak ke
selatan menuju Gua Sur, mereka lewat jalan yang tak mungkin dilalui
manusia. Dalam perjalanan dia bersembunyi selama 3 hari, yang hanya
diketahui Abdullah bin Abu bakan, Aisyah, Asma, dan Amir bin Fuhaira.

Pada hari ketiga mereka melanjutkan perjalanan dibantu Abdullah,


mereka berjalan ke selatan menuju Tihama di dekat pantai Laut Merah.

Orang Quraisy mengadakan sayembara, yang dapat membawa Rasul


dalam kadaan hidup ataupu mati akan diberi hadiah, Suraqa bin Malih yang
mengetahui perjalanan Rasul pun mengikuti perjalanan Rasul, namun setiap
ia akan mendekat kudanya tersungkur hingga 4 kali, hingga dia
mengurungkan niatnya.

Selama 7 hari mereka berjalan ke Madinah mereka singgah ke Quba


dan mendirikan masjid, majid tersebut adalah masjid pertama dibangun,
sebelum melanjutkan Rasul mendirikan shalat jumat pertama yang
dilakuakan hari jumat di waktu dzuhur, itu adalah shalat jumat pertama dan
khotbah pertama pula.

Mereka yang telah menantikan Nabi Muhammad saw menyambut


kedatangan di jalan yang pasti akan dilewati Nabi Muhammad saw dengan
syair “Bulan purnama telah muncul ditenga-tengah kita dari celah-celah
berbukitan. Wajiblah bersyukur atas ajakannya kepada Allah SWT. Wahai
orang yang dibangkitkan untuk kami, kau datang membawa sesuatu yang
wajib kami taati”.
D. Dakwah Nabi Muhammad saw di Madinah

Saat sampai di Madinah, Rasul telah membuat agenda membuat


masjid, mempersaudarakan kaum Muhajiri dengan Ansar, dan membuat
perjanjian dengan penduduk Madinah.

Seluruh umat ikut membuat masjid berdinding bata, berkayu batang


kurma, dan beratap daun kurma. Masjid digunakan untuk pusat aktifitas.

Muhajirin adalah orang yang berhijrah dari Mekkah ke Madinah,


kedatangan kaum Muhajirin disambut baik kaum Ansar, mereka sudah
seperti bersaudara aling tolong menolong.

Kemudian Rasul membuat piagam dibagikan ke seluruh kaum Muslim


dan nonmuslim di Madinah, agar ketentraman tetap terjaga. Oleh ibnu
hisyam sebagai undang-undang. Madinah menjadi kota maju yang dikenal
dengan istilah al-madinah al-munawarah (kota yang bercahaya).
BAB 13
Al-Khulafau Ar-Rasyidun Penerus perjuangan
Nabi Muhammad saw

A. Abu Bakar As Shidiq Bijaksana dan Tegas

Abu Bakar As Shidiq lahir 2 tahun 1 bulan setelah Nabi Muhammad saw
yaitu tahun 573 M. Nama aslinya Abdullah bin Abu Kuhafah.

Setelah masuk islam ia mendapatkan gelar dari Rasulullah “As-Shidiq”


yang artinya benar. Gelar tersebut diberikan saat Rasulullah dianggap
pembohong oleh orang kafir atas peristiwa Isra Mikraj, hanya Abu Bakar
yang pertama kali membenarkannya.

Abu Bakar As Shidiq termasuk al sabiqun al awalin (orang pertama


masuk islam) ia orang yang setia mendampingi Rasulullah saat apapun.

Pada masa Abu Bakar As Shidiq menjadi khalifah, progam yang


terkenal adalah :

1) Memerangi orang-orang yang keluar dari Islam


2) Memerangi orang-orang yang enggan membayar zakat
3) Memerangi orang-orang yang mengaku-ngaku Nabi (Nabi Palsu)

B. Umar bin Khatab Tegas dan Pemberani

Umar bin Khatab bin Naufal bin Abdul Uzz dikenal Umar bin Khatab
adalah sahabat Nabi Muhammad saw jugalah khalifah kedua.

Umar lahir di kota Mekkah dari Bni Adi, suku Quraisy tebesar di kota
Mekkah saat itu. Ayahnya Khatab bin Naufal Al-Shimh Al Quraisy dan ibunya
Hantamah binti Hasyim. Umar diberi julukan Al-Faruq yang artinya orang
yang bisa memisahkan kebenaran dan kebatilan.

Umar adalah orang yang sangat berani sehingga diberi julukan singa
padang pasir. Sebelum masuk islam dia ditakuti orang islam karena
kebingasannya, setelah masuk islam ia di takuti orang kafir.

Meskipun keras kepala tapi hatinya lembut, ketika menjadi pemimpin


prinsipnya baik tidur dilantai dan tidak makan daripada makan enak tisur di
istana tapi sementara rakyat menderita.
C. Usman bin Affan Baik Hati dan Dermawan

Usman termasuk dalam khulafau ar rasyidun yang ketiga setelah


umar bin khatab. Dia adalah pedagang dan pebisnis kaya raya namun
dermawan. Ia dijuluki dzunurain (pemilik dua cahaya) karena Usman
menikahi putri kedua dan ketiga Rasulullah yaitu Ruqayah dan Ummu
Kalsum.

Usman tidak segan segan mengeluarkan hartanya untuk kepentingan


agama, ia membeli sumur yang jernih dari orang Yahudi sebesar 200 dirham
seharga 2,5 kg emas waktu itu, dan diwakafkan untuk kepentingan umum,
ia juga mendermakan 1.000 ekor unta dan 70 ekor kuda ditambah 1.000
dirham untuk perang Tbuka. Ia juga pernah memberi gandum yang diangkut
1.000 unta untuk kaum miskinpada masa Abu Bakar.

D. Ali bin Abi Thalib Cerdas dan Sabar

Ali mempunyai nama asli Haydar (singa), ia adalah seorang pemeluk


Islam pertama, sepupu dan menantu Nabi Muhammad saw, ia menikah
dengan Fatimah.

Ali dilahirkan dari pasangan Fatimah binti Asad da Abu Thalib.


Kelahiran Aliadalah hiburan untuk Rasulullah karen Rasul tidak mempunyai
anak laki-laki.

Pada usia remaja setelah wahyu turun Ali banyak belajar langsung
dari Rasulullah membuatnya jadi cerdas, berani, dan sabar.

Setelah hijrah ke Madinah Ali dinikahkan dengan Fatimah putri


kesayangan Rasulullah, fatimah adalah ilmuan yang cerdas, Rasul
mengatakan “Anma Madinatul ‘ilm wa ‘aliyu babuha” (saya adalah kota ilmu
dan Ali adalah pintu gerbangnya). Walau proses pergantian khalifah dari
Usman ke Ali mengalami hambatan tetapi ia tampil tegas menyelesaikan
masalahnya, itulah kepiawaian Ali bin Abu Thalib.