Anda di halaman 1dari 16

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen merupakan pengembangan


dari eksperimen murni. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak
dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang
mempengaruhi pelaksanaan eksperimen ( sugiyono 2013).

Desain penelitian adalah kuantitatif dengan metode pre dan post without
kontrol desain group. Penelitian ini dilakukan dengan mencatat skala nyeri
sebelum diberikan intervensi dan sesudah dilakukan intervensi terhadap
sampel berupa terapi musik klasik mozart pada pasien post op di Rumah
Sakit Pendidikan Universitas Tanjungpura.

52
53

Tabel 3.1
Desain pre experimental (one group pretest posttest design)
Pretest Perlakuan Posttest
O1 X O2

Keterangan:
O1 = Pre Test (sebelum diberikan terapi musik klasik mozart )
X = Perlakuan
O2 = Post Test (setelah diberikan terapi musik klasik mozart)

3.2. Populasi dan Sampel

Dalam penelitian ini, populasi dan sampel yang digunakan adalah sebagai
berikut :

3.2.1 Populasi

Menurut Sugiyono populasi merupakan wilayah generalisasi yang


terdiri atas subyek atau objek yang memiliki karakter dan kualitas tertentu
yang ditetapkan oleh seorang peneliti untuk dipelajari yang kemudian
ditarik sebuah kesimpulan. Populasi terbagi menjadi populasi target dan
populasi terjangkau. Populasi target dalam penelitian ini adalah lansia
dengan nyeri sendi akibat osteoarthritis genu. Populasi terjangkau dalam
penelitian ini adalah semua pasien post op di ruang bedah Rumah Sakit
Pendidikan Universitas Tanjungpura.
53

3.2.2 Sampel

Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian dari
jumlah yang memiliki karakteristik populasi(kelana 2011) Sampel pada
penelitian ini adalah seluruh pasien post op di ruang bedah Rumah Sakit
Pendidikan Universitas Tanjungpura yang memenuhi kriteria sampel.
Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan non probability
sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik ini memilih sampel
yang dilakukan berdasarkan maksud atau tujuan tertentu yang ditentukan
oleh peneliti dan sampel dianggap memiliki informasi yang diperlukan
untuk penelitian. Dalam Sugiyono untuk menentukan ukuran sampel
menggunakan Rumus Slovin dengan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat
error 5%. Rumus Slovin adalah sebagai berikut :
N
n=
1+ (N x e2 )
n = ukuran sampel
N = populasi
e2 = presentase kesalahan pengambilan sampel yang diinginkan
Berdasarkan rumus di atas, perhitungan jumlah sampel pada penelitian
adalah
N
n=
1+ (N x e2 )
25
n=
1+(25 𝑥 0,052 )
25
n=
1,0625

n = 23
Jadi, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 23 responden.
54

3.3 Kriteria Sampel Penelitian

3.3.1 Kriteria Inklusi

Kriteria inklusi merupakan kriteria atau ciri-ciri yang perlu dipenuhi


oleh setiap anggota populasi yang dapat diambil sebagai sampel. Yang
termasuk dalam kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu :
a. Bersedia menjadi responden
b. Pasien post op
c. Pasien post op yang memiliki keluhan nyeri skala 1-9

3.3.2 Kriteria Ekslusi

Kriteria eksklusi adalah menghilangkan/mengeluarkan subyek yang


tidak memenuhi kriteria inklusi dari studi karena berbagai sebab.Kriteria
eksklusi dalam penelitian ini yaitu :
a. Pasien post op yang saat diteliti sedang mengalami radang (rubor atau
kemerahan, kalor atau panas, dan dolor atau rasa sakit) di bagian tubuh
yang dibedah
b. Pasien dengan skala nyeri post op 10 (nyeri berat tidak terkontrol).

3.4 Kerangka Konsep Penelitian

Pada kerangka konsep ini menggambarkan gambaran dari penelitian yaitu


setelah dilakukan intervensi apakah menunjukkan penurunan skala nyeri,
nyeri tidak berubah, atau terjadi peningkatan nyeri pada pasien dengan nyeri
opst op.
55

Skema 3.4
Kerangka Konsep Penelitian

Variabel Independen

Terapi non farmakologis

distraksi
Variabel Dependen

Mendengarkan musik Nyeri post op


klasik mozart

Penurunan skala
nyeri post op
Peningkatan skala
Nyeri tetap atau nyeri post op
tidak berubah
56

3.5 Variabel Penelitian

Variabel yang memengaruhi atau variabel independen dalam penelitian


ini adalah musik klasik mozart sedangkan variabel terpengaruh atau variabel
dependen dalam penelitian ini adalah skala nyeri post op pada pasien di
Ruang bedah Rumahsakit Pendidikan Universiatas Tanjungpura.

3.6 Definisi Operasional

Definisi Operasional adalah penarikan batasan yang lebih menjelaskan


ciri-ciri spesifik yang lebih substantif dari suatu konsep. Secara umum
tujuannya agar peneliti mampu mencapai suatu alat ukur yang sesuai dengan
hakikat varabel yang sudah didefinisikan konsepnya, maka peneliti harus
memasukkan proses atau operasionalnya alat ukur yang akan digunakan
untuk kualifikasi gejala atau variabel yang ditelitinya. Menurut Agung
definisi operasional digunakan untuk memudahkan pengumpulan data dan
menghindarkan perbedaan interpretasi.
57

Tabel 3.2
Definisi Operasional
Variabel Definisi Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala data
Operasional
Independen: Pemberian terapi Standar Klien post op diarahkan - -
berupa operasional untuk mendengarkan
Terapi musik
mendengarkan musik pelaksanaan musik klasik mozart
Klasik mozart klasik mozart (sop) terapi sesuai dengan sop
sebagai terapi musik klasik
alternatif mozart
menurunkan nyeri
post op

Dependen: Sensasi yang Lembar Diukur melalui jawaban Skala 1 – 10 Interval


dirasakan dan observasi dari pasien post op dan Ket: (Numerik)
Nyeri post op
diungkapkan oleh observasi skala nyeri pre 0: Tidak ada nyeri
klien sebagai akibat test dan post test 1-3: Nyeri ringan
dari proses menggunakan numeric 4-6: Nyeri sedang
pembedahan. rating scale. 7-9: Nyeri berat
terkontrol
10: Nyeri berat tidak
terkontrol
58

3.7 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan sebuah alat yang digunakan untuk


mengumpulkan data atau informasi yang bermanfaat untuk menjawab
permasalahan penelitian. Instrumen sebagai alat pada waktu penelitian yang
menggunakan suatu metode (kelana 2011) Instrumen penelitian yang
digunakan adalah lembar observasi skala pre test dan post test nyeri sendi
responden. Alat ukur nyeri sendi dalam penelitian ini menggunakan skala
unidimentional yaitu numeric rating scale (NRS) untuk mengukur tingkat
nyeri berupa lapor diri responden dengan menyebutkan rentang skala nyeri
1–10, lembar observasi digunakan dalam penelitian digunakan untuk
mencatat data demografi responden dan penilaian skala nyeri sendi
responden. Uji reliabilitas terhadap skala unidimentional yaitu numeric
rating scale (NRS) menggunakan intraclass correlation coefficient (ICCs)
diperoleh nilai 0,673 – 0,825 dan mempunyai nilai validitas (r = 0,71–0,
99).[124]
Gambar 2.1
Numeric Rating Scale (NRS)

Keterangan :
0 : Tidak nyeri
1-3 : Nyeri ringan (Secara obyektif klien dapat berkomunikasi
dengan baik).
59

4-6 : Nyeri sedang (Secara obyektif klien mendesis, menyeringai, dapat


menunjukkan lokasi nyeri, dapat mendeskripsikannya, dapat
mengikuti perintah dengan baik).
7-9 : Nyeri berat terkontrol (Secara obyektif klien terkadang tidak dapat
mengikuti perintah tapi masih respon terhadap tindakan, dapat
menunjukkan lokasi nyeri, tidak dapat mendeskripsikannya, tidak
dapat diatasi dengan alih posisi nafas panjang, dan distraksi)
10 : Nyeri berat tidak terkontrol (Pasien sudah tidak mampu lagi
berkomunikasi bahkan ada yang berekspresi dengan memukul).
Sumber : Yudiyanta, dkk, 2015

3.7.1 Alat

Pada penelitian ini alat pengumpulan data yang digunakan adalah


lembar data penelitian atau lembar observasi. Lembar data observasi
penelitian terdiri dari 2 bagian data yang dikumpulkan dari responden.
Bagian pertama berisi data demografi responden meliputi usia, riwayat
osteoarthritis genu, pengalaman nyeri sebelumnya, penggunaan analgesik,
dan cara pemberiannya. Bagian kedua data penelitian akan mencatat
perkembangan nyeri sebelum dan sesudah senam rematik pada kelompok
perlakuan selama dua minggu pelaksanaan senam rematik. Alat-alat yang
digunakan untuk melakukan senam adalah matras atau tikar, hand bandle,
dan kursi. Untuk alat ukur nyeri sendi yang digunakan dalam penelitian
adalah numeric rating scale (NRS).

3.7.2 Prosedurterapi musik klasik mozart


60

3.8 Prosedur Pengumpulan Data

3.8.1 Tahap persiapan

a. Perizinan pelaksanaan penelitian dari Dekan Fakultas Kedokteran kepada


rumah sakit pendidikan universitas tanjungpura
b. Penerimaan pelaksanaan penelitian dari rumah sakit pendidikan
universitas tanjungpura.

3.8.2 Tahap pelaksanaan

3.9 Prosedur Pengolahan Data

Menurut Notoatmodjo proses pengolahan data dapat melalui tahap-tahap


sebagai berikut:
a. Editing atau Pengecekan Data
Editing merupakan kegiatan untuk pengecekan dan perbaikan isian data
yang diperoleh. Pada penelitian ini, akan dilakukan pengumpulan data
menggunakan lembar observasi. Selama pengumpulan data, data-data
yang sudah terkumpul kemudian akan dilakukan pengecekan atau editing.
Data yang telah dilakukan pengecekan akan dilakukan pengolahan
menggunakan program komputer dan dilanjutkan dengan pemberian kode
atau coding.
b. Coding atau Pengkodean
Setelah semua data disunting, selanjutnya dilakukan pengkodean atau
coding, yakni mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data
angka atau bilangan sebelum dimasukkan dalam program komputer.
Tujuannya adalah untuk memudahkan entry data. Adapun pengkodean
yang peneliti lakukan pada penelitian ini adalah sebelum senam rematik
61

diberi kode SSR dan setelah senam rematik diberi kode TSR. Identitas
responden yang diisikan dalam lembar observasi adalah inisial dan nomor
responden misalnya Tn. atau Ny. N001 untuk Tn.N atau Ny.N dengan
kode responden 001. Pengkodean usia responden menurut World Health
Organization (WHO) adalah 1: usia 45-59 tahun (usia
pertengahan/middle age), 2: usia 60-74 tahun (lanjut usia/elderly), 3: usia
75-90 tahun (lanjut usia tua/old), dan 4: usia > 90 tahun (sangat tua/very
old).
c. Tabulating atau Penyusunan
Peneliti menyusun dan mengorganisir data sedemikian rupa, sehingga
dapat dengan mudah melakukan penjumlahan,penyusunan, dan penyajian
dalam bentuk tabel melalui program komputer.
d. Data Entry atau Memasukkan Data
Merupakan kegiatan memasukkan data yang sudah dilakukan
pengkodean ke dalam program komputer yaitu Statistical Product and
Service Solutions atau SPSS.
e. Cleaning atau Pengecekan Kembali
Merupakan kegiatan pengecekan kembali untuk melihat kemungkinan-
kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan kode atau ketidaklengkapan,
kemudian akan dilakukan pembentulan atau koreksi.
62

3.10 Alur Penelitian

Skema 3.2

Alur Penelitian

Perizinan Perizinan rumah


Persetujuan
fakultas sakit universitas
responden
kedokteran tanjungpura

Pemberian
terapi musik
klasik mozart

Hasil Pengolahan
penelitian data Posttest Pretest

3.11 Analisa data

3.11.1 Analisa Univariat

Analisa univariat yaitu analisa yang dilakukan terhadap tiap variabel


dari hasil penelitian. Pada umumnya dalam analisa ini hanya menghasilkan
distribusi dan presentase dari tiap variabel. Rumus yang digunakan untuk
persentase masing-masing variabel :
𝑓
Persentase = 𝑥 100 %
𝑛
Keterangan :
F = frekuensi
N = jumlah sampel
63

3.11.2 Analisa Bivariat

Analisa bivariat adalah analisa yang dilakukan untuk menganalisis


hubungan yang bersifat correlational, causal, maupun reciprocal antar dua
variabel.[126] Analisa bivariat dalam penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan
intervensi. Sebelum menentukan uji statistik yang tepat dilakukan uji
normalitas data terlebih dahulu. Normal atau tidaknya distribusi data
diketahui setelah melakukan uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-
Wilk jika jumlah sampel < 50 dan uji Kolmogorof-Swirnov jika jumlah
samel > 50. Pada penelitian ini uji normalitas yang digunakan adalah uji
Saphiro-Wilk karena jumlah sampel < 50. Distribusi data normal jika p >
0,05 dan tidak normal jika p < 50.
Variabel dalam penelitian ini berjenis numerik (skala nyeri) dan
kategorik (senam rematik) sehingga uji menggunakan paired t test dengan
confident interval 95% dan a = 0,05. Untuk distribusi data yang tidak
normal, pengujian pre test dan post test menggunakan wilcoxon signed rank
test. Pengambilan keputusan statistik jika p < 0,05 pengujian dikatakan
bermakna atau signifikan yang berarti Ho ditolak sehingga ada pengaruh
pemberian intervensi. Sebaliknya, jika p > 0,05 hasil penelitian dikatakan
tidak bermakna atau Ho diterima yang artinya tidak ada pengaruh pemberian
intervensi.
Rumus wilcoxon signed rank test jika distribusi data tidak normal :
𝑛(𝑛+1)
𝑇−
4
Z= 𝑛(𝑛+1)(2𝑛+1)

24

Keterangan :
Z = nilai wilcoxon signed rank test
T = Tiles
64

3.12 Etika Penelitian

Secara umum prinsip etika dalam penelitian menurut Nursalam[120] adalah


sebagai berikut :
1. Beneficient atau Prinsip Manfaat
a. Bebas dari bahaya (Harm)
Penelitian yang dilaksanakan dengan pemberian intervensi tidak
mengakibatkan penderitaan kepada subjek. Selain itu, peneliti juga
melakukan balancing harms and benefit, apabila intervensi penelitian
berpotensi mengakibatkan cedera atau stress tambahan maka subjek
dikeluarkan dari kegiatan penelitian untuk mencegah terjadinya cedera,
kesakitan, stres, maupun kematian subjek penelitian.
b. Bebas dari eksploitasi
Partisipasi subjek dalam penelitian harus dihindarkan dari keadaan yang
tidak menguntungkan dan tidak akan dipergunakan dalam hal-hal yang
merugikan subjek dalam bentuk apapun. Dalam penelitian ini intervensi
senam rematik akan dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu selama
2 minggu penelitian. Tujuan penggunaan frekuensi senam sebanyak 3
kali dalam seminggu adalah mencegah kelelahan dan kejenuhan yang
dirasakan oleh subjek selama penelitian. Penurunan skala nyeri sendi
pada lansia akan terjadi setelah intervensi selama 3 kali dalam
seminggu.
c. Meningkatkan manfaat
Pemberian intervensi dalam penelitian harus memiliki manfaat bagi
subjek penelitian. Dalam penelitian ini manfaat dari senam rematik
adalah meningkatkan fleksibilitas otot dan menurunkan nyeri sendi dari
subjek. berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan diperoleh
hasil yang menunjukkan penurunan skala nyeri setelah pemberian terapi
musik klasik mozart.
65

2. Respect For Human Dignity atau Prinsip Menghargai Hak Asasi


Manusia
a. Right to Self determination atau hak untuk ikut/tidak menjadi responden
Dalam penelitian ini, peneliti tidak akan memaksa untuk menjadi subjek
penelitian. Subjek mempunyai hak untuk memutuskan apakah mereka
bersedia menjadi subjek atau tidak tanpa adanya sangsi apapun.
b. Right to full disclosure atau hak mendapatkan jaminan dari perlakuan
Peneliti memberikan penjelasan secara rinci tentang penelitian yang
akan dilakukan dan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi kepada
subjek.
c. Informed consent
Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dan
subjek penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Informed
consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan
memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden. Tujuan
informed consent adalah menjelaskan maksud dan tujuan penelitian
sehingga subjek memahami tentang penelitian yang akan dilakukan dan
mengetahui dampaknya. Jika subjek bersedia maka mereka harus
menandatangani lembar persetujuan. Jika subjek tidak bersedia, maka
peneliti harus menghormati hak responden. Sebelum melakukan
penelitian ini, peneliti akan menjelaskan kepada lansia yang akan
menjadi responden seputar kegiatan penelitian kemudian peneliti akan
meminta persetujuan dari lansia tersebut. Lansia yang bersedia akan
diberikan lembar persetujuan untuk ditandatangani.
3. Justice atau Prinsip Keadilan
Prinsip justice atau keadilan menekankan sejauh mana kebijakan
penelitian membagikan keuntungan dan beban secara merata atau
menurut kebutuhan masyarakat. Penelitian dilakukan secara jujur, hati-
66

hati, dan berperikemanusiaan. Lingkungan penelitian dikondisikan agar


memenuhi prinsip keterbukaan yaitu kejelasan prosedur penelitian.
a. Anonymity
Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan
jaminan dalam penggunaan subyek penelitian dengan cara tidak
memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur
dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil
penelitian yang akan disajikan.
b. Confidentiality
Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan
kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah
lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin
kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan
dilaporkan pada hasil riset.

3.13 Lokasi dan Waktu Penelitian

3.13.1 Lokasi Penelitian

Ruang bedah rumah sakit pendidikan universitas tanjungpura pontianak


3.13.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilaksanakan pada februari 2016.