Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Masalah kesehatan ibu merupakan masalah berkaitan dengan
kualitas generasi mendatang. Pembangunan kesehatan sampai saat ini
belum tercapai. Hal ini ditujukan dengan masih tingginya Angka Kematian
Ibu (AKI) yang menurut survei 305/100.000 kelahiran hidup. Angka
Kematian Ibu di Indonesia adalah yang tertinggi di antara Negara di
ASEAN. Jauh di atas target AKI untuk MDG (Millenium Development
Goal) yang ditetapkan WHO sebesar 102/100.000 KH. Sementara target
untuk menurunkan AKI pada tahun 2010 125/100.000 kelahiran hidup.
Angka kematian merupakan salah satu indikator status kesehatan di
masyarakat untuk menuju Indonesia Sehat 2010.1,2
Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia, 80 % karena
komplikasi obstetri dan 20 % oleh sebab lainnya. Sedangkan penyebab
tidak langsung adalah “3 Terlambat” dan “4 Terlalu”. Tiga faktor terlambat
yang dimaksud adalah terlambat dalam mengambil keputusan, terlambat
sampai ke tempat rujukan, dan terlambat dalam mendapat pelayanan di
fasilitas kesehatan. Adapun 4 terlalu adalah terlalu muda saat melahirkan,
terlalu tua melahirkan, terlalu banyak anak, dan terlalu dekat jarak
melahirkan.3
Pada akhir tahun 1990-an telah diperkenalkan upaya untuk
menajamkan strategi dan intervensi dalam menurunkan AKI melalui
Making Pregnancy Safer (MPS) yang dicanangkan oleh pemerintah pada
tahun 2000 dan mempunyai tiga pesan kunci, yaitu (1) Setiap persalinan
ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, (2) Setiap komplikasi obstetri dan
neonatal mendapat pelayanan yang adekuat, dan (3) Setiap wanita subur
mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan
dan penanganan komplikasi keguguran. Upaya percepatan penurunan AKI
tersebut dilaksanakan melalui empat strategi, yaitu (1) Peningkatan
kualitas dan akses pelayanan kesehatan ibu dan bayi, (2) Kerjasama lintas
program, lintas sektor terkait dan masyarakat termasuk swasta, (3)

1
Pemberdayaan perempuan, keluarga dan pemberdayaan masyarakat, dan
(4) Meningkatkan survailance, monitoring evaluasi Kesehatan Ibu Anak
(KIA) dan pembiayaan.2
Secara nasional persentase persalinan yang ditolong oleh tenaga
kesehatan terlatih meningkat dari 66,7% pada tahun 2002 menjadi 77,34%
pada tahun 2009, angka tersebut terus meningkat menjadi 82,3% pada
tahun 2010 Angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan dalam
Program Millenium Development Goals (MDGs) yakni cakupan persalinan
oleh tenaga kesehatan sebesar 95% pada tahun 2015. 4 Di Provinsi Jawa
Tengah, cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami
kenaikan mulai dari tahun 2005 sebesar 81,36%, kemudian 86.09% pada
tahun 2006 dan 86.60% pada tahun 2007.5 Pada penelitian dari 20
Puskesmas di Kabupaten Nganjuk tahun 2003–2008 didapatkan cakupan
pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan cenderung mengalami
kenaikan dari 83,66 menjadi 99,61.1 Target kinerja untuk Cakupan
Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Palembang tahun 2012
sebesar 94%, jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan
29.546 orang dibandingkan dengan sasaran 31.415 ibu hamil maka didapat
cakupan sebesar 94.1% sehingga capaian kinerja tahun 2012 sebesar
100.05%.6
Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2012 dari Puskesmas
Pakjo Palembang, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan merupakan
salah satu program yang sudah memenuhi pencapaian target sehingga
penulis tertarik untuk mengetahui gambaran tentang cakupan persalinan
oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Pakjo.

1.2. Rumusan Masalah


Bagaimana gambaran tentang cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga
kesehatan di Puskesmas Pakjo palembang?

1.3. Tujuan Penulisan


1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran tentang cakupan pertolongan persalinan oleh
tenaga kesehatan di Puskesmas Pakjo Palembang.

2
1.3.2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan Puskesmas Pakjo berhasil
dalam pencapaian target.
b. Untuk mengetahui pencatatan serta penyimpanan data persalinan oleh bidan di
Puskesmas Pakjo.

1.4. Manfaat Penulisan


1.4.1. Bagi Puskesmas
Sebagai motivasi yang baik untuk mempertahankan dan terus berupaya
meningkatkan keberhasilan program persalinan oleh tenaga kesehatan di
wilayahnya.

1.4.2. Bagi Dinas Kesehatan


Sebagai informasi dalam memberikan sarana serta dukungan terhadap
pelaksanaan program KIA khususnya mengenai persalinan oleh tenaga kesehatan
di Puskesmas pakjo.

1.4.3. Bagi Mahasiswa


Sebagai pengetahuan dan informasi tentang program KIA khususnya
program persalinan oleh tenaga kesehatan.

1.5 Lokasi dan Waktu


Lokasi : Kegiatan dilakukan di Puskesmas Pakjo Palembang
Waktu : Bulan Juni-Juli 2013 (4 minggu)