Anda di halaman 1dari 2

Nama : Nisa Hawani Nst

Nim : 150102068
Kelas : 3.2 PSIKM
M.Kuliah : HIV/AIDS
Tugas : Artikel Rokok

Perokok di Kalangan Wanita sudah Ada dan Lebih Berbahaya

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar, perokok di Indonesia meningkat pada kelompok


usia di atas 15 tahun, yaitu 34,2 persen (2007), 34,7 persen (2010), dan data terakhir
mencapai 36,3 persen (2013). Adapun perokok wanita mengalami peningkatan dari 4,1
persen jadi 6,7 persen. Diperkirakan sekitar 6,3 juta wanita di Indonesia yang merokok.
Perempuan turut menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Perempuan yang sehat
dengan tidak merokok dapat melahirkan anak yang sehat dan berkualitas. Terdapat 1,5 juta
wanita meninggal dunia akibat merokok. Diperkirakan pada tahun 2030, ada 8 juta jiwa yang
meninggal karena merokok dan 2,5 juta jiwa dari angka tersebut merupakan perokok wanita.
Referensi di atas menunjukkan bahwa rokok bukan hanya di konsumsi oleh pria tapi juga
dikonsumsi oleh wanita.

Ada hal yang membedakan antara perokok pria dan perokok wanita. Adapun
perbedaan yaitu Alasan merokok nikotin yang terdapat pada rokok tampaknya memberikan
efek yang berbeda pada laki-laki dan wanita. Sebuah penelitian menemukan bahwa laki-laki
yang merokok akan merasa lebih bersemangat dan waspada, sehingga mereka menikmati
perasaan positif yang muncul karena merokok. Sedangkan pada wanita, mereka beranggapan
bahwa rokok dapat menimbulkan rasa relaks dan mengurangi stress. Selain itu, banyak
wanita yang beranggapan bahwa dengan merokok, mereka dapat mengontrol berat badannya.
Ketergantungan yang membedakan antara perokok pria dan wanita. Secara keseluruhan,
wanita mungkin merasa jauh lebih susah untuk melepaskan diri dari rokok dari pada laki-laki.
Hal ini diakibatkan wanita cenderung mengalami perubahan emosional yang lebih sering
dibandingkan dengan laki-laki, terutama ketika memasuki masa menstruasi. Dengan
merokok, mereka beranggapan dapat mengontrol emosinya dan menghindarkan diri dari
depresi.

Apakah hanya perbedaan alasan dan ketergantungan antara perokok pria dan perokok
wanita? Tidak, ada hal yang membedakan antara perokok pria dan wanita yaitu resiko dari
rokok tersebut. Merokok lebih berbahaya bagi wanita daripada pria. Wanita yang merokok
berisiko 50% lebih tinggi mengalami serangan jantung dibandingkan dengan pria yang
merokok. Hal tersebut dilihat dengan interaksi antara tembakau yang ada di dalam rokok
dengan hormon estrogen. Merokok lebih berbahaya untuk wanita karena dapat meningkatkan
risiko kematian akibat kanker paru-paru. Dalam penelitian tersebut, diketahui bahwa
peningkatan risiko kematian akibat kanker paru-paru pada wanita yang merokok meningkat
secara drastis. Peningkatan risiko kanker paru-paru pada laki-laki meningkat dua kali lipat,
sedangkan pada wanita meningkat hingga sepuluh kali lipat. Infeksi virus human
papillomavirus (HPV) yang sering terjadi pada wanita ternyata juga dapat meningkatkan
risiko wanita yang merokok terkena kanker paru-paru lebih tinggi. Hormon estrogen
memiliki peran penting dalam kejadian kanker paru-paru pada wanita. 3. Fakta lain yang
menyebabkan merokok lebih berbahaya pada wanita, yaitu DNA pada wanita tidak dapat
pulih ketika mengalami kerusakan dan kerusakan DNA dapat menimbulkan berbagai
penyakit kanker.
Rokok saat ini bukan hanya dinikmati oleh kalangan pria tapi juga kalangan wanita.
Rokok juga bukan hanya berbahaya pada pria tapi juga wanita. Kondisi yang terjadi saat ini
sangat berbahaya. Pasalnya, jika seorang wanita merokok dan juga merokok saat sedang
hamil maka wanita tersebut bukan hanya merusak kesehatan dirinya tapi juga kesehatan
janinnya. Janin yang tidak sehat sangat beresiko untuk lahir dengan berbagai masalah seperti
lahir prematur, memiliki penyakit dan memiliki kelainan (cacat). Oleh karena itu rokok pada
wanita akan lebih berbahaya pada wanita dibandingkan pria. Hidup sehat menjadi wanita
yang terhindar dari rokok, sehat untuk diri dan untuk janin sendiri.