Anda di halaman 1dari 46
TINEA CRURIS Perceptor: dr. Yulisna, Sp.KK Oleh: Amri Yusuf, Dea Gratia Putri, Riska Wulandari
TINEA CRURIS
Perceptor: dr. Yulisna, Sp.KK
Oleh: Amri Yusuf, Dea Gratia Putri, Riska Wulandari

LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG Penyakit infeksi jamur masih memiliki prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia, mengingat negara kita

Penyakit infeksi jamur masih memiliki prevalensi yang cukup

tinggi di Indonesia, mengingat

negara kita beriklim tropis yang

mempunyai kelembapan tinggi.

Tinea kruris adalah dermatofitosis pada lipat paha,

daerah perineum, dan sekitar

anus.

Efloresensi terdiri atas macam- macam bentuk yang primer dan

sekunder (polimorfi). Bila

penyakit ini menjadi menahun berupa bercak hitam disertai sedikit sisik. Erosi dan keluarnya cairan biasanya akibat garukan.

Kebanyakan Tinea cruris penyebarannya pada musim panas dan banyak berkeringat. Paling banyak di daerah tropis.

Penyebab terseringnya Epidermophyton Floccosum, namun dapat pula oleh T. Rubrum dan T. Mentagrophytes

2

Status Pasien

Nama

Usia

Jenis kelamin

Alamat

Pekerjaan

Suku bangsa

Agama

Status

Pendidikan

Pemeriksaan

: Nn. WR : 23 tahun

: Perempuan

: Jl. Urip Sumoharjo Gg. Sungdi 4 no. 36 : Pegawai

: Jawa : Islam : Belum Menikah : Sarjana

: Autoanamnesis

Bruntus merah kehitaman yang terasa gatal di daerah pantat sejak 5 bulan yang lalu
Bruntus merah kehitaman
yang terasa gatal di daerah
pantat sejak 5 bulan yang lalu
Bruntus merah kehitaman yang terasa gatal di daerah pantat sejak 5 bulan yang lalu Keluhan Utama

Keluhan Utama

Riwayat Penyakit Sekarang

5 Bulan SMRS

pasien mengeluh timbul bruntus merah sebesar koin pada

daerah pantat. Pasien mengeluh timbul gatal terutama saat di rumah ketika berkeringat sehingga

Semakin parah saat siklus menstruasi. Bruntus semakin melebar sehingga pasien berobat ke dokter umum. Pasien mendapatkan obat salep Ketoconazol dan obat minum sebanyak satu jenis yang pasien lupa nama obatnya

Pasien mendapatkan obat salep Ketoconazol dan obat minum sebanyak satu jenis yang pasien lupa nama obatnya

Keluhan tidak berkurang kemudian bruntus merah berubah menjadi kehitaman, menebal dan semakin melebar

5

2 bulan SMRS

bruntus merah berubah menjadi hitam dan tebal

keluhan disertai rasa gatal yang sangat hebat sampai

terasa seperti terbakar dan nyeri. Keluhan semakin

parah saat berkeringat dan siklus menstruasi, serta

mereda saat berada di ruang ber-AC pasien berobat kembali ke dokter umum dan mendapatkan obat salep dan minum yang berbeda, namun lupa nama obatnya.

1 MINGGU SMRS

bercak hitam tidak berkurang dari daerah pantat dan pasien mengatakan timbul bercak kemerahan baru

pada daerah selangkangan kanan sebesar biji jagung

keluhan disertai rasa gatal semakin parah saat berkeringat dan siklus menstruasi, serta mereda saat

berada di ruang ber-AC.

Keluhan bruntus kemerahan di daerah lipatan tubuh lain disangkal, keluhan bruntus merah disertai sisik

yang tebal disangkal, keluhan bruntus kemerahan

disertai panas badan disangkal.

Riwayat Penyakit Dahulu:

Keluhan seperti ini baru pertama kali

dialami oleh pasien. Penyakit seperti

ini sebelumnya disangkal.

Riwayat Higiene

Pasien tinggal di rumah sederhana

dengan jarak antar rumah cukup jauh.

ventilasi rumah baik. Pasien mandi memakai sabun, 2 kali sehari. Badan pasien selalu dikeringkan setelah mandi dan selalu menggunakan handuk dan pakaian miliknya sendiri.

Riwayat Penyakit Keluarga:

Tidak ada anggota keluarga pasien

yang menderita keluhan yang sama.

Riwayat Pengobatan

Pasien sudah pernah mendapatkan dua

salep berbeda, salep Ketoconazol dan

pasien lupa namanya. Serta dua obat minum yang pasien tidak ingat namanya.

Status Generalis

Keadaan umum: Tampak sakit ringan

Kesadaran

mentis Tanda-tanda vital

: Compos

Nadi

Respirasi: 20 x/menit

Suhu: 36,8 °C

Berat badan: 55 kg

Tinggi badan : 157 cm

: 80 x/menit

Kepala: dalam batas normal

Leher: dalam batas normal

Thorax: dalam bahasa batak

Jantung: sirkulasi

Abdomen: sendiri

Genitalia Eksterna

Ekstremitas

Status

Dermatologis

Regio gluteal Makula hiperpigmentasi, berskuama, sirkumskripta,

ukuran plakat (diameter 10 cm), tepi lebih aktif dan adanya central healing

papul eritem multipel,

numular, diskret,

Regio Inguinalis:

Terdapat macula

hiperpigmentasi, ukuran lentikular, sirkumskrip

eritem multipel, numular, diskret, Regio Inguinalis: Terdapat macula hiperpigmentasi, ukuran lentikular, sirkumskrip 10

Resume

Pasien Nn. WR 23 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RS Abodel Moeloek dengan

keluhan bruntus merah kehitaman yang terasa gatal di daerah pantat sejak 5 bulan yang

lalu. Pasien mengeluh timbul gatal terutama saat di rumah ketika berkeringat sehingga os sering menggaruknya. Keluhan mereda saat pasien berada di kantor dengan ruangan ber- AC. Pasien mengaku rasa gatal semakin parah saat siklus menstruasi. Pasien sudah 2 kali ke dokter umum, namun keluhan tidak membaik dan mendapatkan 2 salep yang berbeda, ketoconazol dan obat dari dokter ke 2 pasien lupa nama obatnya. Serta 2 jenis obat minum

yang berbeda, yang keduanya lupa nama obatnya. Keluhan sedikit berkurang ketika

berobat ke dokter yang ke 2. Namun bruntus kehitaman tidak hilang dan membesar. Pasien mengatakan gatal semakin hebat sampai terasa seperti terbakar dan nyeri dan muncul bruntus kemerahan dengan ukuran seperti biji jagung pada lipat paha kanan kemudian pasien berobat ke Poliklinik Kulit Kelamin RS. Abdoel Moeloek.

Dari pemeriksaan fisik didapatkan status generalis dalam batas normal. Pada status dermatologis pada regio gluteal terdapat makula hiperpigmentasi, berskuama, sirkumskripta, ukuran plakat (diameter 10 cm), tepi lebih aktif berupa papul eritem multipel, linear, ukuran numular, diskret, dan adanya central healing, serta pada regio

inguinal terdapat makula hiperpigmentasi, ukuran lentikular, sirkumskripta.

11

Diagnosis Banding

Diagnosis Banding Tinea Cruris Eritrasma Kandiosis Kutis 12

Tinea Cruris

Eritrasma

Kandiosis Kutis

Diagnosis Kerja Tinea Cruris

Diagnosis Kerja Tinea Cruris 13

13

Penatalaksanaan

Umum

Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakitnya disebabkan

oleh jamur yang tumbuh pada daerah lembab

Jaga personal higiene yang baik, mengganti pakaian dalam saat

berkeringat

Menggunakan pakaian dalam dan baju yang menyerap

keringat, hindari pakaian dalam yang berbahan nilon karena akan menyebabkan menjadi lebih lembab

Mengganti handuk 3 hari sekali

Luka jangan digaruk

Kontrol poliklinik apabila belm membaik setelah obat habis

Penatalaksanaan Khusus

Sistemik :

Ketoconazole tablet 2 x200 mg

Cetirizine 1 x 10 mg

Topikal

:

ketoconazole 2% cream dipakai 3x sehari setelah mandi

Fusidic Acid cream 5 gram dipakai 3 kali sehari setelah mandi

Pemeriksaan Anjuran

Pemeriksaan langsung dengan KOH

Quo ad sans: Dubia ad bonam Quo ad vitam: Dubia ad bonam Quo ada functionam:
Quo ad
sans: Dubia
ad bonam
Quo ad
vitam: Dubia
ad bonam
Quo ada
functionam: Dubia
ad bonam

PROGNOSIS

TINEA CRURIS

TINEA CRURIS BAB II TINJAUAN PUSTAKA 18

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINEA KRURIS

TINEA KRURIS Dermatofitosis adalah sekelompok penyakit jamur kulit superfisial yang menyerang jaringan dengan zat

Dermatofitosis adalah sekelompok penyakit jamur kulit superfisial yang menyerang

jaringan dengan zat tanduk, misalnya stratum korneum pada epidermis, rambut, dan

kuku, yang disebabkan oleh jamur golongan dermatofita

Tinea kruris adalah salah satu dermatofitosis yang ditemukan pada pangkal paha, genital, pubis, serta perineum dan kulit perianal. Dikenal sebagai jock itch, crotch itch, dhobie itch, eczema marginatum, dan ringworm of the groin.

pangkal paha, genital, pubis, Predileksi : perineum dan kulit perianal.
pangkal paha,
genital, pubis,
Predileksi :
perineum dan
kulit perianal.
pangkal paha, genital, pubis, Predileksi : perineum dan kulit perianal.

Epidemiologi

Epidemiologi • Jenis kedua dari dermatofitosis paling umum di seluruh dunia • Zona tropis, seperti Indonesia.

Jenis kedua dari dermatofitosis paling umum di

seluruh dunia

Zona tropis, seperti Indonesia.

Di Indonesia, peringkat kedua tersering dari seluruh penyakit jamur mencapai 150.000 kasus/tahun.

Laki laki dewasa >> wanita

Kondisi paling sering terjadi pada orang memakai pakaian ketat dalam keadaan

kelembaban.

Etiologi

Dermatofitosis termasuk kelas Fungi imperfecti, yang terbagi dalam 3 genus, yaitu Microsporum, Trichophyton dan Epidermophyton mempunyai sifat mencerna keratin. Penyebab tersering adalah Epidermophyton floccosum, diikuti Tricophyton rubrum dan Tricophyton mentagrophytes.

Penyebab tersering adalah Epidermophyton floccosum, diikuti Tricophyton rubrum dan Tricophyton mentagrophytes .

Manifestasi klinis

Efloresensi : bentuk (polimorfik), lesi berbatas tegas di genitokrural, sirkumskrip, skuama selapis dengan tepi yang meninggi (central healing), tepi lesi dapat

disertai vesikel, pustul, dan papul, terkadang terlihat

erosi disertai keluarnya serum akibat garukan.

Keluhan : gatal dan nyeri pada daerah yang terjadi maserasi dan infeksi sekunder. Pada lesi kronis dapat ditemukan likenifikasi disertai skuama dan

hiperpigmentasi

terjadi maserasi dan infeksi sekunder. Pada lesi kronis dapat ditemukan likenifikasi disertai skuama dan hiperpigmentasi
terjadi maserasi dan infeksi sekunder. Pada lesi kronis dapat ditemukan likenifikasi disertai skuama dan hiperpigmentasi

Pemeriksaan penunjang

Uji Kerokan kulit (KOH 10-

20%) hifa panjang dan artrospora.

Kultur Jamur

Lampu wood

Punch Biopsi

Peridoc AcidSchiff : merah

muda atau methenamin

silver : coklat atau hitam

Morfologi Koloni Gambaran Keterangan Mikroskopis T. rubrum Beberapa mikrokonidia berbentuk air mata,
Morfologi Koloni
Gambaran
Keterangan
Mikroskopis
T. rubrum
Beberapa
mikrokonidia
berbentuk
air
mata,
makrokonidia
jarang berbentuk pensil.
Tidak ada mikrokonidia, beberapa dinding tipis dan tebal.
E. floccosum
Makrokonidia berbentuk gada.
Mikrokonidia yang bergerombol, bentuk cerutu yang jarang,
T. interdigitale
terkadang hifa spiral.

Diagnosis Banding

• Candida Albicans
• Candida
Albicans
• Eritrasma
• Eritrasma
• Dermatitis Seboroik
• Dermatitis
Seboroik
• Psoriasis Intertriginosa
• Psoriasis
Intertriginosa
• Pemfigus Vegetans
• Pemfigus
Vegetans

Penatalaksanaan

Tatalaksana Umum

Edukasi untuk mencegah infeksi berulang.

Daerah yang terinfeksi dijaga agar tetap kering dan terhindar dari sumber infeksi serta mencegah pemakaian peralatan mandi bersama.

Pengurangan keringat dan penguapan dari daerah lipat paha, seperti penggunaan

pakaian yang menyerap keringat dan longgar juga penting dalam pencegahan agar

daerah lipat paha tetap kering.

Daerah lipat paha harus benar-benar dikeringkan setelah mandi dan diberikan bedak.

Pencucian rutin pakaian, sprei, handuk yang terkontaminasi dan penurunan berat badan pada seorang dengan obesitas juga dapat dilakukan.

Infeksi berulang pada tinea kruris dapat terjadi melalui proses autoinokulasi reservoir lain yang mungkin ada di tangan dan kaki (tinea pedis, tinea unguium) sehingga penting untuk dilakukan eradikasi.

Tatalaksana Khusus (topikal)

Golongan Imidazol

Golongan Alilamin

Golongan Naftionat

Golongan lain

mikonazol 2% klotrimazol 1% ekonazol 1%

naftitin 1% terbinafin 1% butenafin 1%

tolnaftat 1% tolsiklat

siklopiroksolamin 1% salep Whitfield salep 2-4/3-10

isokonazol

vioform 3%

sertakonazol tiokonazol 6,5% ketokonazol 2%

bifonazol oksikonazol 1%

-

-

Tatalaksana Khusus (sistemik)

Golongan

Alilamin

terbinafin

Butenafine

Imidazol

itrakonazol

Sediaan dan dosis

- Bersifat fungisidal, paling efektif untuk infeksi jamur dematofita

- Sediaan: Tablet 250 mg

- Dosis: 250 mg/hari selama 2 pekan (Dewasa)

- Dosis: 3-6 mg/kgBB/hari selama 2 pekan (Anak)

salah satu antijamur topikal terbaru diperkenalkan dalam pengobatan tinea kruris dalam dua minggu pengobatan dimana angka kesembuhan sekitar 70%.

- Bersifat fungistatik

- Interaksi dengan obat lain cukup banyak

- Sediaan: Kapsul 100 mg, solusio oral 10mg/ml

- Dosis: 100 mg/hari selama 2 pekan (Dewasa)

- Dosis: 5 mg/kgBB/hari selama 1 pekan (Anak)

Golongan

- flukonazol

- ketokonazol

Griseofulvin

Bersifat fungistatik

Sediaan dan dosis

- Sediaan: Tabel 100, 150, 200 mg, suspensi oral 10 dan 40 mg/ml, injeksi 400 mg

- Dosis: 150 mg/pecan selama 4-6 pekan

- Bersifat fungistatik

- Dikonsumsi dengan makanan atau minuman bersoda

- Bersifat hepatotoksik

- Sediaan: Tablet 200 mg

- Dosis: 200 mg/hari selama 10-14 hari

- Bersifat fungistatik, aktif untuk golongan dermatofita

- Efek samping: sefalgia, gejala gastrointestinal, fotosensitivitas

- Dikonsumsi dengan makanan berlemak

- Sediaan:

- Micronized: Tabel 250 dan 500 mg, oral suspensi 125mg/ sendok teh

- Ultramicronized: Tablet 165 dan 330 mg

- Dosis: 500 mg/hari selama 2-6 pekan (Dewasa)

- Dosis: 10-20 mg (ultramicronized)/kgBB/hari selama 6 pekan (Anak)

BAB III ANALISIS KASUS 31
BAB III ANALISIS KASUS 31

BAB III ANALISIS KASUS

Apakah diagnosis kerja

pada kasus ini sudah

tepat ?

Apakah

penatalaksanaan pada

kasus ini sudah tepat ?

diagnosis kerja pada kasus ini sudah tepat ? Apakah penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat ?
diagnosis kerja pada kasus ini sudah tepat ? Apakah penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat ?

Analisis

Kasus

Apakah diagnosis kerja pada kasus ini sudah tepat ?

Anamnesis

Apakah diagnosis kerja pada kasus ini sudah tepat ? Anamnesis Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang
Apakah diagnosis kerja pada kasus ini sudah tepat ? Anamnesis Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan

Fisik

Apakah diagnosis kerja pada kasus ini sudah tepat ? Anamnesis Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan

Penunjang

Anamnesis

Berdasarkan hasil automnesis yaitu timbul bruntus merah kehitaman yang terasa gatal di daerah bokong sejak 5 bulan yang lalu dan mulai menyebar ke bagian selangkangan. Keluhan gatal semakin parah ketika pasien berkeringat, berada di tempat panas dan ketika pasien sedang menstruasi. Keluhan serupa di regio

tubuh lain disangkal.

Definisi :

Tinea kruris adalah salah satu dermatofitosis yang ditemukan pada pangkal paha, genital, pubis, serta perineum dan kulit perianal. penyakit jamur kulit superfisial yang menyerang jaringan dengan zat tanduk, misalnya stratum korneum pada epidermis, rambut, dan kuku.

Gamabaran Klinis :

pada Tinea Cruris mempunyai lesi yang khas berupa plak eritematosa berbatas tegas meluas dari lipat paha hingga ke paha bagian dalam dan seringkali bilateral.

Apapun penyebab tinea kruris, keluhan gatal merupakan salah satu gejala umum yang menonjol

Pemeriksaan Fisik :

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan fisik dermatologis didapatkan

pada pasien ini, pada regio gluteal terdapat makula hiperpigmentasi, berskuama, sirkumskripta, ukuran plakat (diameter 10 cm), batas

tegas dengan tepi lebih aktif berupa papul eritem multipel numular,

diskret, dan adanya central healing, dan pada regio ingunal

didapatkan macula hiperpigmentasi, ukuran lentikular dengan batas tegas, sirkumskrip.

Hasil dari pemeriksaan fisik pada pasien ini sesuai dengan teori

mengenai Tinea cruris, pada teori dikatakan berdasarkan efuloresensi

gambaran klinis pada Tinea Cruris terdiri atas macam-macam bentuk (polimorfik), baik primer maupun sekunder. Tinea kruris mempunyai lesi yang khas berupa plak eritematosa berbatas tegas meluas dari lipat paha hingga ke paha bagian dalam dan seringkali bilateral.

Peradangan di bagian tepi lesi lebih terlihat dengan bagian tengah tampak seperti menyembuh (central clearing). Pada tepi lesi dapat

disertai vesikel, pustul, dan papul, terkadang terlihat erosi disertai

keluarnya serum akibat garukan. Pada lesi kronis dapat ditemukan adanya

likenifikasi disertai skuama dan hiperpigmentasi.

serum akibat garukan. Pada lesi kronis dapat ditemukan adanya likenifikasi disertai skuama dan hiperpigmentasi.
serum akibat garukan. Pada lesi kronis dapat ditemukan adanya likenifikasi disertai skuama dan hiperpigmentasi.

APAKAH PENATALAKSANAAN PADA KASUS INI SUDAH TEPAT ?

Berdasarkan

• Umum • Khusus
• Umum
• Khusus
Teori • Umum • Khusus
Teori
• Umum
• Khusus

Pada Kasus

APAKAH PENATALAKSANAAN PADA KASUS INI SUDAH TEPAT ? Berdasarkan • Umum • Khusus Teori • Umum

Tatalakasana umum

Pada kasus :

• Konfirmasi : • menjelaskan pada pasien bahwa penyakit ini disebabkan karena infeksi jamur •
• Konfirmasi :
• menjelaskan pada pasien bahwa
penyakit ini disebabkan karena infeksi
jamur
• Informasi
• Prinsip pengobatan penyakit ini
bertujuan untuk menghilangkan
gejala dan menghilangkan peneyebab
infeksi serta memperbaiki keadaan
umum
• Edukasi
• Menjelaskan untuk menghindari
faktor memperberat, seperti menjaga
personal hygine dan jangan
menggaruk
Tatalaksana umum pada Teori :
Tatalaksana umum pada Teori :

Konfirmasi :

menjelaskan pada pasien bahwa penyakit

Konfirmasi : • menjelaskan pada pasien bahwa penyakit ini disebabkan karena infeksi jamur • Informasi •

ini disebabkan karena infeksi jamur

Informasi

Prinsip pengobatan penyakit ini bertujuan untuk menghilangkan gejala dan menghilangkan peneyebab infeksi serta memperbaiki keadaan umum

Edukasi

Menjelaskan untuk menghindari faktor memperberat, seperti menjaga personal hygine dan jangan menggaruk

Tatalaksana pada kasus

Sistemik :

-Ketoconazole tablet 2 x200mg

-Cetirizine 1 x 10 mg

Topikal :

-ketoconazole 2% cream dipakai 3x sehari setelah mandi

-Fusidic Acid cream 5 gram dipakai 3 kali sehari setelah mandi

Tatalakasana

Terapi sistemik diberikan untuk lesi yang lebih luas dan meradang, sering kambuh dan tidak sembuh

dengan obat topikal yang

sudah adekuat.

Pada teori

Pada pasien ini penatalaksanaan sudah tepat karena sesuai dengan teori yang ada, pada pasien ini
Pada pasien ini penatalaksanaan sudah tepat karena
sesuai dengan teori yang ada, pada pasien ini sebelumnya pasien
sudah pernah berobat ke dokter dan mendapatkan
obat topikal ketoconazole 2% cream, pasien mengatakan pemakaian
cream sebanyak 3 kali sehari setelah mandi dan selama 3 bulan
lamanya namun pasien mengatakan belum ada perubahan pada lesi
maupun keluhan yang berupa gatal.

Beberapa pilihan obat antijamur topikal dapat dilihat pada

Golongan Imidazol

Golongan Alilamin

Golongan Naftionat

Golongan lain

mikonazol 2% klotrimazol 1% ekonazol 1% isokonazol sertakonazol tiokonazol 6,5% ketokonazol 2% bifonazol oksikonazol 1%

naftitin 1%

tolnaftat 1%

terbinafin 1%

tolsiklat

butenafin 1%

siklopiroksolamin 1% salep Whitfield salep 2-4/3-10 vioform 3%

Untuk terapi sistemik, beberapa pilihan obat antijamur yang dapat digunakan

dapat dilihat

 

Golongan

Sediaan dan dosis

Alilamin

- Bersifat fungisidal, paling efektif untuk infeksi jamur dematofita

-

terbinafin

- Sediaan: Tablet 250 mg

Butenafine

- Dosis: 250 mg/hari selama 2 pekan (Dewasa)

- Dosis: 3-6 mg/kgBB/hari selama 2 pekan (Anak)

salah satu antijamur topikal terbaru diperkenalkan dalam pengobatan

tinea kruris dalam dua minggu pengobatan dimana angka kesembuhan

sekitar 70%.

Imidazol

- Bersifat fungistatik

- itrakonazol

- Interaksi dengan obat lain cukup banyak

- flukonazol

- Sediaan: Kapsul 100 mg, solusio oral 10mg/ml

- ketokonazol

- Dosis: 100 mg/hari selama 2 pekan (Dewasa)

- Dosis: 5 mg/kgBB/hari selama 1 pekan (Anak)

- Bersifat fungistatik

- Sediaan: Tabel 100, 150, 200 mg, suspensi oral 10 dan 40 mg/ml, injeksi 400 mg

- Dosis: 150 mg/pecan selama 4-6 pekan

Griseofulvin

- Bersifat fungistatik

- Dikonsumsi dengan makanan atau minuman bersoda

- Bersifat hepatotoksik

- Sediaan: Tablet 200 mg

- Dosis: 200 mg/hari selama 10-14 hari

- Bersifat fungistatik, aktif untuk golongan dermatofita

- Efek samping: sefalgia, gejala gastrointestinal, fotosensitivitas

- Dikonsumsi dengan makanan berlemak

- Sediaan:

- Micronized : Tabel 250 dan 500 mg, oral suspensi 125mg/

sendok teh

- Ultramicronized : Tablet 165 dan 330 mg

- Dosis: 500 mg/hari selama 2-6 pekan (Dewasa)

Dosis: 10-20 mg ( ultramicronized )/kgBB/hari selama 6 pekan (Anak)

Pemberian naftifin 1% dan terbinafine 1% keduanya terbukti efektif. Namun, kualitas perawatan bukti untuk perbandingan iniversus plasebo dinilai rendah. Clotrimazole 1% adalah terbukti efektif dalam mencapai pengobatan

mikologis dibandingkan dengan placebo. Naftifine 2% dan

terbinafine 1% nampaknya efektif dalam aplikasi sekali sehari dan

dengan durasi pengobatan yang lebih singkat

dibandingkan dengan azoles

THANK YOU Any Question? ! Made with by
THANK YOU Any Question? ! Made with by

THANK YOU

Any Question?

!
!

Made with

THANK YOU Any Question? ! Made with by

by

THANK YOU Any Question? ! Made with by
THANK YOU Any Question? ! Made with by