Anda di halaman 1dari 3

Cara Menghitung Pajak

PPN Dan PPh Pembelian


Barang
By Admin di Desember 28, 2017

Cara Menghitung Pajak PPN Dan PPh Pembelian Barang cukup mudah. PPh atau
Pajak Penghasilan terdiri dari beberapa jenis, untuk untuk pembelian barang
jenis PPh yang dikenakan adalah PPh Pasal 22. Sebelum melangkah lebih jauh,
marilah bersama-sama kita mengingat kembali tentang pengertian dari 2 jenis
pajak ini.

Pengertian PPN dan PPh Pasal 22


PPN atau Pajak Pertambahan Nilai merupakan jenis pajak tidak langsung untuk
disetor oleh pihak lain (pedagang) yang bukan merupakan penanggung pajak
(konsumen akhir). Prinsip dasarnya adalah suatu pajak yang harus dikenakan pada
setiap proses produksi dan distribusi, tetapi jumlah pajak yang terutang dibebankan
kepada konsumen akhir yang memakai produk tersebut.

Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 adalah PPh yang dipungut oleh:


1. Bendahara Pemerintah Pusat/Daerah, instansi atau lembaga pemerintah dan lembaga-
lembaga negara lainnya, berkenaan dengan pembayaran atas penyerahan barang;
2. Badan-badan tertentu, baik badan pemerintah maupun swasta berkenaan dengan
kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain.
3. Wajib Pajak Badan yang melakukan penjualan barang yang tergolong sangat mewah.

Tarif Pajak PPN Dan PPh Pembelian Barang


Tarif PPN pembelian barang adalah 10% dari nilai DPP (Dasar Pengenaan Pajak)
atau harga barang. Sedangkan PPh Pasal 22 memiliki tarif yang beragam. Atas
pembelian barang yang dilakukan oleh DJPB, Bendahara Pemerintah, BUMN/BUMD
(Lihat Pemungut dan Objek PPh Pasal 22 butir 2,3, dan 4) sebesar 1,5% (satu
setengah persen) dari harga pembelian tidak termasuk PPN dan tidak final.

Cara Menghitung Pajak PPN Dan PPh Pembelian Barang


Contoh penghitungan Pajaknya Kami bagi menjadi 3. Khusus untuk bendahara BOS,
tidak dilakukan pemungutan PPh Pasal 22.

Penghitungan Pajak Menggunakan dana APBN atau APBD

Contoh 1.
Pada tanggal 10 Juli 2017 melakukan pembelian Komputer senilai Rp. 3.300.000.

Jawab

PPN
Dasar Pengenaan Pajak = 100/110 x Rp. 3.300.000 = Rp 3000.000
PPN yang dipungut = 10% x Rp. 3000.000 = Rp 300.000

PPh Pasal 22
Dasar Pengenaan Pajak = Rp. 3.000.000
PPh Pasal 22 yang dipungut = 1,5% x Rp 3.000.000 = Rp 45.000

Contoh 2
Pada tanggal 15 Juli 2017 melakukan pembelian alat tulis sebesar Rp. 1.650.000

Jawab
PPN
Dasar Pengenaan Pajak = 100/110 x Rp 1.650.000 = Rp. 1.500.000
PPN yang dipungut = Rp 150.000

PPh Pasal 22
Tidak dipungut, karena nilai transaksi dibawah Rp. 2.000.000

Contoh 3
Pada tanggal 25 Juli melakukan pembelian mebel seharga 700.000

Jawab
Tidak memungut PPN dan PPh Pasal 22 karena nilai transaksi dibawah Rp. 1000.000

Kesimpulan:
1. Belanja barang dibawah Rp. 1000.000 tidak dikenakan PPN dan PPh Pasal 22
2. Belanja barang dengan nilai Rp. 1000.001 s.d. Rp. 2.000.000 dikenakan PPN saja
3. Belanja barang dengan nilai diatas Rp 2.000.000 dikenakan PPN dan PPh