Anda di halaman 1dari 15

Kelompok 1

Anggota :
1. Putri Indah Sari (70.2012.003)
2. Nova Nilam Sari (70.2012.031)
3. Ananda Rama Praselia (70.2015.018)

Analisis Masalah
1. Kapten Boy, 40 tahun diperintahkan untuk mengikuti ujian kenaikan pangkat tentara.
Kapten Boy harus mengikuti uji fisik berlari sejauh 5 km. Uji lari dimulai pukul 15.00
pada saat itu matahari sedang bersinar terang.
a. Apa saja adaptasi tubuh saat aktivitas fisik?
Jawab :
1. ADAPTASI SISTEM NEUROMUSKULER
Kegiatan yang berhubungan dengan otot yang dilakukan berkali-kali sampai batas
maksimum akan menyebabkan bertambah besarnya otot skeletal. Peningkatan
daya otot maksimal adalah hasil dari kenaikan dua unsur yaitu, kekuatan dan
kecepatan.

Peningkatan kekuatan sebagai hasil dari latihan otot dikarenakan :


 Penambahan luas penampang otot
 Kenaikkan curahan syaraf (nerve discharge) kepada otot

Untuk pekerjaan tertentu terdapat penurunan energi yang diperlukan, yang mana
dapat mencapai ¼ daripada sebelumnya.

2. ADAPTASI SISTEM KARDIOVASKULER


Latihan akan meningkatkan cardic output maksimal yang disebabkan oleh
peningkatan volume sekuncup yang dihasilkan oleh distansibilitas dan
kontraktilitas otot jantung. Penurunan kerja jantung berhubungan dengan adanya
perpanjangan periode kontraksi isometrik dan waktu injeksi. Perpanjangan
periode diastol menyebabkan aliran darah koroner menjadi lebih baik dan suplai
oksigen ke otot jantung menjadi lebih baik. Jadi, dengan latihan jantung menjadi
lebih efisien dan dapat mengedarkan lebih banyak darah dengan jumlah denyut
yang lebih rendah. Kontraksi jantung menjadi lebih kuat, jadi mengosongkan
dirinya lebih sempurna dan isi sekuncup serta cardiac output bertambah besar.
Latihan juga merubah struktur jantung, bersama dengan meningkatnya
vaskularisasi, dijumpai kenaikan yang tajam dari berat massa otot jantung.

Pada orang yang terlatih denyut jantung dan tekanan darah lebih cepat kembali ke
keadaan semula setelah aktivitas tubuh dihentikan pada proses pemulihan sistem
kardiovaskuler.
Distribusi darah dengan latihan akan menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
 Jumlah ke otot akan berkurang, karena lebih efisienya otot
 Ke organ-organ lainnya bertambah
 Lebih tahan terhadap lingkungan panas, karena dapat menyalurkan lebih
banyak darah ke kulit untuk pelepasan panas

3. ADAPTASI SISTEM RESPIRASI


Efek latihan pada sistem pernafasan sangat progresif, pengambilan O2 dan
pelepasan CO2 menjadi lebih baik. Efisiensi otot pernafasan meningkat,
frekuensinya menurun, sedangkan dalamnya bertambah. Pembesaran kapasitas
vital yang didapat pada seseorang dewasa terlatih, lebih berhubungan dengan
proses-proses pertumbuhannya dari pada proses rangsangannya.

4. ADAPTASI PROSES METABOLISME


Dengan melakukan latihan, para olahragawan yang telah mendapatkan
peningkatan maksimum aerobik powernya dengan sempurna setelah latihan
intensif tertentu. Penggunaan presentase yang lebih besar dari pada maksimum
oksigen uptake akan mengakibatkan penurunan proses metabolisme anaerobik
pada kegiatan fisik yang dilakukan sehingga mengakibatkan produksi asam laktat
pada suatu aktivitas fisik yang dilakukan menurun. Menurut hasil pengukuran
kadar asam laktat dan pirufat di darah, dapat kita lihat bahwa proses metabolisme
anaerobik mulai terjadi saat presentase yang lebih tinggi dari pada oksigen uptake.
Asam laktat baru akan muncul apabila terjadi proses anaerobik dan dihubungkan
dengan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya berat.

5. ADAPTASI SES-SEL JARINGAN


Peningkatan maksimal oksigen uptake akibat latihan disebabkan peningkatan dari
pada oksigen transport dan sistem penggunaan oksigen. Peningkatan sistem
penggunan oksigen berhubungan erat dengan sejumlah perubahan struktural dan
perubahan biokimia pada sel. Namun rata-rata maksimum oksigen uptake
menunjukan kenaikan sekitar 13% dan potensi oksidatif ototnya meningkat
sekitar 100%. Juga mitokondria sebagai pengatur respirasi sel meningkat 60%
pada otot-otot yang terlatih.

b. Bagaimana Adaptasi tubuh Boy pada saat berlari sejauh 5km?


Jawab : Ketika tubuh melakukan latihan fisik yang merupakan suatu bentuk stressor fisik
dapat menyebabkan gangguan homeostatik, dan tubuh akan memberikan tanggapan berupa
mekanisme umpan balik negatif.
Tanggapan tersebut berupa:
 Respon “jawab sewaktu’’ adalah perubahan fungsi organ tubuh yang bersifat sementara
dan berlangsung tiba-tiba, sebagai akibat dari aktivitas fisik. Perubahan fungsi ini akan
segera hilang dengan segera dan kembali normal setelah aktivitas dihentikan.
 Adaptasi “jawab lambat” adalah perubahan struktur atau fungsi organ-organ tubuh yang
sifatnya lebih menetap karena latihan fisik yang lebih dilakukan dengan teratur dalam
periode waktu tertentu.

“Reaksi adaptasi hanya akan timbul apabila beban latihan yang diberikan intensitasnya cukup
memadai dan berlangsung cukup lama”. Jadi latihan harus dilakukan dalam training zone dan
durasi latihan dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Menurut Supriadi, “chronic training
adalah latihan yang dilakukan secara berulang-ulang sampai beberapa hari atau sampai
beberapa bulan (training)”. “Perubahan yang terjadi karena training disebut dengan adaptasi,
salah satu bentuk adaptasi otot skelet pada olahraga, diantaranya terjadinya hipertropi otot,
kelelahan otot”.
Hipertropi Otot Skeletal dan Hiperplasia Otot Skeletal

 Hipertropi Otot Skelet


Dengan olahraga otot dapat mengalami hipertropi, karena selama kita latihan
menghasilkan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertropi otot. Sedangkan,
mekanisme hipertropi otot skeletal dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain
hormon pertumbuhan, IGF-1, sintesa protein miofibrilar, sintesa aktin protein aktin
mRNA, aktifitas aktin promoter, rintangan dari ubiquitin ligases tertentu serta famili
integrin yang secara umum sampai saat ini telah diketahui dapat berfungsi sebagai
“promotor’’ atau “inisiator’’ pada sel otot skeletal untuk modulasi hipertropi otot.
Calcineurin juga berperan dalam proses hipertropi otot, yakni calmodulin-
dependen phosphatase yang penting sekali dalam memberikan sinyal pada keadaan yang
kelebihan muatan serat otot yang mengalami hipertropi otot. Kegunaan calcineurin dalam
dalam hipertropi otot dengan beragam perintang farmakologi calcineurin. Calcineurin
diaktifkan dalam otot yang terlalu berat melalui peningkatan kronis dalam kalsium
intraselular yang terjadi di bawah kondisi yang kelebihan muatan sebagai hasilnya dari
suatu penggandaan syaraf yang di tengahi aktifasi serat otot dan muatan yang
bersangkutan meningkat dalam IGF-1. Sekali diaktifkan, calcineurin memberikan sinyal
ke bawah gen yang terlibat dalam pengaturan ukuran serat otot melalui
desphophorylation dari factor transkipsi substratnya, factor nuklir sel T yang diaktifkan
(NFAT). Beragam isoform NFAT mampu untuk mengakifkan beragam gen, yang telah
diimplikasikan dalam serat otot yang lemah dan gen otot yang hipertropi. Calcineurin
diperlukan hanya pada waktu yang spesifik dan pertumbuhan kembali otot dari otot yang
atropi, dan waktu ini beragam diantara beragam diantara otot cepat dan lambat.
Rintangan dari ubiquitin ligases tertentu juga berperan dalam hipertropi otot.
Myostastin terdapat dalam otot yang mengalami hipertropi, peregangan otot dapat
meningkatkan protein myostatin, sebaliknya ketika pada waktu terjadi muatan singkat
menghalangi selama peregangan. Kondisi yang kuat untuk pertumbuhan pada pengaturan
otot myostatin adalah setelah lahir. Rintangan dari sintesa glikogen kinase-3a oleh suatu
muatan negatif yang dominan atau LICI dihubungkan dengan suatu perluasan dari C2C12
myotubes dalam turunan.
Aktifasi “eksternal’’ integrin dapat disebabkan oleh signaling transduction dari
senyawa agrin yang serupa integrin pada neuromuscular junction dan nitric oxide (NO)
yang disekresi olek ujung serabut saraf. Sedangkan signaling transduction pathways
intraselular atau ‘’internal’’ secara garis besar meliputi dua tahap. Tahap pertama
signaling transduction pathways terjadi sampai pada tingkat modulasi transkipsi gen,
modulasi tersebut juga berjalan secara berjenjang secara cascade. Selanjutnya, tahap
kedua, signaling transduction pathways terjadi pada tingkat transkipsi gen (inisiator dan
inhibitor). Genetik renspons diawali dengan proses transkipsi, proses ini sangat penting
untuik diketahui, sebab proses tersebut terjadi secara pesifik pada gen yang terkait
dengan biologis otot skelet. Proses transkipsi terdiri dari transcription-initiator faktor dan
transciption-inhibitor factor. Kedua macam senyawa tersebut berupa senyawa aktivator
domain dan inhibitory domain kedua domain tersebut mempunyai ikatan pada DNA
(DNA binding domain).
Selanjutnya serangkaian mekenisme hipertropi otot tersebut adalah terbentuknya
berbagai macam protein baik yang bersifat structural (terutama actin dan miosin) dan
berbagai enzim untuk kepentingan metabolisme sel. Namun sampai saat ini proporsi
sitesis semacam protein terutama yang menyangkut jumlah aktin dan miosin belum
diketahui dengan jelas.

 Hiperplasia Otot Skeletal


Menurut Claudius, sel-sel otot tidak mampu membelah secara mitosis, tetapi
bukti-bukti eksperimental mengisyaratkan bahwa serat yang membesar dapat terputus
menjadi dua di tengahnya, sehingga terjadi peningkatan jumlah serat (splitting).
Perubahan-perubahan adaptif yang terjadi di otot rangka secara bertahap berbalik ke
keadaan semula dalam beberapa bulan apabila program latihan teratur yang menimbulkan
perubahan itu dihentikan.
Hiperplasia merupakan bertambahnya jumlah dari serabut otot akibat proses
pembelahan. Pada otot manusia belum ditemukan bukti, bahwa pembebanan latihan fisik
dapat terjadi hiperplasia, kalaupun terjadi jumlahnya sangat sedikit. Jadi mekanisme
terjadinya hiperplasia otot skelet sangat jarang terjadi dibandingkan dengan mekanisme
hipertropi otots skeletal. Kedua mekanisme tersebut juga bergantung pada prinsip-prinsip
latihan yang dilakukan.

c. Bagaimana metabolisme pada saat berlari sejauh 5 km?


Jawab :
d. Apa dampak berlari pada pukul 15.00 pada saat matahari sedang bersinar terang?
Jawab : Cuaca dan olahraga akan mempengaruhi tubuh dalam mengeluarkan keringat.
Pada saat latihan produk air karena metabolisme akan meningkat, meskipun
demikian tetap akan kurang jika dipergunakan untuk mempertahankan suhu
tubuh agar tidak terlalu tinggi. Air akan banyak keluar sebagai keringat, yang
salah satunya berfungsi untuk membuang panas secara evaporasi/penguapan.
Banyaknya keringat yang keluar dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi
atau kekurangan cairan di dalam tubuh.

e. Ada beberapa macam metabolisme energi? (aerob dan anaerob)


Jawab : Metabolisme aerobik
Metabolisme aerobik terjadi ketika oksigen hadir. Hal ini terjadi dalam
mitokondria sel dan bertanggung jawab untuk penyediaan 90% dari
kebutuhan energi tubuh. Selama metabolisme aerobik, semua substrat dasar
termasuk karbohidrat, lemak, dan protein dipecah dan digabungkan dengan
molekul oksigen untuk menghasilkan energi sambil melepaskan karbon
dioksida dan air sebagai produk akhir. Secara umum, metabolisme oksidatif
menghasilkan hampir 150-300 mL air dalam waktu 24 jam dari waktu. Ada
dua jalur yang terlibat dalam metabolisme aerobik: siklus asam sitrat; yang
terjadi dalam matriks mitokondria, dan rantai transpor electron: yang terjadi
dalam sistem transpor elektron yang terletak pada membran mitokondria
bagian dalam.

Metabolisme anaerobik
Metabolisme anaerobik tidak memerlukan oksigen untuk produksi
ATP. Hal ini terjadi melalui glikolisis, proses dimana energi dibebaskan dari
glukosa. Efisiensi metabolisme anaerobik adalah rendah, dan menghasilkan
rendahnya jumlah ATP bila dibandingkan dengan metabolisme aerobik.
Glikolisis terjadi di sitoplasma dan tidak memerlukan organel apapun. Oleh
karena itu, proses penting dimana organisme kekurangan mitokondria seperti
prokariota. Produk akhir metabolisme aerobik adalah asam laktat, yang
mungkin relatif berbahaya bagi tubuh.
2. Kapten Boy berkeinginan keras untuk mengikuti uji lari karena sudah lama tidak
mengurus kenaikan pangkat, meski dia tidak pernah berlatih sejak 6 bulan yang lalu.
Pada pukul 14.00 karena ditraktir temannya, Kapten Boy mengkonsumsi 1 porsi penuh
nasi bungkus dan minum sedikit air.
a. Apa dampak pada minum sedikit air dan makan nasi 1 jam sebelum melakukan
olahraga berlari 5 km?
Jawab :

b. Apa akibat dari melakukan olahraga lari yang sejak 6 bulan tidak pernah dilakukan
lagi oleh Kapten Boy?
Jawab :

3. Saat uji lari dimulai, Kapten Boy berlari sekuat tenaga meninggalkan peserta lain, namun
ia mengeluh nyeri di daerah epigastrium dan tungkai terasa pegal. Kapten Boy tetap
berlari meski nafasnya sudah mulai terasa sesak, wajahnya memerah dan banyak
mengeluarkan keringat.
a. Bagaimana aktivitas otot ekstremitas inferior pada saat berlari?
Jawab : Otot digunakan untuk menggerakkan bagian tubuh, dengan cara berkontraksi, kalau
dikaitkan dengan kegiatan manusia fungsi otot memiliki urutan teratas terutama
dalam latihan olahraga. Otot yang terlatih akan menyebabkan otot tersebut menjadi
lebih efisien artinya dalam pekerjaanya otot tersebut akan memerlukan relatif sedikit
tenaga dibanding otot yang tak terlatih. Berdasarkan stuktur dan sifat fisiologik, otot
dibagi menjadi 3 jenis, yakni otot skeletal, otot polos dan otot jantung, khusus untuk
pergerakan tubuh dilakukan oleh otot skeletal saja. Hampir 50% tubuh tersusun oleh
otot, sekitar 40%-nya adalah otot skeletal, dan 5-10%-nya adalah otot polos dan otot
jantung.

Otot Skeletal
Berdasarkan uraian di atas, salah satu jenis otot pada manusia adalah otot
skelet atau otot rangka. Otot ini kebanyakan melekat pada tulang sehingga disebut
sebagai otot rangka atau tulang. Penampang otot skelet jika diamati dengan
mikroskop akan nampak seperti lurik. Otot ini memiliki sifat bisa diperintah oleh
kehendak (voluntary), artinya dalam proses pemendekanya tergantung kepada
kemauan atau kehendak. Otot skelet ada dua macam yakni otot merah atau slow
twich dan otot putih atau fast twich. Otot merah kontraksinya lambat memiliki
banyak pembuluh darah, power tidak begitu besar, tetapi tahan lama. Otot putih
kontraksinya cepat, tidak banyak mengandung pembuluh darah, power tidak begitu
besar, dan tetapi tidak tahan tahan lama dalam melakukan kontraksinya.

b. Mengapa Kapten Boy setelah berlari sekuat tenaga?


- Nyeri di daerah epigastrium
- Tungkai terasa pegal
- Nafas terasa sesak
- Wajah kemerahan
Jawab :
- Nyeri perut didaerah epigastrium
Nyeri ini berbeda dengan kram perut, pada kram perut terdapat jelas
ketegangan dari otot-otot perut. Nyeri ini biasanya dirasakan tepat dibawah tulang
rusuk, dalam bahasa inggris sakit ini disebut dengan “abdominal stitch”. Pada
kasus ini nyeri dapat mereda ketika seseorang menurunkan intensitas
olahragannya, namun beberpa orang tetap merasakan nyeri hingga beberapa hari
kedepan setelah olahraga. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa nyeri ini
muncul akibat berkurangnya aliran darah ke diafragma dikarenakan darah banyak
tersalurkan ke otot-otot kaki untuk berlari atau berolahraga. Selain itu adanya
over-stretch atau peregangan yang berlebihan pada ligament antara organ dalam
dengan diagfragma akibat gerakan menyentak saat berlari. Teori tentang
penyebab sakit perut saat berolahraga ini bertahan dimasyarakat kita sudah cukup
lama. Namun teori ini ternyata tidak dapat menjawab kenapa pada perenang juga
mengalami sakit perut saat berolahraga, dimana pada gerakan berenang tidak ada
aktivitas gerakan menyentak.
Beberapa tahun terakhir ini sebuah penelitian telah dilakukan dan hasilnya
memunculkan teori yang dapat menjawab bagaimana seorang perenang dapat
menderita sakit perut ketika berenang. Dalam peneilitian ini disebutkan bahwa
penyebab seseorang mengalami sakit perut saat berolahraga karena dalam perut
terdapat “peritoneum parietalis” yaitu merupakan lapisan membran rongga perut
dimana lapisan ini akan mengalami gesekan dengan dinding lapisan organ dalam
saat seseorang bergerak atau berolahraga.

b. Perietal peritoneum

Gesekan ini seharusnya dapat berjalan lancar karena adanya cairan yang
dapat menjadi pelumas untuk gesekan tersebut. Sehingga apabila cairan tidak
tercukupi maka gesekan tidak lancar dan muncul lah nyeri yang tajam. Penyebab
lainnya karena perut mnegalami kembung sehingga menambah tekanan pada
membran sehingga gesekan juga tidak berjalan lancar, biasanya kembung ini
akibat dari mkan dan minum yang banyak tepat sebelum berolahraga. Selain itu
ada jenis-jenis makanan yang dapat memicu kembung lebing besar dan dapat
memperlambat gesekan pada membran perut, yaitu jenis makanan yang bergula
tinggi seperti jus buah dan minuman ringan. Namun air putih, air kelapa dan air
minum rendah gula dapat membantu anda untuk memperlancar gesekan antara
peritoneum parielatis dengan membran organ dalam perut. Penelitian terakhir juga
menyebutkan bahwa perubahan yang mendadak pada panjang langkah dari
berjalan ke berlari dengan frekuensi tinggi juga mempengaruhi munculnya nyeri
pada perut saat berolahraga.

- Tungkai terasa pegal


Kelelahan otot dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, diantaranya: waktu
istirahat otot yang kurang, kontraksi yang terus-menerus; meningkat; atau
berlangsung dalam waktu lama, asam laktat yang meningkat, sumber energi
berkurang, dan kerja enzim yang berkurang.
Apabila waktu istirahat otot terlalu sedikit padahal kerja otot (kontraksi)
berlangsung dalam waktu yang cukup lama, maka otot dapat kehabisan energi
(ATP). Otot tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproduksi ATP yang
baru, jika terus berlangsung hal demikian, maka produksi ATP akan dialihkan
dengan cara anaerob. Produksi dengan cara anaerob akan membuat penimbunan
asam laktat semakin banyak. Asam laktat yang merupakan hasil sampingan
peristiwa dari pemecahan glikogen dapat menyebabkan “pegal” dalam otot
ataupun dapat menyebabkan “kecapaian” otot.

- Nafas terasa sesak


Dengan latihan olahraga, maka perubahan yang terjadi sehubungan dengan
adaptasi dari sistem pernapasan adalah sebagai berikut:
 Pemakaian oksigen sangat meningkat, karena otot yang aktif mengoksidasi
molekul nutrient lebih cepat untuk memenuhi peningkatan kebutuhan
energinya.
 Produksi karbondioksida sangat meningkat karena otot yang lebih aktif
melakukan metabolisme memproduiksi lebih banyak karbondioksida
 Ventilasi alveolus sangat meningkat.
 Penyaluran oksigen ke otot sangat meningkat.
 Pengurangan karbondioksida dari otot sangat meningkat.
 Frekuensi pernapasan juga sangat meningkat.

- Wajah kemerahan
Saat berolahraga, jumlah darah yang terdistribusikan ke permukaan kulit akan
semakin banyak. Akibatnya tidak hanya memerah, tetapi juga akan menghangat.

c. Bagaimana mekanisme terjadinya :


- Nyeri di daerah epigastrium
- Tungkai terasa pegal
- Nafas terasa sesak
- Wajah kemerahan

Jawab :

d. Mengapa pada saat terasa sesak nafas Kapten Boy timbul stress?
Jawab : Dalam pembentukan energi, terdapat dua macam proses yang dapat ditempuh, yaitu
proses aerobik, proses yang memerlukan oksigen; dan proses anaerobik, proses yang
tidak memerlukan oksigen.
Pada proses aerobik terjadi proses pembakaran yang sempuma. Atom hidrogen
dioksidasi menjadi H2O dan atom karbon dioksidasi menjadi CO2. Sisa metabolisme
ter- sebut dikeIuarkan dari tubuh melalui proses pernapasan . Energi yang diperoIeh
dari proses aerobik ini tidak dapat langsung digunakan otot sebagai sumber energi
untuk mengerut. Energi tersebut dengan proses lebih lanjut digunakan untuk sintesis
ATP (adenosine triphosphate) dan senyawa-senyawa berenergi tinggi yang lain.
Senyawa-senyawa tersebut merupakan senyawa yang dapat menyimpan energi dalam
jumlah yang besar. Proses pemecahannya yang tidak memerlukan oksigen dengan
menghasilkan energi yang besar itu merupakan proses anaerobik. Energi yang
dihasilkan dari pemecahan ATP ini dapat digunakan sebagai sumber energi untuk
mengerut oleh otot (2,3). Proses aerobik dan proses anaerobik tersebut dalam tubuh
selalu terjadi bersama-sama dan berurutan.
Hanya berbeda intensitasnya pada jenis dan tahap kerja tertentu. Pada kerja berat
yang hanya berlangsung beberapa detik saja, dan pada permulaan kerja pada
umumnya, proses anaerobik Iebih menonjol daripada proses aerobik. Pada keadaan
kerja tersebut, sistem kardiopulmonal beIum bekerja dengan kapasitas yang
diperlukan.Untuk penyesuaiannya, diperlukan waktu.Dengan demikian oksigen yang
tersedia tidak mencukupi. Maka keperluan akan energi terutama dicukupi dengan
proses anaerobik. Pada keadaan kerja tersebut terdapat "hutang" oksigen. "Hutang"
ini akan dibayar sesudah berhenti bekerja, sehingga orang sesudah berhenti bekerja
masih terengah-engah dan denyut jantungnya masih cepat.
4. Menjelang garis finish, Kapten Boy terjatuh dan pingsan, kemudian tersadar kembali
dalam 10 detik.
a. Mengapa Kapten Boy terjatuh dan pingsan?
Jawab : Seseorang yang terlalu sering melakukan aktivitas fisik berat dengan
memaksakan diri dapat mengalami pingsan. Hal ini dikarenakan jantung tidak mampu
mempertahankan tekanan darah yang kuat selama beraktivitas. Apabila aktivitas
dihentikan mendadak maka denyut jantung menurun, akan tetapi pembuluh darah dari
otot tetap dalam kondisi melebar untuk membuang hasil metabolisme. Kondisi
berkurangnya curah jantung dan meningkatnya kapasitas pembuluh ini menyebabkan
tekanan darah turun drastis dan membuat seseorang pingsan.

b. Apa makna Kapten Boy sadar kembali dari pingsan dalam waktu 10 detik?
Jawab :

c. Apa akibat bilamana Kapten Boy kembali sadar dalam waktu lebih dari 10 detik?
Jawab :

e. Mengapa Kapten Boy baru sadar setelah 10 detik?


Jawab :

5. Kulit Kapten Boy terlihat kemerahan dan teraba kering, denyut jantung 112x/mnt,
tekanan darah 110/70 mmHg, temperatur 38,2°C, dan Glasgow Coma Scale (GCS) 15
(Eye:4, Movement: 6, Verbal: 5).
a. Apa interpretasi dari pemeriksaan tanda vital pada Kapten Boy?
Jawab : Kulit terlihat kemerahan dan teraba kering : tanda-tanda dehidrasi ringan
Denyut jantung 112x/mnt :
Tekanan darah 110/70 mmHg : normal
Temperatur 38,2°C : normal
Glasgow Coma Scale (GCS) 15 : normal
b. Apa tanda-tanda dari kegagalan adaptasi?
Jawab :
 Kenaikan tekanan darah
 Peningkatan ketegangan di leher, bahu, punggung
 Peningkatan denyut nadi dan frekwensi pernapasan
 Telapak tangan berkeringat
 Tangan dan kaki dingin
 Postur tubuh yang tidak tegap
 Keletihan
 Sakit kepala
 Gangguan lambung
 Suara yang bernada tinggi
 Mual, muntah, dan diare
 Perubahan nafsu makan
 Perubahan berat badan
 Perubahan frekwensi berkemih
 Dilatasi pupil
 Gelisah, kesulitan untuk tidur atau sering terbangun saat tidur
 Temuan hasil laboratorium abnormal : Peningkatan kadar hormon adrenokortikotropik,
kortisol dan katekolamin dan hiperglikemia.

6. Paramedis langsung membawa Kapten Boy ke Ambulance, mendapat oksigen dan diberi
minuman isotonis.
a. Ada berapa macam cairan elektrolit?
Jawab : Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler dan
cairan ekstraseluler.
Cairan intraseluler adalah cairan yang berada di dalam sel di seluruh tubuh,
sedangkan cairan ekstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel dan terdiri dari
tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma), cairan interstitial dan cairan
transeluler. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam sistem vaskuler,
cairan interstitial adalah cairan yang terletak diantara sel, sedangkan cairan traseluler
adalah cairan sekresi khusus seperti cairans erebrospinal, cairan intraokuler, dan
sekresi saluran cerna.

b. Apa saja kandungan dalam cairan isotonis?


Jawab : Minuman isotonik mengandung berbagai mineralyang dibutuhkan oleh tubuh,
kadar isotoniknya hanya 26 kalori perkaleng dan diperkaya dengan vitamin
C, minuman isotonik itu tidak lain adlah larutan garam dapur 0,9 %. Ion yang
sebut-sebut sangat bermanfaat bagi tubuh sebenarnya tidak juga hanya
terkandung pada isotonik, setiap garam yang dilarutkan dalam air pasti akan
berubah menjadi ion Na dan ion Cl.

Kandungan zat aditif pada isotonik:


 Glukosa
 Asam sitrat
 Natrium sitrat
 Natrium chlorida
 Vitamin C
 Kalium chlorida
 Carbonat
 Magnesium
 Kalsium laktat

c. Mengapa Kapten Boy diberikan cairan isotonis?


Jawab :
Isotonik sangat dibutuhkan ketika mengalami penurunan ciran tubuh seperti :
 Keringat berlebihan
 Olahraga yang melelahkan
 Kurang bergairah saat bekerja
 Stamina tubuh yang kurang baik
 Berada dilingkungan tropis yang tidak nyaman
Cairan yang keluar dari tubuh manusia sangat dipengaruhi oleh keadaan
lingkungannya seperti panas, lembab, hujan, salju, dsb. Di Indonesia, iklimnya adalah
iklim tropis yang memiliki karakteristik panas dan lembab. Dalam keadaan fisiologis
normal menurut Vender (2003) mengatakan bahwa manusia kehilangan cairan dari :

 Saluran cerna (Buang air besar) = 200 cc


 Saluran kemih (Buang air kecil) = 1500 cc
 Kulit , keringat = 600 cc
 Paru paru = 300 cc

Jika keadaan panas tentunya pengeluaran keringat akan lebih banyak dibanding
keadaan dingin. Dan jumlah pengeluaran ini akan bertambah banyak saat aktivitas
tubuh meningkat seperti misalnya sehabis olah raga.

d. Bagaimana cara pemeriksaan fisik terhadap pasien yang tidak sadar karena olahraga?
Jawab : Biasanya berbaring mendatar merupakan satu-satunya cara untuk
mengembalikan kesadaran penderita. Mengangkat kaki dapat
mempercepat pemulihan karena bisa meningkatkan aliran darah ke
jantung dan otak. Jika penderita terlalu cepat duduk atau
disangga/digendong dalam posisi duduk, dapat terjadi episode pingsan
lain.
Pada orang muda yang tidak memiliki penyakit jantung, pingsan biasanya
tidak serius, dan jarang diperlukan pemeriksaan diagnostik maupun
pengobatan yang lebih lanjut. Pada usia lebih tua, pingsan bisa
disebabkan oleh beberapa keadaan yang berhubungan dengan
terhambatnya kemampuan jantung dan pembuluh darah dalam
menyesuaikan fungsinya terhadap penurunan tekanan darah.

e. Bagaimana pandangan islam tentang memaksa diri sendiri?


Jawab : “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya,
kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. An Nisaa : 110)”