Anda di halaman 1dari 2

a.

Fakta yang ada di lapangan

Bahan ajar merupakan salah satu hal yang penting dalam proses pembelajaran.
Bahan ajar digunakan oleh guru sebagai pedoman dalam proses belajar mengajar.
Penyajian buku kurikulum 2013 khususnya pada mata pelajaran IPA Terpadu berisi
gabungan materi Fisika, Kimia, Biologi sehingga cakupan materi terlalu sempit. Fakta
dilapangan Guru hanya menggunakan buku teks pelajaran yang disediakan oleh
pemerintah saja (Buku Guru dan Buku siswa ), sehingga sumber belajar yang
digunakan kurang bervariasi.
Pembelajaran sains, khususnya fisika menuntut siswa mampu menggunakan
pemahamannya untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Kemampuan memecahkan
masalah yang dihadapi merupakan salah satu bagian dari keterampilan berpikir kreatif
yang harus dimiliki oleh peserta didik.
Siswa setelah dihadapkan pada materi dengan beberapa rumus dan persamaan
ternyata mereka kurang mampu mengaplikasikan dan menganalisis persoalan
matematis fisika dengan baik. Hal ini dikarenakan siswa masih kesulitan dalam
memahami konsep fisika serta kurangnya konten pada sumber dan sarana pembelajaran
yang memfasilitasi kemampuan berpikir kreatif.
Ketersediaan sumber belajar yang sering digunakan siswa adalah berupa
Lembar Kerja Siswa (LKS) yang tentunya materi didalamnya kurang lengkap dan
kurang memfasilitasi kemampuan berpikir kreatif siswa. Selain itu buku pegangan
berupa LKS sulit dimengerti siswa, materi yang disajikan tidak lengkap, kurang runtut,
dan soal yang disajikan kurang bervariatif dan lebih mengutamakan siswa untuk
menghafal rumus.Bahan ajar penunjang lainnya yaitu bukju paket yang didalamnya
berisi kalimat-kalimat atau paragraf yang panjang dan sulit dipahami, hal ini membuat
siswa malas dalam hal membaca buku.

b. Masalah yang dihadapi


1. Siswa masih kesulitan memahami konsep fisika
2. Siswa kurang mampu memecahkan masalah matematis fisika yang dihadapi
3. Prestasi belajar peserta didik rendah
4. Minat baca peserta didik masih rendah
5. Belum adanya bahan ajar fisika yang memfasilitasi keterampilan berpikir kreatif
siswa.
c. Solusi
Untuk mencapai pemahaman konsep fisika secara mendalam, sumber belajar
dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif fasilitas belajar siswa. Dimana bahan ajar
didesain untuk dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Berpikir
kreatif akan mudah diwujudkan dalam lingkungan belajar yang memberikan peluang
bagi peserta didik untuk dapat mengembangkan kemampuan mereka secara mandiri.
Pendekatan Open-Ended dirancang untuk memberikan kesempatan kepada
siswa untuk mengembangkan kompetensi mereka. Pembelajaran Open-Ended Problem
dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan ketrampilan berpikir kreatif siswa.
Pendekatan Open-Ended Problem tidak hanya berorientasi pada jawaban akhir , tetapi
memungkinkan siswa untuk berpikir aktif dan kreatif dalam memecahkan masalah
tanpa adanya penyelesaian tunggal.
Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu adanya pengembangan bahan ajar
yang berisi informasi pada pokok bahasan materi tertentu yang lebih bervariasi. Bahan
ajar yang dikembangkan merupakan bahan ajar yang dapat memfasilitasi kemampuan
berpikir kreatif siswa. Bahan ajar yang memfasilitasi keterampilan berpikir kreatif
siswa salah satunya adalah bahan ajar berbasis open-ended problem.