Anda di halaman 1dari 21

MODUL PERKULIAHAN

Utilitas
Industri
Peralatan Pengukur
Audit Energi

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

03
Teknik Mesin Kode MK Ir. Dadang S Permana, M.Si

Abstract Kompetensi
Pengertian dan Pemahaman Memaham tentang Peralatan
tentang peralatan pengukur Pengukur Audit Energi
audit energi

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
PERALATAN PENGUKUR
Nama dan jenis serta fungsi peralatan ukur/ instrumentasi yang digunakan dalam kegiatan
audit energy adalah sebagai berikut ;

Tabel 1.1 Daftar alat ukur


No. Nama Alat Ukur Fungsi Gambar Alat Ukur

Untuk mengukur kualitas


Digital Clamp-on listrik (arus, tegangan,
1. faktor daya, frekuensi)
Meter secara sesaat (load
survey)

Untuk mengukur kualitas


kelistrikan seperti : arus,
tegangan, daya, factor
Power Quality daya/cos phi, frekuensi,
2.
Analizer load/ beban, histerisis
secara continue (dalam
beberapa waktu lama/
periode)
Untuk mengukur
temperature dengan cara
menembakkan sinar infra
Infra Red red keobjek (secara tidak
3. langsung). Biasanya
Thermometer untuk mengukur
temperature tinggi,
seperti didalam tungku
dan dinding boiler

Digital Temperature digunakan dengan


4. temperature probe
HiTester (thermocouple).

Mengukur kelembaban
udara /humidity (%RH),
5. Higrometer temperatur bola kering
dan Dewpoint
Temperature

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
Mengukur besaran
6. Lux Meter/ Lightmeter luminitas (lumens)
cahaya/sinar

7. Anemometer Mengukur aliran udara

Untuk mengukur laju alir


8. Flowmeter
cairan

Untuk mengukur
Flue gas/ komposisi dan
Combustion temperatur gas buang
9.
Analyzer pembakaran (%CO2,
%O2, %CO, Temperatur,
Effisiensi pembakaran)

Untuk mengukur
Konduktivity dan konduktivitas dan TDS
10.
TDS meter dari air umpan atau blow
down Boiler.
Memotret profil thermal
pada suatu jaringan
Thermal Imager maupun peralatan
11. (Thermographic sehingga bisa dijadikan
meter) analisis awal kebocoran
sistem maupun material
failure analiysis
Mengukur tingkat
ampiltudo getaran dan
mengetahui
penyebabnya.
12. Vibration Analyzer
Digunakan untuk
menukur getaran pada
Pompa, blower dan
Turbin

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
Metode pengukuran untuk alat-alat audit energy

adalah sebagai berikut ;

1. Metode pengukuran sistem kelistrikan

a. Nama Alat Ukur : Clamp On Power Hi Tester


Merk : Hioki Hi-Tester 3286-20

 Perhatikan kondisi instalasi kelistrikan yang akan diukur, dan tentukan titik
pengukuran yang aman dan paling mudah.

 Persiapkan dan periksa alat ukur apakah berfungsi dengan baik (baterai,
penjepit buaya, konektor).

 Gunakan electrical hand gloves dan safety shoes.

 Pasangkan rangkaian kabel penjepit buaya (kuning, hitam dan merah) ke unit
Clamp-on.

 Lakukan setting alat disesuaikan dengan parameter yang akan diukur.

 Pasangkan penjepit buaya kepermukaan terbuka dari instalasi kelistrikan


sesuai urutannya (N-R-S-T). Skema pemasangan penjepit mengikuti jenis
sirkuit yang akan diukur (lihat diagramnya).

 Mulailah memasangkan penjepit buaya dari line netral dahulu, baru kemudian
line arus. Untuk melepas penjepit buaya lakukanlah dengan urutan yang
dibalik.

 Lingkarkan CT kebagian yang akan diukur.

 Lakukan pengukuran parameter yang direncanakan.

 Setelah selesai melakukan pengukuran, lepaskan CT dari titik ukur terlebih


dahulu baru kemudian penjepit buayanya.

 Rapihkan seluruh peralatan dan tempat pengukuran apabila pengukuran di


tempat tersebut telah selesai.

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
Gambar Hioki 3286-20 Clamp-on Power Hi-Tester (Hioki Ltd)

Gambar 1.8 Skema Pengukuran pada Sirkuit Dua Kawat Satu Fase

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
Gambar 1.9 Skema Pengukuran pada Sirkuit Tiga Kawat Satu Fase

Gambar 1.10 Skema Pengukuran pada Sirkuit Tiga Kawat Tiga Fase

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
Gambar 1.11 Skema Metode Alternatif Pengukuran pada Sirkuit Tiga Kawat Tiga Fase

Gambar 1.12 Skema Pengukuran pada Sirkuit Empat Kawat Tiga Fase

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
Gambar 1.13 Skema Pengukuran Arus

Gambar 1.14 Skema Pengukuran Tegangan

b. Nama Alat Ukur : Power Quality Analyzer


Merk : Fluke, Yokogawa, Hioki

 Perhatikan kondisi instalasi kelistrikan yang akan diukur, dan tentukan titik
pengukuran yang aman dan paling mudah.
 Persiapkan dan periksa alat ukur apakah berfungsi dengan baik (baterai,
penjepit buaya, konektor).
 Persiapkan tempat yang aman dan tidak menghalangi akses orang untuk
meletakkan unit Power Analyzer.
 Gunakan electrical hand gloves dan safety shoes.

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
 Pasangkan semua rangkaian kabel (penjepit buaya, CT dan kabel catu daya)
ke unit Power Analyzer.
 Pastikan Power Analyzer pada kondisi mati (power switch pada posisi off).
 Identikasi terlebih dahulu fase R-S-T dan Netral pada instalasi yang akan
diukur dengan menggunakan Clamp-on Power Hi-Tester.
 Pasangkan penjepit buaya ke permukaan terbuka dari instalasi kelistrikan
sesuai urutannya (N-R-S-T). Pastikan kesesuaian urutan (N-R-S-T) pada
instalasi dengan urutan (N-R-S-T) pada Power Analyzer.
 Mulailah memasangkan penjepit buaya dari line netral dahulu, baru kemudian
line arus. Untuk melepas penjepit buaya lakukanlah dengan urutan yang
dibalik.
 Lingkarkan CT ke bagian yang akan diukur sesuai urutannya (N-R-S-T).
Pastikan kesesuaian urutan (N-R-S-T) pada instalasi dengan urutan (N-R-S-
T) pada Power Analyzer.
 Mulailah memasangkan CT dari line netral dahulu, baru kemudian line arus.
Untuk melepas CT lakukanlah dengan urutan yang dibalik.
 Hidupkan Power Analyzer.
 Pastikan bahwa rangkaian pengukuran (wiring) telah terpasang dengan benar
terhadap fasa masing-masing (cek di monitor Power Analyzer apakah
statusnya sudah OK semua).
 Lakukan setting alat disesuaikan dengan parameter yang akan diukur
(misalnya faktor pengali, ampere serta voltase yang akan digunakan, lama
pengukuran dll.). Pastikan jumlah memori pada Power Analyzer mencukupi
untuk rentang waktu pengukuran yang direncanakan.
 Lakukan pengukuran parameter yang direncanakan.
 Apabila pengukuran akan dilakukan untuk jangka waktu yang lama, atau
peralatan ukur akan ditinggal selama melakukan pengukuran, lakukan hal-hal
berikut :
 Pastikan untuk menekan tombol lock pada unit Power
Analyzer.
 Pastikan kondisi dan posisi unit Power Analyzer aman.

 Setelah pengukuran selesai dilakukan matikan unit Power Analyzer.


 Lepas rangkaian CT terlebih dahulu dengan urutan yang telah ditentukan.
Baru kemudian lepas rangkaian penjepit buaya dengan urutan yang telah
ditentukan.

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
 Rapihkan seluruh peralatan dan tempat pengukuran apabila pengukuran di
tempat tersebut telah selesai.
 Unduh (download) rekaman data dari Power Analyzer dengan menggunakan
optical probe. Pengunduhan dapat dilakukan di tempat pengukuran atau di
tempat lain.
 Pastikan rekaman data telah diunduh sebelum digunakan kembali apabila
sisa memori tidak mencukupi untuk pengukuran berikutnya.

Gambar 1.21 Power Quality Analyzer FLUKE

Gambar 1.15. Power Quality Analyzer HIOKI

Koneksi alat ukur Hioky 3198 dan 3196 digambarkan pada diagram (gambar 1.16
hingga 1.20) dibawah ini :

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
Gambar 1.16. Single Phase-2 wire (1P2W)

Gambar 1.17. Single Phase-3 Wire (1P3W)

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
Gambar 1.18. Tiga Phase-3 Wire (3P3W)

Gambar 1.19. Tiga phase-3 Wire (3P3W3M)

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
Gambar 1.20. Tiga phase-4 Wire (3P4W)

2. Metodologi Pengukuran Kondisi Termal

a. Nama Alat Ukur : Infra Red Thermometer


Merk : Fluke/ Sanfix

 Perhatikan kondisi obyek yang akan diukur; tentukan titik pengukuran dan
posisi pengukuran yang aman dan paling mudah.
 Persiapkan dan periksa alat ukur apakah berfungsi dengan baik.
 Arahkan Infra Red Thermometer ke titik pengukuran dan tekan pelatuk pada
gagangnya.
 Baca hasil pengukuran pada display alat ukur.

Gambar 1.22 Infra Red Thermometer

b. Nama Alat Ukur : Digital Temperature HiTester


2014 Audit Energi
1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
Merk : Hioki

 Alat ini digunakan dengan temperature probe (thermocouple).

 Persiapkan dan periksa alat ukur apakah berfungsi dengan baik. Pastikan
konektor probe warna merah dimasukkan ke socket positif (+) pada digital
tester.

 Perhatikan kondisi obyek yang akan diukur; tentukan titik pengukuran dan
posisi pengukuran yang aman dan paling mudah.

 Gunakan hand gloves.

 Hidupkan tester dengan menekan tombol power.

 Tempelkan probe ke titik pengukuran dan tunggu hingga angka pada display
tester tidak berubah lagi atau relatif konstan.

 Baca hasil pengukuran pada display tester.

Gambar 1.23 Digital Temperatur HiTester dan Probe

c. Nama alat ukur : Kamera Termal (Termal Imager)


2014 Audit Energi
1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
Merek : Flir T45 dan Fluk Ti10

1. Perhatikan kondisi obyek yang akan diukur.


2. Persiapkan dan periksa alat ukur apakahberfungsi dengan baik.
3. Lakukan setting pada batas ukur temperaturyang sesuai dengan objek
4. Arahkan kamera ke objek yang diukur.
5. Pada Flir T45 ; berilah catatan gambarpada layar display dengan
menggunakan pena khusus, sedangkan pada Fluke Ti10 berilah komentar
pada alat rekam kamera.
6. Simpanlah gambar dalam memori kamera.

Gambar 1.30 Flir T-355 Gambar 1.31 Fluke Ti10

2. Metodologi Ukur Kondisi Ruangan (Humiditas dan Tingkat Pencahayaan)

a. Nama Alat Ukur : Humidity dan Anemometer


Merk : Lutron

 Perhatikan kondisi ruangan/obyek yang akan diukur.

 Persiapkan dan periksa alat ukur apakah berfungsi dengan baik (baterai,
probe humidity dan probe anemometer, konektor).

 Alat ukur ditempatkan pada ruangan (untuk mengukur temperatur dan


humidity) atau ditujukan langsung ke permukaan dimana adanya aliran udara
(anemometer).

 Catat angka yang terbaca di alat ukur.

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
Gambar 1.24 Instrumen Humidity plus Anemometer

b. Nama Alat Ukur : Lux Meter


Merk : Lutron

 Perhatikan kondisi ruangan/obyek yang akan diukur.

 Persiapkan dan periksa alat ukur apakah berfungsi dengan baik (baterai,
probe, konektor).

 Arahkan sensor ke tempat yang akan diukur intensitas cahayanya.

 Tunggu hingga pembacaan lux meter terhadap intensitas mulai stabil.

 Lakukan 3 kali pengambilan data baik tepat di bawah sumber cahaya atau
diantara sumber cahaya.

 Catat angka yang terbaca di alat ukur.

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
Gambar 1.25 Instrumens Lux Meter

4. Metodologi Pengukuran Gas Buang Cerobong (gas stack)

Nama Alat Ukur : Flue Gas Analyzer


Merk : Bacharach

 Perhatikan kondisi obyek yang akan diukur; tentukan titik pengukuran dan
posisi pengukuran yang aman dan paling mudah.

 Persiapkan dan periksa alat ukur apakah berfungsi dengan baik, antara lain :

 Periksalah apakah ada sumbatan udara pada saringan udara penyedot


gas.

 Pastikan bahwa pipa karet penyedot gas maupun pipa tambahannya tidak
bengkok dan tidak ada penyumbatan.

 Periksalah kecukupan cairan pereaksi di dalam tabung.

 Tekan katup pelepas pada bagian atas tabung untuk memastikan tidak
ada gas di dalam tabung dan mengembalikan ketinggian cairan ke titik
awal.

 Pastikan ketinggian awal cairan ada pada skala 0.

 Tes peralatan dengan mengukur kadar O2 dari udara terbuka.

 Gunakan mechanical hand gloves, safety glass dan safety shoes.

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
 Masukkan pipa penyedot gas ke dalam lubang tempat pengambilan sampel
gas.

 Lakukan pemompaan sebanyak 18 kali. Kemudian reaksikan gas dengan


cara membalikkan tabung sebanyak 3 kali.

 Lihat hasil pengukuran dengan membaca skala ketinggian cairan di tabung.

 Setelah selesai pengukuran, kembalikan alat ukur ke kondisi awal dengan


cara menekan katup pelepas untuk membuang gas dan mengembalikan
ketinggian cairan pereaksi ke titik awal.

Gambar 1.26 Instrumen Flue Gas Analyzer (merk Bacharach) dengan metode cairan

Untuk Bacharach dengan metode digital, maka pengukuran dilakukan dengan


memasang probe di saluran gas buang, kemudian, running alat Bacharach
tersebut, maka dalam beberapa detik terdeteksi nilai analisa komposisi gas buang
dan temperaturnya (T stack) yang terpapar di display. Komposisi gas buang yang
dianalisa adalah sbb.:
%O2 : :
%CO2 :
CO (ppm) :
Temp. Stack :

Berikut ini alat Bacharach type digital :

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
Gambar 1.27 Instrumen Flue Gas Analyzer (merk Bacharach) dengan metode digital

Untuk Bacharach dengan metode digital, maka pengukuran dilakukan dengan


memasang probe disaluran gas buang, kemudian, running alat Bacharach tersebut,
maka dalam beberapa detik terdeteksi nilai analisa komposisi gas buangdan
temperaturnya (T stack) yang terpapar didisplay. Komposisi gas buang yang
dianalisa ditampilkan pada gambar 1.27.

Gambar 1.27. Hasil pengukuran Flue Gas Analyzer

5. Nama alat : Konduktivity dan TDS meter


Merek : Lutron

1. Perhatikan kondisi obyek yang akan diukur.


2. Persiapkan dan periksa alat ukur apakah berfungsi dengan baik (baterai,
probe, konektor).
2014 Audit Energi
1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
3. Ambilah sample air Blowdown atau air umpan Boiler, dan letakkan dalam
wadah.
4. Masukkan sensor ke dalam air yang berada pada wadah tersebut.
5. Tunggu hingga pembacaan TDS meter mulai stabil.
6. Lakukan 3 kali pengambilan data.
7. Catat angka yang terbaca di alat ukur.

Gambar 1.29. Conduktivity dan TDS meter

6. Alat ukur sistem mekanis

1) Nama alat ukur: Alat ukur Vibrasi


merek: Kohtect 107 B

Gambar 1.32 Kohtect 107 B

1. Perhatikan kondisi obyek yang akan diukur.


2. Persiapkan dan periksa alat ukur apakahberfungsi dengan baik (baterai,
probe,konektor).

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si
3. Sambungkan sensor ke socket pada alat ukur.
4. letakkan sensor pada motor listrik pada arah seperti diperlihatkan pada
gambar1.34
5. Pilihlah salah satu dari parameter pengukuran yaitu ; velocity, acceleration
dan displacement. Tunggu hingga pembacaan mulai stabil,dan gambar FFT
muncul pada layar.

Gambar 1.33 Pilihan parameter pada alat ukur

6. Lakukan 6 kali pengambilan data sesuai pada gambar .


7. simpan hasil pengukuran pada memori alat ukur.

Gambar 1.34 enam titik pengukuran pada motorlistrik

2014 Audit Energi


1
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Dadang S Permana, M.Si