Anda di halaman 1dari 3

DEKONTAMINASI LINEN BEKAS

PAKAI YANG TERCEMAR DARAH


ATAU CAIRAN TUBUH PASIEN
RSU KECAMATAN SAWAH BESAR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO 01/15/SB/YP-KEB 00 1/3

Ditetapkan :
Direktur RSUK Sawah Besar
Tanggal Terbit
SPO
1 Juli 2015
drg. Suzy Freud
NIP 196512071990112001
PENGERTIAN Anemia adalah suatu kondisi dimana terdapat kekurangan
sel darah merah atau hemoglobin.
TUJUAN Mengurangi factor risiko morbiditas dan mortalitas maternal
dan janin pada masa antenatal maupun intranatal.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Kecamatan Sawah
Besar Nomor 005/V/Skep/2015 Tahun 2015
PROSEDUR 1. Cuci tangan.
2. Pakai sarung tangan dan alat pelindung diri (apron,
masker,kaca mata) kalau perlu.
3. Segera rendam alat tenun yang terkontaminasi
setelah dipakai dalam larutan klorin 0.5 % selama 10
menit ( desinfektan). Alat tenun yang terkontaminasi
harus terendam semua.
4. Peras linen dan masukkan dalam wadah linen infe

 Buka sarung tangan


 Cuci tangan
 Cuci tangan
 Pakai sarung tangan dan alat pelindung diri (apron,
masker,kaca mata) kalau perlu
 Segera rendam alat tenun yang terkontaminasi
setelah dipakai dalam larutan klorin 0.5 % selama 10
menit ( desinfektan). Alat tenun yang terkontaminasi
harus terendam semua
 Peras alat tenun dan masukkan dalam kantong alat
tenun kotor
 Buka sarung tangan
 Cuci tangan

ANEMIA DALAM KEHAMILAN


RSU KECAMATAN SAWAH BESAR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO 01/15/SB/YP-KEB 00 2/3

PROSEDUR 1. Tata Laksana Khusus


a. Bila tersedia fasilitas pemeriksaan penunjang,
tentukan penyebab anemia berdasarkan hasil
pemeriksaan darah perifer lengkap dan apus darah
tepi.
b. Anemia mikrositik hipokrom dapat ditemukan pada
keadaan:
 Defisiensi besi: lakukan pemeriksaan ferritin.
Apabila ditemukan kadar ferritin < 15 ng/ml,
berikan terapi besi dengan dosis setara 180 mg
besi elemental per hari. Apabila kadar ferritin
normal, lakukan pemeriksaan SI dan TIBC.
 Thalassemia: Pasien dengan kecurigaan
thalassemia perlu dilakukan tatalaksana bersama
dokter spesialis penyakit dalam untuk perawatan
yang lebih spesifik
c. Anemia normositik normokrom dapat ditemukan
pada keadaan:
 Perdarahan: tanyakan riwayat dan cari tanda dan
gejala aborsi, mola, kehamilan ektopik, atau
perdarahan pasca persalinan
 Infeksi kronik
d. Anemia makrositik hiperkrom dapat ditemukan pada
keadaan:

ANEMIA DALAM KEHAMILAN


RSU KECAMATAN SAWAH BESAR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO 01/15/SB/YP-KEB 00 3/3

PROSEDUR Defisiensi asam folat dan vitamin B12: berikan asam


folat 1 x 2 mg dan vitamin B12 1 x 250 – 1000 μg
e. Transfusi untuk anemia dilakukan pada pasien
dengan kondisi berikut:
 Kadar Hb <7 g/dl atau kadar hematokrit <20 %
 Kadar Hb >7 g/dl dengan gejala klinis: pusing,
pandangan berkunang-kunang, atau takikardia
(frekuensi nadi >100x per menit)
Lakukan penilaian pertumbuhan dan kesejahteraan
janin dengan memantau pertambahan tinggi fundus,
melakukan pemeriksaan USG, dan memeriksa
denyut jantung janin secara berkala.

UNIT TERKAIT 1. UGD/Poli Kebidanan


2. Ruang VK
3. Ruang Rawat Kebidanan