Anda di halaman 1dari 3

METAFISIKA EKSAKTA

A. Latar Belakang

 Prof.DR.H.Kadirun Yahya (Pendiri UNPAB) sebagai seorang Guru Besar Metafisika


Islam melihat bahwa selama ini kajian metafisika dibahas hanya dengan metode
filsafat, seperti yang diajarkan di Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta.
 Kitab Tuhan Al-Qur’an menganjurkan agar menggunakan semua kehidupan dan ilmu
pengetahuan untuk mengenalNya.
 Tidak semua umat memahami bahasa Al-Qur’an, oleh karenanya untuk lebih mudah
memahami isi kandungan di dalamnya dipakailah pendekatan ilmu Eksakta.

B. Pengertian Metafisika Eksakta

Metafisika eksakta adalah suatu Pengkajian yang membahas masalah-masalah metafisika,


melalui pendekatan ilmu-ilmu eksakta misalnya : Matematika, Fisika, Kimia, Mekanika, dll

C. Batasan/ruang lingkup

Pada dasarnya ruang lingkup bahasan Metafisika Eksakta meliputi semua bidang
kehidupan.Utamanya bidang kebutuhan kerohanian /agama, alam semesta dan manusia.

D.Tujuan Metafisika Eksakta

 Untuk meningkatkan keyakinan ummat terhadap hal-hal metafisika dari ilmul yaqin
meningkat menjadi ‘ainul yaqin dan akhirnya menjadi haqqul yaqin.
Untuk memahami apa itu ilmul yaqin, ainul yaqin dan haqqul yaqin dapat kita
jelaskan sbb . Jika ditanyakan : Apakah sdr Yaqin bahwa Kota Mekkah itu ada ? Jika
jawabannya:” ya saya Yaqin karena saudara saya baru saja pulang dari sana”, maka
itulah Ilmul yaqin, yaqin karena adanya informasi dari orang lain. Jika jawabannya, “
ya, saya yaqin karena tahun lalu saya sudah pergi berkunjung ke sana”. Itulah yang
dimaksud dengan ‘Ainul Yaqin, Yaqin karena sudah melihat langsung. Melihat di sini
dapat dengan mata lahir atau juga dengan mata batin (mata hati). Jika
jawabannya,”ya, saya yaqin karena saya sudah lima tahun tinggal di sana, jangankan
kotanya, jalan-jalannya,lorong-lorongnya,kedai-kedainya dan segala yang berkaitan
dengan itu juga saya sudah melihatnya,mengalaminya”. Itulah yang dimaksud
dengan Haqqul Yaqin.
 Memberikan kontribusi dalam meningkatkan ilmu pengetahuan.
Beberapa Contoh dalam Matematika :

 Kita sering melihat bahwa di sekitar kita ada orang SUKSES dan orang yang GAGAL.
Untuk menjelaskan hal itu dapat kita gunakan rumus matematika sbb :

Rumus Hasil Contoh


+ x + = + A
- x - = + B
+ x - = - C
- x + = + D

Dari tabel tsb kita lihat bahwa pada contoh A dan B, sama-sama hasilnya + (SUKSES),
tetapi perhatikanlah bahwa untuk mendapatkannya jalannya berbeda :
 A menjadi SUKSES karena jalan yang ditempuhnya + x + inilah jalan yang HALAL
 B menjadi SUKSES karena jalan yang ditempuhnya - x - inilah jalan yang HARAM
B bisa saja memperolehnya dengan jalan menjadi Bandar narkoba, korupsi, dll.
Sementara A mendapatkannya dengan jalan kerja keras, tidak pernah ada keraguan
dan tetap menjalannya dalam rambu-rambu yang dibenarkan oleh agama.
Dan dalam melaksanakannya tidak ada sedikitpun ada keraguan dalam dirinya.
Dari contoh di atas untuk menjadi SUKSES ada 2 jalan, yaitu BENAR-BENAR BAIK atau
BENAR-BENAR BAJINGAN.
 Lihat pula Contoh C dan D kedua-duanya menjadi GAGAL, karena mencampur
adukkan antara yang HAQ dengan yang BATHIL, mencampur adukkan yang BENAR
dengan yang SALAH.
 Rumusan itu dapat pula kita gunakan untuk menjelaskan menunaikan Ibadah Haji
(+) dengan uang hasil Korupsi (-) maka ibadah hajinya tidak diterima (-).
 Bagi ummat Islam misalnya mencampur daging lembu (+) dengan daging celeng
/babi hutan (-) maka daging campuran tersebut semuanya menjadi haram (-).

 Rumusan di atas dapat juga kita gunakan dalam menentukan :Sikap kita mengatakan
BENAR atau SALAH

Benar katakan Benar itu adalah tindakan BENAR

Salah katakan Salah itu adalah tindakan Benar

Salah dikatakan Benar adalah tindakan Salah

Benar dikatakan Salah adalah tindakan Salah


Contoh Dalam Fisika :

Besi Berani (mempunyai magnet) akan mampu menarik besi biasa. Kenapa bisa terjadi ? Hal
ini terjadi karena :

 Besi berani (bermagnet) mempunyai molekul elementer (molekul penyusun) yang


searah Utara-Selatan
 Besi biasa molekul elementernya tidak beraturan
 Besi berani (bermagnet) tidak akan berkarat
 Besi biasa mudah berkarat

Kenapa Nabi/Utusan Tuhan mampu mempengaruhi ummatnya. Kalaulah kita lihat dengan
contoh di atas, jawabannya adalah karena Nabi/Utusan memiliki roh (rohani) yang arahnya
sudah teratur, hanya mengarah pada Allah,Tuhan Yang Kuasa. Roh (rohani)nya sudah tidak
terpengaruh lagi dengan hal-hal yang dipengaruhi oleh Iblis/setan. Dengan kondisi seperti
itu Nabi/Utusan Tuhan akan mampu “menarik” ummat dengan dirinya.

MATEMATIKA DALAM ALQURAN

 Kata “yaum” dalam bentuk tunggal yang bermakna hari terulang sebanyak 365 kali
(ini sama dengan satu tahun)
 Dalam bentuk jamak diulang sebanyak 30 kali (ini sama dengan satu bulan)
 Kata “sahru” yang bermakna bulan terulang sebanyak 12 kali.
 Kata “ sab’u ” yang bermakna tujuh terulang sebanyak 7 kali, sama dengan 7 hari
dalam seminggu.
 Kata “sa’ah” yang tidak didahului oleh kata benda (isim) maupun kata kerja (fi’il)
yang bermakna waktu terulang sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam
satu hari.
 Kata “hayat” terulang sebanyak antonimnya “maut” yaitu 145 kali
 Kata “Dunia” terulang sebanyak antonimnya “akhirat” yaitu 115 kali
 Kata “malaikat” terulang sebanyak antonimnya “setan”yaitu 88 kali

Anda mungkin juga menyukai