Anda di halaman 1dari 82

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kehamilan terbagi dalam tiga trimester. Trimester pertama adalah 12
minggu sejak hari pertama wanita terakhir menstruasi. Bagi kebanyakan
calon ibu, ini adalah masa-masa yang menggembirakan, mendebarkan,
sekaligus penuh keingintahuan. Begitu banyak perubahan pada diri calon
ibu sejak terjadinya konsepsi: janin berkembang pesat dan tubuh sang ibu
juga mulai menyesuaikan diri dengan kehamilan.
Ibu hamil trimester kedua yakni masa kehamilan pada minggu ke-14
sampai dengan minggu ke-24 kehamilan. Pada trimester kedua ini
kehamilan biasanya sudah tampak jelas, ibu hamil dan keluarganya sudah
mengatur waktunya untuk kehamilan.
Trimester ketiga adalah trimester terakhir dari kehamilan. Trimester
tiga merupakan periode kehamilan dari bulan ketujuh sampai sembilan
bulan (28-40 minggu). Ibu sedang berada di dalam tahap penyempurnaan
dan akan semakin bertambah besar, besar, dan besar sampai memenuhi
seluruh rongga rahim.
Menurut World health organizations (WHO) tahun 2008, menyatakan
bahwa masih tingginya mortalitas dan morbilitas pada ibu hamil dan
bersalin adalah masalah besar di negara berkembang. di Negara miskin
berkisar 25 – 30% kematian usia subur disebabkan oleh hal yang
berkaitan dengan kehamilan dan persalinan.
Kehamilan adalah rangkaian peristiwa yang baru terjadi bila ovum
dibuahi dan pembuahan ovum akhirnya berkembang sampai menjadi
fetus yang aterm (Guyton, 1997). Sementara menurut manuaba (2005),
kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterine
mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. menurut
Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan

1
sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan
dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi (Sarwono, 2008).

B. Tujuan Penulisan
a. Tujuan Umum
Untuk mengetahui dan memahami mengenai konsep medis dan
konsep keperawatan kehamilan trimester pertama, kedua dan ketiga.
b. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui anatomi fisiologi sistem reproduksi
2. Untuk mengetahui defenisi kehamilan trimester pertama, kedua
dan ketiga
3. Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kehamilan
4. Untuk mengetahui perubahan anatomi fisiologi selama masa
kehamilan
5. Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan janin
6. Untuk mengetahui ketidaknyamanan selama masa kehamilan
7. Untuk mengetahui perubahan psikologis ibu selama masa
kehamilan
8. Untuk mengetahui komplikasi selama masa kehamilan
9. Untuk mengetahui konsep keperawatan pada masa kehamilan
trimester pertama, kedua dan ketiga (pengkajian, diagnose
(NANDA), evaluasi (NOC) dan intervensi (NIC)).

2
BAB II
TINJAUAN KASUS

MODUL 1

SKENARIO I : Kehamilan Normal


NY “N” usia 28 tahun G:3 P:2 A:0 datang di puskesmas K tanggal 20-2-2016
untuk memeriksakan kehamilannya dengan keluhan sakit pada pinggang
tembus belakang, setelah dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan TD:100/80
mmHg, N:78 x/mnt, S:36,5oC, P:20x/mnt, BB 58 kg, letak presentasi janin
(puki), DJJ 138x/mnt dan HPHT : 20-08-2015

KATA KUNCI
1. Usia 28 tahun
2. Sakit pinggang tembus belakang (BB 58 kg)
3. TD : 110/80 mmHg (Hipotensi)
4. N : 78 x/mnt (bradikardi)
5. Letak presentasi janin (puki)

ANALISA KATA KUNCI


1. Usia 28 tahun
Pada usia 21-35 tahun merupakan usia yang ideal pada ibu hamil dan
melahirkan untuk menekankan resiko gangguan kesehatan baik pada
ibu dan juga janin.
2. Sakit pinggang tembus belakang (BB 58 kg)
Sakit pinggang tembus belakang diakibatkan karena perubahan
hormonal, peregangan otot, penambahan berat badan dan perubahan
postur.

3
3. TD : 110/80 mmHg (Hipotensi)
Tekanan darah menurun terjadi karena membesarnya rahim yang
menyebabkan aorta dan vena cava tertekan.
4. N : 78 x/mnt (bradikardi)
Karena menurunnya tekanan darah, biasa juga di ikuti dengan
menurunnya denyut nadi.
5. Letak presentasi janin (puki)
Letak janin punggung kiri atau biasa disebut puki

PERTANYAAN PENTING
1. Jelaskan cara menghitung kehamilan?
2. Jelaskan cara menentukan bagian terendah anak (presentasi janin)?

JAWABAN PENTING
1. Jelaskan cara menghitung kehamilan?
a. Mempergunakan rumus Naegle.
Rumus naegele terutama untuk menentukan hari perkiraan lahir
(HPL, EDC= Expected Date of Confinement). Rumus ini terutama
berlaku untuk wanita dengan siklus 28 hari sehingga ovulasi
terjadi pada hari ke 14. Rumus Naegle memperhitungkan umur
kehamilan berlangsung selama 288 hari. Perhitungan kasarnya
dapat dipakai dengan menentukan hari pertama haid dan
ditambah 288 hari, sehingga perkiraan kelahiran dapat ditetapkan.
Rumus Naegle dapat dihitung hari haid pertama ditambah 7
(tujuh) dan bulannya dikurang 3 (tiga) dan Tahun ditambah 1
(satu).
1. Seorang ibu hamil memiliki HPHT 20-8-2015 dan diperiksa
pada 20-2-2016. Maka umur kehamilan dan hari perkiraan
lahir (HPL) adalah:

4
20-08-2015 = 2 minggu 6 hari
30-09-2015 = 4 minggu 2 hari
31-10-2015 = 4 minggu 3 hari
30-11-1015 = 4 minggu 2 hari
31-12-2015 = 4 minggu 3 hari
31-01-2016 = 4 minggu 3 hari
20-02-2016 = 2 minggu 6 hari
Usia kehamilan = 24 minggu 25 hari

2. Jelaskan cara menentukan bagian terendah anak (presentasi janin)?


Menentukan bagian terendah anak (letak kepala, letak bokong dan
sebagainya)
a. Letak belakang kepala 95 %, sebab :
- Sesuai dengan sumbu uterus
- Fundus merupakan tempat yang luas sehingga sesuai dengan
bokong
- Kepala merupakan bagian yang berat sehingga berada dibawah
- Kepala bayi pas untuk pintu atas panggul
b. Letak sungsang 3,5 %
c. Letak lintang 0,5 %
d. Punggung kiri 2x lebih banyak dari pada punggung kanan

5
BAB III
PEMBAHASAN

A. Anatomi Fisiologi Sistem Reproduksi


a) Anatomi Reproduksi Wanita
a. Genetalia Eksterna (vulva)
Yang terdiri dari:
a. Tundun (Mons veneris)
Bagian yang menonjol meliputi simfisis yang terdiri dari
jaringan dan lemak, area ini mulai ditumbuhi bulu (pubis hair)
pada masa pubertas. Bagian yang dilapisi lemak, terletak di
atas simfisis pubis.
b. Labia Mayora
Merupakan kelanjutan dari mons veneris, berbentuk lonjong.
Kedua bibir ini bertemu di bagian bawah dan membentuk
perineum. Labia mayora bagian luar tertutup rambut, yang
merupakan kelanjutan dari rambut pada mons veneris. Labia
mayora bagian dalam tanpa rambut, merupakan selaput yang
mengandung kelenjar sebasea (lemak). Ukuran labia mayora
pada wanita dewasa panjang 7- 8 cm, lebar 2 – 3 cm, tebal 1 –
1,5 cm. Pada anak-anak kedua labia mayora sangat
berdekatan.
c. Labia Minora
Bibir kecil yang merupakan lipatan bagian dalam bibir besar
(labia mayora), tanpa rambut. Setiap labia minora terdiri dari
suatu jaringan tipis yang lembab dan berwarna kemerahan.
Bagian atas labia minora akan bersatu membentuk preputium
dan frenulum clitoridis, sementara bagian. Di Bibir kecil ini
mengeliligi orifisium vagina bawahnya akan bersatu
membentuk fourchette.

6
d. Klitoris
Merupakan bagian penting alat reproduksi luar yang bersifat
erektil. Glans clitoridis mengandung banyak pembuluh darah
dan serat saraf sensoris sehingga sangat sensitif. Analog
dengan penis pada laki-laki. Terdiri dari glans, corpus dan 2
buah crura, dengan panjang rata-rata tidak melebihi 2 cm.
e. Vestibulum (serambi)
Merupakan rongga yang berada di antara bibir kecil (labia
minora). Pada vestibula terdapat 6 buah lubang, yaitu
orifisium urethra eksterna, introitus vagina, 2 buah muara
kelenjar Bartholini, dan 2 buah muara kelenjar paraurethral.
Kelenjar bartholini berfungsi untuk mensekresikan cairan
mukoid ketika terjadi rangsangan seksual. Kelenjar bartholini
juga menghalangi masuknya bakteri Neisseria gonorhoeae
maupun bakteri-bakteri patogen.
f. Himen (selaput dara)
Terdiri dari jaringan ikat kolagen dan elastic. Lapisan tipis ini
yang menutupi sabagian besar dari liang senggama, di
tengahnya berlubang supaya kotoran menstruasi dapat
mengalir keluar. Bentuk dari himen dari masing-masing
wanita berbeda-beda, ada yang berbentuk seperti bulan sabit,
konsistensi ada yang kaku dan ada lunak, lubangnya ada yang
seujung jari, ada yang dapat dilalui satu jari. Saat melakukan
koitus pertama sekali dapat terjadi robekan, biasanya pada
bagian posterior.
g. Perineum (kerampang)
Terletak di antara vulva dan anus, panjangnya kurang lebih 4
cm. Dibatasi oleh otot-otot muskulus levator ani dan muskulus
coccygeus. Otot-otot berfungsi untuk menjaga kerja dari
sphincter ani

7
b. Genetalia Interna
a) Vagina
Merupakan saluran muskulo-membraneus yang
menghubungkan rahim dengan vulva. Jaringan muskulusnya
merupakan kelanjutan dari muskulus sfingter ani dan
muskulus levator ani, oleh karena itu dapat
dikendalikan.Vagina terletak antara kandung kemih dan
rektum. Panjang bagian depannya sekitar 9 cm dan dinding
belakangnya sekitar 11 cm.
Bagian serviks yang menonjol ke dalam vagina disebut
portio. Portio uteri membagi puncak (ujung) vagina menjadi:
i. Forniks anterior -Forniks dekstra
ii. Forniks posterior -Forniks sisistra
Sel dinding vagina mengandung banyak glikogen yang
menghasilkan asam susu dengan pH 4,5. keasaman vagina
memberikan proteksi terhadap infeksi.
Fungsi utama vagina:
i. Saluran untuk mengeluarkan lendir uterus dan darah
menstruasi.
ii. Alat hubungan seks.
iii. Jalan lahir pada waktu persalinan.
b) Uterus
Merupakan Jaringan otot yang kuat, terletak di pelvis
minor diantara kandung kemih dan rektum. Dinding belakang
dan depan dan bagian atas tertutup peritonium, sedangkan
bagian bawah berhubungan dengan kandung
kemih.Vaskularisasi uterus berasal dari arteri uterina yang
merupakan cabang utama dari arteri illiaka interna
(arterihipogastrika interna).
Bentuk uterus seperti bola lampu dan gepeng.

8
i. Korpus uteri : berbentuk segitiga
ii. Serviks uteri : berbentuk silinder
iii. Fundus uteri : bagian korpus uteri yang terletak diatas
kedua pangkal tuba.
Untuk mempertahankan posisinya, uterus disangga
beberapa ligamentum, jaringan ikat dan parametrium. Ukuran
uterus tergantung dari usia wanita dan paritas. Ukuran anak-
anak 2-3 cm, nullipara 6-8 cm, multipara 8-9 cm dan > 80 gram
pada wanita hamil. Uterus dapat menahan beban hingga 5
liter.
Dinding uterus terdiri dari tiga lapisan :
i. Peritonium
Meliputi dinding rahim bagian luar. Menutupi bagian luar
uterus. Merupakan penebalan yang diisi jaringan ikat dan
pembuluh darah limfe dan urat syaraf. Peritoneum
meliputi tuba dan mencapai dinding abdomen.
ii. Lapisan otot
Susunan otot rahim terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan
luar, lapisan tengah, dan lapisan dalam. Pada lapisan
tengah membentuk lapisan tebal anyaman serabut otot
rahim. Lapisan tengah ditembus oleh pembuluh darah
arteri dan vena. Lengkungan serabut otot ini membentuk
angka delapan sehingga saat terjadi kontraksi pembuluh
darah terjepit rapat, dengan demikian pendarahan dapat
terhenti.
Makin kearah serviks, otot rahim makin berkurang, dan
jaringan ikatnya bertambah. Bagian rahim yang terletak
antara osteum uteri internum anatomikum, yang
merupakan batas dari kavum uteri dan kanalis servikalis
dengan osteum uteri histologikum (dimana terjadi

9
perubahan selaput lendir kavum uteri menjadi selaput
lendir serviks) disebut isthmus. Isthmus uteri ini akan
menjadi segmen bawah rahim dan meregang saat
persalinan.
iii. Endometrium
Pada endometrium terdapat lubang kecil yang merupakan
muara dari kelenjar endometrium. Variasi tebal, tipisnya,
dan fase pengeluaran lendir endometrium ditentukan oleh
perubahan hormonal dalam siklus menstruasi. Pada saat
konsepsi endometrium mengalami perubahan menjadi
desidua, sehingga memungkinkan terjadi implantasi
(nidasi).Lapisan epitel serviks berbentuk silindris, dan
bersifat mengeluarakan cairan secara terus-menerus,
sehingga dapat membasahi vagina. Kedudukan uterus
dalam tulang panggul ditentukan oleh tonus otot rahim
sendiri, tonus ligamentum yang menyangga, tonus otot-
otot panggul.
Ligamentum yang menyangga uterus adalah:
- Ligamentum latum
Ligamentum latum seolah-olah tergantung pada tuba
fallopii
- Ligamentum rotundum (teres uteri)
Terdiri dari otot polos dan jaringan ikat. Fungsinya
menahan uterus dalam posisi antefleksi.
- Ligamentum infundibulopelvikum
Menggantung dinding uterus ke dinding panggul.
- Ligamentum kardinale Machenrod
Menghalangi pergerakan uteruske kanan dan ke kiri.
Tempat masuknya pembuluh darah menuju uterus.

10
- Ligamentum sacro-uterinum
Merupakan penebalan dari ligamentum kardinale
Machenrod menuju os.sacrum.
- Ligamentum vesiko-uterinum
Merupakan jaringan ikat agak longgar sehingga dapat
mengikuti perkembangan uterus saat hamil dan
persalinan.
iv. Tuba Fallopii
Tuba fallopii merupakan tubulo-muskuler, dengan panjang
12 cm dan diameternya antara 3 sampai 8 mm. fungsi
tubae sangat penting, yaiu untuk menangkap ovum yang di
lepaskan saat ovulasi, sebagai saluran dari spermatozoa
ovum dan hasil konsepsi, tempat terjadinya konsepsi, dan
tempat pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi
sampai mencapai bentuk blastula yang siap melakukan
implantasi.
v. Ovarium
Merupakan kelenjar berbentuk buah kenari terletak kiri
dan kanan uterus di bawah tuba uterina dan terikat di
sebelah belakang oleh ligamentum latum uterus. Setiap
bulan sebuah folikel berkembang dan sebuah ovum
dilepaskan pada saat kira-kira pertengahan (hari ke-14)
siklus menstruasi. Ovulasi adalah pematangan folikel de
graaf dan mengeluarkan ovum. Ketika dilahirkan, wanita
memiliki cadangan ovum sebanyak 100.000 buah di dalam
ovariumnya, bila habis menopause.
Ovarium yang disebut juga indung telur, mempunyai 3
fungsi:
1) Memproduksi ovum
2) Memproduksi hormon estrogen

11
3) Memproduksi progesteron
Memasuki pubertas yaitu sekitar usia 13-16 tahun
dimulai pertumbuhan folikel primordial ovarium yang
mengeluarkan hormon estrogen. Estrogen merupakan
hormone terpenting pada wanita. Pengeluaran hormone
ini menumbuhkan tanda seks sekunder pada wanita
seperti pembesaran payudara, pertumbuhan rambut
pubis, pertumbuhan rambut ketiak, dan akhirnya terjadi
pengeluaran darah menstruasi pertama yang disebut
menarche.
Awal-awal menstruasi sering tidak teratur karena folikel
graaf belum melepaskan ovum yang disebut ovulasi. Hal
ini terjadi karena memberikan kesempatan pada
estrogen untuk menumbuhkan tanda-tanda seks
sekunder. Pada usia 17-18 tahun menstruasi sudah
teratur dengan interval 28-30 hari yang berlangsung
kurang lebih 2-3 hari disertai dengan ovulasi, sebagai
kematangan organ reproduksi wanita.
b) Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita
Hormon Reproduksi pada wanita :
1. Hormon FSH yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-
sel folikel sekitar sel ovum.
2. Hormon Estrogen yang berfungsi merangsang sekresi hormone LH.
3. Hormon LH yang berfungsi merangsang terjadinya ovulasi (yaitu
proses pematangan sel ovum).
4. Hormon progesteron yang berfungsi untuk menghambat sekresi
FSH dan LH

12
c) Hormon-Hormon Reproduksi
1. Estrogen
Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Ada banyak jenis dari estrogen
tapi yang paling penting untuk reproduksi adalah estradiol.
Estrogen berguna untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan
seksual pada wanita yaitu pembentukan payudara, lekuk tubuh,
rambut kemaluan,dll. Estrogen juga berguna pada siklus
menstruasi dengan membentuk ketebalan endometrium, menjaga
kualitas dan kuantitas cairan cerviks dan vagina sehingga sesuai
untuk penetrasi sperma.
2. Progesteron
Hormon ini diproduksi oleh korpus luteum. Progesterone
mempertahankan ketebalan endometrium sehingga dapat
menerima implantasi zygot. Kadar progesterone terus
dipertahankan selama trimester awal kehamilan sampai plasenta
dapat membentuk hormon HCG.
3. Gonadotropin Releasing Hormone
GNRH merupakan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus
diotak. GNRH akan merangsang pelepasan FSH (folikl stimulating
hormone) di hipofisis. Bila kadar estrogen tinggi, maka estrogen
akan memberikan umpanbalik ke hipotalamus sehingga kadar
GNRH akan menjadi rendah, begitupun sebaliknya.
4. FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing Hormone)
Kedua hormon ini dinamakan gonadotropoin hormon yang
diproduksi oleh hipofisis akibat rangsangan dari GNRH. FSH akan
menyebabkan pematangan dari folikel. Dari folikel yang matang
akan dikeluarkan ovum. Kemudian folikel ini akan menjadi korpus
luteum dan dipertahankan untuk waktu tertentu oleh LH.

13
5. LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating
Hormone)
Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH
berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel
granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di
pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH
meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum
pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron. Pelepasannya juga
periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase
siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja
sangat cepat dan singkat.
6. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)
Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan
trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan
kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml),
kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml),
kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar
10.000 mU/ml). Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan
fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid
terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki
fungsi imunologik. Deteksi HCG pada darah atau urine dapat
dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli
Mainini, tes Pack, dsb).
7. LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin
Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu /
meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar
payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan
sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum. Pada kehamilan,
prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental
Lactogen). Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak

14
terutama pada masa laktasi / pascapersalinan. Prolaktin juga
memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika
kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan
pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa
amenorhea.

B. Defenisi Kehamilan Trimester Pertama, Kedua dan Ketiga


Kehamilan trimester I adalah kehamilan dengan usia kehamilan
antara 0 sampai 12 minggu. Kehamilan adalah proses mata rantai yang
berkesinambungan dan terdiri dari, ovulasi, migrasi spermatozoa dan
ovum, konsepsi dan pertumbuhan zigot, nidasi pada uterus, pertumbuhan
plasenta, dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm (Ida Bagus
Gede, 2002)
Kehamilan trimester kedua adalah masa kehamilan sejak minggu ke
14 sampai dengan minggu ke 28. Kehamilan Trimester kedua merupakan
kehamilan yang terjadi pada kehamilan antara 16 – 24 minggu (4 – 6
bulan) (Wiknjosastro, 2007)
Trimester tiga adalah periode kehamilan tiga bulan terakhir atau
sepertiga masa kehamilan terakhir.Trimester tiga merupakan periode
kehamilan dari bulan ketujuh sampai sembilan bulan (28-40
minggu).(Farrer, 1999).

C. Faktor Penyebab Terjadinya Kehamilan


Faktor penyebab kehamilan trimester pertama adalah sel sperma yang
berhasil membuahi sel telur sehingga menjadi zigot, morula, blastosit,
embrio,dan janin.

15
D. Perubahan Anatomi Fisiologi Selama Masa Kehamilan
a. Trimester Pertama
a) Vulva dan Vagina
i. Karena pengaruh esterogen terjadi perubahan pada vulva dan
vagina. Akibatnya hiervaskularisasi, vagina dan vulva terlihat
lebih merah atau kebiruan yang sering disebut dengan tanda
chadwick.
ii. Selama masa hamil pH sekresi vagina menjadi lebih asam,
keasaman berubah dari 4 menjadi 6,5. Hal ini menyebabkan
keputihan
b) Servik Uteri
i. Serviks menjadi lunak yang disebut tanda Goodell
ii. Sekresi kelenjar menjadi leebih banyak dan mengeluarkan
pervaginam lebih banyak. Sebab perlunakan servik karena
pembuluh darah dalam serviks bertambah.
iii. Keadaan serviks pada TM I terjadi peningkatan hormon
esterogen sehingga terjadi Lochorea
c) Uterus
i. Uterus membesar yang disebabkan oleh hipertrofi dan
hiperplasi otot-otot polos rahim, serabus-serabus kologen yang
ada menjadi higrokopik
ii. Uterus yang mengalami perubahan berat, bentuk dan posisi
menekan kandung kemih menyebabkan wanita hamil nocturia
(sering kencing)
iii. Pada minggu ke 8 uterus membesar sebesar telur bebek
iv. Pada kehailan 0 – 12 minggu, kavum uteri masih berisi gumpalan
darah / tegangan, besarnya kira-kira 2-3 jari di atas sympisis.
Untuk akomodasi pertumbuhan janin, rahim membesar akibat
hipertrofi dan hiperplasi otot polos rahim, serabut-serabut
kelagennya menjadi higroskopik. Endometrium menjadi desidua

16
v. Pada bulan-bulan pertama kehamiilan bentuk rahm seperti buah
alpukat
vi. Berat uterus akan naik secara luas bisa dari 300 gram sampai
1000 gram pada akhir kehamilan (40 minggu)
vii. Rahim pada kehamilan 3 bulan sebesar telur angsa
viii. Pada minggu pertama isthmus rahim mengadakan hipertrofi dan
bertambah panjang sehingga bisa diraba terasa lunak disebut
tanda hegar
ix. Posisi rahim pada awal kehamilan dalam letak antefleksi atau
retrofleksi
d) Ovarium
i. Ovulasi terhenti. Masih terdapat karpus luteum graviditas
sampai terbentuknya plasenta yang mengalami alih pengeluaran
esterogen dan progesteron
ii. Terjadi pembentukan plasenta dan akan sempurna pada usia
kehamilan 16 minggu
iii. Corpus luteum menghasilkan hormon estrogen progesteron
serta relaxin mempunyai pengaruh menenagkan hingga
pertumbuhan janin menjadi baik hingga aterm
e) Metabolisme
i. Pada wanita hamil basal metabolisme rate (BMR) meningkat,
sistem endokrin menjadi meningkat
ii. Berat badan wanita hamil meningkat akan naik kira-kira 6,5 –
16,5 kg rata-rata 12,5 kg. Pada trimester I penambahan berat
badan ± 1 kg
iii. Metabolisme lemak juga terjadi kadar kolesterol meningkat
sampai 350 mg/lebih per 100 cc
iv. Kalsium dibutuhkan rata-rata 1,5 mg perhari
v. Fosfor : rata 2 gram/hari
vi. Zat besi ± 800 mg atau 30 – 50 mg / hari

17
vii. Air : wanita hamil cenderung mengalami retensi air
f) Mammae
i. Terjadi peningkatan esterogen mempengaruhi pembesaran
mammae disebabkan hypertrofi dari alveoli. Hal ini sering
menyebabkan hypersensitivitas mammae
ii. Terjadi hiperpigmentasi menyebabkan papila mammae
membesar lebih tegang dan hitam dan areola menjadi lebih titam
dan lebar serta glandula montgomery lebih jelas dan menonjol
iii. Timbul strie pada payudara. Teraba noduli-noduli akibat
hipertrofi karena kelenjar alveolus
iv. Bayangan vena-vena lebih membiru
8. Sistem Pencernaan
i. Pengeluaran asam lambung meningkat menyebabkan daerah
lambung terasa panas
ii. Akibat peningkatan HC6 dan estrogen menyebabkan pengelaran
air liur berasa berlebihan (hipersalivasi)
iii. Tonus otot-otot saluran pencernaan melemah sehingga motilitas
dan makanan akan lebih lama berada dalam saluran pencernaan.
iv. Resorbsi makanan baik, namun akan menimbulkan obstipasi
v. Gejala muntah (emesis gravidarum) sering terjadi, diasanya
pada pagi hari disebut moring sickness
9. Sirkulasi Darah
i. Volume plasma meningkat rata-rata 50% sementara masa RBC
mingkat hanya 18–30 % maka terjadi penurunan hematokrit
selama kehamilan normal sehingga disebut anmia fisiologis
ii. Tekanan darah menurun selama 24 minggu pertama kehamilan
akibat terjadi penurunan dalam periver
iii. Hidung tersumbat atau berdarah akibat pengaruh hormon
esterogen dan progesteron

18
10. Sistem Integumen
i. Mulai muncul linea nigra
ii. Meningkatkan sirkulasi dan aktivitas vasomotor, jaringan elastis
kulit mudah pecah menyebabkan strie gravidarum
iii. Biasanya terjadi deposit pigmen pada dahi, pipi, hidung dikenal
sebagai kloasma gravidarum
iv. Vulva terjadi hiperpigmentasi merah kebiruan disebut tanda
chadwick
11. Tulang dan Gigi
i. Persedian panggul akan terasa lebih longgar
ii. Terjadi pelebaran pada ruang persendian
iii. Apabila pemberian makanan tidak memenuhi kebutuhan
kalsium janin, kalsium maternal pada tulang-tulaang panjang
akan berkurang untuk memenuhi kebutuhan
iv. Bila konsumsi kalsium cukup, gizi tidak akan kekurangan
kalsium menurunkan resiko gingivitis
12. Sistem Pernapasan
i. Wanita hamil kadang-kadang mengeluh sesak dan nafas pendek
ii. Seorang wanita hamil selalu bernafas lebih dalam
iii. Yang menonjol adalah pernafasan dada (thorack breathing)
13. Sistem Perkemihan
i. Ginjal bekerja lebih berat
ii. Pada TM I ibu mengeluh sering kencing karena vesikula urinaria
tertekan uterus (Kusmiati, Yuni. 2009)
b. Trimester Kedua
a) Sistem Pencernaan
Pada bulan pertama kehamilan terdapat perasaan tidak enak,
akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. Tonus otot-otot
traktus digestivus menurun, sehingga morbilitas seluruh taktus
digestivusi juga kurang. Makanan lebih lama berada dilambung dan

19
apa yang telah dicernakan lebih lama berada dalam usus-usus.
Gejalah muntah biasanya terjadi pada pagi hari yang biasa dikenal
dengan morning sickness hal ini di sebapkan karna hormon
Estrogen dan HCG meningkat.
Terjadi konstipasi karena pengaruh hormon progesterone yang
meningkat. Selain itu perut kembung juga terjadi karena adanya
tekanan uterus yang membesar dalam rongga perut yang
mendesak organ-organ dalam perut khususnya saluran
pencernaan, usus besar,ke arah atas dan lateral dan penurunan
asam lambung, melambatkan pengosongan lambung
Sistem gastrointestinal terpengaruh dalam beberapa hal karena
kehamilan. Tingginya kadar progesteron mengganggu
keseimbangan cairan tubuh, meningkatkan kolesterol darah dan
melambatkan kontraksi otot-otot polos. Sekresi saliva menjadi
lebih asam dan lebih banyak dan asam lambung menurun.
Pembesaran uterus menekan diagfragma, lambung dan intestine.
Gigi berlubang terjadi lebih mudah pada saliva yang bersifat asam
selama masa kehamilan dan membutuhkan perawatan yang baik
untuk mencegah karies gigi.
Pada bulan-bulan terakhir, nyeri ulu hati dan regurgitas
(pencernaan asam) merupakan ketidaknyamanan yang disebabkan
tekanan keatas dari pembesaran uterus. Pelebaran pembuluh darah
rectum (hemoroid) dapat terjadi. Pada persalinan, rectum dan otot-
otot yang memberikan sokongan sangat tegang.
b) Sistem Perkemihan
Bila satu organ membesar, maka organ lain akan mengalami
tekanan, dan pada kehamilan tidak jarang terjadi gangguan
berkemih pada saat kehamilan. Ibu akan merasa lebih sering ingin
buang air kecil. Pada bulan pertama kehamilan kandung kemih
tertekan oleh uterus yang mulai membesar.

20
Pada minggu-minggu pertengahan kehamilan, frekuensi
berkemih meningkat. Hal ini umumnya timbul antara minggu ke-
16 sampai minggu ke- 24 kehamilan. Pada akhir kehamilan, bila
kepala janin mulai turun kandung kemih tertekan kembali
sehinggal timbul sering kencing.Perubahan struktur ginjal
merupakan aktifitas hormonal[estrogen dan progesteron], tekanan
yang timbul akibat pembesaran uterus, dan peningkatan volume
darah. Sehingga minggu ke-10 gestasi, pelvis ginjal dan uretra
berdilatasi.
Pada kehamilan normal fungsi ginjal cukup banyak berubah.
Laju filtrasi glomerulus dan aliran plasma ginjal meningkat pada
awal kehamilan. Ginjal wanita harus mengakomodasi tuntutan
metabolisme dan sirkulasi ibu yang meningkat dan juga
mengekskresi produk sampah janin. Ginjal pada saat kehamilan
sedikit bertambah besar, panjangnya bertambah 1-1,5 cm.
Ginjal berfungsi paling efisien saat wanita berbaring pada posisi
rekumbeng lateral dan paling tidak efisien pada saat posisi
telentang. Saat wanita hamil berbaring telentang, berat uterus akan
menekan vena kava dan aorta, sehingga curah jantung menurun.
Akibatnya tekanan darah ibu dan frekuensi jantung janin menurun,
begitu jg dengan volume darah ginjal.
c) Sistem Muskuloskeletal
Pada trimester pertama tidak banyak perubahan pada
muskuloskeletal. Keseimbangan kadar kalsium selama kehamilan
biasanya normal apabila asupan nutrisi khususnya produk susu
terpenuhi. Tulang dan gigi biasanya tidak berubah pada kehamilan
yang normal. Selama masa kehamilan wanita membutuhkan kira-
kira 1/3 lebih banyak kalsium dan posfor. Karies gigi tidak
disebabkan oleh dekalasifikasi, sejak kalsium dan gigi dibentuk.

21
Terdapat bukti bahwa saliva yang sama pada saat hamil
membuat aktifitas penghancur bakteri email yang menyebabkan
karies.Pada trimester II, peningkatan berat wanita hamil
menyebabkan postur dan cara berjalan wanita berubah secara
menyolok. Otot dinding perut meregang dan akhirnya sedikit
kehilangan tonus otot.
d) Sitem Respirasi
Kebutuhan oksigen meningkat sampai 20%, selain itu diafragma
juga terdorong ke kranial terjadi hiperventilasi dangkal (20-
24x/menit) akibat kompliansi dada (chest compliance) menurun.
Volume tidal meningkat. Volume residu paru (functional residual
capacity) menurun. Kapasitas vital menurun.
e) Sistem sirkulasi atau kardiovaskular
Perubahan fisiologi pada kehamilan normal, yang terutama
adalah perubahan hemodinamik maternal, meliputi:
i. Retensi cairan,bertambah beban volume dan curah jantung
ii. Anemia relative
iii. Tekanan darah arterial menurun
f) Metabolisme
Basal metabolik rate meningkat sampai 15%, terjadi juga
hipertrofi tiroid. Kebutuhan karbohidrat meningkat sampai 2300
kal/hari (hamil) dan 2800 kal/hari (menyusui). Kebutuhan protein
1 g/kgbb/hari untuk menunjang pertumbuhan janin. Kadar
kolesterol plasma meningkat sampai 300 g/100ml. Kebutuhan
kalsium, fosfor, magnesium, cuprum meningkat. Ferrum
dibutuhkan sampai kadar 800 mg, untuk pembentukan hemoglobin
tambahan.
Khusus untuk metabolisme karbohidrat, pada kehamilan normal,
terjadi kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara
bermakna karena:

22
i. Ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat
ii. Produksi glukosa dari hati menurun
iii. Produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis)
menurun
iv. Aktivitas ekskresi ginjal meningkat
v. Efek hormon-hormon gestasional (human placental lactogen,
hormon2 plasenta lainnya, hormon2 ovarium, hipofisis,
pankreas, adrenal, growth factors, dsb).
Selain itu terjadi juga perubahan metabolisme lemak dan asam
amino. Terjadi juga peningkatan aktifitas enzim-enzim
metabolisme pada umumnya.
g) Perubahan Pada Organ-Organ Sistem Reproduksi
i. Uterus
Tumbuh membesar primer, maupun sekunder akibat
pertumbuhan isi konsepsi intrauterin. Estrogen menyebabkan
hiperplasi jarigan, progesteron berperan untuk elastisitas /
kelenturan uterus.
Taksiran kasar perbesaran uterus pada perabaab tinggi
fundus:
- Kehamilan 16 minggu : pertangaha simfisis-pusat
- Kehamilan 20 minggu : pinggir bawah pusat
- Kehamilan 24 minggu : pinggir atas pusat
ii. Vagina / vulva
Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh estrogen dan
progesteron, warna merah kebiruan (tanda Chadwick).
iii. Ovarium
Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi diambil alih oleh plasenta,
terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. Selama
kehamilan ovarium tenang/beristirahat. Tidak terjadi

23
pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi,
tidak terjadi siklus hormonal menstruasi.
iv. Payudara
Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus
dan jaringan interstisial payudara. Hormon laktogenik plasenta
(diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi
dan pertambahan sel-sel asinus payudara, serta meningkatkan
produksi zat-zat kasein, laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel
lemak, kolostrum. Mammae membesar dan tegang, terjadi
hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery,
terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor.
Puting susu membesar dan menonjol.
v. Peningkatan Berat Badan Selama Hamil
Normal berat badan meningkat sekitar 6-16 kg, terutama dari
pertumbuhan isi konsepsi dan volume berbagai organ / cairan
intrauterin. Berat janin + 2.5-3.5 kg, berat plasenta + 0.5 kg,
cairan amnion + 1.0 kg, berat uterus + 1.0 kg, penambahan
volume sirkulasi maternal + 1.5 kg, pertumbuhan mammae + 1
kg, penumpukan cairan interstisial di pelvis dan ekstremitas +
1.0-1.5 kg.
c. Trimester Ketiga
1. Uterus
Pada akhir kehamilan berat uterus menjadi 1000 gram (normal
20 gram) dengan panjang 20 cm dan dinding 2,5 cm, pada
kehamilan 28 minggu fundus uterus terletak kira-kira 3 jari di atas
pusat atau 1/3 jarak antara pusat ke prosesus xipoedeus. Pada
kehamilan 32 minggu fundus uterus terletak 1/2 pusat dengan
prosesus xipoedeus. Pada kehamilan 36 minggu fundus uterus
berada kira-kira 1 jari di bawah prosesus xipoedeus. Bila
pertumbuhan janin normal, maka tinggi fundus uteri 28 minggu

24
adalah 25 cm, pada 32 minggu adalah 27 cm, pada 36 minggu
adalah 30 cm.
2. Vagina dan Vulva
Akibat hormon esterogen mengalami perubahan adanya
hipervaskularisasi yang mengakibatkan vagina dan vulva tampak
lebih merah dan kebiru-biruan (tanda chadwick), cairan vagina
mulai meningkat dan lebih kental.
3. Payudara
Mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan
memberikan ASI pada laktasi.Perkembangan payudara tidak dapat
dilepas dari pengaruh horman saat kehamilan, yaitu esterogen dan
progesteron.
4. Sirkulasi Darah
Setelah kehamilan lebih dari 30 minggu, terdapat
kecenderungan peningkatan tekanan darah. Sama halnya dengan
pembuluh darah yang lain, vena tungkai juga mengalami distensi
vena tungkai berpengaruh pada kehamilan lanjut karena terjadi
obstruksi aliran balik vena, akibat tingginya tekanan darah yang
kembali dari uterus, keadaan ini menyebabkan varises pada vena
tungkai.
5. Sistem Respirasi
Elespansi diafragma dibatasi oleh pembesaran uterus,
diafragma naik 4 cm. Kondisi ini menyebabkan ibu bernafas
pendek dan sering terjadi pada 60% wanita hamil.
6. Sistem Pencernaan
Karena pengaruh esterogen, pengeluaran asam lambung
meningkat hal ini yang menyebabkan pengeluaran air liur
berlebihan (hipersaliva), daerah lambung terasa panas dan mual
muntah.Pengaruh esterogen menimbulkan gerakan usus makin
berkurang dan dapat menyebabkan sembelit.

25
7. Sitem Perkemihan
Pada akhir kehamilan, muncul keluhan sering berkemih karena
kepala janin turun ke pintu atas panggul, desakan ini menyebabkan
kandung kemih terus terasa penuh.Akibat terjadinya hemodiaksi
menyebabkan metabolisme air makin lancar sehingga
pembentukan urin pun bertambah.

E. Pertumbuhan dan Perkembangan Janin


a. Trimester Pertama
a) Minggu ke – 1
Pertumbuhan dan perkembangan janin pada minggu I, dimulai
oleh adanya konsepsi atau fertilisasi. Perkembangan selanjutnya,
zigot atau hasil konsepsi mengalami pembelahan dan akhirnya
bernidasi di endometrium yang telah disiapkan.
b) Minggu ke – 2
Setelah implantasi, terjadi perubahan pada bintik benih yang
merupakan bagian blastokist, terlihat adanya ruangan amnion dan
yolk sac. Ruangan ini kelak menjadi besar dan meliputi seluruh
embrio, di dalam ruangan inilah embrio akan tumbuh. Sel-sel yang
membatasi ruangan ini dinamakan ectoderm. Pada waktu yang sama,
timbul sebuah rongga lain dibawah ruangan amnion, yaitu ruangan
kuning telur. Sel-sel disekitar kuning telur dinamakan endoderm.
selanjutnya timbul lapisan lain diantara ectoderm dan endoderm
yaitu mesoderm. Endoderm menjadi lebih tebal membentuk
procordal plate.
c) Minggu ke – 3
Selama minggu ketiga, hasil konsepsi tumbuh pesat yaitu
berlangsung mulai hari ke 15 sampai dengan 21. Pada masa ini
terjadi diferensiasi sel-sel menjadi organ-organ tubuh sederhana,
yaitu :

26
i. Ektoderm
Ektoderm membentuk jaringan tubuh paling luar seperti
rambut, kuku, kulit dan sistem saraf seperti otak, sumsum tulang
belakang dan saraf motorik. Sel-sel saraf pada saat lahir
berjumlah kurang lebih 100 juta. Selama kehamilan manusia, sel-
sel baru tidak bertambah tetapi membesar sesuai pertumbuhan
tubuh.
ii. Mesoderm
Sel-sel mesoderm akan membentuk otot, tulang, jaringan ikat,
otot jantung, pembuluh darah dan corpus, limpa ginjal dan
genetalia.
iii. Endoderm
Endoderm membentuk organ-organ tubuh bagian dalam seperti
intertinum, paratiroid, tiroid, timus, liver, pankreas, traktus
respiratorius, saluran paringotimpani dan telinga tengah, kandung
kencing, uretra, genetalia laki-laki dan perempuan, kelenjar
prostat, kelenjar vestibulum dan garis uterus. pembentukan
genetalia dan sistem urinarius dimulai dari penonjolan dan
penebalan mesoderm yang disebut urogenital ridge, dilanjutkan
dengan migrasi sel-sel germinativum promodial dari dinding yolk
sac, dekat ventrikulum allantois.
d) Minggu ke – 4
Selama empat minggu, embrio tumbuh dan bertambah panjang
3,5 cm dan berat kira-kira 5 mg. Perpanjangan embrio kearah atas
menjadi kepala, ke arah bawah menjadi ekor dan ke arah samping
menjadi tubula. Penutupan saluran pernapasan mulai terjadi di
daerah atas bawah oksiput. Pericardial jantung membesar karena
mengangkatnya kepala, pertumbuhan laringotracheal dan paru-paru
menjadi sistem pernapasan. Mandibula dan maxilla menjadi rahang
yang terpisah, rudimeter mata, telinga dan hidung menjadi terpisah.

27
Sistem peredaran darah sederahana mulai ternbentuk dan jantung
mulai berdetak, lambung, liver dan pankreas, tiroid dan kelenjar
timus mulai berkembang, plasenta tumbuh sempurna.
e) Minggu ke – 5
Pada pertengahan kehamilan, janin diukur dengan ukuran kepala
bokong (CRL). Sebelum pertengahan kehamilan janin diukur dengan
ukuran bokong tumit (CHL). Panjang CRL dari 4 mm menjadi 8 mm
dan beratnya dari 5 mg menjadi 50 mg. Pertumbuhan kepala lebih
cepat dari pertumbuhan badan, sehingga embrio melengkung dan
membentuk huruf C. Permulaan bentuk kaki dan tangan berupa
benjolan.
f) Minggu ke – 6
Kepala terlihatlebih besar dari leher dan melengkung melampaui
jantung. Posisi mata, hidung dan mulut jelas. Kaki atas dan bawah
mulai dapat diidentifikasi dan telapak tangan berkembang menjadi
jari-jari. Pertumbuhan berupa alat kelamin testis mulai terjadi,
sedangkang ovarium terjadi lebih lambat dibanding testis. Hemisfer
serebral terlihat lebih cepat membesar seperti kepala. Posisi mata
pindah, dari lateral ke arah frontal sesuai dengan perpanjangan
muka. Tonjolan berupa jantung dan liver ke arah dinding ventral
lebih dahulu, karena memiliki fungsi vital bagi embrio, tali pusat
mengecil. Bentuk lengan atas dan bawah, tungkai atas dan bawah
menjadi jelas. Jari-jari terus berkembang pada hari ke 40-50.
g) Minggu ke – 7
Jantung sudah terbentuk lengkap. Saraf dan otot bekerja
bersamaan untuk pertama kalinya. Bayi mempunyai refleks dan
bergerak spontan. Bayi mulai menendang dan berenang di dalam
rahim, walau ibu belum mampu merasakannya. Pada akhir minggu
ini, otak akan terbentuk lengkap. Dalam minggu ketujuh, rangka
mulai tersebar keseluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuk

28
yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu
kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan
tulang.
h) Minggu ke – 8
Selama akhir periode ini embrio telah menunjukkan bentuk dan
ciri-ciri manusia, hemisfer serebral tumbuh pesat, dimana besarnya
mencapai 50% dari massa embrio. Letak wajah setengah bagian
bawah dari kepala dan mata terus berpindah ke arah frontal. Alis
mata mulai berkembang. jari-jari memanjang dan dapat dibedakan
pada akhir minggu kedelapan. Perbedaan jenis kelamin bagian luar
bisa dilihat oleh mata yang sudah terlatih, mulai pemeriksaan
anatomic dan histology kelenjar kelamin, namun masih
membingungkan. Pertumbuhan alat kelamin dipengaruhi oleh
hormon-hormon yang dikeluarkan oelh kelenjar kelamin, obat-
oabatan, radiasi dan gizi ibu hamil. Alat kelamin perempuan
dibentuk dari duktus Mulleri, sedangkan alat kelamin laki-laki
dibentuk dari sistem duktus Wolfii.
i) Minggu ke 9 – 12
Pada usia 9 minggu, kepala terlihat lebih besar, wajah tampak
secara garis besar, perbandingan ukuran tungkai atas sudah
mencapai proporsi normal. Tungkai bawah berkembang labih
panjang. Genetalia eksterna perempuan dan laki-laki terlihat sama
pada minggu ke-9, tetapi mencapai maturitas, sempurna dan dapat
dibedakan pada minggu ke-12. Sel-sel darah merah mulai diproduksi
oleh liver selama minggu awal dan fungsinya diambil alih oleh
splenn selama minggu ke-12. Panjang janin sekitar 7-9 cm.
b. Trimester Kedua
a) Minggu 13 (Plasenta berkembang sempurna)
Janin memiliki panjang dari capitis ke gluteal sekitar 65 – 78 mm
dan beratnya antara 13 – 20 gram, seukuran buah peach. Memasuki

29
trimester kedua, plasenta sudah berkembang sempurna dan
memberikan oksigen, nutrisi, serta membuang produk sisa janin.
Plasenta juga memproduksi hormon progesteron dan estrogen untuk
menjaga kehamilan. Kelopak mata bayi sudah terbentuk untuk
melindungi mata janin selama perkembangan. Janin dapat
memasukkan ibu jarinya ke dalam mulut meskipus refleks
menghisap janin belum sempurna. Usus janin sudah berada di dalam
rongga perut janin. Pita suara dan laring janin sudah sempurna
terbentuk.
Pusat penulangan primer terdapat di semua tulang panjang
anggota badan menjelang perkembangan minggu ke-14.Sidik jari
sebagai indentitas individu sudah terbentuk di jari janin.
Perkembangan tubuhnya sudah mulai meningkat seiring
perkembangan kepala janin (yang berukuran 1/3 dari seluruh
tubuh).
b) Minggu 14
Panjang janin dari capitis ke gluteal saat ini berkisar 80 – 93 mm
dengan perkiraan berat badan hampir 25 – 45 gram.Janin sudah
mulai belajar membuat ekspresi di dalam rahim. Menyipit,
berkerenyit, menyeringai, dan bahkan menghisap jempolnya. Berkat
impuls atau rangsangan dari otaknya, otot wajah janin sudah dapat
bekerja menghasilkan berbagai macam ekspresi wajah.
Pada akhir minggu ke 14, lengan janin akan tumbuh dengan
ukuran yang proporsional sesuai dengan panjang badannya dan
janin akan bergerak lebih aktif. Hati janin akan mulai membentuk
cairan empedu, pankreas mulai menghasilkan insulin, dan limpa
janin sudah membantu menghasilkan sel darah merah. Leher janin
akan bertambah panjang dan membantu kepala janin untuk
berposisi lebih tegak. Ketika lahir nanti, ukuran kepala bayi hanya ¼
dari panjang badan. Rambut halus yang disebut lanugo juga sudah

30
didapatkan di muka dan tubuh janin sampai lanugo menghilang
menjelang kelahiran. Lanugo berfungsi untuk menjaga temperatur
tubuh janin untuk menggantikan peran lemak tubuh sementara.
Akhir bulan ke-3, lipatan uretra menutup dan membentuk saluran
uretra (saluran kemih). Saluran ini akan terbuka sampai ujung pada
akhir bulan ke-4. Hipospadia adalah keadaan akibat lipatan uretra
tidak menyatu sempurna sehingga muara uretra tidak berada di
ujung penis namun di dorsal penis.
Tunas-tunas untuk gigi tetap terletak pada permukaan lingual gigi
susu dan dibentuk selama perkembangan bulan ke-3. Tunas tersebut
tetap tidur hingga kurang lebih 6 tahun setelah lahir. Kemudian
tunas-tunas gigi tetap ini mulai tumbuh, sambil mendorong sisi
bawah gigi susu yang bersangkutan dan membantu perlepasannya.
c) Minggu 15
Panjang kepala sampai gluteal janin saat ini berkisar 9 – 10,3 cm
dengan berat badan janin sekitar 50 gram (sebesar apel). Aktivitas
janin saat ini adalah berlatih, Janin berlatih untuk bernapas,
menghisap, dan menelan, bahkan tersedak agar fungsi sistim
tersebut sempurna di kala lahir nanti. Janin mencoba untuk
memindahkan cairan amnion (ketuban) lewat hidung dan saluran
pernapasan atas untuk membantu kantung udara primitif di dalam
paru-parunya agar berkembang.
Kaki janin sekarang sudah tumbuh lebih panjang dari lengan.
Meskipun kelopak matanya masih tertutup, janin sudah dapat
merasakan sensasi cahaya. Apabila Ibu menyinari perut dengan
senter, maka janin akan bergerak menjauhi cahaya. Tulang janin
semakin mengeras dan menahan kalsium di dalamnya.
d) Minggu 16 (Pergerakan janin)
Panjang janin dari kepala sampai gluteal saat ini adalah 10,6 – 12
cm dan berat badan janin berkisar antara 80- 110 gram. Kepala

31
berada pada posisi lebih tegak sekarang, matanya sudah berpindah
lebih dekat ke bagian depan wajah, dan telinga janin sudah hampir
mencapai posisi akhir sehingga pendengaran janin sudah mulai
berfungsi. Pola dari tulang tengkorak janin mulai terbentuk. Jantung
janin saat ini memompa sejumlah darah setiap harinya dan akan
semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan janin.
Janin sudah hampir sempurna sekarang dengan pertumbuhan
bulu mata dan alis namun masih terlihat kurus karena belum
terdapat lemak di tubuhnya. Kulit janin masih tipis sehingga dapat
terlihat pembuluh darah dikulitnya. Produk sisa dari sekret (cairan)
pencernaan dan cairan amnion disebut mekonium sudah mulai
terakumulasi di usus. Janin akan mengosongkan kandung kemihnya
setiap 40 – 45 menit.
e) Minggu 17 (Penumpukan lemak pada janin)
Panjang janin dari kepala sampai gluteal saat ini adalah 11 – 13
cm dan berat badan janin berkisar 110 – 140 gram. Tulang janin
berubah dari kartilage (tulang rawan) menjadi tulang keras. Tali
pusat yang menyambung ke plasenta semakin menguat dan menebal.
Plasenta mengandung ribuan pembuluh darah yang menjamin suplai
nutrisi dan oksigen untuk janin.
Lemak coklat janin mulai terbentuk dan akan berakumulasi
sampai akhir kehamilan. Lemak ini akan menjaga kehangatan tubuh
bayi setelah dilahirkan. Rahim yang cukup besar sekarang
memungkinkan janin untuk lebih banyak menggerakkan kaki dan
tangannya. Semua sistim organ janin sudah mulai berfungsi dan
mendekati sempurna.
f) Minggu 18 (Perkembangan saraf janin)
Panjang janin dari kepala sampai gluteal saat ini adalah 12,5 – 14
cm dan berat badan janin berkisar 120 – 150 gram. Karena organ
janin hampir semuanya sempurna, maka janin akan lebih

32
mengkonsentrasikan untuk peningkatan berat badannya. Janin dapat
menggerakkan dan menekuk lengannya, berguling,menendang dan
menguap. Pertumbuhan tulang di telinga tengah dan saraf
pendengaran menjadikan janin dapat mendengar suara, seperti
suara detak jantung dan aliran darah Ibu melalui tali pusat. Janin
bahkan mengangkat tangannya atau bergulung mencoba
bersembunyi apabila terpajan dengan suara yang keras.
Sistem persarafan janin mencapai tahap maturasi atau
pematangan saat ini. Suatu lapisan pelindung bernama mielin mulai
menyelubungi lapisan saraf dan proses ini masih akan terus
berlanjut sampai 1 tahun setelah bayi dilahirkan. Mielin sendiri
berfungsi sebagai penghubung antara sel saraf dan membangun
suatu jaringan saraf yang kompleks.Bila janin perempuan, maka
uterus (rahim), tuba falopi (saluran tuba), dan vagina sudah
terbentuk dan berada di tempatnya. Apabila janin laki-laki maka
kelenjar prostat mulai terbentuk.
g) Minggu 19 (Pemeriksaan USG Trimester Kedua)
Panjang janin dari kepala sampai gluteal saat ini adalah 13 – 15
cm dan berat badan janin berkisar 200 gram. Perkembangan
sensorik dari janin semakin bertambah. Otak janin akan
mengembangkan area untuk penciuman, indera rasa, pendengaran,
penglihatan, dan sensasi raba. Beberapa penelitian menyebutkan
bahwa janin sudah dapat mendengar suara sekarang,Janin akan lebih
banyak tidur, sekitar 20 jam sehari. Janin bangun ketika Ibu
berusaha untuk tidur.
Lapisan menyerupai lilin yang menyelubungi tubuh janin disebut
vernix kaseosa mulai terbentuk di seluruh kulit janin. Lapisan ini
berwarna putih dan berminyak. Verniks berfungsi melindungi kulit
janin dari cairan amnion. Tanpa verniks, kulit bayi akan terlihat
keriput saat lahir.

33
h) Minggu 20 (Paruh awal kehamilan)
Janin Ibu sudah berkembang sangat pesat dari asalnya yang hanya
kumpulan sel. Panjang janin dari kepala sampai bokong saat ini
adalah 14 – 16 cm dan berat badan janin berkisar 260 – 300 gram.
Setelah usia 20 minggu, panjang janin akan diukur dari kepala ke
kaki. Janin semakin banyak menelan minggu ini, latihan yang baik
untuk saluran pencernaannya. Janin juga sudah memproduksi
mekonium, cairan kental berwarna hitam hasil produk sisa
pencernaan.
Selama 10 minggu ke depan janin akan sangat aktif bergerak.
Pergerakan aktif dari janin ini akan terus terjadi sampai ruangan
menjadi terlalu sempit bagi janin untuk berkembang.. Kulit janin saat
ini sudah terdiri atas lapisan epidermis, dermis, dan lapisan subkutis.
Pembuluh darah dan saraf terdapat juga di dalamnya. Lapisan
dermis sendiri terdiri atas lapisan lemak. Kulit janin akan semakin
menebal.
i) Minggu 21 (Saluran Pencernaan Janin Mulai Berfungsi)
Panjang janin dari kepala sampai bokong saat ini sekitar 18- 20
cm dan berat badan janin sekitar 300 gram. Pertumbuhan dan
perkembangan janin sudah mulai melambat minggu ini. Janin kecil
Ibu masih tetap bersemangat untuk menendang-nendang dan
mencari posisi yang lebih nyaman.
Beberapa janin sudah memposisikan dirinya dengan kepala di
bawah pada akhir trimester ini, namun beberapa janin baru akan
memiliki posisi kepala di bawah pada akhir kehamilan. Rapid Eye
Movement (REM) terbentuk pada minggu ke-21 dan alis serta
kelopak mata janin sudah terbentuk. Bila janin perempuan maka
vagina sudah mulai terbentuk.

34
Janin sudah dapat menelan cairan ketuban saat ini, dan saluran
pencernaan janin sudah mampu menyerap sejumlah air dan
melewatkan zat yang tidak dapat diserap ke usus besar. Proses
menelan yang terjadi pada janin saat ini akan membantu
pertumbuhan dan perkembangan sistim pencernaannya berfungsi
dengan baik setelah lahir. Cairan ketuban yang ditelan oleh janin
juga berperan di dalam memberikan sejumlah kalori untuk
kebutuhan nutrisi. Jenis lemak yang disebut dengan ‘lemak coklat’
akan mulai terakumulasi di tubuh janin yang berfungsi menjaga
kehangatan dan mengatur suhu tubuh janin.
j) Minggu 22
Panjang janin dari kepala sampai bokong saat ini sekitar 19 – 22
cm dan berat badan janin sekitar 350 gram. Janin Ibu sekarang
seperti miniatur dari bayi cukup bulan. Bibir, kelopak mata, alis
sudah terlihat lebih jelas. Matanya sudah terbentuk namun iris
janin masih belum memiliki pigment. Lanugo atau rambut halus
melingkupi seluruh tubuhnya dan juga masih didapatkan keriput
pada kulit janin yang akan ada sampai terdapat lemak di dalam
tubuhnya. Indera perasa pada janin akan berkembang dari hari ke
hari. Tonjolan perasa berbagai jenis makanan dan minuman mulai
terbentuk pada lidah janin. Janin Ibu saat ini juga sudah dapat
merasakan sentuhan ringan.
Salah satu fungsi hati adalah pemecahan bilirubun. Hati janin
saat ini memiliki kapasitas yang terbatas untuk mengubah
bilirubin. Jika bayi Ibu lahir prematur maka bayi dapat memiliki
bilirubin yang tinggi dan menyebabkan ikterik atau kuning pada
kulit dan mukosa. Bayi dengan ikterik memiliki kulit dan mata yang
kuning. Pada kondisi ini bayi akan diberikan fototerapi
menggunakan sinar untuk membantu menghancurkan bilirubin.

35
k) Minggu 23
Panjang janin dari kepala sampai tumit saat ini sekitar 28 cm
dengan berat sekitar 455 gram. Janin Ibu semakin gemuk dan
beratnya akan terus bertambah lagi. Dengan panca inderanya yang
semakin terbentuk sempurna, janin Ibu dapat merasakan gerakan
dan suara dari luar. Mulailah membacakan buku dan berbicara
dengan janin Ibu, perdengarkanlah musik dan berikanlah
perkenalan pada dunia.
Aliran darah di paru janin mulai berkembang untuk
mempersiapkan fungsi pernapasan. Paru janin akan mulai
memproduksi surfaktan, zat yang membantu pengembangan paru
saat lahir. Selain perkembangan pada organ paru, pankreas pada
janin juga berkembang. Pankreas akan berfungsi menghasilkan
hormon yang berkaitan dengan produksi insulin. Insulin diperlukan
oleh tubuh untuk metabolisme glukosa. Bayi yang lahir dari Ibu
dengan diabetes memiliki kadar insulin tinggi di dalam darahnya.
Karena itulah Ibu hamil sebaiknya memeriksakan kadar gula darah
selama kehamilan.
l) Minggu 24
Pada akhir minggu ke-24, berat badan janin mencapai 540 – 630
g dengan panjang dari kepala sampai tumit sekitar 28 – 30 cm. Kulit
janin masih keriput dan penumpukan lemak di tubuhnya semakin
banyak. Kepala masih berukuran besar dan perkembangan paru-
paru hampir sempurna dengan perkembangan cabang-cabang
saluran napas.
Yang terasa kurang adalah lemak yang belum banyak
terakumulasi di bawah kulitnya sehingga apabila Ibu melihat lebih
dekat lagi maka kulitnya masih transparan dan kita dapat melihat
dengan jelas organ, tulang, dan pembuluh darah di balik kulitnya.
Janin berada pada tahapan pematangan dan akan bertambah berat

36
badannya sekitar 6 ons setiap minggu, dengan sumber utama
berasal dari lemak.
Gelombang otak janin sudah mengaktivasi sistim auditori dan
visual sehingga mata janin dapat berespon terhadap datangnya
cahaya dan telinga kecilnya dapat berespon terhadap suara dari
luar. Telinga bagian dalam yang sudah terbentuk sempurna
membantu mengontol keseimbangan dari janin sehingga janin
dapat menentukan posisinya (atas, bawah) ketika berenang dan
membuat gerakan di dalam cairan ketuban.
Tali pusat adalah sistim penyambung kehidupan bagi janin. Tali
pusat menghubungkan antara plasenta dan janin. Tali pusat
mengandung 1 vena besar dan 2 pembuluh darah arteri. Darah
yang kaya akan oksigen dan nutrisi ditraspor dari plasenta ke janin
setiap 30 detik melalui tali pusat. Filtrasi yang terdapat di
dalamnya memisahkan darah Ibu dan janin.
c. Trimester Ketiga
a) Minggu 24 – 27
i. Kulit tumbuh pesat dan terlihat merah dan keriput
ii. Mata terbuka, bulu mata, dan kelopak mata terbentuk
iii. Janin dapat hidup pada usia 27 minggu
b) Minggu 28 – 31
i. Lemak sub kutan disimpan
ii. Jika janin lahir saat ini dengan paru-paru imatur, respiratory
distress syndroma (RSD) dapat terjadi
c) Minggu 32 – 36
i. Berat janin menetap
ii. Lanugo menghilang tetapi masih ada bekasnya di kepala
iii. Kuku jari tumbuh
iv. Janin mempunyai kemampuan yang cukup baik jika lahir dalam
minggu-minggu ini.

37
d) Minggu 37 – 40
i. Lemak sub kutan tetap dibentuk dan disekeliling janin menjadi
menggumpal
ii. Kuku jari tangan dan kaki terbebtuk sempurna dan melampaui
ujung jari tangan dan kaki
iii. Testis turun ke arah scrotum
iv. Tengkorak berkembang sempurna dan lebih besar dari bagian
tubuh (Depkes RI, 1993)

F. Ketidaknyamanan Selama Masa Kehamilan


a. Trimester Pertama
a) Morning Sickness, mual dan muntah
Hampir 50% wanita hamil mengalami mual dan biasanya mual
dimulai sejak awal kehamilan. Mual muntah diusia muda disebut
morning sickness tetapi kenyataannya mual muntah ini dapat terjadi
setiap saat. Mual ini biasanya akan berakhir pada 14 mingggu
kehamilan. Pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan
trimester kedua dan ketiga.
b) Sering buang air kecil
Keinginan sering buang air kecil pada awal kehamilan ini
dikarenakan rahim yang membesar dan menekan kandung kencing.
Keadaan ini akan menghilang pada trimester II dan akan muncul
kembali pada akhir kehamilan, karena kandung kemih ditekan oleh
kepala janin.
c) Konstipasi atau Sembelit
Keluhan ini juga sering dialami selama awal kehamilan, karena
peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi otot
sehingga usus bekerja kurang efisien. Adapun keuntungan dari

38
keadaan ini adalah memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih
baik saat hamil.
d) Sakit Kepala/Pusing
Sakit kepala atau pusing sering dialami oleh pada ibu hamil pada
awal kehamilan karena adanya peningkatan tuntutan darah ke tubuh
sehingga ketika akan mengubah posisi dari duduk / tidur ke posisi
yang lain (berdiri) tiba-tiba, sistem sirkulasi darah merasa sulit
beradaptasi. Sakit kepala / pusing yang lebih sering daripada
biasanya dapat disebabkan oleh faktor fisik maupun emosional. Pola
makan yang berubah, perasaan tegang dan depresi juga dapat
menyebabkan sakit kepala.
e) Kram Perut
Kram perut saat trimester awal kehamilan seperti kram saat
menstruasi di bagian perut bawah atau rasa sakit seperti ditusuk
yang timbul hanya beberapa menit dan tidak menetap adalah
normal. Hal ini sering terjadi karena adanya perubahan hormonal
dan juga karena adanya pertumbuhan dan pembesaran dari rahim
dimana otot dan ligamen merenggang untuk menyokong rahim.
f) Meludah
Keinginan meludah yang terjadi pada ibu hamil yang terus
menerus dianggap normal sebab hal ini termasuk gejala morning
sickness.

b. Trimester Kedua
Ketidaknyamanan Fisiologis
Pigmentasi yang mendalam, Melanocyt, stimulating hormon
jerawat, kulit berminyak. (dari pituitary anterior)

Spider nevi (Telangi ectasis) Jaring-jaring setempat sampai

39
kelihatan selama trimester II/III dengan arteriola (arteri terakhir)
pada leher, thorax, wajah dan dari penambahan konsentrasi
lengan. estrogen

Erytema telapak tangan terjdi pada Bercak kemerahan menyebar pada


50% wanita hamil, yang menyertai telapak tangan dan menutupi kulit
spider nevi. yang berlebihan dan ujung jari
yang disebabkan oleh faktor
predisposisi genetis dan hyper
estrogen.

Palpitasi Tidak diketahui, tidak disertai oleh


cardiacpersisten yang irreguler

Supinehypotensi (symdroma aorta Disebabkan oleh tekanan uterus


vena cava) dan bradicard. yang hamil atas vena cava
ascenden saat terlentang
mengurangi aliran darah uterus-
plasenta dan perfusi renal

Pusing dan sinkrope (orthostatik Vasomotor lability atau psotural


hypotensi) yang menetap selama hypotensi dari hormon, pada
hamil. kehamilan yang terakhir mungkin
disebabkan oleh vena yang statis
pada extremitas bawah.

Makanan idaman Penyebabnya tidak diketahui;


idaman ditentukan oleh budaya /
letak geografis.

40
Rasa panas dalam perut Progesteron memperlambat
(pvrosis/acid indigestion), sensasi motilitas gastrointestinal tract dan
panas pada bagian bawah dada pencernaan membalikkan
atau bagian atas abdomen, kadang- peristaltik; merelaxasi spincter
kadang dengan bersendawa sedikit cardiac; dan memperlambat waktu
naik rasa cairan. buang air besar, memindahkan isi
perut ke atas dan ditekan oleh
pembesaran uterus.

Konstipasi – Terjadi 50% pada Motilitas gastrointestinal tract


semua wanita hamil diperlambat oleh progesteron,
akibat peningkatan resorbsi air
dan pengeringan feces, tekanan
intestinal karena semakin
membesarnya uterus predisposisi
konstipaso karena suplementasi
zat besi oral.

Kembung dan bersendawa Berkurangnya motilitas


gastrointestinal akibat hormon,
memberikan peluang bakteri
untuk memproduksi gas; menelan
udara.

Predisposisi hereditas : relaxasi


Varices vens : yang diikuti sakit
otot halus dinding vena karena
kaki dan kelemahan bisa menetap
hormon yang menyebabkan
pada kaki dan vulva; hemorhaid
vasocongestion pelvic; kondisi ini
adalah varices perianal.
diperberat oleh pembesaran
uterus, hamil dan gerakan bowel

41
usus kebawah.

Sakit kepala Ketegangan emosional (biasanya


lebih dari vasculer migrain
headache) nyeri mata (kelainan
refraksi)vasculer engorgement dan
sumbatan sinus dari stimulasi
hormon

Carpal tunnel syndrom (antara lain Tekanan syaraf median karena


: ibu jari, jari kedua dan jari ketiga, perubahan dalm jaringan
sisi lateral jari kelingking) mengelilinginya, nyeri, mati rasa,
rasa gatal, panas, kehilangan
kemampuan gerak (mengetik)
menjatuhkan benda.

Mati rasa periodik, jari gatal Syndroma traksi flexus brachial


(acrodysesthesia) 5% dari wanita dari terasa berat pada bahu selama
hamil hamil (khususnya malam dan pagi
hari)

Nyeri sekitar ligamen (kelemahan) Ligamen yang menciut / tertekan


disebabkan oleh pembesaran
uterus.

Nyeri sendi, pinggang dan tekanan Relaxasi sendi symfisis da


pelvic, hypermobilitas sendi. sakroiliaka karena hermonal,
akibatnya peivic tidak stbil,
lengkung cervicothoracis dan
lumbar yang berlebihan karena

42
perubahan pada pusat grafitasi
dari pembesaran perut.

c. Trimester Ketiga
a) Sesak Nafas
Penyebab : Diafragma terdorong
Penanganan : Posisi bantal bila tidur menggunakan ekstra bantal
b) Insomnia
Penyebab : Gerakan janin, kram otot, sering BAK
Penanganan : Sering berkomunikasi dengan keluarga atau suami
c) Rasa Khawatir dan Cemas
Penyebab : Gangguan hormonal, khawatir jika ibu setelah
melahirkan Penanganan : Masase perut, minum susu hangat, tidur
denga ganjal dibagian bahu.
d) Rasa Tidak Nyaman dan Tekanan pada Perineum
Penyebab : Pembesaran uterus terutama waktu berdiri dan jalan
Penanganan : Istirahat, relaksasi, siapkan tubuh, periksa ke petugas
kesehatan
e) Kontraksi Palsu (Braxton hicks)
Penyebab : Kontraksi uterus mempersiapkan persalianan
Penanganan : Istirahat dan periksa ke petugas kesehatan
f) Kram betis
Penyebab : Karena penenkanan pada syaraf yang terkait dengan
uterus yang membesar dan perubahan kadar kalsium fospor.
Penanganan : Masase dan kompres hangat pada otot yang kram.
g) Odema Pada Kaki Sampai Tungkai
Penyebab : Karena berdiri atau berduduk lama, baju ketat dan
cuaca panas.
Penanganan : Asupan cairan dibatasi sehingga berkemih secukupnya
saja, dan istirahat dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala

43
G. Perubahan Psikologis Ibu Selama Kehamilan
a. Trimester Pertama
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, ibu akan mengalami
perubahan psikologis dan pada saat ini pula wanita akan mencoba
untuk beradaptasi terhadap peran barunya melalui tahapan sebagai
berikut :
a) Tahap Antisipasi
Dalam tahap ini wanita akan mengawali adaptasi perannya
dengan merubah peran sosialnya melalui latihan formal (misalnya
kelas-kelas khusus kehamilan) dan informal melalui model peran
(role model). Meningkatnya frekuensi interaksi dengan wanita hamil
dan ibu muda lainnya akan mempercepat proses adaptasi untuk
mencapai penerimaan peran barunya sebagai seorang ibu.
b) Tahap Honeymoon (menerima peran, mencoba menyesuaikan diri)
Pada tahap ini wanita sudah mulai menerima peran barunya
dengan cara mencoba menyesuaikan diri. Secara internal wanita
akan mengubah posisinya sebagai penerima kasih sayang dari
ibunya menjadi pemberi kasih sayang terhadap bayinya. Untuk
memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, wanita akan menuntut dari
pasangannya. Ia akan mencoba menggambarkan figur ibunya dimasa
kecilnya dan membuat suatu daftar hal-hal yang positif dari ibunya
untuk kemudian ia daptasi dan terapkan kepada bayinya nanti.
Aspek lain yang berpengaruh dalam tahap ini adalah seiring dengan
sudah mapannya beberapa persiapan yang berhubungan dengan
kelahiran bayi, termasuk dukungan semangat dari orang-orang
terdekatnya.
c) Tahap Stabil (bagaimana mereka dapat melihat penampilan dalam
peran)
Tahap sebelumnya mengalami peningkatan sampai ia mengalami
suatu titik stabil dalam penerimaan peran barunya. Ia akan

44
melakukan aktivitas-aktivitas yang bersifat positif dan berfokus
untuk kehamilannya, seperti mencari tahu tentang informasi seputar
persiapan kelahiran, cara mendidik dan merawat anak, serta hal
yang berguna untuk menjaga kondisi kesehatan keluarga.
d) Tahap Akhir (perjanjian)
Meskipun ia sudah cukup stabil dalam menerima perannya,
namun ia tetap mengadakan “perjanjian” dengan dirinya sendiri
untuk sedapat mungkin “menepati janji” mengenai kesepakatan-
kesepakatan internal yang telah ia buat berkaitan dengan apa yang
akan ia perankan sejak saat ini sampai bayinya lahir kelak.

Perubahan psikologi yang terjadi pada kehamilan trimester pertama:


1. Ibu merasa tidak sehat dan kadang merasa benci dengan
kehamilannya.
2. Kadang muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan, dan kesedihan.
Bahkan kadaang ibu berharap agar dirinya tidak hamil saja.
3. Ibu akan selalu mencaari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil.
Hal ini dilakukan sekedar untuk meyakinkan dirinya.
4. Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat
perhatian dengan seksama.
5. Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia
seorang ibu yang mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain
atau malah mungkin dirahasiakannya.
6. Hasrat untuk melakukan hubungan seks berbeda-beda pada tiap
wanita, tetapi kebanyakan akan mengalami penurunan

b. Trimester Kedua
1. Pembagian perubahan psikologis pada trimester II
Trimester kedua dapat dibagi menjadi dua fase yaitu
prequickeckening (sebelum adanya pergerakan janin yang

45
dirasakan ibu) dan postquickening (setelah adanya pergerakan
janin yang dirasakan oleh ibu), yang dapat dilihat pada penjelasan
berikut :
a) Fase prequickening
Selama akhir trimester pertama dan masa preqiuckening
pada trimester kedua, ibu hamil mengevaluasi lagi hubungannya
dan segala aspek di dalammya dengan ibunya yang telah terjadi
selama ini. Ibu menganalisa dan mengevaluasi kembali segala
hubungan interpersonal yang telah terjadi dan akan menjadi
dasar bagaimana ia mengembangkan hubungan dengan anak
yang akan dilahirkannya. Ia akan menerima segala nilai dengan
rasa hormat yang telah diberikan ibunya, namun bila ia
menemukan adanya sikap yang negatif, maka ia akan
menolaknya. Perasaan menolak terhadap sikap negatif ibunya
akan menyebabkan rasa bersalah pada dirinya. Kecuali bila ibu
hamil menyadari bahwa hal tersebut normal karena ia sedang
mengembangkan identitas keibuannya.
Proses yang terjadi dalam masa pengevaluasian kembali ini
adalah perubahan identitas dari penerima kasih sayang (dari
ibunya) menjadi pemberi kasih sayang (persiapan menjadi
seorang ibu). Transisi ini memberikan pengertian yang jelas bagi
ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya sebagai ibu yang
memberikan kasih saying kepada anak yang akan dilahirkannya.
b) Fase postquickening
Setelah ibu hamil merasakan quickening, identitas keibuan
yang jelas akan muncul. Ibu hamil akan fokus pada
kehamilannya dan persiapan menghadapi peran baru sebagai
seorang ibu. Perubahan ini bisa menyebabkan kesedihan
meninggalkan peran lamanya sebelum kehamilan, terutama
pada ibu yang mengalami hamil pertama kali dan wanita karir.

46
Ibu harus diberikan pengertian bahwa ia tidak harus membuang
segala peran yang ia terima sebelum kehamilannya. Pada wanita
multigravida, peran baru artinya bagaimana ia menjelaskan
hubungan dengan anaknya yang lain dan bagaimana bila nanti ia
harus meninggalkan rumahnya untuk sementara pada proses
persalinan.
Pergerakan bayi yang dirasakan membantu ibu membangun
konsep bahwa bayinya adalah individu yang terpisah dari
dirinya. Hal ini menyebabkan perubahan fokus pada bayinya.
Pada saat ini, jenis kelamin bayi tidak begitu dipikirkan karena
perhatian utama adalah kesejahteraan janin (kecuali beberapa
suku yang menganut system patrilineal/matrilineal).
2. Menjaga agar ikatan tetap kuat
Ketika kehamilan telah terlihat, ibu dan pasangannya harus lebih
sensitif terhadap pengaruh kondisi ini pada mereka berdua. Ibu
hamil sering merasa takut jika pasangannya mendapati dirinya
tidak menarik atau gendut, tapi masalah yang muncul lebih rumit
lagi. Komunikasi adalah kunci untuk menghadapi masalah ini. Tetap
cara ini dapat digunakan bila ibu dan pasangannya tetap terbuka
dan memulainya sedini dan sesering mungkin. Bila salah satu tidak
membicarakan latar belakang masalah yang dirasakan, atau setelah
berdiskusi justru merasa depresi, saat itulah diperlukan penasihat
kehamilan dan orang sekitarnya yang dapat menolong ibu dan
pasangannya.
3. Menjaga kehamilan yang sehat
Ibu hamil mungkin merasa lebih baik pada trimester kedua, tapi
bukan berarti bagian luar yang berubah, bagian dalam tubuh pun
mengalami perubahan sebagai respon terhadap kehamilan yang
terus berkembang. Beberapa perubahan dapat saja terasa
mengganggu, namun ada juga perubahan yang terasa

47
menyenangkan bagi ibu hamil. Perubahan yang menyebabkan
ketidaknyamanan adalah keadaan yang normal bagi ibu hamil dan
ibu harus diberikan pengertian terhadap kondisi tersebut sehingga
ia lebih merasa nyaman lagi. Beberapa perubahan yang
menyenangkan seperti rasa mual berkurang dibandingkan yang
dialami selama trimester pertama, energi bertambah dan
peningkatan libido.
4. Reaksi orang-orang di sekitar ibu hamil
Tampaknya sang suami juga mengalami perubahan psikologis
seiring perubahan yang dialami istrinya yang hamil. Pada suatu
studi dilaporkan sang suami juga merasakan perubahan nafsu
makan, perubahan berat badan, rasa sakit kepala hingga kecemasan
dan ketakutan dirasakan oleh suami yang istrinya sedang hamil.
Saat ini suami lebih aktif ikut menangani dalam kehamilan istrinya
dan turut merasakan tanggung jawab akan kelahiran bayinya.
Apabila di dalam keluarga terdapat anak sebelumnya, ia akan
merasa bingung akan perubahan yang dialami ibunya. Anak perlu
diberikan pengertian secara sederhana tentang perubahan yang
terjadi dan hal yang akan dihadapi sehubungan dengan kehamilan.
Ibu dari wanita hamil tampaknya adalah orang yang sering
mengambil peran yang cukup besar selama kehamilan. Ibu hamil
tampaknya merasa tergantung akan bantuan dari ibunya dalam
menghadapi kehamilan dan persiapan penerimaan bayi yang akan
dilahirkan.
5. Berhubungan seks
Ada satu lagi perubahan yang terjadi pada trimester kedua yang
harus diimbangi untuk mengatasi ketidaknyamanan yaitu suatu
peningkatan libido yang pada trimester pertama dihilangkan oleh
rasa mual dan lelah. Kebanyakan calon orang tua khawatir jika
hubungan seks dapat mempengaruhi kehamilan. Kekhawatiran yang

48
paling sering diajukan adalah kemungkinan bayi diciderai oleh
penis, orgasme ibunya, atau ejakulasi.
Ibu hamil dan pasangannya perlu dijelaskan bahwa tidak ada
yang perlu dikhawatirkan dalam hubungan seks. Janin tidak akan
terpengaruh karena berada di belakang serviks dan dilindungi
cairan amniotik dalam uterus. Namun dalam beberapa kondisi
hubungan seks selama trimester kedua tidak diperbolehkan,
mencakup plasenta previa dan ibu dengan riwayat persalinan
prematur
Selain itu meknisme fisik untuk saling merapat dalam hubungan
seksual akan menjadi sulit dan kurang nyaman, misalnya berbaring
terlentang dan menahan berat badan suami. Namun dengan
mengkreasi posisi yang menyenangkan maka masalah ini dapat
diatasi. Walaupun sebagian ibu hamil merasakan seks selama hamil
terasa meningkat, tidak semua libido wanita meroket tinggi pada
trimester kedua. Perubahan tingkat libido disebabkan variasi
perubahan hormone selama hamil. Karena respon terhadap hormon
berbeda, reaksi masing – masing ibu hamil pun berbeda.

c. Trimester Ketiga
1. Ambivalence (Ketakutan)
Pada awalnya, terjadi rencana kehamilan dimana ada element
yang mengejutkan bahwa konsepsi telah terjadi. Ambivalence ini
berhubungan dengan pemilihan waktu yang “salah”, kehawatiran
tentang modifikasi kebutuhan hubungan yang ada atau rencana
karier, ketakutan tentang peran baru dan ketakutan tentang
kehamilan, persalinan dan kelahiran.
2. Acceptance (Penerimaan)
Penerimaan kehamilan dipengaruhi oleh banyak faktor.
Rendahnya penerimaan cenderung dihubungkan dengan tidak

49
direncanakanya kehamilan dan bukti ketakutan dan konflik. Pada
trimester tiga menggabungkan perasaan bangga dengan takut
mengenai kelahiran anak. Pada periode ini, khususnya hak istimewa
kehamilan lebih berarti.
Selama trimester akhir, ketidaknyamanan fisik kembali
meningkat dan istirahat yang adekuat menjadi keharusan. Wanita
membuat persiapan akhir untuk bayi dan mungkin menggunakan
waktu yang lama untuk mempertimbangkan nama anaknya.
3. Introversion (Memikirkan)
Introvert atau memikirkan dirinya sendiri dari pada orang lain
merupakan peristiwa yang biasa dalam kehamilan. Wanita mungkin
menjadi kurang tertarik dengan aktifitas terdahulunya dan lebih
berkonsentrasi dengan kebutuhan untuk istirahat dan waktu untuk
sendiri.
4. Mood Swings (Perasaan Buaian)
Selama kehamilan, wanita memiliki karakteristik ingin dibuai,
dengan suka cita. Pasangan harus mengetahui bahwa ini merupakan
karakteristik perilaku kehamilan, hal itu menjadi mudah baginya
untuk lebih efektif disamping itu akan menjadi sumber stress
selama kehamilan.
5. Change In Body Image (Perubahan Gambaran Tubuh)
Kehamilan menimbulkan perubahan tubuh wanita periode
waktu yang singkat.Wanita menyadari bahwa mereka memerlukan
lebih banyak ruang sebagai kemajuan kehamilan.
Reaksi ibu/istri pada kehamilan trimester ketiga:
a) Lebih cemas akan kecanggungan fisik
b) Ketidaknyamanan
c) Persiapan persalinan
d) Sering mimpi kelainan letak, tidak dapat lahir, takut cacat. (Olds,
1995)

50
H. Komplikasi Selama Masa Kehamilan
a. Trimester Pertama
1. Perdarahan Pervaginam
Penanganan : Lakukan pemeriksaan secara cepat keadaan ibu
termasuk tanda-tanda vital (tekana darah, nadi, pernafasan,
temperature)
2. Hiperemesis Gravidarum
Penanganan : Hindari makan yang sulit dicerna dan berlemak.
Komplikasi : Jika muntuah terus menerus biasa terjadi kerusakan
hati, komplikasi lain perdarahan pada retina yang disebabkan oleh
meningkatnya tekanan darah ketika muntah.
3. Mola
Penanganan : jika diagnosis kehamilan mola ditegakkan, lakukan
evaluasi uterus, dan lakukan evakuasi jaringan mola dan berikan
infuse.
4. Sakit kepala hebat
Penanganan : jika ibu tidak sadar/kejang segera mobilisasi tenaga
yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat darurat
5. Penglihatan kabur
Penanganan : : jika ibu tidak sadar/kejang segera mobilisasi tenaga
yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat darurat
6. Odema pada wajah, kaki, dan tangan
Penanganan : istirahat yang cukup dan tingkatkan makanan yang
mengandung protein dan kurangi makanan yang mengandung
karbohidrat serta lemak
7. Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh memburuknya keadaan dan
terjdi gejala-gejala sakit kepala, mual, dan nyeri uluh hati

51
8. Demam
Ibu hamil dengan suhu lebih dari 38 0C merupakan masalah gejala
infeksi dalam kehamilan.
Penanganan : Istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak,
dan kompres untuk menurunkan suhu.

b. Trimester Ketiga
1. Persalinan Prematuritas
Persalinan prematuritas (prematur) dimaksudkan dengan
persalinan yang terjadi diantara umur kehamilan 29-36 minggu,
dengan berat badan lahir kurang dari 2,5 kg. Persalinan prematuritas
merupakan masalah besar karena berat janin kurang dari 2,5 kg dan
umur kurang dari 36 minggu, maka alat-alat vital belum sempurna.
Sebab persalinan prematuritas :
i. Hamil dengan perdarahan, kehamilan ganda
ii. Kehamilan disertai komplikasi (preeklamsia, dan eklamsia)
iii. Kehamilan dengan komplikasi penyakit ibu (hipertensi, penyakit
ginjal, penyakit jantung, dsb).
iv. Keadaan gizi yang rendah disertai kurang darah, lapisan dalam
lahir yang kurang subur karena jarak hamil terlalu pendek.
2. Kehamilan Ganda (Kembar)
i. Pengaruh hamil ganda terhadap ibu: Diperlukan gizi yang lebih
banyak, sehingga tumbuh kembang janin mencapai cukup bulan,
pada hamil muda sering terjadi keluhan yang lebih hebat, ibu
sering cepat lelah, sering terjadi penyulit hamil (hidramnion,
preeklamsia, dan eklamsia), pada saat persalinan dijumpai
kesulitan.
ii. Pengaruh hamil ganda terhadap janin: Dapat terjadi persalinan
prematuritas, dapat terjadi janin dengan anemia atau BBLR,

52
setelah persalinan anak pertama dapat terjadi pelepasan plasenta
sebelum waktunya dan membahayakan janin yang kedua.
3. Kehamilan Dengan Perdarahan
Perdarahan pada kehamilan memberikan dampak yang
membahayakan ibu dan janin dalam kandungan.Perdarahan yang
dapat membahayakan dan berhubungan dengan trimester ketiga
adalah mengalami perdarahan plasenta previa, perdarahan solusio
plasenta, perdarahan dari pecahnya sinus marginalis dan
perdarahan dari pecahnya vasa previa.
4. Kehamilan Dengan Ketuban Pecah Dini
Pecahnya selaput janin memberikan pertanda bahaya dan
memberi kesempatan infeksi langsung pada janin.Disamping itu,
gerak janin makin terbatas, sehingga pada kehamilan kecil mungkin
dapat terjadi deformitas.Oleh karena itu bila berhadapan dengan
kehamilan dengan mengeluarkan air apalagi belum cukup bulan
harus segera datang kerumah sakit dengan fasilitas yang memadai.
5. Kehamilan dengan kematian janin dalam rahim
i. Kehamilan diatas umur hamil 36 minggu pada ibu dengan
diabetes mellitus
ii. Mungkin terjadi lilitan tali pusat yang mematikan
iii. Terjadi simbol tali pusat
iv. Gangguan nutrisi menjelang kehamilan cukup bulan
v. Kehamilan dengan perdarahan
vi. Kehamilan lewat waktu lebih dari 14 hari
6. Kehamilan Lewat Waktu Persalinan (Senotinus)
Beberapa kerugian dan bahaya kehamilan lewat waktu:
i. Janin yang kekurangan nutrisi dan oksigen, akan mengalami
pengrusakan diri sendiri, dengan metabolisme jaringan lemak
bawah kulit sehingga tampak tua dan keriput, sebagai gejala janin
dengan hasil lewat waktu

53
ii. Air ketuban yang makin kental, akan sulit dibersihkan, sehingga
dapat menimbulkan gangguan pernafasan saat kelahirannya.
iii. Bila gangguan terlalu lama dan berat, janin dapat meninggal
dalam rahim
iv. Mungkin plasenta cukup baik tumbuh kembangnya sehingga
dapat memberikan nutrisi cukup dan janin menjadi lebih besar
v. Dengan makin besarnya janin dalam rahim memerlukan tindakan
operasi persalinan
vi. Kerugian pada ibu tidak terlalu besar, kecuali kemungkinan
persalinan dengan tindakan operasi seperti induksi persalinan
sampai dengan sesio sesarea
7. Kehamilan Dengan Preeklamsia Dan Eklamsia
Gejala klinik preeklamsia ringan:
i. Tekanan darah sekitar 140/90 atau kenaikan tekanan darah 30
mmhg untuk sistolik 15 mmhg untuk diastolik dengan interval
pengukuran selama 6 jam
ii. Terdapat pengeluaran protein dalam urin 0,3 gr/literatau
kualitatif +1,-+2
iii. Edema (bengkak kaki, tangan, atau lainnya)
iv. Kelainan berat badan lebih dari 1 kg/minggu
Gejala preeklamsi berat (kelanjutan preeklamsia ringan):
i. Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih
ii. Pengeluaran protein dalam urine lebih dari sekitar 5 gr/24 jam
iii. Terjadi penurunan produksi urin kurang dari 400 cc/24 jam
iv. Terdapat edema paru dan sianosis dan terasa sesak napas.
v. Terdapat gejala subjektif (sakit kepala, gangguan penglihatan,
nyeri dibagian daerahperut atas) (Ida Bagus Gde Manuaba, 1999)

54
I. Konsep Asuhan Keperawatan Kehamilan Trimester Pertama, Kedua dan
Ketiga
a. Trimester Petama
1. Pengkajian
i. Anamnesa
- Identitas Klien : nama, umur, jenis kelamin, dll
- Riwayat kehamilan :
Pengkajian riwayat kehamilan ini dilakukan dengan
menanyakan informasi berikut ini pada pasien : Usia ibu
hamil, hari pertama haid terakhir, siklus haid, perdarahan
pervaginam, keputihan, mual dan muntah , masalah pada
kehamilan yang sekarang.
- Riwayat obstetri lalu
Pengkajian riwayat obstetri yang lalu dilakukan dengan
mengkaji : Jumlah kehamilan, jumlah persalinan, jumlah
persalinan cukup bulan, jumlah persalinan premature, jumlah
anak hidup, jumlah keguguran
- Riwayat penyakit
Pengkajian riwayat penyakit pasien dapat dilakukan dengan
mengajukan pertanyaan pada pasien mengenai adanya
penyakit dibawah ini: jantung, tekanan darah tinggi, diabetes
mellitus, tbc, pernah operasi, alergi obat, ginjal, asma.
- Riwayat sosial ekonomi
Pengkajian riwayat sosial pasien dapat dilakukan dengan
menanyakan :
a. Status perkawinan
b. Respon ibu dan keluarga terhadap kehamilan
c. Jumlah keluarga dirumah yang membantu
d. Siapa yang membuat keputusan dalam keluarga
e. Kebiasaan makan dan minum

55
f. Kebiasaan merokok,alkohol dan obat obatan pada
kehamilan yang lalu.
g. Pekerjaan dan aktivitas sehari hari
h. Pilihan tempoat untuk melahirkan
i. Pendidikan dan penghasilan.
- Riwayat kehamilan saat ini
a. Pemakaian obat obatan termasuk jamu jamuan
- Riwayat obstertri yang lalu
a. Jumlah aborsi
b. Perdarahan pada kehamilan persalinan,nifas terdahulu
c. Adanya hipertensi pada kehamilan yang terdahulu
d. Berat bayi <2,5 kg atau berat bayi >4kg
e. Adanya masalah masalah selama kehamilan persalinan dan
nifas yang terdahulu
ii. Pemeriksaan fisik
a. Pemeriksaan fisik umum
1. Tinggi Badan
Pemeriksaan tinggi badan juga dilakukan saat pertama
kali ibu melakukan pemeriksaan. Mengetahui tinggi badan
sangat penting untuk mengetahui ukuran panggul si ibu.
Mengetahui ukuran panggul ibu hamil sangat penting
untuk mengetahui apakah persalinan dapat dilakukan
secara normal atau tidak. Karena jika diketahui bahwa
tinggi badan ibu dianggap terlalu pendek, dikhawatirkan
memiliki panggul yang sempit dan juga dikhawatirkan
proses persalinan tidak dapat dilakukan secara normal,
dan hal ini harus dilakukan secara caesar. Dengan
diketahuinya hal ini secara dini, maka ibu hamil
diaharapkan segera menyiapkan diri baik dari segi materi
dan mental untuk menghadapi persalinan dengan caesar.

56
2. Berat badan
Mayoritas wanita bertambah berat badannya sebesar
10-12,5 kg selama kehamilan, kebanyakan terjadi setelah
minggu ke-20. Pemeriksaan berat badan dilakukan setiap
kali ibu hamil memeriksakan kandungannya, hal ini
dilakukan untuk mengetahui pertambahan berat badan,
serta apakah pertambahan berat badan yang dialami
termasuk normal atau tidak. Pertambahan berat badan
yang normal akan sangat baik bagi kondisi ibu maupun
janin. Sebaliknya, jika pertambahan berat yang dialami
tidak normal, akan menimbulkan resiko pada ibu dan janin.
Bagi ibu hami yang mengalami pertambahan berat badan
yang tidak normal, dokter akan memberikan saran yang
sebaiknya dilakukan agar ibu hamil memperoleh
pertambahan berat badan yang normal.
3. Tanda – tanda vital : tekanan darah, denyut nadi, suhu
Kenaikan tekanan darah pada akhir-akhir masa kehamilan
dapat menjadi pertanda pre-eklampsia.
4. Kepala dan leher
- Edema diwajah
- Ikterus pada mata
- Mulut pucat
- Leher meliputi pembengkakan saluran limfe atau
pembengkakan kelenjar thyroid
5. Tangan dan kaki
- Edema di jari tangan
- Kuku jari pucat
- Varices vena
- Reflek – reflek

57
6. Payudara
- Ukuran simetris
- Putting menonjol / masuk
- Keluarnya kolostrom atau cairan lain
- Retraksi
- Massa
- Nodul axilla
7. Abdomen
- Luka bekas operasi
- Tinggi fundus uteri (jika>12 minggu)
- Letak, presentasi, posisi dan penurunan kepala (jika>36
minggu)
- Denyut jantung janin (jika>18 minggu). Pemeriksaan ini
penting untuk mengetahui apakah janin dalam berada
dalam kondisi sehat dan baik. Permeriksaan detak
jantung ini biasanya menggunakan Teknik Doopler
sehingga ibu hamil dapat mendengarkan detak janin yang
dikandungnya.
8. Genetalia luar (externa)
- Varises
- Perdarahan
- Luka
- Cairan yang keluar
- Pengeluaran dari uretra dan skene
- Kelenjar bartholini : bengkak (massa), ciaran yang keluar
9. Genetalia dalam (interna)
- Servik meliputi cairan yang keluar, luka (lesi), kelunakan,
posisi, mobilitas, tertutup atau terbuka
- Vagina meliputi cairan yang keluar, luka, darah

58
- Ukuran adneksa, bentuk, posisi, nyeri, kelunakan, massa
(pada trimester pertama)
- Uterus meliputi : ukuran, bentuk, mobilitas, kelunakan,
massa pada trimester petama. (Sarwono Prawirohardjo,
2006)
iii. Diagnosa Keperawatan
1. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan
mual/muntah secara berlebihan
2. Resiko konstipasi berhubungan dengan relaksasi otot halus,
peningkatan absorbsi air, hemoroid dan mengkonsumsi
suplemen zat Fe
iv. Rencana Asuhan Keperawatan
NO DIAGNOSA NOC NIC
1 Domain 2 : Nutrisi Setelah dilakukan tindakan a. Monitor cairan
keperawatan selama 4x24 Kode : 4130
Kelas 5. Hidrasi jam, diharapkan klien: 1. Tentukan jumlah dan
a. Keparahan mual dan jenis intake/asupan
Kode : 00028 muntah cairan serta kebiasaan
Domain V : Kondisi eliminasi
Diagnosa : Resiko kesehatan yang 2. Tentukan factor-faktor
kekurangan volume dirasakan resiko yang mungkin
cairan berhubungan Kelas V. Status gejala menyebabkan
dengan mual/muntah Kode : 2107 ketidakseimbangan
secara berlebihan 1. Frekuensi mual cairan (muntah)
berkurang 3. Periksa turgor kulit
2. Intensitas mual 4. Monitor asupan dan
berkurang pengeluaran
3. Frekuensi muntah 5. Monitor TD, denyut
berkurang jantung dan status
4. Intensitas muntah pernapasan

59
berkurang 6. Monitor membrane
mukosa, turgor kulit dan
respon haus
7. Catat dengan akurat
asupan dan pengeluaran
b. Manajemen muntah
Kode : 1570
1. Kaji emesis terkait
dengan warna dan
konsistensi
2. Identifikasi faktor-faktor
yang dapat menyebabkan
atau berkontribusi
terhadap muntah
3. Kendalikan faktor-faktor
lingkungan yang
mungkin membangkitkan
keinginan untuk muntah
4. Monitor keseimbangan
cairan dan elektrolit
2 Domain 3 : Eliminasi Setelah dilakukan tindakan a. Manajemen saluran cerna
dan Pertukaran keperawatan selama 4x24 Kode : 0430
jam, diharapkan klien: 1. Catat tanggal buang air
Kelas 2. Fungsi a. Fungsi gastrointestinal besar terakhir
Gastrointestinal Domain III : Kesehatan 2. Monitor buang air besar
Fisiologis tekmasuk frekuensi,
Kode : 00015 Kelas K. Pencernaan dan konsistensi, bentuk,
Nutrisi volume, dan warna
Diagnosa : Resiko Kode : 1015 dengan cara yang tepat
konstipasi 1. Tidak ada konstipasi 3. Instruksikan pasien

60
berhubungan dengan mengenai makanan
relaksasi otot halus, tinggi serat, dengan cara
peningkatan absorbsi yang tepat
air, hemoroid dan 4. Berikan cairan hangat
mengkonsumsi setelah makan
suplemen zat Fe

PENYIMPANGAN KDM

Fertilisasi Konsepsi Embriogenesi


s
Organogenesi
s
Perubahan pada
ibu hamil

Perubahan fisiologis

GIT (Gastrointestinal Track)

Estrogen Progesteron
HCG
Penurunan tonus
otot GIT Peningkatan
asam lambung
Peristaltik menurun

Mual, muntah
Disfungsi motilitas
gastrointestinal
RESIKO KEKURANGAN
VOLUME CAIRAN
RESIKO KONSTIPASI

61
b. Trimester Kedua
1. Pengkajian
a) Anamnesa
i. Anamnesa identitas istri dan suami
ii. Anamnesa umum : keluhan kehamilan (mual,muntah, sakit
kepala, nyeri ulu hati), nafsu makan, tidur, miksi, defekasi,
perkawinan
iii. Tentang kehamilan, persalinan, keguguran dan kehamilan
ektopik atau kehamilan mola sebelumnya
b) Pemeriksaan Fisik Diagnostik
i. Keadaan umum
Dengan inspeksi, dapat diperoleh gambaran mengenai
keadaan panggul. Adanya kesempitan atau kelainan panggul,
dapat diduga bila terlihat jalannya ibu tidak normal, misalnya
pincang, ibu sangat pendek, adanya kelainan panggul (kifosis,
skoliosis), kelainan belah ketupat dari michealis (tidak
simetris).
ii. Tinggi badan
Tinggi badan kurang dari rata-rata merupakan faktor risiko
untuk ibu hamil atau ibu bersalin. Jika tinggi badan kurang
dari 145 cm dimungkinkan sang ibu memiliki panggul sempit.
iii. Berat badan
Pertambahan berat badan selama kehamilan rata-rata 0,3-0,5
kg/minggu. Bila dikaitkan dengan usia kehamilan, kenaikan
berat badan selama hamil muda 5 kg, selanjutnya tiap
trimester (II dan III) masing-masing bertambah 5 kg. Pada
akhir kehamilan, pertambahan berat badan total adalah 9-12
kg. Bila terdapat BB yang berlebihan, perlu dipikirkan adanya
risiko bengkak, kehamilan kembar, hidroamnion, dan anak
besar.

62
iv. Lingkar lengan atas (LILA)
LILA kurang dari 23,5 cm merupakan indikator kuat untuk
status gizi yang kurang/buruk. Ibu beresiko untuk melahirkan
anak dengan BBLR.
v. Tanda-tanda vital
- Tekanan darah
TD yang tinggi (lebih dari 140/90 mmHg) merupakan resiko
dalam kehamilan. Penanganan yang kurang tepat, TD sistolik
30 mmHg atau lebih, dan/atau diastolik 15 mmHg atau lebih
dapat berlanjut menjadi preeklamsi dan eklamsi.
- Denyut nadi
Jumlah denyut nadi normal adalah sekitar 80 kali/menit.
- Suhu
Suhu tubuh ibu hamil lebih dari 37,5oC dikatakan demam,
hal ini kemungkinan ada infeksi dalam kehamilan.
- Pernapasan
Frekuensi napas normal orang dewasa adalah 16-20
kali/menit. Bila ibu mengalami peningkatan frekuensi napas,
ibu akan mudah lelah atau kemungkinan dicurigai
mempunyai penyakit jantung.
vi. Kepala dan Leher
i. Memeriksa apakah terdapat edema pada wajah
ii. Memeriksa apakah kelopak mata bagian bawah tampak pucat,
berwarna kuning/jaundice pada sclera
iii. Memeriksa apakah rahang pucat dan periksa juga keadaan
gigi
iv. Memeriksa dan meraba leher untuk mengetahui pembesaran
kelenjar tiroid, pembesaran pembuluh limfe dan pembesaran
vena jugularis
vii. Payudara

63
- Amati bentuk, ukuran dan kesimetrisannya; payudara
normal melingkar, agak simetris, dan dapat dideskripsikan
kecil, sedang, dan besar
- Puting payudara menonjol atau masuk ke dalam
- Adanya kolostrum atau cairan lain, misalnya ulkus
- Retraksi akibat adanya lesi
- Masa atau pembesaran pembuluh limfe
viii. Abdomen
- Memeriksa apakah ada bekas luka operasi
- Mengukur tinggi fundus uteri menggunakan tangan bila usia
kehamilan > 12 minggu, atau pita ukuran bila usia kehamilan
> 22 minggu
- Melakukan palpasi untuk mengetahui letak presentasi,
posisi, dan penurunan kepala janin kalau lebih dari 36
minggu
ix. Tangan dan kaki
- Memeriksa apakah tangan dan kaki edema atau pucat pada
kuku jari
- Memeriksa dan meraba kaki untuk mengetahui adanya
varises
- Memeriksa refleks patela untuk melihat apakah terjadi
gerakan hipo atau hiper
x. Pemeriksaan panggul
 Panggul : genital luar
- Memeriksa labia mayora dan minora, klitoris, lubang
uretra, introitus vagina untuk melihat adanya tukak atau
luka, varises, cairan yang ada (warna, konsistensi, jumlah,
bau)
- Melakukan palpasi pada kelenjar bartolini untuk
mengetahui adanya pembengkakan masa atau cairan kista

64
 Panggul : menggunakan speculum
- Memeriksa serviks untuk melihat adanya cairan/darah,
luka/lesi, apakah serviks sudah membuka atau belum
- Memeriksa dinding vagina untuk melihat adanya
cairan/darah dan luka
 Panggul : pemeriksaan bimanual
- Mencari letak serviks dan merasakan untuk mengetahui
pembukaan (dilatasi) dan rasa nyeri karena gerakan (nyeri
tekan atau nyeri goyang)
- Menggunakan dua tangan, satu tangan di atas abdomen,
dua jari di dalam vagina untuk palpasi uterus. Ukuran,
bentuk dan posisi, mobilitas, rasa nyeri, serta adanya masa.
xi. Auskultasi untuk mendengar denyut jantung janin (DJJ) :
1. Dari Janin :
i. Djj pada bulan ke 4-5
ii. Bising tali pusat
iii. Gerakan dan tendangan janin
2. Dari ibu :
i. Bising rahim
ii. Bising aorta
iii. Peristaltik usus
xii. Pemeriksaan Dalam
1. Vaginal Toucher (VT)
2. Rectal Toucher (RT)
Dapat dinilai :
i. Pembukaan serviks : berapa cm/ jari
ii. Bagian anak paling bawah : kepala, bokong serta posisinya
iii. Turunnya bagian terbawah menurut bidang Hodge

65
b. Diagnosa Keperawatan
1. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan pergeseran
diafragma karena pembesaran uterus.
2. Resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan
peningkatan kebutuhan sirkulasi, perubahan pre load
(penurunan aliran balik vena), hipertrofi ventrikel
3. Nyeri akut berhubungan dengan kram pada panggul
4. resiko jatuh berhubungan dengan gangguan fisiologis yang
dialami (anemia)
5. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan perubahan pada
mekanika tubuh, efek-efek hormon, ketidakseimbangan
elektrolit.
6. Defisiensi pengetahuan mengenai kondisi selama kehamilan
Rencana Asuhan Keperawatan
NO DIAGNOSA NOC NIC
1 Domain 4 : Setelah dilakukan tindakan a. Monitor pernafasan
Aktivitas/Istirahat keperawatan selama 4x24 Kode : 3350
menit, diharapkan klien: 1. Monitor kecepatan,
Kelas 4. Respon a. Status pernapasan irama, kedalaman dan
Kardiovaskuler Domain II : Kesehatan kesulitan bernafas
Fisiologis 2. Catat pergerakan dada
Kode : 00032 Kelas E. Jantung Paru dan retraksi pada otot
Kode : 0415 supraclavikula dan
Diagnosa: 1. Frekuensi pernapasan interkosta
Ketidakefektifan pola dalam batas normal 3. Monitor pola nafas
nafas berhubungan 2. Kedalaman inspirasi 4. Monitor peningkatan
dengan pergeseran dalam batas normal kelelahan, kecemasan dan
diafragma karena 3. Tidak ada penggunaan kekurangan udara pada
pembesaran uterus. otot bantu pernapasan pasien
c. Bantuan ventilasi

66
Batasan karakteristik : Kode : 3390
1. Bradipnea 1. Pertahankan kepatenan
2. Dispnea jalan nafas
3. Penggunaan otot 2. Posisikan klien untuk
bantu pernapasan mengurangi dyspnea
4. Perubahan 3. Monitor pernapasan dan
kedalaman nafas status oksigenasi
2 Domain 4 : Setelah dilakukan tindakan a. Monitor tanda-tanda vital
Aktivitas/Istirahat keperawatan selama 4x24 Kode : 6680
jam, diharapkan klien : 1. Monitor TD, N, S dan RR
Kelas 4. Respon a. Perfusi jaringan : kardiak 2. Monitor tekanan darah
Kardiovaskuler Domain II : Kesehatan saat pasien berbaring,
Fisiologis duduk dan berdiri
Kode : 00240 Kelas E. Jantung Paru sebelum dan setelah
Kode : 0405 perubahan posisi
Diagnosa : Resiko 1. Denyut nadi dalam 3. Monitor TD, N, RR
penurunan curah batas normal sebelum, selama, dan
jantung berhubungan setelah beraktivitas
dengan peningkatan 4. Monitor irama dan
kebutuhan sirkulasi, tekanan jantung
perubahan pre load 5. Monitor warna kulit, suhu
(penurunan aliran balik dan kelembaban
vena), hipertrofi 6. Identifikasi kemungkinan
ventrikel. penyebab perubahan TTV

Batasan karakteristik :
1. Bradikardia
2. Edema
3. Keletihan
4. Peningkatan berat

67
badan
3 Domain 12 : Setelah dilakukan tindakan a. Aplikasi Panas/Dingin
Kenyamanan keperawatan selama 5x24 Kode : 1380
jam, diharapkan klien: 1. Jelaskan penggunaan
Kelas 1. Kenyamanan a. Pergerakan (aplikasi) panas/dingin,
Fisik Domain I : Fungsi alas an perawatan, dan
Kesehatan bagaimana hal tersebut
Kode : 00132 Kelas C. Mobilitas akan mempengaruhi
Kode : 0208 gejala pasien
Diagnosa : Nyeri akut 1. Cara berjalan tidak 2. Pilih metode stimulasi
berhubungan dengan terganggu yang nyaman dan
kram pada panggul 2. Gerakan otot tidak tersedia
terganggu 3. Pertimbangkan kondisi
Batasan Karakteristik : 3. Dapat bergerak dengan kulit dan identifikasi
1. Ekspresi wajah nyeri mudah setiap perubahan yang
2. Gelisah memerlukan perubahan
prosedur atau
kontraindikasi terhadap
stimulasi
4. Instruksikan bagaimana
menghindari kerusakan
jaringan yang terkait
dengan perangkat panas
atau dingin
5. Tentukan waktu untuk
semua aplikasi dengan
hati-hati
6. Evalusi kondisi umum,
keamanan, dan
kenyamanan seluruh

68
perawatan
4 Domain 11 : Setelah dilakukan tindakan a. Pencegahan jatuh
Keamanan/Perlindungan keperawatan selama 3x24 Kode : 6490
jam, diharapkan klien: 1. Identifikasi perilaku dan
Kelas 2. Cedera Fisik a. Kesimbangan faktor yang
Domain I : Fungsi mempengaruhi resiko
Kode : 00155 Kesehatan jatuh
Kelas C. Mobilitas 2. Monitor gaya berjalan,
Diagnosa : resiko jatuh Kode : 0202 keseimbangan dan
berhubungan dengan 1. Mampu tingkat kelelahan
gangguan fisiologis yang mempertahankan 3. Saran perubahan pada
dialami (anemia) keseimbangan saat gaya berjalan (terutama
berjalan kecepatan) pada klien
2. Mampu 4. Sarankan menggunakan
mempertahankan alas kaki yang aman
postur 5. Sediakan permukaan
3. Tidak pusing yang tidak licin pada bak
b. Cara berjalan mandi
Domain I. Fungsi
Kesehatan
Kelas C. Mobilitas
Kode : 0222
1. Keseimbangan tubuh
saat berjalan tidak
terganggu
2. Tidak pusing
5 Domain 12 : Setelah dilakukan tindakan a. Terapi Relaksasi
Kenyamanan keperawatan selama 5x24 Kode : 6040
jam, diharapkan klien : 1. Gambarkan rasionalisasi
Kelas 1. Kenyamanan a. Status kenyamanan fisik dan manfaat relaksasi

69
Fisik Domain V. Kondisi serta jenis relaksasi
Kesehatan yang dirasakan yang tersedia
Kode : 00214 Kelas U. Kualitas 2. Berikan deskripsi detail
Kesehatan & Kehidupan terkait intervensi
Diagnosa : Gangguan Kode : 2010 relaksasi yang dipilih
rasa nyaman 1. Mampu mengontrol 3. Dorong klien untuk
berhubungan dengan gejala mengambil posisi yang
perubahan pada 2. Mampu mengambil nyaman
mekanika tubuh, efek- posisi yang nyaman 4. Dorong control ketika
efek hormon, 3. Gatal gatal berkurang relaksasi dilakukan
ketidakseimbangan 4. Perasaan sulit 5. Evaluasi laporan
elektrolit bernapas berkurang individu terkait
relaksasi yang dilakukan
Batasan Karakteristik :
1. Gangguan pola tidur
2. Gatal
3. Gelisah
4. Merasa tidak nyaman
6 Domain 5 : Setelah dilakukan tindakan a. Pendidikan kesehatan
Persepsi/Kognisi keperawatan selama 2x24 Kode : 5510
jam, diharapkan klien: 1. Identivikasi faktor
Kelas 4. Kognisi a. Perilaku patuh internal atau eksternal
Domain IV : Pengetahuan yang dapat meningkatan
Kode : 00126 tentang Kesehatan & atau mengurangi
Perilaku motivasi untuk
Diagnosa : Defisiensi Kelas Q. Perilaku sehat berperilaku sehat
pengetahuan mengenai Kode : 1600 2. Tentukan pengetahuan
kondisi selama 1. Mampu menanyakan kesehatan dan gaya
kehamilan pertanyaan terkait hidup perilaku data ini
kesehatan pada individu, keluarga,

70
Batasan karakteristik : 2. Mampu mencari atau kelompok sasaran
1. Kurang pengetahuan informasi kesehatan 3. Bantu individu, keluarga
dari berbagai sumber dan masyarakat untuk
3. Mampu mendapatkan memperjelas keyakinan
alasan untuk dan nilai-nilai kesehatan
melakukan perilaku 4. Rumuskan tujuan dalam
sehat program pendidikan
4. Mampu menggunakan kesehatan
jasa pelayanan 5. Libatkan individu,
kesehatan sesuai keluarga, dan kelompok
dengan kebutuhan dalam perencanaan dan
5. Mampu melakukan rencana implementasi
aktivitas hidup harian gaya hidup atau
sesuai dengan energi modifikasi perilaku
dan toleransi kesehatan

71
PENYIMPANGAN KDM

Perubahan pada ibu hamil Perubahan psikologi

Perubahan fisiologis

Sistem Respirasi
Sistem Kardiovaskuler Sistem
Moskuloskeletal
Desakan
Peningkatan Peningkatan uterus ke
Peningkatan
produksi estrogen diagfragma
massa abdomen
hormone steroid menstimulasi
di plasenta dan adrenal
korteks adrenal Penekanan Beban menarik
saraf lumbal kedepan

Sekresi Tulang
Merangsang
aldosteron reseptor nyeri belakang
perifer tertarik

Retensi air dan Na+ TD Upaya ibu


Impuls nyeri ke
otak menyeimbangkan
Perubahan posisi tubuh
Volume darah
perload dan
NYERI AKUT
afterload
Hemodelusi Lordosi
s
Hipertensi GANGGUAN RASA
Anemia relatif
vertikel NYAMAN

Hb dan O2 Rongga dada


Resiko Komplain
dekompensasi paru terbatas sempit
Pusing cordis
RESIKO PENURUNAN Ventilasi dan
RESIKO JATUH CURAH JANTUNG pernapasan
Krisis situasi

KETIDAKEFEKTIFAN Nafas pendek dan KURANG


POLA NAFAS dangkal PENGETAHUAN

72
c. Trimester Ketiga
1. Pengkajian
i. Anamnesa
- Identitas : Nama, umur, alamat, pekerjaan, agama, dll.
- Keluhan utama :
a) Nyeri pinggang : Sebagian besar karena perubahan sikap pada
kehamilan lanjut, karena letak berat badan pindah ke depan
disebabkan perut yang membesar. Ini diimbangi dengan
lordose yang berlebihan dan sikap ini dapat menimbulkan
spasmus dari otot pinggang
b) Varises : Dipengaruhi faktor keturunan, berdiri lama dan
terlalu banyak duduk. Dalam kehamilan ditambah faktor
hormonal dan bendungan vena
c) Kram otot : Terjadi karena tekanan pada saraf ekstremitas
bagian bawah oleh uterus yang membesar, akibat kekurangan
daya serap kalsium. Faktor yang mengakibatkan kecapaian,
sirkulasi perifer berkurang.
d) Sesak nafas : Nafas dangkal, terjadi pada wanita 60 % yang
hamil. Ekspansi diafragma terbatas karena pembesaran
uterus, dimana rahim yang membesar mendesak diafragma ke
atas.
e) Sering kencing : Pada hamil tua kandung kencing terdorong
bagian terendah anak yang turun masuk rongga panggul.
Pengaruh hormon meningkatka vaskularisasi darah
menimbulkan perubahan fungsi kandung kencing dan saluran
menjadi lebar (Pusdiknakes, 1990 : 54-55). Peningkatan
sirkulasi di ginjal pada kehamilan, sehimgga filtrasi di
glomerulus meningkat 90% (Winkjosastro, 2007 : 97).

73
f) Konstipasi
Tonus otot tractus digestivus menurun sehingga motilitas
tractus digestivus juga berkurang, makanan lebih lama di
dalam lambung dan apa yang dicerna, lama dalam usus
(Winkjosastro, 2007 : 97). Pengaruh progesteron dapat
menghambat peristaltik usus yang bisa menyebabkan
kesulitan buang air besar (Manuaba, 1998 : 125). Tingkat
progesteron yang meningkat menyebabkan melempemnya
usus. Kemampuan bergerak otot menurun akibat relaksasi
otot rata/halus, penyerapan air dalam kolon meningkat,
tekanan uterus yang membesar atas usus (Pusdiknakes, 2000
: 7-10).
- Riwayat Penyakit
a) Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat penyakit yang pernah diderita ibu hamil yaitu
penyakit menahun seperti jantung, penyakit menurun seperti
hipertensi, DM, penyakit menular seperti TBC, Hepatitis, PMS
baik yang sudah sembuh/yang masih dalam penyembuhan
dan lain-lain yang akan mempengaruhi kehamilan dan
persalinan (Mochtar, 1998 : 127-173).
b) Riwayat Penyakit Sekarang
Apabila sekarang selama kehamilan ibu menderita penyakit
menahun, menurun, dan menular seperti jantung, hipertensi,
ginjal, DM, TBC, Hepatitis, dan lain-lain serta dalam proses
pengobatan akan mempengaruhi kehamilan dan persalinan.
c) Riwayat Penyakit Keluarga
Apabila salah satu dari anggota keluarga baik dari pihak
suami ataupun istri yang hidup serumah/tidak serumah
menderita penyakit menular dapat mempengaruhi kehamilan
dan persalinan. Bila salah satu keluarga ada yang riwayat

74
kembar kemungkinan kehamilan bisa kembar. Gangguan
pembekuan darah. (Mochtar, 1998 : 127-175)
d) Riwayat kesehatan reproduksi
Menarche pada wanita terjadi saat pubertas yaitu usia 12
tahun. Lama haid 3-7 hari. Darah haid biasanya tidak
membeku dan banyaknya 50-80 cc, hari 1-3 darah banyak,
encer, berwarna merah dan hari ke-4 dan seterusnya warna
merah kecoklatan. Saat haid wanita mengeluh sakit pinggang,
merasa kurang nyaman, gelisah,buah dada agak nyeri karena
ketidakstabilan hormon. Hari pertama haid terakhir (HPHT)
untuk memperkirakan persalinan (Winkjosastro, 2007 : 103-
104).
e) Riwayat Kehamilan
Berapa kalikah ibu hamil, sekarang putera yang ke berapa?
untuk memperjelas apakah ibu primipara atau multipara.
Untuk ibu yang telah mempunyai anak ditanyakan keadaan
anaknya, apakah semua hidup/ada yang meninggal. Kapan
menstruasi terakhir untuk memperkirakan usia kehamilan
dan waktu persalinan. Ditanyakan juga keadaan menstruasi
yang dulu, kapankah menarche terjadi pada ibu, waktu umur
berapa, untuk mengetahui keadaan alat kelamin dalam,
normal atau tidak. Apakah kalau menstruasi terasa amat
sakit? berapa lama menstruasi, bagiman keluarnya? Biasanya
berapa lama setelah anak lahir mendapat menstruasi dan
berapa banyak pengeluaran lochia?. Ditanyakan apakah klien
pernah abortus? jika pernah nerapa kali, kehamilan berapa
bulan dan apa sebabnya?. Ditanyakan tentang kehamilan yang
dulu-dulu pada ibu yang telah pernah hamil. Apakah
kehamilannya yang dulu keadaannya biasa sampai anak
dilahirkan atau pernah mengalami kelainan yang misalnya,

75
ibu pernah mengeluarkan darah dalam kehamilan muda atau
tua? Ibu pernah bengkak-bengkak di kaki dan seluruh badan?
Atau ibu pernah mengalami kekejangan dan kelainan yang
lain. Kelainan ini ditanyakan untuk membantu membuat
ramalan tentang kehamilan yang sekarang ini (Ibrahim, 1993
: 87-88).
ii. Diagnosa Keperawatan
1. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan ekspansi
paru tidak maksimal sekunder terhadap meningkatnya
tekanan intraabdomen
2. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan massa abdomen
3. Inkontinensia urine berhubungan dengan tingginya tekanan
intraabdominal dan kelemahan otot pelvis sekunder terhadap
kehamilan
4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan peningkatan berat
badan dan perubahan pusat gravitasi.
5. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan
sekunder terhadap persiapan melahirkan
iii. Rencana Asuhan Keperawatan
NO DIAGNOSA NOC NIC
1 Domain 4 : Setelah dilakukan tindakan a. Monitor pernafasan
Aktivitas/Istirahat keperawatan selama 4x24 Kode : 3350
menit, diharapkan klien: 1. Monitor kecepatan,
Kelas 4. Respon a. Status pernapasan irama, kedalaman dan
Kardiovaskuler Domain II : Kesehatan kesulitan bernafas
Fisiologis 2. Catat pergerakan dada
Kode : 00032 Kelas E. Jantung Paru dan retraksi pada otot
Kode : 0415 supraclavikula dan
Diagnosa : 1. Frekuensi interkosta
Ketidakefektifan pola pernapasan dalam 3. Monitor pola nafas

76
nafas berhubungan batas normal 4. Monitor peningkatan
dengan ekspansi paru 2. Kedalaman inspirasi kelelahan, kecemasan dan
tidak maksimal dalam batas normal kekurangan udara pada
sekunder terhadap 3. Tidak ada pasien
meningkatnya tekanan penggunaan otot b. Bantuan ventilasi
intraabdomen bantu pernapasan Kode : 3390
1. Pertahankan kepatenan
Batasan karakteristik : jalan nafas
1. Bradipnea 2. Posisikan klien untuk
2. Dispnea mengurangi dyspnea
3. Penggunaan otot 3. Monitor pernapasan dan
bantu pernapasan status oksigenasi
4. Perubahan
kedalaman nafas
2 Domain 12 : Setelah dilakukan tindakan a. Aplikasi Panas/Dingin
Kenyamanan keperawatan selama 5x24 Kode : 1380
jam, diharapkan klien: 1. Jelaskan penggunaan
Kelas 1. Kenyamanan a. Pergerakan (aplikasi) panas/dingin,
Fisik Domain I : Fungsi alas an perawatan, dan
Kesehatan bagaimana hal tersebut
Kode : 00132 Kelas C. Mobilitas akan mempengaruhi
Kode : 0208 gejala pasien
Diagnosa : Nyeri akut 1. Cara berjalan tidak 2. Pilih metode stimulasi
berhubungan dengan terganggu yang nyaman dan
peningkatan massa 2. Gerakan otot tidak tersedia
abdomen terganggu 3. Pertimbangkan kondisi
3. Dapat bergerak kulit dan identifikasi
Batasan Karakteristik : dengan mudah setiap perubahan yang
1. Ekspresi wajah memerlukan perubahan
nyeri prosedur atau

77
2. Gelisah kontraindikasi terhadap
stimulasi
4. Instruksikan bagaimana
menghindari kerusakan
jaringan yang terkait
dengan perangkat panas
atau dingin
5. Tentukan waktu untuk
semua aplikasi dengan
hati-hati
6. Evalusi kondisi umum,
keamanan, dan
kenyamanan seluruh
perawatan
3 Domain 3 : Eliminasi Setelah dilakukan tindakan a. Latihan Kandung Kemih
dan Pertukanan keperawatan selama 4x24 Kode : 0570
jam, diharapkan klien : 1. Pertimbangkan
Kelas 1. Fungsi a. Kontinensia urin kemampuan untuk
Urinarius Domain II : Kesehatan mengenali dorongan
Fisiologis pengosongan kandung
Kode : 00016 Kelas F. Eliminasi kemih
Kode : 0502 2. Bantu pasien untuk
Diagnosa : 1. Mampu mengenali mengidentifikasi pola-
Inkontinensia keinginan untuk pola inkontinensia
eliminasi urine berkemih 3. Ajarkan pasien untuk
berhubungan dengan 2. Mampu memulai secara sadar menahan
tingginya tekanan dan menghentikan urin sampai saat buang
intraabdominal dan aliran urin hajat yang dijadwalkan
kelemahan otot pelvis
sekunder terhadap

78
kehamilan

Batasan Karakteristik :
1. Dorongan berkemih
2. Sering berkemih
4 Domain 4 : Aktivitas/ Setelah dilakukan tindakan a. Manajemen Energi
Istirahat keperawatan selama 4x24 Kode : 0180
jam, diharapkan klien : 1. Kaji status fisiologis klien
Kelas 4. Respon a. Tingkat kelelahan yang menyebabkan
Kardiovaskuler/ Domain I : Fungsi kelelahan sesuai dengan
Pulmonal Kesehatan konteks usia dan
Kelas A. Pemeliharaan perkembangan
Kode : 00092 energi 2. Tentukan jenis dan
Kode : 00007 banyaknya aktivitas yang
Diagnosa : Intoleransi 1. Kelelahan dibutuhkan untuk
aktivitas berhubungan berkurang menjaga ketahanan
dengan peningkatan 2. Tidak ada sakit 3. Monitor intake/asupan
berat badan dan kepala nutrisi untuk mengetahui
perubahan pusat 3. Nyeri otot sumber energy yang
gravitasi. berkurang adekuat
4. Monitor/catat waktu dan
Batasan Karakteristik : lama istirahat/tidur klien
1. Keletihan 5. Kurangi
2. Ketidaknyamanan ketidaknyamanan fisik
setelah beraktivitas yang dialami klien yang
bias mempengaruhi
fungsi kognitif,
pemantauan diri dan
pengaturan aktivitas
klien

79
6. Bantu klien
mengidentifikasi pilihan
aktivitas-aktivitas yang
akan dilakukan
7. Evaluasi secara bertahap
kenaikan level aktivitas
klien
5 Domain 9 : Koping/ Setelah dilakukan tindakan a. Pengurangan kecemasan
Toleransi Stres keperawatan selama 4x24 Kode : 5820
jam, diharapkan klien : 1. Gunakan pendekatan
Kelas 2. Respon a. Kontrol kecemasan diri yang tenang dan
Koping Domain III : Kesehatan meyakinkan
Psikososial 2. Jelaskan semua prosedur
Kode : 00146 Kelas O. Kontrol diri termasuk sensasi yang
Kode : 1402 akan dirasakan
Diagnosa : Ansietas 1. Mampu mengurangi 3. Pahami situasi kliris yang
berhubungan dengan penyebab terjadi dari prespektif
kurangnya kecemasan klien
pengetahuan sekunder 2. Mampu mengurangi 4. Berada disisi klien untuk
terhadap persiapan ransangan ameningkatkan rasa
melahirkan lingkungan ketika aman dan mengurangi
cemas ketakutan
Batasan Karakteristik : 3. Mampu mencari 5. Bantu klien
1. Gelisah informasi untuk mengidentifikasi situasi
2. Mengekspresikan mengurangi yang memicu kecemasan
kekhawatiran kecemasan 6. Pertimbangkan
3. Sangat khawatir 4. Mampu kemampuan klien dalam
menggunakan mengambil keputusan
strategi koping yang b. Persiapan melahirkan
efektif Kode : 6760

80
5. Mampu 1. Ajarkan ibu dan
menggunakan pasangan mengenai
teknik relaksasi fisiologi persalinan
untuk mengurangi 2. Ajarkan ibu dan
kecemasan pasangannya mengenai
6. Mampu tanda-tanda persalinan
mempertahankan 3. Informasikan pada ibu
penampilan peran kapan harus datang ke
7. Mampu rumah sakit dalam
mempertahankan rangka persiapan
konsentrasi menghdapi persalinan
8. Mampu 4. Jelaskan prosedur
mengendalikan monitor secara rutin
respon kecemasan yang mungkin akan
dilakukan selama proses
persalinan

81
PENYIMPANGAN KDM

Perubahan pada ibu

Perubahan Fisiologis Perubahan Fisiologis

Sistem Respirasi Sistem Muskuloskeletal Sistem Reproduksi Krisis situasi

Desakan uterus Peningkatan Janin berkembang Kurang


ke diafragma massa abdomen pengetahuan
Sistem urinaria
Rongga dada Penekanan saraf lumbal ANSIETAS
sempit
Penekanan vesika
Merangsang reseptor nyeri urinaria
Komplain
paru terbatas
Impuls nyeri di otak Peningkatan
frekuensi BAK
Ventilasi dan
NYERI AKUT
pernapasan INKONTINENSIA URIN

Nafas pendek
Peningkatan berat
dan dangkal
badan
KETIDAKEFEKTIFAN
POLA NAFAS Aktivitas otot meningkat
untuk menopang berat badan

Peningkatan penggunaan
energi

Energi menurun

INTOLERANSI AKTIVITAS

82