Anda di halaman 1dari 2

Wira Gotera: ” RESISTENSI INSULIN MENINGKATKAN RISIKO HIPERPLASIA

PROSTAT MELALUI PENINGKATAN INSULINE LIKE GROWTH FACTOR-I PADA


PENDERITA OBESITAS ABDOMINAL

Rabu, 21 Oktober 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi
Doktor atas nama Promovendus dr. Wira Gotera, SpPD-KEMD., dari Program Doktor Ilmu
Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul ” RESISTENSI INSULIN MENINGKATKAN
RISIKO HIPERPLASIA PROSTAT MELALUI PENINGKATAN INSULINE LIKE
GROWTH FACTOR-I PADA PENDERITA OBESITAS ABDOMINAL “. Acara sidang ini
dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Promovendus foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Rektor, Promotor, Kopromotor dan Tim
Penguji setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Obesitas sentral (Ob-sen) berhubungan dengan kondisi
resistensi insulin yang mengakibatkan hiperinsulinemia. Beberapa studi menunjukkan jika
kejadian hiperplasia prostat lebih tinggi pada Ob-sen. Peran resistensi insulin, hubungannya
terhadap TGF- 1 perlu dibuktikan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan jika
Ob-sen dengan HOMA-TR, IGF-1, IL-6, hsCRP yang tinggi lebih berisiko mengalami hiperplasia
prostat dan membuktikan lebih lanjut peran resistensi insulin dan IGF-1sebagai faktor risiko
hiperplasia prostat.
Penelitian ini menggunakan rancangan case control dengan total sampel 80 orang, 40 orang laki-
laki Ob-sen dengan hiperplasia prostat sebagai kasus dan 40 orang Ob-sen tanpa hiperplasia prostat
sebagai kontrol dengan rerata usia 62 tahun. Analisis data dengan uji independent sampel t-test,
chi square dan uji multivariate regresi logistik. Pemeriksaan IGF-l dengan metode Immulite 2000
IGF-1 dengan teknik chemiluminescent immunometri assay, Pemeriksaan IL-6 dengan tehnik
sandwich enzyme immunoassay dengan Quantikine immunoassay kit buatan R&D system Inc
USA, dan pemeriksaan hsCRP dengan tehnik immonometric assay.

Glukosa puasa (Z=-3,325, p=O,OOl), Insulin puasan (Z=-2,15, p=0,034), HO MA-IR (Z=-2,843,
p=0,004), dan IGF-l (t=3,27, p=O,002) lebih tinggi dan bermakna pada kelompok kasus
dibandingkan kontrol. hsCRP dan IL-6 tidak berbeda bermakna antar dua kelompok tersebut. Dari
hasil uji bivariate chi-square didapatkan hanya komponen resistensi insulin (HOMA-IR)
(OR=1,68, p=O,019) dan IGF-l (OR=2,14, p=O,OOl) yang memiliki hubungan dengan hiperplasia
prostat pada Ob-sen dan bermakna secara statistik. Untuk melihat pengaruh secara simultan antara
resistensi insulin dan IGF -1 sebagai faktor risiko terhadap hiperplasia prostat dilakukan uji
multivariate regresi logistik. Dari hasil uji regresi logistik didapatkan jika resistensi
insulinlHOMA- IR (OR:2,59 IK(O,88-7,02), p=O,043) dan IGF-1 (OR:4,76, IK (1,71-13,11),
p=O,003) terbukti dan bermakna secara statistik meningkatkan risiko hiperplasia prostat pada Ob-
sen. Dari hasil penelitian ini disimpulkan Ob-sen dengan HOMA- IR tinggi lebih berisiko terkena
hiperplasia prostat dibandingkan dengan HOMA-IR rendah; Ob-sen sentral dengan kadar IGF-1
tinggi lebih berisiko terkena hiperplasia prostat dibandingkan dengan kadar IGF-l rendah;
resistensi Insulin yang diukur dari nilai HOMA-IR dan kadar IGF-l yang tinggi berperan sebagai
faktor risiko hiperplasia prostat pada obesitas sentral. (pps.unud/IT)

Anda mungkin juga menyukai