Anda di halaman 1dari 3

Gangguan Kesadaraan

Umumnya dijumpai gangguan kesadaran, kesadaran berkabut, penurunan

kesadaran karena tifoid ensefalopati, dan meningoensefalitis.Sebaliknya


ditemukan
dapat
mungkin gejala
psikosis Brain
(Organic Syndrome).2
Ilepatosplenomegali
Hati dan atau limpa, ditemukan sering membesar. Pada perabaan hati
dan tekan.z
kenyal nyeri
teraba
Bradikardia relatif dan gejala lain
Bradikardi relatif adalah peningkatansuhutubuh yang tidak diikuti oleh

peningkatan frekuensi nadi. Patokan yang sering dipakai adalah setiap


suhu
peningkatan IOCtidakdiikuti frekuensi
peningkatan 8
nadi dalam
denyut
1 menit. Gejala-gejala lain yang dapatditemukanpada demamtifoid seperti
ditemukan
rosespotbiasanya di regioabdomen
atas.2

2.6 Pemeriksaan Penunjang


2.6.1 Pemeriksaan Rutin

Walaupun pemeriksaan darah tepi seling ditemukan leukopenia, dapat

pula terjadi kadar leukosit normal atau leukositosis.


Leukositosisdapat terjadi
walaupun tanpa disertai infeksi sekunder.Selain itu pula dapat ditemukan
anemia ringan dan trombositopenia.Pada pemen'ksaan
hitung jenis leukosit
dapatterjadi aneosinoElia
maupunlimfopenia.
Laju endapdarahpada demam
tifoiddapat
meningkat.3
SGOT dan SGPT seringkalimeningkattetapi akan kembali menjadi
normal setelah sembuh. Kenaikan SGOT dan SGPT tidak memerlukan

penanganankhusus.Pemeriksaanlain yang rutin dilakukan adalah uji Widal


dan kultur organisme. Sampai sekarang.,kultur masih menjadi standar baku
dalam penegakkandiagnostik. Selain uji Widal terdapat beberapa metode
lain
pemeriksaanserologi yang dapatdilakukandengancepatdan mudahserta
memiliki sensitivitasdan spesifisitaslebih baik dari antaralain pemeriksaan
salmonella.3
IgM/IgG
serologi
2.6.2 Uji Widal
Uji Widal dilakukan untuk deteksi antibodi terhadap kuman Sr typhi.

Pada uji Widal terjadi suatu reaksi aglutinasi antara antigen kuman S. typhi
dengan antibodi yang disebut aglutinin. Antigen yang digunakan pada uji
Widal adalah suspensi Salmonella yang sudah dimatikan dan diolah di
laboratorium, Maksud uji Widal adalah untuk menentukan adanya aglutinin
dalam serum penderita tersangka demam tifoid yaitu a) Aglutinin 0 (dari tubuh

kuman), b) Aglutinin H (flagela kuman), dan c) Aglutinin Vi (simpai kuman).

Dari ketiga aglutinin tersebut hanya aglutinin O dan H yang digunakan untuk

diagnosis demam tifoid. Semakin tinggi titernya semakin besar kemungkinan


terinfeksi kuman ini?,4
Pembentukan aglutinin mulai terjadi pada akhir minggu pertama demam

kemudian meningkat secara cepat dan mencapai puncak pada minggu keempat
dan tetap tinggi selama beberapa minggu.. Pada fase akut mula-mula timbul

aglutinin 0 kemudian diikuti dengan aglutinin H. Pada orang yang telah

sembuh aglutinin 0 masih tetap dijmnpai setelah 4-6 bulan sedangkan aglutinin
H menetap lebih lama antara 9-12 bulan. Oleh karena itu uji Widal bukan
kesembuhan
untukmenentukan penyakit..3*4
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi uji Widal yaitu 1) pengobatan

dini dengan antibiotik, 2) gangguan pembentukan antibodi dan pembetian

kortikosteroid, 3) waktu pengambilan sampel, 4) daerah endemik atau non

endemik, 5) riwayat vaksinasi, 6) reaksi anamnestikyaitu peningkatan titer


aglutinin pada infeksi bukan tifoid akibat infeksi demam tifoid masa lalu atau

vaksinasi, 7) faktor teknik pemeriksaan antar laboratorium akibat aglutinasi


silang dan strain Salmonella yang digunakan untuk suspensiantigen. Saat ini

belum ada kesamaanpendapatmengenaititer aglutinin yang bermakna

diagnostik untuk demam tifoid. Batas titer dan


setempat batasini bahkan dapat
di berbagai
berbeda laboratorium
setempat;,4
2.6.3 Uji TUBEX

Merupakan uji semi kuantitatif kolometrik yang cepat (beberapa menit)


dan mudah dikerjakan. Uji ini untuk mendeteksi antibodi antiS.typhi 09 pada

serum pasien dengan menghambat ikatan antara IgM anti 09 yang


terkonjungasi pada partikel latex yang berwarna dengan lipopolisakarida,

peteksi terhadap 09 dapat dilakukan pada hari ke 45 untuk infeksi primer darl

pari ke 2-3 untuk infeksi sekunder. Uji tubex ini tidak dapat digunakan untuk

lpendeteksi infeksi lampau. Interpretasi hasil uji tubex : < 2 : negatif (tidak
[penunjukkanadanyainfeksi); 3 : borderline 4-5
(ulangipengujian); : positif
(infeksi tifoid aktif)-; 6 .:indikasi kuat infeksi tifoid.3

2.6.4 Uji Typhidot


Uji typhidot dapat mendeteksi antibodi IgM dan IgG yang terdapat pada
protein membran Salmonella typhi. Hasil positif pada uji typhidot didapatkan
23 hari setelah infeksi dan dapat mengidentifikasi secara spesifik antibodi IgM
dan IgG terhadap antigen S.typhi sebesar SOkD yang terdapat pada stn'p
nitroselulosa.34
Didapatkan sensitivitas uji ini sebesar 98" o, spesifisitas sebesar 76,6%

dan eiisiensi uji sebesar 84°o pada penelitian yang dilakukan oleh

Gopalakhirnan dkk (2002) pada 144 kasus demam tifoid. Pada penelitian lain

yang dilakukan oleh Olsen dkk didapatkansensitivitasdan spesifisitasuji ini


sama
hampir denganuji Tubex
yaitu799
0 dan89°
0 78°
dengan 0dan89%?4

2.6.5 Uji IgM Dipstick

Uji ini secara klinis mendeteksiantibodi S.


IgM spesifik terhadap typhi
pada spesimen serum atau whole blood. Uji ini menggunakan stn'p yang

mengandung antigen lipopolisakarida (LPS) S. typhoid dan anti IgM (sebagai

kontrol), reagen deteksi yang mengandungantibodi anti IgM yang dilekati

dengan lateks pewarna, cairan membasahi


strip sebelumdi inkubasi dengan
reagendan serum ini
pasien.,tabung uji.. Komponenperlengkapan stabil untuk
di simpanselama2 tahunpadasuhu4250Cdi tempatkeringtanpapaparan